03 Agustus 2026

KESUNYIAN TERSEMBUNYI DI UJUNG WAKTU

KESUNYIAN TERSEMBUNYI DI UJUNG WAKTU

Ketika kaki melangkah di putaran waktu,
matahari tersenyum memberi kehangatan sehingga kemudian itu menjadi terik yang menyengat.

Penat dan panas kemudian teradu oleh senja yang sejuk dan mengilaukan cahaya keemasan. Suasana tenang dan syahdu darinya mengingatkan tentang rindu rumah kepada semua insan.

Malam datang memeluk dengan kebekuannya yang dingin dan kelam, bahkan sering menjadi kengerian hebat dengan tipuan-tipuan manis bagi insan yang butuh terlelap.

Hidup selalu terancam oleh terik mentari tetapi juga oleh kegelapan malam. Matahari dan rembulan bukanlah sinar yang sesungguhnya tetapi hiduolah yang harus bersinar lebih terang.

Perjalanan harus berhenti pada batasnya dan perjalanan waktu biarlah terus berproses dan berputar menghidupkan yang menghargai kehidupan.

Ada ruang kecil di sana, di ujung waktu yang harus berhenti. Rindu pada canda tawa dan tangis tetapi juga pada kenyataan tidak dirindukan; aneh untuk mengatakan tentang rindu pada tidak dirindukan - bukan pada ketidakrinduannya tetapi pada kenangan bahwa itu terkadi di sini.

Sekelumit ucapan bibir tentang 'tidak berkenan' atau 'tidak layak' yang menusuk kalbu semoga tidak pernah terucap oleh waktu di mana kerinduan akan mengisi hari-hari terakhirnya.

Biarlah dia pergi dengan kesunyiannya dan tidak usah dirindukan sebab ujung waktu pun tidak akan pernah membawanya kembali ke waktu yang telah dijalaninya di sini.

Hanya berharap mentari tetap tersenyum di ujung waktu yang lainnya dan pertapakan waktu memjemput untuk pergi ke ujung waktu yang lain lagi.

Kesunyian itu hanya ilusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar