02 April 2026

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Jumat, 3 April 2026
Renungan Pagi 

Mazmur 31:6
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 

KE DALAM TANGANMU KUSERAHKAN NYAWAKU

Manusia pasti akan mati; semua yang hidup akan mengalami kematian dan akan binasa pada waktunya.

Syukur bahwa di dalam kasih Allah ada kenyataan yang mengubah kemutlakan hukum alam tentang kefanaan, yaitu bahwa ketika nafiri terakhir berbunyi, maka semua orang percaya yang masih hidup akan diubahkan dan diangkat ke sorga. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya pada hari itu? Alkitab tidak mengatakannya.

Menyerahkan nyawa kepada Bapa adalah wujud akhir dari kehidupan orang yang tulus dan setia kepada Tuhan sehingga ia yakin bahwa nyawanya berharga kepada Bapa. 

Allah dipercayai untuk menyelamatkan hambaNya dan arti alami dari 'menyerahkan nyawa kepada Bapa' adalah untuk melindunginya dari kematian. Kematian Yesus yang menyerahkan nyawaNya kepada Bapa menggenapi ayat ini dan menjelaskan bahwa penyerahan nyawa itu hanya terwujud dalam hidup yang sepenuhnya dibaktikan kepada Allah.

Tuhan setia adalah keyakinan bahwa Tuhan itu akan selalu melakukan yang terbaik bagi umatNya; diberkati dan dilindungiNya selama hidup di dunia ini dan dibawaNya ke surga pada waktu matinya.

Yohanes 10:17
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat