23 Maret 2026

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Senin, 23 Maret 2026
Renungan Pagi 

Amsal 12:14
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Kenyang adalah gambaran keadaan puas dan kuat karena kebutuhan tubuh akan makanan terpenuhi; orang yang lapar karena.sudah lama tidak makan apalagi jika sambil melakukan pekerjaan berat, maka ia akan merasa lapar dan menjadi lemah.

Kenyang dengan kebaikan adalah keadaan yang tidak kekurangan kebaikan sebab itu diterimanya dari Tuhan dan sesama sebagai buah perkataan - hasil dari tutur kata yang berorientasi pada membangun kebaikan; perkataan yang baik dari dalam jiwa yang tulus.

Tangan yang bekerja mendapat balasan berarti bahwa setiap tindakan pasti mempunyai hasil; setiap pekerjaan ada manfaatnya. Pekerjaan yang buruk merugikan pekerjanya.

Bagaimana dengan orang yang bekerja dengan pikirannya dalam keadaan duduk dan berbagi pemahaman dengan pemikir-pemikir lainnya dan menemukan gagasan-gagasan baik? Mereka juga mendapat hasil baik dari pekerjaan itu. Tetapi buah terakhir dari perkara itu tetap kembali pada tangan yang bekerja.

Perkataan yang baik dan pemikiran yang baik akan mengenyangkan setiap orang dengan kebaikan jika itu dikerjakan dengan baik oleh tangan yang baik.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

22 Maret 2026

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN

Minggu 22 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 22:23
Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN 

Memasyhurkan artinya membuat menjadi terkenal karena kebaikan dan kebijaksanaan seseorang. Orang jahat yang terkenal hanya disebut terkenal.

Memasyhurkan nama Tuhan tidak dimaksudkan untuk memperkenalkan kebaikan Tuhan kepada orang lain tetapi untuk menyatakan syukur karena telah kebaikan itu.

Tempat memasyhurkan nama Tuhan adalah kepada saudara-saudara. Artinya, setiap orang harus mampu menjaga hubungan yang baik dengan saudara-saudaranya sebab dengan merekalah orang akan menyatakan kemasyhuran Tuhan.

Memuji-muji Tuhan adalah menyampaikan kebaikan Tuhan dengan seni yang ada, umumnya melalui pujian. Tetapi hidup yang mengucap syukur adalah bentuk dasar dari memuji nama Tuhan.

Alamat memuji nama Tuhan adalah di tengah-tengah jemaah sebab itu harus diingat bahwa persekutuan adalah alamat terbaik untuk dicari dalam kehidupan ini.

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
1 Dilihat

BERKELILING SETIAP TAHUN

Sabtu, 21 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 7:16
Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu

BERKELILING SETIAP TAHUN

Samuel sebagai nabi sekaligus sebagai hakim yang terakhir di Israel selalu melakukan perjalanan dinas secara teratur ke tiga tempat setiap tahun, yakni Betel, Gilgal, dan Mizpa.

Memerintah Israel di segala tempat itu memiliki makna bahwa ketiga tempat ini menjadi pusat perhatian utama di antara bangsa Israel untuk menentukan pola kebijakan yang akan diambil bagi seluruh bangsa Israel.

Betel menjadi yang secara khusus mendapat perhatian sebab pada ai zaman itu nabi Samuel yang juga adalah hakim pergi ke sana untuk melakukan perintah Tuhan karena di Betel ditempatkan Kemah Pertemuan; kehidupan berbangsa harus dimulai dari kesadaran akan adanya Tuhan.

Samuel berkeliling setiap tahun juga mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu memperhatikan keadaan hidup umat dan membantu mereka. Samuel memerintah Israel di segala tempat itu berarti bahwa di tempat-tempat itu dia menghakimi orang Israel yang membutuhkan penyelesaian perkara untuk terwujudnya damai sejahtera di dalam kehidupan umat Tuhan.

Selain sebagai tempat (kota strategis) untuk 'pusat hukum', dan 'pusat agama' - khusus untuk Betel, kota-kota ini, bagi Samuel, juga menjadi pusat observasi untuk mempelajari kehidupan berbangsa seluruh orang Israel sehingga memudahkan baginya untuk mengambil keputusan dalam strategi kepemimpinannya bagi kemuliaan Tuhan.

Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
1 Dilihat