11 Juni 2026

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Kamis, 11 Juni 2026
Renungan Pagi 

Ratapan 1:4
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. 

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Penyebabnya adalah karena tidak ada lagi pengunjung-pengunjung perayaan yang biasanya dilakukan di Sion (=Yerusalem). Dengan demikian, sesungguhnya kesedihan jalan-jalan ke Sion adalah keadaan Sion yang memprihatinkan; tidak ada lagi daya tariknya.

Kegagalan hubungan dengan Tuhan akan membuat orang berada pada kehidupan yang sunyi sebab rusaknya hubungan dengan Tuhan akan merusak hubungan dengan sesama juga. Gerbang yang sunyi adalah 

Keluh kesah imam dalam kehidupan Israel yang diratapi oleh nabi adalah karena sulitnya kehidupan yang disebabkan oleh ketidaksetiaan bangsa itu kepada Tuhan tetapi juga kegagalan mereka untuk berbuat sebaik mungkin atas tanggung jawab mengajar umat ke jalan jalan yang benar.

Kesedihan dara-dara Yerusalem disebabkan oleh hidup para imam yang memilukan. Hati para imam sendiri pilu oleh hidup yang tidak menentu di luar Tuhan.

Selalu ada waktu untuk mulai membersihkan jalan dari tertimbun oleh lumpur kenajisan dengan membangun kota kediaman yang ramai dengan kehidupan rohani yang menarik untuk orang datang lagi kepada Tuhan.

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1 Dilihat

10 Juni 2026

PENGETAHUAN TIDAK LENGKAP

Rabu, 10 Juni 2026
Renungan Pagi

1 Korintus 13:8-9
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

PENGETAHUAN TIDAK LENGKAP

Tidak ada manusia yang mahatahu; mengetahui banyak hal mungkin bisa, tetapi tidak akan ada orang yang tahu segala-galanya.

Jumlah rambut di kepala saja tidak ada yang tahu jumlah pastinya. Orang yang menghitungnya tidak memberi jumlah pasti untuk menjadi pengetahuan umum melainkan hanya memberi perbandingan bahwa orang yang berambut hitam biasanya memiliki rambut yang lebih banyak dari mereka yang berambut pirang.

Obat untuk HIV AIDS belum ditemukan; banyak penyakit yang belum mampu diatasi oleh manusia dan pastinya tidak ada yang bisa membendung hari kematian. Pengetahun itu tidak lengkap supaya orang tidak menjadi penguasa atas kehidupan dan tidak menjadi sombong karena pengetahuannya.

Kasih tidak berkesudahan tetapi rasa berpengetahuan orang-orang tertentu bisa mengakhiri kasih yang tulus; demikian juga bisa mengakhiri nubuat dan menghentikan bahasa roh; bukankah kita mengingat bahwa dosa memang dimulai dari ketika manusia menginginkan memiliki 'pengetahuan'?

Orang yang berpengatahuan itu harus seimbang dengan kebijaksanaan yang dimilikinya sehingga pengetahuan yang yang ada padanya menunjang kasih yang tidak berkesudahan itu dan ia dikasihi Allah dengan kasih yang tidak binasa.

Yeremia 9:23-24
Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
1 Dilihat

08 Juni 2026

TERIKAT DI SORGA

Selasa, 9 Juni 2026
Renungan Pagi 

Matius 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

TERIKAT DI SORGA

Dunia ini adalah gambaran sorga. Apa yang terjadi di dunia ini adalah apa yang terjadi di sorga dan pada akhirnya akan terjadi sepenuhnya ketika orang sudah masuk keselamatan kekal.

Sorga itu adalah tempat sejahtera dan pastilah di sana tidak ada hal lain selain sukacita. Tidak ada sorga di mana ada situasi yang berbeda bagi orang orang yang berbeda.

Terikat di bumi terikat di sorga adalah soal kesetiaan umat yang dilayani oleh rasul dengan tertib hidupnya. Terikat artinya jika seseorang dinyatakan terbatas dalam partisipasi aktivitasnya dalam persekutuan karena ada pelanggaran yang terjadi sehingga ada keretakan yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Dengan kata lain terikat di bumi adalah orang yang hubungan dengan sesamanya rusak. Jika keadaan ini tidak diperbaiki, berarti tetap terikat di sorga; tidak layak masuk ke dalamnya.

Ketika hidupnya ditertibkan dan hubungan sosialnya dipulihkan, maka dia dinyatakan bebas di dunia ini - dilepaskan, tidak terikat lagi oleh dosanya, maka ia juga terlepas di surga; bukan keluar darinya tetapi layak dalan kelapangan untuk masuk ke dalamnya.

Kuasa mengikat dan melepaskan orang untuk terbatas (terhalang secara iman dalam dimensi sosial) atau lepas atau tanpa halangan boleh masuk ke dalam Kerajaan Allah sepenuhnya diberikan kepada setiap orang yang dengan iman bekerja sepenuhnya bagi kemuliaan Kristus.

1 Tesalonika 5:14
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
1 Dilihat