02 Juli 2026

SUMPAH DEWA BRATA

SUMPAH DEWA BRATA

Santanu, Raja Hastinapura, bertemu dengan Dewi Gangga (dewi pemilik sungai Gangga) dan ia jatuh cinta kepada dewi itu.

Sang raja melamar dewi yang diterima dengan syarat bahwa kelak Santanu tidak akan pernah mempertanyakan apalagi menolak apa yang dilakukan oleh dewi tersebut. Santanu menyetujui syarat itu dan dilangsungkanlah pernikahan yang meriah.

Ketika Dewi Gangga melahirkan anak laki-lakinya yang pertama, Dewi Gangga membawanya ke sungai Gangga dan menghanyutkan bayinya. Santanu tidak berbuat apa-apa sebab ia telah berjanji untuk tidak mempertanyakan apalagi menolak perlakuan Dewi Gangga. Demikian hingga anak ketujuh dihanyutkan oleh Dewi Gangga ke sungai.

Pada kelahiran anak yang kedelapan, saat Dewi Gangga membawanya ke sungai, Santanu menghalangi dan mempertanyakan perbuatan Dewi Gangga. Dewi itu tersenyum dan mengatakan bahwa tujuh anak sebelumnya adalah anak yang dikutuk dan Dewi Gangga mengembalikannya ke alam suci. Tetapi karena anak yang kedelapan itu membuat Santanu melanggar janjinya, maka Dewi Gangga akan pergi dan membawa anak itu untuk dilatih kebijaksanaannya dan kemampuan perangnya sebelum dikembalikan kepadanya dengan nama Dewa Brata.

Bertahun-tahun kemudian Dewa Brata dikembalikan kepada Santanu dengan kebijaksanaan yang besar dan kemampuan menggunakan senjata yang hebat dan diterima oleh Santanu menjadi putera mahkota, pewaris singgasana Hastinapura.

Waktu terus berjalan dan Santanu bertemu dengan Satyawati di sungai Yamuna. Santanu menyukai Satyawati dan melamarnya kepada ayah gadis itu, Dasaraj. Persyaratan dari Dasaraj adalah bahwa anak dari Satyawatilah yang kelak akan menjadi raja Hastinapura dan bukan Dewa Brata.

Santanu pulang ke kerajaannya dengan sedih dan dari waktu ke waktu menjadi kurus. Dewa Brata mencari tahu persoalannya dan akhirnya ia mengetahui persoalannya dan ia ingin melihat kebahagiaan ayahnya, maka ia berjanji kepada Satyawati bahwa ia melepaskan haknya atas singgasana Hastinapura demi kebahagiaan ayahnya. Ia akan menjadi pelindung dari kerajaan mereka kelak.

Ketika berjumpa dengan Dasaraj, ia menyampaikan maksdudnya tetapi kemudian Dasaraj masih memiliki satu keberatan tentang akan terjadinya perang saudara kelak jika Dewa Brata memiliki anak dan menuntut hak atas singgasana kerajaan. Demi kebahagiaan ayahnya Dewa Brata bersumpah untuk tidak akan menikah dan tidak mempunyai keturunan, ia selanjutnya akan menjadi resi. Ketika Dewa Brata bersumpah, bunga-bunga berguguran turun dari langit dan terdengar suara 'Bisma, Bisma'. Arti kata Bisma adalah ia yang mengatakan sumpah yang mengerikan. Sejak itu Dewa Brata dikenal dengan nama Bisma.

Inilah petikan pertama dari kisah Mahabarata yang terkenal itu. Kisah awal yang secara sepintas terlihat sebagai kisah kepahlawanan yang besar dengan pengorbanan yang tiada tara demi cinta. 

Kisah ini tidak berakhir bahagia tetapi menjadi awal sejarah peperangan besar antara kebaikan dengan kejahatan dalam kisah Mahabarata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar