05 Februari 2026

BUAH DI DEPAN PINTU

Kamis, 5 Februari 2026
Renungan Pagi 

Kidung Agung 7:13
Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

BUAH DI DEPAN PINTU

Buah adalah makanan pelengkap ketika makan. Ada yang senang makan buah sebelum makan dan ada yang makan buah setelah selesai makan.

Acara santai biasa juga diisi dengan makan buah bersama; pada masa buah tertentu tiba musimnya, maka orang sering memetik buah bersama sebagai tanda kasih dan keakraban.

Buah dapat dipakai untuk membujuk orang lain memenuhi kehendak tertentu. Buah dudaim dipakai Lea untuk membujuk Rahel. Buah yang selalu ada di depan pintu adalah lambang kesediaan untuk selalu melakukan yang terbaik bagi semua orang, baik orang seisi rumah di dalam maupun orang-orang yang datang ke rumah bahkan kepada semua orang.

Buah dudaim itu semerbak (berbau enak; biasanya harum) dan itu, bau harum itu, yakni hidup yang harum, memiliki kekuatan untuk membina hubungan yang baik terutama hubungan asmara.

Buah dudaim itu awet, bisa tahan lama sehingga dia bisa yang sudah lama dipetik masih semerbak dan bisa dinikmati untuk dimakan. Kehidupan yang semerbak itu harus tahan lama -- awet sepanjang waktu dan bisa selalu dipetik setiap saat.

Amsal 21:3
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
1 Dilihat

04 Februari 2026

HARINYA SUDAH DEKAT

Rabu, 4 Februari 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 37:12-13
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia; 
Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat. 

HARINYA SUDAH DEKAT

Menertawakan adalah tindakan yang dilakukan oleh orang ketika melihat orang lain yang dengan pasti melakukan sesuatu yang tidak akan dicapainya. Ketika melihat orang yang melakukan kebodohan, orang bisa menertawakannya sekaligus akan menjadi tontonan yang menarik.

Tuhan menertawakan orang fasik dan bukan merasa kasihan pada orang benar yang kepadanya orang fasik itu merencanakan kejahatan sebab Ia tahu bahwa kejahatan itu tidak akan berhasil; Tuhan melindungi orang benar.

Orang fasik menggertakkan gigi terhadap orang benar artinya bahwa rencana kejahatan itu selalu dilandasi oleh kebencian dan bahwa rencana kejahatan itu membuatnya semakin membenci orang benar itu.

Harinya sudah dekat (bagi orang fasik itu) bisa berarti bahwa kejahatannya akan digagalkan; juga bisa berarti bahwa hari-harinya akan dihukum; dan terakhir harinya sudah dekat bisa berarti ajalnya mendekat.

Bagi orang benar, harinya sudah dekat berarti bahwa ia akan semakin diberkati; dalam kehidupan diberkati dengan hasil yang membawa damai sejahtera dan hari akhir hidupnya diberkati dengan sukacita abadi.

Mazmur 5:13
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
1 Dilihat

03 Februari 2026

PARADOKS KEHIDUPAN

Selasa, 3 Februari 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 33:31
Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.

PARADOKS KEHIDUPAN

Berkumpul di hadapan nabi adalah untuk mendengarkan firman Tuhan. Berkerumun menggambarkan bahwa banyak yang datang kepada nabi untuk mendengar.

Sebagai umat Tuhan adalah status yang mereka pertahankan atau yang hendak mereka perlihatkan dengan datang kepada nabiNya; tetapi sering hidup ini hanya untuk dipertontonkan dan bukan untuk dihidupi.

Mendengar adalah untuk melakukan. Mendengar tanpa tindakan adalah kesia-siaan bahkan kehinaan sebab dituding sebagai orang yang tidak mendengar apa yang telah didengar.

Tindakan umat Tuhan yang benar adalah mengasihi semua orang dengan cinta kasih yang benar dan bukan hanya ucapan manis yang hanya di bibir saja.

Kekerasan hati yang menjadi penyebab kegagalan mendengar sebagai umat Tuhan dan dengan demikian juga memudarkan status umat Tuhan. Mendengar itu semestinya diwarnai dengan ketulusan untuk melakukan firman Tuhan.

Yakobus 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1 Dilihat