Selasa, 13 Januari 2026
Renungan pagi
Mazmur 51:7
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
TIDAK ADA GADING YANG TIDAK RETAK
Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan tidak akan pernah sempurna sampai pada akhir hidupnya bahkan tidak akan pernah ada manusia sempurna sampai akhir zaman tiba.
Penegasan dengan menggunakan kata sesungguhnya hendak menyatakan bahwa ada perkara mendalam yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia atau bertentangan dengan pikiran manusia, tetapi itu adalah sebuah kebenaran yang seharusnya diketahui lahu manusia adalah makhluk yang tidak terpisahkan dengan dosa.
Diperanakkan dalam dosa mau menyatakan bahwa pemazmur bukanlah anak yang lahir dalam proses perkawinan yang sesungguhnya (anak haram) tetapi itu hendak menyatakan bahwa dalam seluruh proses manusia ada dosa yang ikut serta di dalamnya. Bahkan dalam hal-hal rohani sekalipun dosa seringkali mewarnainya.
Dikandung dalam dosa mau menyadarkan kita bahwa sejak di dalam kandungan ibu pengalaman dosa itu sudah mempengaruhinya dan karena itu lahirlah anak yang termasuk dalam hitungan ''tidak ada gading yang tidak retak' -- tidak manusia yang sempurna; rendah hatilah untuk mengakuinya,
Manusia yang tak sempurna ini sudah menjadi makhluk yang sempurna jika ketika terjadi kesalahan padanya, maka itu bukanlah kesalahan yang disengaja dan itu bukan dosa ~ tidak melawan kehendak Allah.
Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar