08 Mei 2026

MENJAMU MALAIKAT

Jumat, 8 Mei 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 13:2
Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 

MENJAMU MALAIKAT

Memberi tumpangan adalah tindakan menyambut dan melayani orang yang datang ke rumah untuk tinggal sementara sampai batas waktu yang tidak pasti dalam rangka urusan yang harus dikerjakannya dalam kehidupan ini.

Orang yang gemar memberi tumpangan sering kali berubah menjadi orang yang menampung sesama (bisa banyak orang) untuk berbagi kehidupan untuk waktu yang lama.

Menjamu malaikat berarti melakukan pelayanan terbaik kepada setiap yang datang ke dalam rumah dengan menganggap bahwa setiap tamu adalah malaikat yang diutus oleh Tuhan. Pada sisi sebaliknya, hendaklah orang yang bertandang atau berkunjung dan bertamu ke rumah sesama ada dalam wibawa 'seperti malaikat'. Pribadi yang seperti malaikat itu, misalnya Daud (2 Samuel 14:17, 20; 2 Samuel 19:27) dan Stefanus (Kisah Para Rasul 6:15).

Dalam Alkitab, cerita orang yang menjamu malaikat adalah Abraham yang menyambut tiga orang tamu, yaitu mereka yang akan pergi ke Sodom. Dua dari ketiga orang itu juga dijamu oleh Lot. Gideon menjamu malaikat yang datang kepadanya dan menyebutnya pahlawan yang gagah berani. Demikian pula yang terjadi dengan Manoah dan isterinya ketika mereka menjamu malaikat yang datang kepada mereka memberitakan kabar tentang akan lahirnya Simson.

Menjamu malaikat bukanlah faktor keberuntungan dan bukan juga soal tempat dan status tetapi pada hidup yang selalu bersedia menerima setiap orang yang datang kepadanya dan menjamunya dalam kasih yang tulus. Jangan lupa memberi tumpangan lebih mengacu pada sikap yang tidak menganggapnya penting sehingga hal lain lebih diutamakan dalam hidup ini.

Roma 12:13
Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat