05 Mei 2026

BUKAN ANAK YATIM PIATU

Selasa, 5 Mei 2026
Renungan Pagi 

Yohanes 14:18
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

BUKAN ANAK YATIM PIATU

Persiapan perpisahan Yesus dengan para murid yang dikasihiNya. Penguatan bagi mereka yang rapuh di dunia yang cenderung untuk tidak memihak pada iman.

Tuhan tidak akan meninggalkan sebagai yatim piatu adalah pernyataan yang dalam untuk direnungkan bahwa selain di dalam Tuhan, maka kehidupan ini adalah yatim piatu.

Para murid mungkin ada yang masih hidup kedua orangtuanya (bukan anak yatim - ditinggal mati oleh ayah; pun bukan piatu - ditinggal mati oleh ibu) sehingga disebut sebagai yatim piatu oleh Tuhan Yesus tetapi untuk mengingatkan bahwa kasih Tuhan adalah kasih sayang yang lebih besar dari kasih ayah dan ibu.

Bagi orangtua, jadilah ayah dan ibu yang menyatakan kasih yang besar kepada anak-anak sehingga mereka tidak merasa sebagai anak yatim di dalam kehidupan ini.

Aku datang kembali kepadamu adalah pernyataan Yesus yang secara jasmani mengacu pada perpisahan fisik jika Ia mati tetapi kembali akan bersama dengan mereka ketika Ia bangkit dari kematian. Mungkin ada mass di mana hidup terasa jauh dari kasih Tuhan tetapi setiap saat Tuhan datang kembali dan memberi kasihNya yang besar.

Mazmur 103:13-14
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. 
1 Dilihat

04 Mei 2026

MENUJUKAN HATI

Senin, 4 Mei 2026
Renungan Pagi 

Amsal 23:19
Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar. 

MENUJUKAN HATI

Tujuan adalah ketetapan yang hendak dicapai. Sering orang salah bertindak dalam suatu perkara karena ia tidak mengetahui dengan benar tujuan yang hendak dicapai.

Pada sisi lain orang yang terlalu fokus pada tujuan tanpa mengetahui keadaan di sekitarnya akan menyebabkan kesalahan fatal. Pada pertandingan sepak bola antar sekolah di mana kedua kesebelasan tidak ada yang memakai pakaian seragam, seorang pemain cadangan masuk lapangan dan ia berlari dengan sangat cepat menggiring bola dan memasukkannya ke gawang timnya sendiri.

Menujukan hati adalah ketetapan untuk mengatur hati agar terus berjalan pada rel yang tertentu sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik hati itu sendiri.

Jalan yang benar adalah cara hidup yang tidak salah dalam tatanan kehidupan sosial, agama, dan hukum. Hati yang tertuju ke sana, ke jalan yang benar itu, adalah orang yang menjadi bijak.

Hanya orang yang mendengar dengan baik ajaran sehat dari orang tua (dan pihak yang bertanggungjawab demi pembentukan karakter yang baik dan benar) akan menjadi orang bijak yang membangun dirinya sendiri dan kehidupan yang bahagia dan senang. 

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ..."
1 Dilihat

03 Mei 2026

BERPUASA, MENANGIS, DAN MENGADUH

Minggu, 3 Mei 2026
Renungan Pagi 

Yoel 2:12
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 

BERPUASA, MENANGIS, DAN MENGADUH

Panggilan utamanya adalah berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati. Itu menandakan dua hal yang bisa terjadi dalam kehidupan umat Israel sebagai umat Tuhan: pertama, mereka beribadah kepada Tuhan tetapi tidak sepenuh hati dan kedua, mereka memang tidak lagi terpaut kepada Tuhan sama sekali.

Menangis adalah tindakan untuk menyatakan kesedihan sebab sesungguhnya mereka sedang dalam kondisi yang menyedihkan tetapi tidak menyadarinya.

Berpuasa adalah menahan diri dari makan untuk menyadari bahwa hidup ini perlu bergantung hidupnya pada Allah yang adalah sumber makanannya. 

Mengaduh adalah ekspresi untuk mengungkapkan rasa sakit. Tetapi ada orang yang sudah tidak peka lagi pada rasa sakit karena dia sudah terbiasa dan dengan demikian juga tidak merasa peka lagi untuk menyakiti orang lain.

Sadar diri adalah obat iman yang paling baik atau biarkan saja hidup terus sedih, lapar, dan sakit rohani itu menjadi kanker yang menggerogoti hidup berimanmu.

Yakobus 4:9
Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
1 Dilihat