25 April 2026

MUSUH DALAM SELIMUT

Sabtu, 25 April 2026
Renungan Pagi 

1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

MUSUH DALAM SELIMUT

Berteman itu wajib sebab manusia adalah makhluk sosial dan hakikat kemanusiaannya akan hilang tanpa pergaulan.

Tetapi manusia harus mampu menempatkan diri dalam pergaulannya, tidak untuk memenangkan orang lain tetapi untuk memiliki partner yang sama-sama membangun kehidupan.

Selama masih di dunia ini, manusia harus berteman; yang tidak berteman, maka dia akan pergi dari dunia ini; jiwanya tidak cocok berada di dunia ini.

Tetapi yang tidak benar adalah berteman dengan orang yang disebutkan sebagai musuh dalam selimut; mereka yang menyebut diri saudara tetapi yang menyimpan banyak keburukan bagi aaudaranya dalam persekutuan. Tidak makan bersama mereka adalah bentuk pemutusan rantai kejahatan pada diri mereka saja.

Lebih baik orang asing yang sedia menjadi teman dalam perbedaan dari pada yang mengaku saudara yang ternyata adalah musuh dalam selimut. Berteman dengan musuh dalam selimut berarti membiarkan noda kefasikan merenggut dari dalam diri sendiri.

1 Petrus 1:14-16
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat