26 September 2025

IA MENYERAHKANNYA KEPADA DIA

Jumat, 26 September 2025
Renunan Pagi

1 Petrus 2:23
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

IA MENYERAHKANNYA KEPADA DIA

Manusia tidak ingin dicaci maki. Sehebat apa pun kesalahan yang dilakukannya, setiap orang ingin agar ia diperlakukan lemah lembut, santun, dan terhormat. Mencaci maki adalah mengatakan dengan nada hinaan segala kesalahan yang dilakukan sesama dengan maksud untuk mempermalukan dia. Caci maki juga biasanya disampaikan dalam nada keras dan mengancam.

Jika cacian dibalas dengan caci maki juga, maka terjadilah perang yang pada akhirnya akan merugikan kedua belah. Kristus menjadi teladan bahwa Ia tidak memblas caci maki tetapi Ia menyerahkannya (perkara dicaci maki itu) kapada Dia yang menghakimi dengan adil.

Menderita adalah keadaan sebagai akibat dari caci maki yang diterima seseorang. Respons spontan manusia secara umum ketika mengalami penderitaan adalah dengan mengancam orang yang menindasnya. Tetapi Yesus menerima penderitaan itu agar ia dapat melatih manusia memiliki jiwa yang sabar; dalam jiwa yang sabar ada iman yang teguh.

Membalas caci maki dan mengancam pihak yang menyebabkan penderitaan, akan berujung pada mencari pembenaran dan membuktikan kesalahan pihak lain, dan ini bisa semakin menambah persoalan sebab semua manusia punya kelemahan, termasuk dalam peradilan yang dilakukannya.

Yesus menerima dengan sabar hinaan cacian dan penderitaan, baik yang bersifat batin maupun yang merupakan penderitaan fisik, sebab ia tahu bahwa Allah menghakimi dengan segala keadilan.

Mazmur 98:8-9
Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat