23 Mei 2026

PARADOKS PEMBOHONG

PARADOKS PEMBOHONG

Seseorang berkata: "Saya sedang berbohong."

Jika ia seorang jujur, berarti benar bahwa ia sedang berbohong.

Jika ia seorang pembohong, maka ia sedang jujur mengatakan kebohongannya.

Jadi apakah orang itu adalah seorang jujur yang mengatakan kebohongannya atau orang pembohong yang sedang jujur atas kebohongannya adalah sebuah paradoks yang membingungkan.

Demikian kurang lebih yang dikatakan oleh seseorang dalam status media sosialnya.

Ada beberapa hal untuk dilihat dalam paradoks ini:
1. Orang jujur pun bisa berbohong. Sering kebohongan itu terjadi bukan karena orang mau melakukannya tetapi karena terpaksa melakukannya. Bukan karena ia mau berbohong tetapi karena ia mau mencapai yang baik dalam situasi yang tidak baik -- sebab orang jujur biasanya juga adalah orang baik. Jahatlah orang yang membuat orang jujur itu harus berbohong demi tercapainya 'kebaikan' bersama. Orang sering membuat situasi kekacauan yang besar sehingga 'kejujuran' hanya akan menjadi pemicu kehancuran; di situlah orang jujur sedang berbohong.

2. Kejujuran pembohong itu hanya ketika ia mengakui kebohongannya. Bisa terjadi bahwa pernyataan pembohong bahwa ia sedang berbohong adalah untuk mengatakan kebenaran yang telah ia katakan sebab tidak akan mampu untuk ia mempertanggungjawabkannya.

3. Menjadi pembohong itu bisa terjadi pada siapa pun sehingga orang harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak berbohong dalam segala waktu dan dalam segala perkara.

4. Menjadi orang jujur itu adalah nilai mulia manusia yang langkah dan berbahagialah orang yang memilikinya.

Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat