31 Agustus 2026

MEWARISI KEBAHAGIAAN

Senin, 31 Agustus 2026
Renungan Pagi

Amsal 28:10
Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

MEWARISI KEBAHAGIAAN

Semua orang yang beraktivitas di di dunia ini melakukannya demi memperoleh kebahagiaan.

Salah kaprah yang terjadi adalah bahwa kebahagiaan itu adalah standar material sehingga ada orang yang berbahagia melakukan kejahatan, itu demi kebahagiaan, tetapi sesungguhnya kebahagiaan yang sejati sedang mengikis pergi dari hidupnya; dikikis oleh semakin banyak yang kamu dapatkan semakin sedikit yang kamu miliki.

Menyesatkan orang jujur lebih bisa dipahami sebagai menjebak atau menipu orang jujur terlibat dalam hal-hal yang salah lalu terjadi bahwa orang jujur itu akan terbukti kejujurannya dan orang yang menjebaknya akan terjerat sendiri oleh tipuan yang dilakukannya.

Jika orang jujur menjadi jahat, maka itu namanya pemberontakan kepada nilai kehidupan dan itu harus diganjar dengan lubang kebinasaan.

Orang tak bercela adalah orang yang selalu memandang pada Allah, pada kehendak Tuhan dalam segala waktu dan perkara, dan janji Tuhan adalah bahwa mereka akan mewarisi (dan mewariskan) kebahagiaan.

Mazmur 112:1-2
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 

30 Agustus 2026

PERLINDUNGAN HIKMAT

Minggu, 30 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:12
Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

PERLINDUNGAN HIKMAT

Perlindungan hikmat disamakan dengan perlindungan uang, sama-sama mampu memberikan kebebasan dari penderitaan.

Uang melindungi dari kelaparan, haus, ketiadaan tempat tinggal, dan banyak hal lain lagi. Tetapi uang tidak bisa membeli segalanya; itu tidak bisa membeli kebahagiaan, hubungan yang baik, dan lain sebagainya.

Hal yang tidak dibeli dengan uang dapat diperoleh dengan hikmat. Dengan kata lain, perlindungan hikmat lebih besar dari pada perlindungan uang. Hikmat itu bukan hanya melindungi tetapi juga memelihara hidup.

Hikmat memberi petunjuk tentang cara mendapatkan dan mempergunakan uang dengan baik sementara uang tidak dapat membeli hikmat; hikmat itu tidak untuk diperjualbelikan.

Hikmat yang sesungguhnya adalah pemeliharaan Tuhan atas kehidupan ini; hikmat Tuhan adalah kasihNya yang tidak berkesudahan atas umat manusia. Beruntunglah orang yang menyerahkan hidupnya untuk dipeliharakan dalam hikmat Allah.

Kolose 2:3
sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

29 Agustus 2026

KASIH SETIA TUHAN KEPADA YAKUB

Sabtu, 29 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Mikha 7:20
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

KASIH SETIA TUHAN KEPADA YAKUB

Kasih setia yang dimaksudkan adalah kebaikan Tuhan yang memberi ketenangan, kemenangan, dan kesejahteraan kepada Israel; keturunan Yakub, cucu Abraham.

Membaca pasal terakhir kitab ini, memberi pengertian baru bahwa yang dimaksudkan dengan kasih setia Tuhan adalah kesediaanNya untuk memberikan pengampunan kepada umatNya.

Tidak ada keterangan, kemenangan, dan sejahtera yang sesungguhnya dalam kehidupan orang berdosa. Dosa itu menghilangkan damai sejahtera dalam kehidupan umat manusia.

Orang sering mencari damai sejahtera dengan melakukan segala hal yang melanggar kemuliaan Tuhan, mungkin tujuannya tercapai tetapi damai sejahtera menjadi dari keadaan itu.

Allah tidak pernah lalai akan janjiNya dan Ia selalu menyertai umat manusia dengan kasih setia yang besar; sering manusia yang tidak berkenan masuk ke dalam rencana kasih setia Allah.

Efesus 1:7-8
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 

28 Agustus 2026

SEBAB BESOK KITA MATI

Jumat, 28 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 22:12-13
Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: "Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!" 

SEBAB BESOK KITA MATI

Bangsa yang tidak peka pada keadaan hidup berbangsanya dalam statusnya sebagai umat pilihan Allah.

Keadaan mereka berat karena mereka menjauh dari hadirat Tuhan dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan memerintahkan (tidak melalui firman tetapi melalui membaca situasi yang sulit) agar ada perenungan diri yang bersalah dengan menangis, meratap, menggunduli kepala, dan melilitkan kain kabung, supaya mereka bertobat dan hidupnya diberkati.

Bangsa Israel lebih memilih berpikir pintas pada kenyataan bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan mati dengan menikmati hidup sesuai dengan yang ada padanya dan tidak peduli pada kehendak Tuhan.

'Besok kita akan mati' dalam keadaan yang tidak taat kepada Tuhan hanya akan membawa keadaan 'mati dalam dosa' dan baiklah orang hanya berpesta dalam kesadaran bahwa kapan pun kematian tiba, itu berarti mati dalam sukacita Tuhan.

Roma 14:8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

27 Agustus 2026

MENGAJAR DAN PERCAYA

Kamis, 27 Agustus 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 15:11
Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

MENGAJAR DAN PERCAYA

Mengajar adalah tindakan memberitahukan kebenaran kepada yang diajar untuk menjadi pengetahuan.

Pengetahuan itu hendaknya menjadi dasar dari tindakan yang dilakukan sehingga pengetahuan itu menjadi warna seluruh hidup orang yang belajar.

Rasul, dua belas murid Yesus, dan juga Paulus yang diutus kemudian, bertanggung jawab untuk mengajarkan tentang Kristus kepada semua orang. Pengajaran paling hebat yang bisa diberikan kepada anak adalah pelajaran iman.

Paulus mau menegaskan bahwa dasar dari pemberitaan Injil (yang disebut sebagai mengajar itu) hanya karena kepercayaan dari Kristus dan tidak maksud yang lain.

Pengajaran yang berhasil adalah ketika orang yang diajar menjadi percaya kepada Tuhan; demikian juga orang belajar yang berhasil adalah mereka yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

26 Agustus 2026

DISUCIKAN, DIMURNIKAN, DAN DIUJI

Rabu, 26 Agustus 2026
Renungan Pagi

Daniel 12:10 
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 

DISUCIKAN, DIMURNIKAN, DAN DIUJI

Disucikan adalah proses membersihkan kotoran dari luar sehingga sungguh-sungguh bersih dari segala kotoran yang melekat padanya. Bahkan pada cela-cela terkecil sekali pun, noda sekecil apa pun harus dijauhkan dari kehidupan ini.

Dimurnikan adalah proses pelarutan dengan mencairkan dengan api (atau cara lainnya) sehingga unsur lain yang menyatu dalam benda itu terpisahkan oleh proses terbakar atau membeku, atau melalui terpisah secara kimia yang selanjutnya diuraikan sehingga hanya unsur yang sama (yang diinginkan) yang ada dalam suatu yang telah berproses itu.

Diuji adalah tindakan untuk memastikan kesucian dan kemurnian dari sesuatu sehingga memiliki kualitas dan nilai yang tinggi. Orang yang tidak bersedia mengikuti ujian untuk penentuan tingkat keberhasilan dari program yang diikutinya dinyatakan gagal dalam program itu, walau sebenarnya dia mempunyai kemampuan yang hebat.

Penyuciab, pemurnian, dan pengujian adalah supaya segala bentuk kejahatan tidak ada di dalam diri orang percaya, baik itu yang sifatnya kekerasan, penipuan, kesombongan, iri hati, dan bentuk-bentuk lain yang tidak berkenan kepada Tuhan dalam kehidupan ini.

Orang-orang bijaksana memahami bahwa hidup ini sedang dalam proses penyucian, pemurnian, dan pengujian dari waktu ke waktu lalu menjadi lebih dan lebih baik lagi pada setiap proses yang dijalani.

Roma 12:2 
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

25 Agustus 2026

SEBAB TUHAN MENYERTAI ENGKAU

Selasa, 25 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Samuel 7:3
Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau."

SEBAB TUHAN MENYERTAI ENGKAU

Pernyataan persetujuan nabi Natan kepada rencana raja Daud untuk membangun bait untuk Tuhan.
-- yang disimpulkan oleh nabi Natan sebagai hidup yang selalu disertai oleh Tuhan.

Orang yang disertai Tuhan itu selalu menginginkan melakukan yang baik demi kebaikan; Daud, sebagai raja atas orang Israel, ingin membangun bait untuk tempat beribadah bagi kemuliaan nama Tuhan.

Daud disertai oleh Tuhan bukan karena Daud itu lebih baik dari orang lain tetapi karena hatinya yang selalu memikirkan yang berkenan dan melakukan segala yang terbaik tidak untuk suatu tujuan tertentu selain karena ia punya kesungguhan hati untuk mengutamakan Tuhan.

Orang yang disertai Tuhan akan senantiasa didukung oleh kehidupan. Caranya bukan dengan berusaha agar kelihatan baik melainkan dengan segala upaya untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup ini.

Kisah akhirnya, Daud tidak diperkenankan Tuhan untuk membangun Bait Suci tetapi ialah yang mempersiapkan segalanya sehingga pembangunannya dapat terlaksana oleh Salomo.

Yesaya 41:13
Sebab Aku ini, Tuhan , Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

24 Agustus 2026

KAMU SAMA SEPERTI AKU

Senin, 24 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Galatia 4:12
Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.

KAMU SAMA SEPERTI AKU

Keduanya, jemaat di Galatia dan Paulus, memiliki kesamaan, sama-sama baik; mungkin lebih tepat sama-sama menjadi baik dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Kesaksian hidup yang harusnya dimiliki oleh setiap orang adalah belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. Kebaikan yang bukan pura-pura.

Paulus bersaksi bahwa jemaat Galatia itu baik dan ia berusaha menjadi sama dengan baiknya dengan jemaat. Kebaikan tidak cukup untuk dikatakan tetapi dilakukan.

Kesalahan terbesar yang bisa terjadi adalah menipu atau mencurangi orang baik dengan berkedok kebaikan yang ternyata hanya untuk mencari keuntungan atau demi pemenuhan maksud tersendiri; hati-hati menjadi orang baik sebab itu rawan untuk ditipu tapi walau bagaimana pun tetaplah menjadi orang baik.

Harapan Paulus dari jemaat agar jemaat menjadi sama dengan dirinya, 'jadilah sama dengan aku' itu, adalah agar jemaat bukan hanya menjadi baik demi kebaikan itu sendiri tetapi untuk pelayanan yang tulus kepada Tuhan.

Mazmur 125:4
Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati

23 Agustus 2026

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Minggu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi

Yeremia 26:2 
Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun!

MENDENGARKAN SELURUHNYA

Seandainya nabi disuruh menyampaikan hal yang baik bagi umat, maka tentu saja tantangan untuk melakukannya kecil, mungkin hanya faktor malas yang biasanya terjadi dalam bentuk ditunda-tunda. Tetapi jikalau tugas itu adalah untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya hukuman sebagai bentuk teguran atas dosa-dosa yang telah dilakukan, maka tugas itu pasti akan terasa sangat berat dan sulit.

Seorang pekerja (hamba Tuhan) yang baik adalah mereka yang walau harus disingkirkan oleh orang-orang yang dilayaninya, namun ia tetap melakukan tugasnya dengan setia untuk menyampaikan firman Tuhan kepada umat Tuhan yang dilayaninya.

Nabi diminta untuk menyampaikan seluruh firman Tuhan tanpa mengurangi sepatah kata pun. Tidak ada hal yang harus disembunyikan dalam pemberitaan firman Tuhan; tentu saja tidak untuk mempermalukan orang tetapi untuk mengingatkan orang tentang kesalahan yang mereka lakukan.

Pada sisi yang lain, ada umat Tuhan yang sering hanya mau mendengar yang baik (sanjungan, pujian, dan sejenisnya) dan tidak mau mendengarkan jika kemunafikannya, ketidaksetiaannya kepada Tuhan, kesombongannya ditegur.

Mari seimbangkan hubungan bahwa nabi itu diutus untuk menyampaikan firman secara penuh dan utuh, maka umat juga semestinya bersedia mendengar seluruh firman Tuhan dan tidak hanya mendengarkan yang disukainya saja.

2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

22 Agustus 2026

MATERAI ORANG BERIMAN

Sabtu, 23 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

MATERAI ORANG BERIMAN 

Disebut dasar sebab itu yang melandasi hidup manusia untuk sampai kepada hidup yang kekal; hidup yang tetap sejahtera dalam segala perkara, baik suka maupun duka.

Teguh artinya tidak goyah dan tidak akan bisa ditumbangkan oleh apa pun, tidak oleh rayuan pun tidak oleh desakan kebencian.

Materai (tanda legal yang bersifat hukum) iman itu ada dua, yang pertama adalah Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Semua orang ada dalam kuasa mutlak Tuhan atas segala sesuatu tetapi istilah kepunyaan Tuhan itu adalah dari respons sepenuhnya dari orang yang sadar bahwa ia milik Tuhan untuk berserah kepada Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Materai kedua menegaskan materai pertama yang isinya ialah bahwa siapa yang menyebut nama Tuhan hendaklah (kesediaan dari dalam diri) meninggalkan kejahatan. Orang yang tidak melakukan kejahatan hanya karena takut pada hukum atau karena gila hormat atau demi pengakuan dari manusia berarti belum memenuhi materai yang kedua.

Orang beriman itu baik dan selalu (rajin) melakukan kebaikan itu untuk memuliakan Tuhan yang padaNya segala karya terbaik telah dan selalu dilakukanNya kepada milik kepunyaanNya.

Ulangan 7:9
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan

21 Agustus 2026

PADA HARI INI JUGA

Jumat, 21 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Rut 3:18
Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

PADA HARI INI JUGA

Kesan Naomi setelah Rut, menantunya, sampai kepadanya dan menceritakan tentang Boas yang didatanginya sebelumnya.

Rut tidak mengerti banyak sebab ia tidak satu budaya dengan mertuanya tetapi ia mengerti apa yang disampaikan kepadanya.

Duduk saja menanti bukanlah tindakan pasif, tetapi sikap pasrah (kepada Tuhan) setelah melakukan yang harus dilakukan.

Sampai mengetahui kesudahannya adalah kesadaran bahwa keputusan dan keadaan terakhir itu bukan harus sesuai harapan kita tetapi pada kenyataan yang terbaik bagi semua orang.

Orang itu (Boas) tidak akan berhenti sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga bukanlah soal terburu-buru atau gegabah tetapi soal prioritas yang utama. Hanya pekerjaan yang diprioritaskan yang diharapkan hasil terbaik dari padanya.

2 Timotius 2:15
Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

19 Agustus 2026

SEGALA MACAM PENGERTIAN

Kamis, 20 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Filipi 1:9
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian

SEGALA MACAM PENGERTIAN 

Ayat ini dan beberapa ayat selanjutnya memuat doa Paulus bagi jemaat Filipi yang dirindukannya; pertanda bahwa ada ikatan kasih antara mereka.

Segala macam pengertian dan pengetahuan yang benar adalah dasar dasar dari kasih yang melimpah. Tanpa dasar itu, kasih bisa tidak mencapai sasaran tetapi menjadi salah arah.

Segala macam pengertian dimulai dari pengetahuan yang benar sebab pengertian itu berdasarkan pengetahuan yang benar. Sering orang yang berpengertian salah memahami situasi karena informasi yang disampaikan tidak benar.

Segala macam pengertian berarti dapat memahami perkara dari berbagai sudut pandang; ada orang pintar tetapi tidak berpengertian sebab ia berpikir bahwa segala hal harus sesuai dengan pengetahuannya dan pengalamannya sehingga orang lain yang tidak sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, dan harapannya harus salah dan dia saja satu-satunya kebenaran.

Kasih itu dihalangi oleh ketiadaan segala macam pengertian. Maksudnya kasih, tetapi tidak ada pengertian, maka itu akan salah dipahami; kasih yang tidak diterima dengan segala macam pengertian pun tidak akan diterima dengan baik.

Amsal 11:19
Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. 

BUKAN HANYA HAMBAMU

Rabu, 19 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 4:5
Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

BUKAN HANYA HAMBAMU

HambaNya (hamba Tuhan) adalah sebutan yang secara umum dapat dipakai bagi semua manusia sebab orang harusnya menghambakan diri kepada Tuhan yang dari padaNya berasal seluruh hidup manusia.

Manusia tidak mengenal Allah secara penuh dan karena itu banyak yang tidak mencarinya sehingga semakin jauh dari hadirat Tuhan.

Allah sendiri memperkenalkan dirinya di dalam Yesus Kristus dan ini tidak tersampaikan kepada seluruh manusia dan karena itu ada orang-orang yang secara khusus ditugaskan untuk memberitakannya kepada dunia; orang-orang inilah yang secara khusus disebut sebagai hambaNya dalam kehidupan sehari-hari.

Hamba Tuhan adalah terjemahan kata rasul (orang yang diutus) yang mempunyai tugas khusus untuk memperkenalkan Tuhan kepada seluruh dunia. Tetapi Paulus memperkenalkan diri dan rekan-rekan sekerjanya sebagai hamba bagi orang Korintus tidak untuk menyatakan dirinya sebagai 'hamba' yang dapat disuruh berbuat apa saja melainkan dalam kehadiran mereka yang tidak mengharapkan imbalan dari jemaat.

Paulus menyatakan diri sebagai 'hambamu' bagi orang-orang Korintus adalah bukti kesungguhan hati mereka melakukan tugas itu di tengah-tengah mereka.

Efesus 6:8
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

18 Agustus 2026

KEDUKAAN TERBESAR

Selasa, 18 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 12:21
Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

KEDUKAAN TERBESAR 

Direndahkan belum tentu berarti rendah. Orang yang direndahkan tetapi bisa tetap bersabar adalah orang yang tinggi sebab kesabarannya.

Paulus merasa akan direndahkan, bukan karena ia rendah dalam arti tidak melakukan tugasnya dengan baik melainkan karena pekerjaannya tidak berhasil di antara orang-orang di jemaat Korintus.

Berdukacita terhadap banyak orang berarti bahwa ada rasa tidak bahagia bukan kepada banyak orang itu melainkan karena orang banyak itu.

Kedukaan terbesar yang dialami oleh seseorang adalah ketika melihat orang yang dikasihinya dan yang diusahakan untuk diperbuat yang terbaik bagi mereka ternyata tidak berbuah apa-apa.

Penghiburan bagi mereka yang berduka karena kekasih-kekasihnya yang tidak berada di dalam kebenaran yang telah diupayakannya akan dihargai pada karyanya sebagai yang tidak sia-sia baginya walau sia-sia bagi semua orang dikasihinya itu.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

17 Agustus 2026

BERLIMPAH DENGAN KEBAJIKAN

Senin, 17 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Zakharia 1:17
"... Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula." 

BERLIMPAH DENGAN KEBAJIKAN

Kota-kota Tuhan adalah Yerusalem dan seluruh kota yang dibangun kembali oleh orang yang Israel yang telah kembali dari pembuangan.

Berlimpah-limpah adalah keadaan lebih dari yang dapat digunakan; semakin banyak kelebihannya semakin disebut melimpah. Ini sebenarnya menggambarkan piring atau cawan atau wadah lainnya yang tidak dapat memuat semua yang ada untuk ditampung olehnya.

Kebajikan adalah perbuatan baik yang dilandasi oleh motivasi yang baik, bahkan bisa jadi cara melakukannya sepertinya tidak baik tetapi itu dilandasi oleh motivasi yang baik, maka itu adalah kebajikan yang jauh lebih baik dari sesuatu yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi sebab maksud yang kurang baik.

Menghiburkan Sion adalah terwujudnya penyertaan Allah bagi Israel sehingga mereka tidak seperti janda yang serba kesulitan melainkan seperti isteri yang kebutuhan hidupnya terpenuhi serta berada dalam keadaan aman dan tenang. Memilih Yerusalem lagi adalah pernyataan bahwa Allah yang memilih mereka dan bukan mereka yang memilih Allah.

Berlimpah-limpah dengan kebajikan bukanlah terutama untuk membujuk Tuhan menghiburkan Sion atau untuk memilih lagi Yerusalem melainkan untuk mensyukuri kebajikan Tuhan yang diberikanNya kepada bangsa yang dikasihiNya.

1 Tesalonika 4:1
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

16 Agustus 2026

KETEKUNAN ORANG-ORANG KUDUS

Minggu, 16 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 14:12
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

KETEKUNAN ORANG-ORANG KUDUS

Tekun artinya melakukan terus menerus sesuatu dengan tidak lalai karena pertimbangan apa pun.

Pemberitahuan tentang perlunya ketekunan orang kudus dalam penglihatan rasul Yohanes terkait dengan adanya tempat yang disediakan bagi mereka yang menyebabkan murka Allah.

Maksudnya supaya untuk terbebas dari cawan murka Allah, maka orang kudus harus berada dalam ketekunan melakukan perintah Tuhan Yesus Kristus.

Godaan ketekunan adalah melakukan segalanya menjadi kesempatan untuk memuliakan diri atau untuk mendapatkan keuntungan dalam pelayanan itu, baik itu untuk memperoleh kuasa, nama yang berpengaruh, pemenuhan kepentingan diri sendiri, maupun keuntungan material.

Ketekunan orang-orang kudus yang benar hanyalah mereka yang melakukan perintah Kristus dan iman kepada Yesus. Ketekunan yang tidak diwarnai ketaatan pada perintah Kristus dan tidak didasari oleh iman kepada Yesus bukanlah ketekunan orang-orang kudus; tidak tahu istilah yang tepat untuk mengatakannya.

Ibrani 10:36
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

15 Agustus 2026

HINGGA IA CELAKA

Sabtu, 15 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 8:9
Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.

HINGGA IA CELAKA

Manusia berusaha untuk mencari sejahtera dalam hidupnya; kesenangan dengan segala kenyamanan yang menunjang hidupnya.

Secara naluri setiap orang untuk memperjuangkan hidupnya ke kesejahteraan hidup dengan memiliki segala hal untuk menunjang hidupnya.

Fasilitas penunjang hidup itu pada akhirnya juga mencakup orang-orang yang ada di sekitarnya sehingga itu berubah menjadi tirani. Semakin menguasai sebanyak mungkin orang lain, maka semakin banyak juga kesejahteraan untuk diperoleh dengan mudah.

Penguasaan atas orang lain akan membuat kecelakaan. Secara kasat mata, celakalah mereka yang hidup di ujung telunjuk (kekuasaan) orang lain sebab hidup mereka seakan tak bermakna bagi penguasa itu; walau mereka dalam kekecilan mereka sudah menjadi yang terhebat berada di dalam tangan sang penguasa, tetapi sesungguhnya yang celaka adalah mereka yang menggunakan kuasa atas orang lain sebab mereka tanpa sadar menghisap keringat bahkan darah dari sesamanya yang penyakit menahun dalam diri dan hidup mereka. Jika kekuasaan itu menjadi tiran, mereka (penguasa itu) selalu dikutuk oleh dunia di mana dia hidup.
 
Kesejahteraan yang sesungguhnya adalah ketika orang dengan segala kekuatannya melayani dan mengasihi orang lain. Mereka diberkati sebab roh orang-orange selalu mengingat mereka dalam kasih lalu menjadi doa yang menunjang hidup mereka dengan sejahtera yang sesungguhnya; tenang di tengah-tengah manusia; bahagia di hadapan Tuhan.

Yakobus 3:17
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

14 Agustus 2026

BERGERAK TIDAK PADA WAKTUNYA

Jumat, 14 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Hosea 13:13
Sakit beranak mendahului kelahirannya, tetapi ia adalah seorang anak yang tidak bijaksana; sebab tidak pada waktunya ia bergerak, bila waktunya tiba, ia tidak mau keluar dari kandungan ibu.

BERGERAK TIDAK PADA WAKTUNYA

Manusia adalah makhluk hidup sehingga bergerak adalah ciri yang harus ada padanya sebagaimana itu adalah ciri setiap makhluk hidup.

Tidak bergerak berarti bukan manusia aktif (baca: malas) atau bahkan bisa dikira mati. Bergerak itu perlu untuk menandakan hidup dan bergeraklah yang menghidupkan.

Bergerak yang dilakukan jabang bayi pertanda waktu kelahirannya menyebabkan rasa sakit pada ibu yang akan melahirkan; tetapi jika itu bukan pada waktunya, maka itu hanyalah gerakan yang akan menyakiti.

Tidak mau keluar dari kandungan pada waktunya itu berisiko berat sebab bisa menyebabkan kematian bagi salah satu atau pada keduanya, baik anak yang di dalam kandungan maupun ibu yang mengandungnya.

Menjadi bijaksana adalah menyadari bagaimana bergerak sehingga kehidupan terbentuk karenanya. Atau kalau dibutuhkan, maka gerakan itu biarlah menyakitkan untuk melahirkan sesuatu yang baik dan bukan hanya untuk menyakiti dan tidak lahir sesuatu apa pun; penderitaan yang sia-sia.

2 Korintus 4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

13 Agustus 2026

KEGENTARAN YANG DARI ALLAH

Kamis, 13 Agustus 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 14:15
Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

KEGENTARAN YANG DARI ALLAH

Keadaan perang antara Israel dan Filistin yang dimenangkan oleh Filistin. 

Kekalahan Israel dipahami sebagai kesalahan Yonatan yang melanggar nazar Saul. Kesalahan yang terjadi di luar pengetahuan Yonatan.

Yonatan dan pasukannya dikalahkan dalam pertempuran sengit yang tidak seimbang dalam waktu sesaat saja.

Kekalahan itu menimbulkan kegentaran pada seluruh orang Israel, sebuah kegentaran yang digambarkan sama seperti kegentaran yang dari Allah.

Kegentaran kepada Allah adalah keadaan gentar yang sangat hebat sebab kemahakuasaan Allah yang tidak terbendung oleh apa pun.

Lebih baik menghadapi kegentaran yang dari manusia dari kegentaran yang dari Tahun tetapi manusia sering lebih lebih takut kepada sesamanya dari pada kepada Tuhan.

Mazmur 118:8
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 

12 Agustus 2026

DIPILIH SEKALI LAGI

Rabu, 12 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yesaya 14:1
Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub.

DIPILIH SEKALI LAGI

Dipilih biasanya untuk tugas tertentu yang bisa dilakukannya; bisa karena ada kualifikasi pada dirinya atau karena sungguh dikasihi oleh yang memilih.

Bangsa Israel dipilih bukan karena kualifikasi melainkan karena Tuhan menyayangi mereka sepenuhnya dengan harapan bahwa mereka juga akan membawa umat manusia dari segala bangsa kepada Sang yang Memilihnya itu.

Status banga pilihan ada status istimewa mereka yang seharusnya lebih diwarnai dengan penghormatan kepada Tuhan dan bukan pada status mereka sebagai banga pilihan.

Dipilih sekali lagi bisa berarti bahwa yang telah dipilih itu gagal dalam tujuan pemilihannya dan dipilih sekali lagi adalah pertanda kasih yang besar.

Pada sisi sebagai manusia, jika pemilih yang salah menetapkan pilihan dan ternyata bahwa yang telah dipilih itu adalah kesalahan, maka itu berarti bahwa dipilih sekali lagi menunjukkan kualitas dari orang yang dipilih sekali lagi itu.

Allah tidak pernah salah pilih; pilihannya selalu yang terbaik dan karena itu jangan mau menjadi orang yang dipilih sekali lagi oleh Tuhan sebab merasa sebagai orang pilihan.

Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

11 Agustus 2026

IKAN MEMUNTAHKAN YUNUS

Selasa, 11 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yunus 2:10
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

IKAN MEMUNTAHKAN YUNUS

Dari darat ke laut, dari laut ke pusat lautan, bahkan ke dunia orang mati, dan terakhir dari dalam pusat lautan kembali ke darat.

Ikan besar yang menelan Yunus adalah media Allah yang di dalamnya terpadu hukuman atas penolakan Allah tetapi juga kuasa untuk menahan kematian; kepastian bahwa kuasa Allah itu besar.

Kuasa Allah itu melampaui logika manusia. Ikan yang menelan manusia dan tinggal di pusat lautan tetapi manusia yang di dalam perut ikan itu tidak mati adalah perkara yang sangat tidak masuk akal. Iman harus diterima sebagai sesuatu yang di atas akal manusia. 

Sikap manusia membuat perputaran roda kehidupan bergeser dari darat ke laut bahkan ke dasar laut; ke dunia orang mati. Tetapi kasih Allah mengembalikan manusia ke darat; kuasa firman Tuhan pun didengarkan oleh ikan.

Manusia (baca: Yunus) itu makhluk darat dan ia harus kembali ke darat untuk melakukan tugasnya, mewartakan kasih Allah yang besar kepada dunia,

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

10 Agustus 2026

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Senin, 10 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 7:15
Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.

HIDUPKU YANG SIA-SIA

Hidupku yang sia-sia adalah ungkapan yang dipakai oleh Pengkhotbah (Salomo-?-) untuk menggambarkan keadaan umum manusia yang sepertinya tidak menggapai hidup yang bermakna di dunia ini.

Segala hal yang dilihat semuanya hanya mengarah pada manusia dalam dua kategori manusia dan dua keadaan; manusia dikategorikan menjadi orang saleh dan orang jahat. Setiap orang mengharapkan umur panjang.

Manusia ada dalam takdir yang sama, pada akhirnya akan mati. Jika hidup untuk waktu yang lama adalah kehormatan, maka dua kategori yang dikemukakan adalah orang saleh yang mati binasa dan orang jahat yang hidup lama.

Hidup perlu diperjuangkan untuk berlangsung lama dan manusia memperjuangkan hidup itu dalam dua cara sesuai dengan kategori manusia, entah dalam kesalehan atau kejahatan.

Mati binasa dalam kesalehan itu bukan berarti bahwa hidup saleh itu salah tetapi mau mengatakan bahwa banyak manusia tidak bisa menerima kesalehan sehingga membunuhnya; hidup lama tanpa kesalehan itu hidup yang sia-sia dalam hidup yang hidup yang sia-sia ini 

2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

09 Agustus 2026

TUHAN MENUJUKAN HATI

Minggu, 9 Agustus 2026
Renungan Pagi 

2 Tesalonika 3:5
Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

TUHAN MENUJUKAN HATI

Tuhan menujukan hati manusia kepada kasihNya. Itulah karya Allah yang terus terjadi dalam dan bagi kehidupan manusia dalam segala perkara yang terjadi walau bagi manusia itu kelihatan rumit dan sulit dipahami.

Istilah 'tetap' bukan berarti bahwa Tuhan bisa berhenti melakukannya atau beralih tetapi bahwa manusialah yang kurang mengarahkan hati dan hidupnya pada rencana Tuhan sehingga manusia terpisah dari kasih Allah itu.

Kasih Allah itu sumber hidup manusia sebab hidupnya memang berasal dari Allah, hidup adalah anugerah, dan tetap ada karena Allah yang mengasihinya.

Hati ditujukan kepada ketabahan Kristus hendak mengingatkan bahwa hidup beriman itu dipenuhi dengan penderitaan yang harus ditanggung. Ketabahan Kristus adalah rela menderita sampai mati untuk menyelamatkan manusia.

Hati yang tertuju kepada ketabahan Kristus adalah hati yang selalu mengenal dan mensyukuri kasih Allah dan selalu taat dan setia kepada panggilan keselamatan dalam Kristus; memikul salib setiap hari.

Pengkhotbah 7:8
Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.

08 Agustus 2026

TIDAK SEPERTI SEDIANYA

Sabtu, 8 Agustus 2026
Renungan Pagi 

1 Samuel 13:13
Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

TIDAK SEPERTI SEDIANYA 

Teguran Samuel kepada Saul yang mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan ketika bangsa Israel meningkalkannya karena takut kepada pasukan bangsa Filistin. Korban itu seharusnya dipersembahkan oleh Samuel.

Hal yang sedianya berarti perkara yang sudah dirancang, diatur, diadakan, dan dipersiapkan untuk tujuan tertentu atau untuk alamat tertentu. Bagi Saul disediakan kerajaan yang kokoh atas Israel.

Pemilihan Tuhan itu sempurna dan lengkap, tidak hanya untuk sementara. Siapa yang dipilihnya, maka itu dipersiapkan untuk sesuatu berkat yang besar.

Sesuatu yang dilakukan oleh manusia itu benar sesuai dengan cara berpikirnya masing-masing tetapi hanya yang dilakukan sesuai dengan perintah Tuhan yang adalah perbuatan pandai.

Panik yang membuat manusia sering salah bertindak. Sebab itu belajar menjadi tenang itu jauh lebih baik dari pada melakukan tindakan-tindakan yang walau kelihatan baik-baik saja tetapi sesungguhnya melanggar.

2 Tesalonika 3:6
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 

07 Agustus 2026

OLEH ROH DAN KARENA IMAN

Jumat, 7 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Galatia 5:5
Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

OLEH ROH DAN KARENA IMAN

Kebenaran itu adalah sesuatu yang datang dan mewujud bukan sesuatu yang ada dan diwujudkan.

Oleh Roh berarti bukan oleh roh, dari menyertakan Tuhan dalam segala yang dilakukan dan bukan melakukan segala sesuatu menurut kehendak manusia.

Karena iman berarti menjadikan Tuhan sebagai tujuan hidup dan menjadikannya dasar segala perihal hidupnya di dunia ini.

Kebenaran itu adalah sesuatu yang diharapkan berarti bahwa ada sesuatu yang hendak dicapai karenanya.

Kebenaran yang diharapkan adalah panduan hidup yang membawa kepada Tuhan sebagai sumber kebenaran yang membawa pada kebenaran.

Matius 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

06 Agustus 2026

PERJALANAN YANG SELAMAT

Kamis, 6 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Ezra 7:9
Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh karena tangan murah Allahnya itu melindungi dia.

PERJALANAN YANG SELAMAT

Lamanya perjalanan itu adalah empat bulan penuh. Perjalanan rombongan Ezra dimungkinkan untuk dipikirkan sebagai perjalanan yang dilakukan bersama dengan anak-anak dan ternak sehingga agak lambat.

Medan perjalanan yang sama diyakini oleh banyak orang sebagai jalur yang ditempuh oleh orang-orang Majus ketika menyambut kelahiran Yesus di Betlehem tetapi dalam waktu yang lebih singkat dari perjalanan Ezra.

Perjalanan Ezra dan rombongannya dilakukan dalam bingkai situasi kekacauan bangsa-bangsa yang bisa menjadi ancaman dari berbagai hal bagi yang berjalan dalam keadaan tak berkelengkapan; perjalanan bagi Tuhan yang hanya dilakukan dalam penyerahan penuh kepada Tuhan.

Perjalanan bagi Tuhan itu tidak pernah adalah perjalanan yang 'aman' apalagi nyaman; bahkan butuh waktu tetapi setiap orang yang melakukan perjalanan Tuhan akan selamat sampai ke tujuan.

Empat bulan berjalan dalam rombongan yang besar melintasi daerah bangsa- bangsa asing adalah perjalanan yang tidak mudah tetapi jika itu adalah perjalanan yang dilakukan bagi Tuhan, perjalanan yang dilindungi oleh Tangan Penuh Kemurahan, maka itu pasti berhasil.

Yudas 1:21
Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

03 Agustus 2026

KEMUDIAN YANG TERAKHIR

Rabu, 5 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Keluaran 1:6
Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia. 

KEMUDIAN YANG TERAKHIR

Sejarah hidup manusia adalah rangkaian zaman dengan orangnya masing-masing dalam pewarisan kisah dari orang sebelumnya kepada orang yang ada setelahnya.

Kematian Yusuf dan saudara-saudaranya serta orang yang seangkatan bisa mengacu pada tujuh puluh dua orang yang masuk ke Mesir bersama-sama pada awal terbentuknya bangsa Israel di Mesir.

Dengan berakhirnya zaman Yusuf dan orang-orang yang seangkatan berarti hilangnya hubungan moral dan ikatan primordial antara Israel dan Mesir.

Menjadi generasi perlu mengenal situasi zaman sehingga dapat memberi warna pada zamannya sehingga tiap orang menjadi pribadi yang memperjuangkan hidup pada zamannya masing-masing.

Israel setelah kemudian terakhir bagi Yusuf dan orang-orang yang seangkatan dengannya harus tetap berjalan sebagai bangsa yang hanya ada dan akan tetap ada dalam perjuangan bersama Tuhan.

Mazmur 73:26
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

MENGINGAT PERBUATAN TUHAN

Selasa, 4 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 77:12
Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.

MENGINGAT PERBUATAN TUHAN

Tentu saja yang diingat adalah sesuatu yang telah dialami. Tidak semua yang telah terjadi dapat diingat dengan baik; bisa ada bagian yang terhilang dari ingatan dan bisa ada yang salah diingat.

Mengingat yang baik itu bukan tentang apa yang telah dilakukan sebab itu akan membawa manusia pada dua hal, yaitu kesombongan sebab mau menonjolkan diri sebagai yang hebat dan kebohongan untuk menutupi kekurangan dan kelemahan di hadapan orang lain; dua hal ini kesombongan dan kebohongan adalah awal dari dengki, iri hati, kecemburuan, kemunafikan, dan pementingan diri dan kelompok.

Zaman purbakala itu tentu tidak menjadi pengalaman pribadi manusia tetapi menjadi warisan kisah yang menjadi latar belakang masa sekarang sehingga dia terus menjadi dasar sejarah keberadaan manusia pada masa kini.

Jika kisah dari zaman purbakala yang diceritakan adalah tentang kehebatan manusia, maka orang akan tertantang untukk{d memperlombakan kehebatan di masa sekarang sehingga yang akan terjadi hanyalah kekacauan orang-orang yang memperebutkan kekuasaan.

Kisahkanlah perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan dari masa ke masa sehingga mereka yang nantinya akan mengenal zaman sekarang ini sebagai zaman purbakala pada zamannya wewarisi hati yang selalu bersyukur dalam kerendahan untuk membalas kebaikan Tuhan.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

PERLU PEMISAHAN ~ PENCIPTAAN HARI KEDUA

Senin, 3 Agustus 2026
Renungan Pagi

Kejadian 1:6-8
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

PERLU PEMISAHAN ~ PENCIPTAAN HARI KEDUA

Pemisahan itu adalah demi adanya ruang untuk bisa terjadi kehidupan bagi manusia. Yang dipisahkan adalah hal yang sama, air dari air, sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipisahkan. 

Menunjukkan betapa kuasa Allah itu hebat; ke tengah air yang banyak itu kemudian seperti disisipkan selenbar kain yang tembus pandang bahkan seperti tidak ada tetapi tidak tembus air lalu kain itu diangkat dan membentuk ruang di antara air yang ada di atas dengan air yang ditinggalkan di bawah. Bentangan pembatas itu bahkan punya kemampuan mengubah air itu menjadi bentuk lain.

Pemisahan ini mengingatkan bahwa manusia butuh ruang untuk hidup dan Allah memberi kemungkinan untuk terwujudnya ruang untuk kehidupan dengan memisahkan atas dan bawah. Jika atas dan bawah tidak bisa dipisahkan manusia, ia lupa bahwa ia ada di bawah, bukan di langit di atas, maka ia sesungguhnya tidak hidup di bumi, bagian dari air yang di bawah.

Pada sisi lain, pemisahan air dari air memberi kesadaran bahwa di atas manusia ada ruang yang jauh lebih luas dan lebih besar dari duniamu sendiri sehingga jangan berpikir bahwa seluruh ruang adalah milikmu sendiri.

Langit itu hanya batasan dan kuasa Allah itu tidak terbaras sehingga semakin orang sadar akan pemisahan dari dari langit, maka ia semakin manusia. Semakin sadar manusia akan ruang gerak yang hanya diberi di bawah langit, semakin ia tahu bahwa hidup yang berkenan hanyalah kerendahan hati untuk mengingat bahwa air saja harus dipisahkan dari air sehingga kelak akan ada waktu untk kehidupan bergera di dalamnya.

Efesus 5:15-16 
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

KESUNYIAN TERSEMBUNYI DI UJUNG WAKTU

KESUNYIAN TERSEMBUNYI DI UJUNG WAKTU

Ketika kaki melangkah di putaran waktu,
matahari tersenyum memberi kehangatan sehingga kemudian itu menjadi terik yang menyengat.

Penat dan panas kemudian teradu oleh senja yang sejuk dan mengilaukan cahaya keemasan. Suasana tenang dan syahdu darinya mengingatkan tentang rindu rumah kepada semua insan.

Malam datang memeluk dengan kebekuannya yang dingin dan kelam, bahkan sering menjadi kengerian hebat dengan tipuan-tipuan manis bagi insan yang butuh terlelap.

Hidup selalu terancam oleh terik mentari tetapi juga oleh kegelapan malam. Matahari dan rembulan bukanlah sinar yang sesungguhnya tetapi hiduolah yang harus bersinar lebih terang.

Perjalanan harus berhenti pada batasnya dan perjalanan waktu biarlah terus berproses dan berputar menghidupkan yang menghargai kehidupan.

Ada ruang kecil di sana, di ujung waktu yang harus berhenti. Rindu pada canda tawa dan tangis tetapi juga pada kenyataan tidak dirindukan; aneh untuk mengatakan tentang rindu pada tidak dirindukan - bukan pada ketidakrinduannya tetapi pada kenangan bahwa itu terkadi di sini.

Sekelumit ucapan bibir tentang 'tidak berkenan' atau 'tidak layak' yang menusuk kalbu semoga tidak pernah terucap oleh waktu di mana kerinduan akan mengisi hari-hari terakhirnya.

Biarlah dia pergi dengan kesunyiannya dan tidak usah dirindukan sebab ujung waktu pun tidak akan pernah membawanya kembali ke waktu yang telah dijalaninya di sini.

Hanya berharap mentari tetap tersenyum di ujung waktu yang lainnya dan pertapakan waktu memjemput untuk pergi ke ujung waktu yang lain lagi.

Kesunyian itu hanya ilusi.

02 Agustus 2026

IBADAH ORANG BERPURA-PURA

Minggu, 2 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Kolose 2:18-19
Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, 
sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.

IBADAH ORANG BERPURA-PURA

Kemenangan yang dimaksud adalah bebas dari tekanan dosa dan bersyukur sepenuhnya kepada Allah yang menganugerahkan keselamatan kepada dunia.

Kemenangan yang gagal biasanya terjadi karena kelalaian; tidak tekun pada komitmen dan rambu-rambu yang harus dilalui; tidak berpegang teguh kepada Allah.

Pihak yang menggagalkan kemenangan adalah mereka yang berpura-pura merendahkan diri, berarti hakikatnya adalah orang sombong; yang suka membesarkan diri bahkan lebih besar dari 'rencana Allah'.

Alamat ibadah yang seharusnya adalah kepada Tuhan tetapi orang yang berpura-pura ibadahnya kepada malaikat. Tidak sepenuhnya kepada Tuhan tetapi men-Tuhan-kan dirinya sebagai yang hebat seperti malaikat Allah pikiran duniawi dalam penampakan seperti ilahi.

Orang yang berpura-pura dalam ibadah orang percaya adalah bahwa mereka tidak akan pernah menyatu sepenuhnya dan bahwa mereka akan kerdil sebab tidak menerima pertumbuhan dari 'Kepala Tubuh'; tidak bertumbuh dalam pertumbuhan ilahi.

1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

01 Agustus 2026

POHON JARAK YANG LAYU

Sabtu, 1 Agustus 2026
Renungan Pagi 

Yunus 4:7
Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

POHON JARAK YANG LAYU

Pohon jarak yang secara ajaib tumbuh menaungi kepala Yunus pada hari sebelumnya yang memberikan sukacita. Yunus yang tadinya berubah dari enggan melakukan tugasnya (mungkin karena alasan politis nasionalis) menjadi marah menjadi terhibur oleh pohon jarak ajaib itu ~ bersukacita karenanya.

Hari kedua, pohon jarak itu digerek oleh seekor ulat sehingga menjadi layu. Dikatakan bahwa itu terjadi atas penentuan Tuhan, berarti ada maksud yang hendak disampaikan oleh Tuhan melalui perkara itu,

Fajar menyingsing adalah waktu persiapan untuk melakukan yang terbaik, mengubah perspektif. Tetapi Yunus masih terpaku pada pohon jarak itu bahkan pada perkara hidupnya yang pada perkara Niniwe yang diampuni Tuhan yang telah mengesalkan hatinya.

Pohon jarak yang layu menegaskan perlunya perspektif. Paling tidak, Yunus bergerak untuk memperbaiki tempat pemantauannya atas kota Niniwe atau yang lebih baik dari itu, yaitu beranjak dari sana dan melupakan semuanya.

'Pohon jarak Yunus' yang layu pada menjelang pagi hari bukanlah soal kehilangan naungan hidup tetapi peluang baru yang diciptakan Allah.

Matius 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

-----