Minggu, 14 September 2025
Renungan Pagi
Mazmur 84:3
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
JIWA HANCUR MERINDU
Jiwa adalah keadaan batin manusia yang sangat terikat dengan segala kenyataan yang ada di sekitarnya. Siswa/murid yang menjiwai suatu mata pelajaran tertentu akan akan memahami pelajaran tersebut.
Jiwa yang hancur merindu akan menyebabkan setidaknya dua kemungkinan: yang pertama, menjadi sangat aktif supaya ia mempunyai hiburan sampai kerinduannya terenuhi. Kemungkinan kedua adalah menjadi pasif oleh karena merasa tidak memiliki daya dalam penantian untuk terpenuhinya kerinduannya. Hanya saja perlu diperhatikan agar orang tidak sampai menjadi sakit jiwa karena tidak mampu menahan kerinduan yang ada di dalam jiwanya.
Jiwa yang hancur merindukan pelataran-pelataran TUHAN artinya jiwa yang sangat ingin untuk datang dan beribadah kepada Tuhan. Hancur tidak hendak menggambarkan keadaan hidupnya yang hancur tidak keruan melainkan jiwa yang tidak dapat tenang sebelum niatnya untuk datang dan beribadah kepada TUHAN terpenuhi.
Panggilan untuk datang kepada TUHAN adalah dorongan iman dari kenyataan bahwa manusia selalu bahagia akan kehidupan (bersorak-soarai itu) karena Allah yang memberikan hidup dan segala penunjang kehidupan itu.
Pengakuan akan Allah yang hidup adalah pertanda bahwa Allah itu selalu ada (hidup untuk selamanya) dan Ia mengasihi manusia yang diciptakannya.
Ibrani 13:15
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar