28 Oktober 2026

DIDIKAN MENDATANGKAN HIKMAT

Rabu, 28 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Amsal 15:33
Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

DIDIKAN MENDATANGKAN HIKMAT

Kata didik bisa berarti cara dan upaya untuk membentuk karakter seseorang berdasarkan pengetahuan dan komitmen yang ditanamkan ke dalam sanubari manusia. Demikian ada istilah didikan militer, didikan keras, didikan yang baik, dan lainnya.

Pendidikan bisa dinyatakan tamat atas dasar lamanya waktu belajar dan standar nilai yang diperoleh atau berdasarkan tingkat kemampuan yang dicapai tetvapi pendidikan itu adalah proses yang terus berjalan.

Takut akan TUHAN itu adalah pendidikan, bukan keadaan yang ada pada seseorang secara otomatis karena faktor-faktor tertentu terkait dengan keberadaan di sekitarnya; anak dalam keluarga rohaniwan belum tentu mengerti hal-hal kerohanian.

Hasil pendidikan tentang takut akan TUHAN adalah ketika orang menjadi berhikmat, tahu mengambil keputusan yang baik dan benar serta melakukannya dengan cara yang santun dan cekatan.

Sepaket dengan berhikmat, orang yang memahami didikan takut akan TUHAN itu akan selalu bersikap rendah hati sehingga menjadi orang terhormat dan bukannya menjadi orang yang gila hormat sehingga kehadirannya selalu mengacaukan kehidupan bersama.

1 Korintus 3:18
Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.

27 Oktober 2026

PERCAYA DAN MENGAKU

Selasa, 27 Oktober 2026
Renungan Pagi

Roma 10:10 
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

PERCAYA DAN MENGAKU

Manusia sadar bahwa ia pasti binasa dan karena itu ia selalu berusaha untuk menemukan 'kuasa yang lebih kuat di luar dirinya' untuk memberikan keselamatan.

Keadaan yang sering dianggap paling utama yang disadari perlu dijaga adalah 'hidup'; bahwa ada napas yang mengalir dari hidung pertanda bahwa ia masih ada di sini. Jika embusan napas tidak ada lagi, maka ia sudah pergi ke dunia yang tidak terjangkau oleh kehidupan dan yang tidak memiliki pintu untuk kembali dari sana.

Keselamatan memang mencakup soal bagaimana terus bernapas tetapi itu adalah dimensi yang kecil dari seluruh keselamatan yang direnungkan dalam karya Allah bagi manusia di dalam Yesus Kristus; Pribadi yang membuat kita melihat bahwa kematian-Nya adalah keselamatan terbesar bagi manusia.

Percaya dengan hati artinya bahwa 'percaya kepada Allah' itu
janganlah hanya tentang penampakan pada sisi luar saja tetapi bagaimana hal itu dijiwai sampai ke hati sehingga bukan sekedar semacam topeng untuk menipu kehidupan di sekitar yang pada akhirnya hidup,

Mengaku dengan mulut mengacu pada percaya dengan hati itu dan mengungkapkannya dengan cara yang baik dan benar juga, Sering orang gagal dalam kehidupan sebab mereka tidak mampu mengungkapkan isi hatinya (percayanya yang ada di sana) dengan bahasa yang baik dan hangat.

Habakuk 2:4
Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.