12 Juni 2026

PENGUASA SATU-SATUNYA

Sabtu, 13 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

PENGUASA SATU-SATUNYA

Orang yang masuk menyelusup adalah istilah yang mau menggambarkan tentang adanya orang yang ada di dalam tetapi tidak sepenuhnya sebagai anggota; musuh dalam selimut, demikian orang-orang secara umum menyebutkannya.

Ditentukan untuk dihukum lebih baik dibaca sebagai yang telah mengeraskan dirinya untuk terus melanggar sehingga tidak terhindar dari penghukuman yang akan datang.

Fasik adalah keadaan jiwa yang selalu melakukan kejahatan. Kelemahan orang untuk menyadari kesalahannya adalah bahwa orang sering berpikir sebagai yang paling benar. Kefasikan yang paling menyakitkan adalah kehadiran orang yang selalu merasa benar dalam segala hal.

Menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu adalah gambaran orang-orang yang mengatasnamakan bekerja bagi Allah yang adalah sumber kasih karunia tetapi ternyata didorong oleh hawa nafsu.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya adalah tindakan orang yang disebut sebagai yang fasik; tindakan yang menyangkal Penguasa Satu-Satunya. Dengan demikian, orang beriman diingatkan untuk melandaskan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah satu-satunya penguasa. Penguasa itu akan menyertai seluruh perkara hidup umat yang dikasihiNya.

2 Yohanes 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1 Dilihat

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN

Jumat, 12 Juni 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:11
Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN 

Manusia ditempatkan ke dalam dunia untuk memuliakan nama Tuhan (Yesaya 43:7) dengan melakukan perbuatan yang baik (Efesus 2:10); itulah tujuan penciptaan manusia.

Merancang kejahatan kepada Tuhan adalah tindakan yang alamatnya bukanlah kepada Tuhan secara langsung tetapi kepada sesama manusia.

Memberi nasihat dursila adalah mereka yang kelihatan seperti memberi nasihat tetapi sebenarnya sedang menipu sesamanya itu dengan bahasa yang kelihatan indah tetapi sebenarnya menjerumuskan.

Tidak akan ada rancangan kejahatan kepada Tuhan yang akan berhasil sebab Tuhan mengetahui segala hal dan Ia melindungi orang-orangNya dengan 'keselamatan' yang dari padaNya sendiri.

Rancangan kejahatan kepada Tuhan hanya akan membuahkan penghukuman baik bagi dirinya sendiri maupun kepada semua yang mengikuti cara hidupnya.

Yesaya 32:8 
Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.
1 Dilihat

11 Juni 2026

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Kamis, 11 Juni 2026
Renungan Pagi 

Ratapan 1:4
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. 

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Penyebabnya adalah karena tidak ada lagi pengunjung-pengunjung perayaan yang biasanya dilakukan di Sion (=Yerusalem). Dengan demikian, sesungguhnya kesedihan jalan-jalan ke Sion adalah keadaan Sion yang memprihatinkan; tidak ada lagi daya tariknya.

Kegagalan hubungan dengan Tuhan akan membuat orang berada pada kehidupan yang sunyi sebab rusaknya hubungan dengan Tuhan akan merusak hubungan dengan sesama juga. Gerbang yang sunyi adalah 

Keluh kesah imam dalam kehidupan Israel yang diratapi oleh nabi adalah karena sulitnya kehidupan yang disebabkan oleh ketidaksetiaan bangsa itu kepada Tuhan tetapi juga kegagalan mereka untuk berbuat sebaik mungkin atas tanggung jawab mengajar umat ke jalan jalan yang benar.

Kesedihan dara-dara Yerusalem disebabkan oleh hidup para imam yang memilukan. Hati para imam sendiri pilu oleh hidup yang tidak menentu di luar Tuhan.

Selalu ada waktu untuk mulai membersihkan jalan dari tertimbun oleh lumpur kenajisan dengan membangun kota kediaman yang ramai dengan kehidupan rohani yang menarik untuk orang datang lagi kepada Tuhan.

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1 Dilihat