03 April 2026

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu, 4 April 2026
Renungan Pagi

Ibrani 10:26 
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu sunyi - hari setelah kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, merenungkan segala hidup yang baginya Kristus telah berkorban. Bagi para murid sebuah ketakutan dan rasa bersalah sedangkan bagi orang Yahudi dipandang sebagai hari kemenangan atas penyesatan dan bagi orang kebanyakan adalah keheranan tentang orang baik yang menjadi korban kemarahan bangsaNya sendiri.

Perenungan para murid adalah seputar perkataan Guru mereka yang mengatakan bahwa Ia harus mati untuk kebaikan semua orang agar manusia yang mau menerima kasih Tuhan dengan hati yang tulus diselamatkan; tetapi mereka bersedih dan menjadi tidak peduli lagi pada perkataan guu itu.

Perenungan harus terus berlanjut dan setiap orang bisa merasa berdosa sebab telah menyebabkan kematian Guru mereka, atau karena tidak menemani Gurunya dengan setia sampai akhir. Rasa bersalah bisa dialami oleh orang yang tidak menjalani hubungan yang penuh kasih kepada orang yang telah 'pergi lebih dahulu' dan kesalahan itu tidak bisa diperbaiki lagi.

Tetapi kematian Tuhan Yesus Kristus adalah kematian untuk membebaskan manusia dari dosa sehingga tidak ada lagi kuasa dosa yang bisa mengalahkan orang yang percaya kepadaNya. Kristus sudah menjadi korban yang sempurna atas dosa. Tidak ada dosa yang tidak dihapusNya.

Dosa yang tidak bisa dihapus lagi adalah dosa kekerasan hati, yaitu sengaja berbuat dosa setelah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran. Sudah tahu salah dan akan berdosa ketika melakukannya tetapi tetap saja melakukannya. Kristus mati bagi manusia yang berdosa agar mereka mengetahui kebenaran tentang jalan yang menuju kebenaran dan melalui jalan itu dengan baik; ada undangan terbuka untuk berjalan pada jalan itu - tetapi hati-hati dari istilah tidak layak berjalan pada jalan itu, bukan karena tidak diundang tetapi karena memang tidak mau berjalan.

1 Petrus 2:24 
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
1 Dilihat

02 April 2026

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Jumat, 3 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Manusia pasti akan mati; semua yang hidup akan mengalami kematian dan akan binasa pada waktunya.

Syukur bahwa di dalam kasih Allah ada kenyataan yang mengubah kemutlakan hukum alam tentang kefanaan, yaitu bahwa ketika nafiri terakhir berbunyi, maka semua orang percaya yang masih hidup akan diubahkan dan diangkat ke sorga. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya pada hari itu? Alkitab tidak mengatakannya.

Menyerahkan nyawa kepada Bapa adalah wujud akhir dari kehidupan orang yang tulus dan setia kepada Tuhan sehingga ia yakin bahwa nyawanya berharga kepada Bapa. 

Allah dipercayai untuk menyelamatkan hambaNya dan arti alami dari 'menyerahkan nyawa kepada Bapa' adalah untuk melindunginya dari kematian. Kematian Yesus yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa menggenapi ayat ini dan menjelaskan bahwa penyerahan nyawa itu hanya terwujud dalam hidup yang sepenuhnya dibaktikan kepada Allah.

Tuhan setia adalah keyakinan bahwa Tuhan itu akan selalu melakukan yang terbaik bagi umatNya; diberkati dan dilindungiNya selama hidup di dunia ini dan dibawaNya ke surga pada waktu matinya.

Yohanes 10:17
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
1 Dilihat

01 April 2026

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Kamis, 2 April 2026
Renungan Pagi 

Ayub 7:17-18
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, 
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? 

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Manusia itu agung dalam anggapan Tuhan walau kemampuannya dikalahkan oleh kemampuan makhluk lainnya yang ada di dunia ini. Hanya perhatian Allah yang membuat manusia itu menjadi agung; bukan karena ia adalah makhluk yang memilki kualitas yang lebih baik.

Tuhan datang setiap pagi ke dalam kepada manusia. Untuk apa? Memberikan anugerah kehidupan yang tidak berkesudahan kepada manusia.

Kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia setiap pagi adalah untuk memberi kesadaran bahwa ia dikasihi sehingga ia pun belajar hadir untuk mengasihi sesamanya.

Manusia hidup sehari lebih tua dari hari sebelumnya pada setiap pagi dan itulah sukacita yang besar bahwa Allah selalu datang dan mengiringi perjalanan hidupnya setiap pagi.

Tuhan menguji setiap saat adalah untuk mengetahui tentang setiap orang yang apakah selalu sama kasihnya dan hidupnya yang selalu bersyukur sehingga tidak salah melangkah dalam kehidupan dan menjadi jauh dari rahmat-Nya.

Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 
1 Dilihat