06 April 2026

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN

Selasa, 7 April 2026
Renungan Pagi 

Daniel 9:13
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu. 

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN 

Pengakuan iman dan perenungan Daniel atas keadaan bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa yang tinggal di daerah asing tidak sebagai perantau tetapi sebagai orang buangan ~ hukuman atas dosanya.

Dihukum karena tidak setia kepada Tuhan telah dituliskan dalam kitab Taurat bahwa itu berakibat datangnya malapetaka. Hal ini juga tertulis dalam pengetahuan umum manusia disebut hukum karma dari kesadaran hati nurani manusia yang selalu membisikkan kebaikan bagi seluruh makhluk.

Tidak setiap malapetaka adalah dosa tetapi perlu untuk mengingat bahwa malapetaka pun bisa membuat orang yang tidak tulus berdosa.

Memohon belas kasihan Tuhan agar kehidupan ini tidak mengalami malapetaka karena dosa dan tidak berdosa karena malapetaka dapat dilakukan dengan berbalik dari (tidak lagimelakukan) kesalahan.

Tidak ada manusia yang sempurna tetapi janganlah dengan sengaja orang melakukan kesalahan dan dosa yang menyakiti Tuhan dan sesama. Memperhatikan kebenaran yang dari Tuhan adalah rahasia kehidupan yang aman dari malapetaka yang membinasakan.

Roma 6:12
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
1 Dilihat

DISIAPKAN OLEH IKAN

Senin, 6 April 2026
Renungan Pagi

Matius 17:27 
"... Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

DISIAPKAN OLEH IKAN

Terjadi di Kapernaum; daerah yang dijadikan Yesus sebagai tempat utama bagiNya dan murid-muridNya.

Petugas bea Bait Allah datang dan bertanya kepada Petrus tentang apakah guru mereka tidak membayar bea Bait Allah sebesar dua dirham. Petrus dan Yesus berdiskusi bahwa seharusnya yang membayar bea adalah orang asing supaya rakyat lepas dari tanggung jawab itu.

Bea dibutuhkan untuk membangun kehidupan bersama tetapi sering masalah bagi manusia dalam persekutuannya jika tidak diatur dengan baik. Terlalu banyak bea akan membuat orang merasa tidak nyaman menjalani hidup.

Tuhan Yesus tidak menolak secara mutlak tetapi membayar bea itu untuk tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang menagih bea itu dan bagi penyelenggara yang memerintahkan penagihan itu.

Tuhan Yesus tidak memiliki uang yang banyak sehingga tidak merasa berat untuk membayar bea itu melainkan bahwa Ia hendak memberitahukan bahwa apa yang bisa dilakukan bagi orang lain, hendaknyalah kita melakukannya; Bagi Tuhan bahkan uang itu bisa disiapkan oleh ikan asalkan kita bersedia melakukan sesuatu yang berguna.

Kolose 3:23 
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

04 April 2026

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Minggu, 5 April 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:15
Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Dimulai dari adanya berita damai sejahtera yang dibawa oleh orang (orang-orang) yang berjalan di atas gunung-gunung.

Isi berita itu adalah keamanan dari serangan orang dursila; bangsa dursila ini telah dilenyapkan oleh kuasa dan cara Allah sendiri.

Karena kasih pembebasan Allah, rayakanlah hari rayamu dengan penghayatan yang sungguh. Pada perayaan Paskah ini kita merayakan hari kemenangan atas dosa dan kuasa maut, dan itu Kemangan mutlak. 

Paskah hendaknya dimaknai dengan tidak ada lagi orang yang mengatakan hakikat manusia adalah 'orang berdosa' walau kita harus selalu sadar bahwa 'manusia itu tidak ada yang sempurna'. 

Mari melakukan kebaikan dengan sebaik-baiknya dan bukan hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi. Melakukan hal ini adalah nazar orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, sebab umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sudah menjadi nazir Allah untuk mensyukuri kasih Allah dengan memuliakan Allah.

Matius 5:16
"... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang dialami sorga."
1 Dilihat