Minggu, 5 Oktober 2025
Renungan Pagi
Yesaya 63:19
Keadaan kami seolah-olah kami dari dahulu kala tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, seolah-olah nama-Mu tidak pernah disebut atas kami.
WIBAWA NAMA TUHAN
Yesaya membawakan suara kenabian yang menegur bangsa Israel dalam panggilan untuk merenungkan kehidupan mereka yang seperti kehilangan identitas sebagai umat Allah.
Israel berdosa karena mencampurbaurkan segala perkara dalam kehidupan bahwa pada satu sisi mereka kelihatan semarak dalam ibadah kepada Tuhan tetapi pada sisi yang lain mereka menjalani kehidupan seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dengan berbagai kefasikan.
Ayat-ayat sebelumnya menggambarkan tentang kehidupan bangsa Israel yang tersesat dari jalan Tuhan karena mereka tegar hati tentang Tuhan. Keluhan nabi tentang orang-orang fasik yang menginjak-injak bait suci, tidak berarti sebagai orang luar yang masuk ke dalam Bait Suci Tuhan, tetapi umat itu sendirilah yang disebut sebagai orang fasik.
Berada di bawah pemerintahan Tuhan artinya menjalani kkehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai raja bagi mereka; kalau itu pernah terjadi, maka pada saat Yesaya melayani sebagai nabi, maka keadaan itu tidak ada lagi dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka yang pernah beribadah kepada Tuhan tidak menjadi warna hidup mereka sampai kedalaman hati mereka sehingga sirnah oleh perjalanan waktu.
Nama Tuhan disebut atas umat artinya bahwa umat bertanggung jawab untuk menjaga wibawa nama itu dalam seluruh kehidupan ini; baik ketika di rumah Tuhan pun ketika dalam kehidupan sehari-hari.
Yohanes 4:24
"... Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar