Wadah untuk berbagi dalam serba keterbatasan
Dapat membagikan isi blog ini dengan menyertakan keterangan sumber dari alamat url yang dibagikan
23 Mei 2026
PARADOKS PEMBOHONG
08 Maret 2026
TAK SADAR DIRI
21 Agustus 2025
CARILAH KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan itu ukurannya bukan terutama pada dirimu tetapi pada orang lain. Jika kau bahagia dan orang lain tidak merasakannya, maka kebahgiaan itu hampa; sangatlah tidak manusiawi jika seseorang mengalami kebahagiaan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain. Walau memang sulit untuk mengatakan bahwa marilah kita menderita, terlebih lagi teramat sangat sulit untuk melakukan itu.
Kadar kebahagiaan bukan pada sesuatu yang diterima - meski itu juga termasuk di dalamnya tetapi apa yang diberi (Kisah Para Rasul 20:35); memberi satu kebahagiaan kepada orang lain berarti menikmati paling tidak dua kali lipat kebahagiaan dari yang diberikan itu. Jika berada pada pihak menerima, maka pastikan bahwa itu tidak datang dari awan di langit (mungkin lebih tepat: diterima secara cuma-cuma) dan berjanjilah bahwa itu tidak akan menjadi percuma. Sebab itu jika engkau mengalami keadaan yang sulit, tetaplah memberikan kebahagiaan bagi orang lain, maka orang lain akan berusaha memberikan kebahagiaan ganti penderitaanmu.
Jika kau mengatakan kesedihan dan penderitaanmu, maka orang lain akan ikut menderita bersamamu sehingga bisa jadi bahwa baik engkau maupun sesamamu akan sama-sama menderita dan kehilangan kebahagiaan; sulit menemukannya dalam pencarian bersama. Mencurahkan isi hati yang menderita tidak salah juga; itu wajar tetapi biarlah itu terjadi ketika pundakmu tak mampu lagi memikulnya atau kakimu tak mampu lagi menopang beban iitu untuk tetap berdiri.
Kesampingkan penderitaanmu - anggaplah itu ringan dan katakan "Jangan lupa berbahagia!"
Mencari kebahagiaan tidak dengan mengumpulkan semua yang baik dan indah tetapi memberi sebanyak mungkin kebahagiaan bagi orang lain. Tertawalah di depan mereka yang sedih supaya mereka tertawa bersamamu sebelum kita harus menyadarii bahwa situasinya sudah harus menangis dengan orang yang menangis (Roma 12:15).
Saya bahagia melihatmu bahagia walau aku tahu sesungguhnya engkau punya kesedihan.
14 Juni 2025
KRONOLOGIS KEMATIAN
29 Maret 2025
HANYA BUTUH KEBERANIAN
17 Maret 2025
Ia Pillik Ia Tae', Ia Labu' Ia Dengan
- Ia -- orang yang; siapa/barangsiapa yang ...
- Pillik -- sangat pelit; pillik sebenarnya adalah sebutan untuk rasa pekat seperti pada buah pisang yang belum ranun. Rasa ini biasanya tidak disukai dan istilah ini dipakai dalam semboyan ini untuk menggambarkan orang yang susah untuk memberi. Istilah lain yang biasa dipakai dalam arti yang sama adalah pi'di'.
- Tae' -- tidak; dalam semboyan ini tae' diartikan sebagai yang 'tidak mempunyai' sehingga terjemahan bebasnya bisa miskin, atau tidak mempunyai apa-apa, atau paling tidak keadaannya begitu saja -- tidak berkembang.
- Labu' -- tenggelam, hilang dari pandangan karena masuk ke dalam air; jika sesuatu tidak terlihat karena terhalang oleh sesuatu disebut kabu' ~ kabu' mataallo --> matahari terbenam. Dalam pengertian bahasa di dalam kalimat ini, labu' bisa diterjemahkan sebagai yang sampai ke dalam hati, tulus.
- Dengan -- ada; dalam semboyan ini menggambarkan keadaan orang yang semakin ditembah kekayaan yang ada padanya.
10 Februari 2025
KENYANG DENGAN SEGALA YANG BAIK
08 Januari 2025
TAHUN MUJIZAT
04 Desember 2024
HANYA TUHAN YANG TAHU
HANYA TUHAN YANG TAHU
Seorang guru mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti bangku Sekolah Dasar merasa tergelitik sehingga selalu ingin tertawa tetapi juga bercampur marah ketika ia memeriksa pekerjaan untuk mendapatkan nilai semester siswa-siswi yang diajarnya ketika ia menemukan bahwa ada siswa yang terlalu pintar atau mungkin terlalu bodoh yang mengikuti tentamen semester.
Semua siswa mengerjakan soal yang ada dengan sekuat kemampuan berpikirnya masing-masing tetapi ada di antara mereka yang mengisi jawaban: Hanya Tuhan yang tahu untuk setiap soal yang tidak dia ketahui jawabannya.
Menggelitik sebab jika orang melibatkan Tuhan, maka tidak ada lagi yang bisa membantah. Tetapi pada sisi lain bahwa guru menjadi marah sebab tidak mungkin ada guru yang membuat soal yang hanya bisa dijawab (diketahui) oleh Tuhan saja.
Ada kesan pandang enteng terhadap guru dalam jawaban Hanya Tuhan yang tahu itu tetapi juga ada ungkapan penyampaian keadaannya yang tidak tahu (bodoh) dan Tuhan itu Mahatahu adanya. Perkara jawaban ini memang bisa membuat ribuan perenungan bagi setiap orang yang mengetahui kisah ini.
Persoalannya akan selesai dengan mengandaikan diri kita adalah guru yang bersangkutan, maka kiranya nilai seperti apa yang akan diberikan kepada murid yang memberi jawaban Hanya Tuhan yang tahu itu?
29 November 2024
TIDAK KALAH PENTING
18 November 2024
BELAJAR DARI JAM DINDING
BELAJAR DARI JAM DINDING
Jam dinding yang baik adalah jam dinding yang ketika diberi kekuatan dengan mengisi baterai pada catudayanya, maka dia akan berputar dari detik ke detik berikutnya, menit, jam, hari, minggu, sampai beberapa bulan selama baterai itu masih kuat.
Ia terus melakukan tugasnya dengan setia, meski tidak dilihat, tidak ada yang mengucapkan terima kasih; ia terus berputar dan berputar tanpa mengharapkan apa pun dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Manusia sering tidak berputar pada tugasnya karena ada yang tidak menghargainya. Manusia sering berputar hanya demi 'terima kasih'.
Catudaya manusia untuk bisa berputar dari waktu ke waktu adalah kasihnya kepada kehidupan; Tuhan adalah kekuatan untuk terus setia dan tulus berputar di dalam dan demi kehidupan.
29 Mei 2014
SEDIKIT PERENUNGAN TENTANG HUBUNGAN
"Mungkin di hatimu memang tidak ada yang salah, tapi bagaimana dengan penilaian orang lain?"
Ini adalah pernyataan dan pertanyaan dari seseorang yang mencurigai temannya selingkuh.
Hal tersebut membuat saya berpikir bahwa tindakan dan hubungan manusia sebaiknya tidak ditentukan oleh anggapan orang lain, meskipun benar bahwa anggapan orang lain juga harus dipertimbangkan dalam proses kehidupan manusia.
Jika temannya akrab dengan seseorang dan itu dianggapnya sebagai selingkuh, haruskah temannya itu berhenti bergaul dengan orang yang dengannya ia dianggap selingkuh?
Kalau mereka bergaul akrab bukan karena hasrat untuk hubungan asmara tetapi karena ikatan batin mereka saling menerima sebagai 'keluarga' haruskah itu terputus oleh anggapan orang lain yang keliru tentang mereka?
Walau terasa kasar, dapat kita mengatakan bahwa orang yang cepat menanggapi salah setiap hal yang terjadi adalah kepicikan yang merusak banyak sendi kehidupan; menempatkan orang dalam penjara bertajuk kebingungan.... Haruskah saya menjauhi saudaraku dan membuatnya bertanya-tanya: 'bersalahkah aku padanya sehingga ia menjauhiku?'
Hanya ada dua pilihan dalam perkara ini: 1.) Terus membina persaudaraan dengan teman yang dengannya ia dianggap selingkuh tetapi terus akan menjadi gunjingan yang mungkin akan semakin menjadi-jadi sampai memekakkan telinga dan menyakiti hati, dan 2.) Menjauhi teman yang dengannya ia dianggap selingkuh untuk menyenangkan mereka yang beranggapan salah.
Pilihan yang membawa pada situasi bagaikan makan buah simalakama --the lesser of two evil--, pilih yang ini salah - pilih yang itu salah. Seandainya bisa memilih untuk tidak menentukan pilihan, mungkin itu lebih baik tetapi sayangnya itu tidak bisa terjadi.
Kalau saya tidak salah, pilihan yang lebih baik adalah pilihan pertama dengan mengingat kata bijak pujangga bahwa kebenaran pada akhirnya akan tampak ke permukaan walau itu butuh waktu yang lama untuk terwujud.
Satu harapan dalam kasus ini adalah bahwa mereka yang salah beranggapan tentang hubungan mereka belajar untuk membuka diri dan melihat dengan kacamata yang benar;
Pesan Kristiani berkata:
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
1 Timotius 5:1-2
19 April 2014
Kisah Budi Terbalas
Kisah Budi Terbalas
Kisah yang diyakini pernah terjadi pada suatu masa yang lampau, entah waktu pastinya.Di Sebuah Kampung, hiduplah sebuah keluarga yang kepala keluarganya adalah orang yang tidak sempurna cara berpikirnya (kemampuan berpikirnya di bawah normal; dalam bahasa Toraja disebut Tomaro dan istilah ini akan dipergunakan untuk menyebutkan pribadi dari tokoh utama dalam cerita ini).
Kampung mereka adalah sebuah daerah yang masih terisolir dan karena itu penduduk setempat masih sering berombongan untuk pergi berbelanja ke kota yang jauh untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam masyarakat itu.
Suatu hari ketika penduduk hendak berombongan lagi untuk berbelanja ke kota, kepala keluarga yang sedikit terbelakang cara berpikirnya itu memutuskan untuk ikut meski ia tidak punya uang untuk dibelanjakan. Ketika menjelang malam, rombongan berusaha untuk sampai ke sebuah pondok yang biasanya digunakan sebagai tempat di mana mereka menginap. Sampai di pondok itu, mereka tinggal untuk menginap.
Ketika mereka membersihkan tempat itu, mereka menemukan sesosok mayat yang setelah diperiksa adalah orang yang mereka kenal sebagai orang yang dililit hutang karena beratnya beban kehidupan yang dialaminya, seorang teman. Mereka semua merasa tidak bisa mengurus orang itu dan melihat keadaan itu, maka Tomaro meringankan hatinya untuk membawa mayat itu pulang ke kampung dan mengurus mayat itu. Ia mengurus mayat itu sampai dikuburkan dikuburkan dengan layak. Hal ini berarti bahwa ia harus menyembelih babi sebelum mayat itu dikuburkan; kebetulan keluarga itu memelihara seekor babi dan meskipin isterinya keberatan jika babi itu disembelih, tetapi ia meyakinkan isterinya bahwa kebaikan akan diterima oleh orang yang tulus melakukan kebaikan kepada sesamanya.
Setelah ia mengurus jenazah itu, keadaan semakin sulit dan orang-orang harus bepergian lagi ke kota untuk mencari bahan makanan. Seperti biasanya, Tomaro, meski tidak memiliki uang mengikuti penduduk yang pergi ke kota untuk mengadu nasib siapa tahu ada rezeki yang bisa diperoleh untuk menyambung hidup keluarganya.
Setelah sampai di kota, ia pergi mencari pekerjaan yang bisa mendatangkan uang agar ia bisa membeli bahan makanan untuk keluarganya. Ia menawarkan diri menjadi kuli pengangkat barang tetapi tidak ada yang memberinya pekerjaan. Rupanya hari itu ia tidak berhasil memperoleh pekerjaan apa pun sampai pada menjelang sore. Ia lalu pergi ke pinggiran kota dan beristirahat di sebuah pondok yang ada di tempat itu. Ia berpikir bahwa keluarganya akan sangat kecewa jika ia sampai ke kampung tanpa membawa sesuatu apa pun.
Sebelum ia tidur, datanglah seorang bapak mendapatkannya di pondok itu dan bertanya kalau Tomaro bisa membantunya membawa barang-barangnya yang akan dipikulnya dan setengah dari barang yang dipikulnya itu menjadi bagiannya. Tomaro bersedia sebab ia memang hanya mengandalkan penjualan jaza tenaga untuk kebutuhan rumah tangganya. Lalu orang itu pergi dan kembali lagi dengan sepikul beban yang akan dibawa oleh Tomaro.
Kemudian dia pergi hendak pergi lagi. Tomaro bertanya: "Hendak kemanakah Bapak akan pergi?" "Barang yang sudah ada, itu untuk barang bawaannu. Sekarang aku akan pergi untuk mengadakan barang-barang yang akan menjadi bawaan saya" jawab bapak itu. Bapak itu pergi lagi dan kembali dengan barang bawaan yang banyak.
Keseesokan harinya, pagi-pagi sekali mereka meninggalkan kota menempuh perjalanan kembali ke kampung. Sampai di kampung halaman hari sudah menjelang malam. Mereka singgah di rumah Tomaro. Setelah makan, bapak itu pamit untuk melanjutkan perjalanan. Mengenai barang bawaan mereka, bapak itu berkata: "baik barang yang kau bawa maupun barang yang saya bawa semuanya adalah untukmu." Tomaro merasa heran dan ia berkata: "Dengan barang yang atasnya saya berhak menerimanya sesuai perjanjian kita saja, itu sudah cukup besar nilainya daripada pekerjaan yang saya lakukan. Masakan seluruh barang itu untuk saya; lagi pula jika semua barang ini tinggal di sini, bagaimanakan dengan keluargamu -- apa yang akan mereka makan?"
Bapak itu menjawab dengan tenang: "Cobalah perhaikan saya dengan baik, apakah kau tidak mengenali aku, temanmu ini?" Tomaro menatapnya dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh orang yang mengaku temannya itu. Setelah lama memperhatikan orang itu, barulah ia sadar bahwa orang itu adalah teman yang telah ia kuburkan beberapa waktu lalu. Sesaat setelah Tomaro menyadari bahwa orang itu benar adalah temannya, temannya itu pun menghilang dan ia bersama keluarganya diselamatkan dari bencana kelaparan.
Dikisahkan Oleh Pdt. D. Ake, S.Th. -- 31/10/2013
Renung Ringan 3
Jangan Mencoret Mobil Ayah
Seorang bersyukur kepada Tuhan karena telah diberkati dan mampu membeli sebuah mobil yang bagus. Mobil itu sangat disayanginya dan disayangi oleh keluarganya.Suatu hari ketika keluarga itu sedang istirahat, anak kecil dalam keluarga itu tidak tidur dan ia masuk ke garasi. Ketika melihat mobil itu, ia berpikir bahwa ia ingin memperindah mobil itu dengan menggambar wajah semua anggota keluarga di sana. Lalu ia mencoret mobil itu dan sesuai dengan angannya, ia mulai menggambar wajah ayahnya, wajah ibunya, dan wajahnya sendiri. Ia terus memperindah mobil sampai pembantu memanggilnya untuk mandi.
Ketika ayahnya bangun, ia ke garasi dan terkejut melihat mobil yang sudah penuh dengan goresan. Ia marah dan berteriak-teriak memanggil pembantu dan bertanya mengapa mobil itu penuh coretan. Pembantu yang memang tidak tahu, tidak bisa berkata apa-apa ketika ia terus dimarahi oleh majikannya. Sampai akhirnya anak kecil itu datang dan dengan penuh gembira menceritakan hasil kerja kerasnya untuk menggambar seluruh anggota keluarga pada mobil. Ayahnya marah dan menghukum anaknya. Ayahnya menyuruh agar anaknya menaruh tangan di atas mobil kemudian memukul punggung jari anaknya terus-menerus. Anaknya menangis tapi tak dihiraukan oleh ayahnya, ketika punggung jari anaknya telah bengkak, ia menyuruh anaknya untuk membalik telapak tangan dan sekarang jari itu dipukul dari arah sebaliknya. Setelah ayahnya puas memukul, anak itu terus menangis karena rasa sakit itu terus dialaminya. Sehari dua hari dibiarkan oleh orangtuanya dengan harapan bahwa pada akhirnya tangan itu akan membaik, tetapi ternyata tidak. Mereka lalu membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata tangan anak itu harus diamputasi karena jaringan syarafnya rusak dan bisa semakin parah jika tidak dikeluarkan.
Tangan anak itu diamputasi. Setelah menjalani proses amputasi, anak itu berkata kepada ayahnya dengan penuh harap sebagaimana layaknya anak kepada orangtuanya, "Ayah, kembalikan tanganku dan aku tidak akan lagi mencoret mobil Ayah."
Ayahnya menangis tetapi tangisan itu sudah terlambat sebab tangan anaknya tidak dapat dikembalikan lagi.
Pdt. Dr. I.Y. Panggalo -- 10/10/2013 -- Ilustrasi dalam ibadah penyegaran iman perayaan 100 Tahun Injil Masuk Mamasa.
Tuhan tidak suka sungut-sungut
Tuhan marah kepada bangsa Israel yang bersungut-sungut atas kehidupannya yang sulit dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan. Seandainya bangsa Israel berada pada keadaan senang lalu mereka bersungut maka wajarlah kalau mereka mendapat marah dari Tuhan. Tetapi nyatanya bahwa bangsa Israel memang bersungut atas apa sesuai dengan keadaan mereka dan Tuhan marah kepada mereka. Tuhan tidak suka sungut-sungut dari umat-Nya.Tuhan ingin supaya kita tetap bersyukur atas segala peristiwa hidup (bahan: Bilangan 11:1-3; Mazmur 9:2)Renungan Ulang terhadap khotbah Pdt. Yedid Joy, S.Th. -- 29/10/2013 - Ibadah syukur kelahiran Rineintyen Ocaesapabimma Pasamboan
Renung Ringan 2
TUHAN TAK PERNAH SALAH MEMBERI
Ada seorang wanita yang begitu setia dengan pelayanannya kepada Tuhan. Meskipun dia sibuk dengan pekerjaannya, namun dia selalu mengutamakan Tuhan dalam berbagai kesibukan yang ada pada hidupnya. Apa yang bisa dia lakukan untuk Tuhan, maka dia akan melakukannya dengan sebaik-baiknya.Pada usia yang tak lagi muda, wanita itu mulai mencari calon pendamping, namun tak kunjung mendapatkan apa yang dirasa baik baginya. Sudah setahun ia mencari namun hasilnya nihil. Wanita itu pun mulai berdoa kepada Tuhan dan meminta pendamping. Wanita itu tidak ragu saat menyebutkan kriteria yang spesifik di hadapan Tuhan.
Selama beberapa bulan tak ada jawaban dari Tuhan, hingga akhirnya dia pasrah dan hampir hilang pengharapan. Namun pada saat yang tak terduga, Tuhan mengirimkan pendamping yang sesuai dengan yang wanita itu inginkan bahkan jauh lebih baik dari kriteria yang ia doakan di hadapan Tuhan.
Tuhan tidak pernah salah memberi dan Tuhan tidak pernah terlambat untuk memberikan jalan keluar kepada kita. Mintalah secara detail kepada Tuhan karena Tuhan ingin kita berkata dan memina secara jujur kepada-Nya. Saat kita berlaku setia kepada Tuhan dan selalu mengutamakan Dia, maka Tuhan pasti akan memberikan apa yang kita minta bahkan jauh lebih baik dari yang kita harapkan.
"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14)
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai PELAKU FIRMAN semua...
Status PELAKU FIRMAN -- page di facebook
Berapa Kali Mengampuni?
Ada seseorang yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayahnya seorang pemabuk dan suka memukuli ibunya. Karena mereka tinggal di kota, semua orang mengetahui keadaan ayahnya. Teman-teman sekolahnya sering mengejeknya. Ia bertumbuh menjadi seorang pembenci. Ia membenci dirinya sendiri, tetangganya dan teman-temannya. Tetapi, orang yang paling ia benci adalah ayahnya sendiri. Ketika ia besar, ia begitu malu dengan kondisi ayahnya. Bila ada tamu datang ke rumahnya, ia membawa ayahnya ke peternakan dan mengikatnya di sana. Mobil ayahnya disingkirkan sehingga para tamu tidak dapat bertemu dengan ayahnya. Namun setelah beberapa bulan suatu keajaiban terjadi saat ia pada akhirnya dapat berkata "I love you" kepada ayahnya. Ayahnya bertanya mengapa ia dapat mengasihi orang yang begitu jahat seperti dirinya. Ia berkata bahwa kasih Yesuslah yang mengubah hidupnya. Ia yang penuh kebencian itu pada akhirnya menerima Kristus sebagai Juru selamatnya dan beberapa bulan setelah peristiwa itu, kasih Tuhan yang begitu besar menghimpit rasa benci yang ada dalam dirinya. Mendengar hal itu, ayahnya berkata bahwa ia juga ingin memiliki kasih yang telah mengubah hidup anaknya itu. Mereka berdua lalu berdoa dan ayahnya menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamatnya.Matius 18:21-22
- (21) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan,
sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa
terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
- (22) Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu:
Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Ephesians 2:19 -- Page di facebook.
Berjualan Tanpa Sumber
Berjualan Tanpa Sumber
Kisah ini adalah kisah seorang pemuda yang berjualan tuak meskipun ia sendiri tidak menyadap pohon Enau (Aren) untuk menghasilkan tuak. Ia tidak melakukan yang buruk meski pada akhirnya orang menilainya sebagai orang yang 'buruk'.Tuak adalah minuman khas orang di wilayah Tanda Langngan (Nosu, Pana', dan Tabang); daerah lain juga menghasilkan dan meminum tuak, tetapi di daerah ini umumnya warganya termasuk sebagian kecil kaum perempuan meminum tuak. Orang yang menyadap pohon Aren yang menghasilkan tuak sering memanggil tetangga untuk minum bersama dan sudah menjadi kebiasaan bahwa pada acara-acara di kampung (kedukaan maupun sukacita) setiap orang datang membawa tuak untuk minum bersama meramaikan acara.
Untuk kebutuhan ekonomi, maka tuak juga diperjual-belikan di pasar yang dibeli orang-orang di daerah itu tetapi juga ada yang dijual keluar daerah. Meski tidak menjadi penghasilan utama, namun hal itu menjadi sebuah sumber pemasukan yang berarti bagi penduduk. Orang yang menjual tuak keluar daerah dalam jumlah banyak, mengatakan bahwa penjualan tuak juga adalah sebuah prospek yang menjanjikan.
Sering terjadi bahwa ada orang yang mencuri tuak yang disadap oleh orang lain. Tuak yang disadap biasanya diambil pada pagi hari dan pada sore hari. Orang yang mencuri tuak, mendahului sang penyadap untuk mengambil tuak yang tertampung. Sebuah tindakan yang memang adalah kriminal.
Tetapi karena penduduk kampung itu rata-rata minum tuak, maka saling berbagi tuak adalah lumrah di daerah itu. Seorang anak muda menemukan cara halus untuk meminta bahkan mengumpulkan tuak. Tuak biasanya disadap dengan menggunakan suke (di tempat lain disebut sokkang), yaitu wadah yang terbuat dari seruas bambu yang salah satu tulang sekatnya dikeluarkan dan kulit luar dari bambu itu dikupas. Pemuda ini membuat banyak suke dan di setiap tempat di mana orang menyadap pohon Aren, ia menggantungkan satu dari suke yang dia punya. Menggantungkan suke di dekat tempat orang menyadap berarti bahwa orang ini meminta pemberian dari sang penyadap ketika mereka mengambil tuak pada pagi atau sore hari.
Dari sekian banyak suke yang dia gantung, terkumpul banyak tuak yang cukup untuk dijual meski hasilnya hanya cukup untuk membeli ikan. Anak muda ini awalnya diperkirakan bahwa ia juga menyadap pohon Aren untuk menghasilkan tuak. Tetapi setelah diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ternyata diketahui bahwa ia tidak menyadap. Lalu setiap orang yang menyadap pohon Aren berbagi cerita bahwa di tempatnya menyadap selalu ada orang yang menggantungkan suke dan ia selalu memberi dari hasil sadapannya, lalu orang menjadi tahu bahwa itu adalah pekerjaan 'anak muda yang berjualan tuak meski ia tidak menyadap'. Mereka lalu memutuskan bahwa tidak dilayani lagi orang yang meminta tuak dengan menggantungkan suke di tempat orang menyadap. Kalau ingin minum tuak, silakan datang langsung ke rumah orang yang memiliki tuak. Kalau mau berjualan tuak, menyadaplah sendiri.
Sumber: Ngerumpi bersama dengan warga di Mullu, 5 September 2013.
Renung Ringan 1
Tindakan dan Birokrasi
H. Ross Perot pernah berkata: "Jika anda melihat ular, bunuhlah! Jangan membuat panitia untuk mengatasi ular." Ada begitu banyak birojrasi yang tidak berguna di dalam banyak organisasi. Saya setuju dengan pernyataan ini ketika menghadapi 'ular-ular' kehidupan. Jika Anda mengetahui 'garis pembatasnya', maka Anda dapat menghadapi semua rintangan yang menghalangi pencapaian sasaran. Seringkali Anda tidak membutuhkan penelitian/diskusi lebih lanjut. carilah jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah secara realistis.SMS -- Anton Gendry Sulung -- 15/1/2010
Di Ujung Penderitaan
Tiada jalan yang penuh derita selain jalan salib suci. Tiada mahkota tanpa salib, tiada kebahagiaan tanpa derita, tiada firdaus tanpa tragedi Golgota, namun hanya melalui salib kita sampai pada kebangkitan dan kemuliaanSMS -- Sri Jurnalis Sumito -- 28/3/2010
PASKAH
P = PastiA = Aku
S = Selamat
K = Karena
A = Allahku
H = Hidup
dan hidupku adalah karunia Sang Allah Putra
SMS -- Suriani -- 4/4/2010
Seleksi Masuk Surga
Seorang malaikat menyeleksi peserta yang mau masuku surga;Seorang Katekis datang. Malaikat bertanya, "Apa kerjamu di bumi?" "Aku seorang katekis di gereja - melayani Tuhan", jawabnya. Malaikat: "Kamu masuk".
Pastor datang. Malaikat: "Apa kerjamu di bumi?". "Aku pastor. Aku melayani banyak umat" jawab pastor. "Kamu juga masuk", kata malaikat.
Kemudian datang tiga orang lagi. Malaikat bertanya, "Mengapa kalian datang bertiga?" "Kami TRIO ROHANI!" Malaikat berkata: "Kalau begitu Kalian bernyanyilah dulu".
Lalu mereka bernyanyi: 'Tontong bang tu penangki pudi Puang, dst (Lagu Toraja). Lalu malaikat berkata: "Bah.... Tama komi mai, solata pale' dao mai.... na.... ta' sitandan....
SMS -- Suriani -- 4/4/2010
Nazar Pemanjat Pohon Kelapa
Seseorang memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi. Ketika hendak turun, ia menjadi sangat takut. Lalu ia berkata: "Tuhan, kalau saya bisa turun dengan selamat, saya akan mengadakan syukuran. Akan disembeih seekor kerbau untuk itu". Ia memperoleh keberanian untuk bergerak turun pada pohon kelapa itu. Setelah sampai di pertengahan pohon kelapa, ia berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan Nazar (janji kepada Tuhan) yang terlalu besar. Ia juga berpikir bahwa resiko yang akan dilaluinya sudah semakin kecil. Lalu ia berkata: "Tuhan, terima kasih atas penyertaanmu dan kalau saya dapat selamat sampai ke tanah, maka syukuran yang akan saya lakukan hanya akan memotong babi". Ia terus bergerak turun. Ketika tinggal beberapa meter dari tanah, ia berkata: "Terima kasih, Tuhan. Engkau sudah menyertai saya dengan selamat sampai sekarang. Tapi, mohon maaf, jika saya selamat sampai ke tanah, maka syukuran yang saya akan lakukan, saya hanya mampu untuk potong ayam". Ketika sudah sampai di tanah, ia berkata: "Tuhan, terima kasih. Saya sudah sampai di tanah dengan selamat. Engkau tahu bahwa saya bersyukur. Tapi, maaf, Syukuran itu tidak ada gunanya sebab Engkau pun tahu bahwa syukur yang paling besar itu adalah di hati".Bacalah Pengkhotbah 4:17-5:6
Dengar dalam berbagai kesempatan
RENUNG RINGAN
Rajawali Tak Berkerumun
Burung Rajawali tidak berkerumun. Anda harus mencari satu per satu; mungkin Anda telah memperhatikan ini juga. Tidak seperti kebanyakan burung lainnya, Rajawali tidak terbang dalam kerumunan. Mereka tidak menyesuaikan diri terhadap aktivitas yang biasa dilakukan kelompoknya. Anda tidak dapat menjumpainya dalam kerumunan besar; mereka terbang sendiri, di depan dan lebih tinggi dari burung-burung lainnya.Pemimpin adalah burung Rajawali (Mazmur 103:5b). Semoga Anda salah satunya.
SMS -- Anton Gendry Sulung -- 21/1/2010
Dua Pilihan tentang Kitab Suci
- Kitab suci menjauhkan dari dosa
- Dosa menjauhkan dari kitab suci
Taat dan Setia
Jika keadaanmu sehat dan baik, nyatakanlah segaa pekerjaanmu di dalam Dia dengan setia dan taat; jika tidak sehat dan tidak baik, lebih giat lagi melakukan segala pekerjanmu dengan setia dan taat.(dicetak tebal= ditambahkan kemudian, tidak ada dalam sumber asli)
SMS -- Ape'/Maya -- 8/1/2010
Yang Lebih indah -- Luar biasa
Sangatlah indah ketika orang-orang percaya kepada pemimpin mereka; dan lebih indah lagi ketika pemimpin percaya kepada orang-orangnya.Percaya kepada Tuhan itu wajar, tetapi jika Tuhan percaya kepada Anda -- itu luar biasa.
SMS -- Anton Gendry Sulung -- 14/1/2010
Tak 100 % buruk
Seburuk apapun keadaan kita, tidak 100 % buruk; meski cuma 0,1 % baiknya, Tuhan sanggung mengubah 99,9 % yang buruk menjadi 100 % baik.SMS -- Sri Jurnalis sumito -- 7/2/2010