Renungan Pagi
Lukas 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
KAYA DI HADAPAN ALLAH
Orang yang dimaksudkan dalam kisah ini adalah orang yang secara dunia berhasil mencapai tujuan hidup, yaitu mempersiapkan hidup yang berkecukupan secara material, khususnya bahan makanan.
Ada dua atau tiga hal yaitu ditegur dari orang ini; Pertama, hidup yang terpusat pada pengumpulan harta duniawi sehingga hidupnya dipenuhi dengan kerja dan kerja tanpa sisi lain bagi dirinya dan bagi sesama.
Kedua, lemahnya atau tidak adanya kesadaran akan campur tangan Allah dalam segala sesuatu dan betapa segala sesuatu itu adalah dari Allah dan seharusnya bagi kemuliaan Allah segala sesuatu di dalam hidup ini.
Ketiga, kesombongan akan mengisi kehidupan orang yang materialistis sehingga semangat berbagi kasih kepada sesama sehingga ia menjadi puas diri dengan prestasi tetapi lemah dalam hubungan sosial.
Kaya di hadapan Allah adalah semua sikap yang bertolak belakang dengan semua yang telah disebutkan bahwa seluruh hidupnya adalah untuk kemuliaan Allah.
Wahyu 15:4
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar