08 Maret 2026

DI ATAS KERETA BANGSAWAN

Minggu, 8 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kidung Agung 6:12
Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan. 

DI ATAS KERETA BANGSAWAN

Kereta bangsawan memuat bangsawan untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan. Orang biasa tidak bisa naik ke kereta ini jika tidak diizinkan oleh bangsawan pemilik kereta itu.

Orang dengan prestasi besar yang berguna bagi bangsa dan negaralah yang kemudian menjadi bangsawan. Orang yang statusnya adalah bangsawan tetapi kemudian menjadi jahat, maka ia akan terusir dari statusnya.

Tak sadar diri adalah keadaan yang seluruh aktivitasnya dikendalikan oleh sesuatu yang sangat kuat yang ada di dalam dirinya; orang pengasih itu akan terus mengasihi sebab itu adalah kesadarannya yang kadang terjadi di luar kesadaran; spontan, tanpa direncanakan.

Kerinduan adalah hasrat besar tentang sesuatu yang mendesak untuk terpenuhi. Kerinduan yang benar adalah kepada bangsawan yang sungguh-sungguh bangsawan, maka itu akan menempatkan orang yang rindu itu pada kereta bangsawan.

Jadilah bangsawan walau status hanya orang kecil; rindukanlah Bangsawan yang akan membawa kepada tujuan yang mulia dan permai -- ke kehidupan yang diberkati dan menjadi berkat.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
1 Dilihat

07 Maret 2026

PEMUDA ADALAH SAKSI DAN AKTOR

Mazmur 37:25-26
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; 
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

PEMUDA ADALAH SAKSI DAN AKTOR

Pertama, hidup adalah perguliran waktu yang di dalamnya setiap orang bertumbuh, beraktivitas, dan berinteraksi. Semula yang lemah, bahkan dimulai dari bayi yang rentan, dan terus bertumbuh sampai menjadi orang dewasa.

Dalam pertumbuhan manusia, ia berubah dari diperhatikan, dikasihi, dan dirawat menjadi pribadi yang memperhatikan, mengasihi, dan merawat; menerima dan memahami bahwa kedua sisi itu dibutuhkan oleh manusia. Orang yang hanya mau dikasihi terus tanpa mau mengasihi, walau umurnya bukan kategori anak lagi, adalah orang yang kekanak-kanakan.

Kedua, pemuda adalah masa berperan aktif dan bukan masa persiapan untuk menjadi pribadi yang diharapkan pada masa depan. Satu tanggung jawab pemuda adalah untuk menyaksikan dan menghidupi standar kehidupan iman dalam pernyataan 'tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan'.

Peran pemuda adalah menggunakan kemampuan analisisnya untuk 'melihat' kehidupan dan menemukan kehidupan yang benar dan baik untuk dihidupi serta memperkenalkannya untuk juga dihidupi oleh setiap orang; pemuda adalah saksi.

Pemuda terpanggil untuk menjadi orang benar sehingga ia menjadi aktor yang memperbaiki tatanan kehidupan sosial sebab kehidupan rohaninya selalu pada jalur yang benar, yaitu dalam berkat Tuhan. Tidak ditinggalkan memiliki pengertian bahwa orang benar itu selalu ditolong oleh orang-orang dan disertai oleh Tuhan dalam seluruh perkara kehidupannya.

Ketiga, manusia itu tidak untuk meminta tetapi untuk menjadi berkat. Manusia tidak untuk 'tergantung' tetapi menjadi mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri; lebih dari itu menjadi orang yang kehadirannya berguna bagi kehidupan.

Memberi pinjaman tidak harus dipahami sebagai sinyalemen bisnis untuk mencari keuntungan tetapi kesediaan untuk menolong orang lain jika pertolongan itu belum bisa diberikan sebagai bantuan langsung. Jika belum mampu memberi pertolongan langsung dalam bentuk tunai, paling tidak, orang berusaha untuk menunda gerak majunya untuk membantu menggandeng mereka yang masih membutuhkan dukungan. Gerak maju itu akan dilanjutkan bersama setelah semua sudah bisa melangkah dan yang ditolong itu sadar untuk melangkah ganda bagi teman yang telah membantunya. Nilai akhir untuk dicapai bersama adalah menjadi berkat.

Paling terakhir, keempat, pemuda itu akan menjadi tua tetapi semangatnya harus tetap sama bahwa ia menjadi saksi dan aktor dari kenyataan 'tidak pernah orang benar itu ditinggalkan' terutama oleh Sang Pemilik Kehidupan.

Terpujilah kasih Allah yang tidak berkesudahan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

DENGAN HARGA NORMAL

Sabtu, 7 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 23:16
Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.

DENGAN HARGA NORMAL

Tanah milik Abraham yang pertama di daerah yang dijanjikan Allah untuk menjadi miliknya adalah sebuah ladang yang ada pekuburan di ujung ladang itu. Abraham membeli kuburan itu untuk menguburkan Sara, istrinya yang meninggal dunia.

Awalnya, karena ia adalah seorang yang disegani, maka orang Het bersedia memberikan secara gratis tanah manapun yang diinginkan oleh Abraham. Abraham meminta untuk membeli gua makhpela yang ada di ladang Efron.

Karena hidupnya yang dihargai sebagai raja yang agung di tengah-tengah bani Het, maka gua itu dan ladangnya diberikan untuk seluruhnya dibeli oleh Abraham.

Walau semula ditawarkan untuk diberikan secara gratis bagi Abraham, tetapi kemudian ia membelinya dengan harga normal; seperti yang berlaku di antara para saudagar.

Sesuatu yang diterima dengan harga yang wajar adalah hal wajar, sesuatu yang diterima dengan harga di bawah semestinya akan membuat orang menjadi orang yang hidup karena belas kasihan orang lain, sesuatu yang besar yang diterima secara cuma-cuma bisa menjadi beban moral. Abraham memilih untuk hidup secara wajar.

Mazmur 112:5
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
1 Dilihat