22 Agustus 2026

MATERAI ORANG BERIMAN

Sabtu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

MATERAI ORANG BERIMAN 

Disebut dasar sebab itu yang melandasi hidup manusia untuk sampai kepada hidup yang kekal; hidup yang tetap sejahtera dalam segala perkara, baik suka maupun duka.

Teguh artinya tidak goyah dan tidak akan bisa ditumbangkan oleh apa pun, tidak oleh rayuan pun tidak oleh desakan kebencian.

Materai (tanda legal yang bersifat hukum) iman itu ada dua, yang pertama adalah Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Semua orang ada dalam kuasa mutlak Tuhan atas segala sesuatu tetapi istilah kepunyaan Tuhan itu adalah dari respons sepenuhnya dari orang yang sadar bahwa ia milik Tuhan untuk berserah kepada Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Materai kedua menegaskan materai pertama yang isinya ialah bahwa siapa yang menyebut nama Tuhan hendaklah (kesediaan dari dalam diri) meninggalkan kejahatan. Orang yang tidak melakukan kejahatan hanya karena takut pada hukum atau karena gila hormat atau demi pengakuan dari manusia berarti belum memenuhi materai yang kedua.

Orang beriman itu baik dan selalu (rajin) melakukan kebaikan itu untuk memuliakan Tuhan yang padaNya segala karya terbaik telah dan selalu dilakukanNya kepada milik kepunyaanNya.

Ulangan 7:9
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan

21 Agustus 2026

PADA HARI INI JUGA

Jumat, 21 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Rut 3:18
Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

PADA HARI INI JUGA

Kesan Naomi setelah Rut, menantunya, sampai kepadanya dan menceritakan tentang Boas yang didatanginya sebelumnya.

Rut tidak mengerti banyak sebab ia tidak satu budaya dengan mertuanya tetapi ia mengerti apa yang disampaikan kepadanya.

Duduk saja menanti bukanlah tindakan pasif, tetapi sikap pasrah (kepada Tuhan) setelah melakukan yang harus dilakukan.

Sampai mengetahui kesudahannya adalah kesadaran bahwa keputusan dan keadaan terakhir itu bukan harus sesuai harapan kita tetapi pada kenyataan yang terbaik bagi semua orang.

Orang itu (Boas) tidak akan berhenti sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga bukanlah soal terburu-buru atau gegabah tetapi soal prioritas yang utama. Hanya pekerjaan yang diprioritaskan yang diharapkan hasil terbaik dari padanya.

2 Timotius 2:15
Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.