15 Juni 2026

MENJALANI SELURUH NEGERI

Senin, 15 Juli 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 13:17
"... Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

MENJALANI SELURUH NEGERI

Negeri yang dimaksud adalah Tanah Kanaan yang menjadi wilayah yang disisakan oleh Lot yang telah memilih lembah Yordan yang subur~banyak mata airnya; daerah yang digambarkan sebagai seperti taman Tuhan.

Menurut panjang dan lebarnya bisa berarti mengelilingi tetapi sepertinya Abraham menjelajah seluruh negeri itu sebab ia melakukan perjalanan yang disebut sebagai semakin jauh ia memasuki negeri itu.

Negeri itu adalah padang yang tidak subur yang karena itu tidak dipilih Lot. Daerah yang begitu tandus sampai harus memisahkan kerabat karena persoalan kekurangan makanan ternak.

Perintah Tuhan untuk menjalani negeri itu untuk apa? Untuk mendapatkan hasil yang baik dari daerah itu? Sepertinya itu tidak akan terwujud sebab daerah itu bukanlah daerah yang baik keadaan alamnya.

Abraham diperintahkan untuk menjalani negeri itu menurut panjang dan lebarnya agar seluruh daerah itu diberkati oleh Tuhan sebab di mana hadir orang diberkati maka diberkatilah daerah itu. Berjalanlah sebagai orang yang diberkati sehingga setiap tempat yang kaudatangi akan diberkati karenanya. Tanah Kanaan yang dijelajahi oleh Abraham kemudian akan dituju oleh bangsa keturunannya sebagai negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

2 Korintus 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
1 Dilihat

14 Juni 2026

MENJADI MILIK TUHAN

Minggu, 14 Juni 2026
Renungan Pagi 

Imamat 20:26
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

MENJADI MILIK TUHAN

Semua orang adalah milik Tuhan dalam pengertian bahwa ia diciptakan, menjadi ada, hidup, dan beraktivitas dalam perkenanan dan kuasa Tuhan.

Karena itu manusia tidak menentukan waktu, tempat, situasi hidup dan status keluarga di mana ia akan dilahirkan dan juga tidak tahu waktu, tempat, dan cara kematiannya kelak.

Menjadi bangsa milik Tuhan adalah status yang diberikan kepada bangsa Israel dengan persyaratan membentuk hubungan  yang khusus dengan Tuhan.  Menjadi milik Tuhan artinya menjadi yang diberkati untuk menjadi berkat.

Persyaratan pertama adalah menjadi kudus sama seperti Tuhan adalah kudus. Nilai kudus dalam pengertian manusia adalah menguntukkan dirinya bagi Tuhan, yakni melakukan seluruh kehendakNya dengan segala ketulusan. Pada diri Tuhan, kekudusan artinya tidak berdosa dan tidak dipengaruhi oleh dosa; manusia itu harus kudus bagi Allah yang kudus.

Terpisah dari bangsa-bangsa adalah ketentuan selanjutnya agar mereka menjadi milik Tuhan. Terpisah dari bangsa-bangsa bukan berarti terisolir tetapi tidak menjadi sama dalam karakter dan pola hidup yang menjauh dari Tuhan. Meski bangsa lain di sekitarnya berdosa, fasik, tidak mempedulikan Tuhan; umat Tuhan tetap tulus dan setia memuji Tuhan Allah yang mengasihinya.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

12 Juni 2026

PENGUASA SATU-SATUNYA

Sabtu, 13 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

PENGUASA SATU-SATUNYA

Orang yang masuk menyelusup adalah istilah yang mau menggambarkan tentang adanya orang yang ada di dalam tetapi tidak sepenuhnya sebagai anggota; musuh dalam selimut, demikian orang-orang secara umum menyebutkannya.

Ditentukan untuk dihukum lebih baik dibaca sebagai yang telah mengeraskan dirinya untuk terus melanggar sehingga tidak terhindar dari penghukuman yang akan datang.

Fasik adalah keadaan jiwa yang selalu melakukan kejahatan. Kelemahan orang untuk menyadari kesalahannya adalah bahwa orang sering berpikir sebagai yang paling benar. Kefasikan yang paling menyakitkan adalah kehadiran orang yang selalu merasa benar dalam segala hal.

Menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu adalah gambaran orang-orang yang mengatasnamakan bekerja bagi Allah yang adalah sumber kasih karunia tetapi ternyata didorong oleh hawa nafsu.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya adalah tindakan orang yang disebut sebagai yang fasik; tindakan yang menyangkal Penguasa Satu-Satunya. Dengan demikian, orang beriman diingatkan untuk melandaskan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah satu-satunya penguasa. Penguasa itu akan menyertai seluruh perkara hidup umat yang dikasihiNya.

2 Yohanes 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1 Dilihat