17 September 2026

JALAN-JALAN TUHAN

Jumat, 18 September 2026
Renungan Pagi

Mazmur 25:4-5
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

JALAN-JALAN TUHAN

Jalan, secara fisik, adalah wadah yang memudahkan orang untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain sehingga kegiatan hidupnya dapat dilakukannya secara leluasa.

Jalan, dalam pengertian abstrak, adalah cara melakukan sesuatu agar tepat sasaran; tujuan yang mau dicapai dapat diraih dengan gemilang.

Jalan itu tidak selalu sama sebab kemampuan analisis dan cara setiap orang berbeda tetapi hendaklah cara manusia menjalani dan menjawab tantangan hidupnya adalah dengan mengerjakannya sesuai jalan Tuhan.

Jalan itu tersembunyi dan perlu diberitahukan oleh Tuhan sendiri. Kepandaian manusia, prestasi dan pengaruh yang dimiliki oleh manusia, pun kekayaan yang banyak tidak akan mampu membawa orang kepada pengetahuan tentang jalan Tuhan jika ia memang tidak pernah membuka hatinya untuk datang dan bertanya mengenai jalan Tuhan kepada manusia.

Jalan Tuhan itu banyak (jalan-jalan Tuhan) sebab Ia memang adalah Allah yang bisa hadir dalam berbagai jalan yang Ia tentukan sendiri; tetapi yang pasti bahwa itu adalah perjalanan yang dilakukan bersama Allah yang diwarnai dengan kebenaran, menuju kepada keselamatan dan terbuka bagi mereka yang selalu menanti-nanti Tuhan dan bukan secara egois menentukan jalannya sendiri.

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

TIDAK MENERIMA BERKAT

Kamis, 17 September 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 12:17
Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

TIDAK MENERIMA BERKAT

Wejangan tentang orang yang terjerat oleh hal duniawi yang disebut sebagai orang dengan nafsu rendah.

Contoh nafsu rendah adalah Esau yang menjual hak kesulungan demi sepiring makanan. Makanan memang perlu tetapi hak kesulungan itu lebih tinggi nilainya.

Secara spesifik dalam ayat sebelumnya diminta agar orang percaya jangan menjadi cabul, baik dalam arti harfiah maupun dalam arti kiasan, yakni tidak setia kepada Allah karena menyandingkanNya dengan sesuatu yang lain sebagai yang berhak mendapat perhatian dan waktu dalam kehidupannya.

Kompromi terhadap dosa bernilai sangat tinggi bahwa itu sangat merasuk diri, merusak iman sehingga orang yang terjerat akan sangat sulit untuk memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri. Dosa menyebabkan kehilangan berkat; penyelewengan menghilangkan damai sejahtera; dan kekerasan hari untuk mendengar suara Roh Tuhan berakibat hilangnya keselamatan.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan hendaknya selalu menghargai hal-hal yang mulia untuk dipegang dan tidak menjualnya dengan hal-hal yang sifatnya hanya adalah nafsu rendah yang bertujuan pada hal-hal duniawi.

Kolose 3:5-6
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].