Renungan Pagi
Pengkhotbah 7:15
Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.
HIDUPKU YANG SIA-SIA
Hidupku yang sia-sia adalah ungkapan yang dipakai oleh Pengkhotbah (Salomo-?-) untuk menggambarkan keadaan umum manusia yang sepertinya tidak menggapai hidup yang bermakna di dunia ini.
Segala hal yang dilihat semuanya hanya mengarah pada manusia dalam dua kategori manusia dan dua keadaan; manusia dikategorikan menjadi orang saleh dan orang jahat. Setiap orang mengharapkan umur panjang.
Manusia ada dalam takdir yang sama, pada akhirnya akan mati. Jika hidup untuk waktu yang lama adalah kehormatan, maka dua kategori yang dikemukakan adalah orang saleh yang mati binasa dan orang jahat yang hidup lama.
Hidup perlu diperjuangkan untuk berlangsung lama dan manusia memperjuangkan hidup itu dalam dua cara sesuai dengan kategori manusia, entah dalam kesalehan atau kejahatan.
Mati binasa dalam kesalehan itu bukan berarti bahwa hidup saleh itu salah tetapi mau mengatakan bahwa banyak manusia tidak bisa menerima kesalehan sehingga membunuhnya; hidup lama tanpa kesalehan itu hidup yang sia-sia dalam hidup yang hidup yang sia-sia ini
2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.