Renungan Pagi
Pengkhotbah 8:5-6
Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya.
WAKTU PENGADILAN
Setiap perkara artinya semua yang dilakukan oleh manusia, kebaikannya pun yang buruk.
Kebaikan itu berasal dari hati yang baik walau kelihatan biasa saja atau bahkan seperti batu yang tidak dipoles sedangkan keburukan berasal dari hati yang jahat walau tampil dalam wujud intan permata.
Waktu pengadilan adalah setiap waktu yang dilakukan oleh sesama, risiko hidup yang harus dihadapi, diri sendiri, dan di atas dari semuanya itu adalah kehadiran Allah atas hidup ini.
Manusia ditekan oleh kejahatannya. Kejahatan menekan kebaikan untuk tampil di kehidupan yang jahat, bahkan menekan orang baik untuk pergi dari lingkungan yang jahat itu. Kejahatan menekan orang dengan ketakutan, saling menuduh, pembelaan diri atas dasar kepentingan -- bukan kebenaran, kemiskinan, saling menipu, dan berbagai persoalan lainnya.
Orang baik tertekan oleh kejahatan tetapi ia tidak takut pada waktu pengadilan sebab jika ia diadili pun ia akan tampil sebagai berlian di lumpur kehinaan mereka yang mengadilinya; bahkan kalau ia harus pergi dari tempat tertentu karena tertekan oleh kejahatan, itu bukanlah hukuman tetapi berkat.
Roma 2:6-7
Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar