13 Februari 2026

KEKUATAN SORGAWI

TUHAN YESUS MENGGUNAKAN KEKUATAN SURGAWI


Berdasarkan kisah Alkitab, benar bahwa Yesus memiliki kuasa untuk memanggil kekuatan surgawi untuk menolong-Nya, tetapi Ia memilih untuk tidak melakukannya agar rencana keselamatan manusia dapat digenapi.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai hal tersebut:
  • Kuasa untuk Memanggil Malaikat: Dalam Matius 26:53, saat Yesus ditangkap, Ia menegaskan bahwa Ia dapat meminta Bapa-Nya mengirimkan lebih dari dua belas batalion (pasukan) malaikat untuk membantu-Nya, namun Ia memilih untuk tunduk pada kehendak Bapa.
  • Doa di Getsemani: Sebelum penyaliban, dalam pergumulan yang berat di Taman Getsemani, Yesus berdoa agar cawan penderitaan berlalu, namun Ia berserah pada kehendak Allah. Dalam momen ini, Alkitab mencatat bahwa malaikat datang untuk menguatkan-Nya secara fisik dan emosional (Lukas 22:43).
  • Tujuan Penyaliban: Yesus menolak menggunakan kekuatan-Nya untuk melepaskan diri dari salib karena tujuan kedatangan-Nya adalah melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi umat manusia.
  • Penyerahan Total: Di kayu salib, Yesus tidak memanggil bantuan, melainkan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, menunjukkan ketaatan mutlak hingga akhir.
Jadi, Yesus memanggil kekuatan (malaikat) untuk menguatkan diri-Nya dalam menghadapi penderitaan (Getsemani), tetapi tidak memanggil kekuatan untuk menyelamatkan diri-Nya dari salib.
------------------------------------
Pasukan sorgawi yang ditunjukkan kepada bujang nabi (lebih tepatnya Elisa, bukan Elia, berdasarkan kisah di 2 Raja-raja 6) adalah gunung yang penuh dengan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi Elisa.
Berikut adalah poin-poin penting kisah tersebut:
  • Konteks (2 Raja-raja 6:8-23): Elisa dan bujangnya dikepung oleh pasukan Aram yang besar di kota Dotan, dikirim oleh raja Aram untuk menangkap Elisa.
  • Ketakutan Bujang: Ketika bujang Elisa bangun pagi-pagi dan melihat tentara, kuda, dan kereta musuh mengepung kota, ia menjadi takut dan bertanya, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?".
  • Jawaban Elisa: Elisa menenangkan bujangnya dengan berkata: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka".
  • Penglihatan Sorgawi: Elisa berdoa, "Ya TUHAN, bukalah matanya, supaya ia melihat." Tuhan kemudian membuka mata bujang itu, dan ia melihat gunung di sekeliling Elisa penuh dengan kuda dan kereta berapi.
  • Makna: Kereta dan kuda berapi tersebut melambangkan bala tentara surgawi (malaikat) yang melindungi nabi Tuhan dari musuh-musuh duniawi.
Catatan: Kisah ini sering dikelirukan dengan Elia yang naik ke surga dengan kereta berapi (2 Raja-raja 2), namun kejadian pasukan kereta api yang mengelilingi nabi terjadi pada masa pelayanan Elisa.
--------------
Sumber: Google Search
1 Dilihat

12 Februari 2026

MENASIHATI BIDAT

Kamis, 12 Februari 2026
Renungan Pagi 

Titus 3:10
Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 

MENASIHATI BIDAT

Bidat adalah orang yang mempunyai ajaran yang sesat. Tentu saja ajaran itu berasal dari pokok-pokok iman yang dipengaruhi oleh roh dunia.

Seorang bidat biasanya adalah orang pintar yang karena merasa hebat menempatkan dirinya di atas segala sesuatu, bahkan merasa lebih tinggi dari Tuhan.

Sebab berasal dari orang pintar, maka biasanya ajaran sesat, yang berasal dari bidat itu, susah untuk disadari oleh pengikutnya sebagai ajaran yang sesat.

Tanggung jawab hamba Tuhan (setiap orang bagi saudaranya di dalam Tuhan) adalah untuk tetap memberi nasihat; satu dua kali kepada seorang bidat. Jika tidak mau mendengar, maka ia dijauhi untuk ia menyadari bahwa ia telah menyebabkan kekacauan dan menyesalinya dan lalu Tuhan yang dimuliakan. Itu harapan persekutuan sebagai tubuh Kristus.

Hal terburuk adalah bahwa ketika dijauhi, maka bidat itu pergi dan meninggalkan persekutuan tetapi itu lebih baik dari pada tetap menjadi bagian tetapi menjangkiti seluruh tubuh dengan kesesatan.

Maleakhi 2:6
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
1 Dilihat

11 Februari 2026

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK ASAM LAMBUNG

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK ASAM LAMBUNG

Ramuan tradisional untuk asam lambung yang efektif umumnya berbahan dasar jahe, kunyit, madu, sereh, dan lidah buaya, yang berkhasiat meredakan peradangan, menurunkan asam, dan menenangkan perut. Konsumsi rutin seperti jahe hangat atau ramuan empon-empon dapat membantu mengurangi gejala maag dan GERD. 

Berikut adalah beberapa pilihan ramuan tradisional yang aman dikonsumsi:

Rebusan Jahe dan Madu: Jahe memiliki sifat gastroprotektif yang mencegah asam lambung naik dan melawan bakteri H. pylori. Jahe yang direbus, disaring, lalu ditambahkan madu dapat dikonsumsi 30 menit sebelum makan.

Air Kunyit: Mengandung kurkumin, zat antiinflamasi yang mengurangi peradangan pada lambung dan esofagus. Parutan kunyit dapat direbus atau diseduh air panas.

Ramuan Sereh, Pandan, dan Jahe: Rebusan ketiga bahan ini, ditambah sedikit madu, berkhasiat meredakan gejala GERD.
Jus Lidah Buaya: Gel lidah buaya murni (tanpa pemanis) membantu melapisi dinding lambung dan mengurangi rasa terbakar di dada.

Teh Chamomile: Memiliki sifat menenangkan dan antiinflamasi yang efektif mengurangi peradangan pada kerongkongan.

Air Kelapa Muda: Kandungan kalium dalam air kelapa membantu menyeimbangkan pH tubuh dan mengurangi keasaman lambung. 

Tips Tambahan:
Pisang dan Pepaya: Konsumsi buah-buahan ini untuk membantu meredakan nyeri ulu hati.

Kurangi Pemicu: Hindari makanan pedas, asam, kafein, dan cokelat saat asam lambung kambuh. 

Catatan: Ramuan ini bertujuan membantu meredakan gejala ringan. Jika gejala berlanjut atau parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Sumber: google search 
1 Dilihat