12 September 2026

MENYELAMATKAN DARI MAUT

Sabtu, 12 September 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 5:19-20
Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

MENYELAMATKAN DARI MAUT

Dosa itu membawa orang masuk ke dalam maut dan maut itu membinasakan sehingga orang yang dibawa kembali dari maut disebut sebagai menyelamatkan.

Menyelamatkan jiwa menandakan bahwa dosa itu bukan hanya melekat pada manusia tetapi merasuk ke dalam hati yang terdalam.

Dosa yang membawa kepada maut itu bermula dari 'menyimpang dari kebenaran'. Titik tawarnya adalah 'wajar, ada kekeliruan karena kita ini manusia'.

Jika titik tawar itu diterima dan menjadi kebiasaan, maka itu menjadi jalan sesat yang bisa menjerumuskan banyak orang sehingga menyelamatkan satu jiwa dari maut bisa berarti menutupi banyak sekali dosa.

Jadikan hidup selalu pada jalan yang benar, tidak menyimpang dan tidak tersesat sebab jalan sesat itu susah diselamatkan sebab ia merasuk ke dalam jiwa.

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

11 September 2026

MENJELANG HARI PENYELAMATAN

Jumat, 11 September 2026
Renungan Pagi 

Efesus 4:30
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

MENJELANG HARI PENYELAMATAN

Hari penyelamatan adalah waktu ketika Yesus Kristus datang untuk kali yang kedua. Secara teologis dikenal dengan istilah parusia (Yunani: parousia= kehadiran, kedatangan).

Penyelamatan bukan hanya keadaan tetapi proses. Keadaannya adalah yang terikat di bumi terikat juga di surga, yang dilepaskan di bumi dilepaskan juga di surga. Orang yang jiwanya di surga akan ke sana pada akhirnya.

Menjelang hari penyelamatan hendak mengingatkan bahwa penyelamatan itu adalah proses yang tidak pernah ada ujungnya bagi manusia selain ketika waktunya memang sudah tiba.

Mendukakan Roh Kudus Allah berarti membiarkan hidup ini terlena untuk tidak melakukan kehendak Allah. Roh Kudus terus membisikkan kebenaran bagi kemuliaan Allah; di luar jalur itu hidup ini mendukakan Roh Kudus Allah.

Keselamatan yang dikerjakan dan disuarakan oleh Roh Kudus tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan dalam ukuran manusia dan di situlah kejatuhan manusia selalu terjadi.

Roma 8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.