08 Juni 2026

TERIKAT DI SORGA

Selasa, 9 Juni 2026
Renungan Pagi 

Matius 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

TERIKAT DI SORGA

Dunia ini adalah gambaran sorga. Apa yang terjadi di dunia ini adalah apa yang terjadi di sorga dan pada akhirnya akan terjadi sepenuhnya ketika orang sudah masuk keselamatan kekal.

Sorga itu adalah tempat sejahtera dan pastilah di sana tidak ada hal lain selain sukacita. Tidak ada sorga di mana ada situasi yang berbeda bagi orang orang yang berbeda.

Terikat di bumi terikat di sorga adalah soal kesetiaan umat yang dilayani oleh rasul dengan tertib hidupnya. Terikat artinya jika seseorang dinyatakan terbatas dalam partisipasi aktivitasnya dalam persekutuan karena ada pelanggaran yang terjadi sehingga ada keretakan yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Dengan kata lain terikat di bumi adalah orang yang hubungan dengan sesamanya rusak. Jika keadaan ini tidak diperbaiki, berarti tetap terikat di sorga; tidak layak masuk ke dalamnya.

Ketika hidupnya ditertibkan dan hubungan sosialnya dipulihkan, maka dia dinyatakan bebas di dunia ini - dilepaskan, tidak terikat lagi oleh dosanya, maka ia juga terlepas di surga; bukan keluar darinya tetapi layak dalan kelapangan untuk masuk ke dalamnya.

Kuasa mengikat dan melepaskan orang untuk terbatas (terhalang secara iman dalam dimensi sosial) atau lepas atau tanpa halangan boleh masuk ke dalam Kerajaan Allah sepenuhnya diberikan kepada setiap orang yang dengan iman bekerja sepenuhnya bagi kemuliaan Kristus.

1 Tesalonika 5:14
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
1 Dilihat

BERDIRI DI HADAPAN RAJA-RAJA

Senin, 8 Juni 2026
Renungan Pagi

Amsal 22:29 
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

BERDIRI DI HADAPAN RAJA-RAJA

Jawaban atas pertanyaan dalam ayat ini pastilah 'pernah!' Hidup ini dipenuhi dengan orang-orang yang berusaha dengan keras dan giat dan itulah inti ajaran yang selalu diterima manusia sejak kecil.

Manusia di dunia ini digolongkan dalam dua kelompok, yaitu mulia dan hina; raja-raja dalam bacaan ini lebih mengacu pada kemuliaan dan bukan pada jabatannya.

Berdiri di hadapan raja-raja bisa berarti sukses di berbagai tempat dan dalam berbagai bidang kehidupan; sukses adalah sebuah kehormatan dalam hidup ini.

Cakap dalam pekerjaan berarti mengetahui cara yang baik dalam bekerja dan melakukannya dengan baik untuk melakukan pekerjaan yang baik. Hanya hal-hal yang dikerjakan dengan baik yang membawa kepuasan dalam hidup ini.

Ada yang rajin bekerja tetapi tidak berdiri di hadapan raja-raja sebab standar cakap dalam pekerjaan tidak dimilikinya. Bekerja untuk menghasilkan banyak hal yang pada akhirnya hanya kesia-siaan.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

07 Juni 2026

MULUT UTUSAN TUHAN

Minggu, 7 Juni 2026
Renungan Pagi 

Maleakhi 2:7
Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. 

MULUT UTUSAN TUHAN 

Bibir memelihara pengetahuan adalah menjaga agar ucapan-ucapan yang keluar membuat orang mengerti dan mencintai pengetahuan itu. Pada sisi lain, perlu diingat bahwa jangan sampai orang menista pengetahuan sebab bibir yang nista pada mereka yang seharusnya memelihara pengetahuan itu.

Mencari pengajaran dari mulut imam menandakan bahwa alamat yang benar untuk mencari pengajaran adalah kepada imam -- bandingkan dengan meminta petunjuk kepada nabi -- dan imam harus mengatakan pengajaran itu dengan sesungguhnya.

Imam dengan status sebagai utusan TUHAN menandakan bahwa wibawa kerjanya di dunia adalah wibawa Tuhan dan bukan kehormatan duniawi.

Membaca dalam konteks perikopnya, ayat ini adalah teguran kepada para imam yang tidak melaksanakan fungsinya dengan baik dan benar pada zaman pelayanan nabi Maleakhi yang hendak mengatakan bahwa kegagalan hidup berbangsa bisa dimulai dari kesalahan bibir para imam.

Persekutuan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah imamat yang rajani (1 Petrus 2:9) sehingga hidupnya dipimpin oleh bibir yang memelihara pengetahuan dan mulut yang menyampaikan ajaran. Setiap orang adalah utusan Tuhan semesta alam untuk berbicara dengan baik; memelihara pengetahuan dengan memberi pengajaran yang benar.

2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
1 Dilihat