29 Agustus 2026

KASIH SETIA TUHAN KEPADA YAKUB

Sabtu, 29 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:20
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

KASIH SETIA TUHAN KEPADA YAKUB

Kasih setia yang dimaksudkan adalah kebaikan Tuhan yang memberi ketenangan, kemenangan, dan kesejahteraan kepada Israel; keturunan Yakub, cucu Abraham.

Membaca pasal terakhir kitab ini, memberi pengertian baru bahwa yang dimaksudkan dengan kasih setia Tuhan adalah kesediaanNya untuk memberikan pengampunan kepada umatNya.

Tidak ada keterangan, kemenangan, dan sejahtera yang sesungguhnya dalam kehidupan orang berdosa. Dosa itu menghilangkan damai sejahtera dalam kehidupan umat manusia.

Orang sering mencari damai sejahtera dengan melakukan segala hal yang melanggar kemuliaan Tuhan, mungkin tujuannya tercapai tetapi damai sejahtera menjadi dari keadaan itu.

Allah tidak pernah lalai akan janjiNya dan Ia selalu menyertai umat manusia dengan kasih setia yang besar; sering manusia yang tidak berkenan masuk ke dalam rencana kasih setia Allah.

Efesus 1:7-8
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 

28 Agustus 2026

SEBAB BESOK KITA MATI

Jumat, 28 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 22:12-13
Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!" 

SEBAB BESOK KITA MATI

Bangsa yang tidak peka pada keadaan hidup berbangsanya dalam statusnya sebagai umat pilihan Allah.

Keadaan mereka berat karena mereka menjauh dari hadirat Tuhan dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan memerintahkan (tidak melalui firman tetapi melalui membaca situasi yang sulit) agar ada perenungan diri yang bersalah dengan menangis, meratap, menggunduli kepala, dan melilitkan kain kabung, supaya mereka bertobat dan hidupnya diberkati.

Bangsa Israel lebih memilih berpikir pintas pada kenyataan bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan mati dengan menikmati hidup sesuai dengan yang ada padanya dan tidak peduli pada kehendak Tuhan.

'Besok kita akan mati' dalam keadaan yang tidak taat kepada Tuhan hanya akan membawa keadaan 'mati dalam dosa' dan baiklah orang hanya berpesta dalam kesadaran bahwa kapan pun kematian tiba, itu berarti mati dalam sukacita Tuhan.

Roma 14:8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.