28 Juli 2026

TUHAN MENGALIHKAN PANDANGAN DARI MANUSIA

Selasa, 28 Juli 2026
Renunan Pagi

Ayub 14:5-6
Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya.

TUHAN MENGALIHKAN PANDANGAN DARI MANUSIA

Ayub tidak berasal dari Israel, ia dari tanah Us (suatu daerah di perbatasan Edom atau Arabia) tetapi ia adalah orang yang percaya kepada Allah dan hidup saleh bagiNya. Isi kitab ini bukan tentang sejarah bangsa Israel tetapi tentang tema universal yaitu penderitaan manusia dan kedaulatan Tuhan.

Sebuah permintaan yang berbeda dari pemahaman bangsa Israel bahwa berkat Tuhan itu dinyatakan ketika Tuhan menghadapkan wajahNya kepada umat. Perbedaan ini tidak saling bertentangan tetapi memberi makna yang lebih dalam dari pemahaman itu.

Manusia itu terbatas umurnya dan ia membutuhkan istirahat dalam hidupnya; tetapi istirahat itu tidak mungkin terjadi jika Allah terus memandang manusia. 

Sebenarnya ini adalah pengakuan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak layak di hadapan Allah jika melihat keadaannya yang berdosa. Tetapi tidak berarti bahwa Tuhan diminta untuk mengalihkan pandanganNya dari manusia agar manusia bisa bebas berbuat dosa melainkan bahwa mereka membutuhkan pengampunan atas dosa-dosa mereka dan bimbingan atas perjalanan hidup sehingga hidup ini tidak dibebani dengan beban terberat yang pernah ada.

Hanya manusia yang berserah diri kepada Tuhan, yang merendah di hadapan Tuhan (seperti seorang upahan) yang dapat menerima berkat atas hidupnya; menikmati harinya dengan baik.

Roma 6:23 
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

27 Juli 2026

MENUNGGU TUHAN

Senin, 27 Juli 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:7
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

MENUNGGU TUHAN

Manusia itu adalah makhluk yang hakikatnya adalah terbatas. Sampai mati pada usia tua pun tidak akan pernah mencapai keadaan yang sepenuhnya disebut hebat.

Prestasi sebaik apa pun tidak akan pernah membuat manusia bukan lagi manusia dan ia tetap akan diburu oleh kenyataan bahwa ia hanyalah manusia yang bisa berakhir.

Menunggu-nunggu TUHAN adalah untuk memberikan pertolongan dan kesempurnaan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Mengharapkan Allah yang menyelamatkan adalah mengingatkan manusia akan hakikatnya yang bisa terancam oleh apa saja, Allah adalah pelindung yang abadi. Nilai 'keselamatan dari Allah' sudah diberikan secara total.

Allah mendengarkan aku adalah untuk mengingatkan manusia bahwa ia pada hakikatnya adalah umat yang seharusnya hidup dengan jujur, adil, dan setia sehingga ia akan didengarkan Allah.

Amsal 2:9
Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.