10 Oktober 2026

MENUNGGU-NUNGGU TUHAN

Sabtu, 10 Oktober 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:7
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 

MENUNGGU-NUNGGU TUHAN

Latar belakang pengakuan ini adalah keadaan kebobrokan metalitas bangsa Israel sehingga menimbulkan keadaan terjepit oleh menjadi sasaran kejahatan oleh oramg-orang di sekitar.

Usaha gagal, pekerjaan ditipu dan digelapkan oleh orang-orang bahkan oleh orang yang paling dipercaya sekali pun.

Ikatan kesatuan sosial masyarakat menjadi sangat lemah oleh ungkapan 'tidak bisa berbaikan' dengan sesama sehingga kekuasaan asing akan mengambil keuntungan atasnya dan mereka hanya akan saling memandang dalam ketidakpedulian.

Moral yang rusak berawal dari hubungan dengan Tuhan yang semakin jauh dan mengakibatkan kehancuran kehidupan bersama dihancurkan bukan oleh orang luar tetapi dari dalam.

Tetapi pengakuan iman Mikha adalah bahwa orang yang terus menunggu-nunggu Tuhan akan diselamatkan dan doanya akan didengarkan; hidupnya selalu dilapangkan walau keadaan sesak oleh berbagai kejahatan di sekitar.

2 Petrus 3:9
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

09 Oktober 2026

MENUBUATKAN KEBAIKAN

Jumat, 9 Oktober 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 18:7
Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian."

MENUBUATKAN KEBAIKAN

Empat ratus nabi telah bernubuat yang baik bagi Ahab, raja Israel, tetapi Yosafat, Raja Yehuda, menanyakan nabi dengan 'suara TUHAN'.

Nubuat kecelakaan dari Mikha bagi Ahab bukanlah nubuat yang berdasarkan keinginan (apa lagi oleh dendam) Mikha melainkan cerminan hidup raja Ahab yang jauh dari Tuhan.

Sanggahan raja Yehuda, Yosafat, "Janganlah raja berkata demikian." adalah peringatan bahwa nubuat itu bukanlah untuk menyenangkan hati tetapi untuk mendapatkan kebenaran.

Nubuat kebaikan dari nabi-nabinya tidak menjadi kenyataan bagi Ahab. Ia mati karena jauh dari Tuhan dan karena ia menutup hatinya pada kebenaran demi nubuat kebaikan.

Nubuat kebenaran bagi mereka yang hanya mau bersandar pada dirinya sendiri tidak akan pernah memberikan sesuatu yang baik selain dari kekerasan hatinya untuk berakhir buruk sama sekali.

Amsal 11:19
Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.