11 Agustus 2026

IKAN MEMUNTAHKAN YUNUS

Selasa, 11 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yunus 2:10
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

IKAN MEMUNTAHKAN YUNUS

Dari darat ke laut, dari laut ke pusat lautan, bahkan ke dunia orang mati, dan terakhir dari dalam pusat lautan kembali ke darat.

Ikan besar yang menelan Yunus adalah media Allah yang di dalamnya terpadu hukuman atas penolakan Allah tetapi juga kuasa untuk menahan kematian; kepastian bahwa kuasa Allah itu besar.

Kuasa Allah itu melampaui logika manusia. Ikan yang menelan manusia dan tinggal di pusat lautan tetapi manusia yang di dalam perut ikan itu tidak mati adalah perkara yang sangat tidak masuk akal. Iman harus diterima sebagai sesuatu yang di atas akal manusia. 

Sikap manusia membuat perputaran roda kehidupan bergeser dari darat ke laut bahkan ke dasar laut; ke dunia orang mati. Tetapi kasih Allah mengembalikan manusia ke darat; kuasa firman Tuhan pun didengarkan oleh ikan.

Manusia (baca: Yunus) itu makhluk darat dan ia harus kembali ke darat untuk melakukan tugasnya, mewartakan kasih Allah yang besar kepada dunia,

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

10 Agustus 2026

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Senin, 10 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:15
Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Hidupku yang sia-sia adalah ungkapan yang dipakai oleh Pengkhotbah (Salomo-?-) untuk menggambarkan keadaan umum manusia yang sepertinya tidak menggapai hidup yang bermakna di dunia ini.

Segala hal yang dilihat semuanya hanya mengarah pada manusia dalam dua kategori manusia dan dua keadaan; manusia dikategorikan menjadi orang saleh dan orang jahat. Setiap orang mengharapkan umur panjang.

Manusia ada dalam takdir yang sama, pada akhirnya akan mati. Jika hidup untuk waktu yang lama adalah kehormatan, maka dua kategori yang dikemukakan adalah orang saleh yang mati binasa dan orang jahat yang hidup lama.

Hidup perlu diperjuangkan untuk berlangsung lama dan manusia memperjuangkan hidup itu dalam dua cara sesuai dengan kategori manusia, entah dalam kesalehan atau kejahatan.

Mati binasa dalam kesalehan itu bukan berarti bahwa hidup saleh itu salah tetapi mau mengatakan bahwa banyak manusia tidak bisa menerima kesalehan sehingga membunuhnya; hidup lama tanpa kesalehan itu hidup yang sia-sia dalam hidup yang hidup yang sia-sia ini 

2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.