MEMELIHARA DOSA!
~Pdt. Dr. Robert P. Borrong
"Kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Roma 6:11-b).
Pernah ada kejadian di Filipina tahun 1932, seorang anak mati dimakan oleh ular peliharaannya sendiri. Kemudian tanggal 23 Oktober 2008 dilaporkan adanya seorang perempuan berumur 25 tahun di Virginia, Amerika Serikat, diserang oleh ular peliharaannya sendiri. Itu hanya dua contoh kasus orang-orang yang menjadi korban binatang peliharaan, khususnya ular.
Ada banyak orang di seluruh dunia punya hobby memelihara binatang buas seperti ular, buaya, singa, harimau dan lain-lain.
Ular, dalam Alkitab, menjadi simbol dari Iblis yang menggoda manusia sehingga jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:1; 2 Korintus 11:3). Kemudian orang-orang jahat yang suka berbuat dosa disebut sebagai ular, khususnya bisa ular yang mematikan (Mazmur 58:5 dan 140:4). Yohanes Pembaptis dan Yesus menyebut orang Farisi yang suka munafik sebagai ular-ular dan keturunan ular beludak (Matius 3:7; 12:34; 23:33; Lukas 3:7). Jelaslah bahwa ular dijadikan sebagai simbol kuasa Iblis dan juga simbol orang-orang jahat dan munafik, orang-orang yang suka memelihara dosa.
Memelihara sikap dan perbuatan dosa sangat berbahaya sebab dosa seperti binatang buas, kalau sudah besar mengancam kehidupan rohani kita. Dosa berakar dalam keinginan atau hawa nafsu yang tidak bisa dikendalikan dan kalau terus dipelihara akan membawa maut atau kematian (Yakobus 1:15).
Bagi kita orang beriman pada Yesus Kristus, dosa sudah mati. Dosa adalah kehidupan lama yang telah ditaklukkan oleh kematian Yesus Kristus (1 Korintus 15:3). Maka kita harus selalu berjuang menjauhi dosa, seperti kita menjauhkan diri dari binatang buas. Kita tidak boleh membiarkan dosa mengancam dan menguasai kehidupan kita. Dosa harus kita jauhi dan taklukkan. Dosa telah mati bagi kita dan kita hidup bagi Allah. Hidup bagi Allah di dalam Yesus Kristus berarti secara total kita meninggalkan dosa dan tidak kompromi dengan dosa.
Seorang gadis yang senang memelihara seekor ular piton tidak hanya mengurung ular itu dalam kandang tetapi dia juga makan bersama ular itu, becanda dengan ular itu dan tidur dengan sang ular. Pada suatu ketika, ular itu bertingkah aneh. Ia tidak mau makan dan selalu melingkar di tubuh sang gadis. Beberapa hari kemudian gadis itu memeriksakan ular peliharaannya ke dokter hewan spesialis ular kalau-kalau ularnya sakit. Betapa kagetnya ketika dokter hewan itu menjelaskan bahwa ular itu tidak sakit tetapi sedang berpuasa karena merencanakan suatu makan besar. Ular itu sedang berpuasa dan mulai belajar melilit Anda karena sedang mempersiapkan diri menelan Anda.
Jangan pernah bermain dan becanda dengan dosa. Jangan tergiur oleh permainannya dan kenikmatan yang ia berikan. Dia sedang merencanakan momen yang mematikan untuk Anda. Ingat dosa itu nikmat! Tetapi mengandung racun atau bisa seperti ular dan membawa maut!
Mari kita secara radikal menjauhi dosa dan mengarahkan hidup kita hanya kepada Allah. Jangan beri kesempatan kepada dosa menguasai kita. Biarkan Allah yang hidup menguasai hidup kita. Jangan coba-coba berkompromi dengan dosa. Mari kita menjauhinya. Tuhan Yesus sang Penakluk menolong kita. Dia telah remukkan kepala Iblis. Amin. RPB.
Copy Paste dari Salah Satu Group WhatsApp