Selasa, 30 September 2025
Renungan Pagi
Keluaran 33:13
"... Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
TETAP MENDAPAT KASIH KARUNIA TUHAN
Percakapan Musa dengan Tuhan setelah ia diperintahkan untuk melanjutkan tugasnya menjadi pemimpin bangsa Israel yang melakukan perjalanan ke Tanah Perjanjian setelah bangsa itu memberontak dan menyembah patung lembu emas tuangan di lereng gunung Sinai.
Musa disebut sebagai yang diberi kasih karunia adalah bahwa ia layak menjadi pemimpin bagi bangsa itu tetapi ia berpikir untuk melakukan tugas itu karena apa baru saja terjadi pada bangsa itu bahwa mereka memberontak di hadapan Tuhan. Sebab itu, dalam kehidupan umat Tuhan, tugas untuk memimpin umat itu selalu dilihat sebagai kasih karunia.
Ingatlah bahwa bangsa ini (Israel) umat-Mu, ucapan yang merupakan suara hati Musa di hadapan Tuhan bagi bangsa yang akan dipimpinnya, supaya Tuhan membimbing mereka dengan sepenuhnya ke Tanah Perjanjian.
Musa memastikan bahwa ia mendapat kasih karunia Tuhan dan itu akan tetap terjadi sebagai jaminan atas keberhasilan tugas itu sampai akhir; sebab keberhasilan tugasnya ada di dalam bingkai kasih karunia itu.
Hidup yang tetap disertai dengan kasih karunia adalah hidup yang mengenal Tuhan; dalam perikop ini seluruhnya, merupakan kerinduan Musa untuk melihat Allah secara langsung. Mengenal Tuhan adalah mengerti kehendaknya dan melakukannya di dalam kehidupan ini.
Ibrani 8:11
Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar