Rabu, 3 Juni 2026
Renungan Pagi
Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
IBADAH MENGEKANG LIDAH
Ibadah adalah bakti kepada Allah sebab itu biasa disebut kebaktian. Tetapi ada yang hanya memahaminya dalam pengertian yang terbatas pada seremonial sehingga di gedung gereja pun masih sibuk mengurus kepentingan-kepentingan dunia; dan hanya menjadi hening selama jam ibadah berlangsung. Bahkan sika hormat kepada Tuhan pun sering diabaikan oleh orang ketika jam ibadah berlangsung.
Kekang adalah alat yang dipakai untuk mengendalikan arah jalan, pada kuda digunakan tali sebagai kekangnya, sehingga dapat diarahkan tentang arah atau tentang bergerak dan berhenti.
Lidah sebagai alat komunikasi verbal membuat manusia berada dalam hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya tetapi juga menjadi gambaran tentang siapa dia sebenarnya.
Mengekang lidah artinya kemampuan untuk membatasi bicara dan mengatakan segala sesuatu dalam batas-batas tertentu sehingga tidak menjadi masalah dalam kehidupan bersama. Mengekang lidah adalah mengatakan hal baik secara baik, yakni kejujuran dan kesopanan; yang tidak demikian berarti tidak mengekan lidahnya.
Hidup yang beribadah dalam kehidupan sehari-hari secara praktis adalah mereka yang lidahnya selalu dipandu dengan kekang iman bagi kemuliaan nama Tuhan, bukan hanya untuk menyenangkan telinga orang-orang.
Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar