23 Agustus 2026

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Minggu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi

Yeremia 26:2 
Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun!

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Seandainya nabi disuruh menyampaikan hal yang baik bagi umat, maka tentu saja tantangan untuk melakukannya kecil, mungkin hanya faktor malas yang biasanya terjadi dalam bentuk ditunda-tunda. Tetapi jikalau tugas itu adalah untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya hukuman sebagai bentuk teguran atas dosa-dosa yang telah dilakukan, maka tugas itu pasti akan terasa sangat berat dan sulit.

Seorang pekerja (hamba Tuhan) yang baik adalah mereka yang walau harus disingkirkan oleh orang-orang yang dilayaninya, namun ia tetap melakukan tugasnya dengan setia untuk menyampaikan firman Tuhan kepada umat Tuhan yang dilayaninya.

Nabi diminta untuk menyampaikan seluruh firman Tuhan tanpa mengurangi sepatah kata pun. Tidak ada hal yang harus disembunyikan dalam pemberitaan firman Tuhan; tentu saja tidak untuk mempermalukan orang tetapi untuk mengingatkan orang tentang kesalahan yang mereka lakukan.

Pada sisi yang lain, ada umat Tuhan yang sering hanya mau mendengar yang baik (sanjungan, pujian, dan sejenisnya) dan tidak mau mendengarkan jika kemunafikannya, ketidaksetiaannya kepada Tuhan, kesombongannya ditegur.

Mari seimbangkan hubungan bahwa nabi itu diutus untuk menyampaikan firman secara penuh dan utuh, maka umat juga semestinya bersedia mendengar seluruh firman Tuhan dan tidak hanya mendengarkan yang disukainya saja.

2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

22 Agustus 2026

MATERAI ORANG BERIMAN

Sabtu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

MATERAI ORANG BERIMAN 

Disebut dasar sebab itu yang melandasi hidup manusia untuk sampai kepada hidup yang kekal; hidup yang tetap sejahtera dalam segala perkara, baik suka maupun duka.

Teguh artinya tidak goyah dan tidak akan bisa ditumbangkan oleh apa pun, tidak oleh rayuan pun tidak oleh desakan kebencian.

Materai (tanda legal yang bersifat hukum) iman itu ada dua, yang pertama adalah Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Semua orang ada dalam kuasa mutlak Tuhan atas segala sesuatu tetapi istilah kepunyaan Tuhan itu adalah dari respons sepenuhnya dari orang yang sadar bahwa ia milik Tuhan untuk berserah kepada Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Materai kedua menegaskan materai pertama yang isinya ialah bahwa siapa yang menyebut nama Tuhan hendaklah (kesediaan dari dalam diri) meninggalkan kejahatan. Orang yang tidak melakukan kejahatan hanya karena takut pada hukum atau karena gila hormat atau demi pengakuan dari manusia berarti belum memenuhi materai yang kedua.

Orang beriman itu baik dan selalu (rajin) melakukan kebaikan itu untuk memuliakan Tuhan yang padaNya segala karya terbaik telah dan selalu dilakukanNya kepada milik kepunyaanNya.

Ulangan 7:9
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan