Kamis, 8 Oktober 2026
Renungan Pagi
Pengkhotbah 8:9
Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.
HINGGA IA CELAKA
Pengamatan Pengkhotbah terhadap kecenderungan kehidupan manusia di dunia ini yang biasanya selalu bergulat untuk mendapatkan kekuasaan dan memperoleh keuntungan dari kekuasaan itu.
Membaca ayat ini, pintasan berpikir utama tentang orang yang akan mendapat celaka adalah orang yang dikuasai sedangkan penguasanya akan mendapat kebahagiaan.
Tetapi pada sisi lain, perenungan secara mendalam, kehidupan yang dilihat oleh Pengkhotbah adalah bahwa orang yang dikuasai itu selalu berupaya untuk setia walau pada akhirnya ia dikhianati oleh orang yang berkuasa atasnya sehingga mereka tidak menjadi orang yang celaka sebab kesetiaan itu berbuah berkat; "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia", sapaan Tuhan bagi mereka yang setia.
Penguasa biasanya kehilangan 'kesadaran diri' dan itulah sumber celaka atas dirinya. Biasanya orang diberi ruang yang lapang dalam kehidupan dan kemudian ia mengambil semakin banyak sehingga pada akhirnya ia tertekan oleh kekuasaan dan akses kekuasaan yang ada padanya sebab ia semakin haus pada kekuasaan dan jiwanya menjadi kering.
Jika kekuasaan menggoda untuk merasa berhak menyuruh orang lain, maka berusahalah untuk melakukan sendiri hal-hal kecil dan sederhana yang biasanya dituntut lingkungan kehidupan disekitarmu atau yang mungkin kautuntut dari orang lain sebelum kau celaka karena haus pada kekuasaan.
1 Petrus 5:3
Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.