Selasa, 4 Agustus 2026
Renungan Pagi
Mazmur 77:12
Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.
MENGINGAT PERBUATAN TUHAN
Tentu saja yang diingat adalah sesuatu yang telah dialami. Tidak semua yang telah terjadi dapat diingat dengan baik; bisa ada bagian yang terhilang dari ingatan dan bisa ada yang salah diingat.
Mengingat yang baik itu bukan tentang apa yang telah dilakukan sebab itu akan membawa manusia pada dua hal, yaitu kesombongan sebab mau menonjolkan diri sebagai yang hebat dan kebohongan untuk menutupi kekurangan dan kelemahan di hadapan orang lain; dua hal ini kesombongan dan kebohongan adalah awal dari dengki, iri hati, kecemburuan, kemunafikan, dan pementingan diri dan kelompok.
Zaman purbakala itu tentu tidak menjadi pengalaman pribadi manusia tetapi menjadi warisan kisah yang menjadi latar belakang masa sekarang sehingga dia terus menjadi dasar sejarah keberadaan manusia pada masa kini.
Jika kisah dari zaman purbakala yang diceritakan adalah tentang kehebatan manusia, maka orang akan tertantang untukk{d memperlombakan kehebatan di masa sekarang sehingga yang akan terjadi hanyalah kekacauan orang-orang yang memperebutkan kekuasaan.
Kisahkanlah perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan dari masa ke masa sehingga mereka yang nantinya akan mengenal zaman sekarang ini sebagai zaman purbakala pada zamannya wewarisi hati yang selalu bersyukur dalam kerendahan untuk membalas kebaikan Tuhan.
Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar