27 Maret 2026

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Sabtu, 28 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 42:23
Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian? 

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Perikop ini menggambarkan bangsa Israel sebagai bangsa yang tidak setia yang diibaratkan sebagai orang yang buta dan tuli. Melihat tetapi tidak memperhatikan dan memasang telinga tetapi tidak mendengar.

Memperhatikan dan mendengar itu adalah untuk memperbaiki kehidupan pada masa yang akan datang sehingga kesalahan banyak orang adalah ketika mereka memaksakan kehidupan harus menjadi baik pada waktu sekarang ini juga.

Banyak orang gagal memperhatikan perkara baik untuk dilakukannya sekarang sebab ia berharap yang baik itu harus terjadi sekarang; dibutuhkan dua belas sampai enam belas tahun bersekolah bahkan bisa lebih lama dari itu untuk memperoleh hasil yang siap bekerja.

Butuh waktu dan perhatian besar untuk bisa memperbaiki keadaan hidup yang merosot dalam sisi-sisi moral saat ini; perlu memberikan ajaran yang berwawasan masa depan bagi generasi sekarang untuk mengimbangi perkembangan mereka di dunia teknologi informatika.

Perkara yang perlu diperhatikan adalah ajaran yang besar dan mulia yang diberikan Allah demi maksud penyelamatannya bagi manusia. Buta dan tuli akan hal ini berarti kehilangan segalanya.

2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
1 Dilihat

26 Maret 2026

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Jumat, 27 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kisah Para Rasul 18:14-15
Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Paulus memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa Yunani tetapi selalu berawal dari orang Yahudi sebab Paulus biasanya mulai dengan mengajar di rumah ibadat orang Yahudi.

Orang Yahudi pada umumnya menolak ajaran Paulus sebab dianggap tidak sesuai dengan ajaran Taurat dan karena itu Paulus dianggap sebagai musuh bagi mereka. Karena kebencian mereka kepada Paulus, maka mereka membawa Paulus ke pengadilan menghadapkannya ke penguasa baru, gubernur Akhaya, yaitu Galio.

Paulus mau memberi sanggahan atas tuduhan orang-orang Yahudi tetapi penolakan Galio atas tuduhan itu mengakhiri jalannya persidangan.

Hal untuk direfleksikan adalah bahwa dalam hal kepercayaan kepada Tuhan, kebencian itu adalah perkara yang hanya bisa diurus secara pribadi. Ketika kebencian timbul, maka belum tentu bahwa itu adalah kesalahan orang yang dibenci.

Lebih jauh dari itu, penghakiman dunia tidak bisa mengurusi pekerjaan Tuhan sehingga ketika kehidupan rohani dicampuri oleh sistem duniawi, maka itu akan merusak tatanan rohani dan menghancurkan tatanan persekutuan; biarkanlah urusan persekutuan diurusi secara ke dalam dan dalam suasana persekutuan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

AWAL SEGALA SESUATU

Kamis, 26 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: dan "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

AWAL SEGALA SESUATU

Segala sesuatu tidak dimaksudkan untuk alam semesta (entire) tetapi untuk segala sesuatu terkait manusia. Adam masih seorang diri sebab Hawa belum diciptakan.
Kesendirian pun harus diterima sebagai keadaan yang pernah ada dalam taman Eden.

Firman ini adalah firman yang pertama bagi manusia dan menggambarkan kasih Allah yang besar. Hidup manusia hanyalah anugerah dan keberlangsungannya adalah kasih Allah.

Perintah pertama adalah tentang ekonomi; semua pohon dalam taman ini boleh kau makan. Manusia bebas memilih buah pohon mana pun untuk dimakan, apa saja halal. Makan dengan bebas artinya bebas memilih jenis dan bebas jumlahnya. Tidak perlu diet dalam kasih Tuhan.

Tetapi kemudian ada batasan yang ditegaskan, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tidak boleh dimakan. Hidup untuk tidak untuk merdeka burung tetapi untuk sadar pada batasan-batasan yang telah ditetapkan; semakin baik kesadaran akan batas-batas hidup semakin baik hidupmu.

Manusia yang melanggar akan mengalami risiko mati, bukan hanya secara fisik tetapi secara moral. Orang yang melanggar bahkan dalam rana 'masih wajar pun' tetap mematikan kebebasan mutlak dalam dirinya.

1 Petrus 1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1 Dilihat