Renungan Pagi
Ayub 2:6
Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya."
TUHAN SAYANG NYAWANYA
Tuhan itu abadi dan tidak akan pernah ada habis masa karena kehilangan nyawa. Tetapi manusialah yang terbatas nyawanya sebab ia adalah makhluk ciptaan yang tidak kekal.
Nyawa yang disayang Tuhan adalah nyawa milik Ayub, seorang yang disebutkan sebagai pribadi yang saleh dan jujur, seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Saya nyawa dalam pengertian sehari-hari adalah menghindari segala hal yang bisa berisiko membahayakan nyawanya tetapi secara negatif itu bisa berarti bahwa demi keselamatan jiwa - maksudnya nyawa, maka orang bisa meninggalkan imannya.
Ayub diserahkan ke dalam tangan Iblis itu berarti bahwa Iblis dapat melakukan apa saja untuk mencobainya agar ia meninggalkan imannya kepada Tuhan.
Sayangkan nyawanya Ayub, perkataan Tuhan kepada Iblis hendaknya dipahami bahwa Allah tidak membiarkan nyawa orang beriman terhilang oleh pencobaan; Allah menjaga nyawa orang-orang yang menyayangiNya dalam segala situasi.
Roma 11:21-22
Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.