21 Juli 2026

MELEMPARKAN MUTIARA KEPADA BABI

Rabu, 22 Juni 2026
Renungan Pagi 

Matius 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

MELEMPARKAN MUTIARA KEPADA BABI

Perikop dengan hanya satu ayat dalam Alkitab (TB - 1974). Sebuah perintah yang penting untuk direnungkan sehingga perkara yang berharga itu tidak menjadi sia-sia.

Benda kudus bisa berupa barang atau makanan. Perintah untuk tidak diberikan kepada anjing adalah yang dalam bentuk barang. Anjing tidak akan bisa menerima atau menggunakan barang tersebut; dengan demikian, barang itu pada akhirnya menjadi sia-sia.

Apabila yang kudus dalam bentuk makanan itu diberikan kepada Anjing, maka itu bisa bermanfaat bagi anjing. Tetapi hal ini pun sebaiknya dipertimbangkan sebab yang kudus itu tidak diperuntukkan bagi anjing.

Mutiara tidak berharga bagi babi dan tidak ada gunanya memberikannya kepada babi. Melemparkan mutiara kepada babi menggambarkan hubungan yang keras antara babi dengan pemiliknya; kemarahan itu berakibat membuang mutiara (hidup yang berharga) jadi sesuatu yang hina (diinjak oleh babi itu), bahkan bisa menyebabkan kecelakaan akibat permusuhan (babi itu berbalik dan menggigit yang melemparnya).

Dalam pengertian lurus, memberi mutiara kepada babi bisa diartikan sebagai tindakan yang baik itu tidak akan berguna jika dilakukan kepada orang yang tidak menghargainya. Orang yang berharga adalah yang mampu melakukan hal-hal yang baik dan mampu memahami dengan baik serta menerima dengan baik segala sesuatu yang terjadi kepadanya.

Mazmur 37:16-17
Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar. 

UNDANGAN KETIGA

Selasa, 21 Juli 2026
Renungan Pagi 

Matius 22:5-6
Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

UNDANGAN KETIGA

Undangan pertama adalah pemberitahuan yang mengharapkan kehadiran sebelum acara diselenggarakan.

Ketika acara sudah siap, hidangan sudah tersedia, mereka yang sudah diundang itu dipanggil lagi untuk datang tetapi tidak ada yang datang.

Cerita di sini adalah undangan yang ketiga yang disampaikan kepada orang yang sama yang rupanya tetap tidak mau datang.

Dua tanggapan terlihat pada undangan ketiga adalah orang tidak datang karena halangan pribadi -- mengurus urusan pribadi; sepertinya ini dapat dilihat sebagai wujud tidak adanya perhatian atau penghargaan kepada yang mengundang. Tanggapan kedua adalah tindak kekerasan.

Perenungan kita adalah supaya untuk undangan Tuhan tidak perlu sampai dijemput atau didesak untuk melakukannya. Perlawanan pada undangan Tuhan baik dengan alasan pribadi (pekerjaan dan usaha) maupun dengan cara kekerasan hanya akan menyebabkan kekacauan dan lingkaran kemunafikan yang sulit untuk diputuskan.

Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.