27 Oktober 2026

PERCAYA DAN MENGAKU

Selasa, 27 Oktober 2026
Renungan Pagi

Roma 10:10 
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

PERCAYA DAN MENGAKU

Manusia sadar bahwa ia pasti binasa dan karena itu ia selalu berusaha untuk menemukan 'kuasa yang lebih kuat di luar dirinya' untuk memberikan keselamatan.

Keadaan yang sering dianggap paling utama yang disadari perlu dijaga adalah 'hidup'; bahwa ada napas yang mengalir dari hidung pertanda bahwa ia masih ada di sini. Jika embusan napas tidak ada lagi, maka ia sudah pergi ke dunia yang tidak terjangkau oleh kehidupan dan yang tidak memiliki pintu untuk kembali dari sana.

Keselamatan memang mencakup soal bagaimana terus bernapas tetapi itu adalah dimensi yang kecil dari seluruh keselamatan yang direnungkan dalam karya Allah bagi manusia di dalam Yesus Kristus; Pribadi yang membuat kita melihat bahwa kematian-Nya adalah keselamatan terbesar bagi manusia.

Percaya dengan hati artinya bahwa 'percaya kepada Allah' itu
janganlah hanya tentang penampakan pada sisi luar saja tetapi bagaimana hal itu dijiwai sampai ke hati sehingga bukan sekedar semacam topeng untuk menipu kehidupan di sekitar yang pada akhirnya hidup,

Mengaku dengan mulut mengacu pada percaya dengan hati itu dan mengungkapkannya dengan cara yang baik dan benar juga, Sering orang gagal dalam kehidupan sebab mereka tidak mampu mengungkapkan isi hatinya (percayanya yang ada di sana) dengan bahasa yang baik dan hangat.

Habakuk 2:4
Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

26 Oktober 2026

PERBEKALAN YANG DIBERKATI

Senin, 26 Oktober 2026
Renungan Pagi

Mazmur 132:15 
Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti

PERBEKALAN YANG DIBERKATI

Perbekalan adalah tempat yang dipakai untuk menyimpan bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia, yaitu terpenuhinya ketersediaan makanan.

Manusia berharap bahwa di tempat perbekalan itu akan selalu tersedia bahan pokok dalam jumlah yang selalu cukup dari waktu ke waktu cukup sehingga hatinya senantiasa bahagia menghadapi kehidupan ini.

Perbekalan yang diberkati berarti bahwa orang yang bekerja dengan baik untuk mengadakan bahan makanannya akan memperoleh yang baik dan perbekalannya tidak pernah kosong. Bukan soal berapa banyak yang tersedia dalam perbekalan yang utama untuk dipikirkan tetapi terutama bahwa di dalamnya selalu tersedia yang cukup dari waktu ke waktu. 

Perbekalan yang diberkati artinya bahwa orang menyadari bahwa makanan yang dibutuhkannya setiap hari itu adalah pemberian Tuhan dan bukan usahanya sendiri untuk memiliki makanan yang mewah dan banyak; makanan itu harusnya selalu baik dan cukup.

Orang yang terobsesi untuk memikiki makanan mewah yang banyak sering tanpa sadar sedang memindahkan hidupnya ke dalam perbekalan sehingga ia justru kehilangan segalanya.

1 Timotius 6:8 
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.