30 Juni 2026

KERAJAAN ALLAH DIAMBIL DARI PADAMU

Selasa, 30 Juni 2026
Renungan Pagi

Matius 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

KERAJAAN ALLAH DIAMBIL DARI PADAMU

Alamat perkataan ini adalah kepada petinggi-petinggi orang yahudi baik dalam kemasyarakatan maupun dalam lingkungan agama (Lihat Matius 21:22), orang-orang yang seharusnya adalah penuntun umat ke Kerajaan Allah.

Kerajaan Allah adalah kehadiran Allah membawa sukacita dalam kehidupan umat yang diisi dengan mujizat-mujizat dan kuasa untuk menang atas kekuasaan tirani terutama dosa.

Para petinggi-petinggi itu tidak menerima kasih Allah dalam karya keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus tetapi berusaha untuk melawannya dengan pengaruh dan kekuasaan yang mereka miliki.

Kerajaan Allah itu untuk berbuah dalam arti memberi pengaruh yang baik bagi orang yang menerimanya untuk membawanya juga kepada orang lain lagi. Orang yang menerima Kerajaan Allah tetapi tidak menghasik buah Kerajaan itu juga tidak memenuhi kehendak Allah bagi karya keselamatan itu secara penuh.

Suatu banggsa yang berbuah bagi Kerajaan akan menyebabkan bangsa-bangsa menjadi warga Kerajaan itu dan mereka yang tidak bersedia menerima Kerajaan itu terhitung sebagai warga bangsa yang dari padanya Kerajaan itu diambil dari padanya.

Galatia 5:22-23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

29 Juni 2026

ALAMAT PERBUATAN BAIK ALLAH

Senin, 29 Juni 2026
Renungan Pagi

Kejadian 1:20 
Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

ALAMAT PERBUATAN BAIK ALLAH

Kisah yang sudah diketahui dengan baik dan menjadi teladan dalam kehidupan banyak orang yang sekaligus menjadi teladan tentang sikap rela berkorban bagi pihak yang lemah yang ditampilkan oleh kedua bidan Mesir yang membantu persalinan orang Yahudi di Mesir dengan melanggar perintah untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir bagi orang Yahudi.

Perbuatan kedua bidan Mesir ini juga menjadi kisah yang melegalkan 'berbohong demi kebaikan' yang harus dinetralkan sebab prinsip itu dipertahankan sebagai yang memiliki dasar Alkitabiah. Tidak akan dibahas di sini tentang 'bohong demi kebaikan' itu sah-sah saja tetapi hanya mau mengingatkan bahwa bagi orang yang hidup di dalam Tuhan, maka bohong itu adalah dosa.

Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu bukanlah karena kebohongannya, melainkan pada tindakah keberpihakan pada pihak yang lemah dan pada penghargaan terhadap hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap pribadi yang lahir tanpa harus memandang status dan asal usulnya.

Pernyataan tentang perbuatan baik Allah kepada kedua bidan itu ada di dalam bingkai 'bertambah banyaklah bangsa itu (orang Yahudi)dan sangat berlipat ganda. Kedua bidan itu menerima kebaikan Allah sebab mereka menjadi bagian yang ada dalam kerangka kerja Allah untuk kebaikan bagi umatNya.

Bertindaklah sebagai orang yang memperoleh perbuatan baik Allah karena menjadi orang yang turut bekerja dalam mewujudkan rencana Allah tanpa harus dinodai oleh kebohongan dalam bnetuk apa pun.

Efesus 4:25 
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

28 Juni 2026

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Minggu, 28 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:8
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Mendekat kepada Allah adalah tindakan yang menjadi titik awal hubungan yang indah antara Allah dengan umat-Nya. Jika seandainya jarak kita dengan Allah adalah sepuluh langkah, maka selangkah saja kita mengambil keputusan untuk datang kepadaNya, sembilan langkah Dia datang menemui kita.

Ada dua tindakan mendekat kepada Allah yang merupakan keputusan yang harus dipertanggungjawabkan, yaitu mentahirkan tangan dan menyucikan hati.

Mentahirkan tangan artinya melakukan urusan dengan tidak menipu orang lain, tidak memakai kekerasan, dan tidak memakai kekuasaan untuk menindas orang lain. Menjauhkan dosa dari praktik hidup.

Menyucikan hati ditujukan pada mereka yang suka mendua hati; teguran yang senada dengan mentahirkan tangan tetapi lebih pada sumber motivasi dalam kehidupan manusia yang dorongan dari dalam hati. Menyucikan hati berarti belajar lebih tulus dan fokus pada kemuliaan Tuhan dalam semua yang dilakukan.

Mendekat kepada Allah tanpa ketulusan yang terwujud dalam tindakan nyata tidak akan mendekatkan jiwa kepada Tuhan dan tidak akan menjadi undangan untuk Tuhan mendekat ke dalam kehidupan ini.

Mazmur 24:3-4 
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. ..."

27 Juni 2026

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Sabtu, 27 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yakobus 4:5
Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"

ALLAH MENGINGINI ROH MANUSIA

Roh manusia adalah napas hidup yang ditiupkan Allah ke dalam hidup manusia ketika diciptakan. Napas itulah yang menghidupkan manusia dan yang membuat manusia bersemangat untuk mempertahankan hidupnya; pada sisi tertentu roh adalah semangat.

Roh manusia menghubungkannya dengan Tuhan yang adalah asal dari roh itu, hakikatnya seharusnya demikian bahwa roh manusia terhubung dengan Allah sebagai asalnya.

Manusia dalam pengalamannya bahkan sebelum jatuh ke dalam dosa, bisa terhubung dengan sesuatu yang lain; Adam dan hawa tergoda oleh ular (manifestasi iblis-?) sebelum berdosa.

Kitab suci mengatakan bahwa Allah itu mengingini roh manusia sebab roh itu memang milikNya. Cemburu menunjukkan 'kekhususan'. Saudara cemburu kepada orangtua yang lebih mengasihi anaknya yang tertentu; orang yang punya perhatian khusus kepada seseorang akan merasa cemburu ketika orang itu dekat kepada orang lain dan bukan kepada dirinya.

Allah menginginkan dengan cemburu roh manusia sebab itu memang milikNya tetapi manusia sering tidak sadar bahwa di luar Tuhan, rohnya akan tersesat. Roh manusia yang tidak diarahkan kepada Tuhan akan kehilangan segala arti hidup yang sesungguhnya.

Lukas 20:25
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"

26 Juni 2026

TIDAK BERCELA

Jumat, 26 Juni 2026
Renungan Pagi 

Wahyu 14:5
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. 

TIDAK BERCELA

Keadaan seratus empat puluh empat ribu yang ditebus dari bumi dan berada di hadapan Bapa di sorga.

Orang-orang ketebusan Kristus ini diberi kemampuan untuk menafsirkan lagu baru sorgawi yang dinyanyikan oleh bala tentara sorgawi.

Mereka memiliki dua keistimewaan sehingga mampu memahami lagu baru sorgawi itu, pertama mereka tidak dicemarkan perempuan (semuanya laki-laki?) dan mulut yang tidak terdapat dusta yang disebutkan dalam ayat ini.

Orang yang tidak ada dusta di dalam mulutnya merekalah yang disebut sebagai orang tak bercelana. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cela manusia itu ada pada mulutnya; orang beriman perlu jaga mulut.

Kejujuran (tidak ada dusta pada mulut) adalah awal ketulusan yang diberkati dengan kemampuan untuk memahami segala perkara sorgawi.

Yakobus 3:2
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

25 Juni 2026

ORANG TERBESAR YANG TERKECIL

Kamis, 25 Juni 2026
Renungan Pagi

Matius 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

ORANG TERBESAR YANG TERKECIL

Semua orang pasti dilahirkan oleh perempuan dan pemilihan diksi ini hendak menekankan betapa kebesaran Yohanes Pembaptis tidak tertandingi oleh siapa saja; dia lebih besar dari Abraham, lebih besar dari Musa, lebih besar dari raja Daud; tetapi tentu saja lebih kecil dari Yesus sebab Yesus itu berasal dari Kerajaan Sorga.

Yohanes pembabtis adalah orang yang datang dalam roh dan kuasa Elia yang bertugas untuk membawa bangsa Israel kepada pertobatan untuk menerima anugerah Allah yang menyelamatkan manusia.

Ayat yang kita baca hari ini adalah kisah ketika Yohanes menyuruh murid-muridnya untuk menanyakan siapakah Yesus sesungguhnya dalam karya penyelamatan Allah bagi umatNya. Orang besar adalah mereka yang selalu menyelidiki perkara keselamatan dan tidak disibukkan dengan dunia yang selalu mengalihkan manusia dari perbuatan keselamatan di dalam Allah.

Yesus menyebutkan diriNya sebagai yang terkecil dalam Kerajaan Sorga? Atau adakah pribadi lain yang dimaksud? Pertanyaan lainnya lagi: apakah selain dari Allah sendiri yang adalah Mahamulia (dan semua maha lainnya, maka status tinggi-rendah juga ada di dalam Kerajaan Sorga? Yohanes Pembaptis akan menjawab dengan sangat rendah hati, "Biarlah Ia semakin besar, dan aku semakin kecil." Orang terbesar adalah mereka yang selalu semakin kecil demi 'kebesaran Kerajaan Sorga'.

Tidak perlu memusingkan tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan sorga; ketika nanti kita sampai ke sana, maka jika akulah terkecil, itu sudah lebih besar dari kehidupan saya di dunia ini; mari berpusat pada kehidupan yang besar di dunia ini yaitu mereka yang dalam kesederhanaan terus melihat dirinya sebagai yang kecil di hadapan Tuhan.

1 Petrus 5:6 
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

24 Juni 2026

DISALIBKAN BAGI DUNIA

Rabu, 24 Juni 2026
Renungan Pagi 

Galatia 6:14
Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

DISALIBKAN BAGI DUNIA

Ketika Kristus disalibkan ada dua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia dan ada satu yang diselamatkan dalam imannya kepada Allah yang tidak bersalah.

Dunia disalibkan bagiku artinya bahwa dunia tidak layak menjadi perhatian utama dalam pelayanan sebab dia tidak layak; disalibkan berarti supaya tidak menjadi penghalang apalagi sebagai tujuan utama dalam kehidupan ini.

Tersalib bagi dunia artinya tetap mengasihi dunia tetapi bersedia berkorban untuk menyelamatkannya dari proses hidup yang membinasakan kehidupan manusia.

Arti penyaliban adalah berkorban untuk menyelamatkan di dalam cinta kasih yang tulus seperti yang diteladankan Kristus yang telah menderita di salib sebab disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa

Bermegah (membesarkan diri) dalam salib Kristus artinya tidak bermegah karena dunia dan segala yang ada padanya di dunia ini seperti kekayaan, pengaruh, kepandaian, jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya melainkan tetap merendah untuk memuliakan Kristus yang telah berkorban dengan kasih sayang yang sesungguhnya untuk menyelamatkan manusia.

Filipi 3:8-9
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

23 Juni 2026

POHON KORMA DEBORA

Selasa, 23 Juni 2026
Renungan Pagi 

Hakim-hakim 4:5
Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.

POHON KORMA DEBORA

Ini bukan soal varietas korma dan ada jenis yang dinamakan debora seperti mangga macam dan mangga madu yang sama-sama ada dalam varietas mangga.

Pohon korma Debora lebih pada penunjukan tempat di mana Debora sering melakukan tugasnya sebagaimana Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota kebudayaan.

Pohon korma tempat Debora dipengaruhi oleh Debora tentu saja dalam hal baik yang dilakukan oleh Debora di sana. Pohon korma itu tetap pohon korma tetapi ia mendapat nama dari pengaruh baik dan kewibawaan orang yang melakukan kebaikan di bawahnya.

Orang Israel berhakim kepada Debora berarti bahwa hidupnya mempengaruhi pohon korma tempatnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak usah ada tempat yang disebut dengan nama pribadi sebagai tanda pengaruh yang besar tetapi biarlah setiap orang memiliki pengaruh baik di mana pun dia berada.

Galatia 6:9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

22 Juni 2026

SESUAI DENGAN YANG KULAKUKAN

Senin, 22 Juni 2026
Renungan Pagi

Hakim-Hakim 1:7
Kata Adoni-Bezek: "Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku." Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.

SESUAI DENGAN YANG KULAKUKAN

Petikan kisah ketika bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan dan mengalahkan bangsa-bangsa yang menjadi penduduk asli untuk mereka duduki sebagai tanah perjanjian bagi mereka. Khusus dalam ayat ini dikisahkan ketika Bezek yang dipimpin oleh Adoni-Bezek dikalahkan oleh bani Yehuda.

Setiap kejadian bisa menjadi sarana perenungan diri, baik kejadian yang baik maupun kejadian yang buruk untuk 'menemukan diri' yang sesungguhnya di dalam segala yang terjadi di dunia ini.

Dipotong ibu jari kaki dan tangan adalah bentuk penyataan sebagai pihak yang dikalahkan; tampil aneh dan tak berdaya untuk berjalan dan tidak mampu untuk meraih sesuatu. Orang yang memotong jari tangan dan kakinya sendiri adalah kesalahan paling fatal yang pernah ada di dunia ini.

Orang yang melakukan kekerasan bisa mengalami kekerasan juga sebagai balasan dari yang dilakukannya dan jika hal itu terjadi, maka yang terjadi adalah penyesalan atas diri yang telah melakukan kejahatan dan harus menerima hal yang sama sebagai balasannya.

Orang yang melakukan tindakan yang baik bisa mengalami hal sial dan buruk tetapi ia akan terhibur dengan desau yang berat "Tapi tidak apa-apa, saya sudah melakukan yang baik dan yang benar." Jalan hidup manusia adalah perputaran antara susah dan senang tetapi sukacita tidak pernah hilang dari mereka yang selalu melakukan kebenaran.

Mikha 6:8 
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

MEMANDANG WAJAH TUHAN

Minggu, 21 Juni 2026
Renungan Pagi

Mazmur 11:7 
Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

MEMANDANG WAJAH TUHAN

Memandang wajah Tuhan mengingatkan tentang ucapan berkat di mana Allah memberkati umatNya dengan menyinari mereka dengan wajahNya dan menghadapkan wajahNya kepada mereka.

Memandang wajah Tuhan dari pihak manusia berarti menyambut dan mempersilahkan Tuhan masuk ke dalam kehidupan ini dan beperkara di dalamnya; memberkatinya setiap waktu.

Orang yang bisa memandang wajah Tuhan adalah mereka yang hatinya tulus seperti tulusnya hati Tuhan yang mengasihi umatNya.

Ayat ini dimulai dengan menyatakan sifat Allah yang adil dan mengasihi keadilan. Sifat seseorang menjadi penentu hal-hal yang dikasihinya. Orang jujur mencintai kejujuran, orang rendah hati mencintai penghargaan kepada orang lain sedangkan orang sombong mencari penghargaan bagi dirinya sendiri, orang baik mencintai kebaikan.

Orang yang bertemu Tuhan tetapi tidak mengasihi keadilan, kebaikan, kejujuran, keendahan hati, ketulusan, dan hal-hal baik lainnya, maka ia tidak akan memandang wajah Tuhan.


Filipi  4:8 
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

20 Juni 2026

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Sabtu, 20 Juni 2026
Renungan Pagi 

Zefanya 2:15
Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: "Hanya ada aku dan tidak ada yang lain!" Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya. 

TEMPAT PEMBARINGAN BINATANG LIAR

Nubuat nabi tentang Asyur dengan Niniwe sebagai ibukotanya. Bangsa yang pernah menguasai banyak wilayah dengan mengalahkan bangsa-bangsa.

Asyur terkenal sebagai bangsa yang angkuh yang melihat bangsa-bangsa lain sebelah mata; semua dianggapnya kecil dan bisa dikalahkannya dengan kekuatan prajuritnya dan kereta perangnya canggih.

Latarbelakang keangkuhan mereka adalah karena keadaan mereka yang begitu tenteram yang didukung oleh berbagai faktor termasuk kekuatan militernya yang mampu mengalahkan bangsa-bangsa sehingga kekayaan banyak bangsa mengalir kepada mereka. Mereka menjadi bangsa yang melihat dirinya sebagai 'yang satu-satunya'. Pada akhirnya mereka akan jatuh dan memprihatinkan.

Bersuit adalah ungkapan rasa heran karena sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa terjadi, yaitu bangsa yang kuat dan besar dapat terjadi; suit-suit itu bisa dituliskan dengan pengungkapan sekarang sebagai decak keheranan: ck ck ck ck ck. Tangan yang terayun-ayun adalah tangan yang mengibas bau yang tidak menyenangkan dari daerah yang dikalahkan dan tidak terawat. Bau keangkuhan itu mengganggu kenyamanan hidup bersama.

Belajar dari bangsa Asyur, mari menyadari bahwa awal kehancuran manusia, baik pribadi, kekeluargaan, maupun dalam sosial masyarakatnya, adalah keangkuhan; sebab itu semakin baik keadaan hidup seseorang dan semakin sukses seseorang dalam kehidupan, maka seharusnya semakin rendah hati menjalani hidup karunia Tuhan.

Roma 12:16
Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

19 Juni 2026

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Jumat, 19 Juni 2026
Renungan Pagi 

1 Tesalonika 5:9-10
Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

BERJAGA-JAGA DAN TIDUR

Ditimpa murka adalah keadaan akhir dari insan yang hidupnya harus menanggung hukuman sebab berpikir bahwa mereka a menjalani hidup dengan pola sesuai dengan kekuatan atau kesanggupan mereka dengan tidak peduli pada kehendak Tuhan; setiap kesalahan (=dosa) harus dihukum oleh murka Allah.

Beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus adalah dasar iman kekristenan sebab itulah yang melandasi seluruh hidupnya. Tanpa kasih Kristus tidak keselamatan kepada manusia yang sudah semakin jauh dari Allah.

Berjaga-jaga adalah panggilan untuk setiap tindakan hidup ini ada selalu dijaga dengan warna ketaatan (baca: kasih yang besar) kepada Allah. Lengah sedikit saja adalah celah besar bagi musuh untuk masuk dan membinasakan iman serta pengharapan akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus itu.

Tidur adalah ilustrasi tentang hidup manusia yang tidak akan mungkin terjaga sepenuhnya sepanjang waktu; manusia itu lemah dalam segala hal dan pasti akan tertidur; tetapi janganlah iman yang tertidur.

Berjaga-jagalah dalam seluruh keadaan sadar dan tetaplah terjaga dalam segala kelemahan dengan tetap percaya pada Kristus yang selalu menyertai dalam segala perkara; supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

17 Juni 2026

ORANG DATANG KEPADA DAUD

Rabu, 17 Juni 2026
Renungan Pagi 

1 Tawarikh 12:22
Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah.

ORANG DATANG KEPADA DAUD

Daud dalam pelarian dari tuannya, raja Saul, yang mengejarnya karena kecemburuan atas ketermasyhuran Daud dari dirinya.

Sebagai pelarian, Daud tidak mempunyai kemampuan untuk menampung banyak orang yang datang kepadanya.

Tetapi yang terjadi bahwa justru orang banyaklah yang datang untuk memberi bantuan kepada Daud yang sedang berada dalam keadaan terpuruk.

Orang-orang yang datang kepada Daud itu adalah orang-orang yang hebat sebab mereka digambarkan sebagai 'seperti bala tentara Allah'. Bala tentara Allah itu adalah pasukan yang besar dan hebat dalam wibawa Allah, dan itulah gambaran Daud dan kumpulan orang-orang yang datang kepadanya.

Dibelakang perkara ini, Tuhan sedang mengajarkan kepada Daud tentang kasih dan penyertaanNya yang berbanding terbalik dengan pikiran dan praktik hidup manusia yang biasanya adalah orang kecil dan lemah dijauhi orang tetapi Allah menolong orangNya yang kecil dengan mengirim orang-orang kepadanya.

Galatia 6:2 
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

16 Juni 2026

PELAYANAN KASIH

Selasa, 16 Juni 2026
Renungan Pagi 

2 Korintus 9:12
Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

PELAYANAN KASIH

Pelayanan kasih adalah istilah yang dipakai Paulus untuk pengumpulan dana diakonia yang dimaksudkan untuk menolong kaum kudus (orang Kristen Yahudi) di Yerusalem yang sedang mengalami kekurangan.

Pelayanan kasih menggambarkan pemberian yang sepenuhnya didorong oleh kasih dan bukan oleh karena mengejar nama.

Mencukupkan keperluan orang-orang kudus bukan berarti pemberian secukupnya tetapi memberi untuk memenuhi kebutuhan. Tidak ada standar 'cukup' yang cukup tetapi paling tidak orang percaya tidak membiarkan begitu saja orang yang terdesak oleh kebutuhan pokok dalam hidup.

Melimpahkan syukur kepada Allah berarti membantu orang lain untuk melihat perbuatan Allah melalui tindakan nyata dan dengan demikian mendatang kemuliaan bagi nama Tuhan.

Diberkatilah tangan yang didorong oleh hati yang beriman untuk memberi dengan kasih sehingga iman itu semakin mengembangkan iman.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

15 Juni 2026

MENJALANI SELURUH NEGERI

Senin, 15 Juli 2026
Renungan Pagi 

Kejadian 13:17
"... Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

MENJALANI SELURUH NEGERI

Negeri yang dimaksud adalah Tanah Kanaan yang menjadi wilayah yang disisakan oleh Lot yang telah memilih lembah Yordan yang subur~banyak mata airnya; daerah yang digambarkan sebagai seperti taman Tuhan.

Menurut panjang dan lebarnya bisa berarti mengelilingi tetapi sepertinya Abraham menjelajah seluruh negeri itu sebab ia melakukan perjalanan yang disebut sebagai semakin jauh ia memasuki negeri itu.

Negeri itu adalah padang yang tidak subur yang karena itu tidak dipilih Lot. Daerah yang begitu tandus sampai harus memisahkan kerabat karena persoalan kekurangan makanan ternak.

Perintah Tuhan untuk menjalani negeri itu untuk apa? Untuk mendapatkan hasil yang baik dari daerah itu? Sepertinya itu tidak akan terwujud sebab daerah itu bukanlah daerah yang baik keadaan alamnya.

Abraham diperintahkan untuk menjalani negeri itu menurut panjang dan lebarnya agar seluruh daerah itu diberkati oleh Tuhan sebab di mana hadir orang diberkati maka diberkatilah daerah itu. Berjalanlah sebagai orang yang diberkati sehingga setiap tempat yang kaudatangi akan diberkati karenanya. Tanah Kanaan yang dijelajahi oleh Abraham kemudian akan dituju oleh bangsa keturunannya sebagai negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

2 Korintus 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

14 Juni 2026

MENJADI MILIK TUHAN

Minggu, 14 Juni 2026
Renungan Pagi 

Imamat 20:26
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

MENJADI MILIK TUHAN

Semua orang adalah milik Tuhan dalam pengertian bahwa ia diciptakan, menjadi ada, hidup, dan beraktivitas dalam perkenanan dan kuasa Tuhan.

Karena itu manusia tidak menentukan waktu, tempat, situasi hidup dan status keluarga di mana ia akan dilahirkan dan juga tidak tahu waktu, tempat, dan cara kematiannya kelak.

Menjadi bangsa milik Tuhan adalah status yang diberikan kepada bangsa Israel dengan persyaratan membentuk hubungan  yang khusus dengan Tuhan.  Menjadi milik Tuhan artinya menjadi yang diberkati untuk menjadi berkat.

Persyaratan pertama adalah menjadi kudus sama seperti Tuhan adalah kudus. Nilai kudus dalam pengertian manusia adalah menguntukkan dirinya bagi Tuhan, yakni melakukan seluruh kehendakNya dengan segala ketulusan. Pada diri Tuhan, kekudusan artinya tidak berdosa dan tidak dipengaruhi oleh dosa; manusia itu harus kudus bagi Allah yang kudus.

Terpisah dari bangsa-bangsa adalah ketentuan selanjutnya agar mereka menjadi milik Tuhan. Terpisah dari bangsa-bangsa bukan berarti terisolir tetapi tidak menjadi sama dalam karakter dan pola hidup yang menjauh dari Tuhan. Meski bangsa lain di sekitarnya berdosa, fasik, tidak mempedulikan Tuhan; umat Tuhan tetap tulus dan setia memuji Tuhan Allah yang mengasihinya.

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

12 Juni 2026

PENGUASA SATU-SATUNYA

Sabtu, 13 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yudas 1:4
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

PENGUASA SATU-SATUNYA

Orang yang masuk menyelusup adalah istilah yang mau menggambarkan tentang adanya orang yang ada di dalam tetapi tidak sepenuhnya sebagai anggota; musuh dalam selimut, demikian orang-orang secara umum menyebutkannya.

Ditentukan untuk dihukum lebih baik dibaca sebagai yang telah mengeraskan dirinya untuk terus melanggar sehingga tidak terhindar dari penghukuman yang akan datang.

Fasik adalah keadaan jiwa yang selalu melakukan kejahatan. Kelemahan orang untuk menyadari kesalahannya adalah bahwa orang sering berpikir sebagai yang paling benar. Kefasikan yang paling menyakitkan adalah kehadiran orang yang selalu merasa benar dalam segala hal.

Menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu adalah gambaran orang-orang yang mengatasnamakan bekerja bagi Allah yang adalah sumber kasih karunia tetapi ternyata didorong oleh hawa nafsu.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya adalah tindakan orang yang disebut sebagai yang fasik; tindakan yang menyangkal Penguasa Satu-Satunya. Dengan demikian, orang beriman diingatkan untuk melandaskan hidupnya pada kehendak Kristus yang adalah satu-satunya penguasa. Penguasa itu akan menyertai seluruh perkara hidup umat yang dikasihiNya.

2 Yohanes 1:3
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN

Jumat, 12 Juni 2026
Renungan Pagi 

Nahum 1:11
Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?

MERANCANG KEJAHATAN KEPADA TUHAN 

Manusia ditempatkan ke dalam dunia untuk memuliakan nama Tuhan (Yesaya 43:7) dengan melakukan perbuatan yang baik (Efesus 2:10); itulah tujuan penciptaan manusia.

Merancang kejahatan kepada Tuhan adalah tindakan yang alamatnya bukanlah kepada Tuhan secara langsung tetapi kepada sesama manusia.

Memberi nasihat dursila adalah mereka yang kelihatan seperti memberi nasihat tetapi sebenarnya sedang menipu sesamanya itu dengan bahasa yang kelihatan indah tetapi sebenarnya menjerumuskan.

Tidak akan ada rancangan kejahatan kepada Tuhan yang akan berhasil sebab Tuhan mengetahui segala hal dan Ia melindungi orang-orangNya dengan 'keselamatan' yang dari padaNya sendiri.

Rancangan kejahatan kepada Tuhan hanya akan membuahkan penghukuman baik bagi dirinya sendiri maupun kepada semua yang mengikuti cara hidupnya.

Yesaya 32:8 
Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.

11 Juni 2026

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Kamis, 11 Juni 2026
Renungan Pagi 

Ratapan 1:4
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya. 

JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA

Penyebabnya adalah karena tidak ada lagi pengunjung-pengunjung perayaan yang biasanya dilakukan di Sion (=Yerusalem). Dengan demikian, sesungguhnya kesedihan jalan-jalan ke Sion adalah keadaan Sion yang memprihatinkan; tidak ada lagi daya tariknya.

Kegagalan hubungan dengan Tuhan akan membuat orang berada pada kehidupan yang sunyi sebab rusaknya hubungan dengan Tuhan akan merusak hubungan dengan sesama juga. Gerbang yang sunyi adalah 

Keluh kesah imam dalam kehidupan Israel yang diratapi oleh nabi adalah karena sulitnya kehidupan yang disebabkan oleh ketidaksetiaan bangsa itu kepada Tuhan tetapi juga kegagalan mereka untuk berbuat sebaik mungkin atas tanggung jawab mengajar umat ke jalan jalan yang benar.

Kesedihan dara-dara Yerusalem disebabkan oleh hidup para imam yang memilukan. Hati para imam sendiri pilu oleh hidup yang tidak menentu di luar Tuhan.

Selalu ada waktu untuk mulai membersihkan jalan dari tertimbun oleh lumpur kenajisan dengan membangun kota kediaman yang ramai dengan kehidupan rohani yang menarik untuk orang datang lagi kepada Tuhan.

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

10 Juni 2026

PENGETAHUAN TIDAK LENGKAP

Rabu, 10 Juni 2026
Renungan Pagi

1 Korintus 13:8-9
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

PENGETAHUAN TIDAK LENGKAP

Tidak ada manusia yang mahatahu; mengetahui banyak hal mungkin bisa, tetapi tidak akan ada orang yang tahu segala-galanya.

Jumlah rambut di kepala saja tidak ada yang tahu jumlah pastinya. Orang yang menghitungnya tidak memberi jumlah pasti untuk menjadi pengetahuan umum melainkan hanya memberi perbandingan bahwa orang yang berambut hitam biasanya memiliki rambut yang lebih banyak dari mereka yang berambut pirang.

Obat untuk HIV AIDS belum ditemukan; banyak penyakit yang belum mampu diatasi oleh manusia dan pastinya tidak ada yang bisa membendung hari kematian. Pengetahun itu tidak lengkap supaya orang tidak menjadi penguasa atas kehidupan dan tidak menjadi sombong karena pengetahuannya.

Kasih tidak berkesudahan tetapi rasa berpengetahuan orang-orang tertentu bisa mengakhiri kasih yang tulus; demikian juga bisa mengakhiri nubuat dan menghentikan bahasa roh; bukankah kita mengingat bahwa dosa memang dimulai dari ketika manusia menginginkan memiliki 'pengetahuan'?

Orang yang berpengatahuan itu harus seimbang dengan kebijaksanaan yang dimilikinya sehingga pengetahuan yang yang ada padanya menunjang kasih yang tidak berkesudahan itu dan ia dikasihi Allah dengan kasih yang tidak binasa.

Yeremia 9:23-24
Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

08 Juni 2026

TERIKAT DI SORGA

Selasa, 9 Juni 2026
Renungan Pagi 

Matius 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

TERIKAT DI SORGA

Dunia ini adalah gambaran sorga. Apa yang terjadi di dunia ini adalah apa yang terjadi di sorga dan pada akhirnya akan terjadi sepenuhnya ketika orang sudah masuk keselamatan kekal.

Sorga itu adalah tempat sejahtera dan pastilah di sana tidak ada hal lain selain sukacita. Tidak ada sorga di mana ada situasi yang berbeda bagi orang orang yang berbeda.

Terikat di bumi terikat di sorga adalah soal kesetiaan umat yang dilayani oleh rasul dengan tertib hidupnya. Terikat artinya jika seseorang dinyatakan terbatas dalam partisipasi aktivitasnya dalam persekutuan karena ada pelanggaran yang terjadi sehingga ada keretakan yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Dengan kata lain terikat di bumi adalah orang yang hubungan dengan sesamanya rusak. Jika keadaan ini tidak diperbaiki, berarti tetap terikat di sorga; tidak layak masuk ke dalamnya.

Ketika hidupnya ditertibkan dan hubungan sosialnya dipulihkan, maka dia dinyatakan bebas di dunia ini - dilepaskan, tidak terikat lagi oleh dosanya, maka ia juga terlepas di surga; bukan keluar darinya tetapi layak dalan kelapangan untuk masuk ke dalamnya.

Kuasa mengikat dan melepaskan orang untuk terbatas (terhalang secara iman dalam dimensi sosial) atau lepas atau tanpa halangan boleh masuk ke dalam Kerajaan Allah sepenuhnya diberikan kepada setiap orang yang dengan iman bekerja sepenuhnya bagi kemuliaan Kristus.

1 Tesalonika 5:14
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

BERDIRI DI HADAPAN RAJA-RAJA

Senin, 8 Juni 2026
Renungan Pagi

Amsal 22:29 
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

BERDIRI DI HADAPAN RAJA-RAJA

Jawaban atas pertanyaan dalam ayat ini pastilah 'pernah!' Hidup ini dipenuhi dengan orang-orang yang berusaha dengan keras dan giat dan itulah inti ajaran yang selalu diterima manusia sejak kecil.

Manusia di dunia ini digolongkan dalam dua kelompok, yaitu mulia dan hina; raja-raja dalam bacaan ini lebih mengacu pada kemuliaan dan bukan pada jabatannya.

Berdiri di hadapan raja-raja bisa berarti sukses di berbagai tempat dan dalam berbagai bidang kehidupan; sukses adalah sebuah kehormatan dalam hidup ini.

Cakap dalam pekerjaan berarti mengetahui cara yang baik dalam bekerja dan melakukannya dengan baik untuk melakukan pekerjaan yang baik. Hanya hal-hal yang dikerjakan dengan baik yang membawa kepuasan dalam hidup ini.

Ada yang rajin bekerja tetapi tidak berdiri di hadapan raja-raja sebab standar cakap dalam pekerjaan tidak dimilikinya. Bekerja untuk menghasilkan banyak hal yang pada akhirnya hanya kesia-siaan.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

07 Juni 2026

MULUT UTUSAN TUHAN

Minggu, 7 Juni 2026
Renungan Pagi 

Maleakhi 2:7
Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. 

MULUT UTUSAN TUHAN 

Bibir memelihara pengetahuan adalah menjaga agar ucapan-ucapan yang keluar membuat orang mengerti dan mencintai pengetahuan itu. Pada sisi lain, perlu diingat bahwa jangan sampai orang menista pengetahuan sebab bibir yang nista pada mereka yang seharusnya memelihara pengetahuan itu.

Mencari pengajaran dari mulut imam menandakan bahwa alamat yang benar untuk mencari pengajaran adalah kepada imam -- bandingkan dengan meminta petunjuk kepada nabi -- dan imam harus mengatakan pengajaran itu dengan sesungguhnya.

Imam dengan status sebagai utusan TUHAN menandakan bahwa wibawa kerjanya di dunia adalah wibawa Tuhan dan bukan kehormatan duniawi.

Membaca dalam konteks perikopnya, ayat ini adalah teguran kepada para imam yang tidak melaksanakan fungsinya dengan baik dan benar pada zaman pelayanan nabi Maleakhi yang hendak mengatakan bahwa kegagalan hidup berbangsa bisa dimulai dari kesalahan bibir para imam.

Persekutuan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah imamat yang rajani (1 Petrus 2:9) sehingga hidupnya dipimpin oleh bibir yang memelihara pengetahuan dan mulut yang menyampaikan ajaran. Setiap orang adalah utusan Tuhan semesta alam untuk berbicara dengan baik; memelihara pengetahuan dengan memberi pengajaran yang benar.

2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

05 Juni 2026

HARI-HARI HIDUP NABI

Sabtu, 6 Juni 2026
Renungan Pagi 

Yeremia 20:18
Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu? 

HARI-HARI HIDUP NABI

Keluhan Yeremia atas tugasnya sebagai nabi yang membuatnya tidak pada jalan yang mulia menurut ukuran duniawi. Ia diutus untuk menyelamatkan bangsa Israel (tepatnya: Yehuda) dari kebinasaan karena kemurtadan mereka dari hadapan Tuhan; tugas yang gagal.

Penyesalan itu berujung pada angan-angan seandainya ia tidak pernah lahir dan harus melihat orang-orang yang kepada mereka sang nabi diutus untuk mengabarkan damai sejahtera bagi seiring dengan pertobatan mereka.

Kesusahan dan kedukaan itu adalah pukulan mental bagi Yeremia sebab bangsa itu dihukum untuk mengalaminya dan ia ternyata gagal; bukan karena tidak melakukan tugas tetapi karena kekerasan hati dari orang-orang yang dilayaninya.

Hari-hari yang berlalu menanggung malu adalah kiasan rasa nasionalisnya yang begitu besar kepada anak-anak Abraham yang dikasihinya tetapi yang hilang walau ia telah berupaya dengan sekuat tenaga dan seluruh jiwanya.

Hari-hari nabi tidak diharapkannya menjadi orang mulia. Ia hanya berharap bahwa kemuliaan mengisi kehidupan orang-orang yang dilayaninya.

Matius 10:41
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

HAL TERBESAR

Jumat, 5 Juni 2026
Renungan Pagi

Yohanes 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

HAL TERBESAR

Berpisah adalah hal yang sulit bagi mereka yang mempunyai ikatan yang erat. Ikatan yang erat itu dirangkai oleh pengalaman yang indah penuh kasih yang mengesankan dan yang tidak akan tergantikan oleh apa pun. Sebaliknya, perceraian atau perpecahan menjadi ancaman di mana ada komunitas yang tidak satu sebab ada yang merasa lebih tinggi dari orang lain yang kemudian mengintervensi orang lain dengan berbagai tuntutan egoistis.

Para murid akan berpisah dengan Yesus, Guru mereka yang mengasihi mereka dan yang mereka kasihi. Tentu saja ini menjadi perpisahan yang berat bagi mereka.

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa Ia akan kembali lagi kepada mereka - penyertaan Tuhan itu kekal bagi mereka yang selalu mengasihiNya.

Kasih kepada Tuhan Yesus akan membuat para murid bersukacita akan hal Yesus pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Yesus. Kekasih pergi kepada yang lebih besar adalah sesuatu yang seharusnya membawa sukacita dalam hidup ini.

Hal terbesar dalam kehidupan ini adalah ketika orang pergi kepada yang terbesar dalam kehidupan ini, yaitu menemukan hidup yang sesungguhnya bermakna sebab itu diisi oleh ketaatan kepada Allah yang adalah asal segala sesuatu dan yang kepadaNya akan kembali -- 'pergi lagi kepadaNya' -- segala sesuatu.

Mazmur 147:5 
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

04 Juni 2026

GANJARAN MEMBAWA DAMAI

Kamis, 4 Juni 2026
Renungan Pagi 

Ibrani 12:11
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

GANJARAN MEMBAWA DAMAI

Ganjaran adalah bentuk pendidikan yang keras yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya supaya anak itu menjadi anak yang hidup.

Ganjaran tidak berarti kekerasan tetapi bentuk pemutusan kebiasaan lama dan menggantinya dengan kebiasaan baru seperti seorang anak yang disapih harus menangis untuk mengganti kebiasaan minum air susu ibu dengan sesuatu yang lain untuk menggantikannya dengan susu formula atau sesuatu yang lainnya.

Ganjaran awalnya adalah dukacita; terasa berat, tetapi kemudian dicintai dan akhirnya dihidupi. Orang yang putus sekolah karena tidak menjadi mencintai dan menghidupi panggilan bersekolah itu, mungkin akan menyesal suatu waktu.

Ganjaran dalam pembentukan mental, karakter, dan iman itu pada akhirnya akan membuahkan kebenaran yang mendatangkan damai; hanya orang benar yang hidupnya damai.

Mereka yang menolak ganjaran (pendidikan dengan disiplin) dari orangtua tidak akan hidup beriman dan jauh dari memahami dan mengalami damai yang sesungguhnya.

1 Yohanes 3:18
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

03 Juni 2026

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Rabu, 3 Juni 2026
Renungan Pagi

Yakobus 1:26 
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

IBADAH MENGEKANG LIDAH

Ibadah adalah bakti kepada Allah sebab itu biasa disebut kebaktian. Tetapi ada yang hanya memahaminya dalam pengertian yang terbatas pada seremonial sehingga di gedung gereja pun masih sibuk mengurus kepentingan-kepentingan dunia; dan hanya menjadi hening selama jam ibadah berlangsung. Bahkan sika hormat kepada Tuhan pun sering diabaikan oleh orang ketika jam ibadah berlangsung.

Kekang adalah alat yang dipakai untuk mengendalikan arah jalan, pada kuda digunakan tali sebagai kekangnya, sehingga dapat diarahkan tentang arah atau tentang bergerak dan berhenti.

Lidah sebagai alat komunikasi verbal membuat manusia berada dalam hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya tetapi juga menjadi gambaran tentang siapa dia sebenarnya.

Mengekang lidah artinya kemampuan untuk membatasi bicara dan mengatakan segala sesuatu dalam batas-batas tertentu sehingga tidak menjadi masalah dalam kehidupan bersama. Mengekang lidah adalah mengatakan hal baik secara baik, yakni kejujuran dan kesopanan; yang tidak demikian berarti tidak mengekan lidahnya.

Hidup yang beribadah dalam kehidupan sehari-hari secara praktis adalah mereka yang lidahnya selalu dipandu dengan kekang iman bagi kemuliaan nama Tuhan, bukan hanya untuk menyenangkan telinga orang-orang.

Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

02 Juni 2026

TIDAK MENDUA HATI

Selasa, 2 Juni 2026
Renungan Pagi

Yakobus 1:8 
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

TIDAK MENDUA HATI

Ada dua pengertian yang dimiliki oleh istilah mendua hati; yang pertama adalah tetap mau yang satu dan mau meraih yang lain lagi yang keduanya tidak bisa dimiliki secara bersamaan sebab antara kedua hal itu ada pertentangan sedangkan yang kedua adalah kebimbangan antara 'ya' dan 'tidak'.

Keadaan mendua hati membuat orang sulit mengambil keputusan yang benar dan baik bagi dirinya sendiri dan dalam kaitannya dengan orang lain.

Pengertian mendua hati dalam perikop ini adalah perasaan tidak yakin akan jaminan tentang memperoleh hikmat dari Allah jika memintanya dengan sungguh-sungguh.

Mendua hati itu membuat orang menjadi tidak tenang sebab ia kehilangan kesabaran dan dihantui oleh tanda tanya tentang perminataannya yang tidak diterima oleh Tuhan.

Ketenangan yang sejati adalah walau dunia menahan segala peluang untuk meraih kedamaian, namum Allah yang akan mengerjakan segala yang terbaik bagi kehidupan ini.

Amsal 3:5 
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

01 Juni 2026

TIDAK JEMU BERBUAT BAIK

Senin, 1 Juni 2026
Renungan Pagi 

2 Tesalonika 3:13 
Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

TIDAK JEMU BERBUAT BAIK

Berbuat baik itu menyenangkan bagi yang melakukannya maupun bagi orang yang ada di sekitar orang yang melakukannya.

Tidak semua orang bisa menerima kebaikan yang dilakukan oleh orang baik melainkan mereka dipenuhi oleh curiga, kemunafikan, tindakan manipulatif, dan lain sebagainya.

Orang yang hanya sebatas curiga karena atas 'kebaikan' bisa disebabkan karena ia hidup dalam masyarakat yang terlalu biasa saling menipu,

Tidak banyak orang yang bersama-sama melakukannya atau bahkan mungkin hanya tinggal seorang diri saja yang melakukannya, kecurigaan dari pihak lain, tuduhan sebagai cari muka, dan lain sebagainya bisa membuat orang jemu berbuat baik.

Saudara-saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah orang yang tidak jemu-jemu berbuat baik sebab ia tahu bahwa ia diberkati untuk menjadi berkat; kebaikannya adalah karena ia telah menerima kebaikan yang terbesar dari Tuhan.

Yohanes 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.