30 April 2026

MENCELA DAN MENGHAKIMI HUKUM

Kamis, 30 Mei 2025
Renungan Pagi 

Yakobus 4:11
Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 

MENCELA DAN MENGHAKIMI HUKUM

Fitnah adalah mengatakan sesuatu yang salah pada orang lain yang sebenarnya tidak dilakukannya. Fitnah biasanya dilakukan oleh orang lain untuk membenarkan dirinya atau untuk menjatuhkan orang yang difitnahnya.

Dalam fitnah ada penghakiman atas orang lain dan atau dengan tujuan supaya orang yang difitnah itu dihakimi oleh orang lain.

Menghakimi saudara adalah mengatakan saudara bersalah dalam suasana tuduhan yang keras bahkan sering tanpa memberi kesempatan pembelaan diri bagi yang dihakimi itu. Baik memfitnah sesama maun menghakiminya disebut pelanggaran hukum dan itu adalah tindakan mencela hukum. Ini yang disebut sebagai main hakim sendiri.

Hukum ada untuk mengatur manusia dan siapa yang mau lebih tinggi dari hukum akan menjadi penyebab situasi yang berlawanan dengan kehidupan yang dinaungi oleh hukum. Jika hukum itu mengatur tatanan hidup bersama yang akrab, maka pelanggaran hukum sebab memfitnah atau menghakimi sesama itu akan menyebabkan kekacauan dalam kehidupan bersama.

Hukum Kristus adalah hukum kasih dan itu tidak pernah dimaksudkan untuk mempermalukan sesama atau untuk membinasakan serta menyingkirkannya dengan alasan apa pun.

Galatia 6:2
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 
1 Dilihat

28 April 2026

PADA HARI PENYELAMATAN TUHAN

Selasa. 28 April 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 11:13
Tetapi kata Saul: "Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini TUHAN telah mewujudkan keselamatan kepada Israel." 

PADA HARI PENYELAMATAN TUHAN

Situasi pada awal ketika Saul telah diurapi menjadi raja Israel tetapi masih ada kalangan yang belum menerimanya.

Allah memakai cara melalui tantangan serangan bangsa Amon yang dikalahkan dengan wibawa kepemimpinan Saul. Dari peristiwa seluruh bangsa Israel menerima kehadiran Saul untuk menjadi raja atas Israel.

Setelah penerimaan itu, maka ada pemikiran ekstrim untuk membunuh mereka yang sebelumnya menolak kepemimpinan Saul sebagai raja atas Israel.

Saul menghilangkan pemikiran itu dengan mengatakan bahwa tidak ada yang dibunuh di antara mereka orang Israel pada hari itu sebab Allah telah memberikan keselamatan kepada bangsa Israel.

Keselamatan kepada bangsa Israel (kemenangan atas bangsa yang menekan mereka) membawa pesan persatuan dan keutuhan. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus adalah pengorbanan dan bukan menghilangkan nyawa orang. Keselamatan seharusnya melahirkan keselamatan.

Roma 3:24
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.  
1 Dilihat

27 April 2026

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Senin, 27 April 2026
Renungan Pagi 

Kolose 4:5
Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 

PENUH HIKMAT TERHADAP ORANG LUAR

Manusia hidup di dunia yang majemuk sehingga selalu ada 'orang luar', yakni mereka yang bukan bagian dari komunitas yang terbentuk dengan batas-batas yang pasti. Dalam rumpun keluarga, yang bukan darah daging adalah orang luar; dalam sebuah klub olahraga, yang bukan anggota klub adalah orang luar.

Orang luar yang dimaksudkan dalam bacaan ini adalah mereka yang bukan bagian dari persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Mereka yang menyembah kepada dewa dan kebudayaan mereka atau sesuatu yang lain sebagai tuhan adalah orang luar.

Hidup penuh hikmat dengan orang luar artinya tidak memberi peluang bagi orang lain untuk masuk dan mempengaruhi serta merusak sistem dan pokok iman kepada Kristus dengan hal-hal dunia berkedok kebaikan atau budaya atau yang lainnya tetapi sesungguhnya meruntuhkan dasar-dasar iman kepada Allah.

Mempergunakan waktu yang ada adalah peringatan untuk di dalam terus mengurus diri dengan baik dan bukannya mengurus urusan 'orang luar' yang sesungguhnya merusak baik orang luar maupun orang dalam.

Teruslah membenahi diri di dalam dan tetap bergaul baik dengan orang luar sampai orang luar pun merasa diberkati dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Filipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 
1 Dilihat

26 April 2026

TEMPAT KEADILAN

Minggu, 26 April 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 3:16
Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.

TEMPAT KEADILAN

Pengadilan adalah tempat untuk menyelesaikan perkara yang tidak adil sehingga kembali ke jalur semula.

Dalam sebuah kisah, dikenallah istilah keadilan yang paling adil adalah ketidakadilan sebab dalam sumpah antara dua pihak yang mempertahankan diri sebagai pihak yang benar, pihak yang bersalah bersumpah untuk mati sedangkan pihak yang memang benar dinyatakan bersalah untuk menyelamatkan nyawa pihak yang bersalah itu.

Tempat pengadilan yang tidak adil karena hakim yang berat sebelah adalah kekejian dalam kehidupan sebab itu akan menyebabkan kehidupan yang berjalan timpang.

Selain rana hukum sebagai institusi yang dikenal sebagai tempat pengadilan, tempat lainnya yang seharusnya adalah tempat keadilan, yakni 'rumah Tuhan' yang secara langsung mengacu pada Tuhan yang maha adil. Gereja yang adalah tubuh Yesus Kristus dan sekaligus sebagai rumah Tuhan seharusnya menyadari bahwa dirinya adalah wadah perwujudan keadilan Allah di dunia ini.

Gereja yang hidup di dunia ini, karena dimuati dengan kepentingan pribadi, dan diurus sama seperti urusan dunia, maka gereja sering menjadi tempat keadilan yang di situ terdapat ketidakadilan yang pada akhirnya merusak dirinya sendiri. Gereja yang sehat adalah ketika ia menjadi tempat keadilan' bagi kemuliaan Tuhan.

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
1 Dilihat

25 April 2026

MUSUH DALAM SELIMUT

Sabtu, 25 April 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

MUSUH DALAM SELIMUT

Berteman itu wajib sebab manusia adalah makhluk sosial dan hakikat kemanusiaannya akan hilang tanpa pergaulan.

Tetapi manusia harus mampu menempatkan diri dalam pergaulannya, tidak untuk memenangkan orang lain tetapi untuk memiliki partner yang sama-sama membangun kehidupan.

Selama masih di dunia ini, manusia harus berteman; yang tidak berteman, maka dia akan pergi dari dunia ini; jiwanya tidak cocok berada di dunia ini.

Tetapi yang tidak benar adalah berteman dengan orang yang disebutkan sebagai musuh dalam selimut; mereka yang menyebut diri saudara tetapi yang menyimpan banyak keburukan bagi aaudaranya dalam persekutuan. Tidak makan bersama mereka adalah bentuk pemutusan rantai kejahatan pada diri mereka saja.

Lebih baik orang asing yang sedia menjadi teman dalam perbedaan dari pada yang mengaku saudara yang ternyata adalah musuh dalam selimut. Berteman dengan musuh dalam selimut berarti membiarkan noda kefasikan merenggut dari dalam diri sendiri.

1 Petrus 1:14-16
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
1 Dilihat

24 April 2026

ORANG YANG FASIK TERHADAP TUHAN

Jumat, 24 April 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:16
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

ORANG YANG FASIK TERHADAP TUHAN 

Mereka itu, yang cara hidupnya digambarkan dalam ayat ini, mengacu pada orang-orang yang akan dihakimi oleh beribu-ribu orang kudus yang akan datang bersama dengan Tuhan karena berdosa kepada Tuhan.

Fasik terhadap Tuhan adalah orang-orang berdosa tetapi bermuka dua; manis mulut di depan mata tetapi hati serong. Fasik adalah sebutan bagi mereka yang biasa disebut sebagai musang berbulu domba.

Ciri orang fasik yang pertama adalah selalu menggerutu tentang kehidupan; tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa malang dalam kehidupan ini; tidak merenung dan mengakui bahwa Allah terus ada menjadi pemberi hidup walau dalam keadaan terjepit sekalipun.

Hawa nafsu adalah keinginan yang terlalu besar akan kenikmatan sehingga mata membelalak dan hati tertutup karenanya untuk mendapatkan keinginannya dengan cara apa pun termasuk yang melanggar. Perkataan yang bukan-bukan adalah perkataan yang karena dikuasai oleh hawa nafsu, maka dikeluarkan dengan berbagai macam cara untuk menyakiti orang lain dan menyombongkan diri. Akibat hawa nafsu yang berikut adalah menjilat demi keuntungan pribadi, yakni bertindak menyenangkan orang-orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan melupakan perasaan orang lain dan tidak menghiraukan kehendak Tuhan.

Kefasikan itu bisa terjadi di mana saja tetapi lihatlah bahwa apa pun yang kautanam akan kautuai pada akhirnya; gerutu berbuah kekerdilan dan hawa nafsu itu berbuah kekacauan dan perpecahan.

1 Korintus 5:8
Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. 
1 Dilihat

23 April 2026

HUKUMAN ORANG BERSALAH

Kamis, 23 April 2026 ed
Renungan Pagi 

Nahum 1:3
TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

HUKUMAN ORANG BERSALAH

Ayat ini adalah bagian antara dari bagian yang menyampaikan kemarahan Tuhan kepada musuhNya (Asyur yang ibukotanya adalah Niniwe) dan bagian lainnya yang lebih universal bagi seluruh umat 

Panjang sabar Allah itu dimaksudkan bahwa Ia untuk waktu tanpa batas memberi kesempatan bagi manusia untuk datang kepadaNya dan menjadi orang yang diberkati dengan damai sejahtera dan keselamatan.

Kemahakuasaan Tuhan adalah dalam kenyataan bahwa tidak ada yang mampu menghalangi berkat atau perwujudan marahNya kepada manusia. Apa yang dilakukanNya tidak bisa dibatalkan oleh siapa pun dengan cara apa pun. Keadaan kemahakuasaan Allah digambarkan dalam gambaran kedahsyatan yang semuanya tidak terjangkau oleh kemampuan manusia; awan adalah debu kakiNya lambang dari perkara besar yang tidak dijangkau manusia hanya hal kecil bagi Tuhan; berjalan dalam puting beliung dan badai adalah gambaran kebesaran Allah bahkan lebih besar dari hal-hal yang sudah dahsyat bagi manusia.

Orang bersalah dihukum adalah mereka yang dengan kekerasan hatinya tetap dalam keadaan bersalahnya sehingga kesalahan itu sendiri menjadi hukuman bagi kehidupannya; ditolak, dihindari, dan kehilangan harga diri serta wibawa.

Jika kekerasan hati itu tetap sampai batas manusia, baik itu kemampuan maupun kesempatan, maka di situlah penghukuman Allah atas kesalahan yang tidak bisa lagi dibendung oleh daya apa pun yang dimiliki oleh manusia. Peluang kesabaran Allah itu adalah untuk diberkati dan bukan untuk dihukum oleh kenyataan bahwa Allah pada akhirnya tidak membiarkan kesalahan tidak dihukumNya.

Efesus 3:20-21
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
1 Dilihat

21 April 2026

MALU ATAS KEPERKASAAN

Rabu, 22 April 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:16
Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli.

MALU ATAS KEPERKASAAN

Keperkasaan itu bisa dalam hal fisik tetapi juga dalam pengertian kekuasaan. Jika keduanya tidak dimiliki secara bersamaan, maka yang satu membutuhkan yang lain dan pengetahuan tentang kebijaksanaan memandu keduanya ke kehidupan yang permai; atau jika tidak, kesewenang-wenangan memenuhi kehidupan.

Keperkasaan kekuasaan yang didukung oleh keperkasaan fisik --kedigdayaan Kanuragan dalam film-film klasik-- merupakan pasangan yang baik untuk mendukung kelanggengan takhta.

Keperkasaan diukur dengan 'di atas langit masih ada langit.' Selama langit di atas belum nampak, maka dialah langit yang tertinggi. Pembandingan membuat nilai keperkasaan tidak pernah mutlak.

Bangsa-bangsa yang keperkasaannya diukur dengan harta, militer dan persenjataannya, serta sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya akan menjadi malu jika membandingkan keperkasaannya dengan kuasa Tuhan yang tidak terhingga. Menutup mata dengan tangan dan telinga menjadi tuli adalah tanda tidak mau melihat dan mendengar lagi hal kekuasaan Tuhan sebab akan membuatnya semakin malu.

Allah adalah langit tertinggi; tidak ada langit manusia yang bisa melihat dan memahaminya. Tidak terjangkau tetapi menjangkau, tidak terselami oleh pemahaman namun memberi hikmat, tidak terkatakan tetapi menjawab segala perkara.

Yeremia 32:17
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!
1 Dilihat

LEBIH BERHARGA DARI TUJUH ANAK LAKI-LAKI

Selasa, 21 April 2026
Renungan Pagi 

Rut 4:15
Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki." 

LEBIH BERHARGA DARI TUJUH ANAK LAKI-LAKI 

Keadaan Rut bagi Naomi yang tidak untuk diharapkan oleh orang-orang di sekitar Naomi tetapi kesaksian tentang kebaikan Rut, menantu Naomi.

Perihal yang mengemuka adalah kasih berbalas kasih dari generasi ke generasi; yang dikasihi oleh orang tua adalah yang akan dikasihi oleh anak.

Secara garis keturunan, Rut tidak memiliki hubungan darah daging dengan Naomi; dengan demikian anak laki-laki Rut bisa jadi bukanlah cucu Naomi sebab suami Rut adalah penebus dari pihak Elimelekh.

Naomi telah menjadi mertua yang menerima dan memperlakukan menantunya sebagai anak sendiri dan kasih itulah yang membuat Rut menjadi perempuan yang lebih berharga dari tujuh laki-laki.

Jika anak laki-laki adalah pokok hidup, sandaran harapan, dan pelindung atau pengayom kehidupan ini, maka perempuan yang dikasihi dan yang mengasihi adalah segalanya.

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
1 Dilihat

20 April 2026

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Senin, 20 April 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:2-3
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  

BAYI MENGECAP KEBAIKAN

Bayi adalah anak yang masih kecil dan belum menyadari banyak realita kehidupan dan tidak mampu untuk mengungkapkan rasa dan kebutuhannya.

Air susu yang murni dan rohani adalah gambaran ketergantungan hidup secara total kepada Tuhan yang adalah sumber hidup.

Air susu adalah satu-satunya makanan yang baik, sehat dan bergizi bagi bayi dalam pertumbuhannya. Dia menjadi rohani sebab itu yang menjadi ikatan batinnya dengan ibu yang menyusuinya. Anak yang mendurhaka adalah anak yang tidak bertumbuh dalam kehidupan rohaninya.

Pertumbuhan itu mengarah ke keselamatan; di luar itu adalah pertumbuhan yang tidak sehat sebab pada akhirnya hidup hanya akan terpusat pada kehormatan duniawi yang mengarahkan manusia menjadi makhluk egois; terpusat pada diri sendiri - sentrifetal.

Hanya anak yang sadar akan kebaikan air susu ibu yang bertumbuh pula dalam pertumbuhan rohani yang baik; kebaikan Tuhan itu sangat besar, dengan mengecapnya saja sudah cukup untuk bergantung kepadanya dalam seluruh hidup ini untuk bertumbuh menjadi makhluk keagungan Tuhan sepenuhnya.

Efesus 4:14-15
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
1 Dilihat

19 April 2026

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Minggu. 19 April 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

IBADAH MENGEKANG LIDAH 

Lidah adalah pengatur aliran udara yang menggetarkan pita suara untuk mengeluarkan bunyi. Suara yang dihasilkan oleh gerakan lidah adalah sarana komunikasi manusia dan sesamanya dan dengan Tuhannya.

Menganggap diri beribadah berarti orang yang selalu taat mengikuti jam-jam ibadah secara rutin. 

Ibadah yang sia-sia adalah kehadiran dalam jam ibadah yang tidak menghasilkan hidup yang diberkati dalam keseharian sebab hidupnya jauh dari kehendak Tuhan.

Lidah yang tidak dikekang artinya yang tidak dikontrol dengan cara yang baik dan tujuan yang baik dalam berkata-kata sehingga banyak kata yang keluar menyakiti orang lain dan ibadah menjadi sia-sia karenanya; 
mengekang lidah adalah ibadah yang perlu dilakukan setiap waktu,

Pengkhotbah 5:2
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
1 Dilihat

18 April 2026

BERTAMBAH KAYA

Sabtu, 18 April 2026
Renungan Pagi

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. 

BERTAMBAH KAYA

Menyebar harta bukanlah berarti memboroskan harta atau memamerkan harta kepada orang lain. Dalam terjemahan versi yang lain, disebutkan 'gemar memberi' dan itulah yang dimaksudkan dengan menyebar harta.

Pepatah sedikit-sedikit jadi bukit mengingatkan tentang prinsip mengumpulkan yang kemudian ditambahkan prinsip hemat pangkal kaya membuat manusia berpikir bahwa untuk menjadi orang berada itu butuh pelit.

Menghemat luar biasa adalah kecenderungan manusia untuk hanya menggunakan serba sedikit dari harta bendanya dengan tujuan menghemat sehingga ia (dan keluarganya) makan yang kurang dan serba terbatas dalam fasilitas hidup karena menganggap bahwa harta akan habis. Jika orang yang memiliki harta benda dan uang yang berpikir demikian, maka ia adalah orang kaya yang miskin. 

Berkekurangan bukan hanya soal ada pada saat ini tetapi ada ketersediaan sumber daya pendukung hidup untuk sepanjang waktu selama hidup di dunia ini; tetapi juga soal fakta yang dipengaruhi oleh pikiran hemat.

Rumus iman adalah semakin memberi semakin diberi sebab apa yang kauperbuat kepada sesamamu akan diperbuat juga kepadamu oleh Tuhan. Semakin memberi semakin didoakan dan itulah kekayaan terbesar.

Kisah Para Rasul 20:35
"... Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
1 Dilihat

17 April 2026

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN

Jumat, 17 April 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 17:18
Ya, ia memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian. Sungguh, walaupun ia menyungguhkan hal itu dengan berjabat tangan, tetapi ia melanggar semuanya itu, maka ia tidak dapat luput.

JANJI DENGAN BERJABAT TANGAN 

Jabat tangan adalah lambang ikatan kasih yang dalam. Orang yang saling merindukan berjabat tangan dan seakan enggan untuk melepaskan tangannya dari saling berjabat tangan itu.

Pada sisi lain, berjabat tangan adalah tanda kesungguhan kedua belah pihak untuk secara bersama melakukan kesepakatan bersama di antara mereka.

Babel dan Israel telah memiliki perjanjian yang disahkan dengan berjabat tangan, yaitu bahwa Israel akan tetap hidup sebagai bagian dari Babel. Tentu saja bahwa ini adalah perjanjian yang tidak adil sebab Babel menjadi penguasa dan Israel menjadi jajahan.

Tetapi perjanjian tetap perjanjian dan itu harus dipegang teguh walau rugi (Mazmur 15). Jika masih bisa dipikirkan terlebih dahulu, maka jangan melakukan atau terlibat dalam janji yang merugikan.

Orang yang karena situasi lalu menjadi bagian dari perjanjian yang berat sebelah tetapi setia pada janji itu sambil terus berharap pada Tuhan, maka Allah akan memberkatinya dan melepaskannya.

Ibrani 10:23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
1 Dilihat

16 April 2026

TUHAN MENJADI TERANGKU

Kamis, 16 April 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:8
Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 

TUHAN MENJADI TERANGKU

Seorang yang jatuh bisa berusaha bangun dan ia akan dipulihkan dari rasa malu yang disebabkan oleh kejatuhannya.

Orang yang menjatuhkan diri berisiko mati dan tak tertolong jika jarak jatuhnya tinggi. Orang yang menjatuhkan diri untuk dari keadaan berdiri pasti bermaksud jahat.

Duduk dalam gelap adalah keadaan tidak tahu bagaimana harus bergerak sebab tidak mampu lagi melihat apa yang baik untuk dilakukan karena beratnya dosa dan tekanan atas hidup ini.

Tuhan akan menjadi terang adalah harapan bahwa di dalam Tuhan ada masa depan yang cerah, kuasaNya dapat mengubah gelap menjadi terang. Tuhan itu adalah terang dan semua yang ada dalam hadiratNya akan mendapat cahaya kehidupan.

Menjalani kehidupan selalu ada sisi gelapnya tetapi bersama Tuhan akan membuat segalanya menjadi terang sehingga ada keluasan untuk hidup lega dan nyaman.

Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
1 Dilihat

15 April 2026

TIDAK DAPAT MELURUSKAN YANG DIBENGKOKKAN ALLAH

Rabu, 15 April 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:13
Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?

TIDAK DAPAT MELURUSKAN YANG DIBENGKOKKAN ALLAH

Perhatikanlah pekerjaan Allah adalah himbauan untuk manusia sadar bahwa hidup tidak sekedar proses yang menunjang kehidupan tetapi adalah karya Allah setiap waktu.

Tidak ada waktu di mana Allah tidak bekerja, sama seperti jantung yang tidak pernah berhenti bekerja mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan seluruh proses hidup yang lain, yang semuanya saling terkait, tetap berjalan bersamanya sehingga hidup tetap bisa berlangsung.

Kapan ada sistem dalam hidup manusia berhenti, maka seluruh sistem pun terganggu dan pada akhirnya berhenti dan berhentilah kehidupan manusia tetapi dalam keadaan itu pun Allah masih tetap bekerja bagi umat-Nya.

Manusia tidak dapat meluruskan hal yang telah dibengkokkan Tuhan adalah pernyataan bahwa perbuatan Tuhan itu mutlak karena dilakukan dengan kuasa yang tidak ada batasnya.

Lurus adalah gambaran proses yang mulus --bukan berarti tanpa tantangan-- karena sesuai dengan kehendak Tuhan sedangkan bengkok adalah keadaan hidup yang tersesat karena berada di luar Tuhan; berilah hidup untuk selalu memperhatikan dan melakoni yang lurus; atau sadarlah bahwa jika tidak yang mengatakan bengkok, maka manusia tidak dapat meluruskannya.

Amsal 4:26-27
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 
Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
1 Dilihat

13 April 2026

CELA ATAS RUMAH

Selasa, 14 April 2026
Renungan Pagi 

Habakuk 2:10
Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri.

CELA ATAS RUMAH

Rumah yang bercela adalah rumah yang dibenci oleh banyak orang khususnya mereka yang pernah diperlakukan tidak baik atau tidak adil oleh pemilik rumah.

Cela atas rumah itu terjadi bukan sebagai rencana tetapi sebagai akibat dari tindakan pemilik rumah.   Sebagai bentuk peringatan, maka diingatkan bahwa tindakan kekerasan adalah rancangan cela.

Manusia dan sistem hidupnya tidak menyukai cela. Tidak ada orang yang sempurna tetapi tindakan tercela adalah pelanggaran nilai moral etis yang disengaja -- bukan kesalahan teknis yang tidak sengaja. Kekejaman untuk membinasakan pihak lain termasuk tindakan tercela. Sebab itu, orang yang melakukan tindakan tercela biasanya ditolak dan itulah rancangan cela atas rumah.

Cela atas rumah bukan terutama berarti bangunan fisik tetapi juga manusia dan hubungan sosialnya. Penghuni rumah yang menggangu ketenangan masyarakat bisa dilempari orang; keluarga besar yang cenderung tidak adil dalam masyarakat akan dijauhi dan dimusuhi orang.

Tindakan kekerasan yang disebut sebagai rancangan cela atas rumah itu disebut sebagai dosa terhadap diri sendiri sebab dosa itu pasti dihukum dan cela akan dihukum oleh manusia dan Tuhan.

Mazmur 119:1
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
1 Dilihat

BERBAHAGIA DAN BAIK

Senin, 13 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 128:2
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 

BERBAHAGIA DAN BAIK

Berbahagia adalah rasa puas akan diri dan keadaan sehingga rasa senang dialami sehingga hidup terasa segar.

Keadaan baik biasanya terkait dengan terpenuhinya kebutuhan hidup secara jasmani dan rohani. Ukurannya bisa dari orang luar tetapi terutama dari dalam diri sendiri.

Keadaan baik membuat bahagia tetapi tidak semua orang yang baik keadaannya merasa bahagia; ada orang yang keadaannya baik tetapi tidak bahagia. Pada sisi lain kebahagiaan tidak tergantung pada keadaan baik tetapi kemampuan untuk melihat semua hal sebagai sesuatu yang baik. Orang yang selalu berbahagia itu adalah orang baik.

Menikmati hasil jerih payah sendiri artinya orang yang mandiri dan jujur dalam memenuhi kebutuhannya sehingga ia tidak merasa berhutang budi dan tidak cemas akan adanya tuntutan tentang hidupnya yang telah mengambil hak orang lain.

Ada sebuah masyarakat yang mengenal semboyan hidup 'haram memakan hasil keringat orang lain'; itu akan menjadi penyakit pada tubuh dan akan menjadi penyebab hilangnya kebahagiaan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

12 April 2026

API MEZBAH YANG PERCUMA

Minggu, 12 April 2026
Renungan Pagi

Maleakhi 1:10 
Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

API MEZBAH YANG PERCUMA

Harapan Tuhan tentang adanya pribadi yang menutup pintu agar orang tidak masuk ke Bait Suci dan menyalakan api yang percuma di mezbah Tuhan.

Api mezbah adalah tanda penyerahan diri dan penyembahan umat kepada Tuhan, dalam Perjanjian Lama dilakukan dalam perwakilan oleh imam.

Api mezbah yang percuma adalah ibadah yang tidak memuliakan Tuhan walau itu dilaksanakan secara meriah dan mewah; dijaga dengan protokol yang keras tetapi tetapi hati orang yang datang itu tidak tertuju kepada Tuhan.

Api mezbah yang percuma -- ibadah yang tidak berkenan kepada Tuhan itu disebabkan oleh pribadi yang tidak disukai Tuhan; disebabkan oleh perbuatan tangan yang selalu melanggar kemuliaan Tuhan -- Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

Tutuplah pintu agar tidak ada api mezbah percuma yang menyala. Perbaharui hidupmu dan seluruh perbuatan hidupmu sehingga ibadahmu selalu menyenangkan Tuhan - bukan hanya api mezbah yang percuma.

Yakobus 1:27
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
1 Dilihat

10 April 2026

SELAYAKNYA DIHUKUM

Sabtu, 11 April 2026
Renungan Pagi 

Lukas 23:41
"... Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

SELAYAKNYA DIHUKUM

Manusia yang jahat itu selayaknya dihukum. Kesalahan secara teknis saja dihukum, yaitu dengan terhambatnya tercapai tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan yang dilakukan.

Kesalahan teknis dihukum dengan tenaga dan waktu yang semakin banyak untuk menyelesaikan perkara yang salah teknisnya itu. Pada sisi lain, kesalahan teknis harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada sesama manusia.

Semakin salah sesuatu perkara yang dilakukan semakin besar akibat yang harus ditanggung atasnya.

Kesalahan dalam arti pelanggaran moral harus berurusan dengan pihak berwajib agar kesalahan itu bisa diperbaiki dan atau diakhiri. Pengakuan penjahat di kayu salib itu hendaknya menjadi kesadaran setiap orang bahwa sesungguhnya kita ini 'selayaknya dihukum' untuk semakin menjadi rendah hati dalam menjalani hidup di hadapan Tuhan dan sesama.

Pribadi agung yang disalibkan bersama dengan penjahat itu diakui sebagai orang yang tidak berbuat salah. Perihal ini memberi teladan hidup bahwa janganlah karena kesalahan kita harus dihukum melainkan hendaklah orang belajar berkorban untuk memperjuangkan perbaikan nilai kemanusiaan. Kristus adalah teladan terbesar yang pernah ada untuk pengorbanan itu.

Ratapan 3:58
"Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. ..."
1 Dilihat

LEPAS DAN PINDAH

Jumat, 10 April 2026
Renungan Pagi 

Kolose 1:13-14
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih

LEPAS DAN PINDAH 

Dilepaskan berarti ada kesadaran bahwa ia dalam keadaan yang terikat tetapi tidak bisa melepaskan dirinya sendiri.

Kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang melepaskan manusia dari keterikatan itu dalam prinsip kasih dan keadilanNya.

Kasih Allah bagi semua manusia dan Ia mau menyelamatkannya sedangkan prinsip keadilanNya maka Ia merelakan diri untuk berkorban agar manusia bebas dari hukuman dosa itu.

Karya penyelamatan Allah itu adalah undangan terbuka bagi setiap orang yang mau lepas ikatan dosa di dalam Tuhan Yesus. Jika ia tidak mau lepas dari ikatan itu, maka ia tetap berada dalam dosa yang pada akhirnya membinasakannya di dunia ini dan mengaburkan kerinduan jiwanya untuk terlepas dari ikatan tipuan dosa yang menyesatkan.

Semangat untuk pindah kewargaan ke dalam Kerajaan Allah itulah yang membebaskan dari ikatan dosa dan membawanya berserah diri kepada Allah yang sungguh-sungguh berkuasa untuk menyelamatkan manusia secara penuh, di sini dan setelah pergi dari sini ~ sekarang dan sampai selama-lamanya.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah
1 Dilihat

09 April 2026

DIJAMIN OLEH BURUNG GAGAK

Kamis, 9 April 2026
Renungan Pagi 

1 Raja-raja 17:6
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

DIJAMIN OLEH BURUNG GAGAK

Tuhan memperhatikan kebutuhan umatNya yang bekerja dengan sungguh-sungguh bagiNya. Elia diantarkan makanan oleh burung gagak pada setiap pagi dan petang.

Tempatnya adalah di pinggir sungai kerit sebab air sungai itulah yang akan diminum oleh Elia. Tempat yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada Elia.

Latar belakang cerita adalah firman Tuhan yang disampaikan Elia bahwa tidak akan turun hujan sebelum dikatakan lagi oleh Tuhan. Ini terjadi sebagai hukuman bagi kejahatan bangsa Israel yang dipimpin oleh raja Ahab.

Burung gagak adalah pemakan daging tetapi dipakai oleh Tuhan untuk mengantarkan daging kepada Elia suatu perkara yang sedikit di luar nalar; pemeliharaan Allah itu di luar logika.

Pemeliharaan Tuhan itu ajaib bagi mereka yang bekerja dengan tulus bagiNya.

Filipi 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 
1 Dilihat

08 April 2026

PENGUDUSAN BERBUAH HIDUP YANG KEKAL

Rabu, 8 April 2026
Renungan Pagi 

Roma 6:22
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

PENGUDUSAN BERBUAH HIDUP YANG KEKAL

Telah dimerdekakan dari dosa adalah proklamasi bahwa dosa tidak lagi berkuasa atas hidup orang-orang percaya. Selama ada kemauan untuk membuangnya, maka dosa pasti berakhir.

Sebelumnya, dosa itu menguasai hidup dan kehidupan manusia dan berkuasa penuh (menjadi tuan) atasnya. Kuasa itu sudah dipatahkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Menjadi hamba Allah adalah status yang memberi keselamatan sebab keselamatan hanya ada di dalam taat pada Allah sebab hidup ini berasal dari padaNya dan ada dalam rencanaNya.

Pengudusan adalah buah dari penghambaan diri kepada Allah; pengudusan diri itu bukanlah syarat untuk menjadi hamba Allah. Semakin menghambakan diri kepada Allah semakin buah pengudusan itu nampak dalam hidup manusia.

Pengorbanan Tuhan Yesus untuk membebaskan manusia itu sungguh-sungguh adalah keselamatan yang membawa pada hidup yang kekal bagi mereka yang sungguh-sungguh menguduskan hidupnya bagi Allah, menjadikannya Tuan dalam seluruh aspek kehidupan di dunia ini.

1 Petrus 1:9
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
1 Dilihat

06 April 2026

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN

Selasa, 7 April 2026
Renungan Pagi 

Daniel 9:13
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu. 

MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN 

Pengakuan iman dan perenungan Daniel atas keadaan bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa yang tinggal di daerah asing tidak sebagai perantau tetapi sebagai orang buangan ~ hukuman atas dosanya.

Dihukum karena tidak setia kepada Tuhan telah dituliskan dalam kitab Taurat bahwa itu berakibat datangnya malapetaka. Hal ini juga tertulis dalam pengetahuan umum manusia disebut hukum karma dari kesadaran hati nurani manusia yang selalu membisikkan kebaikan bagi seluruh makhluk.

Tidak setiap malapetaka adalah dosa tetapi perlu untuk mengingat bahwa malapetaka pun bisa membuat orang yang tidak tulus berdosa.

Memohon belas kasihan Tuhan agar kehidupan ini tidak mengalami malapetaka karena dosa dan tidak berdosa karena malapetaka dapat dilakukan dengan berbalik dari (tidak lagimelakukan) kesalahan.

Tidak ada manusia yang sempurna tetapi janganlah dengan sengaja orang melakukan kesalahan dan dosa yang menyakiti Tuhan dan sesama. Memperhatikan kebenaran yang dari Tuhan adalah rahasia kehidupan yang aman dari malapetaka yang membinasakan.

Roma 6:12
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
1 Dilihat

DISIAPKAN OLEH IKAN

Senin, 6 April 2026
Renungan Pagi

Matius 17:27 
"... Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

DISIAPKAN OLEH IKAN

Terjadi di Kapernaum; daerah yang dijadikan Yesus sebagai tempat utama bagiNya dan murid-muridNya.

Petugas bea Bait Allah datang dan bertanya kepada Petrus tentang apakah guru mereka tidak membayar bea Bait Allah sebesar dua dirham. Petrus dan Yesus berdiskusi bahwa seharusnya yang membayar bea adalah orang asing supaya rakyat lepas dari tanggung jawab itu.

Bea dibutuhkan untuk membangun kehidupan bersama tetapi sering masalah bagi manusia dalam persekutuannya jika tidak diatur dengan baik. Terlalu banyak bea akan membuat orang merasa tidak nyaman menjalani hidup.

Tuhan Yesus tidak menolak secara mutlak tetapi membayar bea itu untuk tidak menjadi batu sandungan bagi mereka yang menagih bea itu dan bagi penyelenggara yang memerintahkan penagihan itu.

Tuhan Yesus tidak memiliki uang yang banyak sehingga tidak merasa berat untuk membayar bea itu melainkan bahwa Ia hendak memberitahukan bahwa apa yang bisa dilakukan bagi orang lain, hendaknyalah kita melakukannya; Bagi Tuhan bahkan uang itu bisa disiapkan oleh ikan asalkan kita bersedia melakukan sesuatu yang berguna.

Kolose 3:23 
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

04 April 2026

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Minggu, 5 April 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:15
Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

MERAYAKAN HARI RAYA, MEMBAYAR NAZAR

Dimulai dari adanya berita damai sejahtera yang dibawa oleh orang (orang-orang) yang berjalan di atas gunung-gunung.

Isi berita itu adalah keamanan dari serangan orang dursila; bangsa dursila ini telah dilenyapkan oleh kuasa dan cara Allah sendiri.

Karena kasih pembebasan Allah, rayakanlah hari rayamu dengan penghayatan yang sungguh. Pada perayaan Paskah ini kita merayakan hari kemenangan atas dosa dan kuasa maut, dan itu Kemangan mutlak. 

Paskah hendaknya dimaknai dengan tidak ada lagi orang yang mengatakan hakikat manusia adalah 'orang berdosa' walau kita harus selalu sadar bahwa 'manusia itu tidak ada yang sempurna'. 

Mari melakukan kebaikan dengan sebaik-baiknya dan bukan hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi. Melakukan hal ini adalah nazar orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, sebab umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sudah menjadi nazir Allah untuk mensyukuri kasih Allah dengan memuliakan Allah.

Matius 5:16
"... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang dialami sorga."
1 Dilihat

03 April 2026

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu, 4 April 2026
Renungan Pagi

Ibrani 10:26 
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

SESUDAH MEMPEROLEH PENGETAHUAN TENTANG KEBENARAN

Sabtu sunyi - hari setelah kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, merenungkan segala hidup yang baginya Kristus telah berkorban. Bagi para murid sebuah ketakutan dan rasa bersalah sedangkan bagi orang Yahudi dipandang sebagai hari kemenangan atas penyesatan dan bagi orang kebanyakan adalah keheranan tentang orang baik yang menjadi korban kemarahan bangsaNya sendiri.

Perenungan para murid adalah seputar perkataan Guru mereka yang mengatakan bahwa Ia harus mati untuk kebaikan semua orang agar manusia yang mau menerima kasih Tuhan dengan hati yang tulus diselamatkan; tetapi mereka bersedih dan menjadi tidak peduli lagi pada perkataan guu itu.

Perenungan harus terus berlanjut dan setiap orang bisa merasa berdosa sebab telah menyebabkan kematian Guru mereka, atau karena tidak menemani Gurunya dengan setia sampai akhir. Rasa bersalah bisa dialami oleh orang yang tidak menjalani hubungan yang penuh kasih kepada orang yang telah 'pergi lebih dahulu' dan kesalahan itu tidak bisa diperbaiki lagi.

Tetapi kematian Tuhan Yesus Kristus adalah kematian untuk membebaskan manusia dari dosa sehingga tidak ada lagi kuasa dosa yang bisa mengalahkan orang yang percaya kepadaNya. Kristus sudah menjadi korban yang sempurna atas dosa. Tidak ada dosa yang tidak dihapusNya.

Dosa yang tidak bisa dihapus lagi adalah dosa kekerasan hati, yaitu sengaja berbuat dosa setelah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran. Sudah tahu salah dan akan berdosa ketika melakukannya tetapi tetap saja melakukannya. Kristus mati bagi manusia yang berdosa agar mereka mengetahui kebenaran tentang jalan yang menuju kebenaran dan melalui jalan itu dengan baik; ada undangan terbuka untuk berjalan pada jalan itu - tetapi hati-hati dari istilah tidak layak berjalan pada jalan itu, bukan karena tidak diundang tetapi karena memang tidak mau berjalan.

1 Petrus 2:24 
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
1 Dilihat

02 April 2026

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Jumat, 3 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Manusia pasti akan mati; semua yang hidup akan mengalami kematian dan akan binasa pada waktunya.

Syukur bahwa di dalam kasih Allah ada kenyataan yang mengubah kemutlakan hukum alam tentang kefanaan, yaitu bahwa ketika nafiri terakhir berbunyi, maka semua orang percaya yang masih hidup akan diubahkan dan diangkat ke sorga. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya pada hari itu? Alkitab tidak mengatakannya.

Menyerahkan nyawa kepada Bapa adalah wujud akhir dari kehidupan orang yang tulus dan setia kepada Tuhan sehingga ia yakin bahwa nyawanya berharga kepada Bapa. 

Allah dipercayai untuk menyelamatkan hambaNya dan arti alami dari 'menyerahkan nyawa kepada Bapa' adalah untuk melindunginya dari kematian. Kematian Yesus yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa menggenapi ayat ini dan menjelaskan bahwa penyerahan nyawa itu hanya terwujud dalam hidup yang sepenuhnya dibaktikan kepada Allah.

Tuhan setia adalah keyakinan bahwa Tuhan itu akan selalu melakukan yang terbaik bagi umatNya; diberkati dan dilindungiNya selama hidup di dunia ini dan dibawaNya ke surga pada waktu matinya.

Yohanes 10:17
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
1 Dilihat

01 April 2026

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Kamis, 2 April 2026
Renungan Pagi 

Ayub 7:17-18
Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, 
dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? 

TUHAN DATANG SETIAP PAGI

Manusia itu agung dalam anggapan Tuhan walau kemampuannya dikalahkan oleh kemampuan makhluk lainnya yang ada di dunia ini. Hanya perhatian Allah yang membuat manusia itu menjadi agung; bukan karena ia adalah makhluk yang memilki kualitas yang lebih baik.

Tuhan datang setiap pagi ke dalam kepada manusia. Untuk apa? Memberikan anugerah kehidupan yang tidak berkesudahan kepada manusia.

Kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia setiap pagi adalah untuk memberi kesadaran bahwa ia dikasihi sehingga ia pun belajar hadir untuk mengasihi sesamanya.

Manusia hidup sehari lebih tua dari hari sebelumnya pada setiap pagi dan itulah sukacita yang besar bahwa Allah selalu datang dan mengiringi perjalanan hidupnya setiap pagi.

Tuhan menguji setiap saat adalah untuk mengetahui tentang setiap orang yang apakah selalu sama kasihnya dan hidupnya yang selalu bersyukur sehingga tidak salah melangkah dalam kehidupan dan menjadi jauh dari rahmat-Nya.

Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 
1 Dilihat