11 Maret 2026

KEKUATAN TERBESAR

Rebu, 11 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mikha 3:8
Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya. 

KEKUATAN TERBESAR

Kekuatan terdiri dari kekuatan fisik dan kecerdasan. Orang dengan fisik yang kuat tetapi tidak cerdas pada akhirnya tetap akan menghadapi situasi di mana kekuatannya tidak mampu melakukan sesuatu. Orang cerdas sering kesulitan karena tidak ada daya untuk melakukan pekerjaan besar yang mereka rencanakan. Alangkah baiknya seandainya bisa memiliki baik kekuatan fisik maupun kecerdasan sekali pun.

Kekuatan yang dimiliki oleh nabi Mikha adalah kekuatan dalam bentuk keberanian memberitakan pelanggaran dan dosa Israel; bukan hanya pribadi tetapi menghadapi sebuah bangsa. Memuji orang itu gampang sebab akan disambut dengan sukacita tetapi memberitakan kesalahan dan dosa itu bisa ditentang dan berisiko membahayakan diri.

Kekuatan memberitakan pelanggaran dan dosa hanya bisa dimiliki oleh mereka yang penuh dengan Roh Tuhan, bahwa seseorang tidak melakukan suatu tanpa penyerahan diri kepada Tuhan dan kesediaan untuk melakukan perkara itu dalam kehendak Tuhan.

Prinsip keadilan dibutuhkan dalam memberitakan pelanggaran dan dosa manusia sebab secara naluri kemanusiaan dalam roh dunia, maka orang sering mudah untuk menegur dosa orang lain tetapi cenderung untuk menutupi dosa sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Keperkasaan bukanlah soal berani beradu fisik dengan orang lain tetapi berani menegur setiap orang untuk memperbaiki kesalahannya; teguran tidak dimaksudkan untuk mempermalukan orang lain. Kekuatan terbesar manusia ialah ketika mampu dengan keberanian dan kecerdasan di dalam Roh Tuhan memperbaiki pelanggaran dan dosa umat Tuhan.

Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
1 Dilihat

10 Maret 2026

JERAT BAGI DIRI SENDIRI

Selasa, 10 Maret 2026
Renungan Pagi 

Amsal 22:24-25
Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

JERAT BAGI DIRI SENDIRI

Jerat adalah alat dari tali yang dipasang dengan berbagai cara untuk menangkap burung dan atau binatang lainnya.

Secara kiasan, jerat dalam kehidupan manusia adalah usaha yang dilakukan untuk menyusahkan orang lain bahkan untuk menjatuhkannya,

Bisa juga bahwa hal-hal tertentu, walau kelihatan baik, tetapi jika itu membatasi ruang gerak atau mengekang seseorang dalam kehidupan ini, maka itu sudah menjadi jerat kehidupan.

Berteman dan menjadi biasa dengan kehidupan orang yang lekas gusar dan bergaul dengan orang pemarah adalah jerat bagi diri sendiri dalam pengertian bahwa hidup kita dikekang oleh kemarahan orang itu; lebih jauh bahwa kita dijerat oleh orang yang lekas gusar dan orang pemarah itu sebab setelah menjadi biasa dengan mereka dan menjadi sama dengan mereka. Pemarah dan orang yang lekas gusar itu menjerat dirinya sendiri dan kehidupan di sekitarnya.

Belajar tidak marah, atau tidak meledakkan marah ketika sedang marah adalah kekuatan hebat yang hanya dimiliki oleh mereka yang tergolong sebagai orang bijaksana.

Yakobus 1:19-20
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1 Dilihat

09 Maret 2026

BERBALIK DARI PERINTAH KUDUS

Senin, 9 Maret 2026
Renungan Pagi

2 Petrus 2:21
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

BERBALIK DARI PERINTAH KUDUS

Perintah kudus adalah Jalan Kebenaran di dalam Kristus Yesus yang perwujudannya adalah perintah kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia karena didorong oleh karya keselamatan Allah.

Sebelum mengenal Jalan Kebenaran, hidup manusia didasari oleh roh-roh dunia yang dengan itu keadaan kehidupannya menjadi buruk, hidup yang terarah kepada kepuasan dunia dan jauh dari kehendak Kristus.

Ketika pengenalan akan jalan Kebenaran di dalam Kristus dialami, maka hidup menjadi baik dan terus disempurnakan dalam karya pembaharuan budi oleh kasih Allah; semakin dikuduskan dari hari ke hari.

Tetapi orang yang berbalik dari Jalan Kebenaran, tidak setia melakukan perintah kudus, maka keadaan mereka akan lebih buruk dari keadaan sebelum sebelum mengenal Jalan Kebenaran itu 

Dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan untuk melaksanakan perintah kudus agar diberkati dengan hidup yang lebih bernilai; berbalik dari perintah kudus membawa ke titik kejatuhan pada jurang yang dalam dan terjal; tempat berbahaya yang sangat sulit terjangkau untuk diselamatkan.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat