Renungan Pagi
Yesaya 22:12-13
Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!"
SEBAB BESOK KITA MATI
Bangsa yang tidak peka pada keadaan hidup berbangsanya dalam statusnya sebagai umat pilihan Allah.
Keadaan mereka berat karena mereka menjauh dari hadirat Tuhan dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Tuhan memerintahkan (tidak melalui firman tetapi melalui membaca situasi yang sulit) agar ada perenungan diri yang bersalah dengan menangis, meratap, menggunduli kepala, dan melilitkan kain kabung, supaya mereka bertobat dan hidupnya diberkati.
Bangsa Israel lebih memilih berpikir pintas pada kenyataan bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan mati dengan menikmati hidup sesuai dengan yang ada padanya dan tidak peduli pada kehendak Tuhan.
'Besok kita akan mati' dalam keadaan yang tidak taat kepada Tuhan hanya akan membawa keadaan 'mati dalam dosa' dan baiklah orang hanya berpesta dalam kesadaran bahwa kapan pun kematian tiba, itu berarti mati dalam sukacita Tuhan.
Roma 14:8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.