Renungan Pagi
Ratapan 1:4
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-daranya; dan dia sendiri pilu hatinya.
JALAN-JALAN KE SION BERDUKACITA
Penyebabnya adalah karena tidak ada lagi pengunjung-pengunjung perayaan yang biasanya dilakukan di Sion (=Yerusalem). Dengan demikian, sesungguhnya kesedihan jalan-jalan ke Sion adalah keadaan Sion yang memprihatinkan; tidak ada lagi daya tariknya.
Kegagalan hubungan dengan Tuhan akan membuat orang berada pada kehidupan yang sunyi sebab rusaknya hubungan dengan Tuhan akan merusak hubungan dengan sesama juga. Gerbang yang sunyi adalah
Keluh kesah imam dalam kehidupan Israel yang diratapi oleh nabi adalah karena sulitnya kehidupan yang disebabkan oleh ketidaksetiaan bangsa itu kepada Tuhan tetapi juga kegagalan mereka untuk berbuat sebaik mungkin atas tanggung jawab mengajar umat ke jalan jalan yang benar.
Kesedihan dara-dara Yerusalem disebabkan oleh hidup para imam yang memilukan. Hati para imam sendiri pilu oleh hidup yang tidak menentu di luar Tuhan.
Selalu ada waktu untuk mulai membersihkan jalan dari tertimbun oleh lumpur kenajisan dengan membangun kota kediaman yang ramai dengan kehidupan rohani yang menarik untuk orang datang lagi kepada Tuhan.
Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar