04 Juni 2023

MENEMUKAN DIRI

Minggu, 4 Juni 2023
Renungan Pagi

Keluaran 20:11
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 

MENEMUKAN DIRI

Tuhan bekerja selama enam hari untuk menciptakan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Tuhan membutuhkan waktu dan berkuasa mengatur waktu itu. Terlebih manusia perlu mengatur waktu agar waktunya cukup untuk mengerjakan segala sesuatunya.

Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan yang dilakukanNya dan karena itu hari berhenti itu diberi berkat khusus dalam kehidupan. Ketika Allah tidak bekerja, maka hari perhentian yang diberkati.

Perhentian itu sendiri adalah berkat sebab dengan berhenti, maka daya yang melemah kembali dipulihkan; semangat yang pupus kembali disegarkan.

Dengan bekerja, manusia kehilangan semangat dan waktu untuk menemukan bahwa di luar kerja yang dilakukannya, ada kuasa yang memberi pemeliharaan atas kehidupan ini. Semakin orang bekerja dan membiarkan hidupnya dikuasai pekerjaannya semakin ia kehilangan dirinya sendiri dan sukacita kehidupan.

Berhenti bekerja dan memuliakan Tuhan yang memberi waktu beristirahat adalah waktu untuk menemukan bahwa hari itu adalah hari yang diberi berkat untuk setiap orang menemukan dirinya; menikmati hidup bersama Allah.

Matius 12:12
"... Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

03 Juni 2023

BERSUKACITA SENANTIASA

Sabtu, 3 Juni 2023
Renungan Pagi

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 

BERSUKACITA SENANTIASA

Bersukacita adalah selalu menemukan alasan untuk bergembira dan selalu melihat sisi baik dari setiap hal.

Manusia yang selalu mencari kegembiraan dan kesenangan (happy-happy semata) bukanlah sukacita yang sepenuhnya tetapi itu bisa mengarah ke pesta pora.

Hidup terdiri dari susah dan senang; tetapi sukacita adalah lebih tinggi dari semuanya itu sebab sukacita tidak ditunjang oleh kebahagiaan duniawi dan tidak diruntuhkan oleh perkara kehidupan sehari-hari.

Sukacita adalah panggilan untuk menjadi rendah hati bersyukur atas perkara baik dan dalam kesungguhan berserah diri kepada kuasa Tuhan dalam perkara sulit.

Bersukacita itu adalah sikap hidup dan bukan respon situasional. Bersukacita diberikan Tuhan di dalam iman akan keberadaan Allah setiap waktu dan tempat.

Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.