01 Juli 2026

TENTANG SAHABAT

Kamis, 2 Juli 2026
Renungan Pagi

Lukas 11:6
sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya

TENTANG SAHABAT

Petikan kisah pengandaian yang dipakai Tuhan Yesus untuk mengajarkan tentang Tuhan mengabulkan doa orang yang menyampaikan permohonan kepadaNya dengan tulus.

Kisah lengkapnya adalah terjadi pada larut malam dan dalam sikap yang disebut sebagai tidak malu, melainkan menyampaikan kebutuhannya dan keadaannya kepada sahabatnya seperti yang tergambar dalam ayat ini; sedang bertamu dan tidak punya sesuatu untuk dihidangkan.

Tetapi kita akan lebih melihat pada bagaimana sahabat mempengaruhi kehidupan manusia; tentang hanya sahabat yang datang kepada sahabat. Pertama, seorang sahabat yang dalam perjalanan singgah ke rumah sahabatnya. Sahabat itu adalah tempat singgah untuk berbagi sukacita dengan mereka dan untuk berbagi hidup dengan mereka.

Berikutnya, orang tidak akan datang untuk menyampaikan keadaan dan kebutuhannya kepada orang yang bukan sahabatnya; dan orang yang datang kepada sahabat dengan pengaduan tanpa malu itu hanya dilakukannya demi sahabatnya.

Kisah yang dipakai oleh Tuhan Yesus sesungguhnya mau menyatakan bahwa Ia adalah sahabat setiap orang untuk menjadi tempat singgah dalam segala perjalanan hidup ini dan untuk menyampaikan segala keadaan dan kebutuhan hidup ini tanpa rasa malu.

Yohanes 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

MANUSIA POHON

Rabu, 1 Juli 2026
Renungan Pagi 

Markus 8:24
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."

MANUSIA POHON

Kisah seorang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Rupanya bukan orang yang buta sejak lahir sebab ia mengetahui pohon, pernah melihatnya sebelumnya-?

Tuhan Yesus meludahi mata orang itu dan menumpangkan tangan atas orang itu dan ditanyai tentang penglihatannya dan keterangan yang kita baca dalam ayat ini yang menjadi jawab orang itu.

Manusia itu ditandai dengan beraktivitas, bergerak, sedang berjalan-jalan, dalam ayat bacaan kita saat ini. Seandainya bukan orang yang bergerak yang dilihat oleh orang yang disembuhkan itu, maka ia akan mengatakan bahwa ia melihat banyak pohon setinggi rata-rata ukuran manusia.

Refleksi singkat bahwa setiap orang yang tidak mau beraktivitas dalam hidup ini, maka ia adalah manusia pohon; manusia tetapi tampak seperti pohon dan kehilangan tanda-tanda kemanusiaannya.

Kisah akhir bagi orang buta itu adalah bahwa ketika Tuhan Yesus menumpangkan tangan atasnya untuk kedua kalinya, maka ia dapat melihat dengan jelas. Dibutuhkan jamahan Tuhan terus menerus untuk dapat melihat kehidupan dengan lebih jelas.

1 Korintus 13:12
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.