26 September 2026

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Sabtu, 26 September 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 37:29-30
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?" 

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Kisah dua belas laki-laki bersaudara. Satu di antara mereka menimbulkan iri hati di antara saudara-saudaranya yang kemudian bersepakat untuk membunuh saudaranya itu. Satunya masih kecil dan belum memahami konspirasi.

Kesebelasan itu tinggal menjadi sepuluh dan ternyata berkurang lagi satu sebab ternyata yang paling tua di antara mereka tidak setuju dengan konspirasi yang disepakati oleh adik-adiknya.

Tetapi rencana anak sulung, yang disebutkan dalam ayat 21-22, ternyata gagal sebab adiknya yang dibuang ke dalam sumur dan akan diselamatkannya tidak ada lagi di dalam sumur.

"... ke manakah aku ini?" adalah penyesalan diri tentang mengapa ia tidak mengawasi adiknya dengan baik sehingga ia tidak ada lagi di dalam sumur tetapi juga tentang tindakan apa yang akan dilakukannya untuk menemukan dan menyelamatkan adiknya. Ruben itu penyayang.

Kalah jumlah dan tidak menyuarakan isi hati dalam persepakatan akan menjadi kesalahan yang akan disesalkan oleh diri sendiri; dan yang baik itu tidak menjadi bahan pertimbangan umum.

Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

25 September 2026

SAATNYA BELUM TIBA

Jumat, 25 September 2026
Renungan Pagi 

Yohanes 7:30
Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

SAATNYA BELUM TIBA

Setiap saat adalah saat untuk sesuatu; hidup ada dalam waktu dari tindakan saat yang satu ke saat yang lain.

Ada saatnya untuk Yesus ditangkap; Yesus tahu hal ini, dan penulis Injil Yohanes juga tahu hal itu sehingga ia menuliskan keterangan itu.

Saatnya belum tiba untuk terjadinya penangkapan Yesus menjadi saat untuk dengan berani dan tulus melakukan tugas memberitakan kabar baik tentang keselamatan kepada dunia ini, meski Yesus tahu bahwa itu yang akan mengantarnya kepada penangkapan pada saatnya.

Saat-saat hidup ini adalah penyertaan Tuhan yang tidak dapat disentuh oleh manusia; suatu jaminan kepastian kemanan manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Ketika saatnya tiba pun, waktu Yesus ditangkap dan membiarkan diriNya dikuasai, itu pun demi kasihNya kepada umatNya. Tuhan kiranya mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, itu adalah saat untuk melakukan yang terbaik dalam kasih.

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.