30 September 2025

TETAP MENDAPAT KASIH KARUNIA TUHAN

Selasa, 30 September 2025
Renungan Pagi

Keluaran 33:13
"... Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."

TETAP MENDAPAT KASIH KARUNIA TUHAN

Percakapan Musa dengan Tuhan setelah ia diperintahkan untuk melanjutkan tugasnya menjadi pemimpin bangsa Israel yang melakukan perjalanan ke Tanah Perjanjian setelah bangsa itu memberontak dan menyembah patung lembu emas tuangan di lereng gunung Sinai.

Musa disebut sebagai yang diberi kasih karunia adalah bahwa ia layak menjadi pemimpin bagi bangsa itu tetapi ia berpikir untuk melakukan tugas itu karena apa baru saja terjadi pada bangsa itu bahwa mereka memberontak di hadapan Tuhan. Sebab itu, dalam kehidupan umat Tuhan, tugas untuk memimpin umat itu selalu dilihat sebagai kasih karunia.

Ingatlah bahwa bangsa ini (Israel) umat-Mu, ucapan yang merupakan suara hati Musa di hadapan Tuhan bagi bangsa yang akan dipimpinnya, supaya Tuhan membimbing mereka dengan sepenuhnya ke Tanah Perjanjian.

Musa memastikan bahwa ia mendapat kasih karunia Tuhan dan itu akan tetap terjadi sebagai jaminan atas keberhasilan tugas itu sampai akhir; sebab keberhasilan tugasnya ada di dalam bingkai kasih karunia itu.

Hidup yang tetap disertai dengan kasih karunia adalah hidup yang mengenal Tuhan; dalam perikop ini seluruhnya, merupakan kerinduan Musa untuk melihat Allah secara langsung. Mengenal Tuhan adalah mengerti kehendaknya dan melakukannya di dalam kehidupan ini.

Ibrani 8:11
Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
1 Dilihat

29 September 2025

BERGEMBIRA DALAM PEKERJAAN

Senin, 29 September 2025
Renungan Pagi

Pengkhotbah 3:22
Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

BERGEMBIRA DALAM PEKERJAAN

Manusia adalah makhluk yang bekerja sebab ia dibangun sebagai manusia yang hidup dalam tubuh yang bekerja dalam berbagai sistem yang bekerja bersama untuk memungkinkan dia dapat terus hidup. Jika ada sistem yang tidak bekerja dengan baik, maka ia akan sakit, bahkan jika kerusakannya fatal, maka itu bisa berarti terjadinya kematian.

Bekerja biasanya dilihat oleh sebagian orang sebagai beban kehidupan sehingga ia tidak bekerja dengan gembira melainkan bekerja dengan perasaan susah dan sengsara.

Orang yang melakukan pekerjaannya dan menganggapnya sebagai beban akan mengalami stress, kepenatan, dan merasa hidupnya sebagai yang berat. Sementara harus dipahami bahwa setiap orang harus bekerja sebab kebutuhan dasar manusia untuk hidup harus didukung oleh kerja; untuk makan orang harus makan, bahkan menyuapi diri sendiri saja itu sudah pekerjaaan.

Pekerjaan yang dikerjakan dengan suasana gembira akan menyebabkan orang dapat menghasilkan hasil pekerjaan yang baik dan menyenangkan. Ini dilihat oleh pengkhotbah sebagai yang terbaik dalam kehidupan ini. Bergembira dalam ppekerjaan yang dilakukannya adalah bahagian dari manusia, adalah sebuah pengingat bahwa itulah ketentuan yang harus diterima oleh setiap orang.

Manusia bertumbuh dari anak-anak menjadi dewasa dalam kesadaran untuk semakin menyadari hidup yang semakin berubah dari pola bermain ke bekerja. Semakin orang menyenangi bekerja semakin ia menyandari bahwa hanya hal-hal yang dikerjakan dengan baik (dengan hati yang senang) yang akan dikenang sebab mewariskan kebaikan kepada orang-orang sesudah dia.

1 Tesalonika 4:11-12
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
1 Dilihat

Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru -?

Menjawab pertanyaan mengapa Alkitab dibagi menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, saya menemukan tulisan ini memberi wawasan baru tentang Alkitab dan saya rindu untuk membagikannya di sini.

Dalam laman sumber yang disertakan di bagian akhir dalam halaman ini, ada banyak catatan tentang alasan pembagian Alkitab yang tediri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang dapat dibaca secara lengkap kemudian tetapi pendapat Everest John Alexander menjadi catatan penting bagi saya.

---------------------------------------------------------------

Kata “Testament” berarti “Perjanjian”

Ada 7 Perjanjian Alkitabiah Utama yang diberi nama berdasarkan Perantara masing-masing Perjanjian:

  1. Perjanjian Adam - Adam
  2. Perjanjian Nuh - Nuh
  3. Perjanjian Abraham - Abraham
  4. Perjanjian Musa - Musa
  5. Perjanjian Daud - David
  6. Perjanjian Yesus - Yesus sebagai Juruselamat
  7. Perjanjian Kerajaan - Yesus sebagai Raja

Perjanjian nomor 4 dan 6 khususnya penting bagi Penebusan orang Yahudi dan orang non-Yahudi.

Perjanjian Musa (#4) juga disebut Perjanjian Hukum dan disebut sebagai Perjanjian LAMA

Perjanjian Yesus (#6) juga disebut Perjanjian Kasih Karunia dan disebut sebagai Perjanjian BARU

Alkitab terbagi antara Perjanjian Lama (Perjanjian Lama) dan Perjanjian Baru (Perjanjian Baru) karena kedua konsep ini mewakili isu terpenting yang dihadapi seluruh umat manusia saat ini…

Kebenaran Perjanjian Lama melambangkan KEBENARAN DIRI SENDIRI

Kebenaran Perjanjian Baru melambangkan KEBENARAN KRISTUS

Ini adalah dilema nomor satu yang dihadapi setiap manusia… akankah Anda terus bergantung dan percaya pada kebenaran ANDA SENDIRI untuk mengamankan takdir kekal Anda ATAU akankah Anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda dan bergantung HANYA kepada-Nya sebagai satu-satunya cara Anda mengamankan takdir kekal Anda?

Kebenaran Perjanjian Lama berarti bergantung pada usaha dan perbuatan baik Anda sendiri untuk menyelamatkan Anda

ATAU

Kebenaran Perjanjian Baru berarti bergantung pada pekerjaan Yesus Kristus yang telah selesai, kematian-Nya, penguburan dan kebangkitan-Nya untuk menyelamatkan Anda.

SELURUH Alkitab adalah Pesan Tuhan kepada Umat Manusia, tetapi ada dua cara Anda dapat menerima pesan ini…

Berfokuslah pada HUKUM-HUKUMNYA dan cobalah untuk mematuhinya sebaik kemampuan ANDA SENDIRI… dan gagal.

Berfokuslah pada KASIH-Nya dan biarkan Dia memberi Anda kekuatan untuk taat melalui Roh-Nya yang tinggal di dalam Anda melalui Kelahiran Baru… dan berhasil!

Perjanjian Lama - Hukum Taurat - Musa

Perjanjian Baru - Roh Kehidupan - Yesus

Pilihan Anda!


--------------

Sumber:

https://www.quora.com/Why-is-the-Bible-divided-into-two-major-parts-Old-Testament-and-the-New-Testament

~ Terjemahan Google Translator

---

1 Dilihat

28 September 2025

ASING BAGI SAUDARA

Minggu, 28 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 69:9-10
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

ASING BAGI SAUDARA

Bukan karena tidak bersama-sama sehingga tidak kenal, pun bukan karena melakukan sesuatu hal yang buruk sehingga ia dijauhi oleh saudara-saudaranya.

Dijauhi dan menjauhi adalah sebab orang menjadi asing satu terhadap yang lain. Orang bisa berada dalam jarak yang sangat dekat tetapi sesungguhnya sangat jauh dalam hubungan moral.

Pemazmur, yaitu Daud, dibenci (menjadi asing itu) oleh saudara-saudaranya karena cintanya yang  sangat besar kepada rumah Tuhan. Kepada Daud ditujukan kata-kata yang mencela Tuhan. Bukan Tuhan yang menjadi alamat langsung celaan itu tetapi demikianlah harus diterima bahwa mencela orang yang melakukan sesuatu bagi Tuhan sama dengan mencela Tuhan sendiri.

Jika itu sebelum ia menjadi tentara, maka tentulah bahwa karena ia meninggalkan kawanan kambing domba yang digembalakannya untuk pergi memuji Tuhan ke tempat di mana orang datang untuk beribadah kepada Tuhan.

Saudara-saudara sendiri, orang-orang yang sama-sama lahir dari ibu yang sama, jika tidak sama dalam hal mencintai rumah Tuhan bisa menjadi halangan yang besar untuk datang kepada Tuhan dengan berbagai alasan bahkan aturan yang jika dilanggar karena pergi ke rumah Tuhan, maka itu akan menjadi celaan; tetapi tidak boleh ada sesuatu untuk menghalangi datang ke rumah Tuhan.

Lukas 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. ..."
1 Dilihat

26 September 2025

BERBICARA ATAS NAMA ALLAH

Sabtu, 27 September 2025
Renungan Pagi

2 Petrus 1:20-21
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

BERBICARA ATAS NAMA ALLAH

Manusia hidup di dunia yang menafsirkan dan mengolah segala perkara untuk semakin dipahami dan semakin memberi pengetahuan hidup.

Ada petuah bijak yang saya dengar dari orangtua ketika saya masih kecil, berbunyi: "Jangan biarkan sesuatu berlalu begitu saja tanpa kamu pikirkan" kiranya benar bahwa hanya mereka yang mau memaknai segala sesuatu yang bisa mengetahui banyak hal di dunia ini.

Menafsirkan adalah kegiatan untuk mencari tahu latar belakang, tujuan sesuatu dilakukan, dan memberi nilai kepada segala perkara dalam kehidupan ini.

Menafsirkan Alkitab, yaitu nubuat-nubuat di dalamnya, tidak dapat dilakukan seturut dengan keinginan sendiri sebab yang harus dilihat adalah kehendak Allah dalam segala nubuat yang ada di dalamnya sebab setiap nubuat itu itu adalah perkara yang disampaikan oleh orang yang berbicara atas nama Allah.

Menafsirkan Kitab Suci tidak boleh berdasarkan keinginan sendiri sebab itu bukan berasal dari manusia melainkan menafsirkannya sesuai dengan kehendak Roh Kudus yang mengilhamkan orang-orang untuk berbicara atas nama Allah; sehingga perkara ini hanya bisa berkenan kepada Allah jika dilakukan oleh mereka yang berbicara atas nama Allah; bukan mereka yang berbicara demi kepentingan apa pun selain kehendak Allah.

Efesus 5:17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
1 Dilihat

IA MENYERAHKANNYA KEPADA DIA

Jumat, 26 September 2025
Renunan Pagi

1 Petrus 2:23
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

IA MENYERAHKANNYA KEPADA DIA

Manusia tidak ingin dicaci maki. Sehebat apa pun kesalahan yang dilakukannya, setiap orang ingin agar ia diperlakukan lemah lembut, santun, dan terhormat. Mencaci maki adalah mengatakan dengan nada hinaan segala kesalahan yang dilakukan sesama dengan maksud untuk mempermalukan dia. Caci maki juga biasanya disampaikan dalam nada keras dan mengancam.

Jika cacian dibalas dengan caci maki juga, maka terjadilah perang yang pada akhirnya akan merugikan kedua belah. Kristus menjadi teladan bahwa Ia tidak memblas caci maki tetapi Ia menyerahkannya (perkara dicaci maki itu) kapada Dia yang menghakimi dengan adil.

Menderita adalah keadaan sebagai akibat dari caci maki yang diterima seseorang. Respons spontan manusia secara umum ketika mengalami penderitaan adalah dengan mengancam orang yang menindasnya. Tetapi Yesus menerima penderitaan itu agar ia dapat melatih manusia memiliki jiwa yang sabar; dalam jiwa yang sabar ada iman yang teguh.

Membalas caci maki dan mengancam pihak yang menyebabkan penderitaan, akan berujung pada mencari pembenaran dan membuktikan kesalahan pihak lain, dan ini bisa semakin menambah persoalan sebab semua manusia punya kelemahan, termasuk dalam peradilan yang dilakukannya.

Yesus menerima dengan sabar hinaan cacian dan penderitaan, baik yang bersifat batin maupun yang merupakan penderitaan fisik, sebab ia tahu bahwa Allah menghakimi dengan segala keadilan.

Mazmur 98:8-9
Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.
1 Dilihat

25 September 2025

DI BALIK LAYAR

Kamis, 25 September 2025
Renungan Pagi

Lukas 12:2
Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

DI BALIK LAYAR

Ajaran ini disampaikan oleh Yesus kepada murid-muridNya untuk mengingatkan mereka tentang tantangan yang terjadi bagi mereka dari orang-orang Farisi, orang-orang yang munafik, yang kelihatan dan kedengaran melakukan yang baik tetapi ada kesombongan yang mereka sembunyikan di balik itu semua.

Sesuatu yang tertutup akan dibuka adalah bentuk-bentuk kemunafikan orang Farisi yang ditutupinya dengan berbagai pengajaran yang baik dan bermoral tetapi sebenarnya tidak lebih dari pembodohan dengan menetapkan aturan-aturan duniawi yang membangun kehidupan kerohanian orang-orang percaya.

Sesuatu yang tersembunyi untuk diketahui adalah praktik hidup yang salah yang disembunyikan dengan sangat baik termasuk dengan legalisme peraturan yang sengaja dibuat untuk melindaungi kepentingan orang-orang tertentu dalam sistem.

Para murid diminta untuk terus memiliki hidup yang terus melakukan tugas pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada seluruh dunia tanpa harus menguatirkan tentang orang yang memusuhi mereka dengan kemunaikan mereka.

Semua yang tertutup akan terbuka dan setiap yang tersembunyi akan diketahui adalah jaminan kepastian hidup karena penyertaan Tuhan kepada setiap orang yang tulus hati. Dalang di balik layar akhirnya akan terbuka ketika suatu saat nanti keberadaan layar itu disingkirkan sebab gembala hidup yang setia senantiasa merindukan persembahan hddup yang selslu berkenan keoada Tuhan.

Ibrani 11:6 
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
1 Dilihat

23 September 2025

PERKATAAN PENUH KUASA

Rabu, 24 September 2025
Renungan Pagi

Yohanes 7:46
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"

PERKATAAN PENUH KUASA

Penjaga-penjaga adalah mereka yang disuruh pergi untuk menangkap Yesus yang melakukan pengajaran yang mempengaruhi orang banyak sehingga bisa mengacaukan sistem agama Yahudi yang sudah ada.

Penjaga-penjaga itu bisa mengacu pada penjaga Bait Allah yang ditugaskan untuk menjaga keamanan Bait Suci setiap saat. Mereka pergi dan kembali dengan tidak mengerjakan tugas mereka sama sekali. Mereka tidak menangkap Yesus, baik dengan kekerasan maupun dengan cara baik-baik.

Jawaban mereka, yang menjadi perenungan kita saat ini, adalah pertanggungjawaban mereka tentang mengapa mereka tidak menangkap Yesus dan membawa-Nya menghadap ke hadapan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala.

Penjaga-penjaga itu telah mendengar segala pengajaran yang penuh kuasa dan perkataan-perkataan yang baik sehingga mereka lebih berani menolak melakukan tugas mereka untuk menangkap 'orang baik' sebagai lebih baik dari pada mendapat marah karena tidak melakukan tugas dengan baik.

Perkataan penuh kuasa itu membuat penjaga-penjaga tidak menangkap Yesus sebab hatinya terbuka sedangkan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tetap ingin menangkap Yesus sebab mereka adalah orang yang keras hati dalam posisi mereka yang terhormat.
1 Dilihat

IKAT PINGGANG SISA PANAS HATI

Selasa, 23 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 76:10
Sesungguhnya panas hati manusia akan menjadi syukur bagi-Mu, dan sisa panas hati itu akan Kauperikatpinggangkan.

IKAT PINGGANG SISA PANAS HATI

Marah dan panas hati manusia itu bisa menyebabkan kerusakan, kekacauan, dan ketakutan dalam hidup manusia. Manusia yang marah selalu mendatangkan kepanasan yang membakar kehidupan.

Bagaimana panas hati manusia itu akan menjadi syukur bagi Tuhan? Tidak oleh orang yang sedang panas hati itu tetapi oleh mereka yang diselamatkan oleh Allah dari panas hati sesamanya.

Orang yang berpanas hati itu tidak akan tahu apa itu bersyukur sampai ia sendiri berhenti dari panas hati yang dialaminya dan syukur itu dimulai dari kesadarannya bahwa ia sudah tidak berpanas hati lagi, sebab itu menyebabkan kerusakan.

Sisa panas hati adalah sebuah kesadaran bahwa amarah manusia yang tidak selesai akan menyebabkan seseorang hidup dalam kebencian pada kehidupan, dalam berbagai cara yang berbeda pada setiap orang sehingga itu bisa berakibat menghancurkan hubungan, menghilangkan kesetiaan, hidup yang tidak loyal pada tugas dan sekedar melakukan yang bisa dilakukan, dan banyak lagi lainnya.

Allah berikatpinggangkan sisa panas hati adalah jaminan bagi umat Tuhan, bahwa kehidupan ini tidak akan mengalami kecelakaan karena sisa panas hati sesama melainkan bahwa Allah menjadikan perkara itu sebagai perkara yang akan menjamin keadaannya tetap aman seperti ikat pinggang yang adalah alat keamanan bahkan kenyamanan.

Amsal 18:10
Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
1 Dilihat

REKA-REKAAN PEMELIHARAAN

Senin, 22 September 2025
Renungan Pagi

Kejadian 50:20 
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

REKA-REKAAN PEMELIHARAAN

Manusia itu makhuk berencana dan semakin baik ia merencanakan sesuatu, maka semakin baik juga hal yang akan diperolehnya dari hasil rencana itu. Bagian yang paling sulit dalam kehidupan ini adalah rencana sehingga bahkan ada orang yang hidupnya hanya sebatas rencana sebab ia tidak pernah merencanakan dengan baik tentang hidupnya atau merencanakan hidup dengan sangat baik tetapi tidak aka maksud untuk melakukan rencana itu.

Rencana kehidupan adalah rencana pribadi atas kehidupan pribadi sebagai tindak lanjut dari rencana orang lain atas kehidupannya pada masa sebelumnya di mana dia belum mengerti kehidupan; Kehidupan yang sudah direncanakan dengan baik oleh mereka yang bertanggung jawab atas kehidupan seseorang pada masa kecil yang tidak tidak dipertanggung jawabkan oleh orang itu, maka dia akan tetap menjadi pribadi yang tidak mencapai hidup yang terencana.

Saudara (mereka yang mempunyai hubungan pertalian darah) juga diharapkan menjadi hidup yang mereka-rekakan yang baik satu dengan yang lain di antara orang-orang bersaudara. Tetapi saudara-saudara Yusuf ternyata mereka-rekakan yang jahat kepada Yususf.

Rencana Allah untuk memelihara umatNya tidak digagalkan oleh reka-rekaan yang jahat saudara-saudara Yusuf tetapi Allah berkuasa mengubah reka-rekaan jahat itu menjadi reka-rekaan pemeliharaan.

Tidak berarti bahwa reka-rekaan yang jahat itu sah-sah saja melainkan ini adalah sebuah penghargaan atas keagungan pribadi Yusuf yang selalu belajar melihat kehendak Allah, bahwa dia menjadi pribadi yang dipakai Allah untuk mengingatkan saudara-saudaranya bahwa hakikatnya manusia sebagai ciptaan Allah itu adalah untuk selalu mereka-rekakan pemeliharaan atas kehidupan.

Ayub 42:2 
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. ..."
1 Dilihat

PENGUNDANG SETIA

Minggu, 21 September 2025
Renungan Pagi

1 Korintus 1:9 
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

PENGUNDANG SETIA

Manusia biasanya berkumpul karena ada yang mengundang. Pengundang itulah yang memprakarsai terjadinya pertemuan antara pengundang dengan yang diundang dan antara sesama yang diundang.

Ada orang yang mengundang agar orang lain datang dan memeriahkan acara yang memang semestinya menjadi kesaksian publik sehingga peneguhan keabsahannya semakin kuat dan menjadi pengetahuan banyak orang.

Ada juga orang yang mengundang orang-orang untuk dipertemukan dalam undangan itu agar mereka boleh bertemu dan memaknai pertemuan mereka selanjutnya sesuai dengan keinginan si pengundang atau keinginan yang disetujui oleh pengundang.

Allah memanggil setiap orang untuk datang kepada persekutuan dengan Yesus Kristus; tentu saja bahwa tujuan pertama adalah agar orang dapat bertemu dengan Dia secara sungguh dan agar bertemu dengan saudaranya sebagai saudara yang semakin mendorongnya untuk semakin menemukan sukacita dalam kehidupannya.

Tuhan, Pengundang setia mau mengingatkan kita bahwa pertemuan dengan Tuhan dan saudara seiman bukan berarti tanpa tantangan dan godaan, tetapi bagi mereka yang memang sungguh-suungguh datang untuk bertemu dengan Tuhan dan hidup dalam persekutuan dengan saudara dalam persaudaraan, maka kepadanya akan dinyatakan tentang kesetiaan Tuhan.

2 Tesalonika 3:3 
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
1 Dilihat

20 September 2025

IMAN HENOKH

Sabtu, 20 September 2025
Renungan Pagi 

Ibrani 11:5
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

IMAN HENOKH

Henokh adalah tokoh yang diceritakan singkat di dalam Alkitab dan tidak ditemukan lagi sebab ia terangkat (ke sorga).

Tidak ditemukan adalah pertanda bahwa Henokh dicari, tidak ada yang menjadi saksi mata ketika ia terangkat itu.

Hidup Henokh yang bergaul dengan Allah adalah hidup yang berkenan kepada Allah itu yang menjadi dasar pengakuan orang bahwa ia telah terangkat ketika ia dicari dan tidak ditemukan.

Allah mengangkat orang yang berkenan kepadaNya adalah sebuah pengakuan bahwa kita manusia berasal dari atas dan akan kembali ke atas.

Iman Henokh adalah iman yang menjadi nyata dalam kesaksian orang kain, iman yang disaksikan dari kehidupan yang baik dan berkesaksian; "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan." (Yudas 1:14-15) Itulah kesaksian Henokh.

Mazmur 37:23
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya
1 Dilihat

19 September 2025

SABAR DAN MENEGUHKAN HATI

Jumat, 19 September 2025
Renungan Pagi

Yakobus 5:8
Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

SABAR DAN MENEGUHKAN HATI

Manusia dan hidupnya di dunia berada dalam siklus waktu yang serasa bergitu cepat sehingga kalau tidak mengatur dengan baik penggunaan waktu itu, maka hidup sepertinya tertimppa oleh beban-beban kehidupan yang tidak berjalan sesuai dengan waktunya.

Sabar adalah bersedia dengan tenang menerima setiap hal, baik yang bentuk dan sifatnya adalah baik maupun sesuatu yang tidak disukai oleh semua orang sebab itu tidak sesuai dengan norma kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Bersabar bisa berarti tanpa rasa marah dan tanpa rasa dipaksakan terus menyatakan kasih kepada semua orang termasuk mereka yang tidak diterima oleh dunia karena dianggap hina dan dianggap kecil oleh sesamanya.

Meneguhkan hati adalah tidak menjadi tawar hati dan mundur karena melihat dunia yang semakin jahat melainkan dengan berani dan tekun serta penuh penyerahan diri kepada Allah yang akan menjaminkan hidup yang penuh kehidupan kepadanya. Meneguhkan hati harus didasari oleh keyakinan bahwa hanya Tuhan yang mampu menetapkan segala perkara bagi kemuliaan namaNya dan demi damai sejahtera bagi umatNya.

Kedatangan Tuhan sudah dekat adalah penguatan iman yang terbesar bagi manusia dalam kesadaran bahwa manusia tidak kekal di dunia tetapi di dalam karya Yesus Kristus ia akan hidup kekal di rumah Bapa ke mana setiap orang percaya menaruh harapannya.

Mazmur 27:14
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
1 Dilihat

18 September 2025

TERUS MENGHITUNG PIKIRAN ALLAH

Kamis, 18 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 139:17-18
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

TERUS MENGHITUNG PIKIRAN ALLAH

Allah itu tidak terselami. Tidak ada yang tahu secara sepenuhnya pekerjaan yang dilakukan Allah. Ada pekerjaan Allah yang kelihatan tidak berpihak kepada kemanusiaan.

Manusia yang jahat bisa tetap sukses dalam kehidupan sementara mereka berusaha dengan jujur dan ulet serta berusaha untuk menolong orang lain bisa terus menerus gagal dalam perjalanan hidupnya dengan segala yang dikerjakannya; tetapi tentu saja bahwa ada orang jahat yang memang tidak beruntung dan ada orang-orang yang disaksikan oleh sesamanya sebagai pihak yang sudah sewajarnya meneruma berkat Tuhan sebab ia adalah orang yang baik.

Pikiran Tuhan itu sulit bagi penalaran manusia sebab segala hal terbuka bagiNya sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak akan berhasil maupun aktivitas yang akan mendatangkan damai sejahtera yang Dia ketahui dan karena itu Ia punya rencana untuk menyelamatkan manusia sebagai makhluk yang disayangiNya. Sementara pengetahuan manusia itu terbatas pada pengalaman dan harapan. Manusia sulit memahami tindakan yang landasan berpikirnya tidak jelas dan tujuannya tidak pasti. Tidak ada yang mengetahui secara pasti tindakan Allah dan mengapa Ia melakukannya; karena itu wajar kalau bagi manusia pemikiran Allah itu sulit.

Terlalu banyak sebab tidak ada kejadian, masa, dan detail suatu perkara yang luput dari kuasa Allah. Dalam satu perkara, ada tidak terhitung banyaknya hal yang dipikirkan oleh Allah bagi umatNya sehingga setiap hal yang terjadi seharusnya membawa kita untuk semakin menyadari bahwa hanya orang kecil di hadapan Tuhan yang mengerti arti kehidupan.

Bahkan ketika manusia berhenti menghitung pikiran Allah, maka ia terus akan sadar bahwa Allah masih saja bersama-sama dengan manusia. Apakah itu berarti bahwa manusia bisa berhenti menghitung kasih Allah? Tidak, bukan berhenti menghitungnya tetapi menyadari bahwa apa pun yang terjadi Allah selalu ingin bersama dengan anak-anakNya; itulah pikiran Allah.

Roma 11:33 
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
1 Dilihat

17 September 2025

PERCAYA DAN BERKATA-KATA

Rabu, 17 Setember 2025
Renungan Pagi

2 Korintus 4:13 
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

PERCAYA DAN BERKATA-KATA

Pernyataan iman Paulus tentang hidup di dunia dalam tubuh yang fana dan tantangan dalam tugas pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada dunia yang sulit menerima bahkan melawan pemberitaan itu.

Pemberitaan Injil adalah mengatakan kepada semua orang tentang Anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus yang telah menjelma menjadi manusia dan korban tebusan bagi dosa manusia sehingga mereka dibenarkan di hadapan Allah. Tentu saja bahwa tugas ini harus dilakukan dengan bertemu dan berbicara dengan semua orang.

Ketika Paulus mengatakan tentang dasar dan isi pekabaran Injil yang dilakukannya, maka ia mengatakan bahwa itu didorong oleh roh iman yang sama, yaitu roh yang memberi kekuatan menghadapi risiko apa pun karena tugas pemberitaan Injil itu; tantangan apa pun yang terjadi, ia dan teman-temannya akan terus memberitakan Injil kepada seluruh dunia.

Percaya dan berkata-kata adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika yang dikatakan bukanlah kepercayaan, maka itu akan menjadi sia-sia sebaliknya kepercayaan yang tidak disampaikan melalui perkataan adalah iman yang tidak berkembang.

Percaya dan berkata-kata adalah usaha untuk menyampaikan keselamatan kepada semua orang dengan sesungguhnya dalam keadaan apa pun dan dengan risiko apa pun. Percayalah dan berkata-katalah, bisa bukan dengan mulut tetapi melalui seluruh hidupmu yang di dalamnya dunia ini melihat dan mendengar kasih Kristus.

Matius 24:14
"... Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
1 Dilihat

16 September 2025

MENDEKAT KEPADA TUHAN

Selasa, 16 September 2025
Renungan Pagi

Bilangan 16:5 
Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. ..."

MENDEKAT KEPADA TUHAN

Kisah Pemberontakan Korah dan ketika temannya yang memimpin dua ratus lima puluh orang orang kenamaan di antara orang Israel melawan Musa.

Perlawanan itu wujudnya adalah mempertanyakan keberadaan Musa yang disebut Datan sebagai meninggi-ninggika diri di atas jemaah Tuhan. Harapan Korah melakukan ini adalah karena ia bermaksud juga diperbolehkan melakukan tugas-tugas keimaman sebagai orang Lewi meski ia bukan keturunan Harun.

Orang kepunyaan Allah adalah mereka yang secara status dipilih secara khusus (karena untuk itu disebut juga sebagai orang kudus) untuk melakukan tugas-tugas melaksanakan kultus ibadah mewakili dan memimpin orang Israel di hadapan Allah.

Mendekat kepada Tuhan, dalam hal memimpin ibadah orang Israel, hanya diperbolehkan bagi mereka yang dipilih oleh Tuhan. Mendekatnya mereka kepada Tuhan juga adalah mendekatnya umat Tuhan kepada kemuliaan Tuhan.

Besok pagi adalah waktu yang ditentukan oleh Musa untuk melihat tentang siapakah orang kepunyaan Allah, yang kudus, yang bisa menghampiri Tuhan untuk mendekat dan berdoa bagi mereka. Setiap waktu adalah waktu untuk mendekat kepada Tuhan; waktu pagi adalah waktu yang baik untuk melakukannya.

2 Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
1 Dilihat

15 September 2025

JERIH PAYAH YANG TIDAK SIA-SIA

Senin, 15 September 2025
Renungan Pagi

1 Korintus 15:58
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

JERIH PAYAH YANG TIDAK SIA-SIA

Ini adalah kutipan dari perikop yang membicarakan bahwa ada harapan tentang hidup setelah kematian karena Allah menjaminkan kehidupan setelah kematian itu sebab Kristus telah mati dan naik ke sorga.

Berdiri teguh adalah undangan untuk selalu menjalani kehidupan tanpa merasa kuatir oleh bayangan kematian yang selalu menjadi sisi pasti yang tidak tentu yang selalu menyertai kehidupan manusia. Sisi pasti bahwa semua yang hidup pada akhirnya akan berakhir dengan kematian, sedangkan tidak tentu bahwa tidak ada yang tahu kapan kematiannya akan datang.

Jangan goyah dalam pengertian yang sama tetapi jika berdiri teguh itu pada menguatkan diri sendiri untuk diri sendiri, maka jangan goyah itu lebih pada kekuatan diri untuk bertahan dari kekuatan luar yang hendak meruntuhkan iman.

Giat dalam pekerjaan Tuhan bukanlah berarti bahwa semua yang harus dikerjakan adalah pekerjaan yang diberikan oleh gereja atau persekutuan melainkan tentang mengerjakan segala perkara dalam kehendak Tuhan.

Manusia yang pada akhirnya masa hidupnya akan berakhir oleh kematian tidak akan percuma hal-hal yang dilakukannya dalam hidupnya sebab hidup yang dilakukan di dalam Tuhan akan membuahkan kebaikan, meski ia tidak lagi menyaksikannya. Paling terakhir bahwa mereka yang berdiri teguh dan tidak goyah di dalam Tuhan, hidupnya tidak sia-sia sebab ia akan mengalami kehidupan sampai selamanya bersama Tuhan.

Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
1 Dilihat

JIWA HANCUR MERINDU

Minggu, 14 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 84:3
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

JIWA HANCUR MERINDU

Jiwa adalah keadaan batin manusia yang sangat terikat dengan segala kenyataan yang ada di sekitarnya. Siswa/murid yang menjiwai suatu mata pelajaran tertentu akan akan memahami pelajaran tersebut.

Jiwa yang hancur merindu akan menyebabkan setidaknya dua kemungkinan: yang pertama, menjadi sangat aktif supaya ia mempunyai hiburan sampai kerinduannya terenuhi. Kemungkinan kedua adalah menjadi pasif oleh karena merasa tidak memiliki daya dalam penantian untuk terpenuhinya kerinduannya. Hanya saja perlu diperhatikan agar orang tidak sampai menjadi sakit jiwa karena tidak mampu menahan kerinduan yang ada di dalam jiwanya.

Jiwa yang hancur merindukan pelataran-pelataran TUHAN artinya jiwa yang sangat ingin untuk datang dan beribadah kepada Tuhan. Hancur tidak hendak menggambarkan keadaan hidupnya yang hancur tidak keruan melainkan jiwa yang tidak dapat tenang sebelum niatnya untuk datang dan beribadah kepada TUHAN terpenuhi.

Panggilan untuk datang kepada TUHAN adalah dorongan iman dari kenyataan bahwa manusia selalu bahagia akan kehidupan (bersorak-soarai itu) karena Allah yang memberikan hidup dan segala penunjang kehidupan itu.

Pengakuan akan Allah yang hidup adalah pertanda bahwa Allah itu selalu ada (hidup untuk selamanya) dan Ia mengasihi manusia yang diciptakannya.

Ibrani 13:15
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
1 Dilihat

13 September 2025

JALAN TIDAK ADA HARAPAN

Sabtu, 13 September 2025
Renungan Pagi 

Yesaya 57:10
Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: "Tidak ada harapan!" Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah. 

JALAN TIDAK ADA HARAPAN

Perjalanan yang jauh yang ditegur oleh Allah dalam kehidupan bangsa Israel adalah kehidupan mereka yang mencari kesenangan hidup dengan membelakangi Tuhan dan menyembah Allah lain.

Perjalanan hidup pasti selalu dituntun oleh harapan tentang 'hidup yang hidup' pada masa depan. Pengharapan itulah yang memberi kekuatan untuk tidak menjadi lemah meski sudah berjalan jauh. Hidup tanpa pengharapan itu melelahkan dalam tidak melakukan sesuatu yang tidak berarti.

Semangat perjalanan ada pada orang Israel tetapi arah perjalanannya yang salah dan karenanya mereka sebenarnya letih lesu tetapi mereka tidak peduli pada keadaan itu.

Jalan yang telah sangat jauh dan melelahkan yang telah ditempuh oleh orang Israel adalah jalan yang tidak ada harapan dan orang Israel menyadarinya secara terbalik; mereka tidak menyadari bahwa perjalanan itu adalah jalan yang sesungguhnya 'tidak ada harapan' - mereka tidak mengatakan hal itu sebab mereka percaya bahwa ada yang mereka akan dapatkan di jalan yang 'tidak ada harapan' itu.

Berharap pada harapan sendiri, berjalan dalam semangat yang besar tetapi tanpa Tuhan, maka tetap saja bahwa sebaik apa pun itu kelihatannya dan seindah apa pun peluangnya, tetap saja itu adalah jalan tidak ada harapan.

Ibrani 6:11
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya

1 Dilihat

12 September 2025

MATA AJAIB

Jumat, 12 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 139:14
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

MATA AJAIB

Manusia beralih dari makhluk yang semula melihat semua hal sebagai ajaib menjadi yang menyadari bahwa semua hal menjadi biasa dan tergantung pada hukum alam atau hukum sebab akibat.

Seorang anak kecil merasakan angin yang meniupnya dari kipas kecil ketika ia sedang gerah tetapi orang dewasa bisa geram melihat kipas tua yang sudah tidak berutar kencang, walau sebenarnya angin yang dihembuskannya masih cukup untuk memberi kesejukan.

Bahkan manusia melihat hidupnya tidak lebih dari sekedar proses. Sudah menjadi kesadaran umum (common sence) bahwa manusia menjadi pintar karena belajar, bahwa ia bisa karena biasa - trampil oleh pengalaman dan sudah melupakan bahwa semua itu sebenarnya hanyalah keajaiban dari Pribadi yang paling terampil yang mengambar dan membentuk alam semesta.

Manusia yang lahir dan bertumbuh menjadi manusia dewasa pun sering hanya dilihat oleh banyak orang sebagai proses alamiah dalam istilah 'memang seperti itulah'; manusia kemudian hanya berusaha menjadi baik oleh hukum karma dan bukan karena ia diciptakan (dibuat secara) ajaib oleh Allah.

Mata ajaib adalah mata yang mampu melihat bahwa keberadaannya di dunia ini adalah perkara ajaib buatan Tuhan, kesadaran yang lahir dari dalam jiwanya, sehingga dalam setiap perkara ia selalu melihat secara ajaib cara untuk bersyukur.

Efesus 3:20-21
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
1 Dilihat

10 September 2025

SERENTETAN MANUSIA YANG AKAN DATANG

Kamis, 11 September 2025
Renungan Pagi

2 Samuel 7:19
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.

SERENTETAN MANUSIA YANG AKAN DATANG

Daud mengucap syukur kepada Allah yang telah menyatakan janjiNya tentang keluarga dan kerajaan Daud yang akan kokoh untuk selama-lamanya.

Kenyataan ini ada dalam hubungan antara keturunan Daud sebagai anak Allah dan Allah menjadi Bapa mereka. Terkait dengan janji itu, dikatakan pula bahwa apabila anak Daud yang akan membangun rumah Tuhan itu bersalah, maka ia akan dihukum tetapi kasih setia Tuhan tidak akan meninggalkannya bahkan janji penyertaan Tuhan akan terus berlaku atas keturunan Daud sampai selama-lamanya.

Serentetan manusia dalam keluarga untuk masa yang masih jauh adalah ungkapan iman Daud akan kasih Allah yang tidak akan terputus bagi orang Israel sampai selama-lamanya. Daud tidak mendapat wahyu seperti melalui mimi atau penglihatan tetapi ia sudah melihat bahwa serenteta manusia yang akan datang itu bahwa setiap yang jahat akan dihukum tetapi kasih setia Tuhan tidak akan berkesudahan bagi keluarga Daud (baca: bagi segenap orang Israel).

Daud percaya bahwa apa yang difirmankan Tuhan itu tidak akan terbantahkan, pasti terjadi. Kuasa dan kesetiaan Allah tidak akan dapat dibatasi oleh apa pun untuk menjadi nyata dalam kehidupan ini.

Hal tentang kerajaan yang kokoh itu masih kurang dan hal yang lebih adalah melihat serentetan orang yang akan datang. Ini adalah kesadaran untuk membentuk karakter yang baik yang akan menjadi landasan dari generasi yang tetap menjadi umat Allah yang setia dari generasi ke generasi yang akan mewujudkan terpenuhinya janji Allah tentang keluarga yang kokoh di hadapan Allah selama-lamanya.

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
1 Dilihat

BAIK TAPI TIDAK BERGUNA

Rabu, 10 September 2025
Renungan Pagi 

Kolose 2:23
Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

BAIK TAPI TIDAK BERGUNA

Peraturan yang dimaksud adalah tentang pembatasan makanan dalam kaitannya dengan disiplin rohani; demikian pula tentang hari raya rohani yang harus diikuti dengan aturan-aturannya yang ketat.

Berbagai peraturan yang harus dijaga ketat itu;; harus dari kanan, pakaiannya harus begini begitu, dan lain sebagainya sudah menjadi hukum Taurat yang jika dilanggar, maka orang menjadi berdosa dan seakan tidak layak kepada Bapa di sorga.

Peraturan-peraturan duniawi seperti itu sudah menjadi ibadah yang membuat orang tidak lagi bebas mengekspresikan imannya tetapi terkurung dalam tuntutan pemenuhan hukum secara manusiawi.

Iman bukan tanpa aturan tetapi aturannya ialah baik dan memuliakan Tuhan, bukan baik dan memuliakan pembuat aturannya, yaitu manusia.

Ibadah itu adalah bakti kepada Allah dan bukan bakti kepada aturan duniawi. Tentu saja tidak semua aturan yang ada di dunia ini salah tetapi dalam hal iman, aturan itu nomor dua bahkan dalam urutan yang lebih kemudian dari itu, yang utama adalah memuliakan Tuhan dan bukan karena hanya kepuasan duniawi.

1 Korintus 10:23
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
1 Dilihat

09 September 2025

KENYANG DENGAN SAJIAN LEZAT

Selasa, 9 September 2025
Renungan Pagi

Yesaya 55:2
Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

KENYANG DENGAN SAJIAN LEZAT

Ayat ini adalah pengantar dari pernyataan-pernyataan Allah yang mengatakan bahwa kasihNya diberikanNya secara cuma-cuma keada umatNya. Tuhan memberikan makan dan minum secara gratuikepada mereka

Membelanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti adalah sebuah pernyataan yang mengingatkan bangsa Israel tentang keadaan yang penuh dengan kesulitan yang mereka hadapi dan yang akan mereka hadapi ketika mereka terus membelakangi Tuhan dalam kehidupan mereka setiap waktu.

Menggunakan uang untuk membeli sesuatu yang mengenyangkan adalah sebuah perenungan tentang keadaan yang sangat sulit, sehingga jika menggunakan uang untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan adalah sesuatu yang tidak berguna. Keadaan ekonomi dan keuangan yang sulit menggambarkan hidup yang tidak diberkati karena jauh dari hadapan Tuhan.

Pada sisi kontemplatif membelanjakan uang hanya untuk roti yang mengenyangkan adalah sebuah pengantar kepada keadaan di mana orang menyadari kepentingan yang paling utama untuk dipenuhi adalah kehidupan; makan adalah kewajiban utama manusia untuk menjaga kehidupan tetap ada.

Terakhir menjadi perenungan kita adalah kenyataan tentang mereka yang mendengar Tuhan, maka mereka akan memakan yang baik dan akan menikmati sajian yang paling lezat; umat Tuhan akan selalu kenyang dengan sajian lezat.

Efesus 4:19
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
1 Dilihat

08 September 2025

PENGHASILAN KEBENARAN

Senin, 8 September 2025
Renungan Pagi 

Amsal 16:8
Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.

PENGHASILAN KEBENARAN

Manusia hidup di dunia yang menuntut kerja sebab tanpa kerja tidak akan ada hasil yang dicapai sedangkan hidup tanpa hasil adalah hidup yang sedang tercekik sampai akhirnya hilang dalam ketiadaan makna.

Secara teologis manusia adalah makhluk yang diperintahkan untuk memelihara taman Eden. Perintah ini diberikan ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa dan bekerja itu menjadi  berat oleh dosa setelah manusia terputus hubungannya dengan Tuhan ketika mereka melanggar perintah Allah.

Manusia yang bekerja menghasilkan kehidupan dan cara manusia melakukan pekerjaannya menghasilkan kualitas hidupnya. Orang yang bekerja secara jujur dikenal sebagai orang jujur dan orang yang asal bekerja disebut sebagai orang asal-asalan.

Perbandingan yang disebutkan dalam ayat ini bukan perbandingan tingkat bahwa yang satu lebih baik sementara yang lain baik melainkan perbandingan bertentangan bahwa yang satu itu lebih baik sedangkan yang lainnya itu tidak baik.

Bekerja dengan kebenaran menghasilkan kehidupan yang baik; walau secara material penghasilannya sedikit -- lebih baik tentunya jika bisa memiliki penghasilan yang banyak asal jangan terjadi bahwa orang meninggalkan kebenaran lalu menjadi tidak adil untuk memiliki penghasilan yang banyak. Sedikit atau banyak harus tetap merupakan penghasilan kebenaran.

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
1 Dilihat

07 September 2025

KEKAYAAN YANG TIDAK TERDUGA

Minggu,  7 September 2025
Renungan Pagi

Efesus 3:8 
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, ...

KEKAYAAN YANG TIDAK TERDUGA

Paulus menyebut dirinya sebagai orang yang peling hina di antara segala orang kudus, adalah sebuah pernyataan yang merupakan penghargaannya atas karunia (anugerah) yang sangat besar yang diberikan kepadanya, yaitu kesempatan untuk memberitakan Injil.

Pengakuan sebagai yang paling hina juga terkait dengan keadaan dirinya sebelum ia dipakai oleh Allah untuk pemberitaan Injil, bahwa ia adalah musuh Injil itu dan ia adalah pembunuh jemaat-jemaat yang percaya kepada Yesus Kristus.

Tersirat bahwa menjadi orang kudus adalah mereka yang menyerahkan diri untuk sepenuhnya bekerja dan memberitakan Injil Yesus Kristus dengan sepenuh hati dan jiwa. Bukan terutama sebagai status untuk dibanggakan kepada dunia tetapi sebagai bentuk rasa tanggung jawab kepada Allah.

Kekayaan yang tidak terduga adalah pemberitaan Injil kepada umat Allah bahwa Allah telah memberi keselamatan kepada manusia di dalam Yesus Kristus secara cuma-cuma; keselamatan hanya oleh kasih karunia.

Harta kekayaan yang tidak terduga selanjutnya adalah bahwa ternyata keselamatan itu tidak tebatas kepada orang-orang Yahudi saja (yang biasa dikenal sebagai umat Allah itu) tetapi kepada seluruh bangsa di muka bumi ini; keselamatan itu adalah bagi seluruh kaum di segala tempat.

Roma 10:13 
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
1 Dilihat

06 September 2025

ALLAH MELIHAT LANGIT DAN BUMI

Sabtu, 6 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 113:5-6
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

ALLAH MELIHAT LANGIT DAN BUMI

Manusia diam di bumi yang baginya sudah terlalu besar. Jika ia mempunyai daya dukung yang baik, maka ia akan tahu wilayah yang luas dari temat tinggalnya tetapi mereka yang daya dukung kehidupannya sangat terbatas hanya bis tahu tempapt-tempat yang terbatas sesuai dengan kesempatan terbatas yang dimilikinya dalam kehidupan ini.

Bumi ini ada di bawah kolong langit yang malah lebih banyak lagi menjadi misteri bagi manusia. Matahari itu dari pagi cerah dan menjadi sumber inspirasi dan semangat menjadi semakin panas hingga rembang tengah hari; bukankah itu aneh bahwa semakin matahari itu lebih tinggi dari bumi semakin ia panas? Ini kebalikan dari hukum yang dikenal oleh manusia, semakin dekat ke sumber panas semakin panas, demikian juga sebaliknya semakin dekat ke benda yang dingin semakin dingin. Matahari setelah berada pada puncak yang tertinggi, maka ia menjadi semakin sejuk yyang kemudian digantikan oleh dinginnya malam yang semakin jauh semakin dingin.

TUHAN, Allah semesta alam, berada di tempat yang tinggi mengatasi segala sesuatu; alam semesta adalah hal yang sangat kecil baginya sehingga untuk melihat langit dan bumi saja Ia harus merendahkan diri. Kalau orang besar memberi perhatian dan waktu melihat orang kecil, maka ia adalah orang yang luhur mulia laksana TUHAN yang merendahkan diriNya untuk melihat langit dan bumi.

Dua pengakuan dasar dari ayat ini adalah bahwa TUHAN itu adalah Allah yang pengetahuan dengan kuasa dan kasihNya tidak akan pernah tidak berlaku dalam kehidupan makhlukNya di bumi dengan dukungan penuh dari langit dan bumi atas pengaturan TUHAN di dalam berkat dan perlindungan dari padaNya.

Perkara selanjutnya, yang kedua, untuk dihayati dan diberlakukan dalam kehidupan adalah manusia tidak tinggi karena ia berada di bumi dan berkuasa di atasnya pun tidak karena ia mengetahui banyak tentang perkara langit, melainkan bahwa karena ia bisa memiliki hidup yang selalu merendah di hadapan TUHAN dan sesama.

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
1 Dilihat

05 September 2025

BERALIH KEPEMILIKAN

Jumat, 5 September 2025
Renungan Pagi

Yohanes 17:6
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

BERALIH KEPEMILIKAN

Sesuatu bisa mengalami perubahan status kepemilikan karena berbagai hal, baik itu yang disengaja maupun yang terjadi dalam proses yang berlangsung lama.

Ada tanah gadaian yang telah diolah oleh beberapa keturunan untuk waktu yang lama dan kemudian dikenal oleh generasi tertentu sebagai warisan yang ternyata kemudian digugat oleh orang lain; yang kemudian harus diurus secara perdata. Tidak sedikit dari kasus seperti ini kemudian menjadi kasus pidana.

Manusia secara adikodrati adalah milik Allah sebab ia adalah makhluk ciptaan Allah dan dihidupi oleh Allah tetapi kemudian memilih untuk menjadi milik (tunduk di bawah kuasa-kuasa)dunia yang membuatnya mengarah kepada kebinasaan; mencari kepuasan ibarat orang haus tanpa air minum di lautan lepas.

Karya keselamatan bagi manusia yang dikerjakan oleh Kristus adalah untuk mengembalikan mereka menjadi milik Allah membawanya kepada damai sejahtera ibarat menikmati manna di padang gurun bahkan hidup di negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Pertanda bahwa orang telah kembali menjadi milik Allah di dalam Yesus Kristus adalah bahwa ia telah menuruti firman Tuhan.

Yesaya 43:1 
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. ..."
1 Dilihat

04 September 2025

MELIHAT KEMULIAAN ALLAH

Kamis, 4 September 2025
Renungan Pagi

Yohanes 11:40 
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

MELIHAT KEMULIAAN ALLAH

Perkataan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada Marta ketika ia memerintahkan agar batu penutup kubur tempat Lazarus dibaringkan dibuka.

Secara pengetahuan umum, wajar sebagai manusia bahwa orang yang telah meninggal selama empat hari itu akan berbau, sehingga Marta memperingatkan Yesus tentang keadaan yang ada; ini sesungguhnya adalah kesadaran manusia bahwa ia adalah makhluk yang terbatas.

"Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:  Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" bukanlah sesuatu yang disampaikan oleh Yesus kepada Marta dalam perjumpaan mereka yang terakhir ketika Yesus menjumpai mereka yang sedang bersedih karena saudara laki-laki mereka yang telah meninggal dan telah dikuburkan. Menjadi percaya dan melihat kemuliaan Allah adalah hal yang selalu berulang-ulang dikatakan oleh Yesus kepada manusia; sudahkah kita mendengar akan hal itu?

Melihat kemuliaan Allah dalam kejadian yang dimaksudkan dalam ayat bacaan hari ini adalah bahwa Lazarus yang secara manusiawi seharusnya sudah membusuk dibangkitkan dari antara orang mati.

Perkara yang paling besar bagi manusia adalah bangkit dari kematian; melihat hal ini berarti melihat kemuliaan Allah. Sesungguhnya, perkara paling bahagia bagi setiap orang percaya adalah bahwa dalam seluruh hidupnya ia percaya akan kebangkitan orang mati dan bahwa perkara itu tidak mustahil bagi Allah.

Lukas 18:27
Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."
1 Dilihat

03 September 2025

METERAI DASAR YANG TEGUH

Rabu, 3 September 2025
Renungan Pagi

2 Timotius 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

METERAI DASAR YANG TEGUH

Dasar adalah landasan berpijak dari kehidupan seseorang, bagai pondasi bagi sebuah bangunan; jika pondasinya baik, maka dapat dapat menanggung dengan baik bangunan yang dibangun di atasnya.

Dasar yang diletakkan Allah adalah iman dan meterainya ada dua, yaitu: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Meterai adalah tanda yang resmi dengan kekuatan hukum dan orang yang melanggarnya akan mendapatkan hukuman serta orang yang mempergunakan materai sesuai dengan peruntukannya akan diberi penghormatan dalam apa yang dilakukannya.

Tuhan mengenal siapa kepunyaannya adalah sebuah bentuk pengakuan bahwa bagi mereka hidupnya tetap di dalam Tuhan, maka Tuhan mengenalnya sebagai kepunyaanNya. Tuhan mengenal setiap orang dan setiap orang adalah kepunyaanNya tetapi mereka yang dikenal secara khusus Tuhan sebagai kepunyaanNya berhak atas jaminan berkat dan perlindungan Tuhan.

"Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan" adalah tanda ikatan antara Allah dan umatNya yang tersirat dalam meterai Dasar yang teguh itu. Allah adalah dasar yang teguh sehingga sering orang menyebut nama Allah untuk melegalkan kejahatannya tetapi dengan itu ia tidak menjamin hidupnya sebagai kepunyaan Allah.

Sebagai dasar, hal itu sedianya berada di dalam hati setiap orang kepunyaan Allah sebab dasar hidup setiap orang adalah hatinya. Jika Allah tidak ada di dalam hatimu, maka tidak ada hal yang teguh dalam kehidupan ini.

Mazmur  90:17
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.
1 Dilihat

02 September 2025

HIPERBOLA KASIH

Selasa, 2 September 2025
Renungan Pagi 

Lukas 14:26 
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. ..."

HIPERBOLA KASIH

Banyak orang yang imannya terusik pernyataan bahwa orang yang mengikut Yesus harus membenci orang-orang yang terdekat dengannya.

Persoalan semakin besar dengan kenyataan bahwa orang diminta untuk membenci nyawanya sendiri, ini namanya cari mati.

Ayat ini sebenarnya adalah penempatan pertama pada Tuhan dan bukan berarti pengabaian atau permusuhan.

Orang yang karena imannya kepada Kristus diusir dari orang-orang terdekatnya atau dibunuh adalah kemungkinan bentuk paling keras dari ayat ini. Orang beriman tidak membenci siapa pun termasuk orang tua dan saudara-saudaranya yang membenci dia karena imannya; dia hanya lebih mengasihi Kristus lebih dari kasihnya kepada orang-orang terdekat dalam hidupnya.

Membenci orang tua dan saudara-saudara (orang terdekat) bukan berarti rasa negatif kepada mereka melainkan bahwa kasih kepada mereka tidak dijadikan alasan untuk menjauhkan diri 

Matius 19:29
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
1 Dilihat

01 September 2025

DIPUJI TUHAN

Senin, 1 September 2025
Renungan Pagi 

2 Korintus 10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

DIPUJI TUHAN

Tahan uji adalah keadaan hidup yang bertahan sebab disukai oleh orang. Jika ada yang menentangnya, maka orang lain akan membelanya.

Hidup yang tahan uji adalah hidup yang melakukan perbuatan-perbuatan terpuji, orang-orang yang melakukan hal-hal yang terpuji adalah mereka yang memikirkan dan mengupayakan sesuatu yang baik bagi semua orang.

Menjadi orang terpuji dilihat oleh orang tertentu sebagai sebuah keadaan yang terhormat lalu mengupayakan agar ia memperolehnya dengan memuji dirinya sebagai yang baik.

Dipuji Tuhan tidak jauh dari dipuji manusia selama itu bukan tindakan memuji diri sebab manusia juga pada dasarnya menyukai hal-hal yang terpuji.

Dipuji Tuhan adalah sebuah keistimewaan hidup sebab Tuhan itu adalah yang terpuji dan kalau Ia yang memuji, maka berbahagialah yang dipujiNya, kebahagiaan baginya adalah dari Tuhan sendiri.

2 Korintus 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 
1 Dilihat