27 Oktober 2025

TANGAN ORANG RAJIN

Senin, 27 Oktober 2025
Renungan Pagi 

Amsal 12:24
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. 

TANGAN ORANG RAJIN

Kerajinan itu beragam; ada yang rajin tidur, ada yang rajin bekerja, ada yang rajin mengganggu ketenangan orang lain.

Tangan orang rajin itu pasti mengacu pada orang yang rajin bekerja; orang yang cepat tangannya untuk melakukan pekerjaan yang bisa dilakukannya tanpa menunda-nunda; orang yang cekatan karena memang biasa bekerja.

Hal terakhir soal tangan yang rajin tentu saja bahwa ia melakukan pekerjaan yang baik dengan cara yang baik pula, dan terutama dengan semangat yang baik pula. Bekerja dengan baik mendatangkan sukacita bagi orang yang bekerja itu dan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ada seorang yang tinggal di rumah seorang tuan yang menemukannya di pasar dan menampungnya di rumahnya; orang itu kemudian dikenal sebagai asisten tuannya, bahkan lebih dari itu sebab setiap hal yang disebutkan di rumah itu, misalnya kuda, anjing, hewan piaraan lainnya dan setiap barang dikenal sebagai miliknya; anjingnya, kudanya, gerobaknya, dan setiap hal ada di bawa namanya sebab ia mengurus dan merawat semua hal itu dengan baik. Tangan orang rajin memegang kekuasaan.

Kerja paksa bagi orang malas, pertama berarti bahwa ia tidak bekerja jika tidak terpaksa melakukan suatu pekerjaan; ia menjadi buruh sebab ia tidak biasa bekerja sehingga petuah bijak 'ala bisa karena biasa' tidak berlaku baginya. Selanjutnya bahwa karena ia tidak bekerja, maka dia hanya tergantung pada pekerjaan kasar (menjadi buruh) yang hanya cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya untuk sementara waktu saja.

Pengkhotbah 5:11
Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Dilihat