31 Maret 2025

BERKECUKUPAN DAN BERKELEBIHAN

Senin, 31 Maret 2025
Renungan Pagi

2 Korintus 9:8
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

BERKECUKUPAN DAN BERKELEBIHAN

Manusia adalah makhluk yang berkebutuhan dan berkeinginan tak terbatas. Waktu kemudian satu batas yang dipakai untuk mengukur ketersediaan bahan kebutuhannya; cukup sampai tujuh keturunan ~ itu berarti sekitar dua ratus lima puluh tahun.

Hidup manusia terdiri atas kebutuhan yang bersifat materi dan kebutuhan yang bersifat rohani ~ lahir dan batin. Selain itu ada lagi yang disebut identitas, mungkin ini yang disebut aktualisasi diri.

Seluruh kebutuhan hidup manusia dipenuhi oleh Tuhan secara berkelimpahan di dalam kasih karuniaNya. Dan memiliki kasih karunia Tuhan itulah kebutuhan terbesar manusia.

Dengan memiliki kasih karunia Tuhan, maka manusia akan berkecupungan dalam segala sesuatu. Materi aman sebab kepercayaan bahwa kasih karunia Tuhanlah yang akan mencukupkan segalanya bagi kehidupan ini; rasa bahagia juga selalu terjamin sebab di dalam tuhan segalanya adalah damai sejahtera.

Identitas orang Kristen yang seharusnya direnungkan dan dihidupi oleh setiap orang Kristen adalah menjadi pribadi ~ keluarga ~ persekutuan yang kaya dalam pelbagai kebajikan.

Amsal 14:31
Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
1 Dilihat

29 Maret 2025

KAWANAN KECIL

Minggu, 30 Maret 2025
Renungan Pagi

Lukas 12:32
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

KAWANAN KECIL

Kawanan kecil yang dimaksudkan Tuhan Yesus bisa mengacu pada orang yang percaya kepadanya yaitu yang menerima Injil yang dibawaNya hanya sedikit.

Keadaan kecil (hanya sedikit saja jumlahnya) memang bisa menakutkan ketika berada di antara kerumunan orang besar yang mengancam dan bukannya menerima dengan ramah dan baik pihak yang 'kecil' itu.

Kawanan kecil, berikutnya bisa berarti anggapan orang lain terhadap diri yang dilihat sebagai tidak ada apa-apanya. Persoalan mengenai hal ini bisa membuat orang serba salah dan serba kesulitan dalam menentukan arah jalan hidupnya ~ takut bertindak dan berkata-kata karenanya.

Berapa pun jumlahnya itu tidak penting, dikecilkan seperti apa pun itu bukanlah masalah, yang penting bahwa jaminan tentang menerima Kerajaan Allah itu menjadi bahagian hidup orang yang percaya kepada Tuhan.

Perenungan ini hendak membawa kita untuk bisa mengerti banyak dari pernyataan iman yang disampaikan banyak orang bahwa 'hanya orang kecil yang bisa masuk ke rumah Bapa'.

Amsal 19:22
Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.
1 Dilihat

HANYA BUTUH KEBERANIAN

HANYA BUTUH KEBERANIAN
Manusia pada masa kecilnya takut pada kegelapan sebab kegelapan berarti kengerian, ketidakjelasan, ada yang seram ...
Bahkan ada anak yang dikenal akrab dengan panggilan 'Pam' bentuk singkat dari ucapannya yang selalu menyadari terjadinya mati lampu walau sepulas bagaimana pun ia tidur akan bangun dan berkata: "Mati pampu!".
Tetapi menurut ilmu pengetahuan, khususnya medis, tidak ada penjelasan lebih lanjut, bahwa tidur malam itu lebih baik dari pada tidur siang; dan tidur di bawa terang lampu yang terang itu tidak sebaik tidur di bawah lampu yang redup; yang paling terbaik adalah tidur dalam pelukan kegelapan.
Tidak bisa dijelaskan banyak tetapi perlu untuk menyadari bahwa hanya dibutuhkan sedikit keberanian untuk melihat bahwa ada keindahan dalam kegelapan.
Mungkin lebih banyak untuk dikatakan tetapi terkadang harus belajar berhenti sejenak dari terlalu banyak berkata-kata.
1 Dilihat

PAHALA YANG TETAP

Sabtu, 29 Maret 2025
Renungan Pagi

Amsal 11:18
Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.

PAHALA YANG TETAP

Ukuran pasti segala sesuatu adalah ketika sudah waktunya diberi penilaian; baik atau buruk ~ lulus atau tidak lulus ~ berhasil atau gagal.

Laba adalah keuntungan yang diperoleh dari kegiatan (lebih tepatnya: usaha) yang dilakukan; tentu saja bukan hanya materi, khususnya uang tetapi juga bisa soal nama yang terkenal, pengaruh yang semakin besar, derajat kemuliaan yang semakin naik dan berbagai hal lainnya.

Tidak salah jika orang mencari laba dari apa yang dilakukannya selama itu halal (baca: sewajarnya saja). Dan tidak menjadi perhatian utama dalam kehidupan ini untuk dicapai sebab itu hanya akan berbuah kesombongan, keangkuhan, kecurangan, tindakan menghalalkan segala cara, dan lainnya.

Menabur kebenaran adalah melakukan segala sesuatu dengan semangat yang benat, tujuan yang benar, dorongan semangat yang benar, sehingga terjalin kebenaran yang walau bertumbuh secara perlahan tetapi itu tanaman kebenaran yang akan berbuah kebenaran.

Nilai akhir kehidupan setiap orang hanya ada dua; orang fasik yang seluruh jalan hidupnya adalah sia-sia atau orang benar yang diberi pahala yang tetap.

Efesus 2:4-7
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan -- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
1 Dilihat

28 Maret 2025

KESADARAN MANUSIA MENURUT GAYA BERPIKIRNYA

KESADARAN MANUSIA MENURUT GAYA BERPIKIRNYA

Tulisan ini diinspirasi oleh Filsafat Timur yang pernah dipelajari lebih dari lima belas tahun yang lalu yang mungkin bisa menjadi perenungan kita tentang bagaimana tingkat kesadaran masing-masing dalam kehidupan sehari-hari dalam hubungan kehidupan sosial di dunia ini.

Ada empat kelompok (baca: kasta) manusia sesuai dengan gaya berpikirnya dan tentu saja itu terkait dengan tempat ia hidup dan dengan siapa ia hidup. Jika manusia yang berada di lingkungan kasta tertentu tetapi gaya berpikir dan cara hidupnya mirip dengan kelompok lainnya, maka tentu saja ia ditolak oleh kelompoknya sedangkan pada masyarakat yang masih mengenal dan dihidupi serta menghidupi kelompok masing-masing, maka perpindahan kelompok adalah sesuatu yang sedikit sulit jika itu ke kelompok yang lebih tinggi sebab semakin tinggi kelompok semakin banyak dan rumit juga tanggung jawab yang ada bersamanya. 

Manusia yang seluruh kesadarannya memikirkan: 
- dirinya sendiri: Sudra.
- Kelompoknya: Waisya
- Negara: Ksatria
- Manusia: Brahmana

Banyak orang yang tingkat kesadarannya adalah kaum sudra tidak akan mampu menjalankan tugas dewan yang kapasitasnya adalah tanggung jawab Ksatria atau pejabat negara dengan pemikiran kelompok Waisya hanya akan menyebabkan keputusan-keputusan Nepotisme.

Tulisan singkat ini dibuat hanya untuk sedikit merenung tentang segala perkara di sekitar kita yang terdiri dari manusia yang hanya sedikit kaum Brahmana pada komunitasnya.
1 Dilihat

SEKALIPUN HABIS LENYAP

Jumat, 28 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 73:26
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

SEKALIPUN HABIS LENYAP

Pengakuan Daud yang tergambar dari seluruh hidupnya; ia senantiasa hidup tulus di hadapan Tuhan. Ketika bersalah, ia mengaku kesalahannya dan ia selalu berusaha menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan.

Daging yang habis tetapi masih hidup adalah keadaan sangat parah pada keadaan tubuh manusia yang sering digambarkan dalam istilah tinggal daging pembalut tulang; tetapi hal ini tidak akan membuat Daud meninggalkan Tuhan.

Hati yang habis lenyap adalah keadaan di mana manusia tersisih dallam kehidupan ini karena tidak disukai oleh sesama manusia. Orang yang beriman kepada Tuhan seringkali dinyatakan sebagai pihak yang akan selalu dikasihi Tuhan dan manusia tetapi tidak semua manusia mengasihi umat Tuhan; ada juga orang yang tidak memberinya hati melainkan mengikis hatinya. Istilah mengikis hati dipakai untuk menggantikan 'mengambil hati' sebab istilah mengambil hati adalah sesuatu yang sudah diketahui bersama.

Tuhan sebagai gunung batu adalah keyakinan bahwa Tuhan melindungi umatNya dari segala kejahatan dan marabahaa dunia; Tuhan sebagai bagian adalah sebuah istilah yang berasal dari sejak orang Israel masuk ke tanah Kanaan di mana setiap suku mendapat tanah bagiannya masing-masing dan tanah itu kemudian dibagikan lagi ke masing-masing keluarga, dengan demikian Tuhan sebagai bagianku adalah pengakuan bahwa Tuhan akan tetap menjadi sumber hidup bagi umat-Nya.

Tetapi walau apa yang terjadi, sampai semuanya (dagingku dan hatiku) habis lenyap, hendaklah pengakuan iman kita tetap pada keyakinan bahwa Tuhan adalah gunung  batuku dan Tuhan akan tetap menjadi bagianku; itu juga adalah pengakuan iman yang kekal -- sampai selama-lamanya.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
1 Dilihat

27 Maret 2025

MANUSIA MENYESAL

Kamis, 27 Maret 2025
Renungan Pagi

Bilangan 23:19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

MANUSIA MENYESAL

Manusia adalah makhluk yang bisa menyesali perbuatannya atau perkataannya sebab itu bisa mendatangkan kerusakan dan kekacauan bagi manusia dan kehidupan.

Allah bukan manusia menunjukkan adanya perbedaan antara Allah dan manusia. Manusia itu berdusta, maka Allah itu jujur, manusia itu bisa menyesal dengan yang dikatakannya atau yang dilakukannya, maka Allah itu teguh dengan semua yang dilakukanNya.

Allah itu teguh dalam semua yang dilakukanNya sebab Ia mengenali dengan baik semua waktu dan peristiwa, Ia memahami dan mengerti bahkan hal-hal yang belum timbul dalam pikiran manusia. Semua yang dilakukan Allah itu baik dan benar serta berguna bagi semua kehidupan.

Allah berfiman dan melakukan firmanNya; Ia berbicara dan menepatinya. Itu tidak menimbulkan penyesalan bagiNya sebab semua yang difirmankanNya dan semua yang dilakukanNya adalah baik dan berguna.

Manusia yang hidupnya dipenuhi dengan banyak kesalahan dan kegagalan tidak akan menyesali perbuatannya, walau itu tidak mencapai tujuan yang diharapkan, jika saja bahwa yang dilakukannya adalah sesuatu yang baik dan benar serta berguna.

Roma 1:18
Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
1 Dilihat

26 Maret 2025

SEDIKIT PUKULAN

Rabu, 26 Maret 2025
Renungan Pagi

Lukas 12:48
"... Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

SEDIKIT PUKULAN

Manusia di hadapan Allah adalah pribadi dengan anugerah dan pemberian spesial kepada masing-masing orang. Ada yang jago bernyanyi tetapi tidak tahu ilmu bernyanyi, ada yang tahu ilmu bernyanyi tetapi tidak bisa bernyanyi, dan ada yang tahu ilmu bernyanyi dan hebat bernyanyi pula.

Ada dua hal yang akan dituntut dari manusia, yaitu: pertama, pemberian ~ ini lebih pada kemampuan yang diberikan kepada manusia yang sehari-hari biasa disebut talenta; kedua:kepercayaan ~ Tugas yang diberikan kepada manusia yang  biasanyan terkait dengan kemampuan yang ada padanya,pemberian yang telah ia terima sebelumnya.

Orang yang dituntut banyak karena banyak pemberian dan kepercayaan yang ia telah terima tetapi hanya melakukan sedikit dan hanya memberi sedikit, maka ia akan menerima banyak pukulan dalam kehidupan; pukulan dari tuan kehidupan - Tuhan.

Orang yang melakukan sesuatu tanpa diketahuinya bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga perbuatannya seharusnya mendatangkan hukuman, maka ia hanya akan menerima sedikit pukulan sebab ia tidak sengaja melakukan kesalahan; orang yang sengaja melakukan pelanggaran adalah mereka yang akan menerima pukulan yang banyak.

Setiap hari ada banyak pemberian Tuhan dan kita dipercayakan untuk mengurus kehidupan ini dengan baik; uruslah hidup ini dengan baik dan biarlah jika ada pukulan yang harus diterima, maka itu hanya karena ketidaktahuan dan bukan karena kesengajaan.

Ibrani 10:26
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
1 Dilihat

25 Maret 2025

TUHAN PENDAMPINGKU

Selasa, 25 Maret 2025
Renungan Pagi

2 Timotius 4:17
tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

TUHAN PENDAMPINGKU

Paulus menjelaskan bahwa ia harus menghadapi pembelaannya yang pertama dalam tuduhan yang membawanya kepada pengadilan di hadapan Kaisar tanpa didampingi oleh seorang kawannya karena semuanya pergi meninggalkan dia, bahkan ada yang secara terang-terangan disebutkan sebagai yang pergi karena mencintai dunia;lihat ayat sebelumnya.

Manusia bisa meninggalkan kita dalam hidup dan pelayanan ini, bahkan manusia bisa menekan dan menindas pelayanan bagi Tuhan, tetapi itu tidak akan pernah berarti bahwa pendampingan Tuhan tidak berlaku bagi umat-Nya.

Untuk tantangan yang dihadapi oleh Paulus, ia tidak meminta agar tantangan itu dihilangkan melainkan ia meyakini bahwa Allah memberikannya kekuatan yang semakin besar untuk menghadapi tantangan-tantangan itu dan memenangkannya bagi Raja Agung.

Injil yang disampaikan Paulus itu diupayakan untuk didengarkan oleh seluruh orang yang bukan Yahudi dan disampaikan dengan sepenuhnya; tidak asal menyampaikan firman untuk menyenangkan pendengar tetapi sungguh-sungguh untuk mengubahkan hidup orang berdosa.

Lepas dari mulut singa adalah untuk menggambarkan keadaan berbahaya yang bisa terjadi untuk dihadapi oleh Paulus; Apakah itu dari kekuasaan politik Romawi atau dari tekanan tua-tua bangsa Yahudi yang mengatasnamakan agama dan bisa dalam arti lainnya; tetapi sekali lagi Paulus percaya bahwa dari perkara itu pun ia akan dilepaskan oleh Tuhan.

Yesaya 41:10
janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
1 Dilihat

24 Maret 2025

KERAJAAN BUKAN DARI DUNIA

Senin, 24 Maret 2025
Renungan Pagi

Yohanes 18:36
Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

KERAJAAN BUKAN DARI DUNIA

Kehidupan politik selalu peka terhadap kumpulan orang banyak; sebab dengan orang yang banyak itu bisa membuat banyak kemungkinan bisa terjadi; yang paling besar adalah menggulingkan kekuasaan yang sedang berkuasa dan menggantikannya dengan penguasa yang lain.

Yesus dihadapkan oleh bangsaNya sendiri ke pengadilan Romawi, tepatnya oleh pemimpin-pemimpin agama sebab agama diperlakukan dan dianggap sama dengan politik. Segala sesuatu diukur berdasarkan kepentingan dan keuntungan berdasarkan dukungan orang banyak.

Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Raja yang bukan pada Kerajaan dari dunia ini. Jika itu bukan dari dunia ini, pertanyaannya adalah Kerajaan dari manakah itu? Kerajaan Allahlah itu - berasal dari Allah dan melakukan kehendak Allah.

Ciri kerajaan Allah adalah tidak dibutuhkan kuasa untuk melawan; orang yang suka menentang adalah ciri orang yang masih jauh dari Kerajaan Allah.

Kuasa Allah yang di dalam Karajaan Allah bisa melakukan apa saja tetapi itu tidak pernah mengandalkan kekuasaan untuk menguntungkan diri sendiri melainkan bersedia mengalah demi kepentingan semua orang.

Mazmur 147:5
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.
1 Dilihat

23 Maret 2025

TEMPAT KUDUS

Minggu, 23 Maret 2025
Renungan Pagi

Keluaran 3:5-6
Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

TEMPAT KUDUS

Tanah yang kudus adalah tempat di mana Musa bertemu dengan Allah yaitu di Gunung Allah atau gunung Horeb ketika Musa dipanggil untuk pergi menyelamatkan bangsa Israel untuk keluar dari perbudakan di Mesir.

Pemikiran manusia bahwa Allah ada di tempat itu karena itu adalah tempat yang kudus, tetapi sebenarnya kehadiran Allah di tempat itulah yang membuat tanah itu menjadi kudus; bukan Musa yang berjalan ke tempat kudus sehingga bertemu Tuhan di sana melainkan Tuhanlah yang menunggu Musa yang akan berlalu di tempat itu dan kehadiranNya membuat tempat itu menjadi kudus. Di mana Tuhan berkenan hadir, di situ tempat itu menjadi kudus.

Menanggalkan kasut adalah sebuah bentuk kesediaan untuk masuk ke hadirat Tuhan dalam kekudusan; kasut dibuat untuk menjaga keamanan kaki dari tusukan benda tajam tetapi juga untuk melindungi kaki dari segala yang najis. Sepatu itu menjadi najis tetapi kaki yang ada di dalam kasut itu menjadi utuh karenanya.

Gedung gereja biasa disebut sebagai rumah Tuhan yang kudus dan orang yang hadir beribadah biasa disapa sebagai saudara sesama orang kudus. Hal yang sama juga terjadi bahwa hadirat Tuhanlah yang menentukan gedung gereja itu kudus atau tidak; bukan gedung gereja yang membuat segala sesuatunya menjadi kudus.

Musa takut memandang hadirat Tuhan, tetapi banyak orang tidak menghargai hadirat Tuhan dalam ibadah yang dilakukannya, maka hidupnya tidak kudus di tempat kudus dan Tuhan tidak berjumpa dengan dia di sana. Kuduskanlah Tuhan maka hidupmu diberkati.

1 Petrius 3:15-16
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
1 Dilihat

22 Maret 2025

PENUHILAH JANJI TUHAN ITU

Sabtu, 22 Maret 2025
Renungan Pagi

Yosua 14:12
"... Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."

PENUHILAH JANJI TUHAN ITU

Yosua (namanya semula adalah Hosea bin nun) dan Kaleb bin Yefune adalah dua orang berteman di anatra dua belas orang yang diutus oleh Musa untuk mengintai tanah Kanaan; satu orang dari setiap suku Israel.

Mereka mengintai tanah Kanaan dan pulang kepada Musa memberi laporan dan Yosua serta Kaleb membangkitkan semangat orang Israel yang dilumpuhkan oleh sepuluh pengintai lain yang pesimis tentang bangsa Israel akan mengalahkan penduduk asli tanah Kanaan.

Yosua dan Kaleb adalah dua orang yang diizinkan oleh Tuhan di antara orang Israel yang semuanya mati di padang gurun karena dosa dan pemberontakan mereka kepada TUHAN. Kaleb diberi janji untuk menduduki wilayah yang dipijaknya ketika mereka mengintai daerah Tanak Kanaan.

Yosua sebagai teman seperjuangan Kaleb dan sebagai pemimpin Israel; karena itu, ia menjadi pribadi yang tepat bagi Kaleb untuk menyampaikan keinginan hatinya.

Pemimpin yang benar dan baik adalah pemimpin yang mengingat janji Tuhan dan yang memenuhi tanggung jawabnya kepada sesama manusia sesuai dengan janji Tuhan. Memberikan hak yang dijanjikan Tuhan kepada sesama manusia adalah panggilan manusia yang paling hakiki.

Mazmur 82:3
Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
1 Dilihat

21 Maret 2025

PANJANG SABAR DAN BERLIMPAH KASIH SETIA

Jumat, 21 Maret 2025
Renungan Pagi

Bilangan 14:18
TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.

PANJANG SABAR DAN BERLIMPAH KASIH SETIA

Panjang sabar dan berlimpah kasih setia adalah hakikat Allah yang bisa sangat bersabar kepada manusia yang selalu kecenderungannya adalah menjauh dari Tuhan bahka melawan Tuhan.

Tuhan mengampuni kesalahan dan pelanggaran, dan satu-satunya cara untuk menerima pengampunan itu adalah dengan melalui hukuman. Ketika orang bersalah siapa menerima hukuman, maka ia bisa diampuni; sebenarnya ini adalah kesediaan untuk mengakui kesalahan yang akan dihukum dengan suatu penghukuman yang akan mengarahkan kepada pertobatan.

Orang bersalah yang tidak mau mengakui kesalahannya atau yang tidak mau menerima hukuman sehingga menyembunyikan kesalahannya, maka ia pada akhirnya akan menerima hukuman dari Tuhan.

Selain itu, kesalahan orang yang diakuinya akan ditanggungkan kepada anak-anaknya kepada keturunan ketiga dan keempat; dosa (hidup yang bersalah itu) mewariskan penghukuman kepada keturunan sampai tiga generasi di bawahnya.

Kesabaran Tuhan adalah dengan tidak segera menghukum setiap orang yang bersalah tetapi memberikan waktu untuk orang itu bergerak kembali ke kebenaran. Kesempatan itu adalah berkat dan yang tidak menggunakan kesempatan dengan baik, hidupnya menjadi sia-sia.

Mazmur 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
1 Dilihat

20 Maret 2025

JANJI DALAM HATI

Kamis, 20 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 119:11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

JANJI DALAM HATI

Janji yang dimaksud adalaj janji Tuhan kepada umat manusia dan hati yang dimaksud adalah hati yang menyimpan janji Tuhan itu; jadi bukan hati yang berjanji untuk melakukan sesuatu tetapi hati yang menyimpan jannji Tuhan.

Hati yang di dalamnya ada janji Tuhan adalah hati yang berawas-awas tentang hidup yang tidak berdosa terhadap Tuhan. Janji Tuhan adalah pengingat yang baik agar manusia terhindar dari jalan dosa dalam kehidupan ini.

Manusia yang mengabaikan janji Tuhan akan membiarkan dirinya dikuasai oleh keinginan dosa sehingga hidupnya hanya akan dipakainya untuk memenuhi hasrat dosa dalam hidupnya.

Menyimpan janji Tuhan dalam hati adalah sebuah perkara yang secara manusia bisa menyebabkan hati ini seperti terbakar sampai akan meledak karena tekanan dosa memang begitu berat tetapi tidak berdosa terhadap Tuhan menjadi kekuatan utama yang selalu mengobati penderitaan karena menyimpan janji Tuhan.

Janji Tuhan dalam hati akan melahirkan janji dalam hati untuk setia kepada Tuhan sebab ada keyakinan bahwa janji Tuhan selalu adalah rancangan yang baik bagi kehidupan umatNya.

2 Petrus 3:9
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
1 Dilihat

19 Maret 2025

PETAWA TANG LABU'

PETAWA TANG LABU'

Secara bahasa, istilah ini artinya tidak terlalu baik, sebab itu seharusnya diterjemahkan sebagai 'senyum yang tidak tulus'; Petawa itu adalah dari kata dasar tawa artinya tawa, senyum. Dalam kalimat ini, petawa lebih diartikan senyum dan itu mengacu pada tindakan sesama (biasanya keluarga dekat) yang memberi bantuan dengan memberikan ternak peliharaan, yaitu babi atau kerbau yang digunakan oleh keluarga yang berduka ketika ada kematian atau dalam acara-acara keluarga lainnya.

Tang labu' secara harafiah seharusnya berarti tidak tulus. Labu' artinya tenggelam tetapi dalam kalimat yang terkait dengan pemberian atau kesungguhan melakukan sesuatu, maka labu' berarti bahwa sesuatu yang diberikan itu sampai ke dalam hati (tulus) - sampai tenggelam ke dalam hati.

Apakah budaya orang Toraja dengan sub-sub sukunya itu adalah masyarakat yang tidak tulus ketika menolong? Ini pertanyaan yang akan kita gali untuk menjadi sebuah perenungan kehidupan di dunia yang terpanggil untuk saling membantu dalam kehidupan ini.

Masyarakat Toraja adalah masyarakat yang selalu saling menopang dalam kehidupan dan segala seluk-beluk kehidupannya. Ketika orang metawa (memberi pertolongan kepada sesama atau keluarga), maka setiap orang harus memberikan petawa labu' -- pemberian yang tidak mengharapkan imbalan apalagi menganggapnya sebagai piutang yang harus dibayar.

Pada sisi sebaliknya, orang yang menerima pertolongan (to dibengan petawa) akan selalu menyatakan terima kasih kepada Saudara yang telah menolongnya dalam bahasa kiasan telah diseberangkan melintasi arus kehidupan, sebagai perbuatan yang tidak akan mampu dibalas ~ kurru sumanga' diona dipalamban uppotete kamamassengan penawanna Siulu'; pa'kamase tang lakibela umbala'i.

Tetapi secara ke dalam (bagi dirinya sendiri dan bagi keluarga batihnya) harus selalu mengatakan bagi dirinya sendiri bahwa mereka telah menerima petawa tang labu' dari saudaranya dalam arti bahwa mereka tidak boleh menenggelamkan perkara itu begitu saja tetapi harus mengingatnya untuk kemudian juga akan menolong orang yang telah menolongnya pada masa kesusahan. Tae' ia mala dikalembei petawanna siulu'ta, tang lanalaburanni uran ba'tu bongi: Tidak boleh kita melupakan pertolongan dari Saudara kita, biar hujan maupun malam tidak boleh menenggelamkannya. 
Tetapi secara pintas, ketika hal ini disampaikan secara ke dalam pada keluarga yang telah menerima pertolongan, mengemukan hal ini sering dikatakan sebagai petawa tang labu'na siulu' - suatu istilah yang sebenarnya tidak terlalu etis untuk disampaikan.

Petawa tang labu' sering juga dikatakan dengan bahasa lainnya dengan pengertian yang kurang lebih sama:
  • Indan tak disinga', pa'kamase tang ditukka (hutang yang tidak ditagih, pemberian yang tidak dituntut)
  • Siri' dio lindo (malu yang melekat di dahi).
Tentu saja bahwa bahasa ini tidak untuk disampaikan kepada keluarga yang telah menolong tetapi menjadi tanggung jawab ke dalam dari pihak yang telah menerima pertolongan dari keluarga yang mengasihinya ketika mereka dalam kesusahan.

Tentu ada hal-hal yang harus didiskusikan terkait hal ini tetapi mari kita berusaha untuk selalu memberi petawa labu' kepada sesama.
1 Dilihat

MENELANJANGI PERBUATAN-PERBUATAN KEGELAPAN

Rabu, 19 Maret 2025
Rebungan Pagi

Efesus 5:11
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

MENELANJANGI PERBUATAN-PERBUATAN KEGELAPAN

Mengambil bagian adalah persetujuan dan partisipasi aktif dalam sebuah kejadian atau perbuatan. Mengambil bagian dalam suatu perbuatan kegelapan kapasitasnya bisa terdiri dari pemikir, pelaku/pelaksana, hanya memberi persetujuan, atau tokoh utama baik sebagai dalang maupun sebagai pion dalam terjadinya suatu peristiwa.

Perbuatan kegelapan adalah segala bentuk kegiatan atau perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Allah yang adalah terang dunia. Kegelapan biasanya berlindung di balik sesuatu yang lain sebab itulah sumber kegelapannya, misalnya kekuasaan, kekayaan, keberanian, dan lain sebagainya.

Kegelapan itu tidak berbuah apa-apa, tidak mendatangkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan, bahkan sebaliknya dia mematikan. Suasana yang penuh kasih dibunuh oleh orang kesombongan dan perasaan menang sendiri dari orang tertentu; kemurahan hati ditelan oleh gaya hidup yang mencari keuntungan diri sendiri.

Menelanjangi kegelapan adalah upaya membuktikan hidup yang bertentangan dengan kehendak Allah dan persoalannya adalah bahwa itu tidak mudah dilakukan sebab kegelapan itu selalu berusaha untuk bersembunyi dan ia akan berusaha untuk melawan dengan caranya sendiri.

Menelanjangi kegelapan adalah dengan setiap orang menjalani hidup yang baik sampai kegelapan itu terkikis oleh sinar yang semakin terang merambat ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
1 Dilihat

MENCIAP-CIAP

Selasa, 18 Maret 2025
Renungan Pagi

Yesaya 38:14
Seperti burung layang-layang demikianlah aku menciap-ciap, suaraku redup seperti suara merpati. Mataku habis menengadah ke atas, ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; jadilah jaminan bagiku!

MENCIAP-CIAP

Menciap-ciap adalah tindakan yang dilakukan oleh burung dalam keadaan mereka yang tidak berdaya mengharapkan bantuan dari sesamanya burung atau dari pihak lain yang bersedia membantu dalam keadaannya yang tidak berdaya.

Suara redup adalah kiasan keadaan yang semakin tidak berdaya dalam kehidupan ini. Penderitaan yang silih berganti bahkan tumpang tindih di atas kehidupan ini akan membuat manusia merasa bahwa ia tidak mempunyai kekuatan lagi untuk bangkit dari keadaannya yang menderita.

Mata yang habis menengadah ke atas adalah bahasa puitis untuk menggambarkan jiwa yang selalu dan hanya berharap kepada Tuhan dalam keadaan sulit yang dihadapinya.

Pemerasan adalah gambaran keadaan manusia yang mengalami segala bentuk kejahatan dari sesamanya manusia. Ia mengalami penderitaan yang memeras perhatian dan emosi; tenaga dan materi untuk ia mempetahankan hidupnya.

Allah sebagai penjamin artinya hidup yang tidak akan kehabisan daya sebab Allah yang mencukupi segala yang dibutuhkan oleh kehidupan ini. Hidup yang menciap-ciap dan hanya menengadah kepada Tuhan adalah hidup yang dijamin oleh Tuhan.

1 Pertus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
1 Dilihat

17 Maret 2025

Ia Pillik Ia Tae', Ia Labu' Ia Dengan

IA PILLIK IA TAE', IA LABU' IA DENGAN 

Adalah bahasa orang tua (anggaplah sebagai falsafah kehidupan) di wilayah sekitar Messawa (bagian wilayah Tanda Sau' dalam pemetaan daerah Kondo Sapata' Wai Sapalelean dalam kehidupan para leluhur peradaban masyarakat Toraja Barat - Toraya Kalambunan) untuk menyatakan kenyataan hidup yang mereka pelajari bisa terjadi dalam kehidupan manusia yang tentu saja bisa terjadi secara leterlek tetapi ini lebih pada perenungan tentang keadaan hidup yang ideal untuk dilakukan oleh setiap orang.

Baik terlebih dahulu mari kita melihat arti harafiah dari semboyan ini:
  • Ia -- orang yang; siapa/barangsiapa yang ...
  • Pillik -- sangat pelit; pillik sebenarnya adalah sebutan untuk rasa pekat seperti pada buah pisang yang belum ranun. Rasa ini biasanya tidak disukai dan istilah ini dipakai dalam semboyan ini untuk menggambarkan orang yang susah untuk memberi. Istilah lain yang biasa dipakai dalam arti yang sama adalah pi'di'.
  • Tae' -- tidak; dalam semboyan ini tae' diartikan sebagai yang 'tidak mempunyai' sehingga terjemahan bebasnya bisa miskin, atau tidak mempunyai apa-apa, atau paling tidak keadaannya begitu saja -- tidak berkembang.
  • Labu' -- tenggelam, hilang dari pandangan karena masuk ke dalam air; jika sesuatu tidak terlihat karena terhalang oleh sesuatu disebut kabu' ~ kabu' mataallo --> matahari terbenam. Dalam pengertian bahasa di dalam kalimat ini, labu' bisa diterjemahkan sebagai yang sampai ke dalam hati, tulus.
  • Dengan -- ada;  dalam semboyan ini menggambarkan keadaan orang yang semakin ditembah kekayaan yang ada padanya.
Secara keseluruhan, kalimat 'ia pillik ia tae', ia labu' ia dengan' dapat diterjemahkan sebagai: setiap orang yang sulit memberi tidak akan berpunya dan setiap orang yang selalu memberi dengan tulus akan menjadi orang yang berpunya.
1 Dilihat

BAGI DIALAH

Senin, 17 Maret 2025
Renungan Pagi

Yudas 1:25
Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

BAGI DIALAH

Dimulai dengan penjelasan tentang hakikat Allah yang Esa; artinya biarlah orang Israel mengenal Allah yang hanya satu itu (tidak ada Allah --yang disembah-- selain Tuhan)sebab memang hanya ada satu Allah; pemahaman yang harus dihindari adalah paham bahwa Tuhan itu adalah satu Allah di antara banyak Allah yang disembah oleh manusia.

Allah adalah Juruselamat oleh Yesus Kristus adalah pengingat akan karya penyelamatan Allah yang menebus manusia dari kuasa Dosa yang membinasakan menjadi umat yang hidup dalam damai sejahtera.

Empat perkara yang dialamatkan bagi Tuhan adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan, dan kuasa. Semua perkara ini adalah perkara yang diusahakan manusia untuk terjadi atas dirinya bahkan menjadi hal yang diperebutkan.

Memberi kekuatan kepada Tuhan artinya membiarkan kekuatan Allah yang berlaku atas hidup ini beserta dengan seluruh upaya kehidupannya dalam kesadaran bahwa daya yang paling baik adalah ketika Tuhan yang menjadi penggerak hidup ini. Kemuliaan, kebesaran, dan kuasa adalah bagi Tuhan, itu berarti bahwa manusia perlu merendah di hadapan Tuhan dan dalam seluruh keberadaan hidupnya dalam hubungan dengan sesama manusia.

Batas waktu sebelum segala abad dan sampai selama-lamanya berarti bahwa kemuliaan dan kuasa Allah tidak berkesudahan, tidak terbatas dan lekang oleh waktu. Pada sisi lain ini mengingatkan bahwa manusia itu ada permulaannya dan ada akhirnya. Biarlah hidup ini menjadi kemuliaan bagi Tuhan yang akan diwariskan kepada kepada generasi yang baru akan memulai masanya.

Amsal 13:22
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
1 Dilihat

TANGAN DI ATAS KEPALA

Minggu, 16 Maret 2025
Renungan Pagi

Imamat 1:4
Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.

TANGAN DI ATAS KEPALA

Aturan tentang pemberian persembahan berupa binatang ternak di atas mezbah yang berlaku atas orang Israel.

Persembahan yang akan diberikan kepada Tuhan itu dibawa ke pintu Kemah Pertemuan lalu orang yang membawa persembahan itu meletakkan tangannya ke atas kepala binatang persembahannya itu diperkenankan menjadi pendamaian baginya.

Pendamaian artinya bahwa hubungannya dengan Tuhan terjalin baik sebab pada dasarnya dosa merusak hubungan dengan Tuhan dan itu diperdamaikan dengan cara memberi hidup dan ketulusannya kepada Tuhan.

Meletakkan tangan di atas kepala binatang persembahan adalah lambang kesungguhan hati untuk menyerahkan persembahan itu dan sekaligus menjadi tanda penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan melalu binatang persembahan yang disembelih itu; yang dipersembahkan adalah diri sendiri melalui media binatang persembahan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tangan di atas kepala adalah lambang cinta kasih yang lahir dari hati yang dalam dan itu pendamaian dengan sesama dan Tuhan, sekaligus persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
1 Dilihat

15 Maret 2025

KETAKUTAN TERBESAR

Sabtu, 15 Maret 2025
Renungan Pagi

Lukas 22:44
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

KETAKUTAN TERBESAR

Manusia adalah makhluk yang bisa merasakan takut yang kadarnya berbeda pada setiap orang dan berbeda pada setiap orang. Ada orang yang takut pada kecoa yang bagi orang lain tidak dianggap sebagai persoalan apa pun. Tidak ada seorang pun yang pernah mengalami ketakutan sampai harus berpeluh seperti titik-titik darah.

Tuhan Yesus takut menghadapi kematian sebab itu akan menjadi kematian yang sangat menderita bagiNya. Mati sebagai penjahat yang menanggung dosa manusia.

Kematian itu adalah perkara yang menakutkan. Tidak ada orang yang bersedia untuk mati secara sukarela selain dari mereka yang hidupnya tidak mengalami damai sejahtera, mereka yang tersiksa -- mengalami tetakan dalam kehidupan mungkin akan lebih suka seandainya bisa mati saja. Usahakanlah hidup yang bahagia dan senang di dunia ini, maka hidupmu tidak dibayang-bayangi oleh 'lebih baik mati saja'.

Ah, tidak; Tuhan Yesus bukan takut pada kematian tetapi ia takut pada penderitaan yang akan dialamiNya. Siapa pun tidak ingin menderita, baik penderitaan fisik maupun penderitaan batin. Takutlah untuk menderita dan takutlah untuk menyebabkan orang lain mengalami penderitaan. Semakin baik seseorang mengatasi penderitaan semakin sukses ia dalam hidup; tetapi Tuhan Yesus bersedia untuk menanggung penderitaan karena kasihNya yang besar kepada manusia.

Ketakutan terbesar yang dialami Tuhan Yesus adalah bahwa Ia harus menanggung dosa manusia. Doa menyebabkan penderitaan yang tak terkatakan dan seringkali bagi manusia justru ia menyukai berbuat dosa dalam kehidupannya. Mari hidup dengan baik sehingga tidak harus mengalami kehidupan terbesar dalam hidup ini yaitu takut hidup dan terlebih lagi takut akan mati.

1 Petrus 4:1-2 
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
1 Dilihat

Memelihara Dosa!

MEMELIHARA DOSA!
~Pdt. Dr. Robert P. Borrong

"Kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Roma 6:11-b). 

Pernah ada kejadian di Filipina tahun 1932, seorang anak mati dimakan oleh ular peliharaannya sendiri. Kemudian tanggal 23 Oktober 2008 dilaporkan adanya seorang perempuan berumur 25 tahun di Virginia, Amerika Serikat, diserang oleh ular peliharaannya sendiri. Itu hanya dua contoh kasus orang-orang yang menjadi korban binatang peliharaan, khususnya ular.

 Ada banyak orang di seluruh dunia punya hobby memelihara binatang buas seperti ular, buaya, singa, harimau dan lain-lain.
Ular, dalam Alkitab, menjadi simbol dari Iblis yang menggoda manusia sehingga jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:1; 2 Korintus 11:3). Kemudian orang-orang jahat yang suka berbuat dosa disebut sebagai ular, khususnya bisa ular yang mematikan (Mazmur 58:5  dan 140:4). Yohanes Pembaptis dan Yesus menyebut orang Farisi yang suka munafik sebagai ular-ular dan keturunan ular beludak (Matius 3:7; 12:34; 23:33; Lukas 3:7). Jelaslah bahwa ular dijadikan sebagai simbol kuasa Iblis dan juga simbol orang-orang jahat dan munafik, orang-orang yang suka memelihara dosa. 

Memelihara sikap dan perbuatan dosa sangat berbahaya sebab dosa seperti binatang buas, kalau sudah besar mengancam kehidupan rohani kita. Dosa berakar dalam keinginan atau hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan dan kalau terus dipelihara akan membawa maut atau kematian (Yakobus 1:15).

Bagi kita orang beriman pada Yesus Kristus, dosa sudah mati. Dosa adalah kehidupan lama yang telah ditaklukkan oleh kematian Yesus Kristus (1 Korintus 15:3). Maka kita harus selalu berjuang menjauhi dosa, seperti kita menjauhkan diri dari binatang buas. Kita tidak boleh membiarkan dosa mengancam dan menguasai kehidupan kita. Dosa harus kita jauhi dan taklukkan. Dosa telah mati bagi kita dan kita hidup bagi Allah. Hidup bagi Allah di dalam Yesus Kristus berarti secara total kita meninggalkan dosa dan tidak kompromi dengan dosa. 

Seorang gadis yang senang memelihara seekor ular piton tidak hanya mengurung ular itu dalam kandang tetapi dia juga makan bersama ular itu, becanda dengan ular itu dan tidur dengan sang ular. Pada suatu ketika, ular itu bertingkah aneh. Ia tidak mau makan dan selalu melingkar di tubuh sang gadis. Beberapa hari kemudian gadis itu memeriksakan ular peliharaannya ke dokter hewan spesialis ular kalau-kalau ularnya sakit. Betapa kagetnya ketika dokter hewan itu menjelaskan bahwa ular itu tidak sakit tetapi sedang berpuasa karena merencanakan suatu makan besar. Ular itu sedang berpuasa dan mulai belajar melilit Anda karena sedang mempersiapkan diri menelan Anda.

Jangan pernah bermain dan becanda dengan dosa. Jangan tergiur oleh permainannya dan kenikmatan yang ia berikan. Dia sedang merencanakan momen yang mematikan untuk Anda. Ingat dosa itu nikmat! Tetapi mengandung racun atau bisa seperti ular dan membawa maut!

Mari kita secara radikal menjauhi dosa dan mengarahkan hidup kita hanya kepada Allah. Jangan beri kesempatan kepada dosa menguasai kita. Biarkan Allah yang hidup menguasai hidup kita. Jangan coba-coba berkompromi dengan dosa.  Mari kita menjauhinya. Tuhan Yesus sang Penakluk menolong kita. Dia telah remukkan kepala Iblis. Amin. RPB.

Copy Paste dari Salah Satu Group WhatsApp
1 Dilihat

14 Maret 2025

MEMULIAKAN AJARAN ALLAH

Jumat, 14 Maret 2025
Renungan Pagi

Titus 2:10
jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

MEMULIAKAN AJARAN ALLAH

Menjadi orang jujur adalah harapan setiap orang untuk dirinya sendiri dan harapan orang terhadap orang lain. Kejujuran disadari sebagai nilai baik yang akan memperbaiki kehidupan.

Meminta kejujuran dari orang lain lebih mudah daripada memberinya dari diri sendiri kepada orang lain; tetapi sebisa mungkin belajarlah untuk jujur supaya setiap orang hidup dengan baik di dunia yang selalu cenderung untuk memuliakan kebesarannya dari pada kebesarn nilai hidup yang baik.

Curang atau tidak jujur adalah himbauan kepada para hamba. Godaan untuk berlaku curang pada hamba bisa terjadi dalam hal kepercayaan tuannya. Ambil keuntungan dari keadaan adalah kecenderungan semua manusia; bukan hanya pada hamba kepada tuannya.

Kejujuran itu hanya akan ada pada mereka yang melatih hidupnya untuk tulus dan setia. Tulus artinya melakukan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu sebagai imbalan sedangkan setia artinya melakukan tugasnya dengan baik entah diawasi atau tidak diawasi, tantangan apa pun yang terjadi dia tetap melakukan tugasnya.

Memuliakan ajaran Tuhan hanya bisa terwujud dalam kehidupan mereka yang selalu tulus dan setia ~ tidak curang dalam perkara apa pun. Memuliakan ajaran Tuhan artinya tidak membiarkan ajaran Tuhan dicela oleh orang lain karena perilaku dan sikap yang salah dari orang-orang yang berjalan pada jalan Tuhan.

Kolose 1:21-22
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1 Dilihat

13 Maret 2025

BIARKANLAH DIRIMU DISELAMATKAN

Kamis, 13 Maret 2025
Renungan Pagi

Yesaya 45:22
Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.

BIARKANLAH DIRIMU DISELAMATKAN

Keputusan terbesar yang diambil manusia adalah membiarkan dirinya diselamatkan. Ini berarti bahwa orang yang tidak selamat hanya bisa diselamatkan pada keputusan untuk membiarkan diri diselamatkan.

Keputusan untuk menerima keselamatan bersifat pribadi tetapi hasilnya tidak berasal dari manusia melainkan dari Allah; manusia tidak mempuanyai kuasa atau daya untuk melakukan itu bagi dirinya.

Cara mendapatkan keselamatan dari Allah adalah dengan berpaling kepada Allah; melihat hadirat Allah dalam semua yang dilakukan, semua yang dipikirkan, dan menjadikan hidup ini sesuai dengan kehendak Allah.

Undangan untuk membiarkan diri diselamatkan dialamatkan kepada ujung-ujung bumi yang berarti bahwa setiap orang di mana pun dia berada, apa pun keadaannya, bagaimana pun latar belakang kehidupan keluarganya, dengan status stratanya masing-masing, dan segala sesuatu yang terkait dengan kehidupannya diajak untuk berpaling kepada Allah dan membiarkan dirinya diselamatkan.

Akulah Allah dan tidak ada yang lain adalah penegasan Allah kepada manusia bahwa di luar Dia tidak ada yang dapat menyelamatkan. Pihak lain (uang, orang, kekuasaan, dan lainnya) bisa membantu agar terjadi keselamatan yang bersifat sementara di dunia ini tetapi hanya dari Allah yang dapat memberikan keselamata yang sempurna dan kekal.

Yakobus 4:12
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
1 Dilihat

12 Maret 2025

MAHKOTA ORANG RENDAH HATI

Rabu, 12 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 149:4
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

MAHKOTA ORANG RENDAH HATI

Tuhan berkenan kepada seseorang berarti Tuhan turut bercampur tangan dalam kehidupan orang itu. Bukan pada keadaan bahwa seseorang berkenan karena ia menyenangkan hati Tuhan; tidak ada yang bisa memenuhi syarat untuk masuk dalam kekudusan Tuhan tanpa perkenananNya sendiri.

Bahwa manusia memberi kesempatan kepada Tuhan untuk turut beperkara (bukan berperkara) dalam hidupnya itulah yang berkenan kepada Tuhan.

Hati yang terus tertutup untuk menerima campur tangan Tuhan akan membuat hidup yang semakin jauh dari Tuhan oleh sikap kesombongan akan kemampuan pada diri sendiri yang sebenarnya hanyalah tipuan dunia sebab banyak perkara kecil yang membingungkan manusia.

Rendah hati adalah kesadaran bahwa manusia tidak akan pernah mampu pada dirinya sendiri dengan kekuatannya sendiri untuk mengurus hidupnya sampai tuntas. Manusia adalah tempat segala keterbatasan.

Keadaan rendah hati pada manusia akan membuatnya semakin dekat dengan Tuhan dan itu dimahkotai dengan keselamatan. Semua yang terjadi dalam hidupnya membuat semua orang bersukacita dan bukannya merusak atau memporak-porandakan kehidupan manusi dan seluruh sistem kehidupannya.

Yesaya 52:7
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"
1 Dilihat

KEHINAAN MANUSIA

Selasa, 11 Maret 2025
Renungan Pagi

Yesaya 53:3
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

KEHINAAN MANUSIA

Manusia cenderung mempunyai keinginan untuk menjadi makhluk yang berharga, bahkan jika perlu menjadi 'yang mulia' dalam kehidupan ini.

Seiring dengan itu, semakin mulia seseorang semakin gampang ia melihat rendah orang lain bahkan menindas orang rendah itu.

Orang yang dihindari adalah mereka yang dianggap hina, baik dari segi status ekonomi, karena keterbatasan fisik dan pengetahuan, dan lain sebagainya.

Hamba Allah yang setia dalam ayat bacaan ini adalah karena Dia dianggap sebagai pribadi yang nista dalam kelakuan hidupnya dan layak disingkirkan - tidak masuk hitungan manusia.

Biarlah setiap orang menjadi orang mulia karena kasihnya kepada orang hina dan bukannya menganggap diri mulia lalu menghina orang lain.

Mazmur 22:25
Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
1 Dilihat

Mengakses Recycle Bin dari File Explorer

MENGAKSES RECYCLE BIN DARI FILE EXPLORER


Ketika sedang mengoperasikan komputer dan ada file yang dihapus dan ingin segera membuangnya dari Recycle Bin, maka sering harus repot untuk mengakses Recycle Bin yang ada di dekstop; biasanya Recycle Bin memang ditempatkan shortcut-nya di dekstop ketika Windows diinstal di komputer.

Hal ini menyebabkan kesulitan sebab itu artinya harus mengakses dekstop berulang kali.
Cara mengakses dekstop yang cepat adalah dengan click kanan pada Task View yang ada di Task Bar atau daerah yang kosong pada Task Bar lalu memilih Show The Dekstop.





Jika task view tidak ada di task bar, maka click kanan di area kosong pada task bar lalu klik pada bagian Show Task View button.

Baiklah sekarang kita pergi ke cara mengakses Recycle Bin melalui File Explorer agar file-file yang dihapus dapat langsung di hapus permanen dari komputer dengan menguras isi Recycle Bin (Empty Recycle Bin).

Buka File Explorer dan pada bagian kiri, di bagian sebelah bawah dari menu Quick Access, pada bagian yang kosong, click kanan lalu pada jendela yang muncul pilih Show All Folder.




Setelah itu akan muncul shortcut Recycle Bin yang bisa diaksei pada file explor yang akan memudahkan orang untuk operasi menghapus permanen file-file yang tidak perlu untuk menghemat ruang penyimpanan komputer.


Hal terakhir untuk disampaikan di sini adalah bahwa file yang telah dihapus dari drive (penyimpanan), itu dititipkan ke Recycle Bin dan masih tetap terhitung sebagai beban komputer sebelum file tersebut dibuang dari Recycle Bin. File yang ada di Recycle Bin masih bisa di kembalikan dengan meng-klik kanan file tersebut pada folder Recycle Bin lalu memilih Restore


Catatan:
Cut dipilih jika file hendak dipindahkan ke tempat lain; setelah memilih Cut bukalah drive di mana file tersebut mau disimpan lalu tempatkan file di sana dengan klik kanan area kosong di drive lalu pilih paste atau tekan Ctrl + V pada keyboard.

Delete dipilih jika sudah mau membuang file secara permanen dari komputer.

Properties akan memperlihatkan alamat asal file sebelum dibuang dan ukuran file tersebut.
Layar Properties juga akan muncul jika file yang ada di Recycle Bin didobol klik.
Pada layar Propertis juga tersedia pilihan untuk me- Restore file ke tempat asalnya. 


File yang sungguh-sungguh sudah mau dibuang dari komputer maka pada menu di layar Recycle Bin, pilih Recycle Bin Tools kemudian pilih Empty Recycle Bin dan pilih Yes pada kotak/layar dialog yang muncul.



    
                                            Kotak dialog jika hanya ada satu file di Recycle Bin


                                            Kotak dialog jika ada banyak file di Recycle Bin

                                            Kotak dialog jika ada sangat banyak file di Recycle Bin
                                      

Dengan cara yang terakhir ini, maka semua file yang ada di Recyle Bin akan terbuang secara permanen seluruhnya; jika ingin membuang file satu per satu, ikuti cara yang telah disebutkan sebelumnya.

Untuk mengembalikan file yang telah dihapus permanen bisa dilakukan dengan proses Restore File. ...
Demikian penjelasan singkat ini, semoga berguna.

Salam.
1 Dilihat

10 Maret 2025

JIWA TERLEPAS DARI MAUT

Senin, 10 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 33:18-19
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

JIWA TERLEPAS DARI MAUT

Manusia adalah jiwa yang dibungkus oleh hidup yang membutuhkan raga. Dengan demikian, jiwa manusia adalah roh yang terkurung dalam dirinya (manusia itu)sendiri; sedangkan roh adalah semangat yang bebas yang tidak terikat oleh raga manusia.

Pelapasan jiwa dari kurungan yang memenjarakannya, yaitu raga dengan kehendaknya yang berlawanan dengan kehendak roh, ialah dengan membiarkan hidup ini dipimpin oleh roh yang akan mengantarkannya kepada keadaan yang disebut 'takut akan TUHAN'.

Orang yang takut kepada Tuhan ditandai dengan jiwa yang tidak lagi meronta untuk dipenuhi kehendaknya tetapi hidup yang selalu terarah kepada TUHAN; jiwa yang hanya berharap kepada Allah dan bukan mengandalkan dirinya ~ bukan manusia dengan jiwa pemenang yang ingin berkuasa atas segala hal.

Hidup yang dipimpin oleh roh adalah orang dengan jiwa yang hidup, yaitu bahwa semua kehendaknya tidak untuk memenuhi kehendak raga semata tetapi bagaimana ia dapat membiarkan Allah memeliharanya.

Jiwa yang hidup, yaitu jiwa yang terlepas dari maut, menjadi tempat di mana Allah akan menyatakan pemeliharaannya kepada seluruh keberadaan hidup manusia; tubuh, roh, dan jiwanya dipeliharakan dari kelaparan jasmani dan rohani.

Matius 26:41
"... Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
1 Dilihat

09 Maret 2025

SUKACITAKU LEBIH BANYAK

Minggu, 9 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 4:8
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

SUKACITAKU LEBIH BANYAK

Sukacita adalah perasaan senang tetapi bukan hanya rasa yang tergantung kepada situasi dan perolehan harta benda yang banyak.

Memiliki kelimpahan gandum dan anggur adalah sukacita tetapi tanpa sukacita, maka hal itu bisa menjadi kesombongan. Sukacita itu tergambar dari sikap anak kecil yang menyambut pemberian orang tuanya walau itu hanya sepotong roti.

Gandum dan anggur yang melimpah adalah kehidupan yang sejahtera yang seharusnya membuat orang yang memilikinya berbahagia dan senang; bersukacita dalam hidupnya; tetapi ada orang yang semakin melimpah pemberian Tuhan baginya, semakin ia tidak bahagia dan senang - sukacitanya semakin sirna.

Sukacita adalah pemberian Tuhan; lebih tepatnya sukacita adalah perasaan senang atas segala yang dimiliki dan atas segala yang terjadi karena TUHAN ada di dalam hati.

Sukacita tidak ditentukan oleh gandum dan anggur tetapi sukacitalah yang menentukan gandum dan anggur. Di hadapan Tuhan semuanya adalah sukacita karena itu berasal dari Tuhan.

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
1 Dilihat

08 Maret 2025

PERTOLONGAN DARI PENCOBAAN

Sabtu, 8 Maret 2025
Renungan Pagi

Ibrani 2:18
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

PERTOLONGAN DARI PENCOBAAN

Pencobaan adalah tantangan kesetiaan kepada Allah; bisa oleh hal-hal yang menyulitkan atau bisa merupakan hal-hal yang menyenangkan bahkan sangat menyenangkan.

Pencobaan bisa meliputi pemikiran, perasaan, tetapi bisa merupakan seluruh kehidupan manusia. Seringkali pencobaan adalah pikiran-pikiran manusiawi yang memunculkan sikap sombong pada kemampuan diri sendiri dan melihat orang lain sebagai kecil dan lemah.

Pencobaan yang dialami (disebut sebagai pengalaman yang menyebabkan penderitaan) oleh Tuhan Yesus adalah pencobaan dari raja pencoba, Iblis. Tetapi Ia menang dan karena itu, pencobaan biasa(1 Korintus 10:13) yang kita alami tentu tidak sulit untuk dimenangkan -- tentu saja dalam kesediaan untuk mengalahkannya dengan kekuatan TUHAN yang tidak tertandingi.

Pencobaan yang sulit untuk dibebaskan adalah pencobaan yang lahir dari diri sendiri untuk mencobai diri sendiri dengan banyak cara yang semuanya berdasar pada menganggap diri lebih hebat dari yang lain bahkan mungkin merasa sebagai orang yang terhebat sejagad.

Allah menolong orang yang mengalami pencobaan, apa pun bentuk pencobaan itu, asalkan ia berserah diri kepada TUHAN. Tuhan berkuasa dan penuh dengan kemurahan untuk menolong orang yang berserah kepadaNya.
1 Dilihat

07 Maret 2025

BUKAN DITENTUKAN OLEH MUSUH

Jumat, 7 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 31:16
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!

BUKAN DITENTUKAN OLEH MUSUH

Pengakuan iman mendasar yang sebaiknya ada dalam kehidupan setiap orang adalah pengakuan bahwa masa hidup itu ada dalam tangan TUHAN.

Hidup ada dalam tangan Tuhan artinya bahwa seluruh perkara kehidupan ditentukan oleh Tuhan dan diatur oleh Tuhan. Apakah itu berarti bahwa keadaan manusia cukup pasif saja? Tidak, Tuhan memberkati apa yang dilakukan demi namaNya dan Ia melindungi dari segala tantangan serta mengarahkan langkah yang dimaksudkan bagi kemuliaanNya.

Hidupku ada dalam tangan Tuhan juga perlu dibarengi dengan hidup yang ada di dalam tangan Tuhan yang berarti menjalani seluruh kehidupannya setiap hari. Kalau hidup jauh dari Allah, maka hidup tetap ada dalam tangan Tuhan, tetapi hidup seperti itu tidak diberkati untuk menemukan sukacita dan damai sejahtera.

Tangan Tuhan itu berkuasa melepaskan dari kesesakan dan permusuhan orang-orang. Bahkan Tuhan akan melawan orang membenci dan memusuhi orang-orang yang dikasihiNya. Ancaman, aniaya, penolakan, dan apa pun yang akan dilakukan oleh musuh tidak akan berdaya untuk mengalahkan hidup yang ada di dalam Tangan Tuhan.

Hidup umat Tuhan ditentukan oleh Tuhan dan bukan ditentukan oleh musuh umat Tuhan sebab Tuhan yang menentukan hidup umatNya menjadi hidup yang diberkati dan dilindungi setiap waktu.

Yesaya 59:1-2
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
1 Dilihat

06 Maret 2025

MENDAPAT KEPERCAYAAN KEMBALI

Kamis, 6 Maret 2025
Renungan Pagi

2 Tawarikh 32:8
"... Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita." Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

MENDAPAT KEPERCAYAAN KEMBALI

Kepercayaan yang hilang bisa disebabkan oleh keadaan senang yang terlalu tetapi juga oleh keadaan sedih atau ketakutan yang berlebihan.

Kehilangan kepercayaan yang dialami oleh orang Yehuda adalah karena kegentaran terhadap pasukan Asyur yang menyerang mereka. Kehilangan kepercayaan yang paling parah adalah yang disebabkan oleh hilangnya kepercayaan kepada TUHAN,

Hizkia adalah raja yang mengingatkan penyertaan TUHAN kepada umat-Nya yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apa pun di dunia ini.

Perbandingan tangan manusia dengan tangan Tuhan adalah bahwa tangan manusia itu terbatas sedangkan tangan TUHAN itu tidak terbatas; tangan TUHAN bisa melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh tangan manusia.

Orang yang selalu percaya diri dalam melakukan segala pekerjaannya adalah mereka yang mengandalkan TUHAN setiap waktu.

Mazmur 37:23-24
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
1 Dilihat

IKRAR YANG BENAR

Rabu, 5 Maret 2025
Renungan Pagi

1 Timotius 6:12
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

IKRAR YANG BENAR

Pertandingan iman yang benar adalah pertandingan yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Pertandingan iman bukanlah soal mengalahkan orang lain tetapi terutama pada mengalahkan diri sendiri yang dikuasai oleh dosa.

Disebut pertindangan iman sebab tujuannya adalah tujuan yang hendak dicapai oleh orang beriman yaitu keselamatan jiwa ~ hidup yang kekal.

Ikrar yang benar adalah janji tugas yang sungguh-sungguh dari Timotius untuk melakukan tugas pelayanan bagi Tuhan.

Pertandingan iman yang benar sejajar dengan melakukan ikrar yang telah disampaikan secara sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

2 Petrus 1:10
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1 Dilihat

DELAPAN HAL UNTUK DIPIKIRKAN

Selasa 4 Maret 2025
Renungan Pagi

Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

DELAPAN HAL UNTUK DIPIKIRKAN

Benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, patut dipuji adalah hal untuk dipakai mengisi pemikiran dalam kehidupan ini.

Hal benar bisa dilakukan orang dengan cara yang tidak mulia, misalnya dengan memakai bahasa yang tidak sedap didengar sehingga pada akhirnya menimbulkan kekacauan.

Kebajikan bisa menjadi ternoda oleh kehidupan yang tidak menjaga kesucian. Kebajikan tanpa kesucian adalah godaan manis dalam kehidupan.

Ucapan yang sedap didengar tetapi jika hanya untuk menutupi kebusukan hati pada akhirnya hanya akan semakin mempermalukan orang yang berbuat demikian.

Patut dipuji bukan berarti bahwa tindakan hidup ini adalah untuk mencari pujian melainkan selalu menjadi orang yang selalu melakukan tindakan terpuji.

Efesus 6:8
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
1 Dilihat

03 Maret 2025

AMAN TANPA PENGAWAS

Senin, 3 Maret 2025
Renungan Pagi

Filipi 2:12-13
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

AMAN TANPA PENGAWAS

Paulus memperingatkan jemaat di Filipi agara mereka memiliki sikap yang lebih dari taat. Menjadi taat adalah ciri hidup mereka dan itu juga disadari oleh Paulus sehingga ia mengatakan bahwa jemaat di Filipi itu memang senantiasa taat.

Ketaatan mereka rupanya terbatas pada ketaatan pada wibawa Paulus yang mereka kasihi dan hargai sehingga apa yang mereka lakukan selalu sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Paulus kepada mereka.

Paulus mengajarkan agar jemaat mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar berdasar pada ajarannya bahwa yang menjadi dasar keselamatan manusia adalah kasih karunia Allah sehingga mengerjakan keselamatan itu tidak mengacu kepada Paulus tetapi kepada Allah sendiri.

Paulus menghimbau agar mereka lebih mengerjakan keselamatan mereka justeru karena Paulus tidak bersama-sama (hadir) dengan mereka, sebab tidak ada penganjur bagi mereka selain diri mereka sendiri. Setiap orang harus lebih baik memperhatikan dirinya sendiri dalam pekerjaan keselamatan itu.

Hal terakhir yang dikatakan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi dalam ayat bacaan hari ini adalah bahwa kerja yang dilakukan manusia untuk keselamatan itu bukanlah karena dorongan manusia (oleh Paulus kepada jemaat Filipi) tetapi karya Allah sendiri menurut kerelaanNya; semakin banyak mengerjakan keselamatan, maka akan semakin terasa kerelaan Allah itu di dalam diri dan kehidup orang yang memuliakan Tuhan melalui hidupnya yang bekerja untuk kemuliaan Tuhan.

Mazmur 66:9-10
Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.
1 Dilihat

02 Maret 2025

MENYERAHKAN JIWA KEPADA SANG PENCIPTA

Minggu, 2 Maret 2025
Renungan Pagi

1 Petrus 4:19
Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

MENYERAHKAN JIWA KEPADA SANG PENCIPTA

Menderita karena kehendak Allah adalah kenyataan yang harus diterima oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebab memang sejak awal, Tuhan Yesus sudah memperingatkan bahwa panggilan mengikut Dia adalah panggilan memikul salib.

Jiwa adalah seluruh keberadaan hidup manusia secara keseluruhan yang terkurung di dalam tubuhnya yang adalah daging yang fana dan dikuasai tabiat dosa. Sehingga manusia adalah hidup yang susah sebab berada di antara dua dunia yang saling tarik menarik sekaligus saling bertolak belakang.

Menyerahkan jiwa bukanlah menyerahkan nyawa tetapi bagaimana seluruh hidup manusia dan kehendaknya berpedoman pada kehendak Tuhan dan bersemangat melakukan kehendak Tuhan itu. Walau penderitaan harus dialami, tetapi janganlah mundur dari melakukan kehendak Tuhan ~ anggaplah sebagai kebahagiaan jika harus menderita karena kehendak Allah.

Alamat penyerahan diri hanya kepada Allah saja sebab dengan itu jiwa akan mendapat ketenangan, keteguhan, penghiburan, dan kekuatan. Jika jiwa ini diberikan kepada sesuatu yang lain selain Tuhan, maka ia mungkin kelihatan aman dan baik-baik saja tetapi sesungguhnya jiwa itu semakin tenggelam ke penderitaan yang terasa membahagiakan; kemunafikan, kekejian, penipuan, ketidakjujuran, dan semua hal merusak lainnya yang sedang dilakukan bagi orang lain.

Cara menyerahkan jiwa kepada Sang Pencipta adalah dengan selalu berbuat baik. Kebaikan yang bukan hanya di mulut saja yang berlalu segera bersama dengan berjalannya waktu, bahkan bisa sangat cepat dari lajunya waktu kehidupan manusia tetapi kebaikan yang walau tidak diucapkan di mulut tetapi dirasakan sampai ke hati.

Matius 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
1 Dilihat

TUHAN TERTAWA

Sabtu, 1 Maret 2025
Renungan Pagi

Mazmur 2:4
Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

TUHAN TERTAWA

Secara alamiah , tertawa adalah tindakan yang dilakukan oleh manusia sebagai respon atas hal lucu yang terjadi. Karena itu sering terjadi bahwa manusia menggunakan tawa sebagai alat untuk mengejek sesamanya manusia.

Tertawa juga adalah ungkapan rasa bahagia yang dialami. Biarlah setiap hari menjadi hari yang menjadi hari untuk tertawa bahagia bersama semua orang.

Tuhan tertawa ayat perenungan hari ini adalah tertawa Tuhan atas perkara lucu umat manusia. Lucu pada kenyataan bahwa manusia berencana untuk melawan Tuhan; perkara yang sehebat apa pun direncanakan dan sedahsyat apa pun untuk dilakukan, tidak akan pernah berhasil.

Manusia cenderung melakukan perkara yang lucu dalam kehidupan ini bahwa mereka melawan Tuhan di mana dia melakukan pekerjaan yang melawan Tuhan dalam berbagai bentuk; sementara Tuhan tertawa melihat itu; Ia heran melihat manusia yang tegar tengkuk yang sulit untuk menyembah kepada Tuhan dengan segala ketulusan.

Biarlah hidup ini terus diarahkan kepada menujukan hidup ini dengan segala tutur katanya, sikap, tindakan, dan seluruh aspeknya menjadi hidup yang menyenangkan Tuhan ~ sampai Ia tertawa karena bahagia melihat manusia; biarlah Tuhan tertawa Bahagia.

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
1 Dilihat