10 Agustus 2026

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Senin, 10 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:15
Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Hidupku yang sia-sia adalah ungkapan yang dipakai oleh Pengkhotbah (Salomo-?-) untuk menggambarkan keadaan umum manusia yang sepertinya tidak menggapai hidup yang bermakna di dunia ini.

Segala hal yang dilihat semuanya hanya mengarah pada manusia dalam dua kategori manusia dan dua keadaan; manusia dikategorikan menjadi orang saleh dan orang jahat. Setiap orang mengharapkan umur panjang.

Manusia ada dalam takdir yang sama, pada akhirnya akan mati. Jika hidup untuk waktu yang lama adalah kehormatan, maka dua kategori yang dikemukakan adalah orang saleh yang mati binasa dan orang jahat yang hidup lama.

Hidup perlu diperjuangkan untuk berlangsung lama dan manusia memperjuangkan hidup itu dalam dua cara sesuai dengan kategori manusia, entah dalam kesalehan atau kejahatan.

Mati binasa dalam kesalehan itu bukan berarti bahwa hidup saleh itu salah tetapi mau mengatakan bahwa banyak manusia tidak bisa menerima kesalehan sehingga membunuhnya; hidup lama tanpa kesalehan itu hidup yang sia-sia dalam hidup yang hidup yang sia-sia ini 

2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

09 Agustus 2026

TUHAN MENUJUKAN HATI

Minggu, 9 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Tesalonika 3:5
Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

TUHAN MENUJUKAN HATI

Tuhan menujukan hati manusia kepada kasihNya. Itulah karya Allah yang terus terjadi dalam dan bagi kehidupan manusia dalam segala perkara yang terjadi walau bagi manusia itu kelihatan rumit dan sulit dipahami.

Istilah 'tetap' bukan berarti bahwa Tuhan bisa berhenti melakukannya atau beralih tetapi bahwa manusialah yang kurang mengarahkan hati dan hidupnya pada rencana Tuhan sehingga manusia terpisah dari kasih Allah itu.

Kasih Allah itu sumber hidup manusia sebab hidupnya memang berasal dari Allah, hidup adalah anugerah, dan tetap ada karena Allah yang mengasihinya.

Hati ditujukan kepada ketabahan Kristus hendak mengingatkan bahwa hidup beriman itu dipenuhi dengan penderitaan yang harus ditanggung. Ketabahan Kristus adalah rela menderita sampai mati untuk menyelamatkan manusia.

Hati yang tertuju kepada ketabahan Kristus adalah hati yang selalu mengenal dan mensyukuri kasih Allah dan selalu taat dan setia kepada panggilan keselamatan dalam Kristus; memikul salib setiap hari.

Pengkhotbah 7:8
Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.