Renungan Pagi
Kejadian 23:16
Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.
DENGAN HARGA NORMAL
Tanah milik Abraham yang pertama di daerah yang dijanjikan Allah untuk menjadi miliknya adalah sebuah ladang yang ada pekuburan di ujung ladang itu. Abraham membeli kuburan itu untuk menguburkan Sara, istrinya yang meninggal dunia.
Awalnya, karena ia adalah seorang yang disegani, maka orang Het bersedia memberikan secara gratis tanah manapun yang diinginkan oleh Abraham. Abraham meminta untuk membeli gua makhpela yang ada di ladang Efron.
Karena hidupnya yang dihargai sebagai raja yang agung di tengah-tengah bani Het, maka gua itu dan ladangnya diberikan untuk seluruhnya dibeli oleh Abraham.
Walau semula ditawarkan untuk diberikan secara gratis bagi Abraham, tetapi kemudian ia membelinya dengan harga normal; seperti yang berlaku di antara para saudagar.
Sesuatu yang diterima dengan harga yang wajar adalah hal wajar, sesuatu yang diterima dengan harga di bawah semestinya akan membuat orang menjadi orang yang hidup karena belas kasihan orang lain, sesuatu yang besar yang diterima secara cuma-cuma bisa menjadi beban moral. Abraham memilih untuk hidup secara wajar.
Mazmur 112:5
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar