28 Agustus 2026

SEBAB BESOK KITA MATI

Jumat, 28 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 22:12-13
Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!" 

SEBAB BESOK KITA MATI

Bangsa yang tidak peka pada keadaan hidup berbangsanya dalam statusnya sebagai umat pilihan Allah.

Keadaan mereka berat karena mereka menjauh dari hadirat Tuhan dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan memerintahkan (tidak melalui firman tetapi melalui membaca situasi yang sulit) agar ada perenungan diri yang bersalah dengan menangis, meratap, menggunduli kepala, dan melilitkan kain kabung, supaya mereka bertobat dan hidupnya diberkati.

Bangsa Israel lebih memilih berpikir pintas pada kenyataan bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan mati dengan menikmati hidup sesuai dengan yang ada padanya dan tidak peduli pada kehendak Tuhan.

'Besok kita akan mati' dalam keadaan yang tidak taat kepada Tuhan hanya akan membawa keadaan 'mati dalam dosa' dan baiklah orang hanya berpesta dalam kesadaran bahwa kapan pun kematian tiba, itu berarti mati dalam sukacita Tuhan.

Roma 14:8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

27 Agustus 2026

MENGAJAR DAN PERCAYA

Kamis, 27 Agustus 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 15:11
Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

MENGAJAR DAN PERCAYA

Mengajar adalah tindakan memberitahukan kebenaran kepada yang diajar untuk menjadi pengetahuan.

Pengetahuan itu hendaknya menjadi dasar dari tindakan yang dilakukan sehingga pengetahuan itu menjadi warna seluruh hidup orang yang belajar.

Rasul, dua belas murid Yesus, dan juga Paulus yang diutus kemudian, bertanggung jawab untuk mengajarkan tentang Kristus kepada semua orang. Pengajaran paling hebat yang bisa diberikan kepada anak adalah pelajaran iman.

Paulus mau menegaskan bahwa dasar dari pemberitaan Injil (yang disebut sebagai mengajar itu) hanya karena kepercayaan dari Kristus dan tidak maksud yang lain.

Pengajaran yang berhasil adalah ketika orang yang diajar menjadi percaya kepada Tuhan; demikian juga orang belajar yang berhasil adalah mereka yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.