27 April 2026

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Senin, 27 April 2026
Renungan Pagi 

Kolose 4:5
Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Manusia hidup di dunia yang majemuk sehingga selalu ada 'orang luar', yakni mereka yang bukan bagian dari komunitas yang terbentuk dengan batas-batas yang pasti. Dalam rumpun keluarga, yang bukan darah daging adalah orang luar; dalam sebuah klub olahraga, yang bukan anggota klub adalah orang luar.

Orang luar yang dimaksudkan dalam bacaan ini adalah mereka yang bukan bagian dari persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Mereka yang menyembah kepada dewa dan kebudayaan mereka atau sesuatu yang lain sebagai tuhan adalah orang luar.

Hidup penuh hikmat dengan orang luar artinya tidak memberi peluang bagi orang lain untuk masuk dan mempengaruhi serta merusak sistem dan pokok iman kepada Kristus dengan hal-hal dunia berkedok kebaikan atau budaya atau yang lainnya tetapi sesungguhnya meruntuhkan dasar-dasar iman kepada Allah.

Mempergunakan waktu yang ada adalah peringatan untuk di dalam terus mengurus diri dengan baik dan bukannya mengurus urusan 'orang luar' yang sesungguhnya merusak baik orang luar maupun orang dalam.

Teruslah membenahi diri di dalam dan tetap bergaul baik dengan orang luar sampai orang luar pun merasa diberkati dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 
1 Dilihat

26 April 2026

TEMPAT KEADILAN

Minggu, 26 April 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 3:16
Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.

TEMPAT KEADILAN

Pengadilan adalah tempat untuk menyelesaikan perkara yang tidak adil sehingga kembali ke jalur semula.

Dalam sebuah kisah, dikenallah istilah keadilan yang paling adil adalah ketidakadilan sebab dalam sumpah antara dua pihak yang mempertahankan diri sebagai pihak yang benar, pihak yang bersalah bersumpah untuk mati sedangkan pihak yang memang benar dinyatakan bersalah untuk menyelamatkan nyawa pihak yang bersalah itu.

Tempat pengadilan yang tidak adil karena hakim yang berat sebelah adalah kekejian dalam kehidupan sebab itu akan menyebabkan kehidupan yang berjalan timpang.

Selain rana hukum sebagai institusi yang dikenal sebagai tempat pengadilan, tempat lainnya yang seharusnya adalah tempat keadilan, yakni 'rumah Tuhan' yang secara langsung mengacu pada Tuhan yang maha adil. Gereja yang adalah tubuh Yesus Kristus dan sekaligus sebagai rumah Tuhan seharusnya menyadari bahwa dirinya adalah wadah perwujudan keadilan Allah di dunia ini.

Gereja yang hidup di dunia ini, karena dimuati dengan kepentingan pribadi, dan diurus sama seperti urusan dunia, maka gereja sering menjadi tempat keadilan yang di situ terdapat ketidakadilan yang pada akhirnya merusak dirinya sendiri. Gereja yang sehat adalah ketika ia menjadi tempat keadilan' bagi kemuliaan Tuhan.

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
1 Dilihat

25 April 2026

MUSUH DALAM SELIMUT

Sabtu, 25 April 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

MUSUH DALAM SELIMUT

Berteman itu wajib sebab manusia adalah makhluk sosial dan hakikat kemanusiaannya akan hilang tanpa pergaulan.

Tetapi manusia harus mampu menempatkan diri dalam pergaulannya, tidak untuk memenangkan orang lain tetapi untuk memiliki partner yang sama-sama membangun kehidupan.

Selama masih di dunia ini, manusia harus berteman; yang tidak berteman, maka dia akan pergi dari dunia ini; jiwanya tidak cocok berada di dunia ini.

Tetapi yang tidak benar adalah berteman dengan orang yang disebutkan sebagai musuh dalam selimut; mereka yang menyebut diri saudara tetapi yang menyimpan banyak keburukan bagi aaudaranya dalam persekutuan. Tidak makan bersama mereka adalah bentuk pemutusan rantai kejahatan pada diri mereka saja.

Lebih baik orang asing yang sedia menjadi teman dalam perbedaan dari pada yang mengaku saudara yang ternyata adalah musuh dalam selimut. Berteman dengan musuh dalam selimut berarti membiarkan noda kefasikan merenggut dari dalam diri sendiri.

1 Petrus 1:14-16
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
1 Dilihat