31 Oktober 2026

JANGAN BERSALAH KEPADA TUHAN

Sabtu, 31 Oktober 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 19:10
Dalam setiap perkara, yang disampaikan kepada kamu oleh rekan-rekanmu yang tinggal di kota-kota, yakni perkara-perkara mengenai penumpahan darah atau mengenai hukum, perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan, hendaklah kamu memperingatkan mereka, supaya mereka jangan bersalah terhadap TUHAN, sehingga murka-Nya menimpa kamu dan rekan-rekanmu. Hendaklah kamu berbuat demikian, dan kamu tidak akan bersalah.

JANGAN BERSALAH KEPADA TUHAN

Pesan yang disampaikan kepada para hakim yang diangkat oleh Yosafat yang ditempatkan di setiap tempat dan sepertinya bertingkat.

Petugas di kota-kota menyampaikan perkara yang mereka tangani kepada petugas di Yerusalem (laporan-?) dan mereka mendapat arahan dari petugas-petugas yang ada di Yerusalem.

Perkara manusia terdiri dari hubungan dengan sesama secara personal (penumpahan darah) dan tatanan hidup bersama secara hukum, tentu semua itu dalam bingkai kehidupan yang berpedoman pada kehendak Tuhan.

Jangan bersalah kepada Tuhan dalam tindakan mereka sebagai hakim tentu pada pengambilan yang tidak adil karena berpihak dengan alasan apa pun. Sekaligus pedoman ini hendaknya panduan dalam melakukan tugasnya sehingga mereka tidak melakukan kesalahan, dan kamu tidak akan bersalah.

Tanggung jawab apa pun yang dikerjakan manusia, sedianya dilihat sebagai tanggung jawab di hadapan Tuhan sehingga tidak bersalah dalam pekerjaan yang dilakukannya. 

Mazmur 36:11
Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati! 

30 Oktober 2026

DIBERIKAN KEPADA ORANG-ORANG KUDUS

Jumat, 30 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Daniel 7:27
Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.

DIBERIKAN KEPADA ORANG-ORANG KUDUS

Kekuasaan seluruh kerajaan di bawah matahari akan diberikan kepada orang-orang kudus adalah sebuah keadaan yang kita gambarkan sebagai keadaan yang adil untuk semua orang sebab semua orang berada pada posisi yang sama.

Kerajaan dan kuasa dunia biasanya sarat dengan pementingan diri haus kekuasaan untuk disanjung dan dihormati sehingga timbul tirani, pengabaian pihak yang tidak dianggap dan timbul ketidakadilan.

Orang-orang kudus adalah umat Yang Mahatinggi, yaitu mereka yang ditebus Allah di dalam Yesus Kristus. Mereka yang setia kepada Tuhan Yesus Kristus dalam segala pencobaan hidup yang dialami.

Pemerintahan orang-orang kudus itu bersifat kekal, bukan berarti bahwa itu nanti terpengaruhi setelah Kristus datang untuk kali yang kedua melainkan bahwa itu panggilan untuk mengupayakan pemerintahan Kristus yang penuh kasih itu berlaku di tengah-tengah dunia yang rapuh oleh dosa.

Segala kuasa di dunia tunduk kepada kerajaan orang-orang kudus itu bukan karena terpaksa takluk melainkan karena wibawa ilahi yang memberi sukacita kepada semua orang.

1 Petrus 2:15
Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.