Tampilkan postingan dengan label Renung Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renung Ringan. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2026

PARADOKS PEMBOHONG

PARADOKS PEMBOHONG

Seseorang berkata: "Saya sedang berbohong."

Jika ia seorang jujur, berarti benar bahwa ia sedang berbohong.

Jika ia seorang pembohong, maka ia sedang jujur mengatakan kebohongannya.

Jadi apakah orang itu adalah seorang jujur yang mengatakan kebohongannya atau orang pembohong yang sedang jujur atas kebohongannya adalah sebuah paradoks yang membingungkan.

Demikian kurang lebih yang dikatakan oleh seseorang dalam status media sosialnya.

Ada beberapa hal untuk dilihat dalam paradoks ini:
1. Orang jujur pun bisa berbohong. Sering kebohongan itu terjadi bukan karena orang mau melakukannya tetapi karena terpaksa melakukannya. Bukan karena ia mau berbohong tetapi karena ia mau mencapai yang baik dalam situasi yang tidak baik -- sebab orang jujur biasanya juga adalah orang baik. Jahatlah orang yang membuat orang jujur itu harus berbohong demi tercapainya 'kebaikan' bersama. Orang sering membuat situasi kekacauan yang besar sehingga 'kejujuran' hanya akan menjadi pemicu kehancuran; di situlah orang jujur sedang berbohong.

2. Kejujuran pembohong itu hanya ketika ia mengakui kebohongannya. Bisa terjadi bahwa pernyataan pembohong bahwa ia sedang berbohong adalah untuk mengatakan kebenaran yang telah ia katakan sebab tidak akan mampu untuk ia mempertanggungjawabkannya.

3. Menjadi pembohong itu bisa terjadi pada siapa pun sehingga orang harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak berbohong dalam segala waktu dan dalam segala perkara.

4. Menjadi orang jujur itu adalah nilai mulia manusia yang langka dan berbahagialah orang yang memilikinya.

Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

08 Maret 2026

TAK SADAR DIRI

TAK SADAR DIRI

Sadar diri adalah istilah yang dipahami sebagai tahu keadaan diri dalam pengertian lebih kecil dari orang lain dalam suatu posisi sehingga pun harus terbatas dalam tindakan. Dengan demikian, tak sadar diri memiliki makna orang yang bertindak lebih dari yang seharusnya, lebih dari haknya.

Dalam Alkitab (Kidung Agung 6:12) istilah tak sadar diri muncul dalam pengertian yang tidak sama dengan nilai yang disebutkan sebelumnya dan juga bukan dalam pengertian kehilangan kesadaran. Dalam ayat itu, tak sadar diri adalah keadaan yang seluruh aktivitasnya dikendalikan oleh sesuatu yang sangat kuat yang ada di dalam dirinya; orang pengasih itu akan terus mengasihi sebab itu adalah kesadarannya yang kadang terjadi di luar kesadaran; spontan, tanpa direncanakan.

Bentuklah hidupmu menjadi tak sadar diri melakukan perkara-perkara besar bersama Tuhan setiap waktu.

21 Agustus 2025

CARILAH KEBAHAGIAAN

CARILAH KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan itu ukurannya bukan terutama pada dirimu tetapi pada orang lain. Jika kau bahagia dan orang lain tidak merasakannya, maka kebahgiaan itu hampa; sangatlah tidak manusiawi jika seseorang mengalami kebahagiaan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain. Walau memang sulit untuk mengatakan bahwa marilah kita menderita, terlebih lagi teramat sangat sulit untuk melakukan itu.

Kadar kebahagiaan bukan pada sesuatu yang diterima - meski itu juga termasuk di dalamnya tetapi apa yang diberi (Kisah Para Rasul 20:35); memberi satu kebahagiaan kepada orang lain berarti menikmati paling tidak dua kali lipat kebahagiaan dari yang diberikan itu. Jika berada pada pihak menerima, maka pastikan bahwa itu tidak datang dari awan di langit (mungkin lebih tepat: diterima secara cuma-cuma) dan berjanjilah bahwa itu tidak akan menjadi percuma. Sebab itu jika engkau mengalami keadaan yang sulit, tetaplah memberikan kebahagiaan bagi orang lain, maka orang lain akan berusaha memberikan kebahagiaan ganti penderitaanmu.

Jika kau mengatakan kesedihan dan penderitaanmu, maka orang lain akan ikut menderita bersamamu sehingga bisa jadi bahwa baik engkau maupun sesamamu akan sama-sama menderita dan kehilangan kebahagiaan; sulit menemukannya dalam pencarian bersama. Mencurahkan isi hati yang menderita tidak salah juga; itu wajar tetapi biarlah itu terjadi ketika pundakmu tak mampu lagi memikulnya atau kakimu tak mampu lagi menopang beban iitu untuk tetap berdiri.

Kesampingkan penderitaanmu - anggaplah itu ringan dan katakan "Jangan lupa berbahagia!"

Mencari kebahagiaan tidak dengan mengumpulkan semua yang baik dan indah tetapi memberi sebanyak mungkin kebahagiaan bagi orang lain. Tertawalah di depan mereka yang sedih supaya mereka tertawa bersamamu sebelum kita harus menyadarii bahwa situasinya sudah harus menangis dengan orang yang menangis (Roma 12:15).

Saya bahagia melihatmu bahagia walau aku tahu sesungguhnya engkau punya kesedihan.

14 Juni 2025

KRONOLOGIS KEMATIAN

KRONOLOGIS KEMATIAN

Istilah ini saya lihat pada sebuah lembaran informasi di suatu kantor koperasi yang berisi langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh ahli waris untuk menerima santunan kematian dari koperasi tersebut jika ada anggota yang terdaftar di koperasi tersebut telah meninggal dunia.

Salah satu keterangan dalam papan informasi itu adalah surat pernyataan dari keluarga tentang Kronologis Kematian.

Perhatian kita tidak tertuju pada maksud dari pernyataan tersebut tetapi pada kebenaran secara logis dari pernyataan tersebut. Jika 'kronologi' adalah uratan peristiwa, maka kematian itu adalah sesuatu yang tidak ada kronologinya sebab kematian itu hanya terjadi satu kali. 

Kematian itu ditetapkan waktu terjadinya ketika tanda-tanda kehidupan benar-benar sudah hilang pada seseorang. 

Jika yang dimaksud adalah serangkaian kejadian sampai seseorang meninggal, maka tentulah itu akan terkait dengan riwayat penyakit, atau penyebab kematian lainnya jika itu yang terkait dengan kecelakaan; lalu bagaimana menuliskan kronologis dari orang-orang yang meninggal dunia secara tiba-tiba?

Untuk urusan administrasi dengan lembaga yang menjadi penyedia santunan atas kematian, maka tentu akan ada format yang disediakan. Tetapi ini hendak menuntun kita kepada pemahaman bahwa kematian itu adalah akhir dari kehidupan di dunia ini tetapi bukan akhir dari segalanya. 

Untuk penjelasan panjang lebar tentang perlunya dokumen Kronologis Kematian baca di sini.
Kalau ingin mendownload bentuk pdf sebuah surat Kronologis Kematian untuk diedit, dapatkan di sini.

Kronologis kematian dimulai dari pernyataan bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan mati. Secara umum biasa disampaikan bahwa semua yang telah lahir menuju ke tujuan yang sama, yaitu menjalani kehidupan dengan baik sampai akhirnya kematian datang -- ajal tiba. Bersyukurlah kalau diperkenankan lahir dan bertumbuh sampai menyadari apa itu kehidupan sebab ada banyak orang yang tidak pernah lahir apalagi menyadari kehidupan.

Semoga kronologis kematian kita adalah kehidupan yang menyenangkan bagi semua orang, hidup yang diwarnai dengan segala kerendahan hati; supaya mereka yang perlu mengurus surat kronologis kematian tidak merasa diberatkan dengan hal itu melainkan membuat mereka bersukacita.

Ingatlah selalu akan hari kematianmu yang datang suatu waktu nanti, maka seluruh hidupmu akan bermakna karenanya.

Salam sehat selalu.

29 Maret 2025

HANYA BUTUH KEBERANIAN

HANYA BUTUH KEBERANIAN
Manusia pada masa kecilnya takut pada kegelapan sebab kegelapan berarti kengerian, ketidakjelasan, ada yang seram ...
Bahkan ada anak yang dikenal akrab dengan panggilan 'Pam' bentuk singkat dari ucapannya yang selalu menyadari terjadinya mati lampu walau sepulas bagaimana pun ia tidur akan bangun dan berkata: "Mati pampu!".
Tetapi menurut ilmu pengetahuan, khususnya medis, tidak ada penjelasan lebih lanjut, bahwa tidur malam itu lebih baik dari pada tidur siang; dan tidur di bawa terang lampu yang terang itu tidak sebaik tidur di bawah lampu yang redup; yang paling terbaik adalah tidur dalam pelukan kegelapan.
Tidak bisa dijelaskan banyak tetapi perlu untuk menyadari bahwa hanya dibutuhkan sedikit keberanian untuk melihat bahwa ada keindahan dalam kegelapan.
Mungkin lebih banyak untuk dikatakan tetapi terkadang harus belajar berhenti sejenak dari terlalu banyak berkata-kata.

17 Maret 2025

Ia Pillik Ia Tae', Ia Labu' Ia Dengan

IA PILLIK IA TAE', IA LABU' IA DENGAN 

Adalah bahasa orang tua (anggaplah sebagai falsafah kehidupan) di wilayah sekitar Messawa (bagian wilayah Tanda Sau' dalam pemetaan daerah Kondo Sapata' Wai Sapalelean dalam kehidupan para leluhur peradaban masyarakat Toraja Barat - Toraya Kalambunan) untuk menyatakan kenyataan hidup yang mereka pelajari bisa terjadi dalam kehidupan manusia yang tentu saja bisa terjadi secara leterlek tetapi ini lebih pada perenungan tentang keadaan hidup yang ideal untuk dilakukan oleh setiap orang.

Baik terlebih dahulu mari kita melihat arti harafiah dari semboyan ini:
  • Ia -- orang yang; siapa/barangsiapa yang ...
  • Pillik -- sangat pelit; pillik sebenarnya adalah sebutan untuk rasa pekat seperti pada buah pisang yang belum ranun. Rasa ini biasanya tidak disukai dan istilah ini dipakai dalam semboyan ini untuk menggambarkan orang yang susah untuk memberi. Istilah lain yang biasa dipakai dalam arti yang sama adalah pi'di'.
  • Tae' -- tidak; dalam semboyan ini tae' diartikan sebagai yang 'tidak mempunyai' sehingga terjemahan bebasnya bisa miskin, atau tidak mempunyai apa-apa, atau paling tidak keadaannya begitu saja -- tidak berkembang.
  • Labu' -- tenggelam, hilang dari pandangan karena masuk ke dalam air; jika sesuatu tidak terlihat karena terhalang oleh sesuatu disebut kabu' ~ kabu' mataallo --> matahari terbenam. Dalam pengertian bahasa di dalam kalimat ini, labu' bisa diterjemahkan sebagai yang sampai ke dalam hati, tulus.
  • Dengan -- ada;  dalam semboyan ini menggambarkan keadaan orang yang semakin ditembah kekayaan yang ada padanya.
Secara keseluruhan, kalimat 'ia pillik ia tae', ia labu' ia dengan' dapat diterjemahkan sebagai: setiap orang yang sulit memberi tidak akan berpunya dan setiap orang yang selalu memberi dengan tulus akan menjadi orang yang berpunya.

10 Februari 2025

KENYANG DENGAN SEGALA YANG BAIK

Minggu, 9 Februari 2025
Renungan Pagi

Mazmur 65:5
Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.

KENYANG DENGAN SEGALA YANG BAIK

Kenyang adalah keadaan ketika rasa lapar terpuaskan oleh makanan yang cukup sehingga ada rasa lega pada perut dan seluruh tubuh menjadi kuat.

Bahagia dan kenyang saling terkait tetapi tidak semua kenyang membawa kebahagiaan sebab kenyang juga sering dipakai untuk menggambarkan hal buruk dengan kapasitas yang sangat berat atau berkepanjangan terjadi dalam hidup ini; misalnya situasi yang digambarkan dengan istilah kenyang dengan tangisan air mata.

Orang yang berbahagia menurut ayat bacaan ini adalah mereka yang dipilih Tuhan dan yang disuruh mendekat untuk diam di pelataran Tuhan. Ini mengacu pada mereka yang melayani Tuhan secara khusus.

Diam di pelataran Tuhan juga adalah istilah yang dipakai untuk menggambarakan mereka yang suka beribadah dengan hati yang tulus kepada Allah; yang hatinya selalu rindu untuk menyembah Tuhan.

Datang ke rumah Tuhan; beribadah dengan sungguh oleh dorongan hati yang tulus murni adalah hidup yang diberkati untuk 'kenyang dengan segala yang baik di rumah Tuhan - Bait yang kudus'.

1 Timotius 6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

08 Januari 2025

TAHUN MUJIZAT

TAHUN MUJIZAT

Ada desas-desus bahwa tahun 2025 adalah tahun yang berbeda dengan tahun lainnya sebab pada bulan Februari tahun ini mempunyai empat hari Minggu, empat hari Senin, empat hari Selasa, empat hari Rabu, empat hari Kamis, empat hari Jumat, dan empat hari Sabtu. Dikatakan bahwa menurut penelitian peristiwa ini hanya terjadi setiap delapan ratus dua puluh tiga tahun yang disebut sebagai fenomena miraclein.

Untuk keuntungan tertentu, orang menyampaikan pesan bahwa siapa yang mengirimm informasi tentang kenyataan tahun 2025 kepada lima orang atau ke lima group akan memproleh mujizat tertentu dalam waktu empat hari.

Kejadian 1:14
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, ..."

Berdasarkan riwayat penciptaan, ada pengaturan tetap Allah atas alam semesta dalam siklus waktu. Allah harus diimani sebagai yang berkuasa atas seluruh alam semesta dan atas seluruh waktu; lebih dari itu Allah berkuasa atas hidup.

Fenomena miraclein terbantahkan oleh fakta bahwa kalender tahun 1975 (lima puluh tahun yang lalu) sama letak tanggal untuk setiap harinya dengan tahun 2025; demikian juga Februari tahun 1925 (seratus tahun yang lalu) terjadi bahwa hari dalam kalender tersusun rapih dan penuh secara sempurna sebab tanggal 1 dimulai pada hari Minggu dan berakhir (tanggal 28) pada hari Sabtu setelah empat pekan penuh.

Lebih masuk akal (meski belum diteliti secara ilmiah) bahwa fenomena miraclein itu terjadi setiap lima puluh tahun sekali.

Bisa diterima sebagai mujizat ketika terjadi bahwa ada kilasan peringatan sejarah dalam masa tertentu yang terjadi pada masa hidup ini yang bisa kita maknai sebagai karya penyertaan dan berkat Allah atas hidup ini yang mungkin tidak dialami oleh orang lain, misalnya ketika tahun 2013 saya menghadiri perayaan seratus tahun Injil masuk Mamasa yang ditetapkan berdasarkan sejarah bahwa Pdt Kiftenbelt membaptis delapan puluh orang di Messawa dan Mamasa pada tanggal 12 Oktober 1913 - seratus tahun sebelumnya. Semoga saya masih diperkenankan mengikuti perayaan dua ratus tahun Inil Masuk Mamasa; Kalau saya (dan kita) masih hidup dua puluh tahun ke depan, saya diberkati dengan mujizat melihat usia seabad kemerdekaan bagi Indonesia; tapi kita ada dalam batasan hidup sebagai makhluk yang fana -- Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun (Mazmur 90:10).

Sebagai penutup, mari meyakini bahwa setiap waktu dan setiap perkara hidup ini adalah mujizat Allah; tahun 2025 juga adalah tahun mujizat Tuhan.

-------------------------------
Berikut kalender tahun 2025, tahun 1975, dan bulan Februari 1925







Demikian.
Salam sehat selalu. 
Jangan lupa bahagia.

04 Desember 2024

HANYA TUHAN YANG TAHU

HANYA TUHAN YANG TAHU


Seorang guru mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti bangku Sekolah Dasar merasa tergelitik sehingga selalu ingin tertawa tetapi juga bercampur marah ketika ia memeriksa pekerjaan untuk mendapatkan nilai semester siswa-siswi yang diajarnya ketika ia menemukan bahwa ada siswa yang terlalu pintar atau mungkin terlalu bodoh yang mengikuti tentamen semester.

Semua siswa mengerjakan soal yang ada dengan sekuat kemampuan berpikirnya masing-masing tetapi ada di antara mereka yang mengisi jawaban: Hanya Tuhan yang tahu untuk setiap soal yang tidak dia ketahui jawabannya.

Menggelitik sebab jika orang melibatkan Tuhan, maka tidak ada lagi yang bisa membantah. Tetapi pada sisi lain bahwa guru menjadi marah sebab tidak mungkin ada guru yang membuat soal yang hanya bisa dijawab (diketahui) oleh Tuhan saja.

Ada kesan pandang enteng terhadap guru dalam jawaban Hanya Tuhan yang tahu itu tetapi juga ada ungkapan penyampaian keadaannya yang tidak tahu (bodoh) dan Tuhan itu Mahatahu adanya. Perkara jawaban ini memang bisa membuat ribuan perenungan bagi setiap orang yang mengetahui kisah ini.

Persoalannya akan selesai dengan mengandaikan diri kita adalah guru yang bersangkutan, maka kiranya nilai seperti apa yang akan diberikan kepada murid yang memberi jawaban Hanya Tuhan yang tahu itu?

29 November 2024

TIDAK KALAH PENTING

TIDAK KALAH PENTING

Saya merenungkan sebuah percakapan yang menarik hati saya untuk melihat bahwa sering istilah itu menimbulkan penafsiran yang lebih dalam dari yang dibayangkan. 

Anggota pengurus suatu bidang pelayanan berkumpul untuk melakukan rapat menentukan waktu yang baik bagi mereka sebagai organisasi untuk melakukan pelayanan.

Ada pengurus yang tidak hadir karena terkait pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Karena itu keputusan diambil tanpa mendengar pendapat dari yang bersangkutan. Karena banyak pengurus akan pergi keluar daerah, maka sulit untuk menentukan waktu yang bisa diakses semua pengurus, terjadilah bahwa pengurus yang tadi tidak datang meminta agar waktu itu dipertimbangkan karena dia memiliki agenda lain yang disebutnya tidak kalah penting.

Sesaat pikiran saya merenung bahwa arti dari kalimat itu adalah bahwa kegiatan organisasi pelayanan itu adalah suatu yang penting karena itu pengurus yang tadi berusaha untuk bisa hadir dalam pertemuan yang sudah ditetapkan waktunya oleh rekan-rekan pengurus.

Tetapi setelah berpikir lebih jauh saya melihat bahwa arti ungkapan itu adalah bahwa agenda yang dia punya itu lebih tinggi dari kegiatan pelayanan mereka sebab kegiatan pelayanan merekalah yang harus menyesuaikan waktu dengan agenda itu.

Jadi tidak kalah penting itu sebenarnya berarti lebih penting jika dilihat dari kasus ini.

Ini hanya perenungan kecil.

18 November 2024

BELAJAR DARI JAM DINDING

BELAJAR DARI JAM DINDING

Jam dinding yang baik adalah jam dinding yang ketika diberi kekuatan dengan mengisi baterai pada catudayanya, maka dia akan berputar dari detik ke detik berikutnya, menit, jam, hari, minggu, sampai beberapa bulan selama baterai itu masih kuat.

Ia terus melakukan tugasnya dengan setia, meski tidak dilihat, tidak ada yang mengucapkan terima kasih; ia terus berputar dan berputar tanpa mengharapkan apa pun dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Manusia sering tidak berputar pada tugasnya karena ada yang tidak menghargainya. Manusia sering berputar hanya demi 'terima kasih'.

Catudaya manusia untuk bisa berputar dari waktu ke waktu adalah kasihnya kepada kehidupan; Tuhan adalah kekuatan untuk terus setia dan tulus berputar di dalam dan demi kehidupan.

29 Mei 2014

SEDIKIT PERENUNGAN TENTANG HUBUNGAN

Sedikit Perenungan Tentang Hubungan

"Mungkin di hatimu memang tidak ada yang salah, tapi bagaimana dengan penilaian orang lain?"
Ini adalah pernyataan dan pertanyaan dari seseorang yang mencurigai temannya selingkuh.

Hal tersebut membuat saya berpikir bahwa tindakan dan hubungan manusia sebaiknya tidak ditentukan oleh anggapan orang lain, meskipun benar bahwa anggapan orang lain juga harus dipertimbangkan dalam proses kehidupan manusia.
Jika temannya akrab dengan seseorang dan itu dianggapnya sebagai selingkuh, haruskah temannya itu berhenti bergaul dengan orang yang dengannya ia dianggap selingkuh?

Kalau mereka bergaul akrab bukan karena hasrat untuk hubungan asmara tetapi karena ikatan batin mereka saling menerima sebagai 'keluarga' haruskah itu terputus oleh anggapan orang lain yang keliru tentang mereka?

Walau terasa kasar, dapat kita mengatakan bahwa orang yang cepat menanggapi salah setiap hal yang terjadi adalah kepicikan yang merusak banyak sendi kehidupan; menempatkan orang dalam penjara bertajuk kebingungan.... Haruskah saya menjauhi saudaraku dan membuatnya bertanya-tanya: 'bersalahkah aku padanya sehingga ia menjauhiku?'

Hanya ada dua pilihan dalam perkara ini: 1.) Terus membina persaudaraan dengan teman yang dengannya ia dianggap selingkuh tetapi terus akan menjadi gunjingan yang mungkin akan semakin menjadi-jadi sampai memekakkan telinga dan menyakiti hati, dan 2.) Menjauhi teman yang dengannya ia dianggap selingkuh untuk menyenangkan mereka yang beranggapan salah.
Pilihan yang membawa pada situasi bagaikan makan buah simalakama --the lesser of two evil--, pilih yang ini salah - pilih yang itu salah. Seandainya bisa memilih untuk tidak menentukan pilihan, mungkin itu lebih baik tetapi sayangnya itu tidak bisa terjadi.
Kalau saya tidak salah, pilihan yang lebih baik adalah pilihan pertama dengan mengingat kata bijak pujangga bahwa kebenaran pada akhirnya akan tampak ke permukaan walau itu butuh waktu yang lama untuk terwujud.

Satu harapan dalam kasus ini adalah bahwa mereka yang salah beranggapan tentang hubungan mereka belajar untuk membuka diri dan melihat dengan kacamata yang benar;

Pesan Kristiani berkata:
Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
1 Timotius 5:1-2

19 April 2014

Kisah Budi Terbalas

Kisah Budi Terbalas

Kisah yang diyakini pernah terjadi pada suatu masa yang lampau, entah waktu pastinya.
Di Sebuah Kampung, hiduplah sebuah keluarga yang kepala keluarganya adalah orang yang tidak sempurna cara berpikirnya (kemampuan berpikirnya di bawah normal; dalam bahasa Toraja disebut Tomaro dan istilah ini akan dipergunakan untuk menyebutkan pribadi dari tokoh utama dalam cerita ini).
Kampung mereka adalah sebuah daerah yang masih terisolir dan karena itu penduduk setempat masih sering berombongan untuk pergi berbelanja ke kota yang jauh untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam masyarakat itu.
Suatu hari ketika penduduk hendak berombongan lagi untuk berbelanja ke kota, kepala keluarga yang sedikit terbelakang cara berpikirnya itu memutuskan untuk ikut meski ia tidak punya uang untuk dibelanjakan. Ketika menjelang malam, rombongan berusaha untuk sampai ke sebuah pondok yang biasanya digunakan sebagai tempat di mana mereka menginap. Sampai di pondok itu, mereka tinggal untuk menginap.
Ketika mereka membersihkan tempat itu, mereka menemukan sesosok mayat yang setelah diperiksa adalah orang yang mereka kenal sebagai orang yang dililit hutang karena beratnya beban kehidupan yang dialaminya, seorang teman. Mereka semua merasa tidak bisa mengurus orang itu dan melihat keadaan itu, maka Tomaro meringankan hatinya untuk membawa mayat itu pulang ke kampung dan mengurus mayat itu. Ia mengurus mayat itu sampai dikuburkan dikuburkan dengan layak. Hal ini berarti bahwa ia harus menyembelih babi sebelum mayat itu dikuburkan; kebetulan keluarga itu memelihara seekor babi dan meskipin isterinya keberatan jika babi itu disembelih, tetapi ia meyakinkan isterinya bahwa kebaikan akan diterima oleh orang yang tulus melakukan kebaikan kepada sesamanya.
Setelah ia mengurus jenazah itu, keadaan semakin sulit dan orang-orang harus bepergian lagi ke kota untuk mencari bahan makanan. Seperti biasanya, Tomaro, meski tidak memiliki uang mengikuti penduduk yang pergi ke kota untuk mengadu nasib siapa tahu ada rezeki yang bisa diperoleh untuk menyambung hidup keluarganya.
Setelah sampai di kota, ia pergi mencari pekerjaan yang bisa mendatangkan uang agar ia bisa membeli bahan makanan untuk keluarganya. Ia menawarkan diri menjadi kuli pengangkat barang tetapi tidak ada yang memberinya pekerjaan. Rupanya hari itu ia tidak berhasil memperoleh pekerjaan apa pun sampai pada menjelang sore. Ia lalu pergi ke pinggiran kota dan beristirahat di sebuah pondok yang ada di tempat itu. Ia berpikir bahwa keluarganya akan sangat kecewa jika ia sampai ke kampung tanpa membawa sesuatu apa pun.
Sebelum ia tidur, datanglah seorang bapak mendapatkannya di pondok itu dan bertanya kalau Tomaro bisa membantunya membawa barang-barangnya yang akan dipikulnya dan setengah dari barang yang dipikulnya itu menjadi bagiannya. Tomaro bersedia sebab ia memang hanya mengandalkan penjualan jaza tenaga untuk kebutuhan rumah tangganya. Lalu orang itu pergi dan kembali lagi dengan sepikul beban yang akan dibawa oleh Tomaro.
Kemudian dia pergi hendak pergi lagi. Tomaro bertanya: "Hendak kemanakah Bapak akan pergi?" "Barang yang sudah ada, itu untuk barang bawaannu. Sekarang aku akan pergi untuk mengadakan barang-barang yang akan menjadi bawaan saya" jawab bapak itu. Bapak itu pergi lagi dan kembali dengan barang bawaan yang banyak.
Keseesokan harinya, pagi-pagi sekali mereka meninggalkan kota menempuh perjalanan kembali ke kampung. Sampai di kampung halaman hari sudah menjelang malam. Mereka singgah di rumah Tomaro. Setelah makan, bapak itu pamit untuk melanjutkan perjalanan. Mengenai barang bawaan mereka, bapak itu berkata: "baik barang yang kau bawa maupun barang yang saya bawa semuanya adalah untukmu." Tomaro merasa heran dan ia berkata: "Dengan barang yang atasnya saya berhak menerimanya sesuai perjanjian kita saja, itu sudah cukup besar nilainya daripada pekerjaan yang saya lakukan. Masakan seluruh barang itu untuk saya; lagi pula jika semua barang ini tinggal di sini, bagaimanakan dengan keluargamu -- apa yang akan mereka makan?"
Bapak itu menjawab dengan tenang: "Cobalah perhaikan saya dengan baik, apakah kau tidak mengenali aku, temanmu ini?" Tomaro menatapnya dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh orang yang mengaku temannya itu. Setelah lama memperhatikan orang itu, barulah ia sadar bahwa orang itu adalah teman yang telah ia kuburkan beberapa waktu lalu. Sesaat setelah Tomaro menyadari bahwa orang itu benar adalah temannya, temannya itu pun menghilang dan ia bersama keluarganya diselamatkan dari bencana kelaparan.

Dikisahkan Oleh Pdt. D. Ake, S.Th. -- 31/10/2013

Renung Ringan 3

Jangan Mencoret Mobil Ayah

Seorang bersyukur kepada Tuhan karena telah diberkati dan mampu membeli sebuah mobil yang bagus. Mobil itu sangat disayanginya dan disayangi oleh keluarganya.
Suatu hari ketika keluarga itu sedang istirahat, anak kecil dalam keluarga itu tidak tidur dan ia masuk ke garasi. Ketika melihat mobil itu, ia berpikir bahwa ia ingin memperindah mobil itu dengan menggambar wajah semua anggota keluarga di sana. Lalu ia mencoret mobil itu dan sesuai dengan angannya, ia mulai menggambar wajah ayahnya, wajah ibunya, dan wajahnya sendiri. Ia terus memperindah mobil sampai pembantu memanggilnya untuk mandi.
Ketika ayahnya bangun, ia ke garasi dan terkejut melihat mobil yang sudah penuh dengan goresan. Ia marah dan berteriak-teriak memanggil pembantu dan bertanya mengapa mobil itu penuh coretan. Pembantu yang memang tidak tahu, tidak bisa berkata apa-apa ketika ia terus dimarahi oleh majikannya. Sampai akhirnya anak kecil itu datang dan dengan penuh gembira menceritakan hasil kerja kerasnya untuk menggambar seluruh anggota keluarga pada mobil. Ayahnya marah dan menghukum anaknya. Ayahnya menyuruh agar anaknya menaruh tangan di atas mobil kemudian memukul punggung jari anaknya terus-menerus. Anaknya menangis tapi tak dihiraukan oleh ayahnya, ketika punggung jari anaknya telah bengkak, ia menyuruh anaknya untuk membalik telapak tangan dan sekarang jari itu dipukul dari arah sebaliknya. Setelah ayahnya puas memukul, anak itu terus menangis karena rasa sakit itu terus dialaminya. Sehari dua hari dibiarkan oleh orangtuanya dengan harapan bahwa pada akhirnya tangan itu akan membaik, tetapi ternyata tidak. Mereka lalu membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata tangan anak itu harus diamputasi karena jaringan syarafnya rusak dan bisa semakin parah jika tidak dikeluarkan.
Tangan anak itu diamputasi. Setelah menjalani proses amputasi, anak itu berkata kepada ayahnya dengan penuh harap sebagaimana layaknya anak kepada orangtuanya, "Ayah, kembalikan tanganku dan aku tidak akan lagi mencoret mobil Ayah."
Ayahnya menangis tetapi tangisan itu sudah terlambat sebab tangan anaknya tidak dapat dikembalikan lagi.
 
Pdt. Dr. I.Y. Panggalo -- 10/10/2013 -- Ilustrasi dalam ibadah penyegaran iman perayaan 100 Tahun Injil Masuk Mamasa.

Tuhan tidak suka sungut-sungut

Tuhan marah kepada bangsa Israel yang bersungut-sungut atas kehidupannya yang sulit dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan. Seandainya bangsa Israel berada pada keadaan senang lalu mereka bersungut maka wajarlah kalau mereka mendapat marah dari Tuhan. Tetapi nyatanya bahwa bangsa Israel memang bersungut atas apa sesuai dengan keadaan mereka dan Tuhan marah kepada mereka. Tuhan tidak suka sungut-sungut dari umat-Nya.Tuhan ingin supaya kita tetap bersyukur atas segala peristiwa hidup (bahan: Bilangan 11:1-3; Mazmur 9:2)
 
Renungan Ulang terhadap khotbah Pdt. Yedid Joy, S.Th. -- 29/10/2013 - Ibadah syukur kelahiran Rineintyen Ocaesapabimma Pasamboan

Renung Ringan 2

TUHAN TAK PERNAH SALAH MEMBERI

Ada seorang wanita yang begitu setia dengan pelayanannya kepada Tuhan. Meskipun dia sibuk dengan pekerjaannya, namun dia selalu mengutamakan Tuhan dalam berbagai kesibukan yang ada pada hidupnya. Apa yang bisa dia lakukan untuk Tuhan, maka dia akan melakukannya dengan sebaik-baiknya.
Pada usia yang tak lagi muda, wanita itu mulai mencari calon pendamping, namun tak kunjung mendapatkan apa yang dirasa baik baginya. Sudah setahun ia mencari namun hasilnya nihil. Wanita itu pun mulai berdoa kepada Tuhan dan meminta pendamping. Wanita itu tidak ragu saat menyebutkan kriteria yang spesifik di hadapan Tuhan.
Selama beberapa bulan tak ada jawaban dari Tuhan, hingga akhirnya dia pasrah dan hampir hilang pengharapan. Namun pada saat yang tak terduga, Tuhan mengirimkan pendamping yang sesuai dengan yang wanita itu inginkan bahkan jauh lebih baik dari kriteria yang ia doakan di hadapan Tuhan.
Tuhan tidak pernah salah memberi dan Tuhan tidak pernah terlambat untuk memberikan jalan keluar kepada kita. Mintalah secara detail kepada Tuhan karena Tuhan ingin kita berkata dan memina secara jujur kepada-Nya. Saat kita berlaku setia kepada Tuhan dan selalu mengutamakan Dia, maka Tuhan pasti akan memberikan apa yang kita minta bahkan jauh lebih baik dari yang kita harapkan.
"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14)
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai PELAKU FIRMAN semua...

Status PELAKU FIRMAN -- page di facebook

Berapa Kali Mengampuni?

Ada seseorang yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayahnya seorang pemabuk dan suka memukuli ibunya. Karena mereka tinggal di kota, semua orang mengetahui keadaan ayahnya. Teman-teman sekolahnya sering mengejeknya. Ia bertumbuh menjadi seorang pembenci. Ia membenci dirinya sendiri, tetangganya dan teman-temannya. Tetapi, orang yang paling ia benci adalah ayahnya sendiri. Ketika ia besar, ia begitu malu dengan kondisi ayahnya. Bila ada tamu datang ke rumahnya, ia membawa ayahnya ke peternakan dan mengikatnya di sana. Mobil ayahnya disingkirkan sehingga para tamu tidak dapat bertemu dengan ayahnya. Namun setelah beberapa bulan suatu keajaiban terjadi saat ia pada akhirnya dapat berkata "I love you" kepada ayahnya. Ayahnya bertanya mengapa ia dapat mengasihi orang yang begitu jahat seperti dirinya. Ia berkata bahwa kasih Yesuslah yang mengubah hidupnya. Ia yang penuh kebencian itu pada akhirnya menerima Kristus sebagai Juru selamatnya dan beberapa bulan setelah peristiwa itu, kasih Tuhan yang begitu besar menghimpit rasa benci yang ada dalam dirinya. Mendengar hal itu, ayahnya berkata bahwa ia juga ingin memiliki kasih yang telah mengubah hidup anaknya itu. Mereka berdua lalu berdoa dan ayahnya menerima Tuhan Yesus sebagai Juru selamatnya.

Matius 18:21-22
    (21) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
    (22) Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Dalam Matius 18:21-22, ini berarti bahwa kita harus mengampuni orang lain dalam jumlah yang tidak terbatas. Tidak perlu menghitung atau mencatat berapa kali kita memaafkan orang lain. Biarkan kasih Tuhan yang mendesak kita sehingga kita mampu untuk mengampuni dengan tidak terbatas. Karena betapa pengampunan menghasilkan hal yang luar biasa, yang mengubah bahkan menyelamatkan ayahnya untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Ephesians 2:19 -- Page di facebook.

Berjualan Tanpa Sumber

Berjualan Tanpa Sumber

Kisah ini adalah kisah seorang pemuda yang berjualan tuak meskipun ia sendiri tidak menyadap pohon Enau (Aren) untuk menghasilkan tuak. Ia tidak melakukan yang buruk meski pada akhirnya orang menilainya sebagai orang yang 'buruk'.
Tuak adalah minuman khas orang di wilayah Tanda Langngan (Nosu, Pana', dan Tabang); daerah lain juga menghasilkan dan meminum tuak, tetapi di daerah ini umumnya warganya termasuk sebagian kecil kaum perempuan meminum tuak. Orang yang menyadap pohon Aren yang menghasilkan tuak sering memanggil tetangga untuk minum bersama dan sudah menjadi kebiasaan bahwa pada acara-acara di kampung (kedukaan maupun sukacita) setiap orang datang membawa tuak untuk minum bersama meramaikan acara.
Untuk kebutuhan ekonomi, maka tuak juga diperjual-belikan di pasar yang dibeli orang-orang di daerah itu tetapi juga ada yang dijual keluar daerah. Meski tidak menjadi penghasilan utama, namun hal itu menjadi sebuah sumber pemasukan yang berarti bagi penduduk. Orang yang menjual tuak keluar daerah dalam jumlah banyak, mengatakan bahwa penjualan tuak juga adalah sebuah prospek yang menjanjikan.
Sering terjadi bahwa ada orang yang mencuri tuak yang disadap oleh orang lain. Tuak yang disadap biasanya diambil pada pagi hari dan pada sore hari. Orang yang mencuri tuak, mendahului sang penyadap untuk mengambil tuak yang tertampung. Sebuah tindakan yang memang adalah kriminal.
Tetapi karena penduduk kampung itu rata-rata minum tuak, maka saling berbagi tuak adalah lumrah di daerah itu. Seorang anak muda menemukan cara halus untuk meminta bahkan mengumpulkan tuak. Tuak biasanya disadap dengan menggunakan suke (di tempat lain disebut sokkang), yaitu wadah yang terbuat dari seruas bambu yang salah satu tulang sekatnya dikeluarkan dan kulit luar dari bambu itu dikupas. Pemuda ini membuat banyak suke dan di setiap tempat di mana orang menyadap pohon Aren, ia menggantungkan satu dari suke yang dia punya. Menggantungkan suke di dekat tempat orang menyadap berarti bahwa orang ini meminta pemberian dari sang penyadap ketika mereka mengambil tuak pada pagi atau sore hari.
Dari sekian banyak suke yang dia gantung, terkumpul banyak tuak yang cukup untuk dijual meski hasilnya hanya cukup untuk membeli ikan. Anak muda ini awalnya diperkirakan bahwa ia juga menyadap pohon Aren untuk menghasilkan tuak. Tetapi setelah diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ternyata diketahui bahwa ia tidak menyadap. Lalu setiap orang yang menyadap pohon Aren berbagi cerita bahwa di tempatnya menyadap selalu ada orang yang menggantungkan suke dan ia selalu memberi dari hasil sadapannya, lalu orang menjadi tahu bahwa itu adalah pekerjaan 'anak muda yang berjualan tuak meski ia tidak menyadap'. Mereka lalu memutuskan bahwa tidak dilayani lagi orang yang meminta tuak dengan menggantungkan suke di tempat orang menyadap. Kalau ingin minum tuak, silakan datang langsung ke rumah orang yang memiliki tuak. Kalau mau berjualan tuak, menyadaplah sendiri.
Sumber: Ngerumpi bersama dengan warga di Mullu, 5 September 2013.

Renung Ringan 1

Tindakan dan Birokrasi

H. Ross Perot pernah berkata: "Jika anda melihat ular, bunuhlah! Jangan membuat panitia untuk mengatasi ular." Ada begitu banyak birojrasi yang tidak berguna di dalam banyak organisasi. Saya setuju dengan pernyataan ini ketika menghadapi 'ular-ular' kehidupan. Jika Anda mengetahui 'garis pembatasnya', maka Anda dapat menghadapi semua rintangan yang menghalangi pencapaian sasaran. Seringkali Anda tidak membutuhkan penelitian/diskusi lebih lanjut. carilah jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah secara realistis.
SMS -- Anton Gendry Sulung -- 15/1/2010

Di Ujung Penderitaan

Tiada jalan yang penuh derita selain jalan salib suci. Tiada mahkota tanpa salib, tiada kebahagiaan tanpa derita, tiada firdaus tanpa tragedi Golgota, namun hanya melalui salib kita sampai pada kebangkitan dan kemuliaan
SMS -- Sri Jurnalis Sumito -- 28/3/2010

PASKAH

P = Pasti
A = Aku
S = Selamat
K = Karena
A = Allahku
H = Hidup
dan hidupku adalah karunia Sang Allah Putra
SMS -- Suriani -- 4/4/2010

Seleksi Masuk Surga

Seorang malaikat menyeleksi peserta yang mau masuku surga;
Seorang Katekis datang. Malaikat bertanya, "Apa kerjamu di bumi?" "Aku seorang katekis di gereja - melayani Tuhan", jawabnya. Malaikat: "Kamu masuk".
Pastor datang. Malaikat: "Apa kerjamu di bumi?". "Aku pastor. Aku melayani banyak umat" jawab pastor. "Kamu juga masuk", kata malaikat.
Kemudian datang tiga orang lagi. Malaikat bertanya, "Mengapa kalian datang bertiga?" "Kami TRIO ROHANI!" Malaikat berkata: "Kalau begitu Kalian bernyanyilah dulu".
Lalu mereka bernyanyi: 'Tontong bang tu penangki pudi Puang, dst (Lagu Toraja). Lalu malaikat berkata: "Bah.... Tama komi mai, solata pale' dao mai.... na.... ta' sitandan....
SMS -- Suriani -- 4/4/2010

Nazar Pemanjat Pohon Kelapa

Seseorang memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi. Ketika hendak turun, ia menjadi sangat takut. Lalu ia berkata: "Tuhan, kalau saya bisa turun dengan selamat, saya akan mengadakan syukuran. Akan disembeih seekor kerbau untuk itu". Ia memperoleh keberanian untuk bergerak turun pada pohon kelapa itu. Setelah sampai di pertengahan pohon kelapa, ia berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan Nazar (janji kepada Tuhan) yang terlalu besar. Ia juga berpikir bahwa resiko yang akan dilaluinya sudah semakin kecil. Lalu ia berkata: "Tuhan, terima kasih atas penyertaanmu dan kalau saya dapat selamat sampai ke tanah, maka syukuran yang akan saya lakukan hanya akan memotong babi". Ia terus bergerak turun. Ketika tinggal beberapa meter dari tanah, ia berkata: "Terima kasih, Tuhan. Engkau sudah menyertai saya dengan selamat sampai sekarang. Tapi, mohon maaf, jika saya selamat sampai ke tanah, maka syukuran yang saya akan lakukan, saya hanya mampu untuk potong ayam". Ketika sudah sampai di tanah, ia berkata: "Tuhan, terima kasih. Saya sudah sampai di tanah dengan selamat. Engkau tahu bahwa saya bersyukur. Tapi, maaf, Syukuran itu tidak ada gunanya sebab Engkau pun tahu bahwa syukur yang paling besar itu adalah di hati".
Bacalah Pengkhotbah 4:17-5:6
Dengar dalam berbagai kesempatan

RENUNG RINGAN

Rajawali Tak Berkerumun

Burung Rajawali tidak berkerumun. Anda harus mencari satu per satu; mungkin Anda telah memperhatikan ini juga. Tidak seperti kebanyakan burung lainnya, Rajawali tidak terbang dalam kerumunan. Mereka tidak menyesuaikan diri terhadap aktivitas yang biasa dilakukan kelompoknya. Anda tidak dapat menjumpainya dalam kerumunan besar; mereka terbang sendiri, di depan dan lebih tinggi dari burung-burung lainnya.
Pemimpin adalah burung Rajawali (Mazmur 103:5b). Semoga Anda salah satunya.
SMS -- Anton Gendry Sulung -- 21/1/2010

Dua Pilihan tentang Kitab Suci

  1. Kitab suci menjauhkan dari dosa
  2. Dosa menjauhkan dari kitab suci
M.B Dainton -- Menampik Dr. Maurice Bucaille: Bible, Quran, dan Sain Modern -- hal. 20

Taat dan Setia

Jika keadaanmu sehat dan baik, nyatakanlah segaa pekerjaanmu di dalam Dia dengan setia dan taat; jika tidak sehat dan tidak baik, lebih giat lagi melakukan segala pekerjanmu dengan setia dan taat.
(dicetak tebal= ditambahkan kemudian, tidak ada dalam sumber asli)
SMS -- Ape'/Maya -- 8/1/2010

Yang Lebih indah -- Luar biasa

Sangatlah indah ketika orang-orang percaya kepada pemimpin mereka; dan lebih indah lagi ketika pemimpin percaya kepada orang-orangnya.
Percaya kepada Tuhan itu wajar, tetapi jika Tuhan percaya kepada Anda -- itu luar biasa.
SMS -- Anton Gendry Sulung -- 14/1/2010

Tak 100 % buruk

Seburuk apapun keadaan kita, tidak 100 % buruk; meski cuma 0,1 % baiknya, Tuhan sanggung mengubah 99,9 % yang buruk menjadi 100 % baik.
SMS -- Sri Jurnalis sumito -- 7/2/2010