29 Juni 2026

ALAMAT PERBUATAN BAIK ALLAH

Senin, 29 Juni 2026
Renungan Pagi

Kejadian 1:20 
Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

ALAMAT PERBUATAN BAIK ALLAH

Kisah yang sudah diketahui dengan baik dan menjadi teladan dalam kehidupan banyak orang yang sekaligus menjadi teladan tentang sikap rela berkorban bagi pihak yang lemah yang ditampilkan oleh kedua bidan Mesir yang membantu persalinan orang Yahudi di Mesir dengan melanggar perintah untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir bagi orang Yahudi.

Perbuatan kedua bidan Mesir ini juga menjadi kisah yang melegalkan 'berbohong demi kebaikan' yang harus dinetralkan sebab prinsip itu dipertahankan sebagai yang memiliki dasar Alkitabiah. Tidak akan dibahas di sini tentang 'bohong demi kebaikan' itu sah-sah saja tetapi hanya mau mengingatkan bahwa bagi orang yang hidup di dalam Tuhan, maka bohong itu adalah dosa.

Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu bukanlah karena kebohongannya, melainkan pada tindakah keberpihakan pada pihak yang lemah dan pada penghargaan terhadap hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap pribadi yang lahir tanpa harus memandang status dan asal usulnya.

Pernyataan tentang perbuatan baik Allah kepada kedua bidan itu ada di dalam bingkai 'bertambah banyaklah bangsa itu (orang Yahudi)dan sangat berlipat ganda. Kedua bidan itu menerima kebaikan Allah sebab mereka menjadi bagian yang ada dalam kerangka kerja Allah untuk kebaikan bagi umatNya.

Bertindaklah sebagai orang yang memperoleh perbuatan baik Allah karena menjadi orang yang turut bekerja dalam mewujudkan rencana Allah tanpa harus dinodai oleh kebohongan dalam bnetuk apa pun.

Efesus 4:25 
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

28 Juni 2026

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Minggu, 28 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Mendekat kepada Allah adalah tindakan yang menjadi titik awal hubungan yang indah antara Allah dengan umat-Nya. Jika seandainya jarak kita dengan Allah adalah sepuluh langkah, maka selangkah saja kita mengambil keputusan untuk datang kepadaNya, sembilan langkah Dia datang menemui kita.

Ada dua tindakan mendekat kepada Allah yang merupakan keputusan yang harus dipertanggungjawabkan, yaitu mentahirkan tangan dan menyucikan hati.

Mentahirkan tangan artinya melakukan urusan dengan tidak menipu orang lain, tidak memakai kekerasan, dan tidak memakai kekuasaan untuk menindas orang lain. Menjauhkan dosa dari praktik hidup.

Menyucikan hati ditujukan pada mereka yang suka mendua hati; teguran yang senada dengan mentahirkan tangan tetapi lebih pada sumber motivasi dalam kehidupan manusia yang dorongan dari dalam hati. Menyucikan hati berarti belajar lebih tulus dan fokus pada kemuliaan Tuhan dalam semua yang dilakukan.

Mendekat kepada Allah tanpa ketulusan yang terwujud dalam tindakan nyata tidak akan mendekatkan jiwa kepada Tuhan dan tidak akan menjadi undangan untuk Tuhan mendekat ke dalam kehidupan ini.

Mazmur 24:3-4 
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. ..."

27 Juni 2026

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Sabtu, 27 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:5
Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Roh manusia adalah napas hidup yang ditiupkan Allah ke dalam hidup manusia ketika diciptakan. Napas itulah yang menghidupkan manusia dan yang membuat manusia bersemangat untuk mempertahankan hidupnya; pada sisi tertentu roh adalah semangat.

Roh manusia menghubungkannya dengan Tuhan yang adalah asal dari roh itu, hakikatnya seharusnya demikian bahwa roh manusia terhubung dengan Allah sebagai asalnya.

Manusia dalam pengalamannya bahkan sebelum jatuh ke dalam dosa, bisa terhubung dengan sesuatu yang lain; Adam dan hawa tergoda oleh ular (manifestasi iblis-?) sebelum berdosa.

Kitab suci mengatakan bahwa Allah itu mengingini roh manusia sebab roh itu memang milikNya. Cemburu menunjukkan 'kekhususan'. Saudara cemburu kepada orangtua yang lebih mengasihi anaknya yang tertentu; orang yang punya perhatian khusus kepada seseorang akan merasa cemburu ketika orang itu dekat kepada orang lain dan bukan kepada dirinya.

Allah menginginkan dengan cemburu roh manusia sebab itu memang milikNya tetapi manusia sering tidak sadar bahwa di luar Tuhan, rohnya akan tersesat. Roh manusia yang tidak diarahkan kepada Tuhan akan kehilangan segala arti hidup yang sesungguhnya.

Lukas 20:25
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"

26 Juni 2026

TIDAK BERCELA

Jumat, 26 Juni 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 14:5
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. 

TIDAK BERCELA

Keadaan seratus empat puluh empat ribu yang ditebus dari bumi dan berada di hadapan Bapa di sorga.

Orang-orang ketebusan Kristus ini diberi kemampuan untuk menafsirkan lagu baru sorgawi yang dinyanyikan oleh bala tentara sorgawi.

Mereka memiliki dua keistimewaan sehingga mampu memahami lagu baru sorgawi itu, pertama mereka tidak dicemarkan perempuan (semuanya laki-laki?) dan mulut yang tidak terdapat dusta yang disebutkan dalam ayat ini.

Orang yang tidak ada dusta di dalam mulutnya merekalah yang disebut sebagai orang tak bercelana. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cela manusia itu ada pada mulutnya; orang beriman perlu jaga mulut.

Kejujuran (tidak ada dusta pada mulut) adalah awal ketulusan yang diberkati dengan kemampuan untuk memahami segala perkara sorgawi.

Yakobus 3:2
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

25 Juni 2026

ORANG TERBESAR YANG TERKECIL

Kamis, 25 Juni 2026
Renungan Pagi

Matius 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

ORANG TERBESAR YANG TERKECIL

Semua orang pasti dilahirkan oleh perempuan dan pemilihan diksi ini hendak menekankan betapa kebesaran Yohanes Pembaptis tidak tertandingi oleh siapa saja; dia lebih besar dari Abraham, lebih besar dari Musa, lebih besar dari raja Daud; tetapi tentu saja lebih kecil dari Yesus sebab Yesus itu berasal dari Kerajaan Sorga.

Yohanes pembabtis adalah orang yang datang dalam roh dan kuasa Elia yang bertugas untuk membawa bangsa Israel kepada pertobatan untuk menerima anugerah Allah yang menyelamatkan manusia.

Ayat yang kita baca hari ini adalah kisah ketika Yohanes menyuruh murid-muridnya untuk menanyakan siapakah Yesus sesungguhnya dalam karya penyelamatan Allah bagi umatNya. Orang besar adalah mereka yang selalu menyelidiki perkara keselamatan dan tidak disibukkan dengan dunia yang selalu mengalihkan manusia dari perbuatan keselamatan di dalam Allah.

Yesus menyebutkan diriNya sebagai yang terkecil dalam Kerajaan Sorga? Atau adakah pribadi lain yang dimaksud? Pertanyaan lainnya lagi: apakah selain dari Allah sendiri yang adalah Mahamulia (dan semua maha lainnya, maka status tinggi-rendah juga ada di dalam Kerajaan Sorga? Yohanes Pembaptis akan menjawab dengan sangat rendah hati, "Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil." Orang terbesar adalah mereka yang selalu semakin kecil demi 'kebesaran Kerajaan Sorga'.

Tidak perlu memusingkan tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan sorga; ketika nanti kita sampai ke sana, maka jika akulah terkecil, itu sudah lebih besar dari kehidupan saya di dunia ini; mari berpusat pada kehidupan yang besar di dunia ini yaitu mereka yang dalam kesederhanaan terus melihat dirinya sebagai yang kecil di hadapan Tuhan.

1 Petrus 5:6 
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

24 Juni 2026

DISALIBKAN BAGI DUNIA

Rabu, 24 Juni 2026
Renungan Pagi 

Galatia 6:14
Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

DISALIBKAN BAGI DUNIA

Ketika Kristus disalibkan ada dua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia dan ada satu yang diselamatkan dalam imannya kepada Allah yang tidak bersalah.

Dunia disalibkan bagiku artinya bahwa dunia tidak layak menjadi perhatian utama dalam pelayanan sebab dia tidak layak; disalibkan berarti supaya tidak menjadi penghalang apalagi sebagai tujuan utama dalam kehidupan ini.

Tersalib bagi dunia artinya tetap mengasihi dunia tetapi bersedia berkorban untuk menyelamatkannya dari proses hidup yang membinasakan kehidupan manusia.

Arti penyaliban adalah berkorban untuk menyelamatkan di dalam cinta kasih yang tulus seperti yang diteladankan Kristus yang telah menderita di salib sebab disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa

Bermegah (membesarkan diri) dalam salib Kristus artinya tidak bermegah karena dunia dan segala yang ada padanya di dunia ini seperti kekayaan, pengaruh, kepandaian, jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya melainkan tetap merendah untuk memuliakan Kristus yang telah berkorban dengan kasih sayang yang sesungguhnya untuk menyelamatkan manusia.

Filipi 3:8-9
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

23 Juni 2026

POHON KORMA DEBORA

Selasa, 23 Juni 2026
Renungan Pagi 

Hakim-hakim 4:5
Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.

POHON KORMA DEBORA

Ini bukan soal varietas korma dan ada jenis yang dinamakan debora seperti mangga macam dan mangga madu yang sama-sama ada dalam varietas mangga.

Pohon korma Debora lebih pada penunjukan tempat di mana Debora sering melakukan tugasnya sebagaimana Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota kebudayaan.

Pohon korma tempat Debora dipengaruhi oleh Debora tentu saja dalam hal baik yang dilakukan oleh Debora di sana. Pohon korma itu tetap pohon korma tetapi ia mendapat nama dari pengaruh baik dan kewibawaan orang yang melakukan kebaikan di bawahnya.

Orang Israel berhakim kepada Debora berarti bahwa hidupnya mempengaruhi pohon korma tempatnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak usah ada tempat yang disebut dengan nama pribadi sebagai tanda pengaruh yang besar tetapi biarlah setiap orang memiliki pengaruh baik di mana pun dia berada.

Galatia 6:9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

22 Juni 2026

SESUAI DENGAN YANG KULAKUKAN

Senin, 22 Juni 2026
Renungan Pagi

Hakim-Hakim 1:7
Kata Adoni-Bezek: "Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku." Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.

SESUAI DENGAN YANG KULAKUKAN

Petikan kisah ketika bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan dan mengalahkan bangsa-bangsa yang menjadi penduduk asli untuk mereka duduki sebagai tanah perjanjian bagi mereka. Khusus dalam ayat ini dikisahkan ketika Bezek yang dipimpin oleh Adoni-Bezek dikalahkan oleh bani Yehuda.

Setiap kejadian bisa menjadi sarana perenungan diri, baik kejadian yang baik maupun kejadian yang buruk untuk 'menemukan diri' yang sesungguhnya di dalam segala yang terjadi di dunia ini.

Dipotong ibu jari kaki dan tangan adalah bentuk penyataan sebagai pihak yang dikalahkan; tampil aneh dan tak berdaya untuk berjalan dan tidak mampu untuk meraih sesuatu. Orang yang memotong jari tangan dan kakinya sendiri adalah kesalahan paling fatal yang pernah ada di dunia ini.

Orang yang melakukan kekerasan bisa mengalami kekerasan juga sebagai balasan dari yang dilakukannya dan jika hal itu terjadi, maka yang terjadi adalah penyesalan atas diri yang telah melakukan kejahatan dan harus menerima hal yang sama sebagai balasannya.

Orang yang melakukan tindakan yang baik bisa mengalami hal sial dan buruk tetapi ia akan terhibur dengan desau yang berat "Tapi tidak apa-apa, saya sudah melakukan yang baik dan yang benar." Jalan hidup manusia adalah perputaran antara susah dan senang tetapi sukacita tidak pernah hilang dari mereka yang selalu melakukan kebenaran.

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

MEMANDANG WAJAH TUHAN

Minggu, 21 Juni 2026
Renungan Pagi

Mazmur 11:7 
Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

MEMANDANG WAJAH TUHAN

Memandang wajah Tuhan mengingatkan tentang ucapan berkat di mana Allah memberkati umatNya dengan menyinari mereka dengan wajahNya dan menghadapkan wajahNya kepada mereka.

Memandang wajah Tuhan dari pihak manusia berarti menyambut dan mempersilahkan Tuhan masuk ke dalam kehidupan ini dan beperkara di dalamnya; memberkatinya setiap waktu.

Orang yang bisa memandang wajah Tuhan adalah mereka yang hatinya tulus seperti tulusnya hati Tuhan yang mengasihi umatNya.

Ayat ini dimulai dengan menyatakan sifat Allah yang adil dan mengasihi keadilan. Sifat seseorang menjadi penentu hal-hal yang dikasihinya. Orang jujur mencintai kejujuran, orang rendah hati mencintai penghargaan kepada orang lain sedangkan orang sombong mencari penghargaan bagi dirinya sendiri, orang baik mencintai kebaikan.

Orang yang bertemu Tuhan tetapi tidak mengasihi keadilan, kebaikan, kejujuran, keendahan hati, ketulusan, dan hal-hal baik lainnya, maka ia tidak akan memandang wajah Tuhan.


Filipi  4:8 
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

20 Juni 2026

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Sabtu, 20 Juni 2026
Renungan Pagi 

Zefanya 2:15
Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: "Hanya ada aku dan tidak ada yang lain!" Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya. 

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Nubuat nabi tentang Asyur dengan Niniwe sebagai ibukotanya. Bangsa yang pernah menguasai banyak wilayah dengan mengalahkan bangsa-bangsa.

Asyur terkenal sebagai bangsa yang angkuh yang melihat bangsa-bangsa lain sebelah mata; semua dianggapnya kecil dan bisa dikalahkannya dengan kekuatan prajuritnya dan kereta perangnya canggih.

Latarbelakang keangkuhan mereka adalah karena keadaan mereka yang begitu tenteram yang didukung oleh berbagai faktor termasuk kekuatan militernya yang mampu mengalahkan bangsa-bangsa sehingga kekayaan banyak bangsa mengalir kepada mereka. Mereka menjadi bangsa yang melihat dirinya sebagai 'yang satu-satunya'. Pada akhirnya mereka akan jatuh dan memprihatinkan.

Bersuit adalah ungkapan rasa heran karena sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa terjadi, yaitu bangsa yang kuat dan besar dapat terjadi; suit-suit itu bisa dituliskan dengan pengungkapan sekarang sebagai decak keheranan: ck ck ck ck ck. Tangan yang terayun-ayun adalah tangan yang mengibas bau yang tidak menyenangkan dari daerah yang dikalahkan dan tidak terawat. Bau keangkuhan itu mengganggu kenyamanan hidup bersama.

Belajar dari bangsa Asyur, mari menyadari bahwa awal kehancuran manusia, baik pribadi, kekeluargaan, maupun dalam sosial masyarakatnya, adalah keangkuhan; sebab itu semakin baik keadaan hidup seseorang dan semakin sukses seseorang dalam kehidupan, maka seharusnya semakin rendah hati menjalani hidup karunia Tuhan.

Roma 12:16
Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

19 Juni 2026

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Jumat, 19 Juni 2026
Renungan Pagi 

1 Tesalonika 5:9-10
Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Ditimpa murka adalah keadaan akhir dari insan yang hidupnya harus menanggung hukuman sebab berpikir bahwa mereka a menjalani hidup dengan pola sesuai dengan kekuatan atau kesanggupan mereka dengan tidak peduli pada kehendak Tuhan; setiap kesalahan (=dosa) harus dihukum oleh murka Allah.

Beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus adalah dasar iman kekristenan sebab itulah yang melandasi seluruh hidupnya. Tanpa kasih Kristus tidak keselamatan kepada manusia yang sudah semakin jauh dari Allah.

Berjaga-jaga adalah panggilan untuk setiap tindakan hidup ini ada selalu dijaga dengan warna ketaatan (baca: kasih yang besar) kepada Allah. Lengah sedikit saja adalah celah besar bagi musuh untuk masuk dan membinasakan iman serta pengharapan akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus itu.

Tidur adalah ilustrasi tentang hidup manusia yang tidak akan mungkin terjaga sepenuhnya sepanjang waktu; manusia itu lemah dalam segala hal dan pasti akan tertidur; tetapi janganlah iman yang tertidur.

Berjaga-jagalah dalam seluruh keadaan sadar dan tetaplah terjaga dalam segala kelemahan dengan tetap percaya pada Kristus yang selalu menyertai dalam segala perkara; supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

ALAMAT PERBUATAN BAIK ALLAH

Senin, 29 Juni 2026 Renungan Pagi Kejadian 1:20  Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat b...