Renungan Pagi
Kolose 2:18-19
Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
IBADAH ORANG BERPURA-PURA
Kemenangan yang dimaksud adalah bebas dari tekanan dosa dan bersyukur sepenuhnya kepada Allah yang menganugerahkan keselamatan kepada dunia.
Kemenangan yang gagal biasanya terjadi karena kelalaian; tidak tekun pada komitmen dan rambu-rambu yang harus dilalui; tidak berpegang teguh kepada Allah.
Pihak yang menggagalkan kemenangan adalah mereka yang berpura-pura merendahkan diri, berarti hakikatnya adalah orang sombong; yang suka membesarkan diri bahkan lebih besar dari 'rencana Allah'.
Alamat ibadah yang seharusnya adalah kepada Tuhan tetapi orang yang berpura-pura ibadahnya kepada malaikat. Tidak sepenuhnya kepada Tuhan tetapi men-Tuhan-kan dirinya sebagai yang hebat seperti malaikat Allah pikiran duniawi dalam penampakan seperti ilahi.
Orang yang berpura-pura dalam ibadah orang percaya adalah bahwa mereka tidak akan pernah menyatu sepenuhnya dan bahwa mereka akan kerdil sebab tidak menerima pertumbuhan dari 'Kepala Tubuh'; tidak bertumbuh dalam pertumbuhan ilahi.
1 Korintus 5:11
Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar