Senin, 4 Mei 2026
Renungan Pagi
Amsal 23:19
Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
MENUJUKAN HATI
Tujuan adalah ketetapan yang hendak dicapai. Sering orang salah bertindak dalam suatu perkara karena ia tidak mengetahui dengan benar tujuan yang hendak dicapai.
Pada sisi lain orang yang terlalu fokus pada tujuan tanpa mengetahui keadaan di sekitarnya akan menyebabkan kesalahan fatal. Pada pertandingan sepak bola antar sekolah di mana kedua kesebelasan tidak ada yang memakai pakaian seragam, seorang pemain cadangan masuk lapangan dan ia berlari dengan sangat cepat menggiring bola dan memasukkannya ke gawang timnya sendiri.
Menujukan hati adalah ketetapan untuk mengatur hati agar terus berjalan pada rel yang tertentu sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik hati itu sendiri.
Jalan yang benar adalah cara hidup yang tidak salah dalam tatanan kehidupan sosial, agama, dan hukum. Hati yang tertuju ke sana, ke jalan yang benar itu, adalah orang yang menjadi bijak.
Hanya orang yang mendengar dengan baik ajaran sehat dari orang tua (dan pihak yang bertanggungjawab demi pembentukan karakter yang baik dan benar) akan menjadi orang bijak yang membangun dirinya sendiri dan kehidupan yang bahagia dan senang.
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ..."