20 April 2026

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Senin, 20 April 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:2-3
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Bayi adalah anak yang masih kecil dan belum menyadari banyak realita kehidupan dan tidak mampu untuk mengungkapkan rasa dan kebutuhannya.

Air susu yang murni dan rohani adalah gambaran ketergantungan hidup secara total kepada Tuhan yang adalah sumber hidup.

Air susu adalah satu-satunya makanan yang baik, sehat dan bergizi bagi bayi dalam pertumbuhannya. Dia menjadi rohani sebab itu yang menjadi ikatan batinnya dengan ibu yang menyusuinya. Anak yang mendurhaka adalah anak yang tidak bertumbuh dalam kehidupan rohaninya.

Pertumbuhan itu mengarah ke keselamatan; di luar itu adalah pertumbuhan yang tidak sehat sebab pada akhirnya hidup hanya akan terpusat pada kehormatan duniawi yang mengarahkan manusia menjadi makhluk egois; terpusat pada diri sendiri - sentrifetal.

Hanya anak yang sadar akan kebaikan air susu ibu yang bertumbuh pula dalam pertumbuhan rohani yang baik; kebaikan Tuhan itu sangat besar, dengan mengecapnya saja sudah cukup untuk bergantung kepadanya dalam seluruh hidup ini untuk bertumbuh menjadi makhluk keagungan Tuhan sepenuhnya.

Efesus 4:14-15
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
1 Dilihat

19 April 2026

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Minggu. 19 April 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

IBADAH MENGEKANG LIDAH 

Lidah adalah pengatur aliran udara yang menggetarkan pita suara untuk mengeluarkan bunyi. Suara yang dihasilkan oleh gerakan lidah adalah sarana komunikasi manusia dan sesamanya dan dengan Tuhannya.

Menganggap diri beribadah berarti orang yang selalu taat mengikuti jam-jam ibadah secara rutin. 

Ibadah yang sia-sia adalah kehadiran dalam jam ibadah yang tidak menghasilkan hidup yang diberkati dalam keseharian sebab hidupnya jauh dari kehendak Tuhan.

Lidah yang tidak dikekang artinya yang tidak dikontrol dengan cara yang baik dan tujuan yang baik dalam berkata-kata sehingga banyak kata yang keluar menyakiti orang lain dan ibadah menjadi sia-sia karenanya; 
mengekang lidah adalah ibadah yang perlu dilakukan setiap waktu,

Pengkhotbah 5:2
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
1 Dilihat

18 April 2026

BERTAMBAH KAYA

Sabtu, 18 April 2026
Renungan Pagi

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 

BERTAMBAH KAYA

Menyebar harta bukanlah berarti memboroskan harta atau memamerkan harta kepada orang lain. Dalam terjemahan versi yang lain, disebutkan 'gemar memberi' dan itulah yang dimaksudkan dengan menyebar harta.

Pepatah sedikit-sedikit jadi bukit mengingatkan tentang prinsip mengumpulkan yang kemudian ditambahkan prinsip hemat pangkal kaya membuat manusia berpikir bahwa untuk menjadi orang berada itu butuh pelit.

Menghemat luar biasa adalah kecenderungan manusia untuk hanya menggunakan serba sedikit dari harta bendanya dengan tujuan menghemat sehingga ia (dan keluarganya) makan yang kurang dan serba terbatas dalam fasilitas hidup karena menganggap bahwa harta akan habis. Jika orang yang memiliki harta benda dan uang yang berpikir demikian, maka ia adalah orang kaya yang miskin. 

Berkekurangan bukan hanya soal ada pada saat ini tetapi ada ketersediaan sumber daya pendukung hidup untuk sepanjang waktu selama hidup di dunia ini; tetapi juga soal fakta yang dipengaruhi oleh pikiran hemat.

Rumus iman adalah semakin memberi semakin diberi sebab apa yang kauperbuat kepada sesamamu akan diperbuat juga kepadamu oleh Tuhan. Semakin memberi semakin didoakan dan itulah kekayaan terbesar.

Kisah Para Rasul 20:35
"... Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
1 Dilihat