18 Mei 2026

WAKTU PENGADILAN

Senin, 18 Mei 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 8:5-6
Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya. 

WAKTU PENGADILAN

Setiap perkara artinya semua yang dilakukan oleh manusia, kebaikannya pun yang buruk.

Kebaikan itu berasal dari hati yang baik walau kelihatan biasa saja atau bahkan seperti batu yang tidak dipoles sedangkan keburukan berasal dari hati yang jahat walau tampil dalam wujud intan permata.

Waktu pengadilan adalah setiap waktu yang dilakukan oleh sesama, risiko hidup yang harus dihadapi, diri sendiri, dan di atas dari semuanya itu adalah kehadiran Allah atas hidup ini.

Manusia ditekan oleh kejahatannya. Kejahatan menekan kebaikan untuk tampil di kehidupan yang jahat, bahkan menekan orang baik untuk pergi dari lingkungan yang jahat itu. Kejahatan menekan orang dengan ketakutan, saling menuduh, pembelaan diri atas dasar kepentingan -- bukan kebenaran, kemiskinan, saling menipu, dan berbagai persoalan lainnya.

Orang baik tertekan oleh kejahatan tetapi ia tidak takut pada waktu pengadilan sebab jika ia diadili pun ia akan tampil sebagai berlian di lumpur kehinaan mereka yang mengadilinya; bahkan kalau ia harus pergi dari tempat tertentu karena tertekan oleh kejahatan, itu bukanlah hukuman tetapi berkat.

Roma 2:6-7
Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan
1 Dilihat

17 Mei 2026

KARENA TUHAN SAYANG

Minggu, 17 Mei 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 36:15
Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

KARENA TUHAN SAYANG

Kisah ketika raja terakhir memerintah di Yehuda selama sebelas tahun sebelum kerajaan itu dikalahkan dan ditawan ke Babel.

Selama sebelas tahun terakhir itu pun, sama seperti sebelum-sebelumnya, Allah tetap mengirim pesan kepada bangsa itu melalui utusan-utusanNya untuk membawa mereka kembali kepadaNya dan bukan semakin jauh dari hadirat Tuhan.

Kedatangan utusan Tuhan adalah tanda sayang Tuhan kepada umatNya. Tuhan tidak membiarkan umat pergi tetapi Ia juga tidak memaksa mereka untuk tetap tinggal secara terpaksa kepada di hadiratNya.

Tuhan sayang kepada tempat kediamanNya yang terisi dengan umat yang sungguh beribadah dengan tulus dan setia; bukan tempat kediamanNya itu yang menjadi pusat sayang Tuhan tetapi umat yang ada di dalamnya. Tempat kediaman yang disayangi Tuhan adalah harapan supaya dari rumah itu sayang Tuhan kepada umat terwujud menjadi damai sejahtera.

Karena Tuhan sayang; umat Israel yang tidak melekat lagi dengan Allah dirindukan untuk kembali melekat kepada Allah dan tidak hanya dikenal sebagai anak-cucu nenek moyang yang adalah umat Allah; hiduplah dengan baik sehingga dikenal sebagai umat Allah yang hidup.

Roma 8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 
1 Dilihat

15 Mei 2026

PERHITUNGAN UTANG PIUTANG

Sabtu, 16 Mei 2026
Renungan Pagi 

Filipi 4:15
Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.  

PERHITUNGAN UTANG DAN PIUTANG

Utang (bentuk tidak baku: hutang) adalah pinjaman yang harus dibayar sebab demikianlah kesepakatan antara orang yang memberi dan yang menerima.

Pelayanan Paulus dalam memberitakan Injil adalah perjalanan yang tidak dilakukan dalam perhitungan utang dan piutang artinya bahwa penginjilan (baca: pelayanan bagi Tuhan) itu tidak akan berhasil jika diwarnai oleh hitung-hitungan.

Filipi mempunyai perhitungan utang piutang dengan Paulus tidak dalam konsep pinjam meminjam tetapi dalam dukungan finansial. Paulus menghitung itu sebagai utang yang harus dipertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan. Setiap dukungan dalam bentuk apa pun adalah amanat untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Jemaat-jemaat lainnya di Makedonia tidak memberi piutang secara finansial tetapi memberi dukungan dalam bentuk lain. Tapi hitungan piutang mereka untuk bagi pekerjaan Tuhan juga berkurang.

Utang emas bisa dibayar tetapi utang budi dibawa mati. Utang yang tidak dibayar adalah dosa karena itu jangan berdosa dalam hal utang. Berilah piutang dalam bentuk budi kepada siapa pun sebab itu adalah panggilan iman.

Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
1 Dilihat