TUHAN YESUS MENGGUNAKAN KEKUATAN SURGAWI
Berdasarkan kisah Alkitab, benar bahwa Yesus memiliki kuasa untuk memanggil kekuatan surgawi untuk menolong-Nya, tetapi Ia memilih untuk tidak melakukannya agar rencana keselamatan manusia dapat digenapi.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai hal tersebut:
- Kuasa untuk Memanggil Malaikat: Dalam Matius 26:53, saat Yesus ditangkap, Ia menegaskan bahwa Ia dapat meminta Bapa-Nya mengirimkan lebih dari dua belas batalion (pasukan) malaikat untuk membantu-Nya, namun Ia memilih untuk tunduk pada kehendak Bapa.
- Doa di Getsemani: Sebelum penyaliban, dalam pergumulan yang berat di Taman Getsemani, Yesus berdoa agar cawan penderitaan berlalu, namun Ia berserah pada kehendak Allah. Dalam momen ini, Alkitab mencatat bahwa malaikat datang untuk menguatkan-Nya secara fisik dan emosional (Lukas 22:43).
- Tujuan Penyaliban: Yesus menolak menggunakan kekuatan-Nya untuk melepaskan diri dari salib karena tujuan kedatangan-Nya adalah melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi umat manusia.
- Penyerahan Total: Di kayu salib, Yesus tidak memanggil bantuan, melainkan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, menunjukkan ketaatan mutlak hingga akhir.
Jadi, Yesus memanggil kekuatan (malaikat) untuk menguatkan diri-Nya dalam menghadapi penderitaan (Getsemani), tetapi tidak memanggil kekuatan untuk menyelamatkan diri-Nya dari salib.
------------------------------------
Pasukan sorgawi yang ditunjukkan kepada bujang nabi (lebih tepatnya Elisa, bukan Elia, berdasarkan kisah di 2 Raja-raja 6) adalah gunung yang penuh dengan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi Elisa.
Berikut adalah poin-poin penting kisah tersebut:
- Konteks (2 Raja-raja 6:8-23): Elisa dan bujangnya dikepung oleh pasukan Aram yang besar di kota Dotan, dikirim oleh raja Aram untuk menangkap Elisa.
- Ketakutan Bujang: Ketika bujang Elisa bangun pagi-pagi dan melihat tentara, kuda, dan kereta musuh mengepung kota, ia menjadi takut dan bertanya, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?".
- Jawaban Elisa: Elisa menenangkan bujangnya dengan berkata: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka".
- Penglihatan Sorgawi: Elisa berdoa, "Ya TUHAN, bukalah matanya, supaya ia melihat." Tuhan kemudian membuka mata bujang itu, dan ia melihat gunung di sekeliling Elisa penuh dengan kuda dan kereta berapi.
- Makna: Kereta dan kuda berapi tersebut melambangkan bala tentara surgawi (malaikat) yang melindungi nabi Tuhan dari musuh-musuh duniawi.
Catatan: Kisah ini sering dikelirukan dengan Elia yang naik ke surga dengan kereta berapi (2 Raja-raja 2), namun kejadian pasukan kereta api yang mengelilingi nabi terjadi pada masa pelayanan Elisa.
--------------
Sumber: Google Search