28 Juni 2026

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Minggu, 28 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Mendekat kepada Allah adalah tindakan yang menjadi titik awal hubungan yang indah antara Allah dengan umat-Nya. Jika seandainya jarak kita dengan Allah adalah sepuluh langkah, maka selangkah saja kita mengambil keputusan untuk datang kepadaNya, sembilan langkah Dia datang menemui kita.

Ada dua tindakan mendekat kepada Allah yang merupakan keputusan yang harus dipertanggungjawabkan, yaitu mentahirkan tangan dan menyucikan hati.

Mentahirkan tangan artinya melakukan urusan dengan tidak menipu orang lain, tidak memakai kekerasan, dan tidak memakai kekuasaan untuk menindas orang lain. Menjauhkan dosa dari praktik hidup.

Menyucikan hati ditujukan pada mereka yang suka mendua hati; teguran yang senada dengan mentahirkan tangan tetapi lebih pada sumber motivasi dalam kehidupan manusia yang dorongan dari dalam hati. Menyucikan hati berarti belajar lebih tulus dan fokus pada kemuliaan Tuhan dalam semua yang dilakukan.

Mendekat kepada Allah tanpa ketulusan yang terwujud dalam tindakan nyata tidak akan mendekatkan jiwa kepada Tuhan dan tidak akan menjadi undangan untuk Tuhan mendekat ke dalam kehidupan ini.

Mazmur 24:3-4 
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. ..."
1 Dilihat

27 Juni 2026

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Sabtu, 27 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:5
Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Roh manusia adalah napas hidup yang ditiupkan Allah ke dalam hidup manusia ketika diciptakan. Napas itulah yang menghidupkan manusia dan yang membuat manusia bersemangat untuk mempertahankan hidupnya; pada sisi tertentu roh adalah semangat.

Roh manusia menghubungkannya dengan Tuhan yang adalah asal dari roh itu, hakikatnya seharusnya demikian bahwa roh manusia terhubung dengan Allah sebagai asalnya.

Manusia dalam pengalamannya bahkan sebelum jatuh ke dalam dosa, bisa terhubung dengan sesuatu yang lain; Adam dan hawa tergoda oleh ular (manifestasi iblis-?) sebelum berdosa.

Kitab suci mengatakan bahwa Allah itu mengingini roh manusia sebab roh itu memang milikNya. Cemburu menunjukkan 'kekhususan'. Saudara cemburu kepada orangtua yang lebih mengasihi anaknya yang tertentu; orang yang punya perhatian khusus kepada seseorang akan merasa cemburu ketika orang itu dekat kepada orang lain dan bukan kepada dirinya.

Allah menginginkan dengan cemburu roh manusia sebab itu memang milikNya tetapi manusia sering tidak sadar bahwa di luar Tuhan, rohnya akan tersesat. Roh manusia yang tidak diarahkan kepada Tuhan akan kehilangan segala arti hidup yang sesungguhnya.

Lukas 20:25
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"
1 Dilihat

26 Juni 2026

TIDAK BERCELA

Jumat, 26 Juni 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 14:5
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. 

TIDAK BERCELA

Keadaan seratus empat puluh empat ribu yang ditebus dari bumi dan berada di hadapan Bapa di sorga.

Orang-orang ketebusan Kristus ini diberi kemampuan untuk menafsirkan lagu baru sorgawi yang dinyanyikan oleh bala tentara sorgawi.

Mereka memiliki dua keistimewaan sehingga mampu memahami lagu baru sorgawi itu, pertama mereka tidak dicemarkan perempuan (semuanya laki-laki?) dan mulut yang tidak terdapat dusta yang disebutkan dalam ayat ini.

Orang yang tidak ada dusta di dalam mulutnya merekalah yang disebut sebagai orang tak bercelana. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cela manusia itu ada pada mulutnya; orang beriman perlu jaga mulut.

Kejujuran (tidak ada dusta pada mulut) adalah awal ketulusan yang diberkati dengan kemampuan untuk memahami segala perkara sorgawi.

Yakobus 3:2
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
1 Dilihat