Renungan Pagi
Yudas 1:16
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
ORANG YANG FASIK TERHADAP TUHAN
Mereka itu, yang cara hidupnya digambarkan dalam ayat ini, mengacu pada orang-orang yang akan dihakimi oleh beribu-ribu orang kudus yang akan datang bersama dengan Tuhan karena berdosa kepada Tuhan.
Fasik terhadap Tuhan adalah orang-orang berdosa tetapi bermuka dua; manis mulut di depan mata tetapi hati serong. Fasik adalah sebutan bagi mereka yang biasa disebut sebagai musang berbulu domba.
Ciri orang fasik yang pertama adalah selalu menggerutu tentang kehidupan; tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa malang dalam kehidupan ini; tidak merenung dan mengakui bahwa Allah terus ada menjadi pemberi hidup walau dalam keadaan terjepit sekalipun.
Hawa nafsu adalah keinginan yang terlalu besar akan kenikmatan sehingga mata membelalak dan hati tertutup karenanya untuk mendapatkan keinginannya dengan cara apa pun termasuk yang melanggar. Perkataan yang bukan-bukan adalah perkataan yang karena dikuasai oleh hawa nafsu, maka dikeluarkan dengan berbagai macam cara untuk menyakiti orang lain dan menyombongkan diri. Akibat hawa nafsu yang berikut adalah menjilat demi keuntungan pribadi, yakni bertindak menyenangkan orang-orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan melupakan perasaan orang lain dan tidak menghiraukan kehendak Tuhan.
Kefasikan itu bisa terjadi di mana saja tetapi lihatlah bahwa apa pun yang kautanam akan kautuai pada akhirnya; gerutu berbuah kekerdilan dan hawa nafsu itu berbuah kekacauan dan perpecahan.
1 Korintus 5:8
Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar