Renungan Pagi
Kidung Agung 7:13
Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!
BUAH DI DEPAN PINTU
Buah adalah makanan pelengkap ketika makan. Ada yang senang makan buah sebelum makan dan ada yang makan buah setelah selesai makan.
Acara santai biasa juga diisi dengan makan buah bersama; pada masa buah tertentu tiba musimnya, maka orang sering memetik buah bersama sebagai tanda kasih dan keakraban.
Buah dapat dipakai untuk membujuk orang lain memenuhi kehendak tertentu. Buah dudaim dipakai Lea untuk membujuk Rahel. Buah yang selalu ada di depan pintu adalah lambang kesediaan untuk selalu melakukan yang terbaik bagi semua orang, baik orang seisi rumah di dalam maupun orang-orang yang datang ke rumah bahkan kepada semua orang.
Buah dudaim itu semerbak (berbau enak; biasanya harum) dan itu, bau harum itu, yakni hidup yang harum, memiliki kekuatan untuk membina hubungan yang baik terutama hubungan asmara.
Buah dudaim itu awet, bisa tahan lama sehingga dia bisa yang sudah lama dipetik masih semerbak dan bisa dinikmati untuk dimakan. Kehidupan yang semerbak itu harus tahan lama -- awet sepanjang waktu dan bisa selalu dipetik setiap saat.
Amsal 21:3
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.