06 September 2026

MENYAMPAIKAN KEPADA TUAN

Minggu, 6 September 2026
Renungan Pagi 

Matius 18:31
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

MENYAMPAIKAN KEPADA TUAN

Manusia adalah makhluk yang menanggap dan memberi reaksi atas peristiwa-peristiwa di sekitarnya.

Setiap orang akan membentuk dalam dirinya masing-masing kesan tentang apa yang dilakukan oleh sesamanya. 

Tuhan adalah tuan kehidupan yang kepadanya orang menyampaikan perihal yang ada di hatinya termasuk dalam hal hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya; tetapi tuan itu tahu duduk perkara yang sesungguhnya lebih dari kita bisa memahaminya.

Melaporkan kepada tuan, yaitu Tuhan yang menyertai perjalanan hidup ini, kesedihan itu baik supaya Tuhan yang memberi kekuatan dan petunjuk bukannya dengan hikmat sendiri mengambil langkah sebagai reaksi, yang bisa salah.

Berusahalah bahwa di dalam melakukan kehendak Tuhan, orang akan merasakan kebahagiaan, dan mereka datang kepada Tuhan menceritakan segala perkara itu dan bersama dengannya (dengan mereka semua) diberkati dengan sukacita; berkat yang hanya bisa diberikan oleh tuan yang benar, yaitu Tuhan.

Roma 12:14
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

05 September 2026

KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Sabtu, 5 September 2026
Renungan Pagi

Roma 13:10 
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Inti dasar hukum Taurat adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama; dua keberadaan yang ekuivalen tetapi tidak sejajar sepenuhnya.

Jika seseorang karena kasihnya yang besar kepada seseorang lalu melanggar batas yang seharusnya hanya diberikan kepada Tuhan, maka itu berarti bahwa ia tidak mengasihi Tuhan; demikian juga jika seseorang mengabaikan seseorang karena harus menyatakan kasih kepada Tuhan, maka itu adalah kasih yang tidak kesampaian;.

Tidak berbuat jahat adalah kasih. Berbuat jahat bukanlah kasih walau sering didasarkan pada 'demi kasih' ketika melakukannya.

Hukum taurat adalah aturan yang diberikan Tuhan supaya bangsa Israel dan menjadi berkat bagi sesama. Tujuan utamanya adalah agar manusia menjadi baik dan mengenal batasan-batasan hidup sehingga mereka menjadi pribadi yang dekat dengan Tuhan dan sesama. 

Kegagalan bangsa Israel mencapai tujuan itu adalah karena mereka menjadikan hukum Taurat sebagai tujuan dan bukan sebagai sarana memahami kasih. Jika kasih sudah ada di dalam hati, maka Taurat itu tidak lagi menjadi beban tetapi menjadi sukacita.

Ulangan 6:24-25 
"... TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."