06 Juli 2026

MENERUSKAN PERJALANAN DENGAN SUKACITA

Senin, 6 Juli 2026
Renungan Pagi 

Kisah Para Rasul 8:39
Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

MENERUSKAN PERJALANAN DENGAN SUKACITA

Keluar dari air adalah peristiwa ketika sida-sida dari Etiopia, kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, telah dibaptis oleh Filipus.

Sida-sida itu telah kembali dari Yerusalem beribadah Allah dan membaca bagian Kitab Suci yang tidak dipahaminya. Membaca Kitab Suci adalah perbuatan yang diberkati Allah dengan segala sukacita.

Filipus menjelaskan ayat itu kepadanya dan menerangkan tentang Kristus kepadanya sehingga ia percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan memberi dirinya untuk dibaptis.

Roh Tuhan membawa Filipus untuk pergi melanjutkan tugas pemberitaan Injil; hilang dari pandangan sida-sida dari Etiopia tetapi tetap bersama dalam roh Kristus.

Menerima Kristus, diselamatkan oleh yang telah menyerahkan nyawa bagi sahabat-Nya adalah dasar perjalanan selanjutnya yang dilakukan dengan penuh sukacita.

Yesaya 51:11
Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh. 

SEBELAS DUA BELAS

SEBELAS DUA BELAS

Secara umum istilah ini (sebelas dua belas itu) dipahami sebagai sesuatu yang mirip atau berdekatan sifatnya. Adik kakak yang disebut sebagai sebelas dua belas berarti bahwa mereka sangat mirip. Kemiripan itu tergantung pada objek yang dibandingkan. Jika yang dibandingkan adalah penampilan wajah atau postur tubuh, maka jelas bahwa mereka itu mirip.

Persoalan jika yang dibandingkan adalah sifat, maka tentu saja bahwa mereka memiliki sifat yang hampir sama tetapi tanpa disadari bahwa mereka yang mengerti istilah ini secara benar akan mengindikasikan bahwa mereka itu bersifat buruk.

Istilah ini sebenarnya pada mulanya berasal dari dunia pendidikan. Terkait kemampuan berpikir, sebelas dua belas itu adalah orang yang kemampuannya tidak masuk dalam 'top Ten -- sepuluh besar'. Jika orang dengan peringkat pertama sampai kesepuluh itu adalah sepuluh besar, maka sebelas dan seterusnya itu multitafsir; bisa diartikan sebagai sedang (kemampuan berpikir rata-rata) tetapi juga bisa berarti bodoh atau kecil kemampuannya.

Penggunaan istilah sebelas dua belas dalam artian kemiripan yang berdekatan sudah lumrah tetapi kadang orang tidak menyadari bahwa bisa ada makna konotatif di belakangnya sebagai orang bodoh dan yang lebih bodoh.