31 Maret 2026

PESTA RIA PONDOK DAUN

Rabu, 1 April 2026
Renungan Pagi 

Nehemia 8:18
Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar. 

PESTA RIA PONDOK DAUN

Perintah untuk mendirikan pondok daun sebagai bentuk peringatan akan pengembaraan di Padang gurun yang sewaktu-waktu berlindung di bawah pondok daun dan budaya yang kemudian dikaitkan dengan pesta panen ternyata tidak dilaksanakan dalam kurun waktu yang lama; ada sekitar hampir sembilan ratus tahun masa antara Yosua bin Nun dengan pembangunan kembali Yerusalem di bawah pimpinan Nehemia.

Perintah Tuhan yang tidak dilaksanakan selama itu mendakan hal pertama bahwa kitab Taurat itu tidak dibaca sehingga isinya tidak diketahui untuk dilaksanakan. Kemungkinan lain adalah bahwa perintahnya diketahui tetapi tidak dilaksanakan dengan berbagai alasan.

Pesta pondok daun dimulai pada zaman Nehemia adalah sebuah pengingat khusus bahwa bangsa Israel harus mengalami pembuangan untuk kemudian melakukan perintah yang belum dilaksanakan sebelumnya; jangan menunggu malapetaka kemudian baru melakukan perintah; lakukanlah perintah Tuhan sehingga malapetaka tidak harus terjadi.
 
Pesta pondok daun adalah sebuah pesta yang menandakan kerendahan tetapi sekaligus mengingatkan bahwa Allah berjalan bersama umatNya dalam kerendahan.

Bangsa Israel merasakan kemeriahan hidup, berpesta ria yang megah, justru ketika ber-pondok daun di dalam Tuhan.

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
1 Dilihat

30 Maret 2026

SEGALA SESUATU YANG ADA DI DALAM HATIMU

Selasa, 31 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 9:19
Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu. ..."

SEGALA SESUATU YANG ADA DI DALAM HATIMU

Saul datang kepada Samuel untuk menanyakan tentang keledai-keledainya yang hilang tetapi Samuel berkata-kata tentang memberitahukan isi hati Saul kepada Saul.

Setiap manusia hidup dan menanggapi segala sesuatu dengan hatinya masing-masing. Semakin baik 'kata hati' seseorang tentang sesuatu semakin baik hal itu diterima atau terjadi dalam hidupnya.

Maksud Samuel terhadap Saul adalah untuk mengetahui isi hati Saul mengenai perkara Tuhan memilihnya menjadi raja atas bangsa Israel. 'Memberitahukan isi hatimu' adalah tindakan yang akan dilakukan oleh Samuel untuk memberitahukan kenyataan kehidupan dan untuk mempersiapkan Saul mengemban tugas yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya.

Saul ternyata tidak siap dan karena itu kita tahu bahwa Saul tidak dikenal sebagai raja Israel yang membawa Israel berjaya melainkan bahwa ia menjadi raja yang mengecewakan Tuhan.

Jadikanlah hidupmu sebagai hidup yang segala sesuatu yang ada di dalam hatimu adalah melakukan kehendak Tuhan, maka engkau diberkati dan orang yang bersama engkau juga diberkati.

Mazmur 91:14 (TB) "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. ..."
1 Dilihat

BERSEMANGAT DAN BERKUMPUL

Senin, 30 Maret 2026
Renungan Pagi 

Zefanya 2:1-2
Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.

BERSEMANGAT DAN BERKUMPUL 

Bersemangat adalah panggilan nabi agar bangsa Israel memperhatikan hidup mereka yang sudah jauh dari Tuhan dan bersemangat untuk kembali kepada Tuhan.

Berkumpul adalah tindakan yang diperlukan untuk datang secara bersama-sama mendengarkan suara Tuhan yang disampaikan oleh nabi Tuhan.

Suara Tuhan yang didengarkan itu harus dilakukan dengan bersemangat dalam pengertian bersungguh-sungguh dengan penghayatan penuh akan kasih Allah.

Berkumpul juga memiliki pengertian bahwa suara Tuhan (baca: kehendak Tuhan) harus dilakukan secara bersama-sama.

Bangsa Israel yang tidak bersemangat dan tidak menjadi bagian dari orang yang berkumpul melakukan kehendak Tuhan akan mengalami hari kemurkaan Tuhan seperti api yang menyala-nyala membakar habis mereka yang disamakan seperti sekam yang tertiup angin.

1 Raja-raja 8:61
"... dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."
1 Dilihat

28 Maret 2026

TIMBUNAN BATU DI ALUR-ALUR LADANG

Minggu, 29 Maret 2026
Renungan pagi 

Hosea 12:12
Bila di Gilead ada kejahatan, maka mereka menjadi kesia-siaan belaka; di Gilgal mereka mempersembahkan lembu-lembu jantan, maka mezbah-mezbah mereka juga menjadi seperti timbunan batu di alur-alur ladang. 

TIMBUNAN BATU DI ALUR-ALUR LADANG

Gilead adalah daerah di sebelah timur sungai Yordan sedangkan di sebelah selatan ada Gilgal yang adalah daerah kecil di sebelah barat sungai Yordan dekat laut mati.

Gilead menjadi kesia-siaan karena kejahatan mereka bukanlah bagi mereka sendiri tetapi bagi seluruh bangsa Israel. Cela dan noda bagian dari bangsa merusakkan seluruh bangsa tanpa dibatasi oleh batas-batas teritorial alami seperti sungai Yordan.

Persembahan lembu-lembu jantan di atas mezbah di Gilgal bukanlah persembahan kepada Tuhan tetapi ibadah penyembahan berhala. Timbunan batu di alur-alur ladang adalah gambaran tentang banyaknya sesembahan yang dilayani oleh bangsa Israel; dan itu adalah noda kerohanian di tengah-tengah umat pilihan Tuhan.

Ladang seharusnya dibersihkan dari batu-batu tetapi bagi yang menyembah berhala, mereka mengotori ladangnya dengan timbunan batu di setiap alur ladangnya. Orang yang hatinya tidak setia kepada Tuhan pekerjaannya tidak bersih dan tidak memberi hasil yang maksimal; bahkan jika hasilnya baik dan banyak sekalipun tetapi hatinya ternoda.

Bersihkanlah hatimu, jangan melupakan Allahmu bahkan dengan mengabaikanNya saja dengan tidak beribadah kepadaNya berarti kamu sudah mempertuhankan dirimu sendiri; itu pun sudah menjadi timbunan batu di alur-alur ladang-ladang.

1 Samuel 12:24
Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
1 Dilihat

27 Maret 2026

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Sabtu, 28 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 42:23
Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian? 

MENDENGAR UNTUK MASA YANG KEMUDIAN

Perikop ini menggambarkan bangsa Israel sebagai bangsa yang tidak setia yang diibaratkan sebagai orang yang buta dan tuli. Melihat tetapi tidak memperhatikan dan memasang telinga tetapi tidak mendengar.

Memperhatikan dan mendengar itu adalah untuk memperbaiki kehidupan pada masa yang akan datang sehingga kesalahan banyak orang adalah ketika mereka memaksakan kehidupan harus menjadi baik pada waktu sekarang ini juga.

Banyak orang gagal memperhatikan perkara baik untuk dilakukannya sekarang sebab ia berharap yang baik itu harus terjadi sekarang; dibutuhkan dua belas sampai enam belas tahun bersekolah bahkan bisa lebih lama dari itu untuk memperoleh hasil yang siap bekerja.

Butuh waktu dan perhatian besar untuk bisa memperbaiki keadaan hidup yang merosot dalam sisi-sisi moral saat ini; perlu memberikan ajaran yang berwawasan masa depan bagi generasi sekarang untuk mengimbangi perkembangan mereka di dunia teknologi informatika.

Perkara yang perlu diperhatikan adalah ajaran yang besar dan mulia yang diberikan Allah demi maksud penyelamatannya bagi manusia. Buta dan tuli akan hal ini berarti kehilangan segalanya.

2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
1 Dilihat

26 Maret 2026

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Jumat, 27 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kisah Para Rasul 18:14-15
Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Paulus memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa Yunani tetapi selalu berawal dari orang Yahudi sebab Paulus biasanya mulai dengan mengajar di rumah ibadat orang Yahudi.

Orang Yahudi pada umumnya menolak ajaran Paulus sebab dianggap tidak sesuai dengan ajaran Taurat dan karena itu Paulus dianggap sebagai musuh bagi mereka. Karena kebencian mereka kepada Paulus, maka mereka membawa Paulus ke pengadilan menghadapkannya ke penguasa baru, gubernur Akhaya, yaitu Galio.

Paulus mau memberi sanggahan atas tuduhan orang-orang Yahudi tetapi penolakan Galio atas tuduhan itu mengakhiri jalannya persidangan.

Hal untuk direfleksikan adalah bahwa dalam hal kepercayaan kepada Tuhan, kebencian itu adalah perkara yang hanya bisa diurus secara pribadi. Ketika kebencian timbul, maka belum tentu bahwa itu adalah kesalahan orang yang dibenci.

Lebih jauh dari itu, penghakiman dunia tidak bisa mengurusi pekerjaan Tuhan sehingga ketika kehidupan rohani dicampuri oleh sistem duniawi, maka itu akan merusak tatanan rohani dan menghancurkan tatanan persekutuan; biarkanlah urusan persekutuan diurusi secara ke dalam dan dalam suasana persekutuan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

AWAL SEGALA SESUATU

Kamis, 26 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: dan "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

AWAL SEGALA SESUATU

Segala sesuatu tidak dimaksudkan untuk alam semesta (entire) tetapi untuk segala sesuatu terkait manusia. Adam masih seorang diri sebab Hawa belum diciptakan.
Kesendirian pun harus diterima sebagai keadaan yang pernah ada dalam taman Eden.

Firman ini adalah firman yang pertama bagi manusia dan menggambarkan kasih Allah yang besar. Hidup manusia hanyalah anugerah dan keberlangsungannya adalah kasih Allah.

Perintah pertama adalah tentang ekonomi; semua pohon dalam taman ini boleh kau makan. Manusia bebas memilih buah pohon mana pun untuk dimakan, apa saja halal. Makan dengan bebas artinya bebas memilih jenis dan bebas jumlahnya. Tidak perlu diet dalam kasih Tuhan.

Tetapi kemudian ada batasan yang ditegaskan, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tidak boleh dimakan. Hidup untuk tidak untuk merdeka burung tetapi untuk sadar pada batasan-batasan yang telah ditetapkan; semakin baik kesadaran akan batas-batas hidup semakin baik hidupmu.

Manusia yang melanggar akan mengalami risiko mati, bukan hanya secara fisik tetapi secara moral. Orang yang melanggar bahkan dalam rana 'masih wajar pun' tetap mematikan kebebasan mutlak dalam dirinya.

1 Petrus 1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1 Dilihat

25 Maret 2026

BERILAH KEADILAN

Rabu, 25 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 43:1
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! 

BERILAH KEADILAN

Keadilan adalah hidup di mana setiap orang dapat hidup baik tanpa bersinggungan dengan orang lain karena semua merasakan keamanan, kebebasan, dan kebahagiaan.

Keadilan dinodai oleh orang yang tidak saleh, yaitu mereka yang tidak memperhatikan hak dan kepentingan orang lain dalam tindakannya; bahkan bisa berkedok agama.

Hilangnya keadilan pun terjadi ketika orang menipu sesamanya dan menjadi curang dalam hidup ini. Menipu artinya mengambil hak orang lain dengan tidak memberi imbalan sedangkan curang artinya mengambil hak orang dan menutupinya dengan suatu alasan.

Allah melakukan perkara bagi umatNya, yakni memberi keadilan, memperjuangkan (melindungi) dari orang tidak saleh dan meluputkan dari penipu dan orang curang; Allah mampu melakukannya dalam kuasanya yang besar.

Manusia, dalam kasih Allah, juga dipanggil untuk 'berilah keadilan' kepada sesama manusia yang terutama berarti belajarlah berlaku adil setiap waktu dalam setiap perkara.

Mikha 6:8
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
1 Dilihat

24 Maret 2026

PERLINDUNGAN TANGAN ALLAH

Selasa, 24 Maret 2026
Renungan Pagi 

Ezra 8:22
Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 

PERLINDUNGAN TANGAN ALLAH

Ada kebimbangan Ezra untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem tanpa pengawalan pasukan sebab perjalanan yang akan ditempuhnya jauh dan lama.

Secara jarak, Babel dan Yerusalem berjarak sekitar seribu lima ratus kilometer tetapi karena sering perjalanan dilakukan dengan menyusuri sungai, maka itu bisa berarti bertambah sekitar dua ratus kilometer lagi. Dalam catatan kitab Ezra mereka melakukan perjalanan sekitar empat bulan untuk sampai ke Yerusalem.

Musuh di jalan adalah situasi yang harus dihadapi dengan sikap waspada yang sepenuhnya jika perjalanan dilakukan tanpa pengawal; kewaspadaan utama adalah agar hidup ini tetap dalam kehendak Tuhan sehingga hidup dituntun ke jalan tiada musuh yang dapat menghadang pada jalan umat yang diberkati.

Pengakuan tentang tindakan Allah terhadap manusia adalah, pertama, melindungi manusia yang mencari Dia, yaitu mereka yang hanya mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Hidup yang dilindungi Tuhan adalah hidup yang paling aman. Orang yang mencari Tuhan adalah untuk keselamatan mereka.

Pada sisi sebaliknya, kedua, tindakan Allah bagi yang meninggalkan Dia adalah menimpakan kuasa murkaNya ke atas orang-orang yang meninggalkan Tuhan Allah.

Mazmur 91:1-2
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
1 Dilihat

23 Maret 2026

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Senin, 23 Maret 2026
Renungan Pagi 

Amsal 12:14
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

BUAH PERKATAAN, BALASAN PEKERJAAN TANGAN

Kenyang adalah gambaran keadaan puas dan kuat karena kebutuhan tubuh akan makanan terpenuhi; orang yang lapar karena.sudah lama tidak makan apalagi jika sambil melakukan pekerjaan berat, maka ia akan merasa lapar dan menjadi lemah.

Kenyang dengan kebaikan adalah keadaan yang tidak kekurangan kebaikan sebab itu diterimanya dari Tuhan dan sesama sebagai buah perkataan - hasil dari tutur kata yang berorientasi pada membangun kebaikan; perkataan yang baik dari dalam jiwa yang tulus.

Tangan yang bekerja mendapat balasan berarti bahwa setiap tindakan pasti mempunyai hasil; setiap pekerjaan ada manfaatnya. Pekerjaan yang buruk merugikan pekerjanya.

Bagaimana dengan orang yang bekerja dengan pikirannya dalam keadaan duduk dan berbagi pemahaman dengan pemikir-pemikir lainnya dan menemukan gagasan-gagasan baik? Mereka juga mendapat hasil baik dari pekerjaan itu. Tetapi buah terakhir dari perkara itu tetap kembali pada tangan yang bekerja.

Perkataan yang baik dan pemikiran yang baik akan mengenyangkan setiap orang dengan kebaikan jika itu dikerjakan dengan baik oleh tangan yang baik.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

22 Maret 2026

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN

Minggu 22 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 22:23
Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah

MEMASYHURKAN DAN MEMUJI NAMA TUHAN 

Memasyhurkan artinya membuat menjadi terkenal karena kebaikan dan kebijaksanaan seseorang. Orang jahat yang terkenal hanya disebut terkenal.

Memasyhurkan nama Tuhan tidak dimaksudkan untuk memperkenalkan kebaikan Tuhan kepada orang lain tetapi untuk menyatakan syukur karena telah kebaikan itu.

Tempat memasyhurkan nama Tuhan adalah kepada saudara-saudara. Artinya, setiap orang harus mampu menjaga hubungan yang baik dengan saudara-saudaranya sebab dengan merekalah orang akan menyatakan kemasyhuran Tuhan.

Memuji-muji Tuhan adalah menyampaikan kebaikan Tuhan dengan seni yang ada, umumnya melalui pujian. Tetapi hidup yang mengucap syukur adalah bentuk dasar dari memuji nama Tuhan.

Alamat memuji nama Tuhan adalah di tengah-tengah jemaah sebab itu harus diingat bahwa persekutuan adalah alamat terbaik untuk dicari dalam kehidupan ini.

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
1 Dilihat

BERKELILING SETIAP TAHUN

Sabtu, 21 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 7:16
Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu

BERKELILING SETIAP TAHUN

Samuel sebagai nabi sekaligus sebagai hakim yang terakhir di Israel selalu melakukan perjalanan dinas secara teratur ke tiga tempat setiap tahun, yakni Betel, Gilgal, dan Mizpa.

Memerintah Israel di segala tempat itu memiliki makna bahwa ketiga tempat ini menjadi pusat perhatian utama di antara bangsa Israel untuk menentukan pola kebijakan yang akan diambil bagi seluruh bangsa Israel.

Betel menjadi yang secara khusus mendapat perhatian sebab pada ai zaman itu nabi Samuel yang juga adalah hakim pergi ke sana untuk melakukan perintah Tuhan karena di Betel ditempatkan Kemah Pertemuan; kehidupan berbangsa harus dimulai dari kesadaran akan adanya Tuhan.

Samuel berkeliling setiap tahun juga mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu memperhatikan keadaan hidup umat dan membantu mereka. Samuel memerintah Israel di segala tempat itu berarti bahwa di tempat-tempat itu dia menghakimi orang Israel yang membutuhkan penyelesaian perkara untuk terwujudnya damai sejahtera di dalam kehidupan umat Tuhan.

Selain sebagai tempat (kota strategis) untuk 'pusat hukum', dan 'pusat agama' - khusus untuk Betel, kota-kota ini, bagi Samuel, juga menjadi pusat observasi untuk mempelajari kehidupan berbangsa seluruh orang Israel sehingga memudahkan baginya untuk mengambil keputusan dalam strategi kepemimpinannya bagi kemuliaan Tuhan.

Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
1 Dilihat

19 Maret 2026

PEKERJAAN BESAR DAN PENTING

Kesan-Pesan Pertukaran Pelayanan Mimbar Gereja Toraja Mamasa (GTM)

1 Korintus 16:9
sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Pada sepanjang bulan Maret 2026 saya dijadwalkan untuk melayani di GTM Jemaat Tongkonan Layukna Puang Matua Klasis Rambu Saratu' dalam program Pertukaran Pelayanan Mimbar GTM.

Saya berangkat dari GTM Jemaat Tobadak 1 (tempat tugas untuk periode 2021-2026 - akan bergeser tempat pelayanan pada Agustus atau September 2026) pada hari Jumat, 27 Februari 2026 dalam pertimbangan bahwa ada waktu untuk beristirahat pada hari Sabtu sebelum memulai pelayanan pada Minggu, 1 Maret 2026.

Waktu yang sama dengan keberangkatan saya, Pdt. Bongga Sumule, S.Th, M.M., pendeta yang bertukar tempat pelayanan dengan saya, juga berangkat dari Tondok Bakaru, tetapi beliau sampai di tempat tujuan pada hari Sabtu, 28 Februari 2025 sebab masih singgah bermalam di Pastori GTM Jemaat .... Lebbeng.

Tulisan ini dibuat pada pertengahan kedua masa tugas di tempat pertukaran pelayanan dalam kesaksian bahwa tidak ada penentang, walau mungkin banyak yang tidak ikut, ketika membaca ayat yang tertera di awal tulisan ini ketika mengisi waktu luang pada pagi hari di rumah tempat menginap, yakni kediaman Keluarga Drs. David, M.M. yang lebih dikenal dengan panggilan sehari-hari Papa Herlin.

Banyak kesempatan untuk bekerja sepertinya tidak terlalu benar sebab bagi saya ini hanya jadwal dan tidak ada perkara yang bisa saya mengambil keputusan (bahasa lainnya: kebijakan) sebab saya ada untuk program ini dalam pengetahuan yang sangat terbatas mengenai hidup dan aktivitas jemaat.

Memang ada pelayanan setiap hari dalam rangkaian perkunjungan persiapan Paskah untuk mengenal dan menghidupi makna Paskah sebagai tanda keselamatan dalam Kristus, tetapi tidak interaksi yang sesungguhnya dengan warga jemaat.

Pekerjaan besar dan penting itu adalah semua pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia dengan kasih bagi sesamanya. Walau pelayanan di tempat ini hanya sementara sebatas waktu selama sebulan, sangat singkat untuk interaksi secara intens dengan warga jemaat, tetapi semuanya yang terjadi kiranya telah menjadi pekerjaan besar dan penting, baik dalam anggapan dan perasaan saya maupun dalam anggapan dan perasaan jemaat.

Melakukan pekerjaan yang besar dan penting kiranya juga menjadi sesuatu yang telah saya lakukan dalam masa tugas selama empat tahun kepada lima jemaat di Klasis Mamullu yang kemudian tiga tahun terakhir ditambahkan menjadi tujuh jemaat sebab Pdt. Herfina yang melayani dua jemaat berakhir periodenya pada tahun 2013 dan tidak lagi dilanjutkan untuk menunggu pergeseran pertama secara serempak di seluruh GTM (penyeragaman masa jabatan pendeta dan majelis secara serempak yang diputuskan pada Sidang Sinode Am 2011 di Lebbeng yang dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2016; sebelumnya masa jabatan majelis adalah tiga tahun dan masa tugas pendeta adalah lima tahun tetapi tidak serempak). Demikian juga kepada tiga jemaat di Wilayah Napu yang saya layani masing-masing sepuluh hari dalam waktu Maret 2013, juga dalam program pertukaran - roling pelayanan; lalu pindah tugas ke GTM Jemaat Musafir Klasis Tobadak Raya Timur periode 2016-2021, pindah lagi ke GTM Jemaat Tobadak 1 Klasis Tobadak Raya periode 2021-2026, yang dalam masa-masa terakhir diikutkan dalam program pertukaran pelayanan di GTM Jemaat Tongkonan Layukna Puang Matua Klasis Rambu Saratu'.

Selama masih diberi kekuatan untuk melakukan pelayanan ini, bahkan sepanjang hayat masih dikandung badan ada kerinduan kiranya Tuhan terus memakai hamba ini untuk menjadi pekerja yang melakukan pekerjaan besar dan penting.

Tondok Bakaru, 19 Maret 2026
1 Dilihat

JARAK KESELAMATAN

Jumat, 20 Maret 2026
Renungan Pagi 

Roma 13:11
Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 

JARAK KESELAMATAN

Keadaan waktu sekarang adalah keadaan dunia yang meninabobokkan manusia dengan segala keindahannya dan kenyamanannya sehingga dunia semakin melupakan perkara iman.

Waktu untuk bangun dari tidur adalah untuk mengembalikan kesadaran tentang perlunya menggiatkan diri dan persekutuan dalam melakukan pekerjaan Kristus bagi Kristus dan bukan hanya melakukan segala sesuatu menurut ritme dunia yang akan berakhir pada waktunya.

Keselamatan sudah lebih dekat mengingatkan bahwa waktu terus itu terus berjalan dan bergulir menuju kesudahan segala sesuatu yang mana di sana ada keselamatan.

Keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya mengacu pada kualitas keselamatan itu dalam hidup orang beriman, jika kualitasnya tetap sama dari waktu ke waktu berarti itu adalah kemunduran sebab iman berproses dan bertumbuh; jika orang mengalami kemunduran, berarti ia terjatuh dan jaraknya dari keselamatan semakin jauh.

Hal yang harus dilakukan dalam ayat ini mengacu pada ayat sebelumnya, yaitu mewujudkan kasih -- tidak berbuat jahat sebagai perwujudan hukum Taurat.

Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
1 Dilihat

SEBELUM SEMUANYA TERJADI

Kamis, 19 Maret 2026
Renungan Pagi 

Matius 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

SEBELUM SEMUANYA TERJADI

Hukum Taurat adalah hukum yang diberikan kepada orang Israel ketika mereka dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian yang berisi aturan hidup untuk ibadah dan hidupku sehari-hari. Hukum ini diberikan kepada bangsa Israel ketika mereka sampai ke gunung Sinai sehingga hukum taurat itu biasa disebut sebagai perjanjian Sinai.

Iota adalah huruf kesembilan dalam abjad Yunani dan sering kali huruf ini dipakai untuk menyatakan sesuatu yang sedikit sehingga iota dalam ayat ini dapat dibaca sebagai bagian yang paling kecil pun dari hukum Taurat tidak akan ditiadakan sebelum itu terjadi.

Hukum Taurat itu adalah untuk mengetahui ketaatan umat Israel kepada Tuhan dan menjadi gambaran tentang kehidupan yang akan dipenuhi oleh Allah. Sebelum semuanya terjadi artinya bahwa ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat kekal bagi manusia, berlaku sepanjang hidup. 

Pelayanan Yesus di dunia sudah memenuhi perkara korban penebus dosa sebab ia telah menjadi Anak Domba Paskah, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa yang dilakukan saat ini.

Banyak orang berkata bahwa hukum Taurat tidak berlaku lagi sebab semuanya sudah terpenuhi, karena itu orang sudah bisa tidak ke gereja karena hukum tentang Sabat sudah terpenuhi di dalam Kristus. Sesungguhnya, hukum sabat dipenuhi sebab wujud sepenuhnya adalah ketika manusia tinggal di rumah Bapa di surga dalam peristirahatan abadi dalam damai sejahtera.

Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
1 Dilihat

18 Maret 2026

PENGETAHUAN TENTANG KEMULIAAN TUHAN

Rabu, 18 Maret 2026
Renungan Pagi 

Habakuk 2:14
Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.

PENGETAHUAN TENTANG KEMULIAAN TUHAN

Tuhan itu mulia sebab dari padaNyalah berasal segala sesuatu. Semua yang ada di dunia ini pasti disebut sebagai ciptaan Tuhan; yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.

Anak yang berasal dari orangtua secara naluriah pasti akan melihat orangtuanya sebagai 'mulia'. Anak yang tidak memuliakan orangtuanya adalah anak durhaka yang tidak akan mewarisi hidup yang baik.

Mengenal kemuliaan Tuhan digambarkan seperti air yang menutupi dasar lautan; tidak ada yang tidak tertutupi. Tidak ada hal yang tidak dijangkau tentang kemuliaan Tuhan.

Semua orang digambarkan sebagai yang mengenal kemuliaan Tuhan secara penuh; itulah yang diharapkan oleh Tuhan untuk terwujud dalam kehidupan umatnya.

Ketika harapan pengenalan akan kemuliaan Tuhan telah tercapai, maka bumi ini akan menjadi sorga bagi setiap orang, menjadi tempat segala yang baik.

Matius 5:16
"... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
1 Dilihat

17 Maret 2026

SALAH MENCIUM

Selasa, 17 Maret 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 2:15-16
Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

SALAH MENCIUM

Ada dua kelompok manusia yang berbeda dalam menerima kehadiran mereka yang dipakai Allah, yaitu mereka yang menciumnya sebagai kehidupan yang menghidupkan dan pada sisi yang lain adalah mereka yang menciumnya sebagai kematian yang mematikan.

Pada hakikatnya, mereka yang bekerja untuk Kristus adalah bau yang harum dari Kristus. Hidup mereka hanya untuk melakukan perintah Kristus dan karena itu mereka juga tetap bau harum bagi Kristus.

Kehidupan yang menghidupkan dan kematian yang mematikan adalah gambaran bahwa Paulus itu seorang pemberita Injil yang aktif; pemberitaan Injil itu harus menjadi kehidupan yang menghidupkan, paling tidak dalam bentuk kehidupan yang dihidupi menjadi kesaksian bagi orang di sekitar tentang indahnya kehidupan di dalam Kristus.

Jika pekerjaan pemberitaan Injil dicium sebagai kematian yang mematikan, berarti mereka adalah orang-orang yang membenci pemberitaan Injil itu dan berusaha melawannya. Keadaan ini adalah kesusahan yang dilakukan oleh manusia sebab adalah susah menendang ke gala ransang.

Nikmatilah kehidupan hari ini dalam kesadaran bahwa kita ini hidup di dalam Kristus dan kita akan tercium sebagai kehidupan yang menghidupkan; jika tidak bisa diajak lagi, abaikan saja mereka yang salah mencium bau harum dari Kristus itu.

2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
1 Dilihat

16 Maret 2026

MENIKMATI PEKERJAAN TANGAN

Senin, 16 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 65:22
Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 

MENIKMATI PEKERJAAN TANGAN

Ini adalah janji Allah tentang keadaan langit yang baru dan bumi yang baru yang akan dijadikan oleh Tuhan Allah, bahwa semua orang akan menikmati hasil pekerjaan tangannya sendiri.

Hal pertama (di dalam ayat ini, bukan dalam keseluruhan keadaan di langit baru dan bumi baru) adalah mendirikan rumah untuk didiami. Ini menggambarkan keadaan yang aman, hidup yang makmur.

Gambaran yang kedua adalah menanam dan menikmati sendiri buahnya. Hal ini menunjukkan dukungan alam kepada kehidupan manusia. Orang yang diberkati Tuhan itu membuat alamnya juga diberkati.

Keadaan yang membuat umat Tuhan akan menikmati hasil pekerjaannya sendiri adalah sebab mereka akan berumur seperti pohon, yang menggambarkan umur yang panjang dan tidak rentan terhadap sakit penyakit,

Disebutkan segala keadaan yang baik yang akan dialami oleh umat Tuhan lalu kemudian di akhir dari semuanya itu disebutkan bahwa mereka akan bekerja dan menikmati hasilnya sebab semuanya melakukan kehendak Tuhan.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

15 Maret 2026

PERHATIAN KEPADA DOA

Minggu, 15 Maret 2026
Renungan Pagi 

2 Tawarikh 7:15
Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.

PERHATIAN KEPADA DOA

Bagian kisah penglihatan Salomo ketika Bait Suci selesai dibangun yang isinya adalah bahwa nama Tuhan akan tinggal di rumah Tuhan yang dibangun Salomo.

Mata Tuhan terbuka bahwa Ia akan menyelidiki kehidupan orang yang datang berdoa ke Bait Suci. Jika Tuhan melihat, maka Ia akan memberi apa yang dibutuhkan oleh umat; itu jaminan keamanan dan damai sejahtera.

Tuhan memberi perhatian (telingaNya ditaruh) kepada doa berarti bahwa doa yang disampaikan kepada Tuhan akan diusahakanNya secara spesial untuk dikabulkan.

Tuhan itu menjawab doa; orang yang tidak berdoa tidak menerima jawaban apa pun atas perkara kehidupannya.

Pergi ke rumah Tuhan adalah supaya Tuhan melihat dan mendengar hidupmu yang kaudoakan kepadaNya. Jika Tuhan memberi perhatian kepada doa untuk mendengarnya, maka umat harus memberi perhatian pada doa untuk melakukannya.

1 Tesalonika 5:16-18
Bersukacitalah senantiasa. 
Tetaplah berdoa. 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Dilihat

14 Maret 2026

BUAH TERANG

Sabtu, 14 Maret 2026
Renungan Pagi 

Efesus 5:9
karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran

BUAH TERANG

Terang yang dimaksudkan bukanlah cahaya yang dihasilkan oleh pelita, lampu, matahari, bulan, dan bintang dan mungkin penerang lain yang dapat disebutkan tetapi orang yang hidupnya memancarkan terang kehidupan.

Buah terang adalah sesuatu yang dihasilkan oleh orang-orang terang yang berguna bagi semua pihak demi kemuliaan Tuhan yang adalah Terang yang sesungguhnya.

Kebaikan adalah kata-kata yang baik, tindakan yang baik, dan sikap yang baik dari orang yang terus menerus diperbaharui di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Keadilan adalah memberi perlakuan yang sama kepada semua orang; tidak pilih-pilih orang dan tidak berat sebelah.

Kebenaran adalah semua perkara hidup yang dilakukan berdasarkan prinsip sesuai dengan ketentuan dan tidak menyimpang karena tendensi pribadi.

1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1 Dilihat

13 Maret 2026

PEMIMPIN MENJADI KATALIS PERUBAHAN

Postingan ini adalah doa syafaat yang dikumpulkan oleh admin salah satu group WhatsApp dan beberapa orang yang mana setiap orang membawakan satu pokok untuk didoakan.

Awalnya saya ikut berdoa di group dan saya tidak mengupload di blog sebab ini adalah berdoa.

Ketika menulis doa ini untuk mendoakan pokok doa yang sudah beberapa kali saya doakan, maka saya merasa bahwa juga dalam doa ada pengakuan iman yang perlu untuk dibagikan, maka saya memutuskan untuk tidak ada salahnya menuliskan itu di blog.

Dibaca atau tidak itu adalah masalah lain.

------

Pokok doa:
*7).* 🛐
*BERDOA AGAR DI TENGAH MASA MASA KRISIS INI SEMAKIN BANYAK ANAK ANAK TUHAN BANGKIT SEBAGAI PEMIMPIN, MENJADI KATALIS PERUBAHAN DAN MEMBAWA TERANG KRISTUS BAGI INDONESIA*
(tanda bintang itu adalah cara membuat teks tebal pada WhatsApp; apit rapat dengan bintang kata atau kalimat yang akan ditebalkan)
-----

Tuhan, dimuliakan namaMu selalu pada setiap waktu dan jadilah kehendakMu.

Kami hidup di dunia yang semakin merosot dalam hal pemenuhan sumber daya yang merata bagi semua orang sehingga terjadi berbagai krisis dalam kehidupan ini; kemiskinan meningkat, kemanan yang semakin tidak terjamin; dan di atas berbagai krisis itu sedang tergambar bahwa krisis yang sesungguhnya adalah sedang terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan.

Tuhan, kami berdoa biarlah janjiMu tentang pemulihan dunia ini diwujudkan dengan Engkau memberi tempat pada anak-anak Tuhan yang setia pada kehendakMu menjadi pemimpin, baik dalam gerakan-gerakan rohani, maupun dalam kepemimpinan di dunia sekuler, sehingga di setiap lini kehidupan diperjuangkan oleh mereka nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehidupan semakin diarahkan untuk menikmati damai sejahtera.

Biarlah oleh tuntunan Roh Kudus setiap orang memimpin dirinya sendiri menjadi pembawa perubahan menuju ke Kerajaan Allah.

Dengarlah doa kami, ya Bapa di surga; di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

DEMI DAUD, AYAHMU

1 Raja-Raja 11:11-13

DEMI DAUD, AYAHMU.

Kisah ini adalah titik awal terpecahnya kerajaan Israel menjadi dua kerajaan yang disebabkan karena Salomo tidak setia kepada TUHAN sepanjang hidupnya.

Ada pembalikan kisah walau tidak sepenuhnya sama, yaitu kisah ketika kerajaan Israel dialihkan dari Saul, raja pertama Israel yang tidak setia kepada TUHAN kepada Daud yang dikenan TUHAN, dengan kisah ketika kerajaan Israel dipecahkan dari Salomo anak Daud yang tidak setia kepada Tuhan.

Perbedaannya hanyalah karena ada kesetiaan Daud kepada TUHAN di antara kedua kisah itu. Seandainya tidak kisah kesetiaan Daud, maka tentulah bahwa kerajaan Israel itu akan dialihkan juga sepenuhnya kepada orang lain dari tangan Salomo.

Raja Daud dan anaknya mencapai kegemilangan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Daud selalu berperang dan gemilang dalam setiap peperangannya dan karenanya ia banyak dikenal dengan sebutan panglima yang gagah perkasa sedangkan Salomo terkenal karena hikmat yang dimilikinya dan besarnya kekayaan dari seluruh dunia yang melimpah mengalir kepadanya karena hikmat yang| dimilikinya itu.

Secara dunia, Salomo tentunya lebih gemilang dari Daud, ayahnya; tetapi Daud  ternyata mendapat hitungan dalam pandangan Tuhan. Penundaan terpecahnya kerajaan Israel terjadi setelah Salomo itu karena perhitungan tentang Daud, bukan karena Salomo.

Demikian juga bahwa tetap ada bagian kerajaan bagi keturunan Daud adalah untuk memenuhi janji bagi Daud dan Salomo membuatnya hanya menjadi bagian terkecil.

Daud bukannya tanpa kesalahan di hadapan Tuhan dan sesama tetapi karena hatinya terpaut kepada Tuhan, maka ia menjadi pribadi yang membuat keluarganya, kaumnya, lingkungannya, bahkan kita percaya bahwa seluruh dunia diselamatkan olehnya dalam lahirnya 'Anak Daud', yaitu Tuhan Yesus.

Setia kepada Tuhan adalah hidup yang menjadi berkat bagi semua orang.

Amin.
1 Dilihat

KETIKA DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL

Jumat, 13 Maret 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 6:4
Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. 

KETIKA DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL

Dunia sedang berada dalam proses menjadi musnah yang terjadi dan dipenuhi dengan tuju materai tersegel yang ada pada Anak Domba.

Materai yang kedua adalah timbulnya kekuatan yang mengambil damai sejahtera dari atas bumi, yaitu perasaan tenang dan damai karena hubungan yang baik dengan sesama sebagai pertanda adanya hubungan yang baik dengan Tuhan.

Proses ini terjadi secara bertahap, yaitu dimulai dari secara perlahan mengabaikan hal-hal rohani yang lambat laun dianggap sebagai perkara yang sah-sah saja bahkan kemudian ditetapkan menjadi hak manusia untuk bebas memilih hal pengabaian hal rohani itu.

Ketika dunia kehilangan pondasi rohani dalam hidup ini, terjadilah bahwa sesama hanya dilihat sebagai musuh sebab mereka menyulitkan tercapainya kepentingan sendiri; permusuhan mengalirkan arus kebencian yang menimbulkan angin pembunuhan.

Situasi permusuhan dan kebencian menjadi ladang yang baik untuk tempat beraksinya 'pedang yang besar'; negara-negara diadu untuk berperang lalu dipersenjatai demi mendapatkan keuntungan dari menjual senjata kepada mereka yang saling membunuh itu.

Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
1 Dilihat

12 Maret 2026

TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA

Kamis, 12 Maret 2026
Renungan Pagi 

Daniel 12:3
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA

Penglihatan Daniel tentang akhir zaman dan keadaan manusia dalam lintasan zaman yakni ketika masih hidup di dunia ini dan setelah akhir zaman hidup di dunia berakhir oleh akhir zaman.

Menjelang akhir zaman akan ada kesusahan besar dan akan ada kesesatan yang sangat kacau, keadaan orang diwarnai oleh tidak adanya kepercayaan satu terhadap yang lain.

Pada akhirnya dunia akan binasa dan manusia habis bersama bumi yang hancur. Tetapi itu bukan akhir segalanya melainkan pemenuhan kuasa dan kasih Allah yang terakhir dan kekal bagi manusia.

Di dalam kekekalan kuasa dan kasih Allah, manusia yang masih hidup dan orang yang sudah mati ditetapkan untuk mengalami kemuliaan bersama Allah atau untuk mengalami kehinaan.

Orang bijaksana, yakni yang selalu memikirkan dan melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya, maka dia akan bercahaya seperti cahaya cakrawala yaitu terang yang diciptakan pada hari pertama sebelum ada benda-benda penerang; terang Tuhan. Demikian juga orang yang menuntun manusia kepada kebenaran, maka ia akan mengalami keadaan seperti bintang -- indah dan tidak terjangkau. Kedua karakter ini adalah orang yang sama yaitu merekam yang disebut 'Tetap untuk selama-lamanya'.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

11 Maret 2026

KEKUATAN TERBESAR

Rebu, 11 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mikha 3:8
Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya. 

KEKUATAN TERBESAR

Kekuatan terdiri dari kekuatan fisik dan kecerdasan. Orang dengan fisik yang kuat tetapi tidak cerdas pada akhirnya tetap akan menghadapi situasi di mana kekuatannya tidak mampu melakukan sesuatu. Orang cerdas sering kesulitan karena tidak ada daya untuk melakukan pekerjaan besar yang mereka rencanakan. Alangkah baiknya seandainya bisa memiliki baik kekuatan fisik maupun kecerdasan sekali pun.

Kekuatan yang dimiliki oleh nabi Mikha adalah kekuatan dalam bentuk keberanian memberitakan pelanggaran dan dosa Israel; bukan hanya pribadi tetapi menghadapi sebuah bangsa. Memuji orang itu gampang sebab akan disambut dengan sukacita tetapi memberitakan kesalahan dan dosa itu bisa ditentang dan berisiko membahayakan diri.

Kekuatan memberitakan pelanggaran dan dosa hanya bisa dimiliki oleh mereka yang penuh dengan Roh Tuhan, bahwa seseorang tidak melakukan suatu tanpa penyerahan diri kepada Tuhan dan kesediaan untuk melakukan perkara itu dalam kehendak Tuhan.

Prinsip keadilan dibutuhkan dalam memberitakan pelanggaran dan dosa manusia sebab secara naluri kemanusiaan dalam roh dunia, maka orang sering mudah untuk menegur dosa orang lain tetapi cenderung untuk menutupi dosa sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Keperkasaan bukanlah soal berani beradu fisik dengan orang lain tetapi berani menegur setiap orang untuk memperbaiki kesalahannya; teguran tidak dimaksudkan untuk mempermalukan orang lain. Kekuatan terbesar manusia ialah ketika mampu dengan keberanian dan kecerdasan di dalam Roh Tuhan memperbaiki pelanggaran dan dosa umat Tuhan.

Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
1 Dilihat

10 Maret 2026

JERAT BAGI DIRI SENDIRI

Selasa, 10 Maret 2026
Renungan Pagi 

Amsal 22:24-25
Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

JERAT BAGI DIRI SENDIRI

Jerat adalah alat dari tali yang dipasang dengan berbagai cara untuk menangkap burung dan atau binatang lainnya.

Secara kiasan, jerat dalam kehidupan manusia adalah usaha yang dilakukan untuk menyusahkan orang lain bahkan untuk menjatuhkannya,

Bisa juga bahwa hal-hal tertentu, walau kelihatan baik, tetapi jika itu membatasi ruang gerak atau mengekang seseorang dalam kehidupan ini, maka itu sudah menjadi jerat kehidupan.

Berteman dan menjadi biasa dengan kehidupan orang yang lekas gusar dan bergaul dengan orang pemarah adalah jerat bagi diri sendiri dalam pengertian bahwa hidup kita dikekang oleh kemarahan orang itu; lebih jauh bahwa kita dijerat oleh orang yang lekas gusar dan orang pemarah itu sebab setelah menjadi biasa dengan mereka dan menjadi sama dengan mereka. Pemarah dan orang yang lekas gusar itu menjerat dirinya sendiri dan kehidupan di sekitarnya.

Belajar tidak marah, atau tidak meledakkan marah ketika sedang marah adalah kekuatan hebat yang hanya dimiliki oleh mereka yang tergolong sebagai orang bijaksana.

Yakobus 1:19-20
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1 Dilihat

09 Maret 2026

BERBALIK DARI PERINTAH KUDUS

Senin, 9 Maret 2026
Renungan Pagi

2 Petrus 2:21
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

BERBALIK DARI PERINTAH KUDUS

Perintah kudus adalah Jalan Kebenaran di dalam Kristus Yesus yang perwujudannya adalah perintah kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia karena didorong oleh karya keselamatan Allah.

Sebelum mengenal Jalan Kebenaran, hidup manusia didasari oleh roh-roh dunia yang dengan itu keadaan kehidupannya menjadi buruk, hidup yang terarah kepada kepuasan dunia dan jauh dari kehendak Kristus.

Ketika pengenalan akan jalan Kebenaran di dalam Kristus dialami, maka hidup menjadi baik dan terus disempurnakan dalam karya pembaharuan budi oleh kasih Allah; semakin dikuduskan dari hari ke hari.

Tetapi orang yang berbalik dari Jalan Kebenaran, tidak setia melakukan perintah kudus, maka keadaan mereka akan lebih buruk dari keadaan sebelum sebelum mengenal Jalan Kebenaran itu 

Dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan untuk melaksanakan perintah kudus agar diberkati dengan hidup yang lebih bernilai; berbalik dari perintah kudus membawa ke titik kejatuhan pada jurang yang dalam dan terjal; tempat berbahaya yang sangat sulit terjangkau untuk diselamatkan.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1 Dilihat

08 Maret 2026

TAK SADAR DIRI

TAK SADAR DIRI

Sadar diri adalah istilah yang dipahami sebagai tahu keadaan diri dalam pengertian lebih kecil dari orang lain dalam suatu posisi sehingga pun harus terbatas dalam tindakan. Dengan demikian, tak sadar diri memiliki makna orang yang bertindak lebih dari yang seharusnya, lebih dari haknya.

Dalam Alkitab (Kidung Agung 6:12) istilah tak sadar diri muncul dalam pengertian yang tidak sama dengan nilai yang disebutkan sebelumnya dan juga bukan dalam pengertian kehilangan kesadaran. Dalam ayat itu, tak sadar diri adalah keadaan yang seluruh aktivitasnya dikendalikan oleh sesuatu yang sangat kuat yang ada di dalam dirinya; orang pengasih itu akan terus mengasihi sebab itu adalah kesadarannya yang kadang terjadi di luar kesadaran; spontan, tanpa direncanakan.

Bentuklah hidupmu menjadi tak sadar diri melakukan perkara-perkara besar bersama Tuhan setiap waktu.
1 Dilihat

DI ATAS KERETA BANGSAWAN

Minggu, 8 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kidung Agung 6:12
Tak sadar diri aku; kerinduanku menempatkan aku di atas kereta orang bangsawan. 

DI ATAS KERETA BANGSAWAN

Kereta bangsawan memuat bangsawan untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan. Orang biasa tidak bisa naik ke kereta ini jika tidak diizinkan oleh bangsawan pemilik kereta itu.

Orang dengan prestasi besar yang berguna bagi bangsa dan negaralah yang kemudian menjadi bangsawan. Orang yang statusnya adalah bangsawan tetapi kemudian menjadi jahat, maka ia akan terusir dari statusnya.

Tak sadar diri adalah keadaan yang seluruh aktivitasnya dikendalikan oleh sesuatu yang sangat kuat yang ada di dalam dirinya; orang pengasih itu akan terus mengasihi sebab itu adalah kesadarannya yang kadang terjadi di luar kesadaran; spontan, tanpa direncanakan.

Kerinduan adalah hasrat besar tentang sesuatu yang mendesak untuk terpenuhi. Kerinduan yang benar adalah kepada bangsawan yang sungguh-sungguh bangsawan, maka itu akan menempatkan orang yang rindu itu pada kereta bangsawan.

Jadilah bangsawan walau status hanya orang kecil; rindukanlah Bangsawan yang akan membawa kepada tujuan yang mulia dan permai -- ke kehidupan yang diberkati dan menjadi berkat.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
1 Dilihat

07 Maret 2026

PEMUDA ADALAH SAKSI DAN AKTOR

Mazmur 37:25-26
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; 
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

PEMUDA ADALAH SAKSI DAN AKTOR

Pertama, hidup adalah perguliran waktu yang di dalamnya setiap orang bertumbuh, beraktivitas, dan berinteraksi. Semula yang lemah, bahkan dimulai dari bayi yang rentan, dan terus bertumbuh sampai menjadi orang dewasa.

Dalam pertumbuhan manusia, ia berubah dari diperhatikan, dikasihi, dan dirawat menjadi pribadi yang memperhatikan, mengasihi, dan merawat; menerima dan memahami bahwa kedua sisi itu dibutuhkan oleh manusia. Orang yang hanya mau dikasihi terus tanpa mau mengasihi, walau umurnya bukan kategori anak lagi, adalah orang yang kekanak-kanakan.

Kedua, pemuda adalah masa berperan aktif dan bukan masa persiapan untuk menjadi pribadi yang diharapkan pada masa depan. Satu tanggung jawab pemuda adalah untuk menyaksikan dan menghidupi standar kehidupan iman dalam pernyataan 'tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan'.

Peran pemuda adalah menggunakan kemampuan analisisnya untuk 'melihat' kehidupan dan menemukan kehidupan yang benar dan baik untuk dihidupi serta memperkenalkannya untuk juga dihidupi oleh setiap orang; pemuda adalah saksi.

Pemuda terpanggil untuk menjadi orang benar sehingga ia menjadi aktor yang memperbaiki tatanan kehidupan sosial sebab kehidupan rohaninya selalu pada jalur yang benar, yaitu dalam berkat Tuhan. Tidak ditinggalkan memiliki pengertian bahwa orang benar itu selalu ditolong oleh orang-orang dan disertai oleh Tuhan dalam seluruh perkara kehidupannya.

Ketiga, manusia itu tidak untuk meminta tetapi untuk menjadi berkat. Manusia tidak untuk 'tergantung' tetapi menjadi mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri; lebih dari itu menjadi orang yang kehadirannya berguna bagi kehidupan.

Memberi pinjaman tidak harus dipahami sebagai sinyalemen bisnis untuk mencari keuntungan tetapi kesediaan untuk menolong orang lain jika pertolongan itu belum bisa diberikan sebagai bantuan langsung. Jika belum mampu memberi pertolongan langsung dalam bentuk tunai, paling tidak, orang berusaha untuk menunda gerak majunya untuk membantu menggandeng mereka yang masih membutuhkan dukungan. Gerak maju itu akan dilanjutkan bersama setelah semua sudah bisa melangkah dan yang ditolong itu sadar untuk melangkah ganda bagi teman yang telah membantunya. Nilai akhir untuk dicapai bersama adalah menjadi berkat.

Paling terakhir, keempat, pemuda itu akan menjadi tua tetapi semangatnya harus tetap sama bahwa ia menjadi saksi dan aktor dari kenyataan 'tidak pernah orang benar itu ditinggalkan' terutama oleh Sang Pemilik Kehidupan.

Terpujilah kasih Allah yang tidak berkesudahan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

DENGAN HARGA NORMAL

Sabtu, 7 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 23:16
Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.

DENGAN HARGA NORMAL

Tanah milik Abraham yang pertama di daerah yang dijanjikan Allah untuk menjadi miliknya adalah sebuah ladang yang ada pekuburan di ujung ladang itu. Abraham membeli kuburan itu untuk menguburkan Sara, istrinya yang meninggal dunia.

Awalnya, karena ia adalah seorang yang disegani, maka orang Het bersedia memberikan secara gratis tanah manapun yang diinginkan oleh Abraham. Abraham meminta untuk membeli gua makhpela yang ada di ladang Efron.

Karena hidupnya yang dihargai sebagai raja yang agung di tengah-tengah bani Het, maka gua itu dan ladangnya diberikan untuk seluruhnya dibeli oleh Abraham.

Walau semula ditawarkan untuk diberikan secara gratis bagi Abraham, tetapi kemudian ia membelinya dengan harga normal; seperti yang berlaku di antara para saudagar.

Sesuatu yang diterima dengan harga yang wajar adalah hal wajar, sesuatu yang diterima dengan harga di bawah semestinya akan membuat orang menjadi orang yang hidup karena belas kasihan orang lain, sesuatu yang besar yang diterima secara cuma-cuma bisa menjadi beban moral. Abraham memilih untuk hidup secara wajar.

Mazmur 112:5
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
1 Dilihat

06 Maret 2026

PENAHAN KEDURHAKAAN

Jumat, 6 Maret 2026
Renungan Pagi 

2 Tesalonika 2:7-8
Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

PENAHAN KEDURHAKAAN

Durhaka adalah perbuatan jahat melawan otoritas di atasnya yang selalu memberinya arahan agar ia melakukan yang baik.

Kedurhakaan bekerja secara rahasia artinya bahwa tidak secara terang-terangan kedurhakaan itu pengaruhnya menggerogoti kehidupan manusia.

Siapa penahannya? Otoritas. Seorang anak memperlihatkan yang baik kalau orangtuanya ada; bawahan memperlihatkan kerja yang baik kalau bosnya ada. Akan ada waktunya otoritas ini tidak memantau atau ada masanya orang berada di luar kuasa dan jangkauan otoritas.

Jika pengaruh kedurhakaan itu berjalan secara rahasia dan terus mengubah kehidupan sampai otoritas sudah sama dengan kedurhakaan, maka pendurhaka akhirnya tampak dan dia menghapus semua pondasi baik kehidupan.

Pendurhaka dan kedurhakaan akhirnya akan dibinasakan. Undanglah Kristus untuk tetap ada di dalam hidupmu sehingga kedurhakaan itu digantikan dengan kasih kepada otoritas terbesar, yaitu kasih Allah.

Yohanes 10:27-28
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
1 Dilihat

05 Maret 2026

Motif PA'KAPU Baka

PA'KAPU BAKA

Motif ukiran Toraja pada gambar tersebut kemungkinan besar bernama Pa'kapu Baka. 
Motif ini melambangkan harapan agar keturunan dalam keluarga senantiasa bersatu dan sehati dalam masyarakat. Ukiran ini berbentuk seperti ikatan bakul (keranjang), yang mencerminkan nilai persatuan dan kerja sama dalam lingkungan keluarga atau masyarakat. Pesan yang disampaikan melalui motif ini adalah pentingnya kebersamaan dan gotong royong. 

Sumber:
Google lens search

Motif Berikut disebut Pamaling motif yang jika dicermati kiranya dimulai dari mana akan membuat orang semakin bingung.
Motif ini adalah gambaran tentang kehidupan yang jika direnungkan secara mendalam, tidak diketahui tentang hakikatnya secara penuh.
1 Dilihat

PANULAK DAN TULAK SOMBA

PANULAK DAN TULAK SOMBA

Rumah adat Mamasa, pada bagian depan dan belakang disanggah dengan tiang untuk menahan bagian longa (atap yang melengkung ke atas). 

Pada bagian depan biasanya disanggah dengan tiang besar yang disebut Panulak dan ini biasanya masih menjadi bagian dari serambi tempat menerima tamu.

Pada bagian paling ujung bertumpu pada tanah di luar serambi utama ditambahkan Tulak Somba' dengan ukuran yang lebih kecil dari Panulak. Tulak Somba' hanya bisa didirikan atau dipakai pada rumah orang-orang yang adalah pemuka-pemuka masyarakat.

Bagian belakang bisa juga disanggah dengan tiang yang seukuran dengan Panulak tetapi umumnya digunakan tiang yang lebih kecil.

Tulak Somba' pada lumbung (Alang) baik yang menggunakan/memasang pada bagian depan dan belakang maupun hanya pada bagian depan, hal ini pun menggambarkan status tinggi dari pemiliknya.
1 Dilihat

KUDA SIMBOL PEMIMPIN

KUDA SIMBOL PEMIMPIN

Foto dalam tulisan ini diambil ketika melakukan tugas pelayanan di GTM Jemaat Tongkonan Layukna Puang Matua di desa Tondok Bakaru, kecamatan Mamasa pada Maret 2026.

Dalam kehidupan masyarakat Kondo Sapata', kesatuan budaya --tepatnya sosial kemasyarakatan-- dan kesatuan politik pada zaman dahulu, pada setiap tempat ada hiasan pada tiang penyanggah (tulak somba') di depan rumah adat dan lumbung atau pada bagian depan pada langit-langit lumbung biasanya adalah kerbau sebagai simbol kehidupan yang makmur; hidup dalam damai sejahtera jika dikaitkan dengan bahasa yang lebih memuat tendensi rohani.

Di tempat ini yang adalah wilayah Rambu Saratu', selain kerbau juga ada kuda sebagai simbol status pemimpin. Pada zaman dahulu hanya pemimpin yang naik kuda.

Selain itu, ada kemungkinan kecil bahwa sesungguhnya binatang dalam hiasan budaya ini adalah ular terbang yang menyala sebab pada leher makhluk itu yang dipakai bukanlah garis-garis lurus untuk menggambarkan bulu berjumbai pada tengkuk kuda tetapi bentuk-bentuk seperti sisik pada ular. Demikian juga terlihat gigi yang runcing di ujung mulut dari makhluk itu yang lebih menggambarkan gigi ular dari pada gigi kuda.

Passan Padang, sosok ular menyala yang terbang pada malam hari, yang biasa disebutkan sebagai millele o mi Passan Padang dipahami sebagai pertanda baik, terutama hasil panen padi yang akan berlipat.

Kemungkinan terakhir ini kecil sebab itu bisa terjadi karena masih kasarnya pengungkapan seni pada zaman ketika itu dibuat yang sekaligus menggambarkan bahwa ini sudah lama ada.

Apakah ada maksud penggabungan dua lambang budaya dalam karya seni ini?
Semakin lama itu akan semakin menjadi pertanyaan yang semakin hilang ...

1 Dilihat

ALLAH MELIHAT PERBUATAN

Kamis, 5 Maret 2026
Renungan Pagi 

Yunus 3:10
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. 

ALLAH MELIHAT PERBUATAN

Panggilan Yunus ke Niniwe (ibu kota Asyur) adalah untuk mengingatkan tentang Allah melihat perbuatan mereka.

Sebelumnya, perbuatan penduduk Niniwe adalah saling berbuat jahat sehingga timbul kekacauan dan hidup dihantui oleh rasa was-was bahkan kepada orang terdekat.

Dunia yang kacau itu direncanakan untuk dimusnahkan oleh Tuhan. Ditunggangbalikkan artinya ada kerusakan dan musibah besar yang akan menimpa mereka yang berisiko pada hilangnya nyawa secara massal.

Niniwe berubah dan Allah melihat perbuatan mereka yang bertobat itu sehingga menyesal atas rancangan kecelakaan; mereka (Niniwe itu) diselamatkan dari malapetaka kehidupan.

Allah melihat kejahatan dan berencana memusnahkannya dan Allah melihat pertobatan dan menganugerahi dengan penyelamatan (batal dihukum) atasnya.

Matius 3:8
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
1 Dilihat

04 Maret 2026

MANUSIA YANG DIPERBAHARUI

MANUSIA YANG DIPERBAHARUI
Kolose 3:8-11

Manusia itu makhluk yang dinamis dan membutuhkan standar dalam segala aktivitasnya. Standar dasar manusia adalah moralitas yaitu melakukan segala yang baik menurut ukuran pribadi dan kebersamaan. Tetapi sesuatu yang baik bagi orang atau budaya tertentu bisa tidak baik bagi orang lain dan budaya di tempat yang lain.

Beberapa hal amoral yang disebutkan dalam ayat 8-9 berarti bahwa orang yang tetap melakukannya adalah orang yang tidak bermoral dan itulah hidup orang lama yaitu mereka yang hidupnya dipandu oleh naluri manusia yang berpusat pada dirinya sendiri.

Manusia baru adalah manusia yang menjadi pribadi yang berbeda dari kebanyakan orang karena mereka mendasarkan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah gambar Khalik yang sesungguhnya.

Dengan demikian manusia lama adalah manusia yang hakikatnya rusak sebab semakin pudar dari keadaannya sebagai gambar Allah oleh tabiat manusia yang dikuasai oleh marah, geram (pertahanan diri secara militant terhadap pihak luar); sedangkan kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor adalah serangan terhadap pihak luar agar orang lain menjadi kecil dan diri sendiri yang menjadi menang.

Saling mendustai adalah tindakan yang pada sisi tertentu sering dilakukan oleh manusia demi kebaikan, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, tetapi pada dasarnya bahwa saling mendustai itu adalah kejahatan yang pada akhirnya hanya akan merusak tatanan hidup bersama.

Manusia baru itu bukan pada statusnya sebagai orang Kristen tetapi pada kesediaannya untuk terus diperbaharui di dalam Kristus; semakin menjadi gambar Allah di dalam Kristus berarti semakin baru –semakin menarik– sedangkan semakin jauh dari kehendak Allah adalah manusia lama sama seperti gambar yang semakin pudar.

Manusia baru adalah orang yang terus diperbaharui dengan dalam pengetahuan yang benar tentang gambar Khalik dan semakin menjadikan hidupnya sebagai pelaku kehendak Kristus.

Hal terakhir; manusia baru itu adalah yang menerima dan memperlakukan semua orang secara sama dan tidak membedakan orang karena status, asal usul, perbedaan ekonomi, dan jenis kelamin melainkan saling menerima sepenuhnya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Amin.
1 Dilihat

HORMAT, KASIH DAN TAKUT

Rabu, 4 Maret 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:17
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! 

HORMAT, KASIH DAN TAKUT

Empat kualitas hidup yang harus dimiliki oleh manusia dan dilakukannya dalam hidupnya.

Menghormati semua orang adalah panggilan bagi manusia yang hidup di tengah lautan manusia yang jika ia tidak mampu menghargai sesama manusia, maka ia akan menjadi buih yang habis setelah ombak merebak di pantai; tetapi bukan gila hormat dan tidak untuk menjilat, itu kaitannya dengan birokrasi pemerintahan.

Kasih kepada saudara-saudara adalah untuk mengingatkan bahwa semakin banyak yang dikasihi dalam hidup ini, maka akan semakin banyak yang berdiri sebagai saudara; semakin banyak saudara yang dilupakan, akan semakin banyak pergi meninggalkan hidup ini.

Takut akan Allah adalah menghormati semua orang dan hormat kepada pemerintah dan mengasihi semua orang sebagai Saudara.

Hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama adalah damai sejahtera dan sukacita bagi manusia dan tempat tinggalnya.

2 Petrus 1:7
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1 Dilihat

03 Maret 2026

BERSEDIA TINGGAL DI RUMAH ITU

Selasa, 3 Maret 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 2:21
Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.

BERSEDIA TINGGAL DI RUMAH ITU

Simbiosis mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan. Musa diuntungkan sebab sebagai orang asing bahkan sebagai seorang pelarian diberi sesuatu yang baik, yaitu tempat untuk hidup.

Tentu saja bahwa hal yang baik harus diimbangi dengan sikap baik yang berbuah pada tindakan yang menampakkan penghargaan pada kebaikan yang diterima.

Titik awal dari hubungan yang saling menguntungkan adalah bersedia tinggal di rumah (itu) sebagai bagian dari rumah itu dan bukan hanya tinggal menjadi parasit.

Rehuel (pada pasal-pasal selanjutnya disebut Yitro) menghargai kesediaan Musa untuk tinggal di rumahnya dengan memberi Zipora, anaknya, menjadi isteri Musa.

Bersedia tinggal di rumah itu diberkati dengan kasih sayang bila seseorang itu tinggal sebagai yang menghargai tempat tinggal itu sebagai tempat Allah menampung hidupnya di dunia ini.

1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
1 Dilihat

02 Maret 2026

YANG BAIK BAGI SEMUA ORANG

Senin, 2 Maret 2026
Renungan Pagi 

Roma 12:17
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 

YANG BAIK BAGI SEMUA ORANG

Manusia sering menjadi pusing sebab ia berpikir melakukan yang baik tetapi ia tidak disukai oleh orang lain. Memang bisa jadi bahwa ia telah egois sehingga kebaikan yang ia lakukan itu hanya bagi (mungkin lebih tepat: demi) dirinya sehingga tidak diterima baik oleh orang.

Sama seperti orang yang selalu melihat bahwa orang lain itu selalu berbuat baik dan ternyata ia hanya orang jahat. Ini bisa bukan karena dia memang jahat tetapi karena ia selalu melihat dirinya kecil dibanding orang lain.

Manusia berbeda dalam menilai segala sesuatunya tetapi sama bahwa semua manusia berharap mendapat kebaikan. Sisi yang lain mengapa kebaikan tidak diterima semua orang adalah karena hubungan secara pribadi yang rusak.

Jika kebaikan itu dimaksudkan untuk menyenangkan semua orang maka tidak ada kebaikan di dunia ini. Kebaikan Yesus ditolak oleh seluruh dunia tetapi ia terus berbuat baik sampai pada akhirnya ada pengakuan bahwa "Sungguh, Ia ini anak Alah.'

Kebaikan bagi semua orang bukanlah kebaikan menurut semua orang dan bukan kebaikan yang diterima semua orang tetapi kebaikan yang memang kebaikan pada dirinya sendiri, yaitu kebaikan yang dilakukan dengan cara yang baik.

Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
1 Dilihat

01 Maret 2026

SUDAH ADA SEJAK PURBAKALA

Sabtu, 1 Maret 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 25:6
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. 

SUDAH ADA SEJAK PURBAKALA

Purbakala adalah suatu kata yang berarti sudah lama sekali berlalu dan biasanya terkandung makna tentang zaman yang kuno.

Berapa pun lamanya waktu yang telah berlalu, selalu ada hal yang sama, yaitu bahwa di setiap waktu selalu ada kasih setia dan rahmat Tuhan.

Rahmat dan kasih setia Tuhan itu pertama berarti yang menghidupkan; semua ada dan hidup karena kemurahan Tuhan.   

Kasih setia Tuhan yang terbesar adalah pengampunan yang diberikan kepada manusia setiap kali mereka datang membawa diri dan pertobatan mereka yang sungguh kepada Tuhan.

Jika sejak purbakala kasih Allah ada di tengah dunia dan orang sudah hidup untuk waktu yang lama dan belum menyadari rahmat dan kasih setia Tuhan, maka sia-sialah hidup yang telah dilaluinya itu.

2 Timotius 2:22
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
1 Dilihat