Rabu, 15 Oktober 2025
Renungan Pagi
Yesaya 53:11
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
SESUDAH KESUSAHAN JIWA
Gambaran tentan Hamba Allah yang akan datang sebagai pembebas bagi manusia. Pribadi yang selalu dinantikan dengan sangat rindu oleh seluruh orang Israel sebagai umat kepunyaan Allah yang mengalami banyak kesusahan di dunia ini sehingga jiwa mereka sangat merindu.
Kesusahan jiwa ada kaitannya dengan kesusahan jasmani tetapi keduanya tidak harus dalam hubungan yang berbanding lurus tetapi bisa juga dalam hubungan berbanding terbalik; meski jasmaninya menderita tetapi justeru hal itu yang memberikan kesenangan bagi jiwanya. Orang yang mengalami kesusahan jiwa bisa mempengaruhi hidup jasmaninya tetapi bisa juga tidak sampai mempengaruhinya secara total; mungkin penampilannya murung tetapi ia tidak harus menjadi kurus kering karena kesusahan jiwa yang dialaminya.
Kesusahan jiwa itu akan membuat orang akan melihat terang dan menjadi puas. Tetapi tidak semua orang yang mengalami kesusahan jiwa yang akan mengalami keadaan ini, hanya orang yang benar yang akan mengalami bahwa setelah kesusahan jiwa, maka ia akan melihat dan dan menjadi puas.
Terang yang dimaksud adalah kebaikan yang datang dari Allah menjadi nyata bagi umat yang dikasihiNya. Hamba Allah itu adalah perantara antara manusia dengan Bapa di sorga dan Ia yang menjadi pembawa teang itu.
Hikmat Allah membebaskan manusia dari tekanan kejahatan yang menyebabkan kesusahan jiwa. Memikul dosa bisa dipahami dalam pengertian bawa orang yang dijamah hatinya oleh tuhan tidak akan lagi membiarkan dirinya dikuasai oleh dosa; itulah kesenangan yang tiada batasnya.
Mazmur 107:9
sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar