05 Juni 2026

HARI-HARI HIDUP NABI

Sabtu, 6 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yeremia 20:18
Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu? 

HARI-HARI HIDUP NABI

Keluhan Yeremia atas tugasnya sebagai nabi yang membuatnya tidak pada jalan yang mulia menurut ukuran duniawi. Ia diutus untuk menyelamatkan bangsa Israel (tepatnya: Yehuda) dari kebinasaan karena kemurtadan mereka dari hadapan Tuhan; tugas yang gagal.

Penyesalan itu berujung pada angan-angan seandainya ia tidak pernah lahir dan harus melihat orang-orang yang kepada mereka sang nabi diutus untuk mengabarkan damai sejahtera bagi seiring dengan pertobatan mereka.

Kesusahan dan kedukaan itu adalah pukulan mental bagi Yeremia sebab bangsa itu dihukum untuk mengalaminya dan ia ternyata gagal; bukan karena tidak melakukan tugas tetapi karena kekerasan hati dari orang-orang yang dilayaninya.

Hari-hari yang berlalu menanggung malu adalah kiasan rasa nasionalisnya yang begitu besar kepada anak-anak Abraham yang dikasihinya tetapi yang hilang walau ia telah berupaya dengan sekuat tenaga dan seluruh jiwanya.

Hari-hari nabi tidak diharapkannya menjadi orang mulia. Ia hanya berharap bahwa kemuliaan mengisi kehidupan orang-orang yang dilayaninya.

Matius 10:41
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
1 Dilihat

HAL TERBESAR

Jumat, 5 Juni 2026
Renungan Pagi

Yohanes 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

HAL TERBESAR

Berpisah adalah hal yang sulit bagi mereka yang mempunyai ikatan yang erat. Ikatan yang erat itu dirangkai oleh pengalaman yang indah penuh kasih yang mengesankan dan yang tidak akan tergantikan oleh apa pun. Sebaliknya, perceraian atau perpecahan menjadi ancaman di mana ada komunitas yang tidak satu sebab ada yang merasa lebih tinggi dari orang lain yang kemudian mengintervensi orang lain dengan berbagai tuntutan egoistis.

Para murid akan berpisah dengan Yesus, Guru mereka yang mengasihi mereka dan yang mereka kasihi. Tentu saja ini menjadi perpisahan yang berat bagi mereka.

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa Ia akan kembali lagi kepada mereka - penyertaan Tuhan itu kekal bagi mereka yang selalu mengasihiNya.

Kasih kepada Tuhan Yesus akan membuat para murid bersukacita akan hal Yesus pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Yesus. Kekasih pergi kepada yang lebih besar adalah sesuatu yang seharusnya membawa sukacita dalam hidup ini.

Hal terbesar dalam kehidupan ini adalah ketika orang pergi kepada yang terbesar dalam kehidupan ini, yaitu menemukan hidup yang sesungguhnya bermakna sebab itu diisi oleh ketaatan kepada Allah yang adalah asal segala sesuatu dan yang kepadaNya akan kembali -- 'pergi lagi kepadaNya' -- segala sesuatu.

Mazmur 147:5 
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.
1 Dilihat

04 Juni 2026

GANJARAN MEMBAWA DAMAI

Kamis, 4 Juni 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 12:11
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

GANJARAN MEMBAWA DAMAI

Ganjaran adalah bentuk pendidikan yang keras yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya supaya anak itu menjadi anak yang hidup.

Ganjaran tidak berarti kekerasan tetapi bentuk pemutusan kebiasaan lama dan menggantinya dengan kebiasaan baru seperti seorang anak yang disapih harus menangis untuk mengganti kebiasaan minum air susu ibu dengan sesuatu yang lain untuk menggantikannya dengan susu formula atau sesuatu yang lainnya.

Ganjaran awalnya adalah dukacita; terasa berat, tetapi kemudian dicintai dan akhirnya dihidupi. Orang yang putus sekolah karena tidak menjadi mencintai dan menghidupi panggilan bersekolah itu, mungkin akan menyesal suatu waktu.

Ganjaran dalam pembentukan mental, karakter, dan iman itu pada akhirnya akan membuahkan kebenaran yang mendatangkan damai; hanya orang benar yang hidupnya damai.

Mereka yang menolak ganjaran (pendidikan dengan disiplin) dari orangtua tidak akan hidup beriman dan jauh dari memahami dan mengalami damai yang sesungguhnya.

1 Yohanes 3:18
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
1 Dilihat