21 Mei 2026

SUMBER AIR HIDUP

Kamis, 21 Mei 2026
Renungan Pagi 

Kidung Agung 4:15
O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon! 

SUMBER AIR HIDUP

Air adalah anasir kehidupan; tanpa air tidak akan ada kehidupan. Jika diurai secara menyeluruh bagian tubuh manusia terdiri dari enam puluh persen air.

Mata air di kebun berarti sumber hidup bagi kebun itu dan sumber hidup bagi pemilik kebun itu dan setiap orang yang bisa datang untuk memperoleh air di sana.

Sumber air hidup adalah keadaan tanaman yang setelah menyerap air mengalirkannya kembali dalam keadaan yang baik dan sehat sehingga dapat menunjang kehidupan. Jika yang dimaksud sebagai sumber air hidup adalah mata air di kebun itu, maka itu pertanda bahwa sumber air itu adalah sumber air yang baik.

Mata air yang bersumber dari aliran air gunung Libanon, yaitu hutan lebat yang hidup dan menghidupkan daerah sekitarnya adalah gambaran bahwa hidup itu adalah aliran yang saling mempengaruhi secara sehat. Jika air dari hutan Libanon rusak karena beracun, maka hilanglah syair tentang mata air di kebun yang adalah sumber air hidup,

Syair ini petikan lagu yang mengatakan kebesaran cinta karena cinta yang menghidupkan setia orang sehingga sungguh-sungguh hidup dan menghidupkan sesamanya; cintalah mata air itu dan itu jugalah sumber air hidup.

Yohanes 4:14
"... tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
1 Dilihat

19 Mei 2026

HAKIM YANG ADIL

Rabu, 20 Mei 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 9:5
Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta. 

HAKIM YANG ADIL

Alasan dari pujian yang disampaikan oleh pemazmur kepada Tuhan dalam keseluruhan pasal ini.

Perkara hidup yang dimaksudkan adalah bahwa ada tindakan permusuhan dari mereka yang secara sepihak membenci sesamanya. Pemazmur dibenci walau ia berjalan pada jalan yang seharusnya, yakni jalan kebenaran.

Hak yang dibela Tuhan bahwa ia dinyatakan benar walau ia dituduh bersalah; ditempat orang fasik, orang baiklah penjahatnya sebab itu tidak sesuai dengan cara hidup di sana,

Perkara kehidupan di dunia orang fasik bisa berat sebelah pada sisi kepentingan dan kenyamanan orang-orang tertentu dan hakimnya tergantung pada kekuasaan, sebab itu di sana kebenaran tersingkir.

Allah sebagai hakim yang adil akan selalu tetap sebab tidak ada yang dapat menggantikan takhta pengadilan Allah. Ia adil dan perkara selalu berpihak pada kebenaran untuk mengangkat orang yang berserah kepada Tuhan mencapai haknya; diberi tempat yang benar dan dibawa ke kehidupan yang layak bersukacita bersama Tuhan.

2 Timotius 4:8
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
1 Dilihat

KEMENANGAN BERSAMA TUHAN

Selasa, 19 Mei 2026
Renungan Pagi 

2 Samuel 12:30
Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu.

KEMENANGAN BERSAMA TUHAN

Mahkota Daud adalah hasil rampasan perang ketika melawan kota Raba (ibukota bangsa Amon).

Beratnya setalenta emas; itu sekitar 34-35 kg. Berat ini dipertanyakan tentang bagaimana mengenakannya. Tafsiran banyak orang bahwa itu tidak ditaruh di atas kepala tetapi diikat tergantung dan terpasang pada kepala dengan menyetel mahkota turun naik untuk disesuaikan itu ketika duduk atau berdiri dengan tali penggantungnya.

Ada anggapan bahwa mahkota raja Daud ditempa dari mahkota raja Raba dan dengan demikian mau mengingatkan bahwa kemuliaan Daud sebagai raja hanyalah anugerah kemenangan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Daud tidak memiliki emas sendiri dan tidak mempunyai pengrajin sendiri untuk menempa mahkotanya sebagai kemuliaan bagi dirinya sendiri tetapi memiliki Allah yang berkuasa memberinya kemenangan.

Kemuliaan manusia bukan terletak pada miliknya untuk dibanggakan tetapi pada kemenangan bersama Tuhan; kemenangan terbesar manusia adalah ketika dia bisa mengalah kesombongan dalam dirinya sendiri.

Mazmur 8:5-6
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
1 Dilihat