05 Februari 2026

BUAH DI DEPAN PINTU

Kamis, 5 Februari 2026
Renungan Pagi 

Kidung Agung 7:13
Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

BUAH DI DEPAN PINTU

Buah adalah makanan pelengkap ketika makan. Ada yang senang makan buah sebelum makan dan ada yang makan buah setelah selesai makan.

Acara santai biasa juga diisi dengan makan buah bersama; pada masa buah tertentu tiba musimnya, maka orang sering memetik buah bersama sebagai tanda kasih dan keakraban.

Buah dapat dipakai untuk membujuk orang lain memenuhi kehendak tertentu. Buah dudaim dipakai Lea untuk membujuk Rahel. Buah yang selalu ada di depan pintu adalah lambang kesediaan untuk selalu melakukan yang terbaik bagi semua orang, baik orang seisi rumah di dalam maupun orang-orang yang datang ke rumah bahkan kepada semua orang.

Buah dudaim itu semerbak (berbau enak; biasanya harum) dan itu, bau harum itu, yakni hidup yang harum, memiliki kekuatan untuk membina hubungan yang baik terutama hubungan asmara.

Buah dudaim itu awet, bisa tahan lama sehingga dia bisa yang sudah lama dipetik masih semerbak dan bisa dinikmati untuk dimakan. Kehidupan yang semerbak itu harus tahan lama -- awet sepanjang waktu dan bisa selalu dipetik setiap saat.

Amsal 21:3
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
1 Dilihat

04 Februari 2026

HARINYA SUDAH DEKAT

Rabu, 4 Februari 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 37:12-13
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia; 
Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat. 

HARINYA SUDAH DEKAT

Menertawakan adalah tindakan yang dilakukan oleh orang ketika melihat orang lain yang dengan pasti melakukan sesuatu yang tidak akan dicapainya. Ketika melihat orang yang melakukan kebodohan, orang bisa menertawakannya sekaligus akan menjadi tontonan yang menarik.

Tuhan menertawakan orang fasik dan bukan merasa kasihan pada orang benar yang kepadanya orang fasik itu merencanakan kejahatan sebab Ia tahu bahwa kejahatan itu tidak akan berhasil; Tuhan melindungi orang benar.

Orang fasik menggertakkan gigi terhadap orang benar artinya bahwa rencana kejahatan itu selalu dilandasi oleh kebencian dan bahwa rencana kejahatan itu membuatnya semakin membenci orang benar itu.

Harinya sudah dekat (bagi orang fasik itu) bisa berarti bahwa kejahatannya akan digagalkan; juga bisa berarti bahwa hari-harinya akan dihukum; dan terakhir harinya sudah dekat bisa berarti ajalnya mendekat.

Bagi orang benar, harinya sudah dekat berarti bahwa ia akan semakin diberkati; dalam kehidupan diberkati dengan hasil yang membawa damai sejahtera dan hari akhir hidupnya diberkati dengan sukacita abadi.

Mazmur 5:13
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
1 Dilihat

03 Februari 2026

PARADOKS KEHIDUPAN

Selasa, 3 Februari 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 33:31
Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.

PARADOKS KEHIDUPAN

Berkumpul di hadapan nabi adalah untuk mendengarkan firman Tuhan. Berkerumun menggambarkan bahwa banyak yang datang kepada nabi untuk mendengar.

Sebagai umat Tuhan adalah status yang mereka pertahankan atau yang hendak mereka perlihatkan dengan datang kepada nabiNya; tetapi sering hidup ini hanya untuk dipertontonkan dan bukan untuk dihidupi.

Mendengar adalah untuk melakukan. Mendengar tanpa tindakan adalah kesia-siaan bahkan kehinaan sebab dituding sebagai orang yang tidak mendengar apa yang telah didengar.

Tindakan umat Tuhan yang benar adalah mengasihi semua orang dengan cinta kasih yang benar dan bukan hanya ucapan manis yang hanya di bibir saja.

Kekerasan hati yang menjadi penyebab kegagalan mendengar sebagai umat Tuhan dan dengan demikian juga memudarkan status umat Tuhan. Mendengar itu semestinya diwarnai dengan ketulusan untuk melakukan firman Tuhan.

Yakobus 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1 Dilihat

02 Februari 2026

HIDUP TULUS

Selasa, 20 Januari 2026 
Renungan Pagi 

Zakharia 8:17
"... Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." 

HIDUP TULUS

Manusia sering tidak adil sebab mereka menuntut lebih dari orang lain segala sesuatu yang harus dilakukan oleh orang lain kepadanya yang ia sendiri tidak lakukan kepada orang lain.

Lebih buruk dari itu ialah bahwa orang berharap yang baik dari orang lain sementara ia berbuat jahat kepada orang, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi.

Manusia yang jahat itu lebih suka saling mendustai daripada hidup saling memperhatikan dan melengkapi. Orang baik semakin berkurang sebab orang jahat semakin bertambah. 

Kejahatan paling buruk yang terjadi adalah merancangkan yang jahat bagi sesamanya sementara ia tampil seperti malaikat di depan semua orang untuk menutupi keburukannya. Orang seperti ini dibenci oleh Tuhan.

Orang baik adalah mereka yang terus hidup tulus walau ia menerima perlakuan jahat dari orang lain; tulus bukan kepada orang jahat itu tetapi kepada Tuhan yang terus mengasihi umat yang setia setiap waktu.

Mazmur 26:11
Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.
1 Dilihat

SEMUANYA TERLIHAT JELAS

Senin, 2 Februari 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 29:15
Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?" 

SEMUANYA TERLIHAT JELAS

Manusia merencanakan dan melaksanakan rencananya; rencana yang satu selesai dan rencana lain melanjutkannya. Itulah roda perputaran hidup manusia.

Rancangan adalah suatu maksud terselubung yang terkandung dalam sebuah tindakan; bisa baik dan bisa buruk. Rancangan yang disembunyikan terhadap TUHAN tentu adalah maksud yang buruk dari tindakan yang dilakukan oleh manusia.

Menyembunyikan rancangannya terhadap TUHAN adalah bahwa orang tidak memperhatikan kehendak Tuhan ketika melakukan kegiatan hidupnya dan tidak menyerahkan rencana hidupnya kepada TUHAN sebagai pribadi yang memberi berkat dan petunjuk dalam hidup ini,

Pekerjaan dalam gelap adalah untuk menggambarkan tindakan-tindakan yang dilakukan dengan maksud jahat, tindakan yang didorong oleh hati yang jahat.

Manusia melihat yang jahat tetapi terbatas untuk memperbaikinya. Allah melihat yang jahat dan rindu agar itu diperbaiki dengan sendirinya oleh orang jahat itu dengan memberi peluang untuk itu terjadi. Pada akhirnya ketika itu tidak diperbaiki, maka 'celaka' sudah tersedia untuk kegelapan.

Mazmur 37:5-
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
1 Dilihat

01 Februari 2026

TIGA UNSUR IBADAH

Minggu, 1 Februari 2026
Renungan Pagi 

Nehemia 9:3
Sementara mereka berdiri di tempat, dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Allah mereka, selama seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah mereka. 

TIGA UNSUR IBADAH

Bagian pertama adalah mendengarkan firman; ini hanya dibacakan selama sekitar 3 jam (seperempat hari). Bagi gereja masa kini, dipahami bahwa pusat jam ibadah adalah pemberitaan firman Tuhan tetapi orang risau dengan khotbah yang panjang.

Pembacaan firman dilakukan dalam keadaan berdiri adalah bentuk penghargaan kepada Allah; Walau dalam pemahaman orang bahwa itu dilakukan karena tidak tempat yang memadai untuk mereka dapat duduk.

Bagian kedua adalah pengakuan (mengaku dosa); menyadari diri sebagai yang lemah dan hina bukannya bertentangan satu dengan yang lain karena sibuk memperebutkan siapa yang terbesar.

Bagian yang ketiga adalah sujud menyembah kepada Tuhan. Sujud adalah bentuk ketulusan dan kerendahan hati dan bentuk ini kontras dengan mereka yang angkuh dan 'sok sibuk' di dalam ibadah.

Dibutuhkan kesungguhan dan kerendahan hati sehingga ketiga unsur ibadah ini dapat terwujud. Orang yang sungguh-sungguh beribadah akan memberi tempat yang sepenuhnya dalam hatinya untuk bertemu Tuhan dan mendengarkan Dia dan memuliakan Tuhan yang adalah pemilik segala sesuatu.

Mazmur 86:9
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
1 Dilihat

31 Januari 2026

BERDIRI PADA KAKI

Sabtu, 31 Januari 2026
Renungan Pagi 

Daniel 10:11
Katanya kepadaku: "Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu." Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. 

BERDIRI PADA KAKI

Daniel adalah nabi yang melayani bangsa Israel ketika mereka berada di dalam pembuangan sehingga merindukan kelepasan. Daniel menerima penglihatan tentang karya Allah bagi umatNya dan ia melihat sampai kepada akhir zaman

Bangsa itu berada dalam situasi yang berat dan mereka menanti pertolongan Tuhan.

Dalam penglihatan itu, Daniel menjadi jatuh dan terkulai karena dahsyatnya penglihatan itu. Perkara Allah itu selalu dahsyat dan adalah wajar ketika manusia jatuh karenanya; manusia yang tidak bekerja bagi Tuhan karena takut jatuh adalah prajurit yang kalah sebelum berperang.

Daniel yang jatuh itu dikasihi oleh Allah dan mereka yang jatuh bagi Allah adalah orang-orang yang tangguh dalam kehidupan ini.

Daniel tetap diminta untuk berdiri di atas kakinya dan kekuatannya bukanlah dari dirinya sendiri tetapi dari yang memberi perintah untuk berdiri pada kaki itu.

1 Korintus 16:13
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
1 Dilihat

30 Januari 2026

TUAN SEMUA ORANG

Jumat, 30 Januari 2026
Renungan Pagi 

Roma 14:4
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 

TUAN SEMUA ORANG

Manusia yang berpikir bahwa dia adalah tuan atas dirinya sendiri, karena itu ia menjadi egois bahkan narsis.

Manusia yang berpikir bahwa ia menjadi tuan karena ia pintar, berpengaruh, dan kaya akan menjadi angkuh dan arogan.

Orang yang menjadikan dirinya tuan karena jabatannya akan menjadi pemimpin yang diktator.

Menghakimi orang lain adalah sifat yang ada pada banyak orang karena ia menjadikan dirinya sebagai tuan dengan alasan apa pun.

Menempatkan diri sebagai hamba Tuhan akan membuat orang tetap dapat berdiri oleh pertolongan Tuhan yang Mahakuasa.

Efesus 5:21
dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
1 Dilihat

YANG BERASAL DARI ALLAH

Kamis, 29 Januari 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 1:25
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

YANG BERASAL DARI ALLAH

Perikop ini adalah penjelasan tentang karya penyelamatan Allah di dalam Yesus Kristus yang sulit diterima oleh dunia (Yahudi dan non Yahudi) sebab dilakukan dengan cara penyaliban yang dianggap bodoh dan lemah atau hina oleh dunia.

Manusia secara naluriah selalu berusaha mengedepankan kepandaian, kekuatan, dan kemudian menurut ukuran dunia. Itu terjadi karena memang manusia berada di dunia yang secara alamiah dikuasai oleh dosa.

Salib itu kebodohan bagi dunia. Lebih baik Barabas yang garis keras dari pada Kristus yang tidak memiliki pengaruh politik apa pun.

Penyelamatan Allah itu lambang kebodohan sebab Ia bukannya dinyatakan dengan kuasa melainkan pengorbanan.

Tetapi Allah melakukannya karena Ia mau mengingatkan manusia bahwa hidup mereka semakin terpuruk karena mereka mencari hikmat, kekuatan, dan kemuliaan dunia; dari semua perkara itulah mereka diselamatkan.

Mazmur 92:6-7
Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
1 Dilihat

28 Januari 2026

TANGGUNG JAWAB KEHIDUPAN

Rabu, 28 Januari 2026
Renungan Pagi 

Roma 13:7
Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. 

TANGGUNG JAWAB KEHIDUPAN 

Tanggung jawab kehidupan adalah biaya kehidupan dan tidak ada hal di dunia ini yang tidak hal yang tidak harus dibayar.

Dua hal yang harus dibayar adalah sesuatu yang berharga dan hutang. Hidup itu sendiri adalah sesuatu yang berharga dan karena itu perlu dibayar.

Membayar pajak dan cukai adalah kewajiban terkait dengan harta yang dimiliki dan semakin orang menyadari akan tanggung jawab pada setiap yang dimilikinya akan semakin besar juga sukacita yang dirasakan sebab akan semakin diberkati yang dimiliki itu.

Memberi rasa rasa takut dan hormat adalah petunjuk hubungan dengan semua orang sehingga hidup di dunia ini ada dalam hubungan yang benar dengan semua orang.

Manusia yang tahu menghormati orang lain adalah orang yang terhormat; orang yang menyelesaikan seluruh beban hidupnya dengan baik adalah orang terhormat karena tanggung jawabnya.

1 Petrus 2:17
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
1 Dilihat

DIAM ITU MENGHERANKAN

Selasa, 27 Januari 2026
Renungan Pagi 

Matius 27:14
Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.

DIAM ITU MENGHERANKAN

Diam adalah tindakan tidak berbicara. Berdiam diri berarti tidak melakukan tindakan sebagai respons atas sesuatu yang sedang terjadi.

Bagi Tuhan Yesus, ketika diberi tuduhan palsu dalam pengadilan bagi diriNya, tindakan diamnya membuat wali negeri sangat heran, bukan pada diamnya, tetapi pada teguhnya karakter yang ada di balik Pribadi yang memilih diam dari pada menjawab tuduhan yang memang kalau dilakukan sekalipun tidak akan ada gunanya.

Pada sisi lain, keheranan Pilatus sebagai wali negeri, adalah bahwa tindakan tidak menjawab yang dilakukan oleh Yesus, dengan cara tertentu, otomatis memberi bukti bahwa tuduhan-tuduhan itu palsu. Pilatus pada akhirnya ingin melepaskan Yesus.

Diam itu emas adalah pepatah yang telah diperkenalkan oleh leluhur sejak dulu kala untuk setiap orang secara dewasa dapat menentukan kapan waktunya untuk diam.

Ketika ada orang yang sudah memutuskan untuk diam, maka semoga ada yang heran pada besarnya kuasa diam itu; tetapi pada sisi lain harus ada orang yang bertanggung jawab secara moral atasnya.

Amsal 17:27
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
1 Dilihat

KARAKTER ORANG TERHORMAT

Senin, 27 Januari 2026
Renungan Pagi 

Amsal 20:3
Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

KARAKTER ORANG TERHORMAT

Manusia hidup dan menjalani aktivitasnya dalam hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya ditentukan oleh karakternya.

Hidup manusia, yakni cara hidupnya secara menyeluruh, yang kemudian menentukan statusnya sebagai terhormat atau sebagai yang dikasihi. Memperoleh keduanya adalah keadaan yang seandainya bisa dimiliki oleh semua orang tetapi jika tidak bisa mendapat keduanya, maka adalah lebih baik dikasihi walau tidak diberi tempat kehormatan dari pada dihormati tetapi tidak dikasihi.

Kehormatan sering diperoleh manusia dengan menempatkan dirinya pada tempat yang terhormat atau pada status sehingga orang melupakan tempat kehormatan yaitu pada karakter. Orang dengan status 'tokoh' tetapi hidupnya berbanding terbalik dari hidup teladan, memang tetap terhormat dalam status tetapi 'terhina' dalam kehidupan.

Seorang yang terhormat pasti bukan pemarah dan bukan seorang yang suka berbantah dengan sesamanya; bahkan pertentangan tentang kehebatan pun hanya akan berakhir sebagai bukti 'kebodohan' orang hebat itu.

Yakobus 1:20
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1 Dilihat

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN

Sabtu, 24 Januari 2023
Renungan Pagi 

1 Korintus 13:8
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

KASIH TIDAK BERKESUDAHAN

Berbicara tentang kenyataan dan batas waktunya masing-masing maka semua akan ada masanya; ada yang lama, ada yang hanya sebentar, dan ada yang hanya sepintas lalu.

Nubuat akan berakhir ketika itu sudah terpenuhi atau terbukti bahwa nubuat itu sama sekali hanya nubuat palsu.

Bahasa roh adalah fenomena khusus pada orang-orang tertentu untuk bertutur dengan bahasa tanpa arti dalam hubungan dengan Tuhan sebagai dorongan rohnya yang tidak terkontrol oleh akal dan businya. Ini hanya pengalaman pribadi yang bahkan orang yang mengalaminya pun tidak memahami peristiwa yang dilakukanya dan tidak membawa arti bagi persekutuan, bahkan bisa menimbulkan kekacauan.

Pengetahuan akan lenyap terbukti dalam segala tindakan manusia di dunia karunia Tuhan. Mereka tahu bahwa alam menjadi rusak oleh sampah (terutama plastik dan limbah kimia) tetapi mereka tetap membuang sampah itu ke alam, walau ada standar 'keamanan' yang sesungguhnya tidak aman bagi alam.

Hanya kasih yang tidak berkesudahan; orang yang pernah bertemu dan berinteraksi dalam hubungan yang tidak terlalu baik kemudian terpisah, biasanya akan menjadi teman setelah berjumpa lagi pada waktu yang lain. Kasih itu tidak berkesudahan sebab itulah inti kekekalan.

Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
1 Dilihat

27 Januari 2026

TUHAN MENDENGARKAN

Minggu, 25 Januari 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:7
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

TUHAN MENDENGARKAN

Dua kerinduan mendasar pada manusia yang hampir sama tetapi saling terkait bersebelahan adalah mendengar dan berbicara.

Orang yang berbicara pikirannya sulit untuk mendengar sebab otaknya sibuk untuk menyusun kata-kata yang hendak disampaikannya. Jika semua orang berbicara, ingin didengarkan, maka timbullah keributan antara orang-orang yang saling tidak mengerti satu dengan yang lain.

Mendengar hanya bisa terwujud secara penuh jika orang yang berbicara menyampaikan pesan dengan benar dan jelas, ditambah kemampuan pihak pendengar untuk memahami hal-hal yang tidak terkatakan dan mengerti arah pembicaraan secara keseluruhan. Allah adalah pendengar yang teramat sangat baik.

Menunggu Allah adalah kerinduan untuk selalu berada dalam 'rencana keselamatanNya' bagi umat yang bersedia mendengar suara Tuhan.

Allah akan mendengar suara umatNya adalah kesediaan untuk dalam ketulusan dan dalam kesungguhan menyatakan syukur, harap, dan keluh kehidupan kepadaNya.

1 Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
1 Dilihat

23 Januari 2026

MENCARI HORMAT

Jumat, 23 Januari 2026
Renungan Pagi 

Yohanes 7:18
Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

MENCARI HORMAT 

Semua orang ingin menjadi orang terhormat dan itu baik sebab hanya orang terhormat yang mampu mempertanggungjawabkan perkara kehidupan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Berkata-kata dari dirinya sendiri adalah orang yang berbicara dengan mengandalkan kemampuannya sendiri dan bukan merendahkan diri di bawa Tuhan.

Mencari hormat bagi diri sendiri berarti orang yang dengan segala macam cara mengatakan tentang kehebatan pada dirinya agar ia diberi penghargaan dan tempat terhormat; seringkali orang yang demikian itu tidak sama seperti yang dikatakannya dengan kenyataan pada dirinya sendiri.

Manusia adalah utusan Allah ke dalam dunia ini dan kehendakNya adalah kebenaran manusia. Tidak ada kehendak Allah yang bukan kebaikan bagi manusia. Karena itu, sekaligus kehendak Allah adalah kebenaran dan kebaikan.

Kemuliaan Tuhan, Sang Pengurus itu, adalah ketika orang melakukan kehendakNya sehingga semua orang, baik yang berbuat maupun yang mengalami dan yang menyaksikannya, akan sama-sama memuliakan Tuhan sebab kebaikan dan kebenaran yang memperkaya kehidupan. Allah tidak butuh dimuliakan sebab Ia memang mulia tetapi memuliakan Tuhan berarti menjadi benar dan diberkati.

Yakobus 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. 
1 Dilihat

22 Januari 2026

UPAH YANG TEPAT

Kamis, 22 Januari 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 61:8
Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 

UPAH YANG TEPAT

Upah adalah imbalan yang diberikan kepada orang yang melakukan pekerjaan. Pemberi kerja mendapat hidup dari bantuan kerja yang diterimanya dari orang lain dan karena itu ia juga seharusnya memberi hidup kepada yang membantunya.

Ada banyak cara penentuan upah dan ada dua yang paling lazim, yaitu gaji harian atau hitungan per jam dan borongan.

Hukum bukan hanya tentang upah yang tepat tetapi seluruh bidang kehidupan diatur supaya tidak ada yang harus dihukum karena melanggar aturan yang seharusnya; hukum terbesar adalah hati nurani yang dipimpin Tuhan.

Hidup adalah pemberian Tuhan dan diberi upah berdasarkan cara hidupnya; taat pada Allah atau menggunakan kuasa manusianya untuk merampas; taat memperoleh damai dan sejahtera sementara merampas hanya akan mendapatkan kekacauan.

Upah yang tepat bagi setiap orang adalah percaya pada perjanjian Allah bahwa hukumNya adalah kehidupan sesungguhnya, kini di sini dan sampai waktu tak berbatas dalam kasih Tuhan Allah.

Wahyu 22:12
"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
1 Dilihat

21 Januari 2026

ROH TIDAK TERBATAS

Rabu, 21 Januari 2026 
Renungan Pagi 

Yoel 2:29
Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 

ROH TIDAK TERBATAS 

Roh adalah semangat yang mendasari semua yang dilakukan oleh manusia. Orang yang mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan roh yang ada padanya akan merasa berat dan bisa tidak bersukacita dengan itu.

Manusia dengan roh yang baik akan terus melakukan yang baik, bahkan jika seluruh keadaan di sekitarnya adalah jahat dan buruk. Jika rohnya jahat, maka ia akan terus melakukan yang jahat, bahkan hal baik padanya pun hanyalah untuk menyembunyikan kejahatan dari rohnya yang jahat itu.

Hamba adalah orang-orang yang rohnya terpaku pada ketaatan pada tuannya; tindakannya tergantung pada roh tuan yang berhak sepenuhnya atas hidupnya.

Roh Tuhan adalah Roh yang mengisi seluruh hidup manusia yang mendorongnya untuk melakukan kehendak Tuhan pada setiap waktu, tempat, dan perkara.

Ada kerinduan bahwa semua orang, baik tuan maupun hamba, menjadi wadah Roh Tuhan berkarya mendatangkan hidup yang baik, benar, adil, dan memuliakan Tuhan; setiap orang menjadi hamba Tuhan.

Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
1 Dilihat

19 Januari 2026

HAMBA YANG TIDAK BERGUNA

Senin, 19 Januari 2026
Renungan Pagi

Lukas 17:10 
"... Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

HAMBA YANG TIDAK BERGUNA

Pernyataan sebagai hamba yang tidak berguna biasanya adalah cara menyampaikan laporan dari hamba yang telah gagal melakukan tugas yang diperintahkan kepadanya oleh tuannya; laporan yang harus disertai dengan kesiapan untuk menanggung hukuman apa pun yang akan diberikan oleh sang tuan.

Tetapi pernyataan sebagai hamba yang menderita (hamba-hamba yang menderita, dalam bentuk jamak) adalah sebuah pernyataan yang disampaikan kepada orang yang menyanjung atas keberhasilan yang dicapai dalam tugas pengabdian kepada Sang Tuan yang berkuasa atas dan dalam segala sesuatu.

Mengaku sebagai hamba yang tidak berguna adalah sebuiah kesaksian bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam tugas pelayanan bagu Tuan yang Agung itu terjadi bukan karena kehebatan dari hamba(berguna = terjadi oleh karena kehebatan orang yang melakukan pekerjaan itu) melainkan semuanya hanyalah demi kemuliaan Tuang yang Agung.

Hanya melakukan apa yang harus dilakukan adalah tanda kesetiaan kepada Tuhan Yesus sebagai Tuan dan tidak ada tendensi lain selain hanya mengerjakan tugas dengan sepenuhnya memandang kepada Tuhan yang memberikan tugas itu.

Hamba yang selalu sadar sebagai hamba yang tidak berguna akan selalu rendah hati den tidak menyisipkan kepentingan pribadiya ke dalam pekerjaan yang dilakukannya untuk Tuhan, Sang Tuan yang Agung itu.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

BUKAN TAK KENAL TAK SAYANG

Minggu, 18 Januari 2026
Renungan Pagi

1 Korintus 2:8-9
Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

BUKAN TAK KENAL TAK SAYANG

Tak kenal tak sayang adalah semboyan yang sering didengarkan dalam dunia pergaulan manusia, baik itu dengan tujaun untuk menghimbau persaudaraan, maupun untuk menutupi kesenjangan hubungan karena tindakan yang seharusnya tidak terjadi di antara orang yang berselisih paham sebab mempunyai ikatan moral atau kekeluargaan.

Dunia tidak mengenal hikmat Allah dan karena itu mereka menyalibkan Tuhan Yesus yang Tuhan yang mulia, Tuhan atas segala sesuatu, yang kasihNya tidak berkesudahan, yang berrkuasa untuk menyelamatkan.

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan yang tidak pernah didengar oleh telinga mengacu pada kenyataan bahwa Allah itu sanggup melakukan segala sesuatu bahkan yang di luar nalar manusia.

Apa yang tidak pernah timbul di dalam hati adalah bahwa kasih Allah bagi manusia itu melebihi harapan manusia dan keinginan umat tentang kuasa dan kasih Allah atas mereka.

Allah mengasihi kita sebab Ia mengenal kita tetapi kita seharusnya terus mengasihi Allah walau sepertinya kasihNya tidak kunjung datang atas kehidupan ini sebab kasihlah yang membuat orang mengenal Allah dan bukan karena kenal yang mebuat kita kita mengasihiNya. Bagi manusia mungkin benar jika tak kenal tak sayang tetapi bagi Allah hubungan denganNya bukan karena tak kenal tak sayang melainkan semakin mengenal karena ada kasih bagiNya.

1 Yohanes 4:19 
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
1 Dilihat

17 Januari 2026

HAL TERPENTING DALAM HUKUM TAURAT

Sabtu, 17 Januari 2026
Renungan Pagi 

Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

HAL TERPENTING DALAM HUKUM TAURAT

Hukum Taurat adalah serangkaian aturan yang diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel untuk menata kehidupan mereka setiap hari agar hubungan dengan Tujuan dan sesama terus berjalan baik.

Hukum Taurat kemudian dibuat menjadi sangat rinci oleh para iman, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi sehingga pelaksanaan hukum Taurat hanya sekedar menjadi pemenuhan aturan dan tanpa penghayatan tujuan Taurat itu.

Tiga hal terpenting hukum Taurat menurut Tuhan Yesus adalah keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan. Dua hal pertama adalah hubungan dengan sesama di hadapan Tuhan dan hal ketiga adalah hubungan dengan sesama tetapi terutama kepada Tuhan.

Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan adalah perintah agar semua hal dalam hukum Taurat harus dilakukan dalam penghayatan yang benar tentang hidup di hadapan Tuhan.

Prinsip semuanya harus dilakukan dengan penghayatan yang benar pada tiga hal terpenting dalam hukum Taurat adalah sebagai berikut: keadilan tanpa belas kasih bisa berubah menjadi kesewenang-wenangan, dan  belas kasih tanpa keadilan bisa menjadi pilih kasih; keadilan dan belas kasih tanpa kesetiaan kepada Tuhan adalah pemujaan diri sebagai 'tokoh' dan 'pengakuan' tentang kesetiaan tanpa keadilan dan belas kasih adalah dusta.

Matius 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
1 Dilihat

16 Januari 2026

TENTANG ZAMAN DULU

Jumat, 16 Januari 2026 
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:10
Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

TENTANG ZAMAN DULU

Orang suka bernostalgia, mengenang yang baik pada masa lalu. Pada sisi ini, pun tidak berhikmat mengatakan zaman lalu lebih buruk dari zaman sekarang.

Dunia bergerak maju dan dari situlah selalu kita melihat bahwa setiap zaman lebih baik dari zaman sebelumnya. Fasilitas dan peluang selalu lebih baik dari waktu ke waktu.

Pemikiran selalu lebih berkembang setiap waktu sehingga peluang memperbaiki hidup selalu lebih baik sepanjang masa.

Satu-satunya yang membuat zaman dulu lebih baik dari zaman sekarang adalah ketika karakter manusia sekarang mengalami kemunduran menjadi sama seperti yang buruk terjadi pada zaman lalu atau lebih buruk dari itu.

Jika pemikiran, peluang, dan fasilitas menjadi semakin maju, maka janganlah terjadi bahwa orang membuat masa lalu lebih baik karena bercermin pada kehidupan yang buruk dari orang-orang di zaman sekarang; jadikan zaman sekarang menjadi loncatan kebaikan pada zaman yang datang kemudian.

2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
1 Dilihat

15 Januari 2026

PANDANGAN YANG LEBIH BAIK

Kamis, 15 Januari 2026
Renungan Pagi

Roma 14:13
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

PANDANGAN YANG LEBIH BAIK

Perkara yang dimaksudkan untuk tidak menghakimi saudara dan tidak membiarkan diri dihakimi oleh orang lain, menurut topik dalam perikop ini, adalah tentang makan segala makanan tanpa pertimbangan rohani dan menganggap semua hari sama untuk melakukan aktivitas, tidak dibebani oleh pernasipan karena hari-hari baik.

Menghakimi adalah tindakan mempersalahkan dengan penghukuman dan menempatkan diri menjadi tuan atas orang itu atas kesalahan yang dilakukannya. Lebih parah lagi sering orang menghakimi sesamanya sementara ia sendirilah yang melakukan kesalahan.

Membuat saudara kita jatuh bisa terjadi bukan karena tidak ada lubang di jalan itu tetapi kita yang berteriak tentang 'ada lubang' yang membuatnya terjatuh di jalan yang baik yang sedang ditempuhnya.

Membuat saudara tersandung adalah dengan mengalihkan perhatiannya sehingga ia tidak terfokus memperhatikan jalan yang ada di depannya sehingga ia terantuk kepada sesuatu yang ada di jalan, yang bisa membuatnya terjatuh atau mengalami rasa sakit. Ia bukan tidak beriman tetapi imannya dikacaukan oleh orang hebat yang merasa lebih baik dari Tuhan.

Perjalanan ke Kerajaan Allah itu adalah perjalanan bersama dalam kasih dan bukan sebagai pengawas atas orang lain sebagai polisi atau penguasa iman atas orang lain.

Galatia 2:20 
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
1 Dilihat

14 Januari 2026

MEMAHAMI HAKIKAT ALLAH

Rabu, Januari 14 Januari 2026
Renungan Pagi

Ayub 11:7-8
Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati apa yang dapat kauketahui?

MEMAHAMI HAKIKAT ALLAH

Hakikat adalah keadaan sesungguhnya dari sesuatu. Hakikat adalah keadaan dasar yang kemudian bisa tertindis oleh hal lain atau dikaburkan oleh hal-hal yang lain sehingga menjadi kabur dan salah dipahami. Hakikat Allah biasanya dipertanyakan oleh manusia terkait dengan batas-batas kekuasaanNya.

Allah pada hakikatNya adalah Sang Pencipta. Segala sesuatu (entire - alam semesta) menjadi ada karena kuasa dan kebesaranNya. Dalam hakikat Allah yang tidak terbatas itulah terdapat hakikat manusia yang terbatas tetapi tidak terungkap sepenuhnya. 

Hakikat Allah yang setinggi langit adalah peringatan bahwa tidak ada yang dapat dilakukan manusia untuk meniadakan Allah dalam kehidupan ini. Langit hanyalah batas pandangan manusia sedangkan Allah lebih dari itu. Tidak akan ada orang yang mampu mengatakan siapa Allah yang susungguhnya.

Hakikat Allah yang lebih dalam dari dunia orang mati mau mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengecilkan kuasa Allah atau mengatur kehendak Allah sebab pengetahuan manusia tidak akan pernah menjawab hakikat Allah yang sesungguhnya.

Kekuasaan Allah adalah tiada batas dan tidak akan dijangkau oleh pengetahuan manusia yang terbatas. Hanya belajarlah untuk berada di dalam wibawa kuasa itu sebab di dalam hakikat Allah-lah ada hakikat segala sesuatu.

Roma 11:36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
1 Dilihat

13 Januari 2026

TIDAK ADA GADING YANG TIDAK RETAK

Selasa, 13 Januari 2026 
Renungan pagi 

Mazmur 51:7
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 

TIDAK ADA GADING YANG TIDAK RETAK 

Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan tidak akan pernah sempurna sampai pada akhir hidupnya bahkan tidak akan pernah ada manusia sempurna sampai akhir zaman tiba.

Penegasan dengan menggunakan kata sesungguhnya hendak menyatakan bahwa ada perkara mendalam yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia atau bertentangan dengan pikiran manusia, tetapi itu adalah sebuah kebenaran yang seharusnya diketahui lahu manusia adalah makhluk yang tidak terpisahkan dengan dosa. 

Diperanakkan dalam dosa mau menyatakan bahwa pemazmur bukanlah anak yang  lahir dalam proses perkawinan yang sesungguhnya (anak haram) tetapi itu hendak menyatakan bahwa dalam seluruh proses manusia ada dosa yang ikut serta di dalamnya. Bahkan dalam hal-hal rohani sekalipun dosa seringkali mewarnainya.

Dikandung dalam dosa mau menyadarkan kita bahwa sejak di dalam kandungan ibu pengalaman dosa itu sudah mempengaruhinya dan karena itu lahirlah anak yang termasuk dalam hitungan ''tidak ada gading yang tidak retak' -- tidak manusia yang sempurna; rendah hatilah untuk mengakuinya,

Manusia yang tak sempurna ini sudah menjadi makhluk yang sempurna jika ketika terjadi kesalahan padanya, maka itu bukanlah kesalahan yang disengaja dan itu bukan dosa ~ tidak melawan kehendak Allah.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
1 Dilihat

LIMA HAL BAGI ALLAH

Senin, 12 Januari 2026
Renungan Pagi

Yudas 1:25
Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

LIMA HAL BAGI ALLAH

Allah diperkenalkan sebagai yang esa; hanya ada satu dan tidak ada yang lain selain Dia. Allah yang sama menyelamatkan manusia di dalam Yesus Kristus dan itulah Tuhan.

Bagi Allah inilah diberikan kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa; hal kelima adalah bahwa bagi Allah juga waktu sebab itu memang miliknya dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

Kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa adalah kualitas yang dierlukan oleh manusia dalam kadar seperlunya atau secukupnya untuk menjalani kehidupan di dunia ini untuk mencapai damai sejahtera. Tetapi tanpa sadar manusia menjadi ribut dan kacau pada dirinya sendiri, dengan sesamanya, di rumahnya, di tempat kerjanya, dan di mana saja dia berada, sebab memperebutkan kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa itu.

Kualitas kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa manusia tidak terutama diukur dari apa yang bisa diperolehnya untuk dirinya sendiri dan bukannya pada apa yang diperbuatnya bagi kemuliaan Tuhan. Ukuran kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa itu adalah tingkat ketulusan orang melakukannya bagi Tuhan.

Allah berkuasa dari sebelum segala abad (artinya sebelum ciptaanNya ada -- batasnya ke belakang, tidak ada tahu selain Allah sendiri) dan sampai selama-lamanya. Bagi manusia, hal ini berarti bahwa seluruh hidup ini pada setiap waktu hendaklah selalu menjadi kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kemuliaan yang bagi Tuhan.

Yohanes 15:8 
"... Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
1 Dilihat

12 Januari 2026

SAMPAI ENGKAU KEMBALI

Minggu, 11 Januari 2026
Renungan Pagi

Hakim-Hakim 6:18 
Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."

SAMPAI ENGKAU KEMBALI

Gideon didatangi oleh malaikat Tuhan yang memberitahukannya bahwa ia dipilih oleh Allah untuk menyelamatkan orang Israel. Sebuah Tugas yang berat untuk dilaksanakannya.

Gideon tidak mempercayai bahwa ia dipilih menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan dan menjaga kehidupan berbangsa bagi orang Israel sebab ia merasa bahwa bangsa Isrel telah dibuang oleh Tuhan. Kasih Allah atas umatNya tidak pernah berhenti dan Allah mau menyelamatkan mereka; sangat disayangkan mereka yang harus berada pada masa ketika umat disebut 'kehilangan arah'.

Demi tujuan memastikan bahwa Allah yang menyuruh orang yang mendatanginya adalah orang yanb berasal dari Allah, maka Gideon ingin melayaninya dengan baik, sebuah teladan sikap yang baik.

Bagi utusan Allah yang datang kepadanya, Gideon hendak pergi dan akan kembali untuk membawa persembahan. Ia meminta kesabaran orang itu untuk menanti sampai Gideon datang kembali dengan membawa persembahan.

Utusan itu menyanggupi untuk tinggal sampai Gideon kembali kepadanya. Jaminan yang menjadi pengharapan orang percaya untuk bekerja bahwa dalam Aktivitas yang dilakukan, Allah tetap di sana menanti dan memberkati umat-Nya dan terus menanti sampai umat datang membawa persembahan.

Mazmur 4:6 
Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.
1 Dilihat

10 Januari 2026

TERJERAT OLEH EFOD

Sabtu, 10 Januari 2026
Renungan Pagi 

Hakim-hakim 8:27
Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.

TERJERAT OLEH EFOD

Gideon membuat efod adalah bagian dari pengingat baginya akan karya Allah baginya dan bagi Israel bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang telah menolong mereka.

Kesalahan terletak pada kenyataan bahwa Efod tanpa imam dapat menjadi dewa, sama seperti takhta tanpa raja akan menjadi bahan rebutan. Perlu membentuk sistem keagamaan yang benar sebelum efod itu dibuat

Gideon membuat efod (pakaian imam) tanpa adanya imam adalah perkara yang menjadi jerat baginya sebab bangsa itu menyembah efod itu. Menjadi jerat artinya yang membuat dia terikat dan tertawan dalam kehidupan ini.

Kesalahan berikut adalah bahwa orang Israel memang selalu memiliki kecenderungan untuk tidak setia kepada Tuhan, inilah jerat kehidupan bagi banyak orang.

Perbuatan baik tanpa pemahaman yang benar dari masyarakat sekitar dan tanpa pertimbangan yang menyeluruh dari pencetusnya akan menjadi jerat kehidupan bagi setiap orang yang hatinya selalu jauh dari kesetiaan kepada Tuhan.

Amsal 20:6
Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
1 Dilihat

09 Januari 2026

TELADAN KAYU HIDUP

Jumat, 9 Januari 2026
Renungan Pagi 

Lukas 23:31
"... Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"

TELADAN KAYU HIDUP 

Ucapan penghiburan yang disampaikan Tuhan Yesus kepada perempuan-perempuan Yerusalem yang menangisiNya ketika ia dibawa ke Golgota.

Penguatan pertama ialah bahwa Yesus memperkenalkan diri sebagai kayu hidup, yaitu yang memberi hidup kepada umat yang mengasihiNya.

Pada sisi lain, Tuhan Yesus sedang mengingatkan bahwa satu keadaan yang harus selalu siap dihadapi oleh umat adalah penderitaan demi namaNya; jangan gentar ketika harus menderita bagi iman.

Keadaan hidup kita adalah kayu kering artinya tidak hidup. Dia hanya hidup jika dihidupkan oleh kayu Hidup itu.

Hidup ini adalah penderitaan, fisik dan rohani, yang hanya bisa dilalui dengan berteladan kepada Kristus yang adalah Kayu Hidup.

Efesus 6:10
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 
1 Dilihat

08 Januari 2026

MEMIKUL TANGGUNGAN SENDIRI

Kamis, 8 Januari 2026
Renungan Pagi 

Galatia 6:5
Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 

MEMIKUL TANGGUNGAN SENDIRI

Manusia, sejak kecil, diajarkan untuk berbagi dan saling mendukung dalam kehidupan ini supaya setiap orang dapat maju bersama ke kehidupan yang semakin baik setiap harinya.

Tanggungan adalah beban yang harus dipikul oleh seseorang yang nilainya justeru akan berkurang jika ia dibantu oleh orang lain; misalnya, saat ujian di sekolah, hasil ujian yang bagus karena kerja bersama (menyontek), secara moral nilainya lebih buruk bahkan jika dibandingkan dengan orang yang tidak lulus tetapi mengerjakan tugas itu secara bertanggung jawab.

Memikul tanggungan sendiri secara iman adalah mempertanggungjawabkan imannya secara pribadi kepada Tuhan dalam menanggapi segala perkara di dunia ini. Tidak ada alasan demi orang lain, atau karena orang lain.

Tanggungan adalah beban yang harus dikerjakan oleh setiap orang dengan sebaik-baiknya, misalnya orangtua yang membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Perkara tanggung jawab itu harus dipikul sendiri dan kegagalan dalam perkara ini adalah bagi semua.

Memikul tanggungan sendiri, terkait hal ini yang dapat dikatakan ialah bahwa ketika seseorang bersalah, maka ia harus memikul risikonya sendiri dan jangan melibatkan orang lain.

Lukas 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. ..."
1 Dilihat

07 Januari 2026

TEMPAT TAKHTA IBLIS

Rabu, 7 Januari 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 2:13
Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

TEMPAT TAKHTA IBLIS

Takhta adalah tempat duduk orang berkuasa. Tempat duduk ini biasanya khusus untuk satu orang saja, hanya akan digantikan setelah pemilik takhta meninggal.

Di sekitar takhta ada banyak tempat duduk dan di situlah berdiam para sahabat dan petinggi-petinggi yang melakukan titah yang disampaikan oleh pemilik takhta.

Para pengikut Yesus yang ada di Jemaat Pergamus disebut diam di tempat takhta Iblis menandakan bahwa mereka melakukan kehendak Iblis dan sebagai orang-orang yang berjuang untuk melakukan perintah Iblis.

Pada sisi lain, mereka tetap menyatakan kesetiaan kepada Kristus dan tidak menyangkal namaNya, bahkan ketika menyaksikan perkara yang besar, yaitu peristiwa mati martir yang dialami oleh Antipas, seorang saksi Kristus yang setia, yang dibunuh di hadapan mereka. Makhluk bermuka dua, di luar mengaku setia kepada Kristus tetapi hidupnya melakukan kehendak Iblis.

Hidup yang seperti itu pada akhirnya akan menjadi takhta Iblis, tempat di mana Iblis diam. Iblis bahkan bisa berdiam di dalam mereka yang mengaku sebagai murid Kristus yang setia.

Efesus 4:27
dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
1 Dilihat

06 Januari 2026

KELUAR DARI MULUT

Selasa. 5 Januari 2026
Renungan Pagi

Matius 15:11
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

KELUAR DARI MULUT

Sering terjadi salah pemahaman atas ayat ini di mana orang mengatakan bahwa makanan yang menyebabkan muntah ketika dimakan, maka makanan itu haram bagi orang yang memuntahkannya ketika dimakan. Pada sisi tertentu ada benarnya, tidak makan makanan yang tidak sesuai dengan tubuh, tetapi pada sisi pemahaman itu belum sampai.

Kesalahpahaman terhadap ayat ini terjadi karena yang keluar dari mulut dipertentangkan dengan yang masuk ke dalam mulut yang sudah pasti berarti sesuatu yang dimakan, sehingga yang keluar dari mulut itu langsung disamakan dengan makanan yang dimuntahkan.

Kesalahan memahaminya yang selanjutnya adalah orang tidak memperhatikan bahwa yang menjadi najis itu bukanlah pada yang masuk atau yang keluar dari mulut melainkan orang. Dengan kata lain, yang keluar dari mulut itu bukanlah tentang makanan tetapi tentang kata-kata yang keluar dari yang didengarkan oleh Tuhan dan sesama.

Kata-kata yang keluar dari mulut itu sering kedengaran baik bahkan sangat baik tetapi sesungguhnya itu hanyalah untuk menutupi kebusukannya, sebab orang yang suka berkelit itu semakin bersalah oleh perkataannya yang mencari pembenaran atas kesalahannya.

Perkataan yang keluar dari mulut seseorang itulah yang menajiskan orang, baik dirinya sendiri maupun orang lain ialah ketika ia dengan kata-kata yang kasar merusakkan hubungan yang baik antar sesama. Sesuatu yang najis yang keluar dari mulut itu adalah penunjuk tentang hatinya yang najis.

Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
1 Dilihat

05 Januari 2026

PADA HARI YANG PERTAMA

Senin, 5 Januari 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 40:2
Pada hari yang pertama dari bulan yang pertama haruslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu.

PADA HARI YANG PERTAMA

Hari pertama bulan yang pertama adalah tahun baru, walau dalam kalender orang Yahudi tahun baru tidak dimulai pada hari pertama bulan pertama sebab mereka merayakan tahun baru sebagai bentuk syukur atas keluarnya mereka dari perbudakan di Mesir.

Hari pertama bulan yang pertama juga bisa mengacu pada hari pertama berada di suatu tempat atau suatu waktu tertentu ketika sebuah kegiatan dimulai atau ketika peristiwa terjadi.

Mari tidak membahas tentang waktu pasti yang dimaksud ayat ini melainkan mari melihat bahwa pekerjaan pertama dalam kehidupan orang Israel untuk memulai aktivitas dalam tahun baru adalah pembangunan Kemah Suci.

Pekerjaan ini adalah permulaan yang paling baik sebab di dalamnya ada nilai-nilai kehidupan yang sementara dikukuhkan bahwa manusia harus menujukan hidupnya kepada Tuhan sejak pada awal aktivitasnya dan keberadaan hidupnya.

Tuhan memerintahkan agar aktivitas pertama setiap waktu adalah mendirikan Kemah Suci ~ Kemah Pertemuan agar hidup ini selalu tertuju kepada Tuhan.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
1 Dilihat

04 Januari 2026

KAYA DI HADAPAN ALLAH

Minggu, 4 Januari 2026
Renungan Pagi 

Lukas 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

KAYA DI HADAPAN ALLAH

Orang yang dimaksudkan dalam kisah ini adalah orang yang secara dunia berhasil mencapai tujuan hidup, yaitu mempersiapkan hidup yang berkecukupan secara material, khususnya bahan makanan.

Ada dua atau tiga hal yaitu ditegur dari orang ini; Pertama, hidup yang terpusat pada pengumpulan harta duniawi sehingga hidupnya dipenuhi dengan kerja dan kerja tanpa sisi lain bagi dirinya dan bagi sesama.

Kedua, lemahnya atau tidak adanya kesadaran akan campur tangan Allah dalam segala sesuatu dan betapa segala sesuatu itu adalah dari Allah dan seharusnya bagi kemuliaan Allah segala sesuatu di dalam hidup ini.

Ketiga, kesombongan akan mengisi kehidupan orang yang materialistis sehingga semangat berbagi kasih kepada sesama sehingga ia menjadi puas diri dengan prestasi tetapi lemah dalam hubungan sosial.

Kaya di hadapan Allah adalah semua sikap yang bertolak belakang dengan semua yang telah disebutkan bahwa seluruh hidupnya adalah untuk kemuliaan Allah.

Wahyu 15:4
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu." 
1 Dilihat

03 Januari 2026

PERCAYA DAN BERHARAP

Sabtu, 3 Januari 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 33:21-22
Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 

PERCAYA DAN BERHARAP

Harapan setiap orang adalah bahwa hidupnya menjadi baik dan tenang karena karya hidup yang dilakukannya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, paling tidak dalam kebutuhan pokok manusia.

Jika kebutuhan pokoknya terpenuhi, maka ia akan berharap tentang kehidupan yang lebih baik bagi orang lain juga.

Orang mengharapkan keadaan yang baik dan tenang sehingga ia dapat melakukan kegiatan hidupnya dengan tidak diganggu oleh orang lain,

Jika kehidupan ekonomi baik dan kehidupan sosial kondusif, maka ada sukacita yang akan dialami setiap orang. Sukacita yang tidak sekedar rasa senang sesaat tetapi rasa bahagia yang keluar dari dalam hati setiap waktu.

Perjuangan hidup untuk bersukacita itu tidak berimbang sejajar dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki melainkan berbanding lurus dengan pengharapan kepada Allah dalam segala aktivitas baik yang dilakukan dengan baik setiap harinya.

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
1 Dilihat

02 Januari 2026

PENJAGA MENARA DALAM

Jumat, 2 Januari 2026
Renungan Pagi 

Mikha 3:8
Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya. 

PENJAGA MENARA DALAM

Kota bertembok biasanya diperlengkapi dengan menara yang tinggi menjadi tempat bagi pengintai untuk memperhatikan jikalau ada lawan yang akan menyerang kota.

Tentu saja bahwa orang di atas menara itu bisa melihat situasi dalam kota tetapi perhatian mereka lebih terpusat pada situasi di luar - mengawasi keadaan luar.

Kesediaan Israel sebagai umat Allah untuk setia kepada Tuhan adalah satu-satunya jaminan damai sejahtera bagi mereka. Jika mereka tidak setia, maka mereka akan dimusuhi oleh bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka.

Lawan terutama bagi setiap orang atau bangsa bukanlah orang luar tetapi dirinya sendiri dalam sikapnya di hadapan Tuhan.

Nehemia dapat diibaratkan sebagai menara yang dibangun dalam kota untuk mengawasi dan mengamankan keadaan di dalam kota supaya tetap setia kepada TUHAN, sumber damai sejahtera yang sesungguhnya.

Mazmur 31:24 
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
1 Dilihat

01 Januari 2026

Liturgi Ibadah Kunci Tahun 2025

Liturgi Ibadah Keluarga Saat Pergantian Tahun 2025 ~ 2026

Catatan:
1. Keluarga dapat membagi tugas sebelum ibadah
dimulai.
2. Doa yang tertulis dapat diganti dengan doa yang
diucapkan sendiri
3. Lagu bisa digantikan dengan lagu lainnya yang bisa
dinyanyikan oleh seluruh keluarga.
---------------

P: Mari kita mulai ibadah kita dengan penyerahan diri
kepada Tuhan, Gembala Hidup yang setia
memelihara umatNya.

Menyanyi: PKJ 7:1-2 
BERSYUKURLAH PADA TUHAN

(1) Bersyukurlah pada Tuhan, serukanlah namaNya!
Bernyanyilah bagi Tuhan, mari bermazmurlah!

Refrein:
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, pujilah nama-Nya.
Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.

(2) Hatiku siap, ya Tuhan, bernyanyi dan
bermazmur, kar’na Engkau Mahabaik, setia
dan benar.

Berdoa:
Pada detik-detik pergantian tahun saat ini, kami datang menghadap hadiratMu dan beribadah memuji memuliakan Tuhan yang telah memelihara kehidupan kami setia hari hingga saat ini.

Kami akan membaca Alkitab dan
merenungkannya, tolonglah kami untuk
memahami FirmanMu; di dalam nama Tuhan Yesus Krisitus.
Amin.

Membaca: Yesaya 43:19

Renungan 

Saat Teduh

Menyanyi: BESARKAN NAMA TUHAN
(memberi Persembahan)

Besarkan nama Tuhan pujilah Dia
KemurahanNya besar tiada terkira
Aku tak dapat balas besar kasihNya
Oh besarkanlah namaNya
Tuhan yang ajaib, Tuhan yang kuasa
Tuhan yang menolong hidupku
Tuhan yang ajaib, Tuhan yang kuasa
Jiwaku ditebus olehNya.

Doa Syafaat
P: Mari kita berdoa ….
Tuhan yang Mahabesar, kami datang kepadaMu dalam sukacita kami karena penyertaanMu yang tidak berkesudahan atas hidup kami sehingga kami boleh sampai pada saat pergantian tahun saat ini.

Diberkatilah kami dalam menjalani kehidupan pada tahun baru karunia Tuhan yang kini kami diperkenankan untuk menikmatinya.

Diberkatilah keluarga kami untuk menjadi
keluarga milik Allah dan yang memuliakan Allah dalam perjalanan kehidupan kami pada masa yang akan datang, yakni sepanjang tahun 2026, karunia
Tuhan dalam perjalanan umat manusia. 

Biarlah sebagai orangtua -- ayah dan ibu, selalu dipimpin dengan hikmat Tuhan sehingga terus menjadi alat Tuhan untuk menciptakan sukacita dalam
kehidupan kami sebagai keluarga. 

Diberkati seluruh keluarga kami, di mana pun berada, untuk kami sama-sama bersukacita atas tahun baru karunia Tuhan ini dan mengisinya dengan melakukan yang terbaik untuk mencapai damai sejahtera dan untuk memuliakan namaMu.
Tuhan kiranya membukakan tingkap-tingkap langitNya bagi kami dalam tahun yang baru tiba ini sehingga pekerjaan, rencana hidup, dan segalanya menjadi baik dan berhasil membawa sukacita dan damai sejahtera, baik sebagai pribadi, keluarga, dan masyarakat; kami semakin diberi hikmat untuk mengerjakan tanggung jawab yang diembankan Tuhan; diberkati semua lahan dan tanaman kami sebagai petani, diberkati usaha-usaha yang kami
kerjakan.

Diberkatilah para hamba Tuhan dan pengaturan pelayanan di rumah Tuhan sehingga selalu ada pelayanan yang memuliakan namaMu di dalam tahun baru ini dan sepanjang tahun.

Diberkati masyarakat di sekitar kami sehingga ada suasana yang damai dan tenang baik dalam menyambut tahun baru karunia Tuhan ini maupun dalam sepanjang tahun ini.

Diberkati pemerintah kami menjadi pembawa keadilan dan kebenaranMu di tengah dunia ini.

Terimalah persembahan syukur kami dan
berkati untuk dipergunakan dengan baik menjadi alat pekabaran Injil di dunia ini.
Doa ini kami akhiri dengan mengucapkan Doa Bapa kami bersama-sama demikian:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah
nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

 ~~ ibadah selesai ~~
1 Dilihat

TUHAN MEMBUAT SESUATU YANG BARU

Renungan Tutup Tahun 2025 
Klik di sini untuk mendapatkan liturgi ibadah Keluarga pergantian tahun

Yesaya 43:19 
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 

TUHAN MEMBUAT SESUATU YANG BARU 

Setiap saat yang datang adalah waktu yang baru bagi manusia; detik ini adalah lebih baru dari detik sebelumnya. Hal yang sudah dikatakan pada waktu yang baru berlalu akan disebut sebagai 
baru saja dikatakan; tahun yang akan segera berlalu atau baru saja berlalu akan berganti dengan tahun yang baru. 

Tahun adalah kesempatan selama 365 untuk melakukan aktivitas dan sekaligus untuk menikmati berkat Tuhan dalam kehidupan ini. Satu tahun yang berlalu, yaitu tahun 2025, adalah tahun karunia Tuhan dan tahun baru yang menggantikannya, yaitu tahun 2026 adalah tahun yang di dalamnya Tuhan hendak membuat sesuatu yang baru. 

Hal baru yang dikerjakan Allah adalah membuat jalan di pada gurun dan (membuat) sungai-sungai di padang belantara. Di padang gurun, jejak sangat mudah terhilang sebab semuanya adalah pasir dan tidak ada tanda pasti untuk mengenal arah yang benar. Karena itu, ketika Tuhan membangun jalan di padang gurun, itu berarti bahwa orang tidak akan kehilangan arah hidup. Di dalam Tuhan 
senantiasa ada sukacita yang menanti. 

Tuhan membuat sungai-sungai di padang belantara adalah jaminan tentang hidup yang akan selalu terpenuhi segala kebutuhannya. Air (dari sungai) itu menyegarkan orang yang dahaga dan 
menghidupkan padang belantara (daerah yang tandus) menjadi daerah subur yang menghasilkan bahan-bahan dari alam untuk menunjang kehidupan. Tuhan membuat sungai di padang belantara 
menjadi kepastian bahwa pemeliharaan Tuhan akan terus berlaku bagi umatnya dalam segala situasi. 

Pergantian tahun, hendaknya menjadi perenungan bagi kita bahwa sama seperti Tuhan telah menyertai perjalanan hidup selama setahun yang berlalu, maka berkat-berkat baru disediakanNya bagi umatNya pada masa satu tahun ke depan. 

Terpujilah Kristus selama-lamanya. 
Amin. 
1 Dilihat