Renungan Pagi
Wahyu 6:4
Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
KETIKA DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL
Dunia sedang berada dalam proses menjadi musnah yang terjadi dan dipenuhi dengan tuju materai tersegel yang ada pada Anak Domba.
Materai yang kedua adalah timbulnya kekuatan yang mengambil damai sejahtera dari atas bumi, yaitu perasaan tenang dan damai karena hubungan yang baik dengan sesama sebagai pertanda adanya hubungan yang baik dengan Tuhan.
Proses ini terjadi secara bertahap, yaitu dimulai dari secara perlahan mengabaikan hal-hal rohani yang lambat laun dianggap sebagai perkara yang sah-sah saja bahkan kemudian ditetapkan menjadi hak manusia untuk bebas memilih hal pengabaian hal rohani itu.
Ketika dunia kehilangan pondasi rohani dalam hidup ini, terjadilah bahwa sesama hanya dilihat sebagai musuh sebab mereka menyulitkan tercapainya kepentingan sendiri; permusuhan mengalirkan arus kebencian yang menimbulkan angin pembunuhan.
Situasi permusuhan dan kebencian menjadi ladang yang baik untuk tempat beraksinya 'pedang yang besar'; negara-negara diadu untuk berperang lalu dipersenjatai demi mendapatkan keuntungan dari menjual senjata kepada mereka yang saling membunuh itu.
Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar