17 Oktober 2026

NYALA API SIKSAAN

Sabtu, 17 Oktober 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 4:12 
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

NYALA API SIKSAAN

Api adalah salah satu cara yang dipakai manusia untuk menyiksa sesamanya manusia. 

Penyiksaan biasanya dimaksudkan untuk mengalahkan orang lain atau untuk memaksa orang melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak orang yang menyiksa.

Cara itu dari manusia dan bukan dari Allah dan semakin parah jika berasal dari Iblis sebab ia bisa hadir dalam bentuk tipuan yang kelihatan menarik tetapi pada akhirnya membinasakan secara penuh.

Allah itu menghukum tetapi tidak untuk maksud membinasakan dan merusak hidup umat-Nya melainkan untuk membawanya kembali ke jalan kebenaran yang menyelamatkan.

Orang sering melegalkan kesalahannya (baca: dosanya) dengan alasan terpaksa. Jangan heran atas nyala api siksaan yang terjadi dan jangan kalah atas itu. Katakanlah bahwa nyala api siksaan itu, walau sehebat apa pun, hanya hal kecil dan tidak akan membuat saya jauh dari iman.

Lukas 16:10 
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. ..."

16 Oktober 2026

TUHAN MENGASIHI ORANG-ORANG BENAR

Jumat, 16 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 146:8 
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

TUHAN MENGASIHI ORANG-ORANG BENAR

Manusia itu penuh dengan kelemahan dan ia melakukan banyak kesalahan; sebab pengetahuannya terbatas, nalarnya tidak mencakup setiap aspek, dan tindakannya tidak sempurna.

Tuhan mengasihi orang-orang benar adalah pertanda bahwa manusia yang penuh kelemahan itu membutuhkan kehadiran Tuhan untuk membuatnya jadi benar.

Tuhan membuka mata orang-orang buta adalah kiasan bahwa sering manusia kesulitan untuk melihat ke depan sebab ia tertekan oleh kesulitan yang ada sekarang; dengan datang kepada Tuhan, pengharapan semakin besar.

Tuhan menegakkan orang yang tertunduk adalah pertanda bahwa manusia itu lemah secara fisik dan psikis dalam menanggung beban. Tertunduk sering menunjukkan keadaan 'kalah' dalam hubungan komunikasi dengan orang lain; dipermalukan, diberi beban di luar batas kemampuan.

Tuhan mengasihi orang-orang benar adalah peneguhan bahwa manusia itu bisa salah dalam hubungan dengan sesamanya tetapi kualitas hubungan dengan Tuhan tidak pernah boleh terputus oleh apa pun.

1 Petrus 3:12
"... Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."