04 Maret 2026

MANUSIA YANG DIPERBAHARUI

MANUSIA YANG DIPERBAHARUI
Kolose 3:8-11

Manusia itu makhluk yang dinamis dan membutuhkan standar dalam segala aktivitasnya. Standar dasar manusia adalah moralitas yaitu melakukan segala yang baik menurut ukuran pribadi dan kebersamaan. Tetapi sesuatu yang baik bagi orang atau budaya tertentu bisa tidak baik bagi orang lain dan budaya di tempat yang lain.

Beberapa hal amoral yang disebutkan dalam ayat 8-9 berarti bahwa orang yang tetap melakukannya adalah orang yang tidak bermoral dan itulah hidup orang lama yaitu mereka yang hidupnya dipandu oleh naluri manusia yang berpusat pada dirinya sendiri.

Manusia baru adalah manusia yang menjadi pribadi yang berbeda dari kebanyakan orang karena mereka mendasarkan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah gambar Khalik yang sesungguhnya.

Dengan demikian manusia lama adalah manusia yang hakikatnya rusak sebab semakin pudar dari keadaannya sebagai gambar Allah oleh tabiat manusia yang dikuasai oleh marah, geram (pertahanan diri secara militant terhadap pihak luar); sedangkan kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor adalah serangan terhadap pihak luar agar orang lain menjadi kecil dan diri sendiri yang menjadi menang.

Saling mendustai adalah tindakan yang pada sisi tertentu sering dilakukan oleh manusia demi kebaikan, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, tetapi pada dasarnya bahwa saling mendustai itu adalah kejahatan yang pada akhirnya hanya akan merusak tatanan hidup bersama.

Manusia baru itu bukan pada statusnya sebagai orang Kristen tetapi pada kesediaannya untuk terus diperbaharui di dalam Kristus; semakin menjadi gambar Allah di dalam Kristus berarti semakin baru –semakin menarik– sedangkan semakin jauh dari kehendak Allah adalah manusia lama sama seperti gambar yang semakin pudar.

Manusia baru adalah orang yang terus diperbaharui dengan dalam pengetahuan yang benar tentang gambar Khalik dan semakin menjadikan hidupnya sebagai pelaku kehendak Kristus.

Hal terakhir; manusia baru itu adalah yang menerima dan memperlakukan semua orang secara sama dan tidak membedakan orang karena status, asal usul, perbedaan ekonomi, dan jenis kelamin melainkan saling menerima sepenuhnya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

HORMAT, KASIH DAN TAKUT

Rabu, 4 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:17
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! 

HORMAT, KASIH DAN TAKUT

Empat kualitas hidup yang harus dimiliki oleh manusia dan dilakukannya dalam hidupnya.

Menghormati semua orang adalah panggilan bagi manusia yang hidup di tengah lautan manusia yang jika ia tidak mampu menghargai sesama manusia, maka ia akan menjadi buih yang habis setelah ombak merebak di pantai; tetapi bukan gila hormat dan tidak untuk menjilat, itu kaitannya dengan birokrasi pemerintahan.

Kasih kepada saudara-saudara adalah untuk mengingatkan bahwa semakin banyak yang dikasihi dalam hidup ini, maka akan semakin banyak yang berdiri sebagai saudara; semakin banyak saudara yang dilupakan, akan semakin banyak pergi meninggalkan hidup ini.

Takut akan Allah adalah menghormati semua orang dan hormat kepada pemerintah dan mengasihi semua orang sebagai Saudara.

Hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama adalah damai sejahtera dan sukacita bagi manusia dan tempat tinggalnya.

2 Petrus 1:7
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1 Dilihat

03 Maret 2026

BERSEDIA TINGGAL DI RUMAH ITU

Selasa, 3 Maret 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 2:21
Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

BERSEDIA TINGGAL DI RUMAH ITU

Simbiosis mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan. Musa diuntungkan sebab sebagai orang asing bahkan sebagai seorang pelarian diberi sesuatu yang baik, yaitu tempat untuk hidup.

Tentu saja bahwa hal yang baik harus diimbangi dengan sikap baik yang berbuah pada tindakan yang menampakkan penghargaan pada kebaikan yang diterima.

Titik awal dari hubungan yang saling menguntungkan adalah bersedia tinggal di rumah (itu) sebagai bagian dari rumah itu dan bukan hanya tinggal menjadi parasit.

Rehuel (pada pasal-pasal selanjutnya disebut Yitro) menghargai kesediaan Musa untuk tinggal di rumahnya dengan memberi Zipora, anaknya, menjadi isteri Musa.

Bersedia tinggal di rumah itu diberkati dengan kasih sayang bila seseorang itu tinggal sebagai yang menghargai tempat tinggal itu sebagai tempat Allah menampung hidupnya di dunia ini.

1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
1 Dilihat