Renungan Pagi
Kejadian 37:29-30
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?"
SATU DI ANTARA KESEBELASAN
Kisah dua belas laki-laki bersaudara. Satu di antara mereka menimbulkan iri hati di antara saudara-saudaranya yang kemudian bersepakat untuk membunuh saudaranya itu. Satunya masih kecil dan belum memahami konspirasi.
Kesebelasan itu tinggal menjadi sepuluh dan ternyata berkurang lagi satu sebab ternyata yang paling tua di antara mereka tidak setuju dengan konspirasi yang disepakati oleh adik-adiknya.
Tetapi rencana anak sulung, yang disebutkan dalam ayat 21-22, ternyata gagal sebab adiknya yang dibuang ke dalam sumur dan akan diselamatkannya tidak ada lagi di dalam sumur.
"... ke manakah aku ini?" adalah penyesalan diri tentang mengapa ia tidak mengawasi adiknya dengan baik sehingga ia tidak ada lagi di dalam sumur tetapi juga tentang tindakan apa yang akan dilakukannya untuk menemukan dan menyelamatkan adiknya. Ruben itu penyayang.
Kalah jumlah dan tidak menyuarakan isi hati dalam persepakatan akan menjadi kesalahan yang akan disesalkan oleh diri sendiri; dan yang baik itu tidak menjadi bahan pertimbangan umum.
Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!