Sabtu, 15 Februari 2025
Renungan Pagi
Roma 7:18-19
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
BERKEHENDAK BAIK
Pada sisi tertentu dapat dikatakan bahwa hidup ini adalah kutub yang bersebelahan dan orang tidak dapat berada pada kedua kutub itu secara bersamaan. Jika kutub yang satu ditempati, maka kutub sebelahnya kosong.
Tidak ada orang jahat yang baik dan tidak ada orang baik yang melakukan yang jahat. Adakah kebaikan yang dilakukan dengan cara yang jahat dan benarkah ada kejahatan yang sebenarnya baik?
Manusia adalah makhluk yang kecenderungannya adalah berkehendak untuk melakukan hal yang tidak baik. Jika ia berkehendak baik, maka ia bisa salah dengan melakukannya menurut cara yang tidak baik.
Hakikinya, manusia yang menyadari kasih Tuhan kepadanya, selalu ingin melakukan yang baik tetapi bukan kehendaknya yang dia lakukan melainkan yang tidak dikehendakinyalah yang dilakukannya, yaitu yang jahat.
Berkehendak baik harus dibarengi dengan berkelakuan baik pula. Jika kehendak baik itu keluar menjadi kelakuan buruk, maka itu tetap saja kehendak kecenderungan manusia yang tidak baik. Hanya yang sungguh-sungguh baik itulah yang baik.
1 Korintus 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar