08 Mei 2026

MENJAMU MALAIKAT

Jumat, 8 Mei 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 13:2
Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 

MENJAMU MALAIKAT

Memberi tumpangan adalah tindakan menyambut dan melayani orang yang datang ke rumah untuk tinggal sementara sampai batas waktu yang tidak pasti dalam rangka urusan yang harus dikerjakannya dalam kehidupan ini.

Orang yang gemar memberi tumpangan sering kali berubah menjadi orang yang menampung sesama (bisa banyak orang) untuk berbagi kehidupan untuk waktu yang lama.

Menjamu malaikat berarti melakukan pelayanan terbaik kepada setiap yang datang ke dalam rumah dengan menganggap bahwa setiap tamu adalah malaikat yang diutus oleh Tuhan. Pada sisi sebaliknya, hendaklah orang yang bertandang atau berkunjung dan bertamu ke rumah sesama ada dalam wibawa 'seperti malaikat'. Pribadi yang seperti malaikat itu, misalnya Daud (2 Samuel 14:17, 20; 2 Samuel 19:27) dan Stefanus (Kisah Para Rasul 6:15).

Dalam Alkitab, cerita orang yang menjamu malaikat adalah Abraham yang menyambut tiga orang tamu, yaitu mereka yang akan pergi ke Sodom. Dua dari ketiga orang itu juga dijamu oleh Lot. Gideon menjamu malaikat yang datang kepadanya dan menyebutnya pahlawan yang gagah berani. Demikian pula yang terjadi dengan Manoah dan isterinya ketika mereka menjamu malaikat yang datang kepada mereka memberitakan kabar tentang akan lahirnya Simson.

Menjamu malaikat bukanlah faktor keberuntungan dan bukan juga soal tempat dan status tetapi pada hidup yang selalu bersedia menerima setiap orang yang datang kepadanya dan menjamunya dalam kasih yang tulus. Jangan lupa memberi tumpangan lebih mengacu pada sikap yang tidak menganggapnya penting sehingga hal lain lebih diutamakan dalam hidup ini.

Roma 12:13
Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
1 Dilihat

07 Mei 2026

DASAR IMAN PERTAMA

Kamis, 7 Mei 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 10:26
Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."  

DASAR IMAN PERTAMA

Kita hidup di bumi, beraktivitas di bumi, dan akan berakhir di bumi. Selama berdiam di bumi, maka bumi mempengaruhinya dalam segala hal.

Bumi, dalam istilah budaya, hukum, struktur alam, dan etika turut menentukan pola hidup manusia di dunia ini; bisa ke arah yang membawanya ke jalan yang benar dan bisa ke jalan yang jauh dari Tuhan sebagai satu-satunya kebenaran.

Dasar iman bahwa bumi dan segala isinya adalah pengakuan bahwa kuasa Allah lebih besar dari bumi dan segala isinya sehingga manusia jangan terpikat oleh bumi dan segala isinya sehingga melupakan Tuhan yang adalah pemiliknya.

Pengakuan tentang Allah sebagai pemilik bumi dan segala isinya (bahkan alam semesta) adalah permulaan kalimat Ilahi dalam Alkitab yang dimaksudkan untuk mengimani kemahakuasaan Allah sekaligus pada kasih Allah yang tidak terbatas sehingga hidupnya mewarnai kasih Allah di dunia ini.

Allah memiliki langit dan bumi adalah kesadaran bahwa Allah adalah sumber hidup sehingga orang yang hidup di bumi ini selalu memuliakan Allah sampai akhirnya ia tidak lagi di dunia ini; sebab bumi ini pun pada akhirnya pun akan hilang lenyap tetapi kasih Allah akan tetapi kekal bagi umatNya.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
1 Dilihat

06 Mei 2026

KEKAYAAN YANG TIDAK TERDUGA

Rabu, 6 Mei 2026
Renungan Pagi 

Efesus 3:8
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu

KEKAYAAN YANG TIDAK TERDUGA

Paulus adalah yang paling hina di antara segala orang kudus adalah perenungan dan penghayatan Paulus tentang dirinya yang sebelumnya adalah musuh iman yang sekarang diperjuangkannya.

Pemberitaan Injil itu adalah kasih karunia; bagi sang pemberita ia diberi kasih karunia untuk terlebih dahulu mengalami keselamatan di dalam Kristus yang kemudian akan diberitakannya itu. Pemberitaan Injil sebagai kasih karunia adalah panggilan untuk menyadari tugas itu sebagai pemberitaan hanya bagi kemuliaan Tuhan dan bukan untuk membesarkan diri di dalamnya.

Pemberitaan Injil sebagai kasih karunia bagi bangsa-bangsa (Yahudi dan bukan Yahudi) adalah bahwa isinya adalah kasih karunia demi kasih karunia; keselamatan kepada semua orang yang menerima Kristus dalam hidupnya.

Kekayaan Kristus yang tidak terduga adalah bahwa anugerah itu diberikan dalam jumlah yang sangat besar; hanya orang yang melihat keselamatan di dalam Kristus sebagai kekayaan yang tidak terduga yang akan menerimanya secara penuh.

Sangat disayangkan kalau ada orang yang menyombongkan diri sudah lama bekerja bagi Kristus tetapi ia sendiri tidak mendapat kasih karunia untuk menikmati kekayaan Kristus yang besar itu sebab ia merasa sebagai 'yang mulia' dalam jabatan dan tugas pelayanan itu.

Yohanes 1:16
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia
1 Dilihat

05 Mei 2026

BUKAN ANAK YATIM PIATU

Selasa, 5 Mei 2026
Renungan Pagi 

Yohanes 14:18
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

BUKAN ANAK YATIM PIATU

Persiapan perpisahan Yesus dengan para murid yang dikasihiNya. Penguatan bagi mereka yang rapuh di dunia yang cenderung untuk tidak memihak pada iman.

Tuhan tidak akan meninggalkan sebagai yatim piatu adalah pernyataan yang dalam untuk direnungkan bahwa selain di dalam Tuhan, maka kehidupan ini adalah yatim piatu.

Para murid mungkin ada yang masih hidup kedua orangtuanya (bukan anak yatim - ditinggal mati oleh ayah; pun bukan piatu - ditinggal mati oleh ibu) sehingga disebut sebagai yatim piatu oleh Tuhan Yesus tetapi untuk mengingatkan bahwa kasih Tuhan adalah kasih sayang yang lebih besar dari kasih ayah dan ibu.

Bagi orangtua, jadilah ayah dan ibu yang menyatakan kasih yang besar kepada anak-anak sehingga mereka tidak merasa sebagai anak yatim di dalam kehidupan ini.

Aku datang kembali kepadamu adalah pernyataan Yesus yang secara jasmani mengacu pada perpisahan fisik jika Ia mati tetapi kembali akan bersama dengan mereka ketika Ia bangkit dari kematian. Mungkin ada mass di mana hidup terasa jauh dari kasih Tuhan tetapi setiap saat Tuhan datang kembali dan memberi kasihNya yang besar.

Mazmur 103:13-14
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. 
1 Dilihat

04 Mei 2026

MENUJUKAN HATI

Senin, 4 Mei 2026
Renungan Pagi 

Amsal 23:19
Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar. 

MENUJUKAN HATI

Tujuan adalah ketetapan yang hendak dicapai. Sering orang salah bertindak dalam suatu perkara karena ia tidak mengetahui dengan benar tujuan yang hendak dicapai.

Pada sisi lain orang yang terlalu fokus pada tujuan tanpa mengetahui keadaan di sekitarnya akan menyebabkan kesalahan fatal. Pada pertandingan sepak bola antar sekolah di mana kedua kesebelasan tidak ada yang memakai pakaian seragam, seorang pemain cadangan masuk lapangan dan ia berlari dengan sangat cepat menggiring bola dan memasukkannya ke gawang timnya sendiri.

Menujukan hati adalah ketetapan untuk mengatur hati agar terus berjalan pada rel yang tertentu sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik hati itu sendiri.

Jalan yang benar adalah cara hidup yang tidak salah dalam tatanan kehidupan sosial, agama, dan hukum. Hati yang tertuju ke sana, ke jalan yang benar itu, adalah orang yang menjadi bijak.

Hanya orang yang mendengar dengan baik ajaran sehat dari orang tua (dan pihak yang bertanggungjawab demi pembentukan karakter yang baik dan benar) akan menjadi orang bijak yang membangun dirinya sendiri dan kehidupan yang bahagia dan senang. 

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ..."
1 Dilihat

03 Mei 2026

BERPUASA, MENANGIS, DAN MENGADUH

Minggu, 3 Mei 2026
Renungan Pagi 

Yoel 2:12
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 

BERPUASA, MENANGIS, DAN MENGADUH

Panggilan utamanya adalah berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati. Itu menandakan dua hal yang bisa terjadi dalam kehidupan umat Israel sebagai umat Tuhan: pertama, mereka beribadah kepada Tuhan tetapi tidak sepenuh hati dan kedua, mereka memang tidak lagi terpaut kepada Tuhan sama sekali.

Menangis adalah tindakan untuk menyatakan kesedihan sebab sesungguhnya mereka sedang dalam kondisi yang menyedihkan tetapi tidak menyadarinya.

Berpuasa adalah menahan diri dari makan untuk menyadari bahwa hidup ini perlu bergantung hidupnya pada Allah yang adalah sumber makanannya. 

Mengaduh adalah ekspresi untuk mengungkapkan rasa sakit. Tetapi ada orang yang sudah tidak peka lagi pada rasa sakit karena dia sudah terbiasa dan dengan demikian juga tidak merasa peka lagi untuk menyakiti orang lain.

Sadar diri adalah obat iman yang paling baik atau biarkan saja hidup terus sedih, lapar, dan sakit rohani itu menjadi kanker yang menggerogoti hidup berimanmu.

Yakobus 4:9
Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
1 Dilihat

02 Mei 2026

GENERASI HEBAT

Sabtu, 2 Mei 2026
Renungan Pagi

Amsal 13:22
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

GENERASI HEBAT

Warisan secara umum dipahami sebagai harta kekayaan yang ditinggalkan oleh orangtua bagi anak-anaknya. Sering terjadi bahwa orang bersaudara itu jadi tidak akur karena memperebutkan harta warisan.

Ada tiga jenis manusia yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu orang baik, orang benar, dan orang berdosa; yang satu lagi, yakni anak cucu, adalah siklus generasi yang di dalamnya akan selalu ada ketiga jenis manusia yang disebutkan itu.

Orang baik diberkati sehingga bisa meninggalkan warisan bagi anak cucunya tetapi warisan terbaiknya adalah kebahagiaan dari kebaikannya itu.

Setiap orang bisa menjadi kaya, termasuk orang jahat tetapi hanya orang benar yang mewarisi harta yang disimpan dari perbendaharaan orang berdosa. Artinya orang berdosa tidak akan mewariskan harta bagi anak cucunya.

Hanya orang baik dan benar yang adalah generasi hebat yang akan melahirkan generasi hebat yang mewarisi hal-hal hebat.

Kolose 2:3
sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
1 Dilihat

01 Mei 2026

MEMINTA YANG BAIK

Rabu, 29 April 2026
Renungan Pagi 

Matius 7:11
"... Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

MEMINTA YANG BAIK

Alamat pemberian yang baik adalah kepada anak. Bukan anak yang menjadi syarat terbentuknya kebaikan tetapi kebaikan membuat orang menjadi anak.

Ada orangtua yang tidak memberi yang baik kepada anak-anaknya tetapi kekerasan berdalih demi kebaikan. Sebaliknya ada orang yang merugikan segi-segi tertentu dalam perkembangan anaknya karena sangat dimanjakan sehingga menimbun daya kemandirian dalam diri anaknya 

Anak meminta yang baik dan orangtua merespons dengan baik itulah peran bapak atau ibu dalam kehidupan; mendoakan yang baik bagi anak-anaknya. Pada sisi anak harus jelas bahwa yang diminta itu adalah sesuatu yang baik dan diminta dengan cara yang baik pula.

Kamu yang jahat adalah peringatan tentang sisi kerapuhan manusia yang tidak mampu melakukan yang baik secara sempurna; segala perkara kehidupannya dikuasai oleh ketakberdayaan melakukan yang baik secara penuh walau keinginan terbesarnya adalah memberikan yang baik kepada anak-anaknya.

Tuhan itu baik dan ia memberikan hal baik yang diminta dengan cara yang baik oleh anak-anakNya. Bahkan jika yang jahat pun meminta untuk diubahkan menjadi baik itu akan didengarkan oleh Tuhan; kebaikan Tuhan itu untuk semua orang tetapi hanya orang baik yang akan melihatnya dengan baik. Meminta yang baik dengan cara yang baik.

Amsal 3:7-8
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. 
1 Dilihat

MASA PENGAMPUNAN

Jumat. 1 Mei 2026
Renungan Pagi 

Bilangan 35:25 
dan haruslah rapat umat membebaskan pembunuh dari tangan penuntut darah, dan haruslah rapat umat mengembalikan dia ke kota perlindungan, ke tempat ia telah melarikan diri; di situlah ia harus tinggal sampai matinya imam besar yang telah diurapi dengan minyak yang kudus.

MASA PENGAMPUNAN

Peraturan tentang kota perlindungan yang harus dipersiapkan oleh orang Israel ketika nantinya mereka sudah menetapkan tanah Kanaan.

Kota itu adalah suaka hukum bagi mereka yang tanpa sengaja telah membunuh orang lain. Kota suaka hukum adalah tempat aman bagi mereka yang tidak secara sengaja membunuh orang lain untuk diadili dan dibebaskan dan tinggal di salah satu dari enam kota perlindungan yang ada di Israel.

Batas waktu untuk dia berada di sana adalah sampai suasananya cukup kondusif untuk keluar; ketika  penuntut balas tidak lagi marah kepadanya. Kematiannya di luar kota perlindungan tidak menjadi tanggung jawab bangsa Israel di hadapan Tuhan karena itu ia secara relatif dapat dikatakan harus tinggal di kota perlindungan sepanjang hidupnya.

Ketentuan lain untuk pembunuh yang tidak terencana dan tanpa sengaja itu berada di kota perlindungan sampai imam besar yang diurapi meninggal dunia. Kematian imam besar adalah pengampunan dosa dan penghapusan kesalahan bagi seluruh bangsa Israel.

Imam Besar kita, yakni Tuhan Yesus Kristus telah mati secara khusus untuk dosa kita sehingga kita tidak terhitung sebagai orang yang harus menanggung hukuman melainkan aman di mana pun berada.

Efesus 1:7
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya
1 Dilihat

30 April 2026

MENCELA DAN MENGHAKIMI HUKUM

Kamis, 30 Mei 2025
Renungan Pagi 

Yakobus 4:11
Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 

MENCELA DAN MENGHAKIMI HUKUM

Fitnah adalah mengatakan sesuatu yang salah pada orang lain yang sebenarnya tidak dilakukannya. Fitnah biasanya dilakukan oleh orang lain untuk membenarkan dirinya atau untuk menjatuhkan orang yang difitnahnya.

Dalam fitnah ada penghakiman atas orang lain dan atau dengan tujuan supaya orang yang difitnah itu dihakimi oleh orang lain.

Menghakimi saudara adalah mengatakan saudara bersalah dalam suasana tuduhan yang keras bahkan sering tanpa memberi kesempatan pembelaan diri bagi yang dihakimi itu. Baik memfitnah sesama maun menghakiminya disebut pelanggaran hukum dan itu adalah tindakan mencela hukum. Ini yang disebut sebagai main hakim sendiri.

Hukum ada untuk mengatur manusia dan siapa yang mau lebih tinggi dari hukum akan menjadi penyebab situasi yang berlawanan dengan kehidupan yang dinaungi oleh hukum. Jika hukum itu mengatur tatanan hidup bersama yang akrab, maka pelanggaran hukum sebab memfitnah atau menghakimi sesama itu akan menyebabkan kekacauan dalam kehidupan bersama.

Hukum Kristus adalah hukum kasih dan itu tidak pernah dimaksudkan untuk mempermalukan sesama atau untuk membinasakan serta menyingkirkannya dengan alasan apa pun.

Galatia 6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 
1 Dilihat

28 April 2026

PADA HARI PENYELAMATAN TUHAN

Selasa. 28 April 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 11:13
Tetapi kata Saul: "Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini TUHAN telah mewujudkan keselamatan kepada Israel." 

PADA HARI PENYELAMATAN TUHAN

Situasi pada awal ketika Saul telah diurapi menjadi raja Israel tetapi masih ada kalangan yang belum menerimanya.

Allah memakai cara melalui tantangan serangan bangsa Amon yang dikalahkan dengan wibawa kepemimpinan Saul. Dari peristiwa seluruh bangsa Israel menerima kehadiran Saul untuk menjadi raja atas Israel.

Setelah penerimaan itu, maka ada pemikiran ekstrim untuk membunuh mereka yang sebelumnya menolak kepemimpinan Saul sebagai raja atas Israel.

Saul menghilangkan pemikiran itu dengan mengatakan bahwa tidak ada yang dibunuh di antara mereka orang Israel pada hari itu sebab Allah telah memberikan keselamatan kepada bangsa Israel.

Keselamatan kepada bangsa Israel (kemenangan atas bangsa yang menekan mereka) membawa pesan persatuan dan keutuhan. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus adalah pengorbanan dan bukan menghilangkan nyawa orang. Keselamatan seharusnya melahirkan keselamatan.

Roma 3:24
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.  
1 Dilihat

27 April 2026

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Senin, 27 April 2026
Renungan Pagi 

Kolose 4:5
Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Manusia hidup di dunia yang majemuk sehingga selalu ada 'orang luar', yakni mereka yang bukan bagian dari komunitas yang terbentuk dengan batas-batas yang pasti. Dalam rumpun keluarga, yang bukan darah daging adalah orang luar; dalam sebuah klub olahraga, yang bukan anggota klub adalah orang luar.

Orang luar yang dimaksudkan dalam bacaan ini adalah mereka yang bukan bagian dari persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Mereka yang menyembah kepada dewa dan kebudayaan mereka atau sesuatu yang lain sebagai tuhan adalah orang luar.

Hidup penuh hikmat dengan orang luar artinya tidak memberi peluang bagi orang lain untuk masuk dan mempengaruhi serta merusak sistem dan pokok iman kepada Kristus dengan hal-hal dunia berkedok kebaikan atau budaya atau yang lainnya tetapi sesungguhnya meruntuhkan dasar-dasar iman kepada Allah.

Mempergunakan waktu yang ada adalah peringatan untuk di dalam terus mengurus diri dengan baik dan bukannya mengurus urusan 'orang luar' yang sesungguhnya merusak baik orang luar maupun orang dalam.

Teruslah membenahi diri di dalam dan tetap bergaul baik dengan orang luar sampai orang luar pun merasa diberkati dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 
1 Dilihat

26 April 2026

TEMPAT KEADILAN

Minggu, 26 April 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 3:16
Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.

TEMPAT KEADILAN

Pengadilan adalah tempat untuk menyelesaikan perkara yang tidak adil sehingga kembali ke jalur semula.

Dalam sebuah kisah, dikenallah istilah keadilan yang paling adil adalah ketidakadilan sebab dalam sumpah antara dua pihak yang mempertahankan diri sebagai pihak yang benar, pihak yang bersalah bersumpah untuk mati sedangkan pihak yang memang benar dinyatakan bersalah untuk menyelamatkan nyawa pihak yang bersalah itu.

Tempat pengadilan yang tidak adil karena hakim yang berat sebelah adalah kekejian dalam kehidupan sebab itu akan menyebabkan kehidupan yang berjalan timpang.

Selain rana hukum sebagai institusi yang dikenal sebagai tempat pengadilan, tempat lainnya yang seharusnya adalah tempat keadilan, yakni 'rumah Tuhan' yang secara langsung mengacu pada Tuhan yang maha adil. Gereja yang adalah tubuh Yesus Kristus dan sekaligus sebagai rumah Tuhan seharusnya menyadari bahwa dirinya adalah wadah perwujudan keadilan Allah di dunia ini.

Gereja yang hidup di dunia ini, karena dimuati dengan kepentingan pribadi, dan diurus sama seperti urusan dunia, maka gereja sering menjadi tempat keadilan yang di situ terdapat ketidakadilan yang pada akhirnya merusak dirinya sendiri. Gereja yang sehat adalah ketika ia menjadi tempat keadilan' bagi kemuliaan Tuhan.

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
1 Dilihat

25 April 2026

MUSUH DALAM SELIMUT

Sabtu, 25 April 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

MUSUH DALAM SELIMUT

Berteman itu wajib sebab manusia adalah makhluk sosial dan hakikat kemanusiaannya akan hilang tanpa pergaulan.

Tetapi manusia harus mampu menempatkan diri dalam pergaulannya, tidak untuk memenangkan orang lain tetapi untuk memiliki partner yang sama-sama membangun kehidupan.

Selama masih di dunia ini, manusia harus berteman; yang tidak berteman, maka dia akan pergi dari dunia ini; jiwanya tidak cocok berada di dunia ini.

Tetapi yang tidak benar adalah berteman dengan orang yang disebutkan sebagai musuh dalam selimut; mereka yang menyebut diri saudara tetapi yang menyimpan banyak keburukan bagi aaudaranya dalam persekutuan. Tidak makan bersama mereka adalah bentuk pemutusan rantai kejahatan pada diri mereka saja.

Lebih baik orang asing yang sedia menjadi teman dalam perbedaan dari pada yang mengaku saudara yang ternyata adalah musuh dalam selimut. Berteman dengan musuh dalam selimut berarti membiarkan noda kefasikan merenggut dari dalam diri sendiri.

1 Petrus 1:14-16
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
1 Dilihat

24 April 2026

ORANG YANG FASIK TERHADAP TUHAN

Jumat, 24 April 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:16
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

ORANG YANG FASIK TERHADAP TUHAN 

Mereka itu, yang cara hidupnya digambarkan dalam ayat ini, mengacu pada orang-orang yang akan dihakimi oleh beribu-ribu orang kudus yang akan datang bersama dengan Tuhan karena berdosa kepada Tuhan.

Fasik terhadap Tuhan adalah orang-orang berdosa tetapi bermuka dua; manis mulut di depan mata tetapi hati serong. Fasik adalah sebutan bagi mereka yang biasa disebut sebagai musang berbulu domba.

Ciri orang fasik yang pertama adalah selalu menggerutu tentang kehidupan; tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa malang dalam kehidupan ini; tidak merenung dan mengakui bahwa Allah terus ada menjadi pemberi hidup walau dalam keadaan terjepit sekalipun.

Hawa nafsu adalah keinginan yang terlalu besar akan kenikmatan sehingga mata membelalak dan hati tertutup karenanya untuk mendapatkan keinginannya dengan cara apa pun termasuk yang melanggar. Perkataan yang bukan-bukan adalah perkataan yang karena dikuasai oleh hawa nafsu, maka dikeluarkan dengan berbagai macam cara untuk menyakiti orang lain dan menyombongkan diri. Akibat hawa nafsu yang berikut adalah menjilat demi keuntungan pribadi, yakni bertindak menyenangkan orang-orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan melupakan perasaan orang lain dan tidak menghiraukan kehendak Tuhan.

Kefasikan itu bisa terjadi di mana saja tetapi lihatlah bahwa apa pun yang kautanam akan kautuai pada akhirnya; gerutu berbuah kekerdilan dan hawa nafsu itu berbuah kekacauan dan perpecahan.

1 Korintus 5:8
Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. 
1 Dilihat

23 April 2026

HUKUMAN ORANG BERSALAH

Kamis, 23 April 2026 ed
Renungan Pagi 

Nahum 1:3
TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

HUKUMAN ORANG BERSALAH

Ayat ini adalah bagian antara dari bagian yang menyampaikan kemarahan Tuhan kepada musuhNya (Asyur yang ibukotanya adalah Niniwe) dan bagian lainnya yang lebih universal bagi seluruh umat 

Panjang sabar Allah itu dimaksudkan bahwa Ia untuk waktu tanpa batas memberi kesempatan bagi manusia untuk datang kepadaNya dan menjadi orang yang diberkati dengan damai sejahtera dan keselamatan.

Kemahakuasaan Tuhan adalah dalam kenyataan bahwa tidak ada yang mampu menghalangi berkat atau perwujudan marahNya kepada manusia. Apa yang dilakukanNya tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun dengan cara apa pun. Keadaan kemahakuasaan Allah digambarkan dalam gambaran kedahsyatan yang semuanya tidak terjangkau oleh kemampuan manusia; awan adalah debu kakiNya lambang dari perkara besar yang tidak dijangkau manusia hanya hal kecil bagi Tuhan; berjalan dalam puting beliung dan badai adalah gambaran kebesaran Allah bahkan lebih besar dari hal-hal yang sudah dahsyat bagi manusia.

Orang bersalah dihukum adalah mereka yang dengan kekerasan hatinya tetap dalam keadaan bersalahnya sehingga kesalahan itu sendiri menjadi hukuman bagi kehidupannya; ditolak, dihindari, dan kehilangan harga diri serta wibawa.

Jika kekerasan hati itu tetap sampai batas manusia, baik itu kemampuan maupun kesempatan, maka di situlah penghukuman Allah atas kesalahan yang tidak bisa lagi dibendung oleh daya apa pun yang dimiliki oleh manusia. Peluang kesabaran Allah itu adalah untuk diberkati dan bukan untuk dihukum oleh kenyataan bahwa Allah pada akhirnya tidak membiarkan kesalahan tidak dihukumNya.

Efesus 3:20-21
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
1 Dilihat

21 April 2026

MALU ATAS KEPERKASAAN

Rabu, 22 April 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:16
Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli.

MALU ATAS KEPERKASAAN

Keperkasaan itu bisa dalam hal fisik tetapi juga dalam pengertian kekuasaan. Jika keduanya tidak dimiliki secara bersamaan, maka yang satu membutuhkan yang lain dan pengetahuan tentang kebijaksanaan memandu keduanya ke kehidupan yang permai; atau jika tidak, kesewenang-wenangan memenuhi kehidupan.

Keperkasaan kekuasaan yang didukung oleh keperkasaan fisik --kedigdayaan Kanuragan dalam film-film klasik-- merupakan pasangan yang baik untuk mendukung kelanggengan takhta.

Keperkasaan diukur dengan 'di atas langit masih ada langit.' Selama langit di atas belum nampak, maka dialah langit yang tertinggi. Pembandingan membuat nilai keperkasaan tidak pernah mutlak.

Bangsa-bangsa yang keperkasaannya diukur dengan harta, militer dan persenjataannya, serta sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya akan menjadi malu jika membandingkan keperkasaannya dengan kuasa Tuhan yang tidak terhingga. Menutup mata dengan tangan dan telinga menjadi tuli adalah tanda tidak mau melihat dan mendengar lagi hal kekuasaan Tuhan sebab akan membuatnya semakin malu.

Allah adalah langit tertinggi; tidak ada langit manusia yang bisa melihat dan memahaminya. Tidak terjangkau tetapi menjangkau, tidak terselami oleh pemahaman namun memberi hikmat, tidak terkatakan tetapi menjawab segala perkara.

Yeremia 32:17
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!
1 Dilihat

LEBIH BERHARGA DARI TUJUH ANAK LAKI-LAKI

Selasa, 21 April 2026
Renungan Pagi 

Rut 4:15
Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki." 

LEBIH BERHARGA DARI TUJUH ANAK LAKI-LAKI 

Keadaan Rut bagi Naomi yang tidak untuk diharapkan oleh orang-orang di sekitar Naomi tetapi kesaksian tentang kebaikan Rut, menantu Naomi.

Perihal yang mengemuka adalah kasih berbalas kasih dari generasi ke generasi; yang dikasihi oleh orang tua adalah yang akan dikasihi oleh anak.

Secara garis keturunan, Rut tidak memiliki hubungan darah daging dengan Naomi; dengan demikian anak laki-laki Rut bisa jadi bukanlah cucu Naomi sebab suami Rut adalah penebus dari pihak Elimelekh.

Naomi telah menjadi mertua yang menerima dan memperlakukan menantunya sebagai anak sendiri dan kasih itulah yang membuat Rut menjadi perempuan yang lebih berharga dari tujuh laki-laki.

Jika anak laki-laki adalah pokok hidup, sandaran harapan, dan pelindung atau pengayom kehidupan ini, maka perempuan yang dikasihi dan yang mengasihi adalah segalanya.

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
1 Dilihat

20 April 2026

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Senin, 20 April 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:2-3
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Bayi adalah anak yang masih kecil dan belum menyadari banyak realita kehidupan dan tidak mampu untuk mengungkapkan rasa dan kebutuhannya.

Air susu yang murni dan rohani adalah gambaran ketergantungan hidup secara total kepada Tuhan yang adalah sumber hidup.

Air susu adalah satu-satunya makanan yang baik, sehat dan bergizi bagi bayi dalam pertumbuhannya. Dia menjadi rohani sebab itu yang menjadi ikatan batinnya dengan ibu yang menyusuinya. Anak yang mendurhaka adalah anak yang tidak bertumbuh dalam kehidupan rohaninya.

Pertumbuhan itu mengarah ke keselamatan; di luar itu adalah pertumbuhan yang tidak sehat sebab pada akhirnya hidup hanya akan terpusat pada kehormatan duniawi yang mengarahkan manusia menjadi makhluk egois; terpusat pada diri sendiri - sentrifetal.

Hanya anak yang sadar akan kebaikan air susu ibu yang bertumbuh pula dalam pertumbuhan rohani yang baik; kebaikan Tuhan itu sangat besar, dengan mengecapnya saja sudah cukup untuk bergantung kepadanya dalam seluruh hidup ini untuk bertumbuh menjadi makhluk keagungan Tuhan sepenuhnya.

Efesus 4:14-15
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
1 Dilihat

19 April 2026

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Minggu. 19 April 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

IBADAH MENGEKANG LIDAH 

Lidah adalah pengatur aliran udara yang menggetarkan pita suara untuk mengeluarkan bunyi. Suara yang dihasilkan oleh gerakan lidah adalah sarana komunikasi manusia dan sesamanya dan dengan Tuhannya.

Menganggap diri beribadah berarti orang yang selalu taat mengikuti jam-jam ibadah secara rutin. 

Ibadah yang sia-sia adalah kehadiran dalam jam ibadah yang tidak menghasilkan hidup yang diberkati dalam keseharian sebab hidupnya jauh dari kehendak Tuhan.

Lidah yang tidak dikekang artinya yang tidak dikontrol dengan cara yang baik dan tujuan yang baik dalam berkata-kata sehingga banyak kata yang keluar menyakiti orang lain dan ibadah menjadi sia-sia karenanya; 
mengekang lidah adalah ibadah yang perlu dilakukan setiap waktu,

Pengkhotbah 5:2
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
1 Dilihat

18 April 2026

BERTAMBAH KAYA

Sabtu, 18 April 2026
Renungan Pagi

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 

BERTAMBAH KAYA

Menyebar harta bukanlah berarti memboroskan harta atau memamerkan harta kepada orang lain. Dalam terjemahan versi yang lain, disebutkan 'gemar memberi' dan itulah yang dimaksudkan dengan menyebar harta.

Pepatah sedikit-sedikit jadi bukit mengingatkan tentang prinsip mengumpulkan yang kemudian ditambahkan prinsip hemat pangkal kaya membuat manusia berpikir bahwa untuk menjadi orang berada itu butuh pelit.

Menghemat luar biasa adalah kecenderungan manusia untuk hanya menggunakan serba sedikit dari harta bendanya dengan tujuan menghemat sehingga ia (dan keluarganya) makan yang kurang dan serba terbatas dalam fasilitas hidup karena menganggap bahwa harta akan habis. Jika orang yang memiliki harta benda dan uang yang berpikir demikian, maka ia adalah orang kaya yang miskin. 

Berkekurangan bukan hanya soal ada pada saat ini tetapi ada ketersediaan sumber daya pendukung hidup untuk sepanjang waktu selama hidup di dunia ini; tetapi juga soal fakta yang dipengaruhi oleh pikiran hemat.

Rumus iman adalah semakin memberi semakin diberi sebab apa yang kauperbuat kepada sesamamu akan diperbuat juga kepadamu oleh Tuhan. Semakin memberi semakin didoakan dan itulah kekayaan terbesar.

Kisah Para Rasul 20:35
"... Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
1 Dilihat

17 April 2026

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN

Jumat, 17 April 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 17:18
Ya, ia memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian. Sungguh, walaupun ia menyungguhkan hal itu dengan berjabat tangan, tetapi ia melanggar semuanya itu, maka ia tidak dapat luput.

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN 

Jabat tangan adalah lambang ikatan kasih yang dalam. Orang yang saling merindukan berjabat tangan dan seakan enggan untuk melepaskan tangannya dari saling berjabat tangan itu.

Pada sisi lain, berjabat tangan adalah tanda kesungguhan kedua belah pihak untuk secara bersama melakukan kesepakatan bersama di antara mereka.

Babel dan Israel telah memiliki perjanjian yang disahkan dengan berjabat tangan, yaitu bahwa Israel akan tetap hidup sebagai bagian dari Babel. Tentu saja bahwa ini adalah perjanjian yang tidak adil sebab Babel menjadi penguasa dan Israel menjadi jajahan.

Tetapi perjanjian tetap perjanjian dan itu harus dipegang teguh walau rugi (Mazmur 15). Jika masih bisa dipikirkan terlebih dahulu, maka jangan melakukan atau terlibat dalam janji yang merugikan.

Orang yang karena situasi lalu menjadi bagian dari perjanjian yang berat sebelah tetapi setia pada janji itu sambil terus berharap pada Tuhan, maka Allah akan memberkatinya dan melepaskannya.

Ibrani 10:23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
1 Dilihat

16 April 2026

TUHAN MENJADI TERANGKU

Kamis, 16 April 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:8
Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 

TUHAN MENJADI TERANGKU

Seorang yang jatuh bisa berusaha bangun dan ia akan dipulihkan dari rasa malu yang disebabkan oleh kejatuhannya.

Orang yang menjatuhkan diri berisiko mati dan tak tertolong jika jarak jatuhnya tinggi. Orang yang menjatuhkan diri untuk dari keadaan berdiri pasti bermaksud jahat.

Duduk dalam gelap adalah keadaan tidak tahu bagaimana harus bergerak sebab tidak mampu lagi melihat apa yang baik untuk dilakukan karena beratnya dosa dan tekanan atas hidup ini.

Tuhan akan menjadi terang adalah harapan bahwa di dalam Tuhan ada masa depan yang cerah, kuasaNya dapat mengubah gelap menjadi terang. Tuhan itu adalah terang dan semua yang ada dalam hadiratNya akan mendapat cahaya kehidupan.

Menjalani kehidupan selalu ada sisi gelapnya tetapi bersama Tuhan akan membuat segalanya menjadi terang sehingga ada keluasan untuk hidup lega dan nyaman.

Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
1 Dilihat

15 April 2026

TIDAK DAPAT MELURUSKAN YANG DIBENGKOKKAN ALLAH

Rabu, 15 April 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:13
Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?

TIDAK DAPAT MELURUSKAN YANG DIBENGKOKKAN ALLAH

Perhatikanlah pekerjaan Allah adalah himbauan untuk manusia sadar bahwa hidup tidak sekedar proses yang menunjang kehidupan tetapi adalah karya Allah setiap waktu.

Tidak ada waktu di mana Allah tidak bekerja, sama seperti jantung yang tidak pernah berhenti bekerja mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan seluruh proses hidup yang lain, yang semuanya saling terkait, tetap berjalan bersamanya sehingga hidup tetap bisa berlangsung.

Kapan ada sistem dalam hidup manusia berhenti, maka seluruh sistem pun terganggu dan pada akhirnya berhenti dan berhentilah kehidupan manusia tetapi dalam keadaan itu pun Allah masih tetap bekerja bagi umat-Nya.

Manusia tidak dapat meluruskan hal yang telah dibengkokkan Tuhan adalah pernyataan bahwa perbuatan Tuhan itu mutlak karena dilakukan dengan kuasa yang tidak ada batasnya.

Lurus adalah gambaran proses yang mulus --bukan berarti tanpa tantangan-- karena sesuai dengan kehendak Tuhan sedangkan bengkok adalah keadaan hidup yang tersesat karena berada di luar Tuhan; berilah hidup untuk selalu memperhatikan dan melakoni yang lurus; atau sadarlah bahwa jika tidak yang mengatakan bengkok, maka manusia tidak dapat meluruskannya.

Amsal 4:26-27
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 
Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
1 Dilihat

13 April 2026

CELA ATAS RUMAH

Selasa, 14 April 2026
Renungan Pagi 

Habakuk 2:10
Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri.

CELA ATAS RUMAH

Rumah yang bercela adalah rumah yang dibenci oleh banyak orang khususnya mereka yang pernah diperlakukan tidak baik atau tidak adil oleh pemilik rumah.

Cela atas rumah itu terjadi bukan sebagai rencana tetapi sebagai akibat dari tindakan pemilik rumah.   Sebagai bentuk peringatan, maka diingatkan bahwa tindakan kekerasan adalah rancangan cela.

Manusia dan sistem hidupnya tidak menyukai cela. Tidak ada orang yang sempurna tetapi tindakan tercela adalah pelanggaran nilai moral etis yang disengaja -- bukan kesalahan teknis yang tidak sengaja. Kekejaman untuk membinasakan pihak lain termasuk tindakan tercela. Sebab itu, orang yang melakukan tindakan tercela biasanya ditolak dan itulah rancangan cela atas rumah.

Cela atas rumah bukan terutama berarti bangunan fisik tetapi juga manusia dan hubungan sosialnya. Penghuni rumah yang menggangu ketenangan masyarakat bisa dilempari orang; keluarga besar yang cenderung tidak adil dalam masyarakat akan dijauhi dan dimusuhi orang.

Tindakan kekerasan yang disebut sebagai rancangan cela atas rumah itu disebut sebagai dosa terhadap diri sendiri sebab dosa itu pasti dihukum dan cela akan dihukum oleh manusia dan Tuhan.

Mazmur 119:1
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
1 Dilihat

BERBAHAGIA DAN BAIK

Senin, 13 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 128:2
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 

BERBAHAGIA DAN BAIK

Berbahagia adalah rasa puas akan diri dan keadaan sehingga rasa senang dialami sehingga hidup terasa segar.

Keadaan baik biasanya terkait dengan terpenuhinya kebutuhan hidup secara jasmani dan rohani. Ukurannya bisa dari orang luar tetapi terutama dari dalam diri sendiri.

Keadaan baik membuat bahagia tetapi tidak semua orang yang baik keadaannya merasa bahagia; ada orang yang keadaannya baik tetapi tidak bahagia. Pada sisi lain kebahagiaan tidak tergantung pada keadaan baik tetapi kemampuan untuk melihat semua hal sebagai sesuatu yang baik. Orang yang selalu berbahagia itu adalah orang baik.

Menikmati hasil jerih payah sendiri artinya orang yang mandiri dan jujur dalam memenuhi kebutuhannya sehingga ia tidak merasa berhutang budi dan tidak cemas akan adanya tuntutan tentang hidupnya yang telah mengambil hak orang lain.

Ada sebuah masyarakat yang mengenal semboyan hidup 'haram memakan hasil keringat orang lain'; itu akan menjadi penyakit pada tubuh dan akan menjadi penyebab hilangnya kebahagiaan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

12 April 2026

API MEZBAH YANG PERCUMA

Minggu, 12 April 2026
Renungan Pagi

Maleakhi 1:10 
Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

API MEZBAH YANG PERCUMA

Harapan Tuhan tentang adanya pribadi yang menutup pintu agar orang tidak masuk ke Bait Suci dan menyalakan api yang percuma di mezbah Tuhan.

Api mezbah adalah tanda penyerahan diri dan penyembahan umat kepada Tuhan, dalam Perjanjian Lama dilakukan dalam perwakilan oleh imam.

Api mezbah yang percuma adalah ibadah yang tidak memuliakan Tuhan walau itu dilaksanakan secara meriah dan mewah; dijaga dengan protokol yang keras tetapi tetapi hati orang yang datang itu tidak tertuju kepada Tuhan.

Api mezbah yang percuma -- ibadah yang tidak berkenan kepada Tuhan itu disebabkan oleh pribadi yang tidak disukai Tuhan; disebabkan oleh perbuatan tangan yang selalu melanggar kemuliaan Tuhan -- Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

Tutuplah pintu agar tidak ada api mezbah percuma yang menyala. Perbaharui hidupmu dan seluruh perbuatan hidupmu sehingga ibadahmu selalu menyenangkan Tuhan - bukan hanya api mezbah yang percuma.

Yakobus 1:27
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
1 Dilihat

10 April 2026

SELAYAKNYA DIHUKUM

Sabtu, 11 April 2026
Renungan Pagi 

Lukas 23:41
"... Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

SELAYAKNYA DIHUKUM

Manusia yang jahat itu selayaknya dihukum. Kesalahan secara teknis saja dihukum, yaitu dengan terhambatnya tercapai tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan yang dilakukan.

Kesalahan teknis dihukum dengan tenaga dan waktu yang semakin banyak untuk menyelesaikan perkara yang salah teknisnya itu. Pada sisi lain, kesalahan teknis harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada sesama manusia.

Semakin salah sesuatu perkara yang dilakukan semakin besar akibat yang harus ditanggung atasnya.

Kesalahan dalam arti pelanggaran moral harus berurusan dengan pihak berwajib agar kesalahan itu bisa diperbaiki dan atau diakhiri. Pengakuan penjahat di kayu salib itu hendaknya menjadi kesadaran setiap orang bahwa sesungguhnya kita ini 'selayaknya dihukum' untuk semakin menjadi rendah hati dalam menjalani hidup di hadapan Tuhan dan sesama.

Pribadi agung yang disalibkan bersama dengan penjahat itu diakui sebagai orang yang tidak berbuat salah. Perihal ini memberi teladan hidup bahwa janganlah karena kesalahan kita harus dihukum melainkan hendaklah orang belajar berkorban untuk memperjuangkan perbaikan nilai kemanusiaan. Kristus adalah teladan terbesar yang pernah ada untuk pengorbanan itu.

Ratapan 3:58
"Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. ..."
1 Dilihat

LEPAS DAN PINDAH

Jumat, 10 April 2026
Renungan Pagi 

Kolose 1:13-14
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih

LEPAS DAN PINDAH 

Dilepaskan berarti ada kesadaran bahwa ia dalam keadaan yang terikat tetapi tidak bisa melepaskan dirinya sendiri.

Kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang melepaskan manusia dari keterikatan itu dalam prinsip kasih dan keadilanNya.

Kasih Allah bagi semua manusia dan Ia mau menyelamatkannya sedangkan prinsip keadilanNya maka Ia merelakan diri untuk berkorban agar manusia bebas dari hukuman dosa itu.

Karya penyelamatan Allah itu adalah undangan terbuka bagi setiap orang yang mau lepas ikatan dosa di dalam Tuhan Yesus. Jika ia tidak mau lepas dari ikatan itu, maka ia tetap berada dalam dosa yang pada akhirnya membinasakannya di dunia ini dan mengaburkan kerinduan jiwanya untuk terlepas dari ikatan tipuan dosa yang menyesatkan.

Semangat untuk pindah kewargaan ke dalam Kerajaan Allah itulah yang membebaskan dari ikatan dosa dan membawanya berserah diri kepada Allah yang sungguh-sungguh berkuasa untuk menyelamatkan manusia secara penuh, di sini dan setelah pergi dari sini ~ sekarang dan sampai selama-lamanya.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah
1 Dilihat

09 April 2026

DIJAMIN OLEH BURUNG GAGAK

Kamis, 9 April 2026
Renungan Pagi 

1 Raja-raja 17:6
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

DIJAMIN OLEH BURUNG GAGAK

Tuhan memperhatikan kebutuhan umatNya yang bekerja dengan sungguh-sungguh bagiNya. Elia diantarkan makanan oleh burung gagak pada setiap pagi dan petang.

Tempatnya adalah di pinggir sungai kerit sebab air sungai itulah yang akan diminum oleh Elia. Tempat yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada Elia.

Latar belakang cerita adalah firman Tuhan yang disampaikan Elia bahwa tidak akan turun hujan sebelum dikatakan lagi oleh Tuhan. Ini terjadi sebagai hukuman bagi kejahatan bangsa Israel yang dipimpin oleh raja Ahab.

Burung gagak adalah pemakan daging tetapi dipakai oleh Tuhan untuk mengantarkan daging kepada Elia suatu perkara yang sedikit di luar nalar; pemeliharaan Allah itu di luar logika.

Pemeliharaan Tuhan itu ajaib bagi mereka yang bekerja dengan tulus bagiNya.

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 
1 Dilihat

08 April 2026

PENGUDUSAN BERBUAH HIDUP YANG KEKAL

Rabu, 8 April 2026
Renungan Pagi 

Roma 6:22
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

PENGUDUSAN BERBUAH HIDUP YANG KEKAL

Telah dimerdekakan dari dosa adalah proklamasi bahwa dosa tidak lagi berkuasa atas hidup orang-orang percaya. Selama ada kemauan untuk membuangnya, maka dosa pasti berakhir.

Sebelumnya, dosa itu menguasai hidup dan kehidupan manusia dan berkuasa penuh (menjadi tuan) atasnya. Kuasa itu sudah dipatahkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Menjadi hamba Allah adalah status yang memberi keselamatan sebab keselamatan hanya ada di dalam taat pada Allah sebab hidup ini berasal dari padaNya dan ada dalam rencanaNya.

Pengudusan adalah buah dari penghambaan diri kepada Allah; pengudusan diri itu bukanlah syarat untuk menjadi hamba Allah. Semakin menghambakan diri kepada Allah semakin buah pengudusan itu nampak dalam hidup manusia.

Pengorbanan Tuhan Yesus untuk membebaskan manusia itu sungguh-sungguh adalah keselamatan yang membawa pada hidup yang kekal bagi mereka yang sungguh-sungguh menguduskan hidupnya bagi Allah, menjadikannya Tuan dalam seluruh aspek kehidupan di dunia ini.

1 Petrus 1:9
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
1 Dilihat

06 April 2026

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN

Selasa, 7 April 2026
Renungan Pagi 

Daniel 9:13
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu. 

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN 

Pengakuan iman dan perenungan Daniel atas keadaan bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa yang tinggal di daerah asing tidak sebagai perantau tetapi sebagai orang buangan ~ hukuman atas dosanya.

Dihukum karena tidak setia kepada Tuhan telah dituliskan dalam kitab Taurat bahwa itu berakibat datangnya malapetaka. Hal ini juga tertulis dalam pengetahuan umum manusia disebut hukum karma dari kesadaran hati nurani manusia yang selalu membisikkan kebaikan bagi seluruh makhluk.

Tidak setiap malapetaka adalah dosa tetapi perlu untuk mengingat bahwa malapetaka pun bisa membuat orang yang tidak tulus berdosa.

Memohon belas kasihan Tuhan agar kehidupan ini tidak mengalami malapetaka karena dosa dan tidak berdosa karena malapetaka dapat dilakukan dengan berbalik dari (tidak lagimelakukan) kesalahan.

Tidak ada manusia yang sempurna tetapi janganlah dengan sengaja orang melakukan kesalahan dan dosa yang menyakiti Tuhan dan sesama. Memperhatikan kebenaran yang dari Tuhan adalah rahasia kehidupan yang aman dari malapetaka yang membinasakan.

Roma 6:12
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
1 Dilihat

DISIAPKAN OLEH IKAN

Senin, 6 April 2026
Renungan Pagi

Matius 17:27 
"... Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

DISIAPKAN OLEH IKAN

Terjadi di Kapernaum; daerah yang dijadikan Yesus sebagai tempat utama bagiNya dan murid-muridNya.

Petugas bea Bait Allah datang dan bertanya kepada Petrus tentang apakah guru mereka tidak membayar bea Bait Allah sebesar dua dirham. Petrus dan Yesus berdiskusi bahwa seharusnya yang membayar bea adalah orang asing supaya rakyat lepas dari tanggung jawab itu.

Bea dibutuhkan untuk membangun kehidupan bersama tetapi sering masalah bagi manusia dalam persekutuannya jika tidak diatur dengan baik. Terlalu banyak bea akan membuat orang merasa tidak nyaman menjalani hidup.

Tuhan Yesus tidak menolak secara mutlak tetapi membayar bea itu untuk tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang menagih bea itu dan bagi penyelenggara yang memerintahkan penagihan itu.

Tuhan Yesus tidak memiliki uang yang banyak sehingga tidak merasa berat untuk membayar bea itu melainkan bahwa Ia hendak memberitahukan bahwa apa yang bisa dilakukan bagi orang lain, hendaknyalah kita melakukannya; Bagi Tuhan bahkan uang itu bisa disiapkan oleh ikan asalkan kita bersedia melakukan sesuatu yang berguna.

Kolose 3:23 
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

04 April 2026

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Minggu, 5 April 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:15
Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Dimulai dari adanya berita damai sejahtera yang dibawa oleh orang (orang-orang) yang berjalan di atas gunung-gunung.

Isi berita itu adalah keamanan dari serangan orang dursila; bangsa dursila ini telah dilenyapkan oleh kuasa dan cara Allah sendiri.

Karena kasih pembebasan Allah, rayakanlah hari rayamu dengan penghayatan yang sungguh. Pada perayaan Paskah ini kita merayakan hari kemenangan atas dosa dan kuasa maut, dan itu Kemangan mutlak. 

Paskah hendaknya dimaknai dengan tidak ada lagi orang yang mengatakan hakikat manusia adalah 'orang berdosa' walau kita harus selalu sadar bahwa 'manusia itu tidak ada yang sempurna'. 

Mari melakukan kebaikan dengan sebaik-baiknya dan bukan hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi. Melakukan hal ini adalah nazar orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, sebab umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sudah menjadi nazir Allah untuk mensyukuri kasih Allah dengan memuliakan Allah.

Matius 5:16
"... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang dialami sorga."
1 Dilihat

03 April 2026

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu, 4 April 2026
Renungan Pagi

Ibrani 10:26 
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu sunyi - hari setelah kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, merenungkan segala hidup yang baginya Kristus telah berkorban. Bagi para murid sebuah ketakutan dan rasa bersalah sedangkan bagi orang Yahudi dipandang sebagai hari kemenangan atas penyesatan dan bagi orang kebanyakan adalah keheranan tentang orang baik yang menjadi korban kemarahan bangsaNya sendiri.

Perenungan para murid adalah seputar perkataan Guru mereka yang mengatakan bahwa Ia harus mati untuk kebaikan semua orang agar manusia yang mau menerima kasih Tuhan dengan hati yang tulus diselamatkan; tetapi mereka bersedih dan menjadi tidak peduli lagi pada perkataan guu itu.

Perenungan harus terus berlanjut dan setiap orang bisa merasa berdosa sebab telah menyebabkan kematian Guru mereka, atau karena tidak menemani Gurunya dengan setia sampai akhir. Rasa bersalah bisa dialami oleh orang yang tidak menjalani hubungan yang penuh kasih kepada orang yang telah 'pergi lebih dahulu' dan kesalahan itu tidak bisa diperbaiki lagi.

Tetapi kematian Tuhan Yesus Kristus adalah kematian untuk membebaskan manusia dari dosa sehingga tidak ada lagi kuasa dosa yang bisa mengalahkan orang yang percaya kepadaNya. Kristus sudah menjadi korban yang sempurna atas dosa. Tidak ada dosa yang tidak dihapusNya.

Dosa yang tidak bisa dihapus lagi adalah dosa kekerasan hati, yaitu sengaja berbuat dosa setelah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran. Sudah tahu salah dan akan berdosa ketika melakukannya tetapi tetap saja melakukannya. Kristus mati bagi manusia yang berdosa agar mereka mengetahui kebenaran tentang jalan yang menuju kebenaran dan melalui jalan itu dengan baik; ada undangan terbuka untuk berjalan pada jalan itu - tetapi hati-hati dari istilah tidak layak berjalan pada jalan itu, bukan karena tidak diundang tetapi karena memang tidak mau berjalan.

1 Petrus 2:24 
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
1 Dilihat

02 April 2026

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Jumat, 3 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Manusia pasti akan mati; semua yang hidup akan mengalami kematian dan akan binasa pada waktunya.

Syukur bahwa di dalam kasih Allah ada kenyataan yang mengubah kemutlakan hukum alam tentang kefanaan, yaitu bahwa ketika nafiri terakhir berbunyi, maka semua orang percaya yang masih hidup akan diubahkan dan diangkat ke sorga. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya pada hari itu? Alkitab tidak mengatakannya.

Menyerahkan nyawa kepada Bapa adalah wujud akhir dari kehidupan orang yang tulus dan setia kepada Tuhan sehingga ia yakin bahwa nyawanya berharga kepada Bapa. 

Allah dipercayai untuk menyelamatkan hambaNya dan arti alami dari 'menyerahkan nyawa kepada Bapa' adalah untuk melindunginya dari kematian. Kematian Yesus yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa menggenapi ayat ini dan menjelaskan bahwa penyerahan nyawa itu hanya terwujud dalam hidup yang sepenuhnya dibaktikan kepada Allah.

Tuhan setia adalah keyakinan bahwa Tuhan itu akan selalu melakukan yang terbaik bagi umatNya; diberkati dan dilindungiNya selama hidup di dunia ini dan dibawaNya ke surga pada waktu matinya.

Yohanes 10:17
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
1 Dilihat

01 April 2026

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Kamis, 2 April 2026
Renungan Pagi 

Ayub 7:17-18
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, 
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? 

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Manusia itu agung dalam anggapan Tuhan walau kemampuannya dikalahkan oleh kemampuan makhluk lainnya yang ada di dunia ini. Hanya perhatian Allah yang membuat manusia itu menjadi agung; bukan karena ia adalah makhluk yang memilki kualitas yang lebih baik.

Tuhan datang setiap pagi ke dalam kepada manusia. Untuk apa? Memberikan anugerah kehidupan yang tidak berkesudahan kepada manusia.

Kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia setiap pagi adalah untuk memberi kesadaran bahwa ia dikasihi sehingga ia pun belajar hadir untuk mengasihi sesamanya.

Manusia hidup sehari lebih tua dari hari sebelumnya pada setiap pagi dan itulah sukacita yang besar bahwa Allah selalu datang dan mengiringi perjalanan hidupnya setiap pagi.

Tuhan menguji setiap saat adalah untuk mengetahui tentang setiap orang yang apakah selalu sama kasihnya dan hidupnya yang selalu bersyukur sehingga tidak salah melangkah dalam kehidupan dan menjadi jauh dari rahmat-Nya.

Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 
1 Dilihat

31 Maret 2026

PESTA RIA PONDOK DAUN

Rabu, 1 April 2026
Renungan Pagi 

Nehemia 8:18
Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar. 

PESTA RIA PONDOK DAUN

Perintah untuk mendirikan pondok daun sebagai bentuk peringatan akan pengembaraan di Padang gurun yang sewaktu-waktu berlindung di bawah pondok daun dan budaya yang kemudian dikaitkan dengan pesta panen ternyata tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang lama; ada sekitar hampir sembilan ratus tahun masa antara Yosua bin Nun dengan pembangunan kembali Yerusalem di bawah pimpinan Nehemia.

Perintah Tuhan yang tidak dilaksanakan selama itu mendakan hal pertama bahwa kitab Taurat itu tidak dibaca sehingga isinya tidak diketahui untuk dilaksanakan. Kemungkinan lain adalah bahwa perintahnya diketahui tetapi tidak dilaksanakan dengan berbagai alasan.

Pesta pondok daun dimulai pada zaman Nehemia adalah sebuah pengingat khusus bahwa bangsa Israel harus mengalami pembuangan untuk kemudian melakukan perintah yang belum dilaksanakan sebelumnya; jangan menunggu malapetaka kemudian baru melakukan perintah; lakukanlah perintah Tuhan sehingga malapetaka tidak harus terjadi.
 
Pesta pondok daun adalah sebuah pesta yang menandakan kerendahan tetapi sekaligus mengingatkan bahwa Allah berjalan bersama umatNya dalam kerendahan.

Bangsa Israel merasakan kemeriahan hidup, berpesta ria yang megah, justru ketika ber-pondok daun di dalam Tuhan.

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
1 Dilihat

30 Maret 2026

SEGALA SESUATU YANG ADA DI DALAM HATIMU

Selasa, 31 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 9:19
Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu. ..."

SEGALA SESUATU YANG ADA DI DALAM HATIMU

Saul datang kepada Samuel untuk menanyakan tentang keledai-keledainya yang hilang tetapi Samuel berkata-kata tentang memberitahukan isi hati Saul kepada Saul.

Setiap manusia hidup dan menanggapi segala sesuatu dengan hatinya masing-masing. Semakin baik 'kata hati' seseorang tentang sesuatu semakin baik hal itu diterima atau terjadi dalam hidupnya.

Maksud Samuel terhadap Saul adalah untuk mengetahui isi hati Saul mengenai perkara Tuhan memilihnya menjadi raja atas bangsa Israel. 'Memberitahukan isi hatimu' adalah tindakan yang akan dilakukan oleh Samuel untuk memberitahukan kenyataan kehidupan dan untuk mempersiapkan Saul mengemban tugas yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya.

Saul ternyata tidak siap dan karena itu kita tahu bahwa Saul tidak dikenal sebagai raja Israel yang membawa Israel berjaya melainkan bahwa ia menjadi raja yang mengecewakan Tuhan.

Jadikanlah hidupmu sebagai hidup yang segala sesuatu yang ada di dalam hatimu adalah melakukan kehendak Tuhan, maka engkau diberkati dan orang yang bersama engkau juga diberkati.

Mazmur 91:14 (TB) "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. ..."
1 Dilihat

BERSEMANGAT DAN BERKUMPUL

Senin, 30 Maret 2026
Renungan Pagi 

Zefanya 2:1-2
Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.

BERSEMANGAT DAN BERKUMPUL 

Bersemangat adalah panggilan nabi agar bangsa Israel memperhatikan hidup mereka yang sudah jauh dari Tuhan dan bersemangat untuk kembali kepada Tuhan.

Berkumpul adalah tindakan yang diperlukan untuk datang secara bersama-sama mendengarkan suara Tuhan yang disampaikan oleh nabi Tuhan.

Suara Tuhan yang didengarkan itu harus dilakukan dengan bersemangat dalam pengertian bersungguh-sungguh dengan penghayatan penuh akan kasih Allah.

Berkumpul juga memiliki pengertian bahwa suara Tuhan (baca: kehendak Tuhan) harus dilakukan secara bersama-sama.

Bangsa Israel yang tidak bersemangat dan tidak menjadi bagian dari orang yang berkumpul melakukan kehendak Tuhan akan mengalami hari kemurkaan Tuhan seperti api yang menyala-nyala membakar habis mereka yang disamakan seperti sekam yang tertiup angin.

1 Raja-raja 8:61
"... dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."
1 Dilihat

28 Maret 2026

TIMBUNAN BATU DI ALUR-ALUR LADANG

Minggu, 29 Maret 2026
Renungan pagi 

Hosea 12:12
Bila di Gilead ada kejahatan, maka mereka menjadi kesia-siaan belaka; di Gilgal mereka mempersembahkan lembu-lembu jantan, maka mezbah-mezbah mereka juga menjadi seperti timbunan batu di alur-alur ladang. 

TIMBUNAN BATU DI ALUR-ALUR LADANG

Gilead adalah daerah di sebelah timur sungai Yordan sedangkan di sebelah selatan ada Gilgal yang adalah daerah kecil di sebelah barat sungai Yordan dekat laut mati.

Gilead menjadi kesia-siaan karena kejahatan mereka bukanlah bagi mereka sendiri tetapi bagi seluruh bangsa Israel. Cela dan noda bagian dari bangsa merusakkan seluruh bangsa tanpa dibatasi oleh batas-batas teritorial alami seperti sungai Yordan.

Persembahan lembu-lembu jantan di atas mezbah di Gilgal bukanlah persembahan kepada Tuhan tetapi ibadah penyembahan berhala. Timbunan batu di alur-alur ladang adalah gambaran tentang banyaknya sesembahan yang dilayani oleh bangsa Israel; dan itu adalah noda kerohanian di tengah-tengah umat pilihan Tuhan.

Ladang seharusnya dibersihkan dari batu-batu tetapi bagi yang menyembah berhala, mereka mengotori ladangnya dengan timbunan batu di setiap alur ladangnya. Orang yang hatinya tidak setia kepada Tuhan pekerjaannya tidak bersih dan tidak memberi hasil yang maksimal; bahkan jika hasilnya baik dan banyak sekalipun tetapi hatinya ternoda.

Bersihkanlah hatimu, jangan melupakan Allahmu bahkan dengan mengabaikanNya saja dengan tidak beribadah kepadaNya berarti kamu sudah mempertuhankan dirimu sendiri; itu pun sudah menjadi timbunan batu di alur-alur ladang-ladang.

1 Samuel 12:24
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
1 Dilihat

27 Maret 2026

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Sabtu, 28 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 42:23
Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian? 

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Perikop ini menggambarkan bangsa Israel sebagai bangsa yang tidak setia yang diibaratkan sebagai orang yang buta dan tuli. Melihat tetapi tidak memperhatikan dan memasang telinga tetapi tidak mendengar.

Memperhatikan dan mendengar itu adalah untuk memperbaiki kehidupan pada masa yang akan datang sehingga kesalahan banyak orang adalah ketika mereka memaksakan kehidupan harus menjadi baik pada waktu sekarang ini juga.

Banyak orang gagal memperhatikan perkara baik untuk dilakukannya sekarang sebab ia berharap yang baik itu harus terjadi sekarang; dibutuhkan dua belas sampai enam belas tahun bersekolah bahkan bisa lebih lama dari itu untuk memperoleh hasil yang siap bekerja.

Butuh waktu dan perhatian besar untuk bisa memperbaiki keadaan hidup yang merosot dalam sisi-sisi moral saat ini; perlu memberikan ajaran yang berwawasan masa depan bagi generasi sekarang untuk mengimbangi perkembangan mereka di dunia teknologi informatika.

Perkara yang perlu diperhatikan adalah ajaran yang besar dan mulia yang diberikan Allah demi maksud penyelamatannya bagi manusia. Buta dan tuli akan hal ini berarti kehilangan segalanya.

2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
1 Dilihat

26 Maret 2026

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Jumat, 27 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kisah Para Rasul 18:14-15
Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Paulus memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa Yunani tetapi selalu berawal dari orang Yahudi sebab Paulus biasanya mulai dengan mengajar di rumah ibadat orang Yahudi.

Orang Yahudi pada umumnya menolak ajaran Paulus sebab dianggap tidak sesuai dengan ajaran Taurat dan karena itu Paulus dianggap sebagai musuh bagi mereka. Karena kebencian mereka kepada Paulus, maka mereka membawa Paulus ke pengadilan menghadapkannya ke penguasa baru, gubernur Akhaya, yaitu Galio.

Paulus mau memberi sanggahan atas tuduhan orang-orang Yahudi tetapi penolakan Galio atas tuduhan itu mengakhiri jalannya persidangan.

Hal untuk direfleksikan adalah bahwa dalam hal kepercayaan kepada Tuhan, kebencian itu adalah perkara yang hanya bisa diurus secara pribadi. Ketika kebencian timbul, maka belum tentu bahwa itu adalah kesalahan orang yang dibenci.

Lebih jauh dari itu, penghakiman dunia tidak bisa mengurusi pekerjaan Tuhan sehingga ketika kehidupan rohani dicampuri oleh sistem duniawi, maka itu akan merusak tatanan rohani dan menghancurkan tatanan persekutuan; biarkanlah urusan persekutuan diurusi secara ke dalam dan dalam suasana persekutuan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

AWAL SEGALA SESUATU

Kamis, 26 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: dan "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

AWAL SEGALA SESUATU

Segala sesuatu tidak dimaksudkan untuk alam semesta (entire) tetapi untuk segala sesuatu terkait manusia. Adam masih seorang diri sebab Hawa belum diciptakan.
Kesendirian pun harus diterima sebagai keadaan yang pernah ada dalam taman Eden.

Firman ini adalah firman yang pertama bagi manusia dan menggambarkan kasih Allah yang besar. Hidup manusia hanyalah anugerah dan keberlangsungannya adalah kasih Allah.

Perintah pertama adalah tentang ekonomi; semua pohon dalam taman ini boleh kau makan. Manusia bebas memilih buah pohon mana pun untuk dimakan, apa saja halal. Makan dengan bebas artinya bebas memilih jenis dan bebas jumlahnya. Tidak perlu diet dalam kasih Tuhan.

Tetapi kemudian ada batasan yang ditegaskan, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tidak boleh dimakan. Hidup untuk tidak untuk merdeka burung tetapi untuk sadar pada batasan-batasan yang telah ditetapkan; semakin baik kesadaran akan batas-batas hidup semakin baik hidupmu.

Manusia yang melanggar akan mengalami risiko mati, bukan hanya secara fisik tetapi secara moral. Orang yang melanggar bahkan dalam rana 'masih wajar pun' tetap mematikan kebebasan mutlak dalam dirinya.

1 Petrus 1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1 Dilihat

25 Maret 2026

BERILAH KEADILAN

Rabu, 25 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 43:1
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! 

BERILAH KEADILAN

Keadilan adalah hidup di mana setiap orang dapat hidup baik tanpa bersinggungan dengan orang lain karena semua merasakan keamanan, kebebasan, dan kebahagiaan.

Keadilan dinodai oleh orang yang tidak saleh, yaitu mereka yang tidak memperhatikan hak dan kepentingan orang lain dalam tindakannya; bahkan bisa berkedok agama.

Hilangnya keadilan pun terjadi ketika orang menipu sesamanya dan menjadi curang dalam hidup ini. Menipu artinya mengambil hak orang lain dengan tidak memberi imbalan sedangkan curang artinya mengambil hak orang dan menutupinya dengan suatu alasan.

Allah melakukan perkara bagi umatNya, yakni memberi keadilan, memperjuangkan (melindungi) dari orang tidak saleh dan meluputkan dari penipu dan orang curang; Allah mampu melakukannya dalam kuasanya yang besar.

Manusia, dalam kasih Allah, juga dipanggil untuk 'berilah keadilan' kepada sesama manusia yang terutama berarti belajarlah berlaku adil setiap waktu dalam setiap perkara.

Mikha 6:8
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
1 Dilihat

24 Maret 2026

PERLINDUNGAN TANGAN ALLAH

Selasa, 24 Maret 2026
Renungan Pagi 

Ezra 8:22
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 

PERLINDUNGAN TANGAN ALLAH

Ada kebimbangan Ezra untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem tanpa pengawalan pasukan sebab perjalanan yang akan ditempuhnya jauh dan lama.

Secara jarak, Babel dan Yerusalem berjarak sekitar seribu lima ratus kilometer tetapi karena sering perjalanan dilakukan dengan menyusuri sungai, maka itu bisa berarti bertambah sekitar dua ratus kilometer lagi. Dalam catatan kitab Ezra mereka melakukan perjalanan sekitar empat bulan untuk sampai ke Yerusalem.

Musuh di jalan adalah situasi yang harus dihadapi dengan sikap waspada yang sepenuhnya jika perjalanan dilakukan tanpa pengawal; kewaspadaan utama adalah agar hidup ini tetap dalam kehendak Tuhan sehingga hidup dituntun ke jalan tiada musuh yang dapat menghadang pada jalan umat yang diberkati.

Pengakuan tentang tindakan Allah terhadap manusia adalah, pertama, melindungi manusia yang mencari Dia, yaitu mereka yang hanya mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Hidup yang dilindungi Tuhan adalah hidup yang paling aman. Orang yang mencari Tuhan adalah untuk keselamatan mereka.

Pada sisi sebaliknya, kedua, tindakan Allah bagi yang meninggalkan Dia adalah menimpakan kuasa murkaNya ke atas orang-orang yang meninggalkan Tuhan Allah.

Mazmur 91:1-2
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
1 Dilihat

23 Maret 2026

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Senin, 23 Maret 2026
Renungan Pagi 

Amsal 12:14
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Kenyang adalah gambaran keadaan puas dan kuat karena kebutuhan tubuh akan makanan terpenuhi; orang yang lapar karena.sudah lama tidak makan apalagi jika sambil melakukan pekerjaan berat, maka ia akan merasa lapar dan menjadi lemah.

Kenyang dengan kebaikan adalah keadaan yang tidak kekurangan kebaikan sebab itu diterimanya dari Tuhan dan sesama sebagai buah perkataan - hasil dari tutur kata yang berorientasi pada membangun kebaikan; perkataan yang baik dari dalam jiwa yang tulus.

Tangan yang bekerja mendapat balasan berarti bahwa setiap tindakan pasti mempunyai hasil; setiap pekerjaan ada manfaatnya. Pekerjaan yang buruk merugikan pekerjanya.

Bagaimana dengan orang yang bekerja dengan pikirannya dalam keadaan duduk dan berbagi pemahaman dengan pemikir-pemikir lainnya dan menemukan gagasan-gagasan baik? Mereka juga mendapat hasil baik dari pekerjaan itu. Tetapi buah terakhir dari perkara itu tetap kembali pada tangan yang bekerja.

Perkataan yang baik dan pemikiran yang baik akan mengenyangkan setiap orang dengan kebaikan jika itu dikerjakan dengan baik oleh tangan yang baik.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

22 Maret 2026

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN

Minggu 22 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 22:23
Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN 

Memasyhurkan artinya membuat menjadi terkenal karena kebaikan dan kebijaksanaan seseorang. Orang jahat yang terkenal hanya disebut terkenal.

Memasyhurkan nama Tuhan tidak dimaksudkan untuk memperkenalkan kebaikan Tuhan kepada orang lain tetapi untuk menyatakan syukur karena telah kebaikan itu.

Tempat memasyhurkan nama Tuhan adalah kepada saudara-saudara. Artinya, setiap orang harus mampu menjaga hubungan yang baik dengan saudara-saudaranya sebab dengan merekalah orang akan menyatakan kemasyhuran Tuhan.

Memuji-muji Tuhan adalah menyampaikan kebaikan Tuhan dengan seni yang ada, umumnya melalui pujian. Tetapi hidup yang mengucap syukur adalah bentuk dasar dari memuji nama Tuhan.

Alamat memuji nama Tuhan adalah di tengah-tengah jemaah sebab itu harus diingat bahwa persekutuan adalah alamat terbaik untuk dicari dalam kehidupan ini.

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
1 Dilihat

BERKELILING SETIAP TAHUN

Sabtu, 21 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 7:16
Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu

BERKELILING SETIAP TAHUN

Samuel sebagai nabi sekaligus sebagai hakim yang terakhir di Israel selalu melakukan perjalanan dinas secara teratur ke tiga tempat setiap tahun, yakni Betel, Gilgal, dan Mizpa.

Memerintah Israel di segala tempat itu memiliki makna bahwa ketiga tempat ini menjadi pusat perhatian utama di antara bangsa Israel untuk menentukan pola kebijakan yang akan diambil bagi seluruh bangsa Israel.

Betel menjadi yang secara khusus mendapat perhatian sebab pada ai zaman itu nabi Samuel yang juga adalah hakim pergi ke sana untuk melakukan perintah Tuhan karena di Betel ditempatkan Kemah Pertemuan; kehidupan berbangsa harus dimulai dari kesadaran akan adanya Tuhan.

Samuel berkeliling setiap tahun juga mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu memperhatikan keadaan hidup umat dan membantu mereka. Samuel memerintah Israel di segala tempat itu berarti bahwa di tempat-tempat itu dia menghakimi orang Israel yang membutuhkan penyelesaian perkara untuk terwujudnya damai sejahtera di dalam kehidupan umat Tuhan.

Selain sebagai tempat (kota strategis) untuk 'pusat hukum', dan 'pusat agama' - khusus untuk Betel, kota-kota ini, bagi Samuel, juga menjadi pusat observasi untuk mempelajari kehidupan berbangsa seluruh orang Israel sehingga memudahkan baginya untuk mengambil keputusan dalam strategi kepemimpinannya bagi kemuliaan Tuhan.

Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
1 Dilihat

19 Maret 2026

PEKERJAAN BESAR DAN PENTING

Kesan-Pesan Pertukaran Pelayanan Mimbar Gereja Toraja Mamasa (GTM)

1 Korintus 16:9
sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Pada sepanjang bulan Maret 2026 saya dijadwalkan untuk melayani di GTM Jemaat Tongkonan Layukna Puang Matua Klasis Rambu Saratu' dalam program Pertukaran Pelayanan Mimbar GTM.

Saya berangkat dari GTM Jemaat Tobadak 1 (tempat tugas untuk periode 2021-2026 - akan bergeser tempat pelayanan pada Agustus atau September 2026) pada hari Jumat, 27 Februari 2026 dalam pertimbangan bahwa ada waktu untuk beristirahat pada hari Sabtu sebelum memulai pelayanan pada Minggu, 1 Maret 2026.

Waktu yang sama dengan keberangkatan saya, Pdt. Bongga Sumule, S.Th, M.M., pendeta yang bertukar tempat pelayanan dengan saya, juga berangkat dari Tondok Bakaru, tetapi beliau sampai di tempat tujuan pada hari Sabtu, 28 Februari 2025 sebab masih singgah bermalam di Pastori GTM Jemaat .... Lebbeng.

Tulisan ini dibuat pada pertengahan kedua masa tugas di tempat pertukaran pelayanan dalam kesaksian bahwa tidak ada penentang, walau mungkin banyak yang tidak ikut, ketika membaca ayat yang tertera di awal tulisan ini ketika mengisi waktu luang pada pagi hari di rumah tempat menginap, yakni kediaman Keluarga Drs. David, M.M. yang lebih dikenal dengan panggilan sehari-hari Papa Herlin.

Banyak kesempatan untuk bekerja sepertinya tidak terlalu benar sebab bagi saya ini hanya jadwal dan tidak ada perkara yang bisa saya mengambil keputusan (bahasa lainnya: kebijakan) sebab saya ada untuk program ini dalam pengetahuan yang sangat terbatas mengenai hidup dan aktivitas jemaat.

Memang ada pelayanan setiap hari dalam rangkaian perkunjungan persiapan Paskah untuk mengenal dan menghidupi makna Paskah sebagai tanda keselamatan dalam Kristus, tetapi tidak interaksi yang sesungguhnya dengan warga jemaat.

Pekerjaan besar dan penting itu adalah semua pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia dengan kasih bagi sesamanya. Walau pelayanan di tempat ini hanya sementara sebatas waktu selama sebulan, sangat singkat untuk interaksi secara intens dengan warga jemaat, tetapi semuanya yang terjadi kiranya telah menjadi pekerjaan besar dan penting, baik dalam anggapan dan perasaan saya maupun dalam anggapan dan perasaan jemaat.

Melakukan pekerjaan yang besar dan penting kiranya juga menjadi sesuatu yang telah saya lakukan dalam masa tugas selama empat tahun kepada lima jemaat di Klasis Mamullu yang kemudian tiga tahun terakhir ditambahkan menjadi tujuh jemaat sebab Pdt. Herfina yang melayani dua jemaat berakhir periodenya pada tahun 2013 dan tidak lagi dilanjutkan untuk menunggu pergeseran pertama secara serempak di seluruh GTM (penyeragaman masa jabatan pendeta dan majelis secara serempak yang diputuskan pada Sidang Sinode Am 2011 di Lebbeng yang dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2016; sebelumnya masa jabatan majelis adalah tiga tahun dan masa tugas pendeta adalah lima tahun tetapi tidak serempak). Demikian juga kepada tiga jemaat di Wilayah Napu yang saya layani masing-masing sepuluh hari dalam waktu Maret 2013, juga dalam program pertukaran - roling pelayanan; lalu pindah tugas ke GTM Jemaat Musafir Klasis Tobadak Raya Timur periode 2016-2021, pindah lagi ke GTM Jemaat Tobadak 1 Klasis Tobadak Raya periode 2021-2026, yang dalam masa-masa terakhir diikutkan dalam program pertukaran pelayanan di GTM Jemaat Tongkonan Layukna Puang Matua Klasis Rambu Saratu'.

Selama masih diberi kekuatan untuk melakukan pelayanan ini, bahkan sepanjang hayat masih dikandung badan ada kerinduan kiranya Tuhan terus memakai hamba ini untuk menjadi pekerja yang melakukan pekerjaan besar dan penting.

Tondok Bakaru, 19 Maret 2026
1 Dilihat

JARAK KESELAMATAN

Jumat, 20 Maret 2026
Renungan Pagi 

Roma 13:11
Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 

JARAK KESELAMATAN

Keadaan waktu sekarang adalah keadaan dunia yang meninabobokkan manusia dengan segala keindahannya dan kenyamanannya sehingga dunia semakin melupakan perkara iman.

Waktu untuk bangun dari tidur adalah untuk mengembalikan kesadaran tentang perlunya menggiatkan diri dan persekutuan dalam melakukan pekerjaan Kristus bagi Kristus dan bukan hanya melakukan segala sesuatu menurut ritme dunia yang akan berakhir pada waktunya.

Keselamatan sudah lebih dekat mengingatkan bahwa waktu terus itu terus berjalan dan bergulir menuju kesudahan segala sesuatu yang mana di sana ada keselamatan.

Keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya mengacu pada kualitas keselamatan itu dalam hidup orang beriman, jika kualitasnya tetap sama dari waktu ke waktu berarti itu adalah kemunduran sebab iman berproses dan bertumbuh; jika orang mengalami kemunduran, berarti ia terjatuh dan jaraknya dari keselamatan semakin jauh.

Hal yang harus dilakukan dalam ayat ini mengacu pada ayat sebelumnya, yaitu mewujudkan kasih -- tidak berbuat jahat sebagai perwujudan hukum Taurat.

Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
1 Dilihat

SEBELUM SEMUANYA TERJADI

Kamis, 19 Maret 2026
Renungan Pagi 

Matius 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

SEBELUM SEMUANYA TERJADI

Hukum Taurat adalah hukum yang diberikan kepada orang Israel ketika mereka dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian yang berisi aturan hidup untuk ibadah dan hidupku sehari-hari. Hukum ini diberikan kepada bangsa Israel ketika mereka sampai ke gunung Sinai sehingga hukum taurat itu biasa disebut sebagai perjanjian Sinai.

Iota adalah huruf kesembilan dalam abjad Yunani dan sering kali huruf ini dipakai untuk menyatakan sesuatu yang sedikit sehingga iota dalam ayat ini dapat dibaca sebagai bagian yang paling kecil pun dari hukum Taurat tidak akan ditiadakan sebelum itu terjadi.

Hukum Taurat itu adalah untuk mengetahui ketaatan umat Israel kepada Tuhan dan menjadi gambaran tentang kehidupan yang akan dipenuhi oleh Allah. Sebelum semuanya terjadi artinya bahwa ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat kekal bagi manusia, berlaku sepanjang hidup. 

Pelayanan Yesus di dunia sudah memenuhi perkara korban penebus dosa sebab ia telah menjadi Anak Domba Paskah, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa yang dilakukan saat ini.

Banyak orang berkata bahwa hukum Taurat tidak berlaku lagi sebab semuanya sudah terpenuhi, karena itu orang sudah bisa tidak ke gereja karena hukum tentang Sabat sudah terpenuhi di dalam Kristus. Sesungguhnya, hukum sabat dipenuhi sebab wujud sepenuhnya adalah ketika manusia tinggal di rumah Bapa di surga dalam peristirahatan abadi dalam damai sejahtera.

Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
1 Dilihat

18 Maret 2026

PENGETAHUAN TENTANG KEMULIAAN TUHAN

Rabu, 18 Maret 2026
Renungan Pagi 

Habakuk 2:14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.

PENGETAHUAN TENTANG KEMULIAAN TUHAN

Tuhan itu mulia sebab dari padaNyalah berasal segala sesuatu. Semua yang ada di dunia ini pasti disebut sebagai ciptaan Tuhan; yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

Anak yang berasal dari orangtua secara naluriah pasti akan melihat orangtuanya sebagai 'mulia'. Anak yang tidak memuliakan orangtuanya adalah anak durhaka yang tidak akan mewarisi hidup yang baik.

Mengenal kemuliaan Tuhan digambarkan seperti air yang menutupi dasar lautan; tidak ada yang tidak tertutupi. Tidak ada hal yang tidak dijangkau tentang kemuliaan Tuhan.

Semua orang digambarkan sebagai yang mengenal kemuliaan Tuhan secara penuh; itulah yang diharapkan oleh Tuhan untuk terwujud dalam kehidupan umatnya.

Ketika harapan pengenalan akan kemuliaan Tuhan telah tercapai, maka bumi ini akan menjadi sorga bagi setiap orang, menjadi tempat segala yang baik.

Matius 5:16
"... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
1 Dilihat

17 Maret 2026

SALAH MENCIUM

Selasa, 17 Maret 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 2:15-16
Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

SALAH MENCIUM

Ada dua kelompok manusia yang berbeda dalam menerima kehadiran mereka yang dipakai Allah, yaitu mereka yang menciumnya sebagai kehidupan yang menghidupkan dan pada sisi yang lain adalah mereka yang menciumnya sebagai kematian yang mematikan.

Pada hakikatnya, mereka yang bekerja untuk Kristus adalah bau yang harum dari Kristus. Hidup mereka hanya untuk melakukan perintah Kristus dan karena itu mereka juga tetap bau harum bagi Kristus.

Kehidupan yang menghidupkan dan kematian yang mematikan adalah gambaran bahwa Paulus itu seorang pemberita Injil yang aktif; pemberitaan Injil itu harus menjadi kehidupan yang menghidupkan, paling tidak dalam bentuk kehidupan yang dihidupi menjadi kesaksian bagi orang di sekitar tentang indahnya kehidupan di dalam Kristus.

Jika pekerjaan pemberitaan Injil dicium sebagai kematian yang mematikan, berarti mereka adalah orang-orang yang membenci pemberitaan Injil itu dan berusaha melawannya. Keadaan ini adalah kesusahan yang dilakukan oleh manusia sebab adalah susah menendang ke gala ransang.

Nikmatilah kehidupan hari ini dalam kesadaran bahwa kita ini hidup di dalam Kristus dan kita akan tercium sebagai kehidupan yang menghidupkan; jika tidak bisa diajak lagi, abaikan saja mereka yang salah mencium bau harum dari Kristus itu.

2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
1 Dilihat

16 Maret 2026

MENIKMATI PEKERJAAN TANGAN

Senin, 16 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 65:22
Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 

MENIKMATI PEKERJAAN TANGAN

Ini adalah janji Allah tentang keadaan langit yang baru dan bumi yang baru yang akan dijadikan oleh Tuhan Allah, bahwa semua orang akan menikmati hasil pekerjaan tangannya sendiri.

Hal pertama (di dalam ayat ini, bukan dalam keseluruhan keadaan di langit baru dan bumi baru) adalah mendirikan rumah untuk didiami. Ini menggambarkan keadaan yang aman, hidup yang makmur.

Gambaran yang kedua adalah menanam dan menikmati sendiri buahnya. Hal ini menunjukkan dukungan alam kepada kehidupan manusia. Orang yang diberkati Tuhan itu membuat alamnya juga diberkati.

Keadaan yang membuat umat Tuhan akan menikmati hasil pekerjaannya sendiri adalah sebab mereka akan berumur seperti pohon, yang menggambarkan umur yang panjang dan tidak rentan terhadap sakit penyakit,

Disebutkan segala keadaan yang baik yang akan dialami oleh umat Tuhan lalu kemudian di akhir dari semuanya itu disebutkan bahwa mereka akan bekerja dan menikmati hasilnya sebab semuanya melakukan kehendak Tuhan.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

15 Maret 2026

PERHATIAN KEPADA DOA

Minggu, 15 Maret 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 7:15
Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.

PERHATIAN KEPADA DOA

Bagian kisah penglihatan Salomo ketika Bait Suci selesai dibangun yang isinya adalah bahwa nama Tuhan akan tinggal di rumah Tuhan yang dibangun Salomo.

Mata Tuhan terbuka bahwa Ia akan menyelidiki kehidupan orang yang datang berdoa ke Bait Suci. Jika Tuhan melihat, maka Ia akan memberi apa yang dibutuhkan oleh umat; itu jaminan keamanan dan damai sejahtera.

Tuhan memberi perhatian (telingaNya ditaruh) kepada doa berarti bahwa doa yang disampaikan kepada Tuhan akan diusahakanNya secara spesial untuk dikabulkan.

Tuhan itu menjawab doa; orang yang tidak berdoa tidak menerima jawaban apa pun atas perkara kehidupannya.

Pergi ke rumah Tuhan adalah supaya Tuhan melihat dan mendengar hidupmu yang kaudoakan kepadaNya. Jika Tuhan memberi perhatian kepada doa untuk mendengarnya, maka umat harus memberi perhatian pada doa untuk melakukannya.

1 Tesalonika 5:16-18
Bersukacitalah senantiasa. 
Tetaplah berdoa. 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Dilihat