Sabtu, 5 September 2026
Renungan Pagi
Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
KEGENAPAN HUKUM TAURAT
Inti dasar hukum Taurat adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama; dua keberadaan yang ekuivalen tetapi tidak sejajar sepenuhnya.
Jika seseorang karena kasihnya yang besar kepada seseorang lalu melanggar batas yang seharusnya hanya diberikan kepada Tuhan, maka itu berarti bahwa ia tidak mengasihi Tuhan; demikian juga jika seseorang mengabaikan seseorang karena harus menyatakan kasih kepada Tuhan, maka itu adalah kasih yang tidak kesampaian;.
Tidak berbuat jahat adalah kasih. Berbuat jahat bukanlah kasih walau sering didasarkan pada 'demi kasih' ketika melakukannya.
Hukum taurat adalah aturan yang diberikan Tuhan supaya bangsa Israel dan menjadi berkat bagi sesama. Tujuan utamanya adalah agar manusia menjadi baik dan mengenal batasan-batasan hidup sehingga mereka menjadi pribadi yang dekat dengan Tuhan dan sesama.
Kegagalan bangsa Israel mencapai tujuan itu adalah karena mereka menjadikan hukum Taurat sebagai tujuan dan bukan sebagai sarana memahami kasih. Jika kasih sudah ada di dalam hati, maka Taurat itu tidak lagi menjadi beban tetapi menjadi sukacita.
Ulangan 6:24-25
"... TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar