Renungan Pagi
Roma 10:10
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
PERCAYA DAN MENGAKU
Manusia sadar bahwa ia pasti binasa dan karena itu ia selalu berusaha untuk menemukan 'kuasa yang lebih kuat di luar dirinya' untuk memberikan keselamatan.
Keadaan yang sering dianggap paling utama yang disadari perlu dijaga adalah 'hidup'; bahwa ada napas yang mengalir dari hidung pertanda bahwa ia masih ada di sini. Jika embusan napas tidak ada lagi, maka ia sudah pergi ke dunia yang tidak terjangkau oleh kehidupan dan yang tidak memiliki pintu untuk kembali dari sana.
Keselamatan memang mencakup soal bagaimana terus bernapas tetapi itu adalah dimensi yang kecil dari seluruh keselamatan yang direnungkan dalam karya Allah bagi manusia di dalam Yesus Kristus; Pribadi yang membuat kita melihat bahwa kematian-Nya adalah keselamatan terbesar bagi manusia.
Percaya dengan hati artinya bahwa 'percaya kepada Allah' itu
janganlah hanya tentang penampakan pada sisi luar saja tetapi bagaimana hal itu dijiwai sampai ke hati sehingga bukan sekedar semacam topeng untuk menipu kehidupan di sekitar yang pada akhirnya hidup,
Mengaku dengan mulut mengacu pada percaya dengan hati itu dan mengungkapkannya dengan cara yang baik dan benar juga, Sering orang gagal dalam kehidupan sebab mereka tidak mampu mengungkapkan isi hatinya (percayanya yang ada di sana) dengan bahasa yang baik dan hangat.
Habakuk 2:4
Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.