19 April 2026

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Minggu. 19 April 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

IBADAH MENGEKANG LIDAH 

Lidah adalah pengatur aliran udara yang menggetarkan pita suara untuk mengeluarkan bunyi. Suara yang dihasilkan oleh gerakan lidah adalah sarana komunikasi manusia dan sesamanya dan dengan Tuhannya.

Menganggap diri beribadah berarti orang yang selalu taat mengikuti jam-jam ibadah secara rutin. 

Ibadah yang sia-sia adalah kehadiran dalam jam ibadah yang tidak menghasilkan hidup yang diberkati dalam keseharian sebab hidupnya jauh dari kehendak Tuhan.

Lidah yang tidak dikekang artinya yang tidak dikontrol dengan cara yang baik dan tujuan yang baik dalam berkata-kata sehingga banyak kata yang keluar menyakiti orang lain dan ibadah menjadi sia-sia karenanya; 
mengekang lidah adalah ibadah yang perlu dilakukan setiap waktu,

Pengkhotbah 5:2
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
1 Dilihat

18 April 2026

BERTAMBAH KAYA

Sabtu, 18 April 2026
Renungan Pagi

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 

BERTAMBAH KAYA

Menyebar harta bukanlah berarti memboroskan harta atau memamerkan harta kepada orang lain. Dalam terjemahan versi yang lain, disebutkan 'gemar memberi' dan itulah yang dimaksudkan dengan menyebar harta.

Pepatah sedikit-sedikit jadi bukit mengingatkan tentang prinsip mengumpulkan yang kemudian ditambahkan prinsip hemat pangkal kaya membuat manusia berpikir bahwa untuk menjadi orang berada itu butuh pelit.

Menghemat luar biasa adalah kecenderungan manusia untuk hanya menggunakan serba sedikit dari harta bendanya dengan tujuan menghemat sehingga ia (dan keluarganya) makan yang kurang dan serba terbatas dalam fasilitas hidup karena menganggap bahwa harta akan habis. Jika orang yang memiliki harta benda dan uang yang berpikir demikian, maka ia adalah orang kaya yang miskin. 

Berkekurangan bukan hanya soal ada pada saat ini tetapi ada ketersediaan sumber daya pendukung hidup untuk sepanjang waktu selama hidup di dunia ini; tetapi juga soal fakta yang dipengaruhi oleh pikiran hemat.

Rumus iman adalah semakin memberi semakin diberi sebab apa yang kauperbuat kepada sesamamu akan diperbuat juga kepadamu oleh Tuhan. Semakin memberi semakin didoakan dan itulah kekayaan terbesar.

Kisah Para Rasul 20:35
"... Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
1 Dilihat

17 April 2026

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN

Jumat, 17 April 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 17:18
Ya, ia memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian. Sungguh, walaupun ia menyungguhkan hal itu dengan berjabat tangan, tetapi ia melanggar semuanya itu, maka ia tidak dapat luput.

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN 

Jabat tangan adalah lambang ikatan kasih yang dalam. Orang yang saling merindukan berjabat tangan dan seakan enggan untuk melepaskan tangannya dari saling berjabat tangan itu.

Pada sisi lain, berjabat tangan adalah tanda kesungguhan kedua belah pihak untuk secara bersama melakukan kesepakatan bersama di antara mereka.

Babel dan Israel telah memiliki perjanjian yang disahkan dengan berjabat tangan, yaitu bahwa Israel akan tetap hidup sebagai bagian dari Babel. Tentu saja bahwa ini adalah perjanjian yang tidak adil sebab Babel menjadi penguasa dan Israel menjadi jajahan.

Tetapi perjanjian tetap perjanjian dan itu harus dipegang teguh walau rugi (Mazmur 15). Jika masih bisa dipikirkan terlebih dahulu, maka jangan melakukan atau terlibat dalam janji yang merugikan.

Orang yang karena situasi lalu menjadi bagian dari perjanjian yang berat sebelah tetapi setia pada janji itu sambil terus berharap pada Tuhan, maka Allah akan memberkatinya dan melepaskannya.

Ibrani 10:23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
1 Dilihat