14 Juni 2026

MENJADI MILIK TUHAN

Minggu, 14 Juni 2026
Renungan Pagi 

Imamat 20:26
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

MENJADI MILIK TUHAN

Semua orang adalah milik Tuhan dalam pengertian bahwa ia diciptakan, menjadi ada, hidup, dan beraktivitas dalam perkenanan dan kuasa Tuhan.

Karena itu manusia tidak menentukan waktu, tempat, situasi hidup dan status keluarga di mana ia akan dilahirkan dan juga tidak tahu waktu, tempat, dan cara kematiannya kelak.

Menjadi bangsa milik Tuhan adalah status yang diberikan kepada bangsa Israel dengan persyaratan membentuk hubungan  yang khusus dengan Tuhan.  Menjadi milik Tuhan artinya menjadi yang diberkati untuk menjadi berkat.

Persyaratan pertama adalah menjadi kudus sama seperti Tuhan adalah kudus. Nilai kudus dalam pengertian manusia adalah menguntukkan dirinya bagi Tuhan, yakni melakukan seluruh kehendakNya dengan segala ketulusan. Pada diri Tuhan, kekudusan artinya tidak berdosa dan tidak dipengaruhi oleh dosa; manusia itu harus kudus bagi Allah yang kudus.

Terpisah dari bangsa-bangsa adalah ketentuan selanjutnya agar mereka menjadi milik Tuhan. Terpisah dari bangsa-bangsa bukan berarti terisolir tetapi tidak menjadi sama dalam karakter dan pola hidup yang menjauh dari Tuhan. Meski bangsa lain di sekitarnya berdosa, fasik, tidak mempedulikan Tuhan; umat Tuhan tetap tulus dan setia memuji Tuhan Allah yang mengasihinya.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

12 Juni 2026

PENGUASA SATU-SATUNYA

Sabtu, 13 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

PENGUASA SATU-SATUNYA

Orang yang masuk menyelusup adalah istilah yang mau menggambarkan tentang adanya orang yang ada di dalam tetapi tidak sepenuhnya sebagai anggota; musuh dalam selimut, demikian orang-orang secara umum menyebutkannya.

Ditentukan untuk dihukum lebih baik dibaca sebagai yang telah mengeraskan dirinya untuk terus melanggar sehingga tidak terhindar dari penghukuman yang akan datang.

Fasik adalah keadaan jiwa yang selalu melakukan kejahatan. Kelemahan orang untuk menyadari kesalahannya adalah bahwa orang sering berpikir sebagai yang paling benar. Kefasikan yang paling menyakitkan adalah kehadiran orang yang selalu merasa benar dalam segala hal.

Menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu adalah gambaran orang-orang yang mengatasnamakan bekerja bagi Allah yang adalah sumber kasih karunia tetapi ternyata didorong oleh hawa nafsu.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya adalah tindakan orang yang disebut sebagai yang fasik; tindakan yang menyangkal Penguasa Satu-Satunya. Dengan demikian, orang beriman diingatkan untuk melandaskan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah satu-satunya penguasa. Penguasa itu akan menyertai seluruh perkara hidup umat yang dikasihiNya.

2 Yohanes 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
1 Dilihat

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN

Jumat, 12 Juni 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:11
Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN 

Manusia ditempatkan ke dalam dunia untuk memuliakan nama Tuhan (Yesaya 43:7) dengan melakukan perbuatan yang baik (Efesus 2:10); itulah tujuan penciptaan manusia.

Merancang kejahatan kepada Tuhan adalah tindakan yang alamatnya bukanlah kepada Tuhan secara langsung tetapi kepada sesama manusia.

Memberi nasihat dursila adalah mereka yang kelihatan seperti memberi nasihat tetapi sebenarnya sedang menipu sesamanya itu dengan bahasa yang kelihatan indah tetapi sebenarnya menjerumuskan.

Tidak akan ada rancangan kejahatan kepada Tuhan yang akan berhasil sebab Tuhan mengetahui segala hal dan Ia melindungi orang-orangNya dengan 'keselamatan' yang dari padaNya sendiri.

Rancangan kejahatan kepada Tuhan hanya akan membuahkan penghukuman baik bagi dirinya sendiri maupun kepada semua yang mengikuti cara hidupnya.

Yesaya 32:8 
Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.
1 Dilihat