Minggu, 19 Oktober 2025
Renungan pagi
Yohanes 2:17
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
CINTA UNTUK RUMAH TUHAN
Penggalan kisah tentang Yesus yang menyucikan bait suci dari kegiatan berjualan di Bait Suci yang dilakukan dengan kedok untuk mempermudah orang-orang yang datang dari jauh agar mereka dapat memperoleh barang yang dibutuhkan untuk memberi persembahan.
Ketika melakukan ini, Yesus berani menerobos para penjual dan menyuruh mereka pergi dari Bait suci. Sebenarnya Tuhan Yesus tidak hanya mengusir para pedagang itu tetapi ia membersihkan Bait Suci dari sistem yang dilegalkan sehingga bisa menjadi beban bagi orang tertentu. Orang yang tidak memunyai uang tidak bisa mendekat untuk membawa persembahannya sendiri sebab hanya hewan yang dijual di halaman Bait Suci yang layak dipakai untuk menjadi persembahan kepada Tuhan.
Tuhan Yesus melakukan perkara membersikan Bait Suci itu, bukan untuk melawan orang-orang yang ada di balik layar tetapi sungguh-sungguh karena dorongan dari dalam dirinya untuk membersihkan Bait Suci dari ketidakmurnian niat dan semangat banyak orang.
Risiko yang akan ditanggung oleh Tuhan Yesus tidak dipikirkanNya sebab cintaNya untuk rumah Tuhan menghanguskan Dia. Cinta yang menghanguskan adalah gambaran bahwa seseorang tidak peduli akan hidupnya selain cintanya. Seandainya dibakar sampai hangus, maka cintanya tidak akan berkurang sedikit pun.
Cinta rumah Tuhan adalah membersihkan segala pengaruh dunia yang akan mengubah fungsi Bait Suci menjadi tempat berjualan - tempat mencai untung pribadi seperti untuk memperoleh kemuliaan dari sesama, untuk mencari kesenangan pribadi, untuk memperoleh pengaruh, dan lain sebagainya.
I Timotius 6:6
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar