Renungan Pagi
Daniel 2:5
Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing
TANGGUNG JAWAB YANG BESAR
Para Kasdim bukan hanya sekedar menunjuk suku atau bangsa melainkan pada suatu kelas intelektual dalam kehidupan bangsa Babel yang besar dan kuat pada zaman Daniel bertugas di sana.
Keahlian menafsir mimpi adalah kemampuan khusus yang ada pada mereka, setidaknya pada orang-orang tertentu di antara mereka. Tetapi tidak ada orang yang pernah bisa tahu apa yang dimimpikan orang lain.
Menjadi orang pandai (para Kasdim dalam ayat ini) mempunyai tugas untuk menjawab setiap persoalan yang muncul dan keahlian utama yang bisa dimiliki oleh manusia adalah meminta pencerahan dari Tuhan. Itu yang ditunjukkan Daniel dalam kisah lengkap cerita ini.
Gagal dalam tugas risikonya adalah mati dan pembinasaan terhadap rumah -- penghapusan kehormatan dan wibawa keluarga. Raja dalam kisah ini adalah simbol dunia yang keras yang meminta lebih dari yang dapat dilakukan.
Tentang mimpi; semoga tidak ada lagi yang memaksa sesamanya untuk memberitahukan kepadanya apa yang dia sendiri mimpikan tetapi dilupakannya. Tetapi pasti bahwa setiap orang bermimpi untuk hidup bahagia dan sejahtera, mari saling mengingatkan akan hal ini.
Efesus 5:17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.