21 September 2026

PEMBALASAN SESUAI KEBENARAN

Selasa, 22 September 2026
Renungan Pagi 

1 Raja-raja 8:32
maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.

PEMBALASAN SESUAI KEBENARAN

Kebenaran adalah menempatkan yang benar pada posisi yang benar dan yang salah pada posisi yang semestinya.

Hal benar hendaknya diterima dan dipedomani supaya tidak ada kesalahan (baca= dosa) yang terjadi dalam 2 ini. Kesalahan teknis yang bukan dosa itu manusiawi sebab tidak ada manusia yang sempurna untuk tidak melakukan kesalahan sama sekali.

Orang yang bersalah mengacu pada orang yang melakukan kesalahan besar kepada sesamanya sehingga dia harus bersumpah mengutuk diri. Tetapi bisa juga orang yang dinyatakan  bersalah itu adalah tuduhan sepihak yang tidak adil.

Pengadilan Allah itu adil bahwa orang yang bersalah dan orang yang benar diketahuiNya secara tepat dan Ia memberi orang yang bersalah menanggung perbuatannya sebab orang berdosa suka menanggungkan akibat perbuatannya kepada orang lain.

Allah membalas orang yang benar sesuai dengan kebenarannya. Tidak diketahui standar pembalasan Allah  kepada orang yang ternyata benar; tetapi tentu saja bahwa pembalasan Allah atas yang benar itu adalah yang baik dan orang yang selalu melakukan kebenaran itu selalu hidup terhormat.

Amsal 21:21
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. 

DIPUJI TUHAN

Senin, 21 September 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan. 

DIPUJI TUHAN

Pujian itu memiliki peran khusus dalam aktivitas hidup manusia. Pemimpin yang memuji (memberi apresiasi - bentuk penghargaan) kepada karyawan akan menjadi pemimpin yang dicintai oleh karyawannya.

Dalan perkembangan karakter, anak yang biasa dipuji oleh orangtuanya akan bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Orang yang memuji diri mendatangkan cela atas dirinya sendiri sebab orang tidak ada yang sempurna sedangkan pujian yang diberi pada diri sendiri biasanya lebih besar dari yang sesungguhnya.

Tahan uji adalah keadaan orang yang bisa mempertahankan dirinya dan imannya untuk tidak digugurkan oleh apa pun termasuk oleh kehausan akan pujian.

Kalau manusia yang memuji Tuhan, itu wajar sebab Tuhan itu memang Mahakuasa dan Mahakasih tetapi kalau manusia yang dipuji Tuhan itu adalah prestasi terbesar manusia sebab ia hanya akan dapat dipuji oleh Tuhan ketika ia seperti anak yang melakukan kehendak orangtuanya lalu diberi pujian.

Mazmur 143:10
Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!