01 Oktober 2026

SATU DARI SEMBILAN

Kamis, 1 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 37:26-27
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.

SATU DARI SEMBILAN

Sepuluh bersaudara menggembalakan kambing domba milik ayah mereka. Saudara mereka, anak yang kesebelas, datang kepada mereka untuk mencari tahu keadaan sepuluh orang saudaranya itu.

Mereka melihat saudara mereka dari jauh dan menyusun rencana untuk membunuh saudaranya itu. Saudara yang mereka benci karena mimpi-mimpinya yang mengatakan bahwa ia akan disembah oleh kesepuluh saudaranya.

Sepuluh menjadi sembilan sebab si sulung menyuarakan untuk 'tidak mengapa-apakan adik mereka yang rencana penyelamatan sepenuhnya adalah dengan siasat melemparkan adik mereka ke sumur.

Suara yang sama, yakni 'tidak mengapa-apakan' adik mereka muncul ditambah dengan nilai keuntungan sehingga menjadi saran untuk menjual adik mereka. Entah, apakah memahami maksud si sulung atau tidak, tetapi Yehuda mengusulkan sesuatu yang didengarkan oleh saudara-saudaranya.

Suara 'the lesser of two evil' - 'yang terbaik di antara yang buruk' saja bisa didengarkan, maka itu adalah undangan untuk membuka hati dan melakukan pilihan 'best of the best'; orang hebat adalah mereka yang selalu menyuarakan dan melakukan yang terbaik.

2 Timotius 2:14
Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.

29 September 2026

SAHABAT ALLAH

Rabu, 30 September 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 2:23
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

SAHABAT ALLAH

Persahabatan itu adalah hubungan timbal balik; berbeda dengan kesetiaan yang lebih pada subjektivitas dari pada relasi. Orang bisa setia kepada pihak yang tidak mengenalnya dan tidak mempedulikannya.

Percaya adalah tindakan menerima kebenaran perkataan atau janji seseorang/pihak lain yang walau sulit diterima oleh nalar karena tidak didukung oleh keadaan.

Persahabatan adalah hubungan yang dilandasi oleh kasih dan kepercayaan antara mereka yang bersahabat itu. Jika ada yang mengkhianati kepercayaan, maka itu adalah awal kehancuran persahabatan.

Percaya itu awal dari perkara-perkara besar yang terjadi dalam kehidupan manusia. Orangtua yang percaya bahwa anaknya punya masa depan yang baik akan menerima hal yang lebih besar dari itu.

Percaya pada diri sendiri, pada kualitas dan sumber daya yang ada dan atau percaya pada orang lain karena kehebatan dan kemampuannya pada akhirnya akan mengecewakan sebab manusia itu tidak ada sempurna. Bersahabat dengan Allah berarti mempercayakan hidup kepada Pribadi yang terpercaya.

Keluaran 34:21
Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.

2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.