11 Juli 2026

HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH


Minggu, 12 Juli 2026
Renungan Pagi

Kejadian 6:8-9
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH

Ada dua orang yang disebut hidup bergaul dengan Allah dan Nuh salah satu di antaranya. Manusia itu berasal dari Allah tetapi sangat sedikit yang disebut sebagai yang bergaul dengan Allah dalam kesaksian hidup yang tertulis di dalam Alkitab.

Hidup bergaul dengan Allah itu ditandai dengan hidup penar dam tidak bercela. Tentu saja sebagai manusia, maka tidak ada orang yang tanpa kesalahan dan kekurangan, tetapi setiap orang yang bergaul dengan Allah dimampukan untuk melihat yang benar dalam segala perkara. 

Tidak mempersalahkan segala sesuatu dan menghakiminya adalah sebuah perkara yang mulia jika dimiliki oleh seseorang sebagai ciri hidupnya sebab manusia itu adalah makhluk yang tidak sempurna dan setiap orang biasanya melakukan yang tebaik menurut dirinya sendiri; sesuatu yang dikerjakan di luar patron 'hidup bergaul dengan Allah' bisa salah dan mendatangkan cela.

Memiliki karakter yang berbeda adalah ciri hidup yang hendaknya dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Jika dunia ini rusak benar oleh kejahatan manusia yang besar, maka orang yang hidup bergaul dengan Allah akan selalu menunjukkan hidup yang setia dan tulus di hadapan Tuhan.

Hidup bergaul dengan Tuhan diberkati dengan mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Dibenarkan, diselamatkan, disayangi, dan diberkati dari waktu ke waktu dan dalam setiap situasi dunia yang selalu semakin memprihantinkan secara iman.

1 Korintus 15:10a 
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.

MENGANGKAT TANGAN MEMUSNAHKAN ORANG YANG DIURAPI TUHAN

Sabtu, 11 Juli 2026
Renungan Pagi

2 Samuel 1:14 
Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?"

MENGANGKAT TANGAN MEMUSNAHKAN ORANG YANG DIURAPI TUHAN

Berita kekalahan perang yang disampaikan oleh seorang perantau dari Amalek yang menjadi prajurit dalam pasukan Saul yang mengalami kekalahan di pegunungan Gilboa dan memberitakan kematian Saul dengan mengubah alur cerita yang dimaksudkan untuk menyenangkan hati Daud.

Orang Amalek ini tahu bahwa Saul tidak tidak menyukai Daud sehingga dengan memberitahukan bahwa raja Saul mati di tangannya atas permintaan Saul sendiri karena beratnya situasi di medan perang, maka Daud akan merasa senang dan memberi hadiah kepadanya.

Daud ternyata tidak senang pada kabar itu dan mempertanyakan tentang keseganan orang Amalek itu untuk memusnahkan orang yang diurapi TUHAN. Segan adalah rasa berat atau tidak mau melakukan sesuatu karena rasa keberatan yang berasal dari dalam hati.

Orang Amalek itu mengakui mengambil nyawa raja Saul atas permintaan untuk menyenangkan Daud ternyata adalah hal yang tidak sesuai dengan htai Daud yang tidak suka melakukan sesuatu untuk menyakiti orang yang diurapi TUHAN.

Sikap hidup yang seharusnya dimiliki oleh umat Tuhan adalah segan untuk melakukan sesuatu yang menyakiti orang yang diurapi TUHAN.

Matius 10:41 
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.