10 April 2026

SELAYAKNYA DIHUKUM

Sabtu, 11 April 2026
Renungan Pagi 

Lukas 23:41
"... Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

SELAYAKNYA DIHUKUM

Manusia yang jahat itu selayaknya dihukum. Kesalahan secara teknis saja dihukum, yaitu dengan terhambatnya tercapai tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan yang dilakukan.

Kesalahan teknis dihukum dengan tenaga dan waktu yang semakin banyak untuk menyelesaikan perkara yang salah teknisnya itu. Pada sisi lain, kesalahan teknis harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada sesama manusia.

Semakin salah sesuatu perkara yang dilakukan semakin besar akibat yang harus ditanggung atasnya.

Kesalahan dalam arti pelanggaran moral harus berurusan dengan pihak berwajib agar kesalahan itu bisa diperbaiki dan atau diakhiri. Pengakuan penjahat di kayu salib itu hendaknya menjadi kesadaran setiap orang bahwa sesungguhnya kita ini 'selayaknya dihukum' untuk semakin menjadi rendah hati dalam menjalani hidup di hadapan Tuhan dan sesama.

Pribadi agung yang disalibkan bersama dengan penjahat itu diakui sebagai orang yang tidak berbuat salah. Perihal ini memberi teladan hidup bahwa janganlah karena kesalahan kita harus dihukum melainkan hendaklah orang belajar berkorban untuk memperjuangkan perbaikan nilai kemanusiaan. Kristus adalah teladan terbesar yang pernah ada untuk pengorbanan itu.

Ratapan 3:58
"Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. ..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat