31 Agustus 2026

MEWARISI KEBAHAGIAAN

Senin, 31 Agustus 2026
Renungan Pagi

Amsal 28:10
Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

MEWARISI KEBAHAGIAAN

Semua orang yang beraktivitas di di dunia ini melakukannya demi memperoleh kebahagiaan.

Salah kaprah yang terjadi adalah bahwa kebahagiaan itu adalah standar material sehingga ada orang yang berbahagia melakukan kejahatan, itu demi kebahagiaan, tetapi sesungguhnya kebahagiaan yang sejati sedang mengikis pergi dari hidupnya; dikikis oleh semakin banyak yang kamu dapatkan semakin sedikit yang kamu miliki.

Menyesatkan orang jujur lebih bisa dipahami sebagai menjebak atau menipu orang jujur terlibat dalam hal-hal yang salah lalu terjadi bahwa orang jujur itu akan terbukti kejujurannya dan orang yang menjebaknya akan terjerat sendiri oleh tipuan yang dilakukannya.

Jika orang jujur menjadi jahat, maka itu namanya pemberontakan kepada nilai kehidupan dan itu harus diganjar dengan lubang kebinasaan.

Orang tak bercela adalah orang yang selalu memandang pada Allah, pada kehendak Tuhan dalam segala waktu dan perkara, dan janji Tuhan adalah bahwa mereka akan mewarisi (dan mewariskan) kebahagiaan.

Mazmur 112:1-2
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 

30 Agustus 2026

PERLINDUNGAN HIKMAT

Minggu, 30 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:12
Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

PERLINDUNGAN HIKMAT

Perlindungan hikmat disamakan dengan perlindungan uang, sama-sama mampu memberikan kebebasan dari penderitaan.

Uang melindungi dari kelaparan, haus, ketiadaan tempat tinggal, dan banyak hal lain lagi. Tetapi uang tidak bisa membeli segalanya; itu tidak bisa membeli kebahagiaan, hubungan yang baik, dan lain sebagainya.

Hal yang tidak dibeli dengan uang dapat diperoleh dengan hikmat. Dengan kata lain, perlindungan hikmat lebih besar dari pada perlindungan uang. Hikmat itu bukan hanya melindungi tetapi juga memelihara hidup.

Hikmat memberi petunjuk tentang cara mendapatkan dan mempergunakan uang dengan baik sementara uang tidak dapat membeli hikmat; hikmat itu tidak untuk diperjualbelikan.

Hikmat yang sesungguhnya adalah pemeliharaan Tuhan atas kehidupan ini; hikmat Tuhan adalah kasihNya yang tidak berkesudahan atas umat manusia. Beruntunglah orang yang menyerahkan hidupnya untuk dipeliharakan dalam hikmat Allah.

Kolose 2:3
sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.