13 Maret 2026

PEMIMPIN MENJADI KATALIS PERUBAHAN

Postingan ini adalah doa syafaat yang dikumpulkan oleh admin salah satu group WhatsApp dan beberapa orang yang mana setiap orang membawakan satu pokok untuk didoakan.

Awalnya saya ikut berdoa di group dan saya tidak mengupload di blog sebab ini adalah berdoa.

Ketika menulis doa ini untuk mendoakan pokok doa yang sudah beberapa kali saya doakan, maka saya merasa bahwa juga dalam doa ada pengakuan iman yang perlu untuk dibagikan, maka saya memutuskan untuk tidak ada salahnya menuliskan itu di blog.

Dibaca atau tidak itu adalah masalah lain.

------

Pokok doa:
*7).* 🛐
*BERDOA AGAR DI TENGAH MASA MASA KRISIS INI SEMAKIN BANYAK ANAK ANAK TUHAN BANGKIT SEBAGAI PEMIMPIN, MENJADI KATALIS PERUBAHAN DAN MEMBAWA TERANG KRISTUS BAGI INDONESIA*
(tanda bintang itu adalah cara membuat teks tebal pada WhatsApp; apit rapat dengan bintang kata atau kalimat yang akan ditebalkan)
-----

Tuhan, dimuliakan namaMu selalu pada setiap waktu dan jadilah kehendakMu.

Kami hidup di dunia yang semakin merosot dalam hal pemenuhan sumber daya yang merata bagi semua orang sehingga terjadi berbagai krisis dalam kehidupan ini; kemiskinan meningkat, kemanan yang semakin tidak terjamin; dan di atas berbagai krisis itu sedang tergambar bahwa krisis yang sesungguhnya adalah sedang terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan.

Tuhan, kami berdoa biarlah janjiMu tentang pemulihan dunia ini diwujudkan dengan Engkau memberi tempat pada anak-anak Tuhan yang setia pada kehendakMu menjadi pemimpin, baik dalam gerakan-gerakan rohani, maupun dalam kepemimpinan di dunia sekuler, sehingga di setiap lini kehidupan diperjuangkan oleh mereka nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehidupan semakin diarahkan untuk menikmati damai sejahtera.

Biarlah oleh tuntunan Roh Kudus setiap orang memimpin dirinya sendiri menjadi pembawa perubahan menuju ke Kerajaan Allah.

Dengarlah doa kami, ya Bapa di surga; di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

DEMI DAUD, AYAHMU

1 Raja-Raja 11:11-13

DEMI DAUD, AYAHMU.

Kisah ini adalah titik awal terpecahnya kerajaan Israel menjadi dua kerajaan yang disebabkan karena Salomo tidak setia kepada TUHAN sepanjang hidupnya.

Ada pembalikan kisah walau tidak sepenuhnya sama, yaitu kisah ketika kerajaan Israel dialihkan dari Saul, raja pertama Israel yang tidak setia kepada TUHAN kepada Daud yang dikenan TUHAN, dengan kisah ketika kerajaan Israel dipecahkan dari Salomo anak Daud yang tidak setia kepada Tuhan.

Perbedaannya hanyalah karena ada kesetiaan Daud kepada TUHAN di antara kedua kisah itu. Seandainya tidak kisah kesetiaan Daud, maka tentulah bahwa kerajaan Israel itu akan dialihkan juga sepenuhnya kepada orang lain dari tangan Salomo.

Raja Daud dan anaknya mencapai kegemilangan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Daud selalu berperang dan gemilang dalam setiap peperangannya dan karenanya ia banyak dikenal dengan sebutan panglima yang gagah perkasa sedangkan Salomo terkenal karena hikmat yang dimilikinya dan besarnya kekayaan dari seluruh dunia yang melimpah mengalir kepadanya karena hikmat yang| dimilikinya itu.

Secara dunia, Salomo tentunya lebih gemilang dari Daud, ayahnya; tetapi Daud  ternyata mendapat hitungan dalam pandangan Tuhan. Penundaan terpecahnya kerajaan Israel terjadi setelah Salomo itu karena perhitungan tentang Daud, bukan karena Salomo.

Demikian juga bahwa tetap ada bagian kerajaan bagi keturunan Daud adalah untuk memenuhi janji bagi Daud dan Salomo membuatnya hanya menjadi bagian terkecil.

Daud bukannya tanpa kesalahan di hadapan Tuhan dan sesama tetapi karena hatinya terpaut kepada Tuhan, maka ia menjadi pribadi yang membuat keluarganya, kaumnya, lingkungannya, bahkan kita percaya bahwa seluruh dunia diselamatkan olehnya dalam lahirnya 'Anak Daud', yaitu Tuhan Yesus.

Setia kepada Tuhan adalah hidup yang menjadi berkat bagi semua orang.

Amin.
1 Dilihat

KETIKA DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL

Jumat, 13 Maret 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 6:4
Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. 

KETIKA DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL

Dunia sedang berada dalam proses menjadi musnah yang terjadi dan dipenuhi dengan tuju materai tersegel yang ada pada Anak Domba.

Materai yang kedua adalah timbulnya kekuatan yang mengambil damai sejahtera dari atas bumi, yaitu perasaan tenang dan damai karena hubungan yang baik dengan sesama sebagai pertanda adanya hubungan yang baik dengan Tuhan.

Proses ini terjadi secara bertahap, yaitu dimulai dari secara perlahan mengabaikan hal-hal rohani yang lambat laun dianggap sebagai perkara yang sah-sah saja bahkan kemudian ditetapkan menjadi hak manusia untuk bebas memilih hal pengabaian hal rohani itu.

Ketika dunia kehilangan pondasi rohani dalam hidup ini, terjadilah bahwa sesama hanya dilihat sebagai musuh sebab mereka menyulitkan tercapainya kepentingan sendiri; permusuhan mengalirkan arus kebencian yang menimbulkan angin pembunuhan.

Situasi permusuhan dan kebencian menjadi ladang yang baik untuk tempat beraksinya 'pedang yang besar'; negara-negara diadu untuk berperang lalu dipersenjatai demi mendapatkan keuntungan dari menjual senjata kepada mereka yang saling membunuh itu.

Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
1 Dilihat