Sabtu, 22 Februari 2023
Renungan Pagi
Yesaya 43:11
Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
HANYA TUHANLAH JURUSELAMAT
Dalam kehidupan ini, terasa seperti ada banyak hal yang membuat manusia tetap ada dan selamat, seperti kerja keras yang memenuhi segala kebutuhan; upaya menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak sakit dan bisa berumur panjang, menjaga pola makan sehingga terus bersemangat, mengatur kegiatan sebaik mungkin agar tidak ada musibah atau kecelakaan yang terjadi.
Dalam situasi tertentu bahwa 'selamat' lebih dari pada menjalani kehidupan dengan baik setiap hari tetapi bagaimana memperoleh hal-hal yang berprestasi dalam kehidupan sehingga patut menerima ucapan selamat dan bahagia dari sesama.
Allah mengaku sebagai satu-satunya juruselamat adalah keinginanNya agar umat-Nya menyadari kenyataan terpenting bahwa kehidupan ini hanya berjalan karena TUHAN yang menyelamatkannya dan menyelamatkan seluruh proses pendukungnya.
Manusia ditegur untuk menyadari bahwa sering kali mau melihat hal sebagai juruselamat baginya dan Tuhan semakin didorong ke belakang sampai pada akhirnya manusia merasa tidak perlu lagi pada adanya Tuhan.
Hanya Tuhanlah juruselamat artinya mengimani setiap saat bahwa tidak mengalami hal buruk itu adalah karena kemurahan Tuhan dan bahwa ada perkara-perkara baik yang telah, sedang, dan akan dialami, itu semua karena karya Allah yang mengaruniakan 'selamat' bahkan sampai pada kekekalan.
Yohanes 6:27
"... Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar