26 September 2025

BERBICARA ATAS NAMA ALLAH

Sabtu, 27 September 2025
Renungan Pagi

2 Petrus 1:20-21
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

BERBICARA ATAS NAMA ALLAH

Manusia hidup di dunia yang menafsirkan dan mengolah segala perkara untuk semakin dipahami dan semakin memberi pengetahuan hidup.

Ada petuah bijak yang saya dengar dari orangtua ketika saya masih kecil, berbunyi: "Jangan biarkan sesuatu berlalu begitu saja tanpa kamu pikirkan" kiranya benar bahwa hanya mereka yang mau memaknai segala sesuatu yang bisa mengetahui banyak hal di dunia ini.

Menafsirkan adalah kegiatan untuk mencari tahu latar belakang, tujuan sesuatu dilakukan, dan memberi nilai kepada segala perkara dalam kehidupan ini.

Menafsirkan Alkitab, yaitu nubuat-nubuat di dalamnya, tidak dapat dilakukan seturut dengan keinginan sendiri sebab yang harus dilihat adalah kehendak Allah dalam segala nubuat yang ada di dalamnya sebab setiap nubuat itu itu adalah perkara yang disampaikan oleh orang yang berbicara atas nama Allah.

Menafsirkan Kitab Suci tidak boleh berdasarkan keinginan sendiri sebab itu bukan berasal dari manusia melainkan menafsirkannya sesuai dengan kehendak Roh Kudus yang mengilhamkan orang-orang untuk berbicara atas nama Allah; sehingga perkara ini hanya bisa berkenan kepada Allah jika dilakukan oleh mereka yang berbicara atas nama Allah; bukan mereka yang berbicara demi kepentingan apa pun selain kehendak Allah.

Efesus 5:17
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat