29 September 2026

SAHABAT ALLAH

Rabu, 30 September 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 2:23
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

SAHABAT ALLAH

Persahabatan itu adalah hubungan timbal balik; berbeda dengan kesetiaan yang lebih pada subjektivitas dari pada relasi. Orang bisa setia kepada pihak yang tidak mengenalnya dan tidak mempedulikannya.

Percaya adalah tindakan menerima kebenaran perkataan atau janji seseorang/pihak lain yang walau sulit diterima oleh nalar karena tidak didukung oleh keadaan.

Persahabatan adalah hubungan yang dilandasi oleh kasih dan kepercayaan antara mereka yang bersahabat itu. Jika ada yang mengkhianati kepercayaan, maka itu adalah awal kehancuran persahabatan.

Percaya itu awal dari perkara-perkara besar yang terjadi dalam kehidupan manusia. Orangtua yang percaya bahwa anaknya punya masa depan yang baik akan menerima hal yang lebih besar dari itu.

Percaya pada diri sendiri, pada kualitas dan sumber daya yang ada dan atau percaya pada orang lain karena kehebatan dan kemampuannya pada akhirnya akan mengecewakan sebab manusia itu tidak ada sempurna. Bersahabat dengan Allah berarti mempercayakan hidup kepada Pribadi yang terpercaya.

Keluaran 34:21
Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga.

2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.

TELINGA YANG BAIK

Selasa, 29 September 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:21
Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.

TELINGA YANG BAIK

Manusia berbicara tentang apa saja, baik yang baik maupun yang buruk; baik tentang dirinya sendiri maupun tentang sesama, baik memuji maupun menghina.

Memperhatikan ucapan berarti mendengarkan dengan segenap ingatan, perasaan, dan pikiran yang merespons sepenuhnya sehingga bisa menjadi tersinggung lalu kecewa atau marah.

Pelayan mengutuki tuan bisa dimaksudkan pada bentuk kiasan dari suara yang tidak diucapkan tetapi terdengar sebab terlalu meresapi apa yang dikatakan orang lalu diambil kesimpulan yang tidak sama seperti yang dimaksudkan oleh orang yang berbicara.

Orang yang terlalu memperhatikan segala perkataan orang akan menjadi kacau dan mengacaukan banyak hal sehingga bisa terjadi bahwa hambanya pun sampai berani mengutuki tuan yang kacau itu.

Telinga yang baik adalah telinga yang hanya merespons hal-hal baik yang didengarnya dan menjadi tuli terhadap hal-hal buruk. Ia menjadi tetap bahagia dan tenang.

Yakobus 1:19-20
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 

28 September 2026

KETAATAN KEPADA KEBENARAN

Senin, 28 September 2026
Renungan Pagi 

1 Petrus 1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

KETAATAN KEPADA KEBENARAN

Kebenaran adalah sebuah nilai yang tidak mengandung hal yang salah dengan prinsip-prinsip yang bisa dijelaskan, misalnya dengan ilmu matematika yang mengatakan bahwa satu ditambah satu lagi, maka itu adalah dua.

Kebenaran berarti sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya; masih di rumah tetapi menyampaikan berita kepada rekan kerja bahwa ia sudah hampir sampai ke kantor.

Mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas; bukan ada udang di balik batu melainkan sungguh berasal dari hati yang sepenuhnya adalah perwujudan ketaatan kepada kebenaran.

Ketaatan kepada kebenaran adalah prinsip yang melihat seluruh hidup dan tindakannya sebagai yang baik dan benar karena itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Prinsip kebenaran yang sesungguhnya adalah hati yang penuh kasih kepada semua orang dan kepada Tuhan dalam segala waktu dan tempat.

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

27 September 2026

HATI MELEKAT KEPADA TUHAN

Minggu, 27 September 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 91:14
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. ..."

HATI MELEKAT KEPADA TUHAN

Tuhan mengenal hati setiap orang dan perlekatannya masing-masing. Tidak ada yang bisa menyembunyikan bahkan hal terkecil pun di hadapan Tuhan.

Ada orang yang rajin ke gereja tetapi pemikiran, tindakan, dan tutur katanya jauh dari Tuhan. Di gereja perhatiannya lebih tertuju kepada hal-hal duniawi di sekitarnya dari pada kepada Tuhan yang untuknya 

Ada orang yang menyatakan dirinya sebagai dekat dengan Tuhan tetapi ia tidak pernah datang kepada Tuhan untuk beribadah.

Hati adalah sumber hidup, yakni segala perihal dalam hidup manusia bersumber dari kata hatinya. Itu tidak untuk diakui tetapi untuk dihidupi dan tidak sebagai tindakan yang kaku melainkan dalam penghayatan yang sungguh.

Hati yang melekat pada Allah itu membawa pengenalan akan Allah sehingga terbentuk pengabdian yang sepenuhnya dan itu diberkati dengan peluputan dari perputaran kekalutan hidup karena dosa dan perlindungan dari mara bahaya kehidupan.

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

26 September 2026

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Sabtu, 26 September 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 37:29-30
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?" 

SATU DI ANTARA KESEBELASAN

Kisah dua belas laki-laki bersaudara. Satu di antara mereka menimbulkan iri hati di antara saudara-saudaranya yang kemudian bersepakat untuk membunuh saudaranya itu. Satunya masih kecil dan belum memahami konspirasi.

Kesebelasan itu tinggal menjadi sepuluh dan ternyata berkurang lagi satu sebab ternyata yang paling tua di antara mereka tidak setuju dengan konspirasi yang disepakati oleh adik-adiknya.

Tetapi rencana anak sulung, yang disebutkan dalam ayat 21-22, ternyata gagal sebab adiknya yang dibuang ke dalam sumur dan akan diselamatkannya tidak ada lagi di dalam sumur.

"... ke manakah aku ini?" adalah penyesalan diri tentang mengapa ia tidak mengawasi adiknya dengan baik sehingga ia tidak ada lagi di dalam sumur tetapi juga tentang tindakan apa yang akan dilakukannya untuk menemukan dan menyelamatkan adiknya. Ruben itu penyayang.

Kalah jumlah dan tidak menyuarakan isi hati dalam persepakatan akan menjadi kesalahan yang akan disesalkan oleh diri sendiri; dan yang baik itu tidak menjadi bahan pertimbangan umum.

Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

25 September 2026

SAATNYA BELUM TIBA

Jumat, 25 September 2026
Renungan Pagi 

Yohanes 7:30
Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

SAATNYA BELUM TIBA

Setiap saat adalah saat untuk sesuatu; hidup ada dalam waktu dari tindakan saat yang satu ke saat yang lain.

Ada saatnya untuk Yesus ditangkap; Yesus tahu hal ini, dan penulis Injil Yohanes juga tahu hal itu sehingga ia menuliskan keterangan itu.

Saatnya belum tiba untuk terjadinya penangkapan Yesus menjadi saat untuk dengan berani dan tulus melakukan tugas memberitakan kabar baik tentang keselamatan kepada dunia ini, meski Yesus tahu bahwa itu yang akan mengantarnya kepada penangkapan pada saatnya.

Saat-saat hidup ini adalah penyertaan Tuhan yang tidak dapat disentuh oleh manusia; suatu jaminan kepastian kemanan manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Ketika saatnya tiba pun, waktu Yesus ditangkap dan membiarkan diriNya dikuasai, itu pun demi kasihNya kepada umatNya. Tuhan kiranya mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, itu adalah saat untuk melakukan yang terbaik dalam kasih.

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. 

24 September 2026

KARENA IMAN MEREKA

Kamis, 24 September 2026
Renungan Pagi 

Markus 2:5
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"

KARENA IMAN MEREKA 

Iman itu personal tetapi dipengaruhi dan mempengaruhi orang-orang di sekitar.

Empat orang yang menggotong orang lumpuh untuk bertemu dengan Yesus didasari oleh iman, ditambah iman orang lumpuh itu yang dimaksud sebagai iman yang dilihat Yesus.

Jika ada di antara mereka yang tidak beriman, maka pastilah bahwa mereka tidak akan sampai kepada Yesus.

Mereka datang untuk kesembuhan tetapi yang pertama diberikan adalah jaminan kelepasan dari dosa. Penyakit tertentu bisa disebabkan oleh dosa bahkan dosa adalah penyakit semua orang yang harus disembuhkan,

Iman adalah tindakan-tindakan datang kepada Tuhan membawa segala perkara kepadaNya; datang untuk disembuhkan terutama dari dosa.

Yohanes 6:37
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

23 September 2026

KEJAR DUA DAPAT TIGA

Rabu, 23 September 2026
Renungan Pagi 

Amsal 21:21
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.

KEJAR DUA DAPAT TIGA

Kebenaran adalah melakukan kehendak Allah. Kebenaran bukan standar benar atau salah menurut ukuran dunia, walau kebenaran ilahi tidak selalu bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran di dunia ini.

Kasih lebih pada apa yang kaulakukan pada sesama dan bukan apa yang kau raih bagi diri sendiri; kasih itu keluar - kepada sesama, bukan ke dalam atau bagi diri sendiri.

Kehidupan adalah keadaan yang tenang dan sejahtera tanpa takut ancaman sebab hidup dilindungi oleh kebenaran dan kasih yang dikejarnya itu.

Kehormatan bukanlah soal penyampaian formal di depan umum dalam pidato kemasyarakatan melainkan hidup yang dibanggakan orang karena ia telah melakukan yang berharga dan baik dalam kehidupan ini.

Mengejar bukan berarti kebenaran dan kasih itu berlari; ia diam saja bahkan menghampiri tetapi manusialah yang berlari ke sana untuk mendapatkannya. Sungguh bahagia, mengejar dua dan memperoleh tiga; bahkan empat sebab kasih pun akan didapatkan oleh mereka yang mengasihi.

2 Yohanes 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

21 September 2026

PEMBALASAN SESUAI KEBENARAN

Selasa, 22 September 2026
Renungan Pagi 

1 Raja-raja 8:32
maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.

PEMBALASAN SESUAI KEBENARAN

Kebenaran adalah menempatkan yang benar pada posisi yang benar dan yang salah pada posisi yang semestinya.

Hal benar hendaknya diterima dan dipedomani supaya tidak ada kesalahan (baca= dosa) yang terjadi dalam 2 ini. Kesalahan teknis yang bukan dosa itu manusiawi sebab tidak ada manusia yang sempurna untuk tidak melakukan kesalahan sama sekali.

Orang yang bersalah mengacu pada orang yang melakukan kesalahan besar kepada sesamanya sehingga dia harus bersumpah mengutuk diri. Tetapi bisa juga orang yang dinyatakan  bersalah itu adalah tuduhan sepihak yang tidak adil.

Pengadilan Allah itu adil bahwa orang yang bersalah dan orang yang benar diketahuiNya secara tepat dan Ia memberi orang yang bersalah menanggung perbuatannya sebab orang berdosa suka menanggungkan akibat perbuatannya kepada orang lain.

Allah membalas orang yang benar sesuai dengan kebenarannya. Tidak diketahui standar pembalasan Allah  kepada orang yang ternyata benar; tetapi tentu saja bahwa pembalasan Allah atas yang benar itu adalah yang baik dan orang yang selalu melakukan kebenaran itu selalu hidup terhormat.

Amsal 21:21
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. 

DIPUJI TUHAN

Senin, 21 September 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan. 

DIPUJI TUHAN

Pujian itu memiliki peran khusus dalam aktivitas hidup manusia. Pemimpin yang memuji (memberi apresiasi - bentuk penghargaan) kepada karyawan akan menjadi pemimpin yang dicintai oleh karyawannya.

Dalan perkembangan karakter, anak yang biasa dipuji oleh orangtuanya akan bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

Orang yang memuji diri mendatangkan cela atas dirinya sendiri sebab orang tidak ada yang sempurna sedangkan pujian yang diberi pada diri sendiri biasanya lebih besar dari yang sesungguhnya.

Tahan uji adalah keadaan orang yang bisa mempertahankan dirinya dan imannya untuk tidak digugurkan oleh apa pun termasuk oleh kehausan akan pujian.

Kalau manusia yang memuji Tuhan, itu wajar sebab Tuhan itu memang Mahakuasa dan Mahakasih tetapi kalau manusia yang dipuji Tuhan itu adalah prestasi terbesar manusia sebab ia hanya akan dapat dipuji oleh Tuhan ketika ia seperti anak yang melakukan kehendak orangtuanya lalu diberi pujian.

Mazmur 143:10
Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!

20 September 2026

RENDAHKAN DIRI DI HADAPAN TUHAN

Minggu, 20 September 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

RENDAHKAN DIRI DI HADAPAN TUHAN

Secara luas, tidak ada yang tidak di hadapan Tuhan sebab Ia melihat, mendengar, merasakan segala sesuatu; lebih dari yang melakukan suatu perkara, kepada Tuhan tidak bisa disembunyikan sesuatu sebab Ia Mahatahu.

Merendahkan diri adalah tindakan yang mengakui bahwa tingkat penguasaan kecerdasan dan atau keterampilan sebaik apa pun, juga kepemilikan sumber daya terutama ekonomi yang mapan bukanlah prestasi manusiawi tetapi adalah berkat Tuhan.

Merendahkan diri sering menjadi semacam 'tidak mensyukuri' apa yang ada padanya. Sisi sebaliknya meninggikan diri selalu berarti tidak disenangi oleh orang lain; adalah naluri manusiawi bahwa ia suka membanggakan diri.

Merendahkan diri di hadapan manusia bisa menyebabkan diri ini dipandang rendah oleh sesama dan itulah risiko yang harus dipikul oleh manusia atas dirinya.

Merendahkan diri di hadapan Tuhan, yakni mengakui bahwa semua hal yang ada adalah berkat dari Tuhan dan bentuk pengakuan akan adanya andil orang lain di dalamnya sehingga orang tidak menjadi sombong dan angkuh atas apa yang dimilikinya melainkan senantiasa mengucap syukur dan terima kasih atasnya.

2 Korintus 10:17
"Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

19 September 2026

HIKMAT TIDAK KELIRU

Sabtu, 19 September 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 9:18
Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.

HIKMAT TIDAK KELIRU

Lengkapnya, perikop ini adalah kisah seorang berhikmat yang dengan hikmatnya menyelamatkan kota kecil yang penduduknya tidak seberapa ketika diserang oleh seorang raja agung; berarti diserang dengan kekuatan yang besar. Orang berhikmat ini tidak diingat sebab ia miskin.

Kekeliruan pertama yang mau ditegur Pengkhotbah adalah cara pandang terhadap manusia yang pada umumnya lebih kepada status kekayaan dan kejayaannya, sedangkan yang terbaik adalah pada jasanya.

Perlengkapan yang baik (alat-alat perang) perlu untuk konsistensi dan stabilitas kehidupan tetapi itu hanya alat yang terbatas, baik oleh jumlah, kualitas, dan kemampuan sumber daya manusia untuk menggunakannya. Jika alat yang baik dipakai secara salah oleh orang tak berhikmat, maka itu adalah sumber malapetaka.

Orang berhikmat membutuhkan alat tetapi tidak tergantung pada alat itu; orang berhikmat itu selalu menyelamatkan pada segala situasi dan tahu membaca situasi untuk mengambil keputusan yang tepat.

Kebijakan (keputusan yang ditetapkan seseorang atau diputuskan bersama) yang keliru adalah 'bijak salah' (=pelesetan) yang merusakkan banyak hal yang baik. Kehancuran biasanya berawal dari kebijakan kecil yang keliru lalu menjadi kebiasaan yang merusak.

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

17 September 2026

JALAN-JALAN TUHAN

Jumat, 18 September 2026
Renungan Pagi

Mazmur 25:4-5
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

JALAN-JALAN TUHAN

Jalan, secara fisik, adalah wadah yang memudahkan orang untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain sehingga kegiatan hidupnya dapat dilakukannya secara leluasa.

Jalan, dalam pengertian abstrak, adalah cara melakukan sesuatu agar tepat sasaran; tujuan yang mau dicapai dapat diraih dengan gemilang.

Jalan itu tidak selalu sama sebab kemampuan analisis dan cara setiap orang berbeda tetapi hendaklah cara manusia menjalani dan menjawab tantangan hidupnya adalah dengan mengerjakannya sesuai jalan Tuhan.

Jalan itu tersembunyi dan perlu diberitahukan oleh Tuhan sendiri. Kepandaian manusia, prestasi dan pengaruh yang dimiliki oleh manusia, pun kekayaan yang banyak tidak akan mampu membawa orang kepada pengetahuan tentang jalan Tuhan jika ia memang tidak pernah membuka hatinya untuk datang dan bertanya mengenai jalan Tuhan kepada manusia.

Jalan Tuhan itu banyak (jalan-jalan Tuhan) sebab Ia memang adalah Allah yang bisa hadir dalam berbagai jalan yang Ia tentukan sendiri; tetapi yang pasti bahwa itu adalah perjalanan yang dilakukan bersama Allah yang diwarnai dengan kebenaran, menuju kepada keselamatan dan terbuka bagi mereka yang selalu menanti-nanti Tuhan dan bukan secara egois menentukan jalannya sendiri.

Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

TIDAK MENERIMA BERKAT

Kamis, 17 September 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 12:17
Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

TIDAK MENERIMA BERKAT

Wejangan tentang orang yang terjerat oleh hal duniawi yang disebut sebagai orang dengan nafsu rendah.

Contoh nafsu rendah adalah Esau yang menjual hak kesulungan demi sepiring makanan. Makanan memang perlu tetapi hak kesulungan itu lebih tinggi nilainya.

Secara spesifik dalam ayat sebelumnya diminta agar orang percaya jangan menjadi cabul, baik dalam arti harfiah maupun dalam arti kiasan, yakni tidak setia kepada Allah karena menyandingkanNya dengan sesuatu yang lain sebagai yang berhak mendapat perhatian dan waktu dalam kehidupannya.

Kompromi terhadap dosa bernilai sangat tinggi bahwa itu sangat merasuk diri, merusak iman sehingga orang yang terjerat akan sangat sulit untuk memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri. Dosa menyebabkan kehilangan berkat; penyelewengan menghilangkan damai sejahtera; dan kekerasan hari untuk mendengar suara Roh Tuhan berakibat hilangnya keselamatan.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan hendaknya selalu menghargai hal-hal yang mulia untuk dipegang dan tidak menjualnya dengan hal-hal yang sifatnya hanya adalah nafsu rendah yang bertujuan pada hal-hal duniawi.

Kolose 3:5-6
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. 

16 September 2026

MAJELIS PENGADILAN

Rabu, 16 September 2026
Renungan Pagi 

Daniel 7:26
Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.

MAJELIS PENGADILAN

Penglihatan Daniel tentang proses perputaran hidup yang mengarah kepada terwujudnya kerajaan kekal bagi umatNya.

Majelis Pengadilan adalah lembaga dari Allah yang akan menghapus kerajaan dunia yang penuh dengan kesombongan dan kekerasan.

Sifat pemusnahan terhadap kerajaan dunia itu bersifat 'tuntas', tidak ada kompromi sebab itu adalah pintu masuk mereka untuk mempengaruhi kebenaran dan keadilan di kerajaan damai sejahtera umat Tuhan.

Orang berupaya untuk melawan kesombongan dan kekerasan tetapi seringkali langsung menggantikannya setelah ditumbangkannya kekuasaan yang sombong dan keras itu.

Tidak harus duduk sebagai anggota lembaga majelis pengadilan untuk mematahkan kekuasaan yang penuh dengan kekerasan dan kesombongan; cukup dengan berdiri sebagai orang rendah hati dalam setiap waktu dan perkara.

Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

15 September 2026

PERKARA AJAIB TUHAN

Selasa, 15 September 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 5-24
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya."

PERKARA AJAIB TUHAN

Tuan selalu memerlukan hambanya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada sehingga hidupnya semakin melimpah dengan sumber tenaga yang tidak dibayar.

Untuk kemerdekaan seorang hamba, ia harus memenuhi syarat teramat berat yang ditetapkan kepada tuannya. Menjadi bebas dari perbudakan itu sangat sulit.

Cara ekstrim yang dipakai oleh hamba adalah melarikan diri dari tuannya yang berisiko kematian jika berhasil ditangkap oleh tuannya.

Tuan yang baik menerima permintaan hambanya untuk pergi bahkan menyuruh hambanya pergi setelah kehidupannya baik lalu membiarkan hambanya pergi untuk mencari penghidupan yang lebih baik baginya dan bagi anak cucunya,

Kuasa Tuhan dalam perbudakan Israel di negeri Mesir selama empat ratus tahun, dikatakan kepada Musa bahwa kekuasaan Tuhan akan membuat Mesir sebagai tuan akan mengusir bangsa Israel keluar bukan karena mereka adalah hamba yang jahat dan bukan karena pemberontakan tetapi karena perbuatan ajaib Tuhan.

Mazmur 66:5
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 

14 September 2026

BEBAS MENJAGA

Senin, 14 September 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 8:9
Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

BEBAS MENJAGA

Bebas berarti tidak ada ikatan, tidak ada halangan untuk melakukan sesuatu.

Bebas bisa dilihat dari situasi, bebas karena tidak ada yang melihat; bisa dari sisi pengaruh status, bebas merekrut siapa saja sebab berada di posisi kepala personalia, 

Kebebasan yang dimaksud pada bagian ini adalah makan segala sesuatu yang dapat dimakan tanpa pertimbangan rohani; gambaran dari iman yang kuat.

Persoalannya adalah ketika itu dilihat oleh mereka yang lemah imannya, maka dapat menimbulkan persoalan syak wasangka dalam hidup berimannya.

Bukan melemahkan iman tetapi hendak mengingatkan bahwa kebebasan yang paling bebas adalah menjaga diri untuk tidak menjadi kebinasaan bagi orang lain.

Matius 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

13 September 2026

MEMBAWA LEBIH DEKAT KEPADA ALLAH

Minggu, 13 September 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 8:8
"Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

MEMBAWA LEBIH DEKAT KEPADA ALLAH

Persoalannya bukan pada jenis makanan. Tidak ada makanan yang membuat orang lebih dekat kepada dan tidak ada makanan yang menjauhkan orang dari Allah. 

Masalahnya yang terkait iman adalah cara mendapatkan dan cara memakan makanan yang ada. Makanan yang didapatkan dengan cara yang tidak benar dan makanan yang dimakan dengan dengan tidak mengucap syukur adalah makanan yang merugikan.

Secara iman; tidak ada ruginya dan tidak ada untungnya jika makanan tertentu dimakan atau tidak dimakan.

Secara kesehatan, maka makanan tertentu itu merugikan dan yang lainnya menguntungkan untuk keadaan sakit yang sedang diderita oleh seseorang. Secara garis besar pasti bahwa sesuatu yang kurang atau lebih dalam tubuh itu akan menyebabkan sakit.

Makan sesuatu yang baik dengan cara yang benar, di dalam rasa ucapan syukur; bahkan puasa pun yang dilakukan di dalam dan bagi Tuhan semuanya adalah keuntungan.

Kolose 3:17
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

12 September 2026

MENYELAMATKAN DARI MAUT

Sabtu, 12 September 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 5:19-20
Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

MENYELAMATKAN DARI MAUT

Dosa itu membawa orang masuk ke dalam maut dan maut itu membinasakan sehingga orang yang dibawa kembali dari maut disebut sebagai menyelamatkan.

Menyelamatkan jiwa menandakan bahwa dosa itu bukan hanya melekat pada manusia tetapi merasuk ke dalam hati yang terdalam.

Dosa yang membawa kepada maut itu bermula dari 'menyimpang dari kebenaran'. Titik tawarnya adalah 'wajar, ada kekeliruan karena kita ini manusia'.

Jika titik tawar itu diterima dan menjadi kebiasaan, maka itu menjadi jalan sesat yang bisa menjerumuskan banyak orang sehingga menyelamatkan satu jiwa dari maut bisa berarti menutupi banyak sekali dosa.

Jadikan hidup selalu pada jalan yang benar, tidak menyimpang dan tidak tersesat sebab jalan sesat itu susah diselamatkan sebab ia merasuk ke dalam jiwa.

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

11 September 2026

MENJELANG HARI PENYELAMATAN

Jumat, 11 September 2026
Renungan Pagi 

Efesus 4:30
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

MENJELANG HARI PENYELAMATAN

Hari penyelamatan adalah waktu ketika Yesus Kristus datang untuk kali yang kedua. Secara teologis dikenal dengan istilah parusia (Yunani: parousia= kehadiran, kedatangan).

Penyelamatan bukan hanya keadaan tetapi proses. Keadaannya adalah yang terikat di bumi terikat juga di surga, yang dilepaskan di bumi dilepaskan juga di surga. Orang yang jiwanya di surga akan ke sana pada akhirnya.

Menjelang hari penyelamatan hendak mengingatkan bahwa penyelamatan itu adalah proses yang tidak pernah ada ujungnya bagi manusia selain ketika waktunya memang sudah tiba.

Mendukakan Roh Kudus Allah berarti membiarkan hidup ini terlena untuk tidak melakukan kehendak Allah. Roh Kudus terus membisikkan kebenaran bagi kemuliaan Allah; di luar jalur itu hidup ini mendukakan Roh Kudus Allah.

Keselamatan yang dikerjakan dan disuarakan oleh Roh Kudus tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan dalam ukuran manusia dan di situlah kejatuhan manusia selalu terjadi.

Roma 8:14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 

10 September 2026

HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA

Kamis. 10 September 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:29
Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA

Hanya ini yang kudapat bukan menunjuk pada dangkalnya penelitian (pencarian) yang dilakukan oleh Pengkhotbah melainkan bahwa itulah hakikat yang sesungguhnya.

Tidak ada orang yang tidak menghargai kejujuran; kesalahan yang langsung diakui secara jujur biasanya diampuni. Kesalahan yang disembunyikan untuk waktu lama biasanya dihukum lebih berat.

Jujur berarti mengatakan sesuatu sesuai dengan keadaan dan kejadian sesungguhnya. Orang jujur bukan tahu segalanya tetapi mengatakan apa dilihat dan didengarnya tanpa mengubah dan tidak menambah atau menguranginya.

Dalih adalah tindakan membenarkan yang salah pada diri sendiri yang risikonya adalah mempersalahkan orang lain sehingga masalah semakin rumit untuk diselesaikan.

Menjalani hidup sebagai orang jujur berarti ia selalu menghargai kemanusiaan sebab manusia itu hakikatnya adalah makhluk yang jujur.

Efesus 4:25
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

09 September 2026

DARI DALAM GELAP TERBIT TERANG

Rabu, 9 September 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 4:6
Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.  

DARI DALAM GELAP TERBIT TERANG

Kristologi yang hakiki adalah Yesus itu terang yang sesungguhnya. Yesus memperkenalkan diri sebagai terang dunia.

Sesuatu bisa terang tetapi pada akhirnya menyilaukan sehingga hidup jadi terjatuh karenanya.

Gelap kehidupan adalah ketika Allah belum datang dan kuasaNya menjadikan terang itu terbit dari diriNya sendiri. Ketika Allah hadir di situ terbit terang dari dalam kegelapan.

Terang di dalam hati adalah keadaan ketika orang merasa tenang, aman, dan nyaman sebab tidak ada kesulitan yang disebabkan oleh kesalahan sendiri, yang ada adalah kekuatan untuk menghadapi dengan baik segala tantangan kehidupan.

Terang pengetahuan yang benar tentang kemuliaan Allah adalah sumber terang yang dianugerahkan Allah bagi mereka yang hatinya terang.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

08 September 2026

PERSIAPAN SATU TAHUN SATU BULAN

Selasa, 8 September 2026
Renungan Pagi 

Ezra 3:8
Pada tahun yang kedua sesudah mereka sampai ke rumah Allah di Yerusalem, dalam bulan yang kedua, maka Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudara mereka yang lain, yakni para imam dan orang-orang Lewi, dan semua orang yang pulang ke Yerusalem dari tempat tawanan memulai pekerjaan itu. Mereka menugaskan orang-orang Lewi yang berumur dua puluh tahun ke atas untuk mengawasi pekerjaan membangun rumah TUHAN.

PERSIAPAN SATU TAHUN SATU BULAN

Orang Israel kembali ke Yerusalem untuk tujuan membangun kembali Rumah Allah yang terbengkalai setelah dirobohkan oleh Babel.

Mereka membawa serta perlengkapan Bait Suci untuk ditempatkan kembali pada tempatnya di dalam Bait Suci setelah baik suci direnovasi.

Setelah sampai, pekerjaan itu tidak langsung dimulai sebab mereka harus menata hidup mereka terlebih dahulu kemudian barulah siap untuk melakukan pekerjaan itu,

Waktu persiapan mereka adalah satu tahun dan satu bulan. Selain mempersiapkan kehidupan yang mapan yang didukung oleh sumber daya yang pasti dan tetap, juga perlu memastikan situasi yang aman untuk memulai pekerjaan itu.

Pemerintah (Zerubabel ~ Bupati) dan rohaniwan (Yesua ~ kepala iman) sama-sama memberi perhatian pada pembangunan itu. Pembangunan seutuhnya dimulai dengan persiapan yang baik dan didukung oleh semua pihak.

Roma 15:5-6
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 

07 September 2026

MEMPERPANJANG UMUR

Senin, 7 September 2026
Renungan Pagi 

Amsal 28:16
Seorang pemimpin yang tidak mempunyai pengertian keras penindasannya, tetapi orang yang membenci laba yang tidak halal, memperpanjang umurnya.

 MEMPERPANJANG UMUR

Harapan atas setiap pribadi sejak di dalam kandungan adalah semoga ia selamat dan berumur panjang.

Dalam harapan tentang selamat dan berumur panjang itu ada kandungan doa tentang kesehatan dan kesejahteraan.

Laba yang tidak halal adalah tindakan yang mencari untung dengan mencekik orang lain, sistem yang menindas orang lain - sejajar dengan pengertian yang keras.

Aktivitas memang butuh laba (keuntungan) tetapi tidak harus dalam bentuk keuntungan material. Menjadi teman banyak orang itu sudah keuntungan yang besar.

Memperpanjang umur adalah selalu melakukan tindakan yang menguntungkan semua pihak dan semua orang sehingga keselamatan dan panjang umur itu didoakan oleh semua orang.

Yehezkiel 36:26
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 

06 September 2026

MENYAMPAIKAN KEPADA TUAN

Minggu, 6 September 2026
Renungan Pagi 

Matius 18:31
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

MENYAMPAIKAN KEPADA TUAN

Manusia adalah makhluk yang menanggap dan memberi reaksi atas peristiwa-peristiwa di sekitarnya.

Setiap orang akan membentuk dalam dirinya masing-masing kesan tentang apa yang dilakukan oleh sesamanya. 

Tuhan adalah tuan kehidupan yang kepadanya orang menyampaikan perihal yang ada di hatinya termasuk dalam hal hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya; tetapi tuan itu tahu duduk perkara yang sesungguhnya lebih dari kita bisa memahaminya.

Melaporkan kepada tuan, yaitu Tuhan yang menyertai perjalanan hidup ini, kesedihan itu baik supaya Tuhan yang memberi kekuatan dan petunjuk bukannya dengan hikmat sendiri mengambil langkah sebagai reaksi, yang bisa salah.

Berusahalah bahwa di dalam melakukan kehendak Tuhan, orang akan merasakan kebahagiaan, dan mereka datang kepada Tuhan menceritakan segala perkara itu dan bersama dengannya (dengan mereka semua) diberkati dengan sukacita; berkat yang hanya bisa diberikan oleh tuan yang benar, yaitu Tuhan.

Roma 12:14
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

05 September 2026

KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Sabtu, 5 September 2026
Renungan Pagi

Roma 13:10 
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Inti dasar hukum Taurat adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama; dua keberadaan yang ekuivalen tetapi tidak sejajar sepenuhnya.

Jika seseorang karena kasihnya yang besar kepada seseorang lalu melanggar batas yang seharusnya hanya diberikan kepada Tuhan, maka itu berarti bahwa ia tidak mengasihi Tuhan; demikian juga jika seseorang mengabaikan seseorang karena harus menyatakan kasih kepada Tuhan, maka itu adalah kasih yang tidak kesampaian;.

Tidak berbuat jahat adalah kasih. Berbuat jahat bukanlah kasih walau sering didasarkan pada 'demi kasih' ketika melakukannya.

Hukum taurat adalah aturan yang diberikan Tuhan supaya bangsa Israel dan menjadi berkat bagi sesama. Tujuan utamanya adalah agar manusia menjadi baik dan mengenal batasan-batasan hidup sehingga mereka menjadi pribadi yang dekat dengan Tuhan dan sesama. 

Kegagalan bangsa Israel mencapai tujuan itu adalah karena mereka menjadikan hukum Taurat sebagai tujuan dan bukan sebagai sarana memahami kasih. Jika kasih sudah ada di dalam hati, maka Taurat itu tidak lagi menjadi beban tetapi menjadi sukacita.

Ulangan 6:24-25 
"... TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

BUKAN BERDUSTA

Jumat, 4 September 2026
Renungan Pagi

Amsal 25:11 
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

BUKAN BERDUSTA

Manusia ingin tahu segala segala sesuatu. Semakin banyak informasi yang diketahui, maka semakin dekat pintu untuk orang itu disebut sebagai orang baik.

Pada sisi sebaliknya, semakin banyak informasi yang dimiliki seseorang, maka semakin mudah baginya untuk menjadi jahat; memanupulasi informasi untuk kepentingan sendiri.

Berkata-kata adalah tindakan yang selalu terkait dengan pengetahuan. Semakin banyak pengetahuan seseorang tentang hal yang akan dikatakannya, maka semakin baik orang itu menyampaikan hal tersebut, akan semakin disenangi penyampaiannya itu; seperti buah apel emas di pinggan perak.

Perkataan tepat waktu, yang diibaratkan sebagai apel emas di pinggan perak itu, adalah kemampuan untuk menjaga diri mengatakan sesuatu pada waktu yang tepat. Tidak mengatakan sesuatu itu adalah perak atau emas; diam itu emas. Tetapi sadarlah bahwa tidak semua diam itu adalah emas.

"Apakah engkau tahu tentang siapa yang melakukannya?" Ini pertanyaan yang sering memaksa orang untuk mengatakan sesuatu yang diketahuinya. Jika informasi yang diminta itu akan merusak, maka jangan berkata: "Saya tidak tahu", itu berdusta; tetapi katakanlah: "Saya tidak mau mengatakannya."

Kolose 3:9 
Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya

03 September 2026

UPAH DARI KRISTUS

Kamis, 3 September 2026
Renungan Pagi  

Kolose 3:24
Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

UPAH DARI KRISTUS

Petikan dari nasihat yang disampaikan kepada hamba dalam rangka keharmonisan hidup dalam keluarga di mana orang itu menjadi hamba.

Hamba adalah orang yang bekerja kepada tuannya tanpa upah. Setiap hal dikerjakannya sebagai tugas yang harus dipertanggungjawabkan dengan harga nyawanya sendiri. Semangat ini penting ada pada setiap orang.

Ketaatan kepada tuan akan diberi upah dari Tuhan. Perkara kesetiaan kepada tuan itu menjadi kesetiaan kepada Tuhan.

Banyak orang yang mempertuhankan dirinya, hartanya, jabatannya, dan lain sebagainya. Tuan kehidupan ini hanyalah Tuhan saja.

Mazmur 18:31
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

02 September 2026

MEMENANGKAN PERANG

Rabu, 2 September  2026
Renungan Pagi

Ulangan 1:42 
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah kepada mereka: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang, sebab Aku tidak ada di tengah-tengahmu, nanti kamu terpukul kalah oleh musuhmu.

MEMENANGKAN PERANG

Perang adalah tindakan rohani untuk melakukan perintah Tuhan yang dengannya akan diperoleh berkat dari Tuhan. Orang yang tidak mau berperang akan terus berada di padang pasir kehidupan sebagai pengembara yang tujuannya tidak jelas.

Bagi bangsa Israel yang keluar dari Mesir, mereka diperintahkan untuk berperang dan mengalahkan bangsa Amori yang kemudian ditolak oleh bangsa Israel karena keengganan mereka melakukan perintah itu.

Akibat perlawanan itu, maka mereka dihukum dengan kehilangan kesempatan untuk masuk ke tanah perjanjian dan menikmati janji Allah kepada mereka sejak nenek moyang mereka.

Setelah menyadari bahwa mereka dihukum, kemudian mereka pergi dan bertindak melakukan apa yang telah diperintahkan Tuhan kepada mereka teapi mereka tidak lagi disertai oleh Tuhan.

Perang yang sesungguhnya adalah semangat yang penuh untuk melakukan kehendak Tuhan dan bukan hanya sekedar karena takut dihukum. Perang yang telah dijauhi tidak akan bernilai lagi ketika mau melakukannya lagi.

1 Korintus 15:58 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

01 September 2026

ANAK SINGA MUDA

Selasa, 1 September 2026
Renungan Pagi 

Yehezkiel 19:6
Anaknya ini berjalan-jalan di antara kawanan singa, ia menjadi seekor singa muda; ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.

ANAK SINGA MUDA

Kisah tentang Israel yang diperintah oleh raja-raja yang tiran. Melakukan segala sesuatu seturut maunya sendiri dengan mengandalkan diri pada kekuatannya, tanpa mempedulikan sesama.

Singa muda adalah lambang kekuatan untuk melakukan dan menjalani kehidupan agar ia memimpin kawanan singa itu menemukan makan dan bertumbuh bersama dengan semua kawanan singa. Belajar menerkam adalah gambaran bahwa kekuatan yang ada padanya dipergunakan untuk melukai orang sesuka hatinya.

Singa menelan manusia adalah lambang kesewenang-wenangan yang ditolak oleh Tuhan. Kekerasan kepada sesama adalah bentuk pemberontakan kepada kehendak Allah.

Pengutusan Tuhan menjadi raja bagi umatNya adalah agar ia mempertahankan dan membela umat Allah dalam kekuatan Allah. Seluruh jabatan yang dipercayakan Allah adalah untuk melayani sesama dengan maksud untuk berjalan bersama dengan mereka menemukan kehidupan; jangan menjadi singa yang berjalan-jalan di antara kawanannya sebagai simbol kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Manusia diutus untuk menikmati damai sejahtera dan mengupayakan damai sejahtera bagi semua orang. Orang yang mengupayakan damai diberkati dengan sukacita.

Kolose 3:15
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.