09 Juli 2026

MENYATAKAN TIDAK BERLAKU

Kamis, 9 Juli 2026
Renungan Pagi 3

Markus 7:13
"... Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

MENYATAKAN TIDAK BERLAKU

Latar belakang untuk penjelasannya adalah tentang anak yang diperbolehkan menelantarkan orangtuanya jika segala sumber daya untuk membiayai orangtua telah dipakai menjadi persembahan kepada Tuhan.

Firman Allah terkait hal ini adalah setiap orang harus menghargai (mengasihi dan memelihara) orangtuanya serta persembahkanlah yang terbaik kepada Tuhan.

Adat istiadat adalah hal yang biasa dilakukan dan menjadi semacam kewajiban yang tidak boleh dilanggar. Merawat orangtua itu tidak dihargai oleh para tokoh agama sebagai adat istiadat tetapi hanya sebagai kewajiban agama; sementara memberi persembahan diterima sebagai adat-istiadat sekaligus sebagai kewajiban agama.

Para pemuka agama melihat adat istiadat lebih tinggi dari kewajiban agama sebab ada keuntungan secara material di dalamnya. Demi adat-istiadat sebenarnya adalah teguran supaya orang tidak mementingkan keuntungan dalam melakukan perkara iman.

Perkara iman itu adalah perkara ketulusan hati untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan termasuk melalui sesama. Pementingan diri dalam bentuk pengejaran keuntungan itu membatalkan firman Allah dan menghilangkan kepedulian pada sesama; anak yang memelihara orangtuanya dengan baik walau tidak memberikan persembahan dalam bentuk fisik material atau uang sudah memberi persembahan yang terbaik kepada Tuhan.

Ibrani 10:22
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

07 Juli 2026

PERBEDAAN PENGABDIAN

Rabu, 8 Juli 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 12:8
"... Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."

PERBEDAAN PENGABDIAN

Yehuda di bawah pemerintahan raja Rehabeam terancam oleh penyerangan Sisak raja Mesir. Nabi Semaya diutus Tuhan menyampaikan pesan Tuhan bahwa Sisak menjadi alat Tuhan untuk menghukum kejahatan pemimpin-pemimpin dengan membinasakan mereka.

Mendengar penyampaian nabi yang diutus Tuhan, pemimpin-pemimpin Yehuda merendahkan diri dengan 4 mengakui kebenaran Tuhan; artinya menyadari bahwa sebelumnya hidup mereka bergantung pada kebenaran mereka sendiri.

Berbeda pengabdian yang dimaksud adalah mereka yang mengabdi kepada Tuhan dan yang mengabdi kepada Um-kerajaan duniawi. Tidak ada yang dapat mengabdi kepada dua tuan sekaligus. Tuhan menghukum orang-orang yang mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi 

Bahkan orang yang sama-sama mengabdi kepada TUHAN sebagai tuan bisa berbeda pengabdian kepada Tuhan itu, ada yang sepenuh hati dan ada yang asal-asalan lalu kemudian secara perlahan menjadi orang-orang yang kemudian beralih mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.

Ketika tidak mengabdi kepada TUHAN sebagai tuan, maka itu dihukum, bahkan ketika merendahkan diri sekali pun tetap dihukum; dari dibinasakan menjadi diperhamba. Mengabdi kepada Tuhan itu diberkati dengan sukacita dan damai sejahtera.

Yeremia 17:7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!