Renungan Pagi
1 Korintus 13:12
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
CERMIN SAMAR-SAMAR
Cermin adalah wadah untuk melihat diri dan segala sesuatu yang ada di depan cermin itu.
Cermin di kamar lebih untuk melihat diri sedangkan kaca spion pada kendaraan lebih untuk melihat benda-benda di depan cermin itu, tepatnya keadaan di belakang kendaraan yang ditumpangi untuk jaminan keamanan.
Cermin yang menampilkan gambar yang samar bukan seperti pada cermin yang tertutup bintik-bintik air atau kaca cermin yang retak sehingga gambar bayangan seperti terpotong-potong melainkan dalam pengertian bahwa itu bersifat sangat sementara; dilupakan sesaat setelah tidak dipandang lagi bayangan itu.
Melihat dan mengenali diri di depan cermin itu hanya untuk mengenali wajah dan keadaan penampilan fisik tetapi untuk mengenal diri yang sesungguhnya, cermin itu hanya samar-samar menampakkannya; ketika bercermin dan melihat rambut mulai beruban dan kulit wajah sudah mulai keriput, maka itu berarti kita sudah tua tetapi sudahkah kita sungguh-sungguh menjadi orang dewasa, karakter yang diharapkan ada pada orang yang berumur banyak, itu adalah sesuatu yang harus dilihat lebih jauh lagi.
Mengenal diri ada dalam kerinduan untuk mengenal Kristus dan kehendakNya untuk dilakukan sebab Kristus adalah gambaran manusia yang sesungguhnya, manusia yang sejati.
Filipi 2:5-7
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar