14 Oktober 2026

PERTANDA DARI TUHAN

Rabu, 14 Oktober 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 14:12
Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: "Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu." Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: "Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel." 

PERTANDA DARI TUHAN

Penggalan kisah kepahlawanan Yonatan, Anak raja Saul, ketika Israel harus mengalami peperangan berat, nyaris tanpa senjata menghadapi orang Filistin.

Yonatan dan pembawa senjatanya pergi berdua ke dekat pasukan pengawal bangsa Filistin dan memperlihatkan diri kepada mereka dan mereka akan mendapat pertanda dari sambutan pasukan itu kepada mereka.

Pertanda yang dipahami oleh Yonatan bahwa jika mereka disuruh berhenti oleh pasukan pengawal Filistin, maka mereka akan berhenti; mereka tidak akan diberi kemenangan. Yonatan percaya bahwa keselamatan dirinya ada pada tangan Tuhan.

Panggilan untuk naik dan mendapatkan pasukan pengawal Filistin itu; yang terjadi ketika Yonatan dan pembawa senjatanya itu memperlihatkan diri itu, adalah pertanda bahwa mereka akan memperoleh kemenangan, walau mereka hanya berdua.

Pertanda dari Tuhan bukanlah sesuatu yang selalu bersifat lurus tetapi sering bersifat seperti ancaman, sesuatu yang di luar kemampuan, sesuatu yang tidak masuk akal; tetapi siapa yang dipanggil untuk pergi ke medan pertempuran yang berat itulah yang akan menang.

1 Yohanes 5:4
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

13 Oktober 2026

MEMPERPARAH KEADAAN

Selasa, 13 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 8:7
Tetapi para ahli itu pun membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga mereka membuat katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir.

MEMPERPARAH KEADAAN

Keadaan yang menjadi buruk bagi bangsa Mesir disebabkan oleh kekerasan hari Firaun yang tidak membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Tuhan menghukum banga Mesir dengan katak yang berkeriapan di mana-mana. Tuhan bisa menghukum kekerasan hati dengan segala macam cara.

Logika sederhana seharusnya membawa para ahli Mesir berpikir tentang bagaimana membuat katak-katak itu menjadi sirna. Usaha manusia seharusnya selalu mengacu ke damai sejahtera.

Kekerasan hati Firaun mau membuktikan bahwa mereka hebat, maka justeru itu yang semakin memperparah keadaan mereka. Katak menjadi semakin banyak berkeriapan di tanah Mesir.

Kekerasan hati, kesombongan untuk mengatakan diri hebat, melawan kuasa Allah itu hanya akan menyebabkan keadaan diri semakin parah.

Filipi 2:2-3
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri