26 Maret 2026

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Jumat, 27 Maret 2026
Renungan Pagi 

Kisah Para Rasul 18:14-15
Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."

MENGURUS PERKARA SENDIRI

Paulus memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa Yunani tetapi selalu berawal dari orang Yahudi sebab Paulus biasanya mulai dengan mengajar di rumah ibadat orang Yahudi.

Orang Yahudi pada umumnya menolak ajaran Paulus sebab dianggap tidak sesuai dengan ajaran Taurat dan karena itu Paulus dianggap sebagai musuh bagi mereka. Karena kebencian mereka kepada Paulus, maka mereka membawa Paulus ke pengadilan menghadapkannya ke penguasa baru, gubernur Akhaya, yaitu Galio.

Paulus mau memberi sanggahan atas tuduhan orang-orang Yahudi tetapi penolakan Galio atas tuduhan itu mengakhiri jalannya persidangan.

Hal untuk direfleksikan adalah bahwa dalam hal kepercayaan kepada Tuhan, kebencian itu adalah perkara yang hanya bisa diurus secara pribadi. Ketika kebencian timbul, maka belum tentu bahwa itu adalah kesalahan orang yang dibenci.

Lebih jauh dari itu, penghakiman dunia tidak bisa mengurusi pekerjaan Tuhan sehingga ketika kehidupan rohani dicampuri oleh sistem duniawi, maka itu akan merusak tatanan rohani dan menghancurkan tatanan persekutuan; biarkanlah urusan persekutuan diurusi secara ke dalam dan dalam suasana persekutuan.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat