18 September 2025

TERUS MENGHITUNG PIKIRAN ALLAH

Kamis, 18 September 2025
Renungan Pagi

Mazmur 139:17-18
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

TERUS MENGHITUNG PIKIRAN ALLAH

Allah itu tidak terselami. Tidak ada yang tahu secara sepenuhnya pekerjaan yang dilakukan Allah. Ada pekerjaan Allah yang kelihatan tidak berpihak kepada kemanusiaan.

Manusia yang jahat bisa tetap sukses dalam kehidupan sementara mereka berusaha dengan jujur dan ulet serta berusaha untuk menolong orang lain bisa terus menerus gagal dalam perjalanan hidupnya dengan segala yang dikerjakannya; tetapi tentu saja bahwa ada orang jahat yang memang tidak beruntung dan ada orang-orang yang disaksikan oleh sesamanya sebagai pihak yang sudah sewajarnya meneruma berkat Tuhan sebab ia adalah orang yang baik.

Pikiran Tuhan itu sulit bagi penalaran manusia sebab segala hal terbuka bagiNya sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak akan berhasil maupun aktivitas yang akan mendatangkan damai sejahtera yang Dia ketahui dan karena itu Ia punya rencana untuk menyelamatkan manusia sebagai makhluk yang disayangiNya. Sementara pengetahuan manusia itu terbatas pada pengalaman dan harapan. Manusia sulit memahami tindakan yang landasan berpikirnya tidak jelas dan tujuannya tidak pasti. Tidak ada yang mengetahui secara pasti tindakan Allah dan mengapa Ia melakukannya; karena itu wajar kalau bagi manusia pemikiran Allah itu sulit.

Terlalu banyak sebab tidak ada kejadian, masa, dan detail suatu perkara yang luput dari kuasa Allah. Dalam satu perkara, ada tidak terhitung banyaknya hal yang dipikirkan oleh Allah bagi umatNya sehingga setiap hal yang terjadi seharusnya membawa kita untuk semakin menyadari bahwa hanya orang kecil di hadapan Tuhan yang mengerti arti kehidupan.

Bahkan ketika manusia berhenti menghitung pikiran Allah, maka ia terus akan sadar bahwa Allah masih saja bersama-sama dengan manusia. Apakah itu berarti bahwa manusia bisa berhenti menghitung kasih Allah? Tidak, bukan berhenti menghitungnya tetapi menyadari bahwa apa pun yang terjadi Allah selalu ingin bersama dengan anak-anakNya; itulah pikiran Allah.

Roma 11:33 
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat