26 Oktober 2026

PERBEKALAN YANG DIBERKATI

Senin, 26 Oktober 2026
Renungan Pagi

Mazmur 132:15 
Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti

PERBEKALAN YANG DIBERKATI

Perbekalan adalah tempat yang dipakai untuk menyimpan bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia, yaitu terpenuhinya ketersediaan makanan.

Manusia berharap bahwa di tempat perbekalan itu akan selalu tersedia bahan pokok dalam jumlah yang selalu cukup dari waktu ke waktu cukup sehingga hatinya senantiasa bahagia menghadapi kehidupan ini.

Perbekalan yang diberkati berarti bahwa orang yang bekerja dengan baik untuk mengadakan bahan makanannya akan memperoleh yang baik dan perbekalannya tidak pernah kosong. Bukan soal berapa banyak yang tersedia dalam perbekalan yang utama untuk dipikirkan tetapi terutama bahwa di dalamnya selalu tersedia yang cukup dari waktu ke waktu. 

Perbekalan yang diberkati artinya bahwa orang menyadari bahwa makanan yang dibutuhkannya setiap hari itu adalah pemberian Tuhan dan bukan usahanya sendiri untuk memiliki makanan yang mewah dan banyak; makanan itu harusnya selalu baik dan cukup.

Orang yang terobsesi untuk memikiki makanan mewah yang banyak sering tanpa sadar sedang memindahkan hidupnya ke dalam perbekalan sehingga ia justru kehilangan segalanya.

1 Timotius 6:8 
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

25 Oktober 2026

DIBANGUN DI ATAS DASAR

Minggu, 25 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Efesus 2:19-20
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

DIBANGUN DI ATAS DASAR

Dasar persekutuan orang percaya adalah para rasul dan para nabi dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru.

Dasar para rasul dan para nabi bukanlah struktur bahwa yang satu adalah lapis setelah yang lainnya melainkan sebagai pasangan batu pondasi yang kuat karena terdiri dari keduanya.

Bahkan ada dasar yang kelihatan sebagai bentuk kebencian ketika diucapkan oleh yang bernubuat tetapi dipenuhi sebagai kebenaran oleh Allah, yaitu ucapan iman besar bahwa "Lebih baik satu orang mati dari pada seluruh bangsa ini binasa" ketika Yesus diadili oleh mahkamah agama Yahudi.

Dasar iman jemaat adalah kasih Allah yang disampaikan oleh para rasul dan para nabi yang dipenuhi oleh Tuhan Yesus Kristus yang datang sebagai bentuk sempurna kasih Allah kepada dunia ini bagi umat manusia.

Kristus sebagai batu penjuru adalah kenyataan utama iman bahwa para rasul dan para nabi bisa tidak kita pahami pemberitaannya tentang kasih Allah tetapi kehadiran Kristus harus menjadi dasar yang menjiwai persekutuan dan hidup beriman orang percaya.

1 Petrus 2:6
Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."