27 Juli 2026

MENUNGGU TUHAN

Senin, 27 Juli 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:7
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

MENUNGGU TUHAN

Manusia itu adalah makhluk yang hakikatnya adalah terbatas. Sampai mati pada usia tua pun tidak akan pernah mencapai keadaan yang sepenuhnya disebut hebat.

Prestasi sebaik apa pun tidak akan pernah membuat manusia bukan lagi manusia dan ia tetap akan diburu oleh kenyataan bahwa ia hanyalah manusia yang bisa berakhir.

Menunggu-nunggu TUHAN adalah untuk memberikan pertolongan dan kesempurnaan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Mengharapkan Allah yang menyelamatkan adalah mengingatkan manusia akan hakikatnya yang bisa terancam oleh apa saja, Allah adalah pelindung yang abadi. Nilai 'keselamatan dari Allah' sudah diberikan secara total.

Allah mendengarkan aku adalah untuk mengingatkan manusia bahwa ia pada hakikatnya adalah umat yang seharusnya hidup dengan jujur, adil, dan setia sehingga ia akan didengarkan Allah.

Amsal 2:9
Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.

26 Juli 2026

BANGUN DARI LANTAI

Minggu, 26 Juli 2026
Renungan Pagi 

2 Samuel 12:20
Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

BANGUN DARI LANTAI

Berada di lantai adalah gambaran hidup yang merendahkan diri yang dilakukan Daud di hadapan Tuhan untuk meminta keselamatan bagi anaknya yang lahir dari Batsyeba.

Mandi dan berurap adalah untuk membersihkan diri dan merapikan rambut yang tidak karuan sebab debu yang ditaburkannya ke atas kepalanya untuk memohon dengan sangat kepada Tuhan.

Permohonannya tidak dikabulkan. Anaknya tetap meninggal dunia tetapi kemudian ia bangun dan mengurus dirinya untuk dapat beribadah kepada Tuhan.

Perkara hiduplah yang perlu diperjuangkan di hadapan Tuhan dan kematian itu adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Hanya orang yang bisa menempatkan Tuhan di atas segala perkara hidup yang pada akhirnya dapat menikmati hidangan makan minum dengan gembira dan senang.

Mazmur 119:26
Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku — ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.