24 Agustus 2026

KAMU SAMA SEPERTI AKU

Senin, 24 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Galatia 4:12
Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.

KAMU SAMA SEPERTI AKU

Keduanya, jemaat di Galatia dan Paulus, memiliki kesamaan, sama-sama baik; mungkin lebih tepat sama-sama menjadi baik dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Kesaksian hidup yang harusnya dimiliki oleh setiap orang adalah belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. Kebaikan yang bukan pura-pura.

Paulus bersaksi bahwa jemaat Galatia itu baik dan ia berusaha menjadi sama dengan baiknya dengan jemaat. Kebaikan tidak cukup untuk dikatakan tetapi dilakukan.

Kesalahan terbesar yang bisa terjadi adalah menipu atau mencurangi orang baik dengan berkedok kebaikan yang ternyata hanya untuk mencari keuntungan atau demi pemenuhan maksud tersendiri; hati-hati menjadi orang baik sebab itu rawan untuk ditipu tapi walau bagaimana pun tetaplah menjadi orang baik.

Harapan Paulus dari jemaat agar jemaat menjadi sama dengan dirinya, 'jadilah sama dengan aku' itu, adalah agar jemaat bukan hanya menjadi baik demi kebaikan itu sendiri tetapi untuk pelayanan yang tulus kepada Tuhan.

Mazmur 125:4
Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati

23 Agustus 2026

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Minggu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi

Yeremia 26:2 
Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun!

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Seandainya nabi disuruh menyampaikan hal yang baik bagi umat, maka tentu saja tantangan untuk melakukannya kecil, mungkin hanya faktor malas yang biasanya terjadi dalam bentuk ditunda-tunda. Tetapi jikalau tugas itu adalah untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya hukuman sebagai bentuk teguran atas dosa-dosa yang telah dilakukan, maka tugas itu pasti akan terasa sangat berat dan sulit.

Seorang pekerja (hamba Tuhan) yang baik adalah mereka yang walau harus disingkirkan oleh orang-orang yang dilayaninya, namun ia tetap melakukan tugasnya dengan setia untuk menyampaikan firman Tuhan kepada umat Tuhan yang dilayaninya.

Nabi diminta untuk menyampaikan seluruh firman Tuhan tanpa mengurangi sepatah kata pun. Tidak ada hal yang harus disembunyikan dalam pemberitaan firman Tuhan; tentu saja tidak untuk mempermalukan orang tetapi untuk mengingatkan orang tentang kesalahan yang mereka lakukan.

Pada sisi yang lain, ada umat Tuhan yang sering hanya mau mendengar yang baik (sanjungan, pujian, dan sejenisnya) dan tidak mau mendengarkan jika kemunafikannya, ketidaksetiaannya kepada Tuhan, kesombongannya ditegur.

Mari seimbangkan hubungan bahwa nabi itu diutus untuk menyampaikan firman secara penuh dan utuh, maka umat juga semestinya bersedia mendengar seluruh firman Tuhan dan tidak hanya mendengarkan yang disukainya saja.

2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.