Kamis, 17 September 2026
Renungan Pagi
Ibrani 12:17
Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
TIDAK MENERIMA BERKAT
Wejangan tentang orang yang terjerat oleh hal duniawi yang disebut sebagai orang dengan nafsu rendah.
Contoh nafsu rendah adalah Esau yang menjual hak kesulungan demi sepiring makanan. Makanan memang perlu tetapi hak kesulungan itu lebih tinggi nilainya.
Secara spesifik dalam ayat sebelumnya diminta agar orang percaya jangan menjadi cabul, baik dalam arti harfiah maupun dalam arti kiasan, yakni tidak setia kepada Allah karena menyandingkanNya dengan sesuatu yang lain sebagai yang berhak mendapat perhatian dan waktu dalam kehidupannya.
Kompromi terhadap dosa bernilai sangat tinggi bahwa itu sangat merasuk diri, merusak iman sehingga orang yang terjerat akan sangat sulit untuk memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri. Dosa menyebabkan kehilangan berkat; penyelewengan menghilangkan damai sejahtera; dan kekerasan hari untuk mendengar suara Roh Tuhan berakibat hilangnya keselamatan.
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan hendaknya selalu menghargai hal-hal yang mulia untuk dipegang dan tidak menjualnya dengan hal-hal yang sifatnya hanya adalah nafsu rendah yang bertujuan pada hal-hal duniawi.
Kolose 3:5-6
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar