Dalam perjalanan yang menuju ke kehidupan ada yang berjalan tiada henti namun pada akhirnya ia sepeti tidak memiliki sesuatu yang bermakna untuk hidupnya sendiri. Ia hanya melakukan segala sesuatu yang sepertinya hanya coretan kecil dan tak bermakna di dalam sejarah yang dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang gemilang dan berkilau.
Ada juga yang terus berjuang menjadi bintang tetapi pada akhirnya lenyap sebagai tokoh antagonis yang merusakkan banyak hal baik dalam kehidupan sebab ia mencoba menulis namanya dengan tinta emas dari pena yang tidak pernah terbuka penutupnya; semua yang ditulisnya tidak pernah terbaca selain dari kerja sia-sia yang ditenunnya sepanjang masa jayanya.
Pada sisi lain, ada yang hanya mencari dirinya dalam pencarian tentang makna hidup bersama; mengubah panggung kehidupan menjadi panggung sandiwara untuk memainkan drama yang hanya ditulis dengan maksud egois dari sutradara yang hanya tahu lagu kebanggaan pribadi berkedok pejuang demi kemanusiaan.
Pernah ada seorang musafir dihindari dan dibuang oleh tuan tanah sebab dianggap tidak layak berdiri di tanah yang adalah sesungguhnya juga bukan miliknya; mereka yang berpikir sebagai tuan tetapi sesungguhnya hanyalah mereka yang diperbudak oleh kehormatan semu di dunia kemunafikan. Musafir itu pergi dan mungkin tidak akan pernah kembali tetapi dunia tidak akan selalu sama.
Seorang penari melihat bintang dan berusaha memberi keindahan dengan di bawah kilauan bintang itu tetapi sinar bintang itu tidak redup karena tarian itu; melainkan biarlah tarian indah itu menjadi tarian yang menghiasi kehidupan bukan demi bintang tetapi demi kehidupan yang seperti bintang di dunia yang semakin suram oleh kegelapan yang semakin menguasai kemanusiaan seantero bumi.
Kerinduan pada senyum tulus memang tidak akan pernah lagi tersungging di bibir penguasa yang telah menginjak tamu tidak terhormat yang datang ke rumahnya sebab itu menandakan bahwa ia sendiri bukanlah orang terhormat; walau di bibir itu terucap kata 'menghormati' tetapi sesungguhnya ia hanya melihat kehadiran orang lain sebagai musuh yang harus disingkirkan; kalau perlu cara tidak terhormat pun dibungkus dengan kehormatan yang pada akhirnya segala kecurangannya akan terbongkar; kebohongan manis yang menipu pada akhinya akan terbongkar. Sebaik apa pun kebohongan disimpan, tetap saja ia akan berbicara tentang kebenaran pada akhinya.
Kata pengantar tidur yang paling baik adalah semoga bermimpi indah dan setiap kali terbangun di dunia yang sepi karena ketiadaan teman yang disebabkan oleh hidup terasing oleh kekerasan hati kiranya menjadi obat luka terbaik untuk luka yang telah meracuni mental menjadi ulung dalam menipu dengan bibir dan sikap yang semuanya terlihat dan terdengar manis dan anggun.
Menulis sampai memenuhi kitab tidak akan mengubah setitik situasi yang hanya diatur berdasakan kehendak tuan;
Semoga lagu kebisingan asli suasana malam tidak menjadi mimpi buruk di dunia yang semakin penuh kemunafikan bahkan di dunia bertajuk rohani sekalipun.
Besok akan menjadi cermin ...
Bernyanyi menemani suara alam walau hanya akan menjadi nada yang tidak pernah terdengar.
----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar