27 September 2026

HATI MELEKAT KEPADA TUHAN

Minggu, 27 September 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 91:14
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. ..."

HATI MELEKAT KEPADA TUHAN

Tuhan mengenal hati setiap orang dan perlekatannya masing-masing. Tidak ada yang bisa menyembunyikan bahkan hal terkecil pun di hadapan Tuhan.

Ada orang yang rajin ke gereja tetapi pemikiran, tindakan, dan tutur katanya jauh dari Tuhan. Di gereja perhatiannya lebih tertuju kepada hal-hal duniawi di sekitarnya dari pada kepada Tuhan yang untuknya 

Ada orang yang menyatakan dirinya sebagai dekat dengan Tuhan tetapi ia tidak pernah datang kepada Tuhan untuk beribadah.

Hati adalah sumber hidup, yakni segala perihal dalam hidup manusia bersumber dari kata hatinya. Itu tidak untuk diakui tetapi untuk dihidupi dan tidak sebagai tindakan yang kaku melainkan dalam penghayatan yang sungguh.

Hati yang melekat pada Allah itu membawa pengenalan akan Allah sehingga terbentuk pengabdian yang sepenuhnya dan itu diberkati dengan peluputan dari perputaran kekalutan hidup karena dosa dan perlindungan dari mara bahaya kehidupan.

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

26 September 2026

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Sabtu, 26 September 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 37:29-30
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?" 

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Kisah dua belas laki-laki bersaudara. Satu di antara mereka menimbulkan iri hati di antara saudara-saudaranya yang kemudian bersepakat untuk membunuh saudaranya itu. Satunya masih kecil dan belum memahami konspirasi.

Kesebelasan itu tinggal menjadi sepuluh dan ternyata berkurang lagi satu sebab ternyata yang paling tua di antara mereka tidak setuju dengan konspirasi yang disepakati oleh adik-adiknya.

Tetapi rencana anak sulung, yang disebutkan dalam ayat 21-22, ternyata gagal sebab adiknya yang dibuang ke dalam sumur dan akan diselamatkannya tidak ada lagi di dalam sumur.

"... ke manakah aku ini?" adalah penyesalan diri tentang mengapa ia tidak mengawasi adiknya dengan baik sehingga ia tidak ada lagi di dalam sumur tetapi juga tentang tindakan apa yang akan dilakukannya untuk menemukan dan menyelamatkan adiknya. Ruben itu penyayang.

Kalah jumlah dan tidak menyuarakan isi hati dalam persepakatan akan menjadi kesalahan yang akan disesalkan oleh diri sendiri; dan yang baik itu tidak menjadi bahan pertimbangan umum.

Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!