29 Oktober 2025

TUHAN SAYANG NYAWANYA

Rabu, 29 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Ayub 2:6
Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya." 

TUHAN SAYANG NYAWANYA

Tuhan itu abadi dan tidak akan pernah ada habis masa karena kehilangan nyawa. Tetapi manusialah yang terbatas nyawanya sebab ia adalah makhluk ciptaan yang tidak kekal.

Nyawa yang disayang Tuhan adalah nyawa milik Ayub, seorang yang disebutkan sebagai pribadi yang saleh dan jujur, seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Saya nyawa dalam pengertian sehari-hari adalah menghindari segala hal yang bisa berisiko membahayakan nyawanya tetapi secara negatif itu bisa berarti bahwa demi keselamatan jiwa - maksudnya nyawa, maka orang bisa meninggalkan imannya.

Ayub diserahkan ke dalam tangan Iblis itu berarti bahwa Iblis dapat melakukan apa saja untuk mencobainya agar ia meninggalkan imannya kepada Tuhan.

Sayangkan nyawanya Ayub, perkataan Tuhan kepada Iblis hendaknya dipahami bahwa Allah tidak membiarkan nyawa orang beriman terhilang oleh pencobaan; Allah menjaga nyawa orang-orang yang menyayangiNya dalam segala situasi.

Roma 11:21-22
Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
1 Dilihat

TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN

Selasa, 28 Oktober 2025
Renungan Pagi

Ibrani 4:13
Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN

Manusia selalu berusaha untuk menyembunyikan dirinya jika itu adalah sesuatu yang sifatnya buruk. Sebaliknya manusia berusaha untuk mengumumkan kepada dunia segala 'kebaikan' yang dilakukannya.

Sering manusia mengakui apa yang dilakukan oleh orang lain sebagai yang dilakukannya jika hal itu adalah sesuatu yang sifatnya prestasi tetapi sebaliknya akan menuding orang lain sebagai dalang jika sesuatu yang dilakukannya itu ternyata menjadi buruk.

Segala makhluk nampak (tidak tersembunyi) di hadapan Tuhan mengacu pada segala yang dilakukan oleh manusia di dunia ini pun terkait dengan apa yang dilakukannya kepada seluruh ciptaan Allah di dunia ini. Manusia dilihat Allah ketika melakukan sesuatu, berinteraksi dengan sesamanya, dan ketika tidak melakukan apa pun.

Segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Tuhan, artinya Tuhan tidak hanya melihat yang nampak tetapi dorongan dan tujuan melakukan segala sesuatu itu diketahui oleh Tuhan.

Memberikan pertanggungan jawab artinya bahwa semua yang telah terjadi, yang telah dilakukan, dasar dan maksudnya akan dinyatakan oleh Allah secara terbuka dan menjadi patokan dalam hubungan setiap orang dengan Tuhannya.

Roma 14:12
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
1 Dilihat

27 Oktober 2025

TANGAN ORANG RAJIN

Senin, 27 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Amsal 12:24
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. 

TANGAN ORANG RAJIN

Kerajinan itu beragam; ada yang rajin tidur, ada yang rajin bekerja, ada yang rajin mengganggu ketenangan orang lain.

Tangan orang rajin itu pasti mengacu pada orang yang rajin bekerja; orang yang cepat tangannya untuk melakukan pekerjaan yang bisa dilakukannya tanpa menunda-nunda; orang yang cekatan karena memang biasa bekerja.

Hal terakhir soal tangan yang rajin tentu saja bahwa ia melakukan pekerjaan yang baik dengan cara yang baik pula, dan terutama dengan semangat yang baik pula. Bekerja dengan baik mendatangkan sukacita bagi orang yang bekerja itu dan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ada seorang yang tinggal di rumah seorang tuan yang menemukannya di pasar dan menampungnya di rumahnya; orang itu kemudian dikenal sebagai asisten tuannya, bahkan lebih dari itu sebab setiap hal yang disebutkan di rumah itu, misalnya kuda, anjing, hewan piaraan lainnya dan setiap barang dikenal sebagai miliknya; anjingnya, kudanya, gerobaknya, dan setiap hal ada di bawa namanya sebab ia mengurus dan merawat semua hal itu dengan baik. Tangan orang rajin memegang kekuasaan.

Kerja paksa bagi orang malas, pertama berarti bahwa ia tidak bekerja jika tidak terpaksa melakukan suatu pekerjaan; ia menjadi buruh sebab ia tidak biasa bekerja sehingga petuah bijak 'ala bisa karena biasa' tidak berlaku baginya. Selanjutnya bahwa karena ia tidak bekerja, maka dia hanya tergantung pada pekerjaan kasar (menjadi buruh) yang hanya cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya untuk sementara waktu saja.

Pengkhotbah 5:11
Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
1 Dilihat

DUA SISI PERJANJIAN

Minggu, 26 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Maleakhi 2:5
Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya — pada pihak lain ketakutan — dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku. 

DUA SISI PERJANJIAN

Kitab Maleakhi berisi himbauan pembaharuan Yudaisme pascapembuangan khususnya dalam hal upacara keagamaan dan kehidupan sosial sehari-hari.

Perjanjian adalah kesepakatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berjanji yang didalamnya ada kewajiban setiap pihak dan keadaan atau hak dari masing-masing pihak.

Perjanjian Lewi (ayat sebelumnya) adalah perjanjian antara Allah dan bangsa Israel yang menegaskan bahwa inti dari ikatan umat Tuhan dengan Allahnya adalah 'beribadah dengan sebulat hati kepada Allah. Suku lewi menjadi perantara janji Allah dengan umat-Nya sebab mereka yang melakukan upacara penyembahan kepada Tuhan.

Sisi pertama dari perjanjian itu menjadi perkara yang akan dilakukan oleh Allah bagi umatNya jika mereka menghidupi perjanjian itu secara penuh; baik hak maupun kewajibannya secara penuh.

Sisi kedua telah disebutkan sebagai inti dari perjanjian antara umat dengan Tuhannya. Perjanjian ini isinya sepenuhnya bersumber dari kasih Allah kepada manusia dan ada dalam kuasa Allah sepenuhnya.

Ibrani 8:10
"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
1 Dilihat

25 Oktober 2025

KUASA YANG MULIA DAN AJAIB

Sabtu, 25 Oktober 2025
Renungan Pagi 

2 Petrus 1:3 
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

KUASA YANG MULIA DAN AJAIB 

Kuasa adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu, bisa dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk spiritual psikologis.

Kuasa secara fisik adalah pemilikan kekuatan fisik-material, seperti tenaga yang besar dan atau uang yang banyak untuk melakukan sesuatu sedangkan kuasa secara spiritual psikologis adalah kemampuan untuk mempengaruhi atau memerintahkan orang lain.

Pengaruh kuasa pada orang yang memilikinya bisa dibedakan atas kuasa yang berpengaruh, kuasa yang jahat, dan kuasa yang mulia. Dua pengaruh yang pertama adalah orang yang mempergunakan kuasanya bagi dirinya sendiri dan semakin buruk pengaruhnya bagi orang lain semakin dikategorikan jahat.

Kuasa yang mulia adalah mempergunakan kuasa untuk kepentingan orang lain; semakin berguna bagi semua pihak semakin mulia. Tentu saja, bahwa ini juga bisa dibayangi oleh pertimbangan sepihak bagi yang hendak dibantu dengan kuasa itu.

Kuasa Allah itu mulia dan ajaib sebab dasar dan tujuannya semata-mata untuk kepentingan manusia yang sesungguhnya tidak layak untuk itu. Kuasa ilahi Allah itu adalah anugerah agar manusia menjadi saleh karena karena mengenal Allah.

Efesus 6:24
Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.
1 Dilihat

24 Oktober 2025

MUNCUL TERBALIK

Jumat, 25 Oktober 2025
Renungan Pagi 

1 Petrus 2:17
Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! 

MUNCUL TERBALIK

Semua patokan hidup yang disampaikan di sini sudah jelas, yaitu menghormati semua orang, mengasihi saudara-saudara, takut akan Allah, dan menghargai pemerintah.

Seorang Kepala Desa dalam sebuah acara keluarga lebih memilih tidak duduk di kursi kehormatan, biasanya di depan, melainkan mengambil tempat di antara keluarga menyambut tamu yang datang; sebuah keteladanan kerendahan hati dan bukan mengambil kehormatan yang memang secara manusiawi wajar untuk itu.

Menghormati semua orang sering dibaca orang sebagai kesempatan untuk mendapat hormat karena ia mempunyai status yang lebih tinggi dari orang lain tetapi sangat sulit untuk menghormati orang lain.

Perintah untuk mengasihi saudara-saudara sering menjadi ayat pendukung bagi orang untuk meminta kasih dari saudara-saudaranya dan ia sendiri tidak melakukan apa pun bagi saudaranya sebagai perwujudan kasih bagi saudaranya.

Takut akan Allah sering dibaca orang sebagai kesempatan untuk menakut-nakuti saudaranya atas nama Allah demi kepentingannya sendiri.

Habakuk 1:4
Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.
1 Dilihat

23 Oktober 2025

PADA ORANG BENAR

Kamis, 23 Oktober 2025
Renungan Pagi

Mazmur 37:16
Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik

PADA ORANG BENAR

Manusia yang hidup di dunia ini ingin untuk memiliki segalanya dalam jumlah yang tidak terbatas; meski pada kenyataannya segala sesuatu di bumi ini selalu ada batasnya.

Perolehan manusia itu sejatinya semakin banyak semakin baik tetapi tidak otomatis bahwa semakin banyak semakin baik juga hidup seseorang; hanya dari segi ekonomi, ya.

Semakin baik derajat hidup ekonomi manusia semakin berpengaruh kepada keadaan rohaninya. Jika orang itu orang benar, maka ia akan semakin bersyukur tetapi jika itu ada pada orang fasik, maka ia akan semakin fasik karena hal yang dimilikinya itu.

Orang benara adalah mereka yang selalu mengupayakan yang terbaik dengan Tuhan dan sesama sedangkan orang fasik adalah mereka yang selalu memanfaatkan orang lain untuk keuntungannya sendiri.

Sedikit pada orang benar itu akan bermanfaat baik bagi kehidupan sehingga itu selalu bernilai baik sedangkan banyak pada orang fasik akan menyebabkan kekacauan hidup, maka dari sisi jumlah hal yang baik pada orang fasik menyebabkan kerusakan sehingga dari sisi kualitas, yang sedikit pada orang benar itu lebih baik dari yang berlimpah pada orang fasik.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
1 Dilihat

22 Oktober 2025

BERLARI BEGITU RUPA

Rabu, 22 Oktober 2025
Renungan Pagi

1 Korintus 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

BERLARI BEGITU RUPA

Perlombaan lari adalah adu kecepatan dan dengan demikian, juaranya diraih oleh yang paling pertama menyelesaikan jarak tempuh yang ditetapkan atau yang paling cepat sampai ke garis batas akhir perlombaan -- finish.

Perwujudan iman sebagai perlombaan bukan terutama untuk melalukan segala sesuatu dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tetapi yaitu bahwa orang yang berlomba itu memenuhi target-target yang ditetapkan oleh Tuhan.

Beberapa contoh target berlari begitu rupa dalam perlombaan iman yang digambarkan sebagai perlombaan lari: 1. Tetap berdiri kuat dan teguh setelah sampai ke batas jarak atau waktu yang ditentukan, 2. Berlari dengan tidak meninggalkan jalur yang dtetapkan baginya, 3. Tetap berlari (bukan berjalan) sepanjang lintasan perlombaan, 4. Menyapa setiap pesetta lain yang ada di sekitarnya.

Dalam perlombaan lari menurut peraturan dunia, hanya orang tertentu yang memperoleh hadiah, yaitu yang tercepat yang akan mendapat hadiah, secara umum biasanya sampai juara ketiga tetapi dalam perlombaan iman setiap orang yang telah berlomba dengan baik, walau bahkan ia adalah orang yang terakhir sampai ke garis akhir, tetap mendapat hadiah yang sama dari Pemilik hidup dan kehidupan yang kepadaNya segala hal tertuju.

Bukan yang tercepat menjadi penentu utama dalam perlombaan iman tetapi yang melakukan pertobatan yang membuahkan hidup yang taat kepada Tuhan, yang telah berlari begitu rupa menurut aturan Sang Pencipta, itulah semua yang mendapat hadiah sorgawi.

1 Timotius 6:12
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
1 Dilihat

21 Oktober 2025

RENCANA ALLAH YANG TIDAK TERLAKSANA

Selasa, 21 Oktober 2025
Renungan Pagi

1 Samuel 13:13 
Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. ..."

RENCANA ALLAH YANG TIDAK TERLAKSANA

Tidak ada rencana Tuhan yang tidak terlaksana sebab Tuhan itu sempurna dalam rencanaNya dan tidak bercacat dalam perbuatanNya.

Apakah kegagalan Saul menjadi alat Allah untuk kepemimpinan bagi bangsa Israel menjadi kegagalan Allah bagi umat Israel? Tentu saja tidak. Kesalahan Saul adalah karena ia mengambil peran yang seharusnya bukan hak apalagi kewajibannya di hadapan Allah dan melakukannya, yaitu mempesembahkan korban keselamatan di hadapan Allah, yang seharusnya adalah pekerjaan Imam, yaitu yang tugas yang dijabat oleh Samuel pada waktu itu (ayat-ayat sebelum ayat dalam renungan ini).

Allah tetap berkarya untuk mewujudkan rencanaNya bagi umatNya dan itu tidak terhalang oleh kegagalan orang-orang tertentu dalam peran yang diberikan Allah kepadanya dalam proses pencapaian rencana Allah secara menyeluruh.

Rencana berupa terwujudnya damai dan sentosa bagi bangsa Isreal dalam ketaatan dan hormat mereka kepada Tuhan tidak digagalkan oleh kegagalan Saul menjadi pemimpin yang setia dan taat kepada Tuhan. Tentu saja bahwa hal ini berpengaruh buruk bagi Saul dan kepada orang dan situasi yang terkait dengan diri Saul saat itu.

Taat dan setia kepada Tuhan berarti menjadi kisah bahagia dalam rencana Allah bagi setiap orang dan dalam lingkup yang luas yang terkait dengan orang itu, tetapi bagi orang yang tidak taat kepada Allah berarti gagalnya rencana damai sejahtera Allah dalam kehidupan pribadi orang itu dan bagi kehidupan yang terkait dengannya.

Ayub 42:2 
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. ..."
1 Dilihat

20 Oktober 2025

SELAMA MASIH SIANG

Senin, 20 Oktober 2025
Renungan pagi

Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.

SELAMA MASIH SIANG

Dunia sudah berbeda dan kompleks pada masa kini. Dunia kerja tidak lagi terbatas pada bertani, beternak, serta berdagang, melainkan setiap segi kehidupan manusia sudah bisa dilihat dari berbagai sisi dan bisa dikerjakan setiap waktu.

Pekerjaan manusia adalah pekerjaan Dia, yaitu Tuhan yang telah datang ke dalam dunia untuk menyatakan kasih yang terbesar bagi manusia. Kesalahan terbesar manusia adalah membedakan setiap hal menjadi rohani dan duniawi; sakral dan profan.

Karena itu sering orang mencari hal-hal rohani pada tempatnya dan mencari hal-hal duniawi pada tempatnya menurut cara duniawi juga. Sering terjadi bahwa di tempat yang rohani pun orang mengerjakan segala hal di sana dengan cara duniawi sehingga tempat yang di mana seharusnya ditemukan hal-hal sakral, maka di sana pun hanya ada kekacauan.

Mengerjakan pekerjaan Dia adalah undangan untuk dalam seluruh pekerjaan manusia dikerjakan menjadi pekejaan yang dilakukan seturut dengan kehendak Tuhan; menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Selama masih siang adalah menggunakan waktu dengan baik sebab akan ada waktunya di mana manusia sulit untuk melakukan pekerjaan Dia sebab begitu banyak tantangan dari dalam dan dari luar persekutuan itu sendiri; tantangan dari dunia sekuler dan juga penyesatan dari dalam persekutuan.

Efesus 5:15-16
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
1 Dilihat

19 Oktober 2025

Kitab-Kitab Satu Pasal

Kitab-Kitab Satu Pasal

Kitab-kitab dalam Alkitab yang hanya terdiri dari satu pasal ada sebanyak lima kitab; satu kitab dari Perjanjian Lama dan empat kitab dari Perjanjian Baru:
1. Obaja (21 ayat)
2. Filemon (25 Ayat)
3. 2 Yohanes (13 ayat)
4. 3 Yohanes (15 ayat)
5. Yudas (25 ayat)

Tulisan ini hanya untuk mengantarkan kita secara mandiri mempelajari kitab-kitab itu dengan membaca berbagai sumber yang dimungkinkan bagi kita oleh rujukan internet secara otomatis.

Semoga bermanfaat.
Tuhan Yesus memberkati. 
1 Dilihat

CINTA UNTUK RUMAH TUHAN

Minggu, 19 Oktober 2025
Renungan pagi

Yohanes 2:17
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

CINTA UNTUK RUMAH TUHAN

Penggalan kisah tentang Yesus yang menyucikan bait suci dari kegiatan berjualan di Bait Suci yang dilakukan dengan kedok untuk mempermudah orang-orang yang datang dari jauh agar mereka dapat memperoleh barang yang dibutuhkan untuk memberi persembahan.

Ketika melakukan ini, Yesus berani menerobos para penjual dan menyuruh mereka pergi dari Bait suci. Sebenarnya Tuhan Yesus tidak hanya mengusir para pedagang itu tetapi ia membersihkan Bait Suci dari sistem yang dilegalkan sehingga bisa menjadi beban bagi orang tertentu. Orang yang tidak memunyai uang tidak bisa mendekat untuk membawa persembahannya sendiri sebab hanya hewan yang dijual di halaman Bait Suci yang layak dipakai untuk menjadi persembahan kepada Tuhan.

Tuhan Yesus melakukan perkara membersikan Bait Suci itu, bukan untuk melawan orang-orang yang ada di balik layar tetapi sungguh-sungguh karena dorongan dari dalam dirinya untuk membersihkan Bait Suci dari ketidakmurnian niat dan semangat banyak orang.

Risiko yang akan ditanggung oleh Tuhan Yesus tidak dipikirkanNya sebab cintaNya untuk rumah Tuhan menghanguskan Dia. Cinta yang menghanguskan adalah gambaran bahwa seseorang tidak peduli akan hidupnya selain cintanya. Seandainya dibakar sampai hangus, maka cintanya tidak akan berkurang sedikit pun.

Cinta rumah Tuhan adalah membersihkan segala pengaruh dunia yang akan mengubah fungsi Bait Suci menjadi tempat berjualan - tempat mencai untung pribadi seperti untuk memperoleh kemuliaan dari sesama, untuk mencari kesenangan pribadi, untuk memperoleh pengaruh, dan lain sebagainya.

I Timotius  6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
1 Dilihat

18 Oktober 2025

SEGALANYA ADALAH AJAIB

Sabtu, 18 Oktober 2025
Renungan Pagi

Mazmur 72:18 
Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!

SEGALANYA ADALAH AJAIB

Hidup ini adalah perkara yang kelihatan dan terasa sepeti air yang mengalir dan teputus dalam genangan yang menguap pada akhirnya yang akan terisi lagi oleh tetesan air hujan. Kehidupan adalah proses yang bagi setiap orang berhenti pada titik menjadi uap yang sirna lenyap tertiup angin, menjadi hujan yang mengairi dan menghidupkan tanah dan tumbuhan di atasnya.

Ada yang melihat proses pergeseran nilai hidup seperti rumput tua yang menjadi layu dan membusuk menjadi pupuk bagi tanaman muda atau benih yang sedang bersemi untuk tumbuh dari dalam tanah.

Kehidupan adalah perputaran masa dan orang; setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya, adalah semboyan untuk setiap orang menjadi orang yang hebat pada masanya dan bukan hanya menjadi orang yang mengisi masa tanpa menjadi orang pada masanya.

Kehidupan adalah rahasia paling besar yang pernah ada; tidak dimulai oleh manusia dan tidak bisa diatur sepenuhnya oleh manusia; tidak ada orang yang dapat memilih atau menentukan waktu, tempat, orang tua, dan caranya ia lahir. Semua itu dikerjakan seorang diri oleh TUHAN.

Jika hidup ini hanya dilihat dan dirasakan seperti air yang terus mengalir, atau seperti tumbuhan yang mati untuk menjadi unsur hara dalam tanah yang menumbuhkan tanaman generasi sebelumnya, dan belum merasakannya sebagai keajaiban hidup, maka hidupnya hanya seperi tiupan angin.

1 Petrus 1:24 
Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
1 Dilihat

17 Oktober 2025

TUHAN TIDAK MEMANDANG ORANG

Jumat, 17 Oktober 2025
Renungan Pagi

Kolose 3:25
Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

TUHAN TIDAK MEMANDANG ORANG

Pernyataan 'Tuhan tidak memandang orrang' adalah sebuah kesaksian tentang keadilan Tuhan bahwa setiap orang sama derajatnya dan diperlakukan sama oleh Tuhan. Tidak ada orang yang lebih tinggi dari orang yang lainnya.

Cara pandang Tuhan yang tidak berpihak kepada orang tertentu karena alasan apa pun mengingatkan manusia tentang kecenderungannya untuk menempatkan dirinya lebih tinggi dari orang lain, bahkan menjadi semakin tinggi dengan berpijak di atas orang-orang yang direndahkannya.

Kesalahan yang dimaksud adalah ketika manusia melakukan sesuatu dan itu tidak didasarkan pada maksud Tuhan dan tidak dimaksudkan untuk kemuliaan Tuhan. Manusia yang bersalah tetap diperlakukan sebagai orang yang bersalah, yaitu dihukum dan orang yang benar tetap diperlakukan sebagai orang benar, yaitu mendapat upah kehormatan dari Tuhan.

Menanggung kesalahan adalah keadaan di mana pihak yang bersalah itu kemudian harus mengalami berbagai konsekuensi atas kesalahannya itu, misalnya tidak dipercayai oleh sesama setelah ketahuan melakukan kebohongan; dengan demikian ia mempersempit ruang gerak kehidupannya dan kehilangan damai sejahtera dari kehidupannya di dunia ini.

Orang yang karena status tertentu di dunia ini kemudian membenarkan diri dengan cara-cara yang salah tetap akan menerima risiko bahwa hadirat Tuhan semakin jauh dari hidupnya dan bahwa ia akan semakin jatuh ke dalam jurang kesalahan yang semakin sulit untuk digapai.

Matius 6:13
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
1 Dilihat

16 Oktober 2025

BERLAKU BIJAK

Kamis, 16 Oktober 2025
Renungan pagi

Amsal 28:26
Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat.

BERLAKU BIJAK

Manusia menilai dan dinilai berdasarkan kelakuan; setiap orang akan diukur dengan apa yang diperbuatnya. Orang baik melakukan hal baik dan orang jahat berbuat jahat.

Orang lebih jauh harus mampu melihat bukan hanya sekedar apa yang diperbuat oleh sesamanya bukan pada perbuatan itu sendiri tetapi pada apa yang ada di balik dari perbuatan itu. Seorang ibu yang harus menyembunyikan anaknya untuk melindunginya dari orang jahat tidak boleh secara semena-mena dicap sebagai orang yang tidak jujur.

Ada juga orang yang melakukan sesuatu yang jahat di mata orang lain tetapi ia sendiri tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Dalam kasus ini, biasanya terjadi bahwa orang yang seperti ini bisa mengubah perlakuannya jika ia sudah mengetahui yang lebih baik.

Orang bebal adalah mereka yang tahu bahwa apa yang dilakukannya itu salah tetapi ia terus melakukannya bahkan melihat orang lain yang ingin memperbaiki kesalahannya sebagai lawan yang harus dikalahkannya bahkan harus dibinasakannya. Orang bebal itu percaya kepada hatinya sendiri berarti bahwa ia tidak mempertimbangkan hati orang lain. Orang bebal adalah mereka yang menetapkan kebenaran menurut ukurannya sendiri. Dalam bahasa paradoks dengan keadaan orang bijak, maka orang bebal ini tidak akan selamat, binasa.

Orang berbuat bijak adalah orang yang mempetimbangkan segala perkara dari segi untung rugi dan melakukan sesuatu yang hanya akan berguna sebesar-besarnya bagi semua orang dengan seminimal mungkin risiko, bahkan seandainya mungkin: tanpa risiko. Tentu saja bahwa kebajikan orang bijak itu tidak akan pernah memuaskan semua orang tetapi ia pasti menyelamatkan semua orang sehingga hidupnya sendiri diselamatkan.

Efesus 5:15-16
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
1 Dilihat

15 Oktober 2025

SESUDAH KESUSAHAN JIWA

Rabu, 15 Oktober 2025
Renungan Pagi

Yesaya 53:11
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

SESUDAH KESUSAHAN JIWA

Gambaran tentan Hamba Allah yang akan datang sebagai pembebas bagi manusia. Pribadi yang selalu dinantikan dengan sangat rindu oleh seluruh orang Israel sebagai umat kepunyaan Allah yang mengalami banyak kesusahan di dunia ini sehingga jiwa mereka sangat merindu.

Kesusahan jiwa ada kaitannya dengan kesusahan jasmani tetapi keduanya tidak harus dalam hubungan yang berbanding lurus tetapi bisa juga dalam hubungan berbanding terbalik; meski jasmaninya menderita tetapi justeru hal itu yang memberikan kesenangan bagi jiwanya. Orang yang mengalami kesusahan jiwa bisa mempengaruhi hidup jasmaninya tetapi bisa juga tidak sampai mempengaruhinya secara total; mungkin penampilannya murung tetapi ia tidak harus menjadi kurus kering karena kesusahan jiwa yang dialaminya.

Kesusahan jiwa itu akan membuat orang akan melihat terang dan menjadi puas. Tetapi tidak semua orang yang mengalami kesusahan jiwa yang akan mengalami keadaan ini, hanya orang yang benar yang akan mengalami bahwa setelah kesusahan jiwa, maka ia akan melihat dan dan menjadi puas.

Terang yang dimaksud adalah kebaikan yang datang dari Allah menjadi nyata bagi umat yang dikasihiNya. Hamba Allah itu adalah perantara antara manusia dengan Bapa di sorga dan Ia yang menjadi pembawa teang itu.
 
Hikmat Allah membebaskan manusia dari tekanan kejahatan yang menyebabkan kesusahan jiwa. Memikul dosa bisa dipahami dalam pengertian bawa orang yang dijamah hatinya oleh tuhan tidak akan lagi membiarkan dirinya dikuasai oleh dosa; itulah kesenangan yang tiada batasnya.

Mazmur 107:9
sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
1 Dilihat

13 Oktober 2025

SEGENGGAM KETENANGAN

Selasa, 14 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Pengkhotbah 4:6
Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.

SEGENGGAM KETENANGAN

Ketenangan itu adalah keadaan di mana orang aman (bukan hanya sekedar merasa aman) meski ada orang yang tidak menyukai hidupnya sebab ia tahu bahwa ia dilindungi oleh kebenaran.

Segenggam menunjukkan jumlah yang tidak banyak bukan pada ketenangan itu sendiri tetapi pada jumlah orang yang memilikinya. Semakin banyak orang yang tenang semakin banyak ketenangan itu dalam kehidupan. Orang tenang akan tetap tenang (meski pada dirinya sendiri) walau ada banyak ketidaktenangan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak tenang di sekitarnya.

Ketenangan mempengaruhi kualitas kerja seseorang; semakin ia tenang semakin baik ia melakukan pekerjaannya. Orang tenang bahkan bisa terus bekerja dalam kegaduhan orang-orang gusar.

Dua genggam jerih payah adalah kerja keras; tidak ada ketenangan bagi yang tidak berjerih payah tetapi tidak ada jerih payah tanpa ketenangan yang menghasilkan ketenangan. Orang yang tidak tenang hanya akan menimbulkan kekacauan.

Usaha menjaring angin adalah orang yang bermaksud mencapai atau mendapatkan sesuatu tetapi karena ia tidak berpikir panjang dalam ketenangan, tanpa memikirkan secara matang sebab akibat dari perkara yang dilakukannya, maka sebenarnya dia sedang menghilangkan banyak hal dari kehidupan; seperti orang yang memasang jaring untuk menangkap angin, maka ia hanya menghabiskan tenaga dan waktunya untuk tidak mendapat sesuatu pun. Sedikit ketenangan itu sudah merupakan segala sesuatu.

1 Petrus 4:7
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
1 Dilihat

SISA MENURUT PILIHAN

Senin, 13 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Roma 11:5
Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. 

SISA MENURUT PILIHAN

Sisa bukan menunjukkan sesuatu yang tidak berkualitas sehingga tidak digunakan jika itu bahan atau tidak enak untuk dimakan jika itu makanan.

Sisa yang dimaksudkan di sini bukan karena ada dalam jumlah yang sangat te di antara orang Israel adalah mereka yang pada zaman Elia menjadi nabi di Israel tetapi setiap menyembah kepada Tuhan dan tidak menyembah kepada Baal.

Mereka disebut sebagai pilihan sebab ada kualitas hidup yang ada pada mereka, bukan karena mereka memang berkualitas tetapi karena mereka membiarkan diri mereka dituntun kebenaran Tuhan, tetap melakukan kehendak Tuhan dalam hidup mereka.

Allah memilih sisa yang ada pada masa ini menurut kasih karuniaNya berarti bahwa Ia memberi kesempatan  bagi setiap orang yang menyambut kasih karuniaNya untuk menjalani hidup yang berkualitas setiap hari.

Mazmur 33:12
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
1 Dilihat

12 Oktober 2025

BERTUMBUH DAN BEROLEH KESELAMATAN

Minggu, 12 Oktober 2025
Renungan Pagi

1 Petrus 2:2-3
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

BERTUMBUH DAN BEROLEH KESELAMATAN

Keselamatan itu bertumbuh dan bertumbuh itu ke arah keselamatan. Bertumbuh itu ibarat bayi yang semakin besar semakin mengerti perkara hidup yang berkenan dan semakin bergerak menuju kedewasaan.

Bayi yang baru lahir membutuhkan air susu yang murni agar ia bertumbuh. Tanpa air susu yang murni pun bayi bisa bertumbuh dengan sehat tetapi air susu yang murni itu adalah gambaran tentang pola hidup yang diharapkan pada umat Tuhan bahwa mereka merindukan makanan iman dalam kemurnian. Mendengar firman dengan setulus hati dan tidak mempunyai prasangka buruk tentang perkara-perkara makanan rohani itu. Air susu bisa murni tetapi hati yang tidak murni untuk menerimanya membuat ia tidak bertumbuh dengan baik.

Anak yang sudah besar tetapi tetap diperlakukan sebagai bayi akan membuat kehidupan mental dan karakternya yang tetap seperti bayi dan tidak berkembang ke arah menjadi semakin lebih dewasa. Inilah air susu yang tidak rohani, bahwa  banyak orang sudah besar tetapi ia tetap seperti bayi yang selalu melihat segala hal sebagai miliknya.

Jiwa yang murni adalah hasil dari keinginan yang murni untuk mendapatkan makanan yang murni. Jiwa yang murni tahu membedakan makanan mana yang murni dan mana yang tidak murni demikian juga ia bisa tahu mana pertumbuhan yang semakin mengarah kepada kemurnian, yaitu keselamatan.

Awal dari semuanya itu adalah jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Tidak ada kemurnian yang tidak didorong oleh kesadaran bahwa Tuhan itu baik; inilah makanan yang membuat orang semakin bertumbuh dan memperoleh keselamatan itu.

Ibrani 5:8-9
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya
1 Dilihat

10 Oktober 2025

PERCAYA ATAU MENYESAL KARENANYA

Sabtu, 11 Oktober 2025
Renungan Pagi

Yohanes 14:29
Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

PERCAYA ATAU MENYESAL KARENANYA

Ucapan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia mengalami penderitaan karena kasihNya yang besar kepada dunia (baca: mereka yang percaya kepadaNya).

Ucapan perpisahan yang dilakukan terlebih dahulu dari pada momen perpisahan itu sendiri; bukan kata-kata perisahan yang disampaikan dalam acara perpisahan.

Perpisahan memang adalah sesuatu yang sulit dan oleh karena itu, maka Tuhan Yesus memersiapkan perpisahan itu jauh hari sebelumnya sehingga makna perpisahan itu sungguh-sungguh dihayati dan dihidupi oleh murid-murid ketika sudah mengalami perpisahan itu.

Beralih ke isi pesannya; Yesus mengatakan bahwa Ia akan pergi kepada Bapa (ayat sebelumnya) dan sesungguhnya itu adalah perkara sukacita dan bukan dukacita. Semua hal terkait dengan hal 'pergi ke Bapa' adalah perkara yang seharusnya menjadi penghayatan iman setiap hari dari murid-murid Tuhan Yesus yang tinggal (masih hidup) di dunia ini.

Percaya bahwa Yesus 'pergi kepada Bapa' dan menghidupinya akan menumbuhkan sukacita iman yang tidak ada batasnya; sedangkan tidak percaya atau mengabaikan perkara ini hanya akan menyebabkan hidup ini seperti bibit yang layu akhirnya mati sehingga tidak berbuah apa-apa, baik untuk hidup ini maupun setelah kehidupan dunia ini berlalu; disesali pun sudah tidak berguna lagi.

Amsal 3:5-6
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
1 Dilihat

TERTULIS DALAM KITAB TUHAN

Jumat, 10 Oktober 2025
Renungan Pagi

Mazmur 139:15-16
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

TERTULIS DALAM KITAB TUHAN

Manusia itu ada bukan karena alasan biologis semata, bahwa karena ada pembuahan maka lahirlah embrio yang akan menjadi makhluk hidup yang bertumbuh di dunia ini.

Tulang-tulang manusia berproses menjadi ada dan berbentuk serta membentuk tubuh dalam kandungan selama kurun waktu tertentu dan dalam kapasitas tertentu sehingga akan lahir anak yang normal pada waktunya.

Jika proses pembentukan itu terhambat, maka akan lahir anak yang cacat atau akan gagal bertumbuh di dalam kandungan sehingga tidak akan menjadi anak yang lahir dan hidup di dunia ini.

Secara pengetahuan umum, hal ini akan dilihat secara alamiah sebagai proses yang memang demikian terjadinya tetapi dalam kacamata orang beriman, hal ini disebutkan sebagai yang sudah tertulis dalam Kitab Tuhan, baik awalnya pun seluruh perjalanannya di dunia ini.

Tidak ada maksud untuk menuduh Allah sebagai Pribadi yang harus bertanggung jawab jika ternyata ada orang yang lahir kemudian  bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter buruk tetapi dimaksudkan sebagai bertapa berharganya setiap pribadi yang diperhatikan secara khusus oleh Allah sehingga ia menghargai hidupnya dan menjadikannya berharga dalam pandangan Tuhan yang telah menuliskan hidup ini dalam kitabNya.

Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
1 Dilihat

09 Oktober 2025

BERADA DI DALAM RUMAH

Kamis, 9 Oktober 2025
Renungan Pagi

Yosua 2:19
Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapa pun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.

BERADA DI DALAM RUMAH

Rumah yang dimaksud adalah rumah Rahab, seorang perempuan sundal di kota Yerikho. Ke sana, Ke Yerikho itu, dua orang pengintai dikirim oleh Yosua melakukan pengintaian.

Kedua pengintai itu memilih masuk ke rumah perempuan Sundal dan menginap di sana -- tidak untuk kesenangan tetapi untuk menghindari pemandangan mencolok dari penduduk kota yang membuat tugas mereka tidak akan berhasil dengan baik atau bahkan gagal sama sekali.

Perempuan sundal itu menerima dan menyelamatkan mereka dan menjadi satu-satunya sumber informasi bagi kedua pengintai itu dan keselamatan menjadi jaminan bagi dia dan setiap orang yang di dalam rumahnya ketika malapateka pemusnahan datang kepada kota itu ketika bangsa Israel menyerangnya kelak.

Tetap berada di dalam rumah untuk keselamatan dari pemusnahan ini berasal dari memperlakukan ramah kedua pengintai utusan abdi Allah, Yosua.

Keselamatan bagi mereka yang ada di dalam rumah itu adalah sebuah bentuk kesediaan memenuhi aturan kehidupan yang digariskan oleh Tuhan dalam situasi apapun sehingga kehidupan ini tetap selamat. Rumah rahab itu diselamatkan karena keramahannya. Jadikan hidupmu sebagai rumah selamat bagi semua yang ada di dalamnya.

1 Timotius 2:3-4
Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
1 Dilihat

08 Oktober 2025

CERITA KELEGAAN

Rabu, 8 Oktober 2025
Renungan Pagi
Senin, 6 Oktober 2025
Renungan Pagi

2 Petrus 2:21 
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

MENJADI YANG TERBAIK

Keadaan orang dalam kategori kehidupan beriman terdiri dari tiga kelompok, yaitu: 1. Buruk, 2. Lebih baik, dan baik.

Dimulai dari mereka yang disebut lebih baik, yaitu mereka yang tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran. Mereka tidak tahu segala sesuatu tentang Jalan Kebenaran sehingga mereka tidak dapat dinilai terbalik dari harapan terhadap kehidupan yang sesuai dengan Jalan Kebenaran itu.

Kategori buruk, bahkan lebih buruk dari kelompok yang telah disebut sebelumnya adalah mereka yang telah mengenal Jalan Kebenaran tetapi kemudian berbalik dari jalan itu. Mereka menjadi orang yang paling buruk sebab mereka biasanya akan memusuhi jalan itu.

Kelompok yang baik adalah mereka yang melakukan perintah kudus, yaitu standar Pada Jalan Kebenaran itu, dengan setia.

Kelompok yang terbaik adalah mereka yang sudah baik dan berusaha untuk mengembangkan hidupnya menggapai mereka yang paling buruk dan yang buruk untuk mengenal Jalan Kebenaran dan menjalaninya dengan baik.

Matius 24:14 
"... Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Mazmur 119:45-46
Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.

CERITA KELEGAAN

Manusia bercerita tentang apa saja dalam kehidupan ini. Ada kisah sedih, kisah gembira, ada kisah misterius, ada kisah legenda,ada kisah kepahlawanan, dan berbagai kisah lainnya.

Ada kisah yang disampaikan karena dianggap sudah waktunya untuk disampaikan dan ada kisah sebaiknya tidak pernah disampaikan dalam kehidupan ini.

Kisah kehidupan pemazmur adalah kisah tentang harapan -- aku hendak hidup dalam kelegaan; sebuah harapan tentang kehidupan yang lapang dalam segala sisi kehidupan. Syarat untuk tercapainya hal ini hanyalah dengan mencari titah-titah Tuhan.

Menceritakan tentang peringatan-peringatan Tuhan adalah menyampaikan dan memaklumkan lewat praktik hidup setiap hari segala peraturan Tuhan (peringatan artinya akan ada risiko yang harus ditanggung jika melanggar.

Tidak akan mendapat malu, bukan soal malu melakukan penceritaan itu, melainkan bahwa tidak akan ada celaan atas hidup yang selalu hanya bersandar kepada Tuhan ~ hidup yang selalu melakukan kehendak Tuhan itu tidak akan dipermalukan.

1 Korintus 16:13
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
1 Dilihat

07 Oktober 2025

TUHAN MEMBALAS YANG BAIK

Selasa, 7 Oktober 2025
Renungan Pagi

2 Samuel 16:12 
"... Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."

TUHAN MEMBALAS YANG BAIK

Daud mengalami kesulitan dan kepahitan hidup sebab ia dikhianati oleh anaknya sendiri yang memberontak melawan dia sehingga ia harus melarikan diri sebagai raja dari istana.

Dendam primordialisme dari orang suku Benyamin yaitu suku asal raja Saul yang digantikan oleh Daud membuat Daud dikutuki oleh Simei ketika ia melintasi daerah di mana Simei berada.

Daud yang sedang dalam keadaan tidak baik, menahan diri dari melihat perkara itu sebagai kekejian manusia tetapi sebagai 'mungkin (jika itu adalah) kehendak Tuhan.'

Sebagai bentuk kerendahan hatinya, Daud yang dikutuki tidak membalas tindakan buruk itu dengan melakukan sesuatu yang buruk pula melainkan bersandar kepada Tuhan sebagai yang berkuasa untuk mengubahkan perkara.

Daud dengan sikap hidup yang penuh kerendahan hati karena menyerahkan segala perkara kepada Tuhan dapat menggantikan kutuk menjadi permohonan erkat Tuhan.

Matius 23:12 
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
1 Dilihat

06 Oktober 2025

MENJADI YANG TERBAIK

Senin, 6 Oktober 2025
Renungan Pagi

2 Petrus 2:21 
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

MENJADI YANG TERBAIK

Keadaan orang dalam kategori kehidupan beriman terdiri dari tiga kelompok, yaitu: 1. Buruk, 2. Lebih baik, dan baik.

Dimulai dari mereka yang disebut lebih baik, yaitu mereka yang tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran. Mereka tidak tahu segala sesuatu tentang Jalan Kebenaran sehingga mereka tidak dapat dinilai terbalik dari harapan terhadap kehidupan yang sesuai dengan Jalan Kebenaran itu.

Kategori buruk, bahkan lebih buruk dari kelompok yang telah disebut sebelumnya adalah mereka yang telah mengenal Jalan Kebenaran tetapi kemudian berbalik dari jalan itu. Mereka menjadi orang yang paling buruk sebab mereka biasanya akan memusuhi jalan itu.

Kelompok yang baik adalah mereka yang melakukan perintah kudus, yaitu standar Pada Jalan Kebenaran itu, dengan setia.

Kelompok yang terbaik adalah mereka yang sudah baik dan berusaha untuk mengembangkan hidupnya menggapai mereka yang paling buruk dan yang buruk untuk mengenal Jalan Kebenaran dan menjalaninya dengan baik.

Matius 24:14 
"... Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
1 Dilihat

04 Oktober 2025

WIBAWA NAMA TUHAN

Minggu, 5 Oktober 2025
Renungan Pagi

Yesaya 63:19
Keadaan kami seolah-olah kami dari dahulu kala tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, seolah-olah nama-Mu tidak pernah disebut atas kami.

WIBAWA NAMA TUHAN

Yesaya membawakan suara kenabian yang menegur bangsa Israel dalam panggilan untuk merenungkan kehidupan mereka yang seperti kehilangan identitas sebagai umat Allah.

Israel berdosa karena mencampurbaurkan segala perkara dalam kehidupan bahwa pada satu sisi mereka kelihatan semarak dalam ibadah kepada Tuhan tetapi pada sisi yang lain mereka menjalani kehidupan seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dengan berbagai kefasikan.

Ayat-ayat sebelumnya menggambarkan tentang kehidupan bangsa Israel yang tersesat dari jalan Tuhan karena mereka tegar hati tentang Tuhan. Keluhan nabi tentang orang-orang fasik yang menginjak-injak bait suci, tidak berarti sebagai orang luar yang masuk ke dalam Bait Suci Tuhan, tetapi umat itu sendirilah yang disebut sebagai orang fasik.

Berada di bawah pemerintahan Tuhan artinya menjalani kkehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai raja bagi mereka; kalau itu pernah terjadi, maka pada saat Yesaya melayani sebagai nabi, maka keadaan itu tidak ada lagi dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka yang pernah beribadah kepada Tuhan tidak menjadi warna hidup mereka sampai kedalaman hati mereka sehingga sirnah oleh perjalanan waktu.

Nama Tuhan disebut atas umat artinya bahwa umat bertanggung jawab untuk menjaga wibawa nama itu dalam seluruh kehidupan ini; baik ketika di rumah Tuhan pun ketika dalam kehidupan sehari-hari.

Yohanes 4:24
"... Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
1 Dilihat

KETIKA BERLAMBAT-LAMBAT

Sabtu, 4 Oktober 2025
Renungan Pagi

Kejadian 19:16
Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.

KETIKA BERLAMBAT-LAMBAT

Situasi yang terjadi pada Lot dan keluarganya ketika Tuhan hendak menunggangbalikkan Sodom dan Gomora serta menghanguskannya dengan api.

Hari masih malam sebab matahari belum terbit, dan Lot beserta keluarganya harus melakukan perjalanan tanpa tujuan yang pasti.

Hati yang terikat dengan tempat di mana mereka ada sebab di situlah mereka telah hidup sebelumnya dan sekarang mereka harus meninggalkannya.

Lot dan keluarganya merasa bahwa mereka tidak pasti sebab mereka tidak didukung oleh kedua calon menantu dalam keluarga yang tidak mau pergi bersama-sama dengan mereka.

Semua yang telah disebutkan sebelumnya bisa menjadi alasan mengapa Lot (bersama keluarganya) berjalan berlambat-lambat tetapi kasih Allah menuntun dan memberikan satu kepastian untuk melangkah lebih cepat bahkan seharusnya berlari bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan memberikan keselamatan kepada mereka.

Yohanes 3:36
"... Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
1 Dilihat

03 Oktober 2025

BERDIRI DI HADAPAN HADIRAT TUHAN

Jumat, 3 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Ezra 9:15
"... Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu." 

BERDIRI DI HADAPAN HADIRAT TUHAN 

Manusia hakikatnya adalah bersalah dan kesalahan itu adalah dosa. Ada kesalahan yang bukan dosa tetapi dosa sudah pasti disebabkan oleh kesalahan.

Allah maha benar justru karena Ia membiarkan bangsa Israel menjadi bangsa yang tetap ada dengan membiarkan orang-orang yang terluput di antara mereka dari hukuman karena dosa mereka.

Doa Ezra adalah sebuah pengakuan yang tulus tentang keadaan mereka yang sesungguhnya 'tidak tahu diuntung', sudah dikasihi masih tetap saja melakukan dosa, suatu hal yang sebenarnya membuat mereka tidak layak menghadap hadirat Tuhan; tidak layak berdoa dan tidak layak untuk daj
Allah itu maha benar dan itulah sebabnya umatNya yang bersalah dapat tetap datang ke  hadiratNya.

Sadarilah bahwa kesalahan dan dosa membuat orang tidak akan mampu bertahan di hadapan hadirat Tuhan; bahkan di hadapan manusia pun tidak.

Tidak ada manusia yang sempurna tetapi tetapi sadar diri itu penting dan membuat manusia tahan berdiri dalam hidup ini; berdiri di hadapan hadirat Tuhan itu adalah setiap waktu dalam kerendahan hati sebagai makhluk yang tidak luput dari salah dan dosa tetapi tetap memuliakan Tuhan dalam segala perkara.

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
1 Dilihat

02 Oktober 2025

PENJAGA JIWA

Kamis, 2 Oktober 2025
Renungan Pagi

Amsal 24:11-12
Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.
Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?

PENJAGA JIWA

Tuhan adalah penjaga jiwa setiap orang sebab memang setiap jiwa adalah kepunyaanNya. Tuhan menyayangi jiwa semua orang.

Tuhan mau agar umatNya menjadi penjaga jiwa sesamanya. Orang yang diangkut untuk dibunuh adalah istilah yang biasa dipakai dalam dunia peperangan di mana tawanan yang lemah dalam perjalan dibunuh untuk tidak menghambat perjalanan, dan itu perlu diselamatkan.

Dua langkah yang bisa dilakukan adalah: pertama, pencegahan, yaitu bahwa orang membentuk pertahanan secara fisik yang baik dan memadai serta kehidupan sosial yang menyatu sehingga bangsa tidak mudah dikalahkan. Kedua, merebut kembali tawanan itu dengan mengalahkan penawannya. 

Jika sesama orang yang ditawan, maka yang dapat dilakukan adalah menopang orang yang lemah itu sehingga ia tetap dapat melanjutkan perjalanan dan hidupnya selamat dari pembunuhan.

Menutup mata terhadap orang lemah yang membutuhkan pertolongan berarti membunuh jiwa mereka dan itu sama seperti membunuh jiwa sebab Tuhan akan membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Jiwa yang terjaga dengan baik adalah jiwa yang selalu menjadi penjaga jiwa sesamanya.

1 Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
1 Dilihat

01 Oktober 2025

BUMI MENGELUARKAN BUAH

Rabu, 1 Oktober 2025
Renungan Pagi

Markus 4:28 
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

BUMI MENGELUARKAN BUAH

Perkataan Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah yang dikerjakan oleh murid-murid-Nya yang dimaksudkan untuk mereka dengan sukacita bekerja walau hasilnya sepperti tidak ada kemajuan.

Pemberitaan Kerajaan Allah diibaratkan sebagai pekerjaan menabur benih yang kemudian bertumbuh dan berbuah oleh karena bumi. Manusia perlu bekerja menaburkan Injil Kerajaan Allah di dunia ini dan tidak harus menjadi stress dengan proses dalam pekerjaan itu walau yang terjadi adalah sepertinya tidak ada harapan.

Bumi yang mengeluarkan buah adalah pengingat bahwa manusia tidak berkuasa sepenuhnya atas proses dari pekerjaan yang dilakukannya. Ada proses Allah dalam progres alamiah yang terjadi.

Ada tahapan yang harus dilalui oleh bulir sampai menjadi bulir yang diisi penuh oleh butir-butir. Ini mengingatkan bahwa proses Tuhan harus dinantikan dengan penuh penyerahan diri sebab ada tahapan-tahapan yang hanya Allah yang tahu sehingga manusia perlu bersabar.

Bumi adalah wadah yang dipakai Allah untuk mengeluarkan buah pada bulir. Air tanah yang kaya dengan sumber makanan bagi tanaman memberi kehidupan yang berbuah bagi kehidupan Kerajaan Allah. Bekerjalah dan siapkanlah diri untuk dipakai sebagai wadah Allah untuk mengeluarkan buah.

Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
1 Dilihat