29 Oktober 2026

MENJADI KEBANGGAAN

Kamis, 29 Oktober 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 4:18 
Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.

MENJADI KEBANGGAAN

Wibawa seseorang mempengaruhi lingkungan di mana dia hadir. Jika dia pemimpin, maka mungkin ada yang tidak suka tetapi kemudian wibawa itu terpaksa diterimanya.

Kewibawaan Paulus yang mempengaruhi jemaat Korintus adalah kerendahan hati. Orang yang melakukan tindakan yang didorong oleh sikap rendah hati akan merendahkan diri tetapi bukan rendah diri.

Ketika Paulus meneruskan pelayanannya ke tempat lain, wibawa kerendahan hati itu ditentang oleh orang yang tampil menyombongkan diri sebagai 'orang penting' -- biasanya karena jasa; dan melawan wibawa kerendahan hati.

Besarnya wibawa kerendahan hati Paulus menjadi kebanggaan jemaat tetapi kemudian dinodai oleh orang-orang yang sombong dan ada harapan Paulus untuk datang dan menguatkan mereka lagi.

Ketika suatu kewibawaan yang baik tiba, maka belajarlah untuk menerima kewibawaan itu sebelum engkau menjadi kehilangan damai sejahtera karenanya dan akan menjadi orang pertama yang menyombongkan diri sebagai lawannya pada akhirnya.

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

28 Oktober 2026

DIDIKAN MENDATANGKAN HIKMAT

Rabu, 28 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Amsal 15:33
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

DIDIKAN MENDATANGKAN HIKMAT

Kata didik bisa berarti cara dan upaya untuk membentuk karakter seseorang berdasarkan pengetahuan dan komitmen yang ditanamkan ke dalam sanubari manusia. Demikian ada istilah didikan militer, didikan keras, didikan yang baik, dan lainnya.

Pendidikan bisa dinyatakan tamat atas dasar lamanya waktu belajar dan standar nilai yang diperoleh atau berdasarkan tingkat kemampuan yang dicapai tetvapi pendidikan itu adalah proses yang terus berjalan.

Takut akan TUHAN itu adalah pendidikan, bukan keadaan yang ada pada seseorang secara otomatis karena faktor-faktor tertentu terkait dengan keberadaan di sekitarnya; anak dalam keluarga rohaniwan belum tentu mengerti hal-hal kerohanian.

Hasil pendidikan tentang takut akan TUHAN adalah ketika orang menjadi berhikmat, tahu mengambil keputusan yang baik dan benar serta melakukannya dengan cara yang santun dan cekatan.

Sepaket dengan berhikmat, orang yang memahami didikan takut akan TUHAN itu akan selalu bersikap rendah hati sehingga menjadi orang terhormat dan bukannya menjadi orang yang gila hormat sehingga kehadirannya selalu mengacaukan kehidupan bersama.

1 Korintus 3:18
Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.