19 Februari 2026

BINTANG UNTUK DUNIA KEKELAMAN

Kamis, 19 Februari 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:13
Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

BINTANG UNTUK DUNIA KEKELAMAN

Satu dari beberapa kiasan yang dimaksudkan bagi mereka yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk memuaskan hawa nafsunya.

Ombak laut yang ganas adalah lambang kekacauan suasana di lautan yang mengancam nyawa penumpang kapal. Di atas ombak yang tinggi biasanya ada buih air akan menghilang setelah ombak sampai di pantai.

Buih timbul karena adanya benturan molekul air dengan angin dalam pergerakan mekanis. Peristiwa buih ombak bisa disamakan dengan pepatah tidak ada asap tanpa api. Penyalahgunaan kasih karunia Allah untuk pemuasan nafsu pribadi atau kelompok hanya akan melahirkan kehinaan dan aib.

Bintang adalah benda terang yang menerangi kegelapan tetapi kiasan bintang di dunia ini adalah orang yang memiliki kemampuan hebat (biasanya pada hal tertentu) sehingga terkenal. Bintang kekacauan hanya akan mengalami kegelapan.

Meski tidak terang seperti matahari, tetaplah bersinar walau hanya seperti bintang yang bersinar di langit pada malam hari yang gelap; walau sinarnya tidak berguna banyak untuk menerangi kegelapan bumi tetapi ia memberi keindahan.

Filipi 2:14-15
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat