20 Juni 2026

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Sabtu, 20 Juni 2026
Renungan Pagi 

Zefanya 2:15
Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: "Hanya ada aku dan tidak ada yang lain!" Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya. 

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Nubuat nabi tentang Asyur dengan Niniwe sebagai ibukotanya. Bangsa yang pernah menguasai banyak wilayah dengan mengalahkan bangsa-bangsa.

Asyur terkenal sebagai bangsa yang angkuh yang melihat bangsa-bangsa lain sebelah mata; semua dianggapnya kecil dan bisa dikalahkannya dengan kekuatan prajuritnya dan kereta perangnya canggih.

Latarbelakang keangkuhan mereka adalah karena keadaan mereka yang begitu tenteram yang didukung oleh berbagai faktor termasuk kekuatan militernya yang mampu mengalahkan bangsa-bangsa sehingga kekayaan banyak bangsa mengalir kepada mereka. Mereka menjadi bangsa yang melihat dirinya sebagai 'yang satu-satunya'. Pada akhirnya mereka akan jatuh dan memprihatinkan.

Bersuit adalah ungkapan rasa heran karena sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa terjadi, yaitu bangsa yang kuat dan besar dapat terjadi; suit-suit itu bisa dituliskan dengan pengungkapan sekarang sebagai decak keheranan: ck ck ck ck ck. Tangan yang terayun-ayun adalah tangan yang mengibas bau yang tidak menyenangkan dari daerah yang dikalahkan dan tidak terawat. Bau keangkuhan itu mengganggu kenyamanan hidup bersama.

Belajar dari bangsa Asyur, mari menyadari bahwa awal kehancuran manusia, baik pribadi, kekeluargaan, maupun dalam sosial masyarakatnya, adalah keangkuhan; sebab itu semakin baik keadaan hidup seseorang dan semakin sukses seseorang dalam kehidupan, maka seharusnya semakin rendah hati menjalani hidup karunia Tuhan.

Roma 12:16
Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
1 Dilihat

19 Juni 2026

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Jumat, 19 Juni 2026
Renungan Pagi 

1 Tesalonika 5:9-10
Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Ditimpa murka adalah keadaan akhir dari insan yang hidupnya harus menanggung hukuman sebab berpikir bahwa mereka a menjalani hidup dengan pola sesuai dengan kekuatan atau kesanggupan mereka dengan tidak peduli pada kehendak Tuhan; setiap kesalahan (=dosa) harus dihukum oleh murka Allah.

Beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus adalah dasar iman kekristenan sebab itulah yang melandasi seluruh hidupnya. Tanpa kasih Kristus tidak keselamatan kepada manusia yang sudah semakin jauh dari Allah.

Berjaga-jaga adalah panggilan untuk setiap tindakan hidup ini ada selalu dijaga dengan warna ketaatan (baca: kasih yang besar) kepada Allah. Lengah sedikit saja adalah celah besar bagi musuh untuk masuk dan membinasakan iman serta pengharapan akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus itu.

Tidur adalah ilustrasi tentang hidup manusia yang tidak akan mungkin terjaga sepenuhnya sepanjang waktu; manusia itu lemah dalam segala hal dan pasti akan tertidur; tetapi janganlah iman yang tertidur.

Berjaga-jagalah dalam seluruh keadaan sadar dan tetaplah terjaga dalam segala kelemahan dengan tetap percaya pada Kristus yang selalu menyertai dalam segala perkara; supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
1 Dilihat

17 Juni 2026

ORANG DATANG KEPADA DAUD

Rabu, 17 Juni 2026
Renungan Pagi 

1 Tawarikh 12:22
Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah.

ORANG DATANG KEPADA DAUD

Daud dalam pelarian dari tuannya, raja Saul, yang mengejarnya karena kecemburuan atas ketermasyhuran Daud dari dirinya.

Sebagai pelarian, Daud tidak mempunyai kemampuan untuk menampung banyak orang yang datang kepadanya.

Tetapi yang terjadi bahwa justru orang banyaklah yang datang untuk memberi bantuan kepada Daud yang sedang berada dalam keadaan terpuruk.

Orang-orang yang datang kepada Daud itu adalah orang-orang yang hebat sebab mereka digambarkan sebagai 'seperti bala tentara Allah'. Bala tentara Allah itu adalah pasukan yang besar dan hebat dalam wibawa Allah, dan itulah gambaran Daud dan kumpulan orang-orang yang datang kepadanya.

Dibelakang perkara ini, Tuhan sedang mengajarkan kepada Daud tentang kasih dan penyertaanNya yang berbanding terbalik dengan pikiran dan praktik hidup manusia yang biasanya adalah orang kecil dan lemah dijauhi orang tetapi Allah menolong orangNya yang kecil dengan mengirim orang-orang kepadanya.

Galatia 6:2 
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
1 Dilihat